BAB II: PEMBAHASAN
B. Telaah P ustaka Penelitian Terdahulu
Dalam telaah pustaka ini peneliti mengambil dua buah penelitian.
Yang pertama oleh Herlin Indik Fardiana dari jurusan Tarbiyah prodi PGMI tahun 2012 STAIN Ponorogo yang berjudul “Studi Komparasi Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA antara Kelas IIIA dan Kelas IIIB Semester Genap MI Ma’arif Patihan Wetan Tahun Pelajaran 2011/2012 (Siswa yang Menggunakan Media Pembelajaran Visual (LCD) dan Siswa yang Tidak Menggunakan Media Pembelajaran Visual (LCD))”. Dengan rumusan masalah sebagai berikut: a. Bagaimana minat belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran visual (LCD) pada mata pelajaran IPA kelas IIIA semester genap MI Ma’arif Patihan Wetan Tahun Pelajaran 2011/2012? b. Bagaimana minat belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran visual (LCD) pada mata pelajaran IPA kelas IIIB semester genap MI Ma’arif Patihan Wetan Tahun Pelajaran 2011/2012? c. Adakah perbedaan yang signifikan antara minat belajar
29 Sumarto, “Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam(IPA),” Wordpress, 15 (Juni, 2013), 22.
siswa yang menggunakan media pembelajaran visual (LCD) dan yang tidak menggunakan media pembelajaran visual (LCD) pada mata pelajaran IPA kelas IIIA dan IIIB Semester Genap MI Ma’arif Patihan Wetan Tahun Pelajaran 2011/2012? Dengan kesimpulan sebagai berikut: a. Minat belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran visual (LCD) pada mata pelajaran IPA kelas IIIA MI Ma’arif Patihan Wetan Ponorogo semester genap tahun pelajaran 2011/2012 termasuk dalam kategori baik dengan persentase 38,10 %. b. Minat belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran visual (LCD) pada mata pelajaran IPA kelas IIIB MI Ma’arif Patihan Wetan Ponorogo semester genap tahun pelajaran 2011/2012 termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 66,67 %. c. Ada perbedaan yang signifikan antara minat belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran visual (LCD) dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran visual (LCD) pada mata pelajaran IPA kelas IIIA dan kelas IIIB MI Ma’arif Patihan Wetan Ponorogo semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan tes Kai Kuadrat (Chi Square) diperoleh x20> x2t di mana pada taraf signifikan 5%, x20 = 6,774 dan x2t = 5,991, sehingga Ho ditolak.30
Adapun penelitian yang kedua, oleh Damiati jurusan Tarbiyah prodi Tadris Matematika tahun 2013 STAIN Tulungagung yang berjudul
”Pengaruh Model Pembelajaran Examples Non Examples terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Bangun Datar Kelas VII MTSN
30 Herlin Indik Fardiana, “Studi Komparasi Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA antara Kelas IIIA dan Kelas IIIB Semester Genap MI Ma’arif Patihan Wetan Tahun Pelajaran 2011/2012,”(Skripsi, STAIN, Ponorogo, 2012), 122.
Karangrejo Tulungagung Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013”.
Dengan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah model pembelajaran Examples Non Examples berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar kelas VII MTSN Karangrejo Tulungagung? Dengan kesimpulan sebagai berikut: hasil hitung menunjukkan nilai thitung > ttabel yaitu 3,313 > 1,671 yang artinya menolak H0 dan menerima H1, sehingga disimpulkan ada pengaruh penerapan model pembelajaran examples non examples terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar kelas VII MTsN Karangrejo Tulungagung semester genap tahun ajaran 2012/2013.31
Dalam telaah pustaka pertama oleh Herlin Indik Fardiana dari jurusan Tarbiyah prodi PGMI tahun 2012 yang berjudul “ Studi Komparasi Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA antara Kelas IIIA dan Kelas IIIB Semester Genap MI Ma’arif Patihan Wetan Tahun Pelajaran 2011/2012 (Siswa yang Menggunakan Media Pembelajaran Visual (LCD) dan Siswa yang Tidak Menggunakan Media Pembelajaran Visual (LCD))” tersebut kalau dibandingkan dengan penelitian ini sama–
sama pada mata pelajaran IPA. Perbedaannya, kalau telaah pustaka tersebut menggunakan media pembelajaran visual (LCD) dan tidak menggunakan media pembelajaran visual (LCD) untuk meningkatkan minat belajar siswa. Sedangkan peneliti menggunakan metode Discovery and Inquiry dan Examples Non Examples untuk meningkatkan hasil
31 Damiati, Pengaruh Model Pembelajaran Examples Non Examples terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Bangun Datar Kelas VII MTSN Karangrejo Tulungagung Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013. Diakses pada tanggal 12 Mei 2016.
belajar siswa. Dalam telaah pustaka kedua oleh Damiati dari jurusan Tarbiyah prodi Tadris Matematika tahun 2013 STAIN Tulungagung yang berjudul ”Pengaruh Model Pembelajaran Examples Non Examples terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Bangun Datar Kelas VII MTSN Karangrejo Tulungagung Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013” tersebut kalau dibandingkan dengan penelitian ini sama–sama menggunakan metode pembelajaran examples non examples untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Perbedaannya, kalau telaah pustaka tersebut pada mata pelajaran matematika. Sedangkan peneliti menggunakan metode Discovery and Inquiry dan Examples Non Examples untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
C. Kerangka Berfikir
Berdasarkan landasan teori dan telaah pustaka di atas, maka kerangka berfikir dalam penelitian ini adalah:
Ada perbedaan pencapaian hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Discovery and Inquiry akan lebih tinggi dibandingkan pencapaian hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Examples Non Eexamples.
D. Pengajuan Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Hipotesis penelitian ini adalah:
Ha: Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan siswa kelas IV-A dan IV-B antara yang menggunakan metode Discovery and Inquiry dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan analisis komparasional. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.32
Berdasarkan beberapa bentuk desain eksperimen yang dikemukakan oleh Sugiyono, penelitian ini termasuk dalam pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest design. Pada desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat. Karena dapat membandingkan keadaan dengan sebelum diberi perlakuan.
Dari pemaparan di atas maka dalam penelitian ini yang termasuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sama yaitu kelas IV-A dan IV-B. Karena kelompok eksperimen menggunakan metode pembelajaran dalam mata pelajaran IPA. Sedangkan kelompok kontrol tidak menggunakan metode pembelajaran dalam mata pelajaran IPA.
Deskripsi rancangan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan mengambil materi yang disesuaikan dengan fokus penelitian.
32 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2008), 116.
33
2. Melakukan observasi langsung dengan materi pretest tanpa ada perlakuan.
3. Nilai yang diperoleh dari pretest digunakan untuk dibandingkan dengan nilai yang diperoleh dari posttest.
4. Melakukan observasi langsung dengan memberikan posttest dengan adanya perlakuan.
5. Nilai yang diperoleh dari posttest digunakan untuk dibandingkan dengan nilai yang diperoleh dari pretest.
6. Jawaban yang terkumpul diperiksa dengan rumus penilaian sebagai berikut:
x 100
N : Nilai diperoleh Sp : Skor diperoleh Sm : Skor Maksimal
7. Skor yang terkumpul kemudian ditabulasikan untuk mencari beda meannya.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.33
33 Ibid., 117.
Batasan penelitian yang mesti ada dan ditemui dalam setiap penelitian adalah batasan yang berkaitan dengan populasi penelitian.Populasi menurut Babbie dalam bukunya Sukardi tidak lain adalah elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama–sama dan secara teoritis menjadi target hasil penelitian.34
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo yang berjumlah 45 siswa.
2. Sampel
Sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data tersebut disebut sampel atau cuplikan. Yang dapat diambil sebagai sampel dalam hal ini adalah populasi akses, yaitu jumlah anggota kelompok yang dapat ditemui di lapangan dan bukan populasi target.35Sampel yang baik adalah sampel yang anggota–anggotanya mencerminkan sifat dan ciri–ciri yang terdapat pada populasi.36 Jika merujuk pada pendapat tersebut di atas serta mempertimbangkan jumlah populasi yang diteliti, maka peneliti mengambil sampel dari seluruh anggota populasi. Yaitu siswa kelas IV-A dengan menggunakan metode Discovery and Inquiry dengan jumlah 25 siswa dan IV-B dengan menggunakan metode Examples Non Examples dengan jumlah 20 siswa.
34 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), 53.
35 Ibid., 54.
36 Tulus Winarsunu, Statistik Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan (Malang:
UMM Press, 2004), 12.
C. Instrumen Pengumpulan Data
Dalam suatu penelitian, instrumen pengumpulan data menentukan kualitas data yang dikumpulkan, dan kualitas data yang dikumpulkan itu menentukan kualitas penelitiannya. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah atau lebih gampang dan hasilnya lebih baik. Dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga hasilnya mudah diolah.
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah berupa tes. Tes tulis diberikan oleh guru untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel yang diteliti.
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Pengumpulan Data Judul Variabel Indikator Subje
k
Teknik
Komparasi Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Discovery and Inquiry dan Examples Non Examples pada Siswa Kelas IV- A dan IV-B di SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo Tahun Pelajaran
2015/2016.
Independen:
Metode (XI) Discovery and Inquiry
Metode (X2) Hasil belajar dengan
Examples Non Examples
Menyebutkan macam-macam energi
alternatif.
Menjelaskan contoh dari penggunaan energi alternatif.
Siswa /siswi kelas IV
Tes
Dependen:
(Y) Hasil Belajar
KKM Siswa
/siswi kelas IV
Dokumentasi
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.37 Secara umum teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes, angket, interview, observasi dan dokumentasi.38 Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan dokumentasi.
1. Tes
Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan). Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran. Sungguhpun demikian, dalam batas tertentu tes dapat pula digunakan untuk mengukur atau menilai hasil belajar bidang afektif dan psikomotoris. 39
2. Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang diperoleh dari catatan peristiwa yang sudah berlalu dalam bentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.40 Dengan teknik dokumentasi ini, peneliti mengumpulkan data-data pendukung antara lain: (1) Sejarah
37 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D (Bandung:
Alfabeta, 2013), 308.
38 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 150.
39 Nana Sudjana, Penilaian Hasil….,35.
40Sugiyono, Metode Penelitian….,203
berdirinya sekolah; (2) Letak geografis; (3) Visi, misi, dan tujuan sekolah;
(4) Struktur organisasi sekolah; (5) Keadaan guru; (6) Keadaan peserta didik; (7) Sarana prasarana; dan (8) KKM.
E. Teknik Analisis Data
Sebelum melakukan proses analisis data dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Uji validitas untuk mengetahui kesahihan alat ukur yang digunakan. Sementara reliabilitas dilakukan untuk mengetahui keajegan alat ukur.41
1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Uji validitas sebuah tes dikatakan valid apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Untuk menguji validitas instrumen dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis validitas konstruk. Sebab variabel dalam penelitian ini berkaitan dengan fenomena dan objek yang abstrak tetapi gejalanya dapat diamati dan diukur. Rumus yang digunakan yaitu rumus korelasi product moment:
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑
Setelah itu dikonsultasikan ke table “r” product moment dengan terlebih dahulu mencari degres of freedom-nya, rumusnya sebagai berikut:
df = N – nr.
41 Maryam Yusuf dkk, Buku Pedoman Penulisan Skripsi (Ponorogo: Jurusan, 2013), 28.
Jika terdapat korelasi positif di mana rxy> rtabel maka butir soal dinyatakan valid. Dan sebaliknya jika rxy< rtabel maka butir soal dinyatakan tidak valid.
Tabel 3.2 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penilaian
No Soal “r” Hitung “r” Tabel Keterangan 1 0,444 Valid
2 0,444 Valid
3 0,444 Valid
4 0,444 Valid
5 0,444 Valid
6 0,444 Valid
7 0,444 Valid
8 0,444 Valid
9 0,444 Valid
10 0,444 Tidak Valid 11 0,444 Tidak Valid
12 0,444 Valid
13 0,444 Valid
14 0,444 Valid
15 0,444 Valid
16 0,444 Tidak Valid 17 0,444 Tidak Valid 18 0,444 Tidak Valid 19 0,444 Tidak Valid 20 0,444 Tidak Valid
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 20 soal yang angka korelasinya ≥ 0,444 yaitu soal 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15. Tiga belas soal itulah yang dinyatakan valid dan digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengetahui hasil belajar siswa.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam penelitian ini digunakan
rumus KR-20 (Kuder Richardson). Penerapan metode ini dengan persyaratan skor dengan kemungkinan yaitu skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. Pada metode ini ada KR-20 dan KR-21. Penerapan KR-20 dengan penghitungan persentase jawaban benar untuk masing-masing butir soal (diberi tanda p), disamping varian seluruh skor (ditandai S²). Sedangkan rumus KR-21 penerapannya hanya memerlukan penghitungan skor rataan (ditandai dengan M, mean).
Rumus KR-20 adalah r =
.
Keterangan:
R = Tingkat reliabilitas S² = Varian
n = Banyaknya item N = Banyaknya siswa
Sedangkan rumus untuk mencari varian :
S ² =
Keterangan:
S² = Varian
N = Jumlah peserta tes.42
Menghitung tingkat reliabilitas:
S ² =
42 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2010), 190.
=
=
=
=
=
271,1125585Dimasukkan dalam rumus KR-20 r =
.
=
.
=
.
= .
= 1,067169997dibulatkan 1,067
Dari hasil perhitungan reliabilitas dapat diketahui nilai reliabilitas instrumen variabel hasil belajar sebesar 1,067, kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% adalah sebesar 0,450. Karena thitung lebih besar dari ttabel, yaitu 1,067 > 0,450 maka instrumen tersebut dapat dikatakan reliabel.
2. Analisis Data Penelitian
Analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian. Setelah terkumpul data lengkap, data harus dianalisis baik menggunakan analisis kualitatif atau kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif, yaitu analisis yang menggunakan alat analisis yang menggunakan alat analisis yang bersifat kuantitatif. Hasil analisis statistik akan terwujud angka-angka, demikian pula hasil statistik.
Uji hipotesis penelitian digunakan untuk mengetahui hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak.
Ada dua jenis data dalam penelitian ini yaitu data deskriptif (rumusan masalah 1 dan 2) dan data komparatif (rumusan masalah 3).
a. Analisis Data Deskriptif (Rumusan masalah 1 dan 2) 1) Menghitung mean dari variabel X dan X .
Mx = Mx =
2) Menghitung Deviasi Standar X dan X . SD = √
SD = √
3) Membuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus:
Mx + 1.SDx dikatakan baik, Mx + 1.SDx dikatakan kurang dan antara Mx + 1.SDx dikatakan cukup.43
4) Menghitung frekuensi, lalu hasilnya diprosentasekan dengan rumus: P =
Keterangan:
P = Persentase f = Frekuensi
N = Number of Cases
b. Analisis Data Komparatif (Rumusan Masalah 3) 1) Uji Normalitas
a) Kelas X1
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data dari masing-masing kelas. Yang berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan tidak. Rumus yang digunakan dalam uji ini adalah Lillifors. Dengan langkah-langkah berikut:
Langkah 1 : Merumuskan hipotesis.
Ho : data berdistribusi normal Ha : data tidak berdistribusi normal Langkah 2 : Membuat tabel distribusi frekuensi.
43 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: Grafindo Persada, 2006),175.
Tabel 3.3 Data Perhitungan Rata-Rata dan Standar Deviasi Variabel Siswa Kelas IV-A SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo yang Menggunakan
Metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA
X F Fx X² Fx²
100 3 300 10000 30000
99 0 0 9801 0
98 0 0 9604 0
97 0 0 9409 0
96 0 0 9216 0
95 0 0 9025 0
94 0 0 8836 0
93 0 0 8649 0
92 4 368 8464 33856
91 0 0 8281 0
90 0 0 8100 0
89 0 0 7921 0
88 0 0 7744 0
87 0 0 7569 0
86 0 0 7396 0
85 6 510 7225 43350
84 0 0 7056 0
83 0 0 6889 0
82 0 0 6724 0
81 0 0 6561 0
80 0 0 6400 0
79 0 0 6241 0
78 0 0 6084 0
77 12 924 5929 71148
Jumlah 25 2102 189124 178354 Langkah 3: Menghitung mean dan variabel standar Mx =
=
= 84,08
SDx = √
= √
= √ = √
= 8,044476366
Langkah 4 : Menghitung nilai fkb.
Langkah 5 : Menghitung masing-masing frekuensi dibagi jumlah data (f/N).
Langkah 6 : Menghitung masing-masing fkb dibagi jumlah data (fkb/N)
Langkah 7 : Menghitung nilai Z Z =
X = nilai asli µ = rata-rata
= simpangan baku (standar deviasi)
Langkah 8 : Menghitung (P ≤ Z).
Probabilitas di bawah nilai Z dapat dicari pada tabel Z yaitu dengan melihat nilai Z pada kolom 1 kemudian pada taraf signifikan yang terletak pada leher tabel. Untuk nilai negatif lihat kolom luas diluar Z. Untuk nilai positif lihat kolom luas antara rata-rata dengan Z + 0,5.
Langkah 9 : Menghitung L (selisih dari fkb/N dan P ≤ Z).
Tabel 3.4 Data Perhitungan Uji Normalitas dengan Rumus Liliefors
X F Fkb f/N fkb/N Z P ≤ Z L
100 3 25 0,12 1 1,979 0,9756 0,0244 99 0 22 0 0,88 1,854 0,9678 -0,0878 98 0 22 0 0,88 1,730 0,9582 -0,0782 97 0 22 0 0,88 1,607 0,9452 -0,0652 96 0 22 0 0,88 1,481 0,9306 -0,0506 95 0 22 0 0,88 1,358 0,9115 -0,0315 94 0 22 0 0,88 1,233 0,8907 -0,0107 93 0 22 0 0,88 1,109 0,8643 0,0157 92 4 22 0,16 0,88 0,984 0,8365 0,0435 91 0 18 0 0,72 0,860 0,8051 -0,0851 90 0 18 0 0,72 0,736 0,7673 -0,0473 89 0 18 0 0,72 0,611 0,7291 -0,0091 88 0 18 0 0,72 0,488 0,6844 0,0356 87 0 18 0 0,72 0,362 0,6406 0,0794
86 0 18 0 0,72 0,239 0,591 0,129
85 6 18 0,24 0,72 0,114 0,7962 -0,0762 84 0 12 0 0,48 -0,010 0,4960 -0,016 83 0 12 0 0,48 -0,134 0,4483 0,0317 82 0 12 0 0,48 -0,259 0,4013 0,0787 81 0 12 0 0,48 -0,382 0,3520 0,128 80 0 12 0 0,48 -0,508 0,3085 0,1715 79 0 12 0 0,48 -0,631 0,4957 -0,0157 78 0 12 0 0,48 -0,756 0,4266 0,0534 77 12 12 0,48 0,48 -0,880 0,3894 0,0906 Jumlah 25 423 1 16,92 13,185 16,6119 0,3081
Langkah 10 : Menguji Hipotesis.
Dari hitungan yang disajikan dalam tabel di atas dapat diketahui Lmax sebesar 0,171. Dengan melihat tabel pada N = 25 dan taraf signifikan 0,05 maka diperoleh angka pada tabel Lillifors adalah 0,173.
Kriteria pengujian : Tolak Ho jika Lmax > Ltabel
Terima Ho jika Lmax < Ltabel
Dengan melihat hitungan Lmax < Ltabel (0,171 < 0,173), sehingga Ho diterima yang berarti data berdistribusi normal.
b) Kelas X2
Untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, peneliti menggunakan uji Lillifors, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Langkah 1 : Merumuskan hipotesis.
Ho : data berdistribusi normal Ha : data berdistribusi tidak normal Langkah 2 : Membuat tabel distribusi frekuensi.
Tabel 3.5 Data Perhitungan Rata-Rata dan Standar Deviasi Variabel Siswa Kelas IV-B SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo yang Menggunakan
Metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA
X F Fx X² Fx²
92 4 368 8464 33856
91 0 0 8281 0
90 0 0 8100 0
89 0 0 7921 0
88 0 0 7744 0
87 0 0 7569 0
86 0 0 7396 0
85 0 0 7225 0
84 0 0 7056 0
83 0 0 6889 0
82 0 0 6724 0
81 0 0 6561 0
80 0 0 6400 0
79 0 0 6241 0
78 0 0 6084 0
77 6 462 5929 35574
76 0 0 5776 0
75 0 0 5625 0
74 0 0 5476 0
73 0 0 5329 0
72 0 0 5184 0
71 0 0 5041 0
70 0 0 4900 0
69 7 483 4761 33327
68 0 0 4624 0
67 0 0 4489 0
66 0 0 4356 0
65 0 0 4225 0
64 0 0 4096 0
63 0 0 3969 0
62 3 186 3844 11532
Jumlah 20 1499 186279 114289 Langkah 3: Menghitung mean dan variabel standar Mx =
=
= 74,95
SDx = √
= √
= √ = √
= 9,846192157
Langkah 4 : Menghitung nilai fkb.
Langkah 5 : Menghitung masing-masing frekuensi dibagi jumlah data (f/N).
Langkah 6 : Menghitung masing-masing fkb dibagi jumlah data (fkb/N)
Langkah 7 : Menghitung nilai Z Z =
X = nilai asli µ = rata-rata
= simpangan baku (standar deviasi)
Langkah 8 : Menghitung (P ≤ Z).
Probabilitas di bawah nilai Z dapat dicari pada tabel Z yaitu dengan melihat nilai Z pada kolom 1 kemudian pada taraf signifikan yang terletak pada leher tabel. Untuk nilai negatif lihat kolom luas diluar Z. Untuk nilai positif lihat kolom luas antara rata-rata dengan Z + 0,5.
Langkah 9 : Menghitung L (selisih dari fkb/N dan P ≤ Z).
Tabel 3.6 Data Perhitungan Uji Normalitas dengan Rumus Liliefors
X F Fkb f/N fkb/N Z P ≤ Z L
92 4 20 0,2 1 1,731 0,9582 0,0418
91 0 16 0 0,8 1,630 0,9484 -0,1484 90 0 16 0 0,8 1,528 0,9357 -0,1357 89 0 16 0 0,8 1,426 0,9222 -0,1222 88 0 16 0 0,8 1,325 0,9066 -0,1066 87 0 16 0 0,8 1,223 0,8888 -0,0888 86 0 16 0 0,8 1,122 0,8686 -0,0686 85 0 16 0 0,8 1,020 0,8461 -0,0461 84 0 16 0 0,8 0,919 0,8186 -0,0186
83 0 16 0 0,8 0,817 0,7910 0,009
82 0 16 0 0,8 0,716 0,7611 0,0389
81 0 16 0 0,8 0,614 0,7291 0,0709
80 0 16 0 0,8 0,512 0,6950 0,105
79 0 16 0 0,8 0,411 0,6591 0,1409
78 0 16 0 0,8 0,309 0,6179 0,1821
77 6 16 0,3 0,8 0,208 0,8407 -0,0407 76 0 10 0 0,5 0,106 0,5398 -0,0398
75 0 10 0 0,5 0,005 0,5000 0
74 0 10 0 0,5 -0,096 0,4641 0,0359 73 0 10 0 0,5 -0,198 0,4247 0,0753 72 0 10 0 0,5 -0,299 0,3859 0,1141 71 0 10 0 0,5 -0,401 0,3446 0,1554 70 0 10 0 0,5 -0,502 0,5915 -0,0915 69 7 10 0,35 0,5 -0,604 0,4743 0,0257 68 0 3 0 0,15 -0,705 0,2420 -0,092 67 0 3 0 0,15 -0,807 0,2119 -0,0619 66 0 3 0 0,15 -0,908 0,1841 -0,0341 65 0 3 0 0,15 -1,010 0,1562 -0,0062 64 0 3 0 0,15 -1,112 0,1335 0,0165 63 0 3 0 0,15 -1,213 0,1131 0,0369 62 3 3 0,15 0,15 -1,315 0,0951 0,0549 Jumlah 20 361 1 18,05 6,452 18,0479 0,0021
Langkah 10 : Menguji Hipotesis.
Dari hitungan yang disajikan dalam tabel di atas dapat diketahui Lmax sebesar 0,182. Dengan melihat tabel pada N =
20 dan taraf signifikan 0,05 maka diperoleh angka pada tabel Lillifors adalah 0,190.
Kriteria pengujian : Tolak Ho jika Lmax > Ltabel
Terima Ho jika Lmax < Ltabel
Dengan melihat hitungan Lmax < Ltabel (0,182 < 0,190), sehingga Ho diterima yang berarti data berdistribusi normal.44 2) Uji Homogenitas
Untuk mengetahui apakah data homogen atau tidak, peneliti menggunakan uji Cochran, dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
Langkah 1 : Merumuskan hipotesis.
Ho : data homogen Ha : data tidak homogen
Langkah 2 : Membuat tabel distribusi frekuensi.
Langkah 3 : Menghitung Deviasi Standar variabel X1 dan X2.
44Retno Widyaningrum, Statistika(Yogyakarta: Pustaka Felicha, 2014), 208.
Tabel 3.7 Data Perhitungan Standar Deviasi Kelas X1
X F Fx X² Fx²
100 3 300 10000 30000
99 0 0 9801 0
98 0 0 9604 0
97 0 0 9409 0
96 0 0 9216 0
95 0 0 9025 0
94 0 0 8836 0
93 0 0 8649 0
92 4 368 8464 33856
91 0 0 8281 0
90 0 0 8100 0
89 0 0 7921 0
88 0 0 7744 0
87 0 0 7569 0
86 0 0 7396 0
85 6 510 7225 43350
84 0 0 7056 0
83 0 0 6889 0
82 0 0 6724 0
81 0 0 6561 0
80 0 0 6400 0
79 0 0 6241 0
78 0 0 6084 0
77 12 924 5929 71148
Jumlah 25 2102 189124 178354
SDx1 = √
= √
= √ = √
= 8,044476366
Tabel 3.8 Data Perhitungan Standar Deviasi Kelas X2
X F Fx X² Fx²
92 4 368 8464 33856
91 0 0 8281 0
90 0 0 8100 0
89 0 0 7921 0
88 0 0 7744 0
87 0 0 7569 0
86 0 0 7396 0
85 0 0 7225 0
84 0 0 7056 0
83 0 0 6889 0
82 0 0 6724 0
81 0 0 6561 0
80 0 0 6400 0
79 0 0 6241 0
78 0 0 6084 0
77 6 462 5929 35574
76 0 0 5776 0
75 0 0 5625 0
74 0 0 5476 0
73 0 0 5329 0
72 0 0 5184 0
71 0 0 5041 0
70 0 0 4900 0
69 7 483 4761 33327
68 0 0 4624 0
67 0 0 4489 0
66 0 0 4356 0
65 0 0 4225 0
64 0 0 4096 0
63 0 0 3969 0
62 3 186 3844 11532
Jumlah 20 1499 186279 114289
SDx2 = √ = √
= √
= √ = 9,846192157
Langkah 4 : Menggunakan rumus Cochran.
Chitung =
=
=
=
= 0,400304092
Langkah 5 : Dari hitungan di atas diketahui Chitung sebesar 0,400304092
Kriteria pengujian : Tolak Ho jika Chitung > Ctabel
Terima Ho jika Chitung < Ctabel
Dengan melihat db = (Nxy – 1) = (45 - 1) = 44 pada taraf signifikan 5% didapatkan 0,6602. Dengan melihat hasil ternyata lebih kecil dari tabel maka data homogen.
3) Uji Tes “t”
Teknik analisa data pada penelitian kuantitatif ini menggunakan tes “t”. Tes “t” merupakan salah satu tes statistik yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesa nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Sebagai suatu penelitian kuantitatif, maka dalam penelitian ini digunakan teknik analisa data guna memperoleh hasil penelitian mengenai perbandingan hasil belajar siswa antara yang menggunakan metode Discovery and Inquiry dan yang menggunakan metode Examples Non Examples. Pada penelitian ini menggunakan tes “t” untuk sampel kecil (n < 30), yang kedua sampelnya satu sama lain tidak mempunyai hubungan.
Adapun rumus yang digunakan dalam analisis adalah sebagai berikut:
1. Menghitung mean dari variabel I dan II.
M = M =
2. Menghitung Deviasi Standar variabel I dan II.
SD = √ SD = √ 3. Menghitung Standar Error mean variabel I dan II.
SEM =
√ SEM =
√
4. Menghitung Standar Error perbedaan antara mean variabel I dan II.
SEM - M = √ 5. Mencari Nilai t0
T0=
6. Menginterpretasi
Jika pada taraf signifikan 5% t0≥ ttabel maka Ho ditolak atau Ha diterima.
Jika pada taraf signifikan 1% t0 < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo
Gedung SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo didirikan tahun 1964. Dalam perkembangan pada tahun 2005 dalam usaha pemerataan dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan maka tahun 2005 SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo mendapatkan dana dari pemerintah untuk merehab 3 lokal ruang belajar dan 2 kamar mandi.
Pada tahun 2010 SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo juga mendapatkan dana untuk merehab gedung yang sudah mulai mengalami kerusakan yaitu gedung lama yang didirikan sejak tahun 1964 sebanyak 1 lokal.
2. Letak Geografis
a. Letak SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo terletak di : Jalan : Sultan Agung No.96 Kelurahan : Nologaten
Kecamatan : Ponorogo Kabupaten : Ponorogo
57
Propinsi : Jawa Timur Telepon : (0352) 486513 Kode Pos : 63411
b. Letak Tanah dan Bangunan SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo Sebelah utara : Jalan desa
Sebelah selatan : Rumah Bapak Musni Sebelah timur : Rumah toko atau pertokoan Sebelah barat : Jalan raya
c. Luas Tanah dan Bangunan
Luas tanah : 2.936 m2
Luas halaman : 2070 m2 Luas bangunan : 866 m2 d. Status Tanah
Status tanah : milik Pemda.
3. Visi, Misi, dan Tujuan SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo a. Visi SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo:
”MEMBANGUN GENERASI YANG BERILMU DAN
BERAKHLAK MULIA"
b. Misi SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo:
1) Mengembangkan kultur sekolah yang berdasarkan IMTAQ untuk menguasai IPTEK.