• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik pengolahan data .1 Operasionalisasi Variabel

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN (Halaman 39-46)

METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Teknik pengolahan data .1 Operasionalisasi Variabel

Variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini terdapat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.1

Operasionalisasi variabel

Variabel Definisi Variabel Ukuran

Kompensasi (Variabel X)

1. Kompensasi Finansial (X1) adalah kompensasi atau imbalan yang diterima karyawan dari perusahaan atas upaya dan jerih payah yang telah diberikan bagi perusahaan berupa penghasilan langsung maupun tak langsung. Contohnya :

Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti. (Hasibuan,2002)

Insentif unjuk kerja atau biasa dikenal sebagai bonus prestasi kerja.

Tunjangan transportasi

Jaminan kesehatan

2. Kompensasi Nonfinansial (X2) adalah imbalan yang diterima karyawan dikarenakan oleh pekerja itu sendiri dan atas lingkungan pekerjaannya.

Contohnya :

Promosi Jabatan adalah perpindahan yang memperbesar wewenang dan tanggung jawab karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam organisasi sehingga kewajiban, hak, status dan penghasilannya semakin besar.

(Hasibuan,2002)

Fasilitas penunjang kerja karyawan

1. Kesesuaian dengan jerih payah 2. Kesesuaian dengan ketentuan

pemerintah.

1. Kesesuaian dengan jerih payah.

2. Mampu mendorong berprestasi 1. kecukupan menutupi kebutuhan

transportasi.

1. Kelayakan dan jaminan rasa aman dan nyaman

1. Kesempatan yang sama.

2. mendorong giat bekerja.

1. Ruangan yang mendukung.

2. Fasilitas pendukung menunjang pekerjaan

1. Program pendidikan/pelatihan sesuai

Kesempatan untuk berkembang bagi karyawan

dengan kebutuhan dan kompetensi karyawan.

2. program pendidikan/pelatihan meningkatkan kualitas dan semangat kerja karyawan.

Kepuasan Kerja (Variabel Y)

Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. (Hasibuan,2005)

Kepuasan kerja diukur menggunakan Minnessota Satisfaction Questionaire yang mengukur kepuasan dan ketidakpuasan meliputi 20 aspek berikut:

1. Aktifitas atau kegiatan 2. Kebebasan atau kemandirian 3. Variasi pekerjaan

4. Status sosial 5. Supervisi

6. Kemampuan teknis supervisi 7. Nilai moral

8. Kepastian dan keamanan 9. Pelayanan sosial

10. Kekuasaan

11. Penggunaan kemampuan

12. Kebijakan organisasi dan prakteknya 13. kompensasi

14. kesempatan untuk maju 15. Tanggung jawab 16. Kreatifitas 17. Kondisi kerja 18. Rekan kerja 19. Penghargaan 20. Prestasi

3.5.2 Uji validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika instrumen pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2005). Dengan demikian, instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di ukur. Contohnya penggaris dinyatakan valid jika digunakan untuk mengukur panjang, namun tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. Artinya,

penggaris memang tepat digunakan untuk mengukur panjang, namun menjadi tidak valid jika penggaris digunakan untuk mengukur berat.

Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara variabel/ item dengan skor total variabel. Cara mengukur dengan mencari korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi product moment dari Pearson. Teknik ini bertujuan untuk menguji apakah setiap item atau butir pernyataan benar-benar mampu mengungkap faktor yang akan diukur atau konsistensi internal tiap item alat ukur dalam mengukur suatu faktor. Nilai korelasi yang diperoleh (nilai korelasi per item dengan total item yang diperoleh setelah dikorelasikan secara statistik per individu) lalu dibandingkan dengan tabel nilai korelasi (r) Product Moment untuk mengetahui apakah nilai korelasi yang diperoleh signifikan atau tidak. Jika indeks nilai yang diperoleh dari perhitungan tersebut memiliki nilai yang lebih besar dari nilai table korelasi maka item itu dinyatakan valid demikian juga sebaliknya. Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan menguji validitas alat ukur maka yang dilakukan adalah mengukur kesahihan butir (validitas item). Rumus yang digunakan dalam mencari kesahihan butir adalah korelasi Product Moment dari Karl Pearson sebagai berikut :

Dimana : r : Koefisien korelasi product moment X : Skor tiap pertanyaan/item

Y : Skor total

N : Jumlah responden

Jika r hitung lebih besar dari r tabel, maka akan ada korelasi yang nyata antara kedua variabel tersebut sehingga alat ukur ini valid atau sahih dan sebaliknya.

3.5.3 Uji reliabilitas

Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran relatif konsisten dari waktu ke waktu. Untuk mengetahui uji ini menggunakan teknik sekali ukur One Shot Technique, yang kemudian diuji dengan pendekatan alpha Cronbach. Menurut Malhotra (1999), sebuah faktor dikatakan reliabel jika mempunyai nilai alpha Cronbach di atas 0,6.

3.5.4 Uji asumsi klasik 1) Uji normalitas

Bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variable dependent, variable independent atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati nomal. Uji statistik yang digunakan untuk menguji data penelitian ini terdistribusi secara normal atau tidak adalah dengan menggunakan uji statistik kolmogorov-smirnov. Dengan tingkat signifikansi (α) sebesar 5%, maka apabila dari hasil perhitungan didapatkan tingkat signifikansi lebih dari 5% (≥ 0,05) dapat dikatakan bahwa data terdistribusi normal, sebaliknya jika tingkat signifikansi (α) dibawah 5% (≤ 0,05) data tidak terdistribusi normal.

2) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya persoalan multikolinearitas. Metode

pengujian multikolinearitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada model regresi. Menurut Santoso (2001), pada umumnya jika VIF lebih besar dari 5, maka variable tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variable bebas lainnya. Begitu pula sebaliknya jika nilai VIF berada dibawah 5 maka variable tersebut tidak memiliki persoalan multikolinearitas.

3) Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heterokedastisitas. Ada beberapa metode pengujian yang bias digunakan diantaranya yaitu Uji Park, Uji Glesjer, Melihat pola grafik regresi, dan Uji Koefisien Korelasi Spearman. Pada penelitian ini penulis menggunakan uji Park, yaitu meregresikan nilai residual (Lnei²) dengan masing-masing variabel dependent (LnX1 dan LnX2).

3.5.5 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis ini digunakan untuk meramalkan seberapa besar pengaruh atau kontribusi kompensasi finansial dan nonfinansial terhadap kepuasan kerja melalui persamaan regresi seperti dabawah ini :

Y = b0 + b1X1 + b2X2 Notasi variabel sebagai berikut :

Y = Kepuasan kerja b0 = Konstanta

b1 = Koefisien regresi X1 b2 = Koefisien regresi X2 X1 = Kompensasi finansial X2 = Kompensasi nonfinansial

3.5.6 Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara individual mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Rumus uji t adalah sebagai berikut :

t hitung = --- SE () Dimana :

: koefisien regresi variabel independen Se () : standar error variabel independen Hipotesis uji t adalah sebagai berikut :

• Ho : -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel : Tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.

• Ha : - t hitung < - t tabel atau + t hitung > + t tabel : Ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.

Kriteria pengujian sebagai berikut : 1) Tingkat signifikansi 0,05 2) Derajat kebebasan df : n – k 3) Uji dua sisi

4) Kesimpulan pengujian :

a. Apabila -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel, maka Ho tidak dapat ditolak

b. Apabila - t hitung < - t tabel atau + t hitung > + t tabel, maka Ho ditolak.

3.5.7 Uji F

Selain perlu menguji apakah koefisien regresi secara individual siginifikan atau tidak dalam mempengaruhi variabel terikat, perlu juga diuji untuk membuktikan secara statistik bahwa secara keseluruhan koefisien regresi juga signifikan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

R 2 /(k-1)

F = --- (1-R 2 ) /(n-k)

Keterangan:

R2 = Koefisien determinasi n = Jumlah data

k = Jumlah variabel Hipotesis uji F adalah sebagai berikut :

1) Tingkat signifikansi 0,05

2) Derajat kebebasan untuk df pembilang : k-1 3) Derajat kebebasan untuk df pembagi : n - k 4) Uji satu sisi.

Kesimpulan pengujian :

a) Apabila F hitung < F tabel, maka Ho tidak dapat ditolak b) Apabila F hitung > F tabel, maka Ho ditolak.

BAB IV

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN (Halaman 39-46)

Dokumen terkait