• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

H. Tempat dan Waktu Penelitian

vatiabel terikat setelah menghitung koefisien dan standar errornya. 84

Pada pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji Sobel Test, dengan ketentuan membandingkan p-value < 0,05 dan z-value > 1,96 maka variabel intervening mampu memediasi.

Sedangkan jika p-value > 0,05 dan z-value < 1,96 maka variabel intervening tidak mampu memediasi. Dalam pengujian sobel test ini dilakukan melalui website (https://www.danielsoper.com).

H. Tempat dan Waktu Penelitian

No Jadwal Kegiatan

Periode

Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni 2020 2021 2021 2021 2021 2021 2021 1. Penyusunan Usulan

Penelituan

2. Seminar Usulan Penelitian

3. Pelaksanaan Penelitiaan a. Pengumpulan

data

b. Pengolahan data 4. Pelaporan

a. Penyusunan Laporan

b. Laporan hasil penelitian

5. Sidang Skripsi

Tabel 3. 14 Alokasi Waktu Penelitian

71 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum

1. Sejarah KSPPS BMT Sahabat Kita Semua

KSPPS BMT Sahabat Kita Semua awalnya adalah BMT Khonsa yang berdiri pada tahun 2010, kemudian Spin Off menjadi KSPPS BMT Sahabat Kita Semua pada Tanggal 31 Desember 2017. KSPPS BMT Sahabat Kita Semua lahir dan berkembang karena kepedulian terhadap pemberdayaan para pengusaha kecil dan masyarakat kecil. Selama ini pengusaha kecil dan masyarakat kecil menjadi pihak yang dinomor duakan secara ekonomi.

Pada kenyataannya pengusaha kecil dan masyarakat kecil kurang mendapat perhatian sehingga menyebabkan mereka “lari” kepada lintah darat yang siap menjerat mereka. Oleh karena itu hadirlah KSPPS BMT Sahabat Semua untuk mengatasi permasalahan dari para pengusaha kecil.

2. Visi dan Misi KSPPS BMT Sahabat Kita Semua a. Visi

Menjadi Lembaga Keuangan Syari’ah terbaik se Tasikmalaya pada tahun 2023.

b. Misi

Memberikan pelayanan terbaik, produk berkualitas, pengelola yang berintegritas dan profesional serta menghasilkan pendapatan investasi

yang menguntungkan yang melampaui harapan anggota, pengelola dan pengurus.

3. Struktur Kepengurusan KSPPS BMT Sahabat Kita Semua

Gambar 4. 1 Struktur Kepengurusan KSPPS BMT Sahabat Kita Semua 4. Produk KSPPS BMT Sahabat Kita Semua

Dalam melakukan kegiatan usaha, KSPPS BMT Sahabat Kita Semua menyediakan berbagai produk untuk menghimpun dana yang berprinsip syariah. Unit usaha simpan pinjam pada BMT Sahabat Kita Semua dalam usaha penghimpunan dana dalam koperasi ini menyediakan berbagai produk berupa tabungan koperasi dan simpanan berjangka. Produk yang

DEWAN PENGAWAS SYARIAH Deni Syahid

Usep Muhajir

DEWAN PENGAWAS Budhi Djauhari Drs. Dedi Wijaya

Windi Zakiandi

DEWAN PENGURUS

KETUA H. Andi Nugraha .S, S.E

Bendahara H. Ucu Zainal Mustofa SEKRETARIS

Nurdin Koswara

MANAJER Asep Suhendar, Ir

TELLER Hanifah MARKETING

Asep Komara Apan Ependi

ditawarkan kepada calon anggota atau masyarakat dan anggota pada khususnya yaitu:

a. Simpanan Mudharabah (SIMUDAH)

SIMUDAH yaitu produk simpanan yang berdasarkan prinsip bagi hasil. Simpanan Mudharabah ini adalah jenis tabungan koperasi yang harus terlebih dahulu dibuka untuk bisa membuka tabungan yang lainnya. Simpanan Mudharabah adalah simpanan yang memberikan kemudahan bagi anggota, selain berfungsi sebagai tabungan simpanan ini bisa digunakan sebagai pembayaran listrik, telpon, air, dan pajak kendaraan. Selain itu, tabungan Mudharabah dapat dilayani dengan sistem kotak simpanan ditempat anggota berada.

b. Simpanan berjangka Mudharabah (SAJADAH)

Simpanan sajadah adalah simpanan berjangka yang berdasarkan prinsip Mudharabah Al-Mutlaqoh, dengan nisbah bagi hasil antara anggota dengan KSPPS BMT Sahabat Kita Semua yaitu 50:50 untuk simpanan 3 bulan, 55:45 untuk 6 bulan, 60:40 untuk 1 tahun. Manfaat yang diberikan untuk anggota yaitu bisa memilih simpanan berjangka yang ada dan nisbah yang diberikan dengan simpanan minimal 500.000.

c. Simpanan untuk Qurban (SUQUR)

Simpanan untuk qurban adalah simpanan yang bertujuan membantu anggota untuk berqurban. Pihak BMT menyediakan hewan qurban yang relatif murah, ssssaldo pada simpanan ini akan

mendapatkan bagi hasil dengan setoran awal minimal Rp 50.000 selanjutnya minimal Rp 10.000.

d. Simpanan Masa Depan (SIMAPAN)

Simpanan Masa depan adalah jenis simpanan berjangka, simpanan paket simapan dengan alternatif minimal Rp 50.000/bulan.

Pengambilan simpanan bisa diambil pada saat program selesai dengan alternatif waktu simpanan minimal 5 tahun. Manfaat program ini yaitu membantu simpanan untuk masa depan dengan nisbah bagi hasil 50:50.

e. Simpanan Anak Sekolah (SIMAS)

Produk simpanan yang dirancang khusus untuk anak sekolah dan lembaga pendidikan. Penyetoran setiap hari, mendapat bagi hasil lebih, dapat diambil sewaktu-waktu, BMT menyiapkan pembiayaan untuk sekolah, dan tersedia dana beasiswa melalui program Bina Sekolah Anak (BISA) divisi BMT SAHABAT.

f. Simpanan Haji Mabrur (SAHAM)

Program yang dirancang untuk memudahkan dan memantapkan niat anggota atau calon anggota untuk melaksanakan ibadah haji. Setoran awal minimal 50.000 dengan membuka rekening SAHAM.

Mendapatkan bagi hasil, pola angsuran relatif ringan, dilayani petugas BMT SAHABAT ke tempat atau rumah anggota.

g. Simpanan penyertaan Modal Investasi (SIMPATI)

Simpanan yang khusus dirancang bagi anggota untuk berinvestasi.

Manfaatnya mendapat bagi hasil 60:40 antara anggota dan BMT SAHABAT.

h. Mudharabah (Pembiayaan Usaha dengan Bagi Hasil)

Pembiayaan Mudharabah yaitu jenis pembiayaan berdasarkan prinsip Mudharabah, dimana pihak BMT selaku pemilik modal dan anggota/nasabah sebagai pelaku usaha, dan untuk keuntungannya tergantung nisbah yang disepakati.

i. Murabahah (Pembiayaan Pengadaan Barang secara Kredit) Pembiayaan Murabahah yaitu jenis pembiayaan jual beli dimana BMT selaku penjual dan anggota sebagai pembeli dan pembayarannya tergantung dari akad yang disepakati.

j. Musyarakah (Pembiayaan Kerja Sama/Modal Usaha)

Pembiayaan Musyarakah adalah pembiayaan yang prinsip syariah, dengan ketentuan BMT dan nasabah ikut serta dalam usaha dan permodalan. Nisbah bagi hasil tergantung kesepakatan dengan melihat besaran modal dan keikutsertaan dalam usaha.

k. Ar-Rahn (Pembiayaan Gadai)

Rahn/gadai adalah pembiayaan yang diberikan untuk anggota dengan mekanisme gadai.

l. Ijarah (Pembiayaan sewa barang/jasa)

Ijarah yang diberikan kepada calon anggota untuk dana yang bersifat sementara seperti dana talangan untuk keperluan calon anggota.

m. Qordul Hasan (Pembiayaan Kebajikan)

Pembiayaan Qordul Hasan adalah jenis pembiayaan pinjaman tanpa adanya keuntungan dari jumlah yang dipinjam anggota. Dalam penyediaan pinjaman ini BMT SAHABAT mengambil alokasi dana dari hibah, sedekah, dan wakaf dari anggota yang secara sukarela memberikan hartanya dipergunakan untuk kepentingan umat.

B. Hasil Penelitian

1. Pengolahan Data Penelitian

Pengolahan data penelitian ini menggunakan IBM Statistics SPSS 26. Data ini diperoleh dari responden berupa selembaran kuisioner yang dibagikan secara langsung kepada responden. Data yang dikumpulkan berasal dari selembaran kuisioner yang telah diisi oleh responden, kemudian dikumpulkan dan dilakukan input data.

2. Uji Persyaratan Analisis a. Uji Asumsi Dasar

1) Uji Normalitas

Berikut hasil uji normalitas menggunakan IBM SPSS Statistics 26.

Tabel 4. 1 Hasil Uji Normalitas

Sumber: Output SPSS 26

Sebuah data dikatakan berdistribusi normal atau tidak dapat dilihat berdasarkan probabilitas (Asymptotic Significance) sebagai berikut:

Jika signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi secara normal.

Jika signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi secara normal.

Dari hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov diketahui bahwa nilai signifikansi 0,200 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

2) Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk melihat linearitas antara variabel dependen terhadap variabel independen dengan variabel intervening. Dasar pengambilan keputusan data linear atau tidak,

dapat dilihat berdasarkan Sig. Deviation from linearity sebagai berikut:

a) Jika nilai Sig. Deviation from linearity > 0,05 maka terdapat hubungan yang linear anatara variabel dependen dengan variabel independen.

b) Jika nilai Sig. Deviation from linearity < 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang linear anatara variabel dependen dengan variabel independen.

Tabel 4. 2

Hasil Uji Linearitas Kualitas Pelayanan (X1) dengan Minat (Z)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan Tabel di atas nilai signifikansi (Sig.) pada uji linearitas atas variabel Kualitas Pelayanan (X1) dengan variabel Minat (Z) adalah sebesar 0,270 > 0,05. Dengan demikian variabel Kualitas Pelayanan (X1) dengan variabel Minat (Z) memiliki hubungan yang linear.

Tabel 4. 3

Hasil Uji Linearitas Promosi (X2) dengan Minat (Z)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan Tabel di atas nilai signifikansi (Sig.) pada uji linearitas atas variabel Promosi (X2) dengan variabel Minat (Z) adalah sebesar 0,078 > 0,05. Dengan demikian variabel Promosi (X2) dengan variabel Minat (Z) memiliki hubungan yang linear.

Tabel 4. 4

Hasil Uji Linearitas Kualitas Pelayanan (X1) dengan Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan Tabel di atas nilai signifikansi (Sig.) pada uji linearitas atas variabel Kualitas Pelayanan (X1) dengan variabel Keputusan Menjadi Anggota (Y) adalah sebesar 0,69 > 0,05.

Dengan demikian variabel Kualitas Pelayanan (X1) dengan

variabel Keputusan Menjadi Anggota (Y) memiliki hubungan yang linear.

Tabel 4. 5

Hasil Uji Linearitas Promosi (X2) dengan Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan Tabel di atas nilai signifikansi (Sig.) pada uji linearitas atas variabel Promosi (X2) dengan variabel Keputusan Menjadi Anggota (Y) adalah sebesar 0,219 > 0,05. Dengan demikian variabel Promosi (X2) dengan variabel Keputusan Menjadi Anggota (Y) memiliki hubungan yang linear.

Tabel 4. 6

Hasil Uji Linearitas Minat (Z) dengan Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan Tabel di atas nilai signifikansi (Sig.) pada uji linearitas atas variabel Minat (Z) dengan variabel Keputusan Menjadi Anggota (Y) adalah sebesar 0,110 > 0,05. Dengan demikian variabel Minat (Z) dengan variabel Keputusan Menjadi Anggota (Y) memiliki hubungan yang linear.

b. Uji Asumsi Klasik

1) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glesjer.

Dasar pengambilan keputusan pada uji heteroskedastisitas adalah sebagai berikut:

Jika nilai signifikansi>0,05maka tidak terjadi heteroskedastisitas Jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas

Tabel 4. 7

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan gambar hasil signifikansi variabel Kualitas Pelayanan (X1) sebesar 0,055 maka lebih besar dari 0,05. Nilai signifikansi variabel Promosi (X2) sebesar 0,195 maka lebih besar dari 0,05 dan nilai variabel Minat (Z) sebesar 0,247 yang lebih

besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjado masalah heteroskedastisitas.

2) Uji Multikolineritas

Uji multikolineritas menggunakan SPSS 26 dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai tolerance digunakan untuk melihat ada atau tidaknya multikolineritas pada vaiabel. Nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF

< 10.

Tabel 4. 8

Hasil Uji Multikolineritas Kualitas Pelayanan (X1)dan Promosi (X2) terhadap Minat (Z)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas dalam persamaan pertama dapat dilihat bahwa variabel Kualitas Pelayanan (X1) dan variabel Promosi (X2) mempunyai nilai yang sama yaitu nilai VIF sebesar 1.269 dan nilai tolerance 0,788. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam persamaan pertama tidak ada gejala multikolineritas karena nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10.

Tabel 4. 9

Hasil Uji Multikolineritas Kualitas Pelayanan (X1), Promosi (X2) dan Minat (Z) terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas dalam persamaan kedua dapat dilihat bahwa variabel Kualitas Pelayanan (X1) mempunyai nilai VIF sebesar 1.427 dan nilai tolerance 0,701. Variabel Promosi (X2) mempunyai nilai yang sama nilai VIF sebesar 1.324 dan nilai tolerance 0,755. Sedangkan variabel Minat (Z) mempunyai nilai VIF sebesar 1.299 dan nilai tolerance 0,770. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam persamaan kedua tidak ada gejala multikolineritas karena nilai VIF < 10 dan nilai tolerance

> 0,10.

3. Analisis Data Deskriptif

Berikut hasil analisis deskripsi statistika yang dapat dilihat dari program SPSS 26:

a. Kualitas Pelayanan

Untuk mengetahui kualitas layanan KSPPS BMT Sahabat, maka telah disebar kuisioner yang berisi 23 pernyataan kepada 96 responden.

Tabel 4. 10

Hasil Uji Deskripsi Variabel Kualitas Pelayanan (X1)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas untuk variabel kualitas pelayanan diperoleh data sebagai berikut: a). Skor tertinggi 110 b). Skor terendah 82 c). Skor rata-rata 97,83 d). Median 97,00 e). Modus 95.

b. Promosi

Untuk mengetahui bagaimana promosi KSPPS BMT Sahabat, maka telah disebar kuisioner yang berisi 17 pernyataan kepada 96 responden.

Tabel 4. 11

Hasil Uji Deskripsi Variabel Promosi (X2)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas untuk variabel promosi diperoleh data sebagai berikut: a). Skor tertinggi 85 b). Skor terendah 49 c). Skor rata-rata 68,91 d). Median 68,00 e). Modus 60.

c. Minat

Untuk mengetahui bagaimana minat anggota KSPPS BMT Sahabat, maka telah disebar kuisioner yang berisi 18 pernyataan kepada 96 responden.

Tabel 4. 12

Hasil Uji Deskripsi Variabel Minat (Z)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas untuk variabel minat diperoleh data sebagai berikut: a). Skor tertinggi 86 b). Skor terendah 51 c). Skor rata-rata 66,20 d). Median 68,50 e). Modus 69.

d. Keputusan Menjadi Anggota

Untuk mengetahui bagaimana keputusan menjadi anggota KSPPS BMT Sahabat, maka telah disebar kuisioner yang berisi 19 pernyataan kepada 96 responden.

Tabel 4. 13

Hasil Uji Deskripsi Variabel Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas untuk variabel minat diperoleh data sebagai berikut: a). Skor tertinggi 84 b). Skor terendah 56 c). Skor rata-rata 71,22 d). Median 71,00 e). Modus 76.

4. Analisis Jalur (Analisys Path) a. Uji Hipotesis 1-3

1) Pengaruh Kualitas Pelayanan (X1) terhadap Keputusan Menjadi Angggota (Y)

a) Hipotesis

H01: Kualitas Pelayanan (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan menjadi anggota (Y)

Ha1: Kualitas Pelayanan (X1) berpengaruh terhadap keputusan menjadi anggota (Y)

b) Analisis Struktur 1

Gambar 4. 2 Struktur 1

Y = βKualitas Pelayanan + e1 (Persamaan structural 1) Tabel 4. 14

Hasil Pengujian R2 Hipotesis 1

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai R2 sebesar 0,231. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 23,1%.

Tabel 4. 15

Pengaruh Kualitas Pelayanan (X1) Terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26 Kualitas

Pelayanan (X1)

Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,505, dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05.

Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 0,505 dan signifikan.

2) Pengaruh Promosi (X2) terhadap Keputusan Menjadi Angggota (Y)

a) Hipotesis

H02: Promosi (X2) tidak berpengaruh terhadap keputusan menjadi anggota (Y)

Ha2: Promosi (X2) berpengaruh terhadap keputusan menjadi anggota (Y)

b) Analisis Struktur 2

Gambar 4. 3 Struktur 2 Y = βPromosi + e1 (Persamaan structural 2)

Tabel 4. 16

Tabel Hasil Pengujian R2 Hipotesis 2

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai R2 sebesar 0,249. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan

Promosi

Keputusan Menjadi Anggota

promosi terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 24,9%.

Tabel 4. 17

Pengaruh Promosi (X2) Terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,515, dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05.

Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh promosi terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 0,515 dan signifikan.

3) Pengaruh Minat (Z) terhadap Keputusan Menjadi Angggota (Y) a) Hipotesis

H03: Minat (Z) tidak berpengaruh terhadap keputusan menjadi anggota (Y)

Ha3: Minat (Z) berpengaruh terhadap keputusan menjadi anggota (Y)

b) Analisis Struktur 3

Gambar 4. 4 Struktur 3 Y = βMinat + e1 (Persamaan structural 3)

Tabel 4. 18

Hasil Pengujian R2 Hipotesis 3

Sumber: Output SPSS 26

Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai R2 sebesar 0,177. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan minat terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 17,7%.

Tabel 4. 19

Pengaruh Minat (Z) Terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Y)

Sumber : Output SPSS 26

Berdasarkan tabel diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,383, dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini

Minat

Keputusan Menjadi Anggota

menunjukkan bahwa pengaruh minat terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 0,383 dan signifikan.

b. Uji Hipotesis 4-6

Untuk mengetahui kemampuan pengaruh Minat sebagai variabel intervening, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji Sobel Test. Dengan ketentuan, jika z-value > 1,96 dan p-value <

0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel minat dapat memediasi variabel independent dan dependen.

1) Pengaruh Kualitas Pelayanan (X1) terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Y) dengan Minat (Z) sebagai Variabel Intervening Dari hasil perhitunan diperoleh data sebagai berikut:

Persamaan 1: Minat = a1 + bKualitas Pelayanan Tabel 4. 20

Koefisien (A) dan Standar Error (SEA) Kualitas Pelayanan Terhadap Minat

Sumber : Output SPSS 26

Persamaan 2: Keputusan Menjadi Anggota = a1 + b2Kualitas Pelayanan + b3Minat

Tabel 4. 21

Koefisien (B) dan Standar Error (SEB) Kualitas Pelayanan, Minat Terhadap Keputusan Menjadi Anggota

Sumber : Output SPSS 26

Gambar 4. 5 Struktur Mediasi Hipotesis 4

Dari data di atas diperoleh nilai koefisien regresi kualitas pelayanan terhadap minat sebesar 0,531 dengan standar error sebesar 0,107 dan signifikansi 0,000. Sedangkan nilai koefisien regresi minat terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 0,236 dengan standar error 0,089 dan signifikansi 0,010. Untuk mengetahui kemampuan variabel Z dalam memediasi dilihat dengan menggunakan Sobel Test Calculator for Signification of Mediation Kris Peacher:

a = 0,531 SEa = 0,107

b = 0,236 SEb = 0,089 Minat

Kualitas Pelayanan Keputusan Menjadi

Anggota c’ = 0,384 SEc = 0,103

Gambar 4. 6 Hasil Perhitungan Sobel Test Sumber : Output danielsoper.com

Dari hasil sobel test menunjukkan pengaruh variabel minat sebagai variabel intervening antara variabel kualitas pelayanan dan keputusan menjadi anggota diperoleh nilai z-value dari nilai sobel test statistic sebesar 2,33875180 menunjukkan z- value > 1,96. Dan signifikansi darinilai Two tailed probability dengan angka 0,01934828, hal ini menunjukkan bahwa p-value <

0,05. Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh tidak langsung (indirect effect) minat telah memenuhi syarat dan signifikan. Dengan demikian variabel minat mampu memediasi pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi anggota.

2) Pengaruh Promosi (X2) terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Y) dengan Minat (Z) sebagai Variabel Intervening

Dari hasil perhitunan diperoleh data sebagai berikut:

Persamaan 1: Minat = a1 + bPromosi Tabel 4. 22

Koefisien (A) dan Standar Error (SEA) Promosi Terhadap Minat

Sumber : Output SPSS 26

Persamaan 2: Keputusan Menjadi Anggota = a1 + b2Promosi + b3Minat

Tabel 4. 23

Koefisien (B) dan Standar Error (SEB) Promosi, Minat Terhadap Keputusan Menjadi Anggota

Sumber : Output SPSS 26

Gambar 4. 7 Struktur Mediasi hipotesis 5 a = 0,416

SEa = 0,109

b = 0,251 SEb = 0,084 Minat

Promosi Keputusan Menjadi

Anggota c’ = 0,411 SEc = 0,095

Dari data di atas diperoleh nilai koefisien regresi promosi terhadap minat sebesar 0,416 dengan standar error sebesar 0,109 dan signifikansi 0,000. Sedangkan nilai koefisien regresi minat terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 0,251 dengan standar error 0,084 dan signifikansi 0,004. Untuk mengetahui kemampuan variabel Z dalam memediasi dilihat dengan menggunakan Sobel Test Calculator for Signification of Mediation Kris Peacher:

Gambar 4. 8 Hasil Perhitungan Sobel Test Sumber : Output danielsoper.com

Dari hasil sobel test menunjukkan pengaruh variabel minat sebagai variabel intervening antara variabel promosi dan keputusan menjadi anggota diperoleh nilai z-value dari nilai sobel test statistic sebesar 2,35276339 menunjukkan z-value > 1,96.

Dan signifikansi darinilai Two tailed probability dengan angka 0,01863449, hal ini menunjukkan bahwa p-value < 0,05. Dari

hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh tidak langsung (indirect effect) minat telah memenuhi syarat dan signifikan. Dengan demikian variabel minat mampu memediasi pengaruh variabel promosi terhadap keputusan menjadi anggota.

Untuk mengetahui pengaruh variabel kualitas pelayanan (X1) dan Promosi (X2) secara bersama-sama terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Y) melaui Minat (Z) minat sebagai variabel intervening, maka dilakukan uji f dengan ketentuan Jika Fhitung >

Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya jika Fhitung

< Ftabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Berikut hasil perhitungan uji f variabel kualitas pelayanan dan promosi terhadap variabel minat:

Tabel 4. 24

Hasil Perhitungan Uji F Kualitas Pelayanan dan Promosi Terhadap Minat

Sumber : Output SPSS 26

Dari hasil perhitungan diperoleh angka Fhitung sebesar 13,903 > Ftabel sebesar 3,09 sehingga H0 ditolak dan Ha

diterima. Hal ini berarti kualitas pelayanan dan promosi secara

simultan mempengaruhi minat anggota dengan signifikansi 0,000 < α = 0,05.

Berikut hasil perhitungan uji f variabel kualitas pelayanan, promosi dan minat secara simultan terhadap keputusan menjadi anggota:

Tabel 4. 25

Hasil Perhitungan Uji F Kualitas Pelayanan, Promosi dan Minat Terhadap Keputusan Menjadi Anggota

Sumber : Output SPSS 26

Dari hasil perhitungan diperoleh angka Fhitung sebesar 17,142 >

Ftabel sebesar 2,70 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti kualitas pelayanan, promosi dan minat secara simultan mempengaruhi keputusan menjadi anggota dengan signifikansi 0,000 < α = 0,05.

Maka dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan dan promosi secara simultan dapat berpengaruh terhadap keputusan menjadi anggota dengan minat sebagai variabel intervening.

c. Perhitungan Pengaruh

1) Pengaruh Langsung (Direct Effect atau DE)

a) Pengaruh variabel Kualitas Pelayanan terhadap Minat (X1→Z)

Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan Z=16.093+0,512X. Nilai konstanta sebesar 16.093, yang berarti bahwa jika tidak ada nilai kualitas pelayanan (X1) maka nilai minat (Z) sebesar 16.093. Sedangkan nilai koefisien regresi kualitas pelayanan (X1) adalah sebesar 0,512, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 nilai kualitas pelayanan maka nilai bertambah sebesar 0,512. Jadi Pengaruh langsung antara kualitas pelayanan terhadap minat yaitu sebesar 0,512.

b) Pengaruh variabel Promosi terhadap Minat (X2 → Z)

Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan Z=37.554+0,416X. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konstanta sebesar 37.554, yang berarti bahwa jika tidak ada nilai promosi (X2) maka nilai minat (Z) sebesar 37.554.

Sedangkan nilai koefisien regresi promosi (X2) adalah sebesar 0,416, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 nilai promosi maka nilai bertambah sebesar 0,416. Jadi Pengaruh langsung antara promosi terhadap minat yaitu sebesar 0,416.

c) Pengaruh variabel Minat terhadap Keputusan Menjadi Anggota (Z → Y)

Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan Y=45.846+0,383Z. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai konstanta sebesar 45.846, yang berarti bahwa jika tidak ada nilai minat (Z) maka nilai keputusan menjadi anggota (Y) sebesar 45.846. Sedangkan nilai koefisien regresi minat (Z) adalah sebesar 0,383, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 nilai minat maka nilai bertambah sebesar 0,383. Jadi Pengaruh langsung antara minat terhadap keputusan menjadi anggota adalah sebesar 0,383.

d) Pengaruh variabel Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Menjadi Anggota (X1 → Y)

Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan Y=21.822+0,505X. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konstanta sebesar 21.822, yang berarti bahwa jika tidak ada nilai kualitas pelayanan (X1) maka nilai keputusan menjadi anggota (Y) adalah sebesar 21.822. Sedangkan nilai koefisien regresi kualitas pelayanan (X1) adalah sebesar 0,505, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 nilai kualitas pelayanan maka nilai bertambah sebesar 0,505. Jadi Pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap minat yaitu sebesar 0,505.

e) Pengaruh variabel Promosi terhadap Keputusan Menjadi Anggota (X2 → Y)

Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan Y=35.716+0,515X. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai konstanta sebesar 35.716, yang berarti bahwa jika tidak ada nilai promosi (X2) maka nilai keputusan menjadi anggota (Y) sebesar 35.716. Sedangkan nilai koefisien regresi promosi (X2) adalah sebesar 0,515, hal ini menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 nilai promosi maka nilai bertambah sebesar 0,515. Jadi Pengaruh langsung promosi terhadap keputusan menjadi anggota yaitu sebesar 0,515.

2) Pengaruh Tidak Langsung (Inderect Effect atau IE)

a) Pengaruh variabel Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Menjadi Anggota melalui Minat

X1 → Z → Y = (0,512 x 0,383) = 0,196

Pengaruh tidak langsung kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi anggota melalui minat sebagai variabel intervening yaitu sebesar 0,196.

b) Pengaruh variabel Promosi terhadap Keputusan Menjadi Anggota melalui Minat

X2 → Z → Y = (0,416 x 0,383) = 0,159

Pengaruh tidak langsung kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi anggota melalui minat sebagai variabel intervening yaitu sebesar 0,159.

3) Pengaruh Total (Total Effect)

Dokumen terkait