• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen Terimakasih untuk kalian (Halaman 50-55)

G. Metode Penelitian

5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

Pengumpulan data dapat dilakukkan dalam berbagai setting, berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada natural setting (kondisi yang alamiah). Dan teknik pengumpulan datanya lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

Pada pengumpulan data diperoleh dengan cara pemberian teskepada siswa. Tes yang diberikan berupa uraian (Essay) sehingga lebih jelas dalam mengidentifikasi pemahaman siswa terhadap pokok bahasan dimensi tiga yang telah di ajarkan sebelumnya, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan metakognitif siswa. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif berdasarkan hasil tes pengetahuan metakognitif yang dikerjakan oleh siswa. peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hal ini sejalan dengan penelitian alamiah, dalam pengambilan data peneliti

berbaur dan berinteraksi secara intensif dengan responden. Dokumen dan pengumpulan data pendukung dan penelitian ini peneliti gunakan untuk melengkapi penelitian untuk memaksimalkan hasil penelitiannya.

Alasan peneliti menggunakan teknik penelitian tersebut digunakan karena pada penelitian kualitatif untuk mengumpulkan informasi melibatkan partisipasi langsung, berupa wawancara mendalam, observasi lapangan dan mereview terhadap dokumen yang menjadi pendukung penelitian. Teknik pengumpulan data yang penulis maksud adalah:

1. Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu.

dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang bererbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah, kehidupan, cerita, biografi, peraturan dan kebijakan.

Dokumen tertulis dan arsip merupakan sumber data yang sering memiliki posisi penting dalam penelitian kualitatif, terutama bila sasaran kajian mengarah pada latar belakang atau berbagai peristiwa yang terjadi dimasa lampau yang sangat berkaitan dengan kondisi atau pristiwa masa kini yang sedang diteliti.

dokumentasi ini peneliti juga melakukan tes untuk mengetahui kemampuan metakognisi siswa dalam memecahkan masalah dimensi tiga, Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penelitian suatu tugas

atau serangkaian tugas harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut.34 dalam pembelajaran matematika tes yang sesuai untuk digunakan yaitu tes uraian (essay), karena tes essay menuntut baik pengajar maupun belajar untuk bernalar dan mengungkapkan sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Tes diberikan kepada siswa untuk mengetahui proses berfikir siswa dalam menyelesaikan suatu masalah geometri dimensi tiga.

Alur pengembangan soal tes geometri dimensi tiga yaitu setelah instrument divalidasi, selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Think Aloud Method yaitu siswa diminta untuk mengungkapkan ekspresi verbal tentang ide yang dipikirkan ketika menyelesaikan soal dimensi tiga, data yang didapatkan berupa tulisan dan kata-kata lisan.

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalna harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, kebijakan.

Dokumentasi yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup,

34 Siti Nurhikmah dan Febrian, “Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menelesaikan Permasalahan Integral Tak Tentu”, Jurnal Tatsqif, Vol.14, No.2 (Desember, 2016), hlm. 220

sketsa dan lain-lain. Dokumentasi yang berbentuk karya misalnya kara seni, yang dapat berupa gambar, patung film, dan lain-lain. Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi, wawancara dalam penelitian kualitatif.

2. Wawancara/interview

Wawancara terdiri dari sejumlah pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti dan diajukkan kepada seseorang mengenai topic penelitian secara tatap muka, dan peneliti merekam jawaban- jawabannya sendiri.

Wawancara dapat dipandang sesuai metode pengumpulan data dengan jalan Tanya jawab sepihak dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penyelidikan.

Untuk mengumpulkan informasi dari sumber data ini diperlukkan teknik wawancara, dalam penelitian kualitatif khususna dilakukkan dalam bentuk yang disebut wawancara mendalam. Teknik wawancara ini yang paling banyak digunakan dalam penelitian kualitatif, terutama pada penelitian lapangan, tujuan wawancara adalah untuk bisa menajikan konstruksi saat sekarang dalam suatu konteks mengenai pribadi, peristiwa, aktivitas, organisasi, perasaan, motivasi, tanggapan atau persepsi, tingkat dan betuk keterlibatan untuk menkontribusikan beragam hal.

Interview atau wawancara mendalam bertujuan untuk saling menyelami pandangan/pikiran tentang suatu yang menjadi objek penelitian. Peneliti mengadakan kegiatan untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi permasalahan yang menjadi bahan kajiannya.

Proses wawancara dalam penelitian kualitatif pada umumnya dilakukkan dengan cara terstruktur, karena peneliti tidak mengetahui secara tepat mengenai apa yang sebenarnya hendak dituju. Dengan demikian tujuan wawancara yang dilakukkan untuk mencari informasi sebanyak-banyannya yang mengarah ke dalam informasi dan dilaksanakan secara informal, dngan ini wawancara dilakukkan dengan pertanyaan terbuka (open-ended) dan mengarah pada kedalaman informasi, serta dilakukkan dengan cara yang tidak secara formal terstruktur, guna menggali pandangan subjek yang diteliti tentang banak hal yang sangat bermanfaat untuk menjadi dasar bagi penggalian informasinya secara lebih jauh, lengkap dan mendalam.

Dan alat-alat yang digunakan untuk wawancara supaya terekam dengan baik dan jelas adalah buku, tape recorder dan camera.

3. Observasi

Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukkan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.

misalnya peneliti dapat dapat mengamati kegiatan objek yang diteliti, Pengamatan ini selanjutnya dituangkan ke dalam bahasa verbal.

Marshall menatakan bahwa observasi merupakan suatu prose yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan fsikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses- proses pengamatan dan ingatan.

Teknik observasi digunakan untuk menggali data dari sumbe data yang berupa peritiwa, perilaku, tempat atau lokasi, dan benda serta rekaman gambar. Observasi dilakukkan dengan cara langsung dan tidak langsung.

Dalam dokumen Terimakasih untuk kalian (Halaman 50-55)

Dokumen terkait