• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Teknik Analisis

2. Uji Asumsi Klasik

Analisis regresi berganda yang baik, menggunakan data yang diolah terlebih dahulu harusbebas dari uji asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik dilakukan agar nilai parameter model penduga yang digunakan dinyatakan valid.

a. Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data pada persamaan regresi yang dihasilkan berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Salah satu cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah

dengan uji statistik non-parametrik Kolmogrov Smirnov (K-S). Jika probability value > 0,50 maka Ho diterima (berdistribusi normal) sedangkan jika probability value < 0,50 maka Ho ditolak (tidak berdistribusi normal).

b. Uji multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji ada tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linier berganda.Jika ada korelasi yang tinggi diantara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu.

Kriteria pengujiannya yaitu apabila Nilai VIF < 10 maka tidak terdapat multikolinearitas diantara variabel independen, dan sebaliknya.

3. Metode Analisis Data

metode analisis data yang dianggap valid dan reliable, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu software SPSS 24. Seluruh data yang sudah terkumpul ditabulasikan sesuai dengan masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

a. Uji Regresi Berganda

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan regresi linear berganda untuk menguji adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel

dependen. Model analisis pengaruh struktur sistem pengendalian manajemen dan proses sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja karyawan dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

Y = α + β1X1 + β2X2 + e

Y = Kinerja Karyawan yang diukur dengan skala likkert α = Kostanta

β = Koefisien Regresi dari Variabel X

X1 = Struktur sistem pengendalian manajemen X2 = Proses sistem pengendalian manajemen e = Eror

b. Uji Koefisien Determinasi

Pengujian Koefisien determinasi (R2) pada intinya adalah untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel variabel dependen. Koefisien determinasi berkisar dari nol sampai dengan satu (0 ≤ R2 ≤ 1). Hal ini berarti (R2) = 0 menunjukkan tidak adanya pengaruh Antara variabel independen terhadap variabel dependen. Bila R2 semakin besar terhadap variabel dependen dan bila R2 semakin kecil mendekati 0 maka dapat dikatakan semakin kecil pengaruh variabel independen terhadap dependen.

c. Uji hipotesis

1. Uji parsial (t-test)

Uji signifikansi secara parsial atau sering kali disebut uji t bertujuan untuk melihat pengaruh variabel-variabel

independen secara individual terhadap variabel dependen.Dasar pengambilan keputusan :

a) Dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel.

Apabila t hitung < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak Apabila t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima b) Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai probabilitas

signifikansi (Sig.) t yang dibandingkan dengan batas signifikansi yang ditetapkan yaitu sebesar 0.05. Jika nilai probabilitas signifikansi < 0.05 maka secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai probabilitas signifikansi

>0.05 maka secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

2. Uji simultan (F-test)

Uji signifikansi simultan atau sering kali disebut uji F bertujuan untuk melihat pengaruh variabel-variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat.Dasar pengambilan keputusan:

a) Dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel Apabila F hitung < F tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

Apabila F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai probabilitas signifikansi (Sig). F yang dibandingkan

dengan batas signifikansi yang ditetapkan yaitu sebesar 0.05. Jika nilai probabilitas signifikansi < 0.05 maka secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai probabilitas signifikansi > 0.05 maka secara simultan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

1 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Tempat Penelitian

1. Sejarah Singkat PT Semen Tonasa

PT Semen Tonasa adalah produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang menempati lahan seluas 715 hektar di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. Perseroan yang memiliki kapasitas terpasang 5.980.000 ton semen per tahun ini, mempunyai empat unit pabrik, yaitu Pabrik Tonasa II, III, IV dan V. Keempat unit pabrik tersebut menggunakan proses kering dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton semen pertahun untuk Unit II dan III, 2.300.000 ton semen per tahun untuk Unit IV serta 2.500.000 ton semen untuk Unit V.

Berdasarkan Anggaran Dasar, perseroan merupakan produsen semen di Indonesia yang telah memproduksi serta menjual semen di dalam negeri dan mancanegara sejak tahun 1968. Proses produksi bermula dari kegiatan penambangan tanah liat dan batu kapur di kawasan tambang tanah liat dan pegunungan batu kapur sekitar pabrik hingga pengantongan semen zak di packing plant. Proses produksi secara terus menerus dipantau oleh satuan Quality Control guna menjamin kualitas produksi.

Lokasi pabrik yang berada di Sulawesi Selatan merupakan daerah strategis untuk mengisi kebutuhan semen di daerah Indonesia

Bagian Timur. Dengan didukung oleh jaringan distribusi yang tersebar dan diperkuat oleh sembilan unit pengantongan semen yang melengkapi sarana distribusi penjualan, telah menjadikan perseroan sebagai pemasok terbesar di kawasan tersebut. unit pengantongan semen berlokasi di Palu, Banjarmasin, Bitung, Kendari, Ambon dan Mamuju dengan kapasitas masing-masing 300.000 ton semen per tahun serta di Makassar, Bali, dan Samarinda dengan kapasitas masingmasing 600.000 ton semen per tahun . Sarana pendukung operasi lainnya yang berkontribusi besar terhadap pencapaian laba perusahaan adalah utilitas Pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2 X 25 MW dan 2 X 35 MW yang berlokasi di Desa Biringkassi, Kabupaten Pangkep, sekitar 17 km dari lokasi pabrik.

Pendapatan utama perseroan adalah hasil penjualan Semen Portland (OPC), Semen non OPC yaitu Tipe Komposit (PCC), tersebar di wilayah Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Didukung dengan merek yang sudah terkenal di Kawasan Timur Indonesia, perseroan berusaha secara terus menerus mempertahankan brand image produk dengan menjaga kestabilan pasokan produk di pasar. Selain itu, dukungan sistem distribusi yang optimal juga merupakan unsur kesuksesan penjualan semen. Disamping itu, penjualan ekspor juga dilakukan jika terjadi kelebihan produksi setelah pemenuhan pasar dalam negeri.

Sejak 15 September 1995 Perseroan terkonsolidasi dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang sebelumnya bernama PT Semen Gresik (Persero) Tbk. dan sekarang menjadi perusahaan induk dari

Perseroan. lebih dari satu dekade perseroan berbenah dan berupaya keras meningkatkan nilai Perseroan di mata para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Berbagai terobosan strategi dan program kerja dalam meningkatkan kinerja Perseroan secara terintegrasi terus dipacu untuk mewujudkan visi perseroan menjadi produsen semen yang terefisien dan mempunyai keunggulan yang kompetitif diantara para produsen semen lainnya.

Perseroan telah menyelesaikan pembangunan pabrik Semen Tonasa Unit V yang beroperasi dengan kapasitas 2.500.000 ton pertahun dengan dukungan Power Plant 2 X 35 MW dengan pembiayaan proyek tersebut bersumber dari dana sendiri dan kredit pembiayaan sindikasi perbankan nasional..

a. Sasaran Dan Strategi Perusahaan

Sasaran utama Perseroan adalah meningkatkan nilai perusahaan kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan dengan strategi yang berfokus pada kegiatan bisnis utama, yaitu menambang, memproduksi, dan memasarkan produksinya untuk menjamin kelangsungan perseroan dalam jangka panjang. Perseroan juga berkomitmen untuk mempertahankan kekuatan finansialnya dengan manajemen likuiditas yang sehat untuk memenuhi pembiayaan investasi dan pembayaran kewajiban perusahaan dan pertumbuhan arus kas secara berkelanjutan.

Selain itu, Perseroan terus melakukan inovasi kerja dalam operasional perusahaan. inovasi kerja dipacu utamanya atas kegiatan-kegiatan inti produksi yang dapat menjamin kelangsungan

kinerja Perseroan. Kelangsungan Perseroan merupakan pendekatan terpadu terhadap kinerja perusahaan di bidang lingkungan, sosial dan ekonomi, dimana ketiga bidang tersebut saling terkait satu sama lain.

b. Indikator Kinerja

Perseroan menggunakan volume produksi, penjualan, laba bersih setelah pajak, ebitda serta ratio keuangan sebagai indikator kunci kinerja. Perseroan dianggap berkinerja bagus jika berhasil melampaui target produksi dan penjualan maupun laba bersih serta ebitda. Selain itu, Perseroan berkewajiban mempertahankan covenant ratio atas DSR dan DSCR yang telah ditetapkan dalam perjanjian kredit pembiayaan unit Tonasa V yang pembiayaannya memperoleh sumber dana pinjaman dari Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan sindikasi banknya. Sedangkan untuk proyek pengembangan baru, IRR minimum merupakan target pengembalian yang diinginkan.

c. Sumber Pendapatan Perseroan

Sumber pendapatan Perseroan yang besar berasal dari hasil penjualan semen dalam negeri, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Konsumsi semen nasional yang tinggi telah memberikan keuntungan harga yang kompetitif bagi produsen semen nasional.

Oleh karena itu, pasar semen dalam negeri tetap merupakan pasar utama yang potensial untuk memperoleh keuntungan yang optimal.

Mengingat tantangan yang semakin meningkat ke depan, perseroan tidaklah terlena menikmati kondisi tersebut. Dengan penuh

kesadaran, manajemen senantiasa melakukan berbagai strategi alternatif terbaik yang dapat meningkatkan kinerja dengan efisiensi operasional yang optimal dan strategi keuangan yang kuat.

d. Konsumen Dan Pasar

Perseroan berupaya meningkatkan loyalitas pelanggan di daerah pasar dengan berbagai langkah. Menjalin kerjasama yang baik dengan para distributor sebagai mediator bisnis serta turut serta dalam pembangunan berbagai proyek infrastruktur merupakan upaya yang dilakukan oleh Perseroan untuk terus mengembangkan pangsa pasar.

e. Perusahaan Afiliasi Perseroan

Lebih dari dua dekade, perseroan dalam menjalankan bisnisnya didukung oleh perusahaan afiliasi yang berlokasi di sekitar perusahaan dengan bidang bisnis yang saling berhubungan dengan bisnis utama perseroan. Dukungan bisnis tersebut dibidang transportasi darat dan laut, tenaga kerja bongkar muat angkutan semen, pengelola pensiun karyawan perusahaan serta bidang konstruksi beton dan jasa bengkel. Berikut disajikan informasi singkat tentang perusahaan afiliasi tersebut. PT Prima Karya Manunggal merupakan perusahaan yang variatif dalam mengembangkan bidang usahanya. Selain sebagai penyedia jasa konstruksi dan pengangkutan darat untuk semen PT Prima Karya

Manunggal juga sebagai distributor produk perseroan. Untuk kegiatan pengangkutan darat bahan mentah dan barang jadi, perseroan mendapat dukungan dari PT EMKL Topabiring sejak Juli

1989. Sedangkan kegiatan strategis perusahaan dalam rangka pengangkutan semen curah melalui laut, PT Pelayaran Tonasa Lines telah setia mendistribusikan produk perseroan ke unit pengantongan yang tersebar di berbagai lokasi sejak Februari 1989.

Dalam rangka kegiatan bongkar muat serta yang terkait, sejak Juli 1989 PT Biringkassi Raya telah bermitra dengan perseroan.

Untuk menjamin kelancaran pasokan kantong, angkutan darat serta penyediaan tenaga alih daya, perseroan melakukan kerjasamadengan Koperasi Karyawan Semen Tonasa. Selain yang bersifat komersial, perseroan juga membentuk entitas yang bergerak dalam kegiatan untuk mendukung kesejahteraan seluruh pihak terkait. Pada tahun 1966 telah dibentuk Yayasan Kesejahteraan Semen Tonasa (YKST) yang bergerak dalam bidang pendidikan, olahraga, rekreasi kolektif dan sebagainya. Sedangkan dalam rangka memberikan kesinambungan kesejahteraan bagi para purna bakti, perseroan membentuk Dana Pensiun Semen Tonasa sebagai pengelola jaminan hari tua.

2. Visi Dan Misi Perusahaan a. Visi

Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Indonesia yang efisien dan berwawasan lingkungan.

b. Misi

1. Meningkatkan nilai perusahaan sesuai keinginan stakeholders.

Memproduksi semen untuk memenuhi kebutuhan konsumen

dengan kualitas dan harga bersaing serta penyerahan tepat waktu.

2. Senantiasa berupaya melakukan improvement di segala bidang, guna meningkatkan daya saing di pasar dan produktifitas perusahaan.

3. Membangun lingkungan kerja yang mampu membangkitkan motivasi karyawan untuk bekerja secara professional.

3. Tujuan Perusahaan

Dalam peraturan pemerintah No. 55 Tahun 1990 Bab III pasal 4 disebutkan bahwa tanggungjawab pengelolaan perusahaan dilakukan oleh direksi sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar perusahaan.

Tujuan perusahaan sesuai dengan yang tercantum dalam anggaran dasar perusahaan yang telah dirubah dengan akta No. 31 tanggal 9 Januari No. 191 tanggal 29 Mei dan No. 40 tanggal 8 juni 1991, ketiganya dibuat dihadapan Ny Poebaningsih Adiwarsita, SH.

Notaris di Jakarta dan telah disetujui oleh Menteri Kehakiman RI berdasarkan SK No. C2. 2102. HT. 0104 Tahun 1991 tanggal 21 Juni 1991.

4. Struktur organisasi perusahaan PT Semen Tonasa dan Job Description

a. Struktur OrganisasI

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

DEPARTEMEN INTERNAL

AUDIT

DEPARTEME N CSR DAN

UMUM

DEPARTEMEN PRODUKSI TONASA 4 DEPARTEMEN

PRODUKSI SEMEN TONASA

2/3 DEPARTEMEN

PRODUKSI BAHAN BAKU

DEPARTEMEN JAMINAN

MUTU &

LINGKUNGAN/

MR DEPARTEME

N PEMBANGKI

T DEPARTEMEN

PERENCANAAN TEKNIK

DEPARTEMEN PENJUALAN

BIRO PERENCANAAN

DEPARTEMEN PENGADAAN

DEPARTEM EN SUMBER

DAYA MANUSIA DEPARTE

MEN AKUNTAN

SI DAN KEUANGA

N DEPARTEMEN

DISTRIBUSI

STAF DIR, UTAMA

DIREKTUR UTAMA

DIREKTUR PRODUKSI

DIREKTUR KOMERSIA

L

DIREKTUR KEUANGAN

SEKRETARIS PERUSAHAAN

DEPARTEMEN PERENCANAA

N TEKNIK

DEPARTEMEN PRODUKSI TONASA 5

b. Job Description

1) Direktur Utama

Direktur Utama adalah orang yang berwenang merumuskan dan menetapkan suatu kebijaksanaan dan program umum perusahaan, atau organisasi sesua dengan batas wewenang yang diberikan oleh suatu badan pengurus atau badan pimpinan yang serupa seperti dewan komisaris.

Direktur Utama memiliki tugas untuk memimpin suatu perusahaan untuk menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan atau institusi.

2) Direktur Produksi

Direktur produksi seorang yang terlibat perencanaan, koordinasi dan kontro dari proses manufaktur. Direktur Produksi memiliki tugas untuk memastikan barang dan jasa produksi secara efisien, jumlah prodyksi yang benar dan akurat.

3) Direktur Komersial

Direktur komersial dalam melaksanakan tugasnya memiliki wewenang untuk merencanakan anggaran belanja dan pendapatan perusahaan serta melakukan pengawasan keuangan perusahaan

4) Direktur Keuangan

Direktur Keuangan merupakan pimpinan yang menjalankan proses pemantauan dan pengambilan

keputusan mengenai perihal yang berhubungan dengan keuangan di perusahaan.Direktur Keuangan bertugas untuk

a) Mampu menjadikan dirinya sebagai ahli keuangan b) Mengatur dan mengawasi setiap pengeluaran bagi

penyediaan bahan baku dan pemasukan hasil penjualan produk.

c) Mengatur dan menyerahkan gaji karyawan d) Mengatur dan merencanakan anggaran belanja.

B. Gambar Umum Responden

1. Deskripsi Data dan Responden Penelitian

Pada penelitian ini pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada responden kepada manajer dan karyawan yang bekerja di PT. Semen Tonasa. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan secara langsung kepada responden dengan mengantarkan kuesioner kepada PT. Semen Tonasa.

Peneliti membagikan kuesioner kepada responeden sebanyak 30 kuesioner. Kuesioner yang kembali sebanyak 20 kuesioner. Adapun krakteristik responden dalam penelitian ini sebagai berikut:

a. Krakteristik Responden

Krakteristik responden dalam penelitian ini sebanyak 20 orang responden yang representatif untuk dikemukakan sebagai kelayakan responden dalam membagikan informasi mengenai indentitas mulai dari jenis kelamin, pendidikan, lama bekerja dan jabatan akan di uraikan sebagai berikut:

Tabel 4.1

Daftar Krakteristik Responen Data

Deskriptif Keterangan Jumlah Persentase

Jenis Kelamin

Laki-laki 13 65%

Perempuan 7 35%

Pendidikan

S1 14 70%

S2 5 25%

S3 1 5%

Jabatan

KADEP 1 5%

Kanit Akuntansi Keuangan 1 5%

Kanit Manajemen Keuangan 1 5%

Kanit Akuntansi 1 5%

Seksi Asuransi Karyawan 1 5%

Seksi Verifikasi 2 10%

Akuntansi Umum 2 10%

Akuntansi Biaya 2 10%

Pajak 2 10%

Seksi Anggaran 2 10%

Seksi Evaluasi 2 10%

Staf AR/AP 2 10%

Staf Trisury 1 5%

Sumber: Data Primer, diolah 2019 C. Hasil Penelitian

1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji Validitas berguna untuk mengetahui apakah ada pernyataan-pernyataan pada kuesioner yang harus diganti.

Kuesioner bisa dikatan valid apabila pernyataan tersebut mampu mengukur besarnya nilai variabel yang diteliti. Dalam melihat tingkat validitas dalam penelitian ini menggunakan statistik SPSS 24 dilakukan dengan cara membandingkan rhitung dengan rtabel. Dimana

taraf signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5% dengan n=20 sehingga rtabel dalam penelitian ini adalah r (0,05;20-1) = 0,456.

Tabel 4.2

Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y)

Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan Pernyataan 1 0,539 0,456 Valid Pernyataan 2 0,539 0,456 Valid Pernyataan 3 0,698 0,456 Valid Pernyataan 4 0,698 0,456 Valid Pernyataan 5 0,446 0,456 Valid Pernyataan 6 0,502 0,456 Valid Pernyataan 7 0,522 0,456 Valid Pernyataan 8 0,538 0,456 Valid

Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan table 4.2 nampak bahwa nilai r-hitung pada semua instrumen pernyataan variabel kinerja karyawan yang menunjukkan angka yang lebih besar dari r-tabel (0,456) sehingga dapat dinyatakan bahwa semua item dalam pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dalam penelitian.

Tabel 4.3

Uji Validitas Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (X1) Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan Pernyataan 1 0,787 0,456 Valid Pernyataan 2 0,734 0,456 Valid Pernyataan 3 0,698 0,456 Valid Pernyataan 4 0,716 0,456 Valid Pernyataan 5 0,696 0,456 Valid Pernyataan 6 0,867 0,456 Valid Pernyataan 7 0,629 0,456 Valid Pernyataan 8 0,495 0,456 Valid Pernyataan 9 0,659 0,456 Valid Pernyataan 10 0,675 0,456 Valid Pernyataan 11 0,572 0,456 Valid Pernyataan 12 0,659 0,456 Valid Pernyataan 13 0,635 0,456 Valid Pernyataan 14 0,745 0,456 Valid Pernyataan 15 0,863 0,456 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan table 4.3 dapat dilihat bahwa nilai r-hitung pada semua instrument pernyataan variabel struktur sistem pengendalian manajemen menunjukkan angka yang lebih besar (0,456) sehingga dapat dinyatakan bahwa semua instrument pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dalam penelitian.

Tabel 4.4

Uji Validitas Proses Sistem Pengendalian Manajemen (X2) Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan Pernyataan 1 0,783 0,456 Valid Pernyataan 2 0,598 0,456 Valid Pernyataan 3 0,835 0,456 Valid Pernyataan 4 0,621 0,456 Valid Pernyataan 5 0,835 0,456 Valid Pernyataan 6 0,838 0,456 Valid Pernyataan 7 0,915 0,456 Valid Pernyataan 8 0,853 0,456 Valid Pernyataan 9 0,728 0,456 Valid Pernyataan 10 0,830 0,456 Valid Pernyataan 11 0,902 0,456 Valid Pernyataan 12 0,783 0,456 Valid

Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan table 4.4 dapat dilihat bahwa nilai r-hitung pada setiap instrument pernyataan variabel proses sistem pengendalian manajemen yang menunjukkan angka yang lebih besar dari r-tabel (0,456) sehingga dapat dinyatakan bahwa semua instrument dalam pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dalam penelitian.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh suatu alat ukur dapat dipercaya baik pada waktu sekarang maupun waktu yang akan datang uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha 0,60 maka alat ukur dinyatakan reliabel.

Tabel 4.5 Uji Reliabilitas

Variabel

Jumlah Item

Cronbach

Alpha (α) Keterangan

Kinerja Karyawan (Y) 8 0,619 Reliabel

Struktur Sistem Pengendalian

Manajemen (X1) 15 0,923 Reliabel

Proses Sistem Pengendalian

Manajemen (X2) 12 0,948 Reliabel

Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel 4.5 dapat dilihat bahwa uji realibilitas dari masing-masing variabel penelitian memiliki Cronbach Alpha >0,60 sehingga dapat disimpulkan nilai variabel

Kinerja Karyawan (Y), Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (X1) dan Proses Sistem Pengendalian Manajemen (X2) dapat dinyatakan reliable.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data pada persamaan regresi yang dihasilkan berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan uji statistik non-Parametik Kolmogrov Smimow (K-S). jika Probability Value > 0,50 maka Ho diterima (berdistribusi normal) sedangkan jika probability value < 0,50 maka Ho ditolak (tidak berdistribusi normal).

Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual

N 20

Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.

.200c,d

.097 -.137

b. Calculated from data.

Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan dari hasil uji normalitas tabel 4.6 dapat dilihat bahwa Asymp.sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,200. Dari hasil diatas nilai signifikan 0,200 > 0,05 dari hasil uji normalitas diatas dapat disimpulkan bahwa uji normalitas berdistribusi.

b. Uji Multikolonieritas

Uji Multikoloneritas bertujuan untuk menguji ada tidaknya korelasi yang tinggi Antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linier berganda. Untuk melihat agar tidak terjadi multikoloneritas Antara variabel independent dapat dilakukan dengan melihat nilai VIF (Varians Inflating Faktor) <10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Hasil Multikoloneritas dapat ditunjukkan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.7 Uji Multikolonieritas Variabel Collinearity Statistic

Keterangan Tolerance VIF

Struktur Sistem Pengendalian

Manajemen (X1) 0,361 2,772 Tidak Terjadi

Multikolonieritas Proses Sistem Pengendalian

Manajemen (X2) 0,361 2,772 Tidak Terjadi

Multikolonieritas Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan tabel 4.7 data output diatas diketahui bahwa nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Sementara nilai VIF lebih kecil dari 10,00 sehingga dari Uji Multikoloneritas data diatas dapat disimpulakn bahwa variabel independen tidak terjadi Multikoloneritas.

3. Metode Analisi Data

a. Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linear berganda digunakan untuk menguji adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini diketahui bahwa n = 20 pada tingkan signifikan 5%.

Pada tingkat kesalahan (α = 0,05) dengan menggunakan dua sisi diperoleh nilai ttabel (TINF (5%;19) sebesar 2,093 sedangkan thitung dari variabel struktur sistem pengendalian manajemen (X1), dan proses sistem pengendalian manajemen (X2) adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8

Uji Regresi Linear Berganda

Variabel Koefisisen

Regeresi T Signifikansi

(Constant) 24,045 17,858 0,000

Struktur Sistem Pengendalian

Manajemen (X1) 0,085 2,606 0,018

Proses Sistem Pengendalian

Manajemen (X2) 0,153 4,045 0,001

Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan pada tabel diatas maka persamaan regresi yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah sebagai berikut :

Y = 24,045 + 0,085 X1 + 0,153 X2

Keterangan :

Y = Kinerja Karyawan α = Konstanta

β = Koefisien Regresi dari variabel X

X1 = Struktur Sistem Pengendalian Manajemen X2 = Proses Pengendalian Manajemen

e = Standar Error

Berdasarkan pada data regresi diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut :

a) Nilai konstanta (α) sebesar 24,045 sehingga dapat menunjukkan jika Struktur sistem pengendalian manajemen (X1), Proses sistem pengendalian manajemen (X2), bahwa semua variabel konstant, maka hasil nilai Kinerja Karyawan adalah 24,045.

b) Berdasarkan persamaan hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa variabel Struktur sistem pengendalian manajemen (X1) memiliki koefisisen regresi positif dengan nilai yaitu b = 0,085.

Hal ini menunjukkan bahwa Struktur sistem pengendalian manajemen terjadi peningkatan 1%, maka nilai Kinerja karyawan akan meningkat sebesar 8,5% dengan asumsi bahwa variabel independen yang lain tidak berubah (konstan).

c) Berdasarkan persamaan hasil uji regresi yang menunjukkan variabel Proses sistem pengendalian manajemen (X2) memiliki koefisisen regresi positif dengan nilai yaitu b = 0,153. Hal ini menunjukkan bahwa Proses sistem pengendalian manajemen

terjadi peningkatan 1% maka nilai Kinerja karyawan akan meningkat sebesar 15,3% dengan asumsi bahwa variabel independen yang lain tidak berubah (konstan).

b. Uji Koefisien Determinasi

Uji Koefisien Determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar presentasi pengaruh vriabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat Tabel 4.9 dibawah ini.

Tabel 4.9

Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimates

1 0,931 0,867 0,851 0,643

a. Predictors: (Constant), PROSES SPM, STRUKTUR SPM Sumber: Data Primer, diolah 2019

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R2) pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa besarnya nilai yang diperoleh adjusted R-square sebesar 0,851 yang berarti 8,51% variabel nilai Kinerja Karyawan PT.Semen Tonasa di kabupatan Pangkep yang dipengaruhi oleh Struktur sistem pengendalian manajemen (X1), dan Proses sistem pengendalian manajemen (X2). Sedangkan sisanya (100%-8,51%) adalah sebesar 91,49% yang dipengaruhi oleh Variabel lain diluar persamaan tersebut.

D. Uji Hipotesis 1) Uji F

Dokumen terkait