BAB VII EKTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASISEBUAH PEMBAHASAN
B. Dampak dari Penggunaan Handphone Android (Smart Phone) Terhadap
3. Terkikisnya Nilai-Nilai Sosial Pada Remaja
Sebelum terjadi berbagai kemajuan pesat akibat dampak penggunaan handphone android, remaja sangat menghargai dan menerapkan nilai nilai dan norma-norma yang berlaku sebagai masyarakat. Nilai dan norma yang ditanamkan oleh nenek moyang kita adalah nilai-nilai dan norma-norma yang luhur, seperti sopan santun, tata krama, kerukunan dan sebagainya. Oleh karena itu, kehidupan masyarakat berlangsung secara teratur, alamiah, dan damai.
Setelah berkembangnya dan masuknya teknologi komunikasi (smartphone) pada Kecamatan Ulaweng, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku mulai bergeser akibat pengaruh penggunaan handphone android secara
berlebihan, nilai-nilai dalam kehidupan kemasyarakatan seperti nilai kerukunan, gotong royong sekarang ini sudah mulai luntur. tekhususnya di Kecamatan Ulaweng nilai-nilai semacam ini sudah jarang ditemui. Mereka hidup dengan sendiri-sendiri, asik dengan kehidupan yang diciptakannya yaitu dunia ke dua (dunia cyberpace) dalam artian sibuk dengan si mungil smartphonenya masing- masing.
Dalam konsep relatedness Erich Fromm, menjelaskan bahwa ; “manusia mempunyai kebutuhan untuk mengatasi kesendirian dan terisolasi dari alam dan dirinya sendiri”. Selain itu, Remaja mampu menjadi pencipta (trancendency), karena Remaja menyadari dirinya sendiri dari lingkungannya, mereka kemudian mengenali betapa kuat dan menakutkan lingkungan ditempatinya yang membuatnya merasa tidak berdaya.
Menurut Erich Fromm, akibat dari alienasi yang telah parah dapat menyebabkan hilangnya kontak dengan dunia nyata (schizophrenia).
Schizophrenia menjadi salah satu bentuk masyarakat, karena penderitaan- penderitaan yang diakibatnya tak mampu berfungsi di dalam sistem sosial manapun. “tiap orang berspekulasi menciptakan suatu kebutuhan baru dalam diri orang lain, memaksa dia masuk ke dalam suatu ketergantungan baru, bentuk kesenangan baru, dan karena itu ekonominya hancur. Dengan menumpuknya barang-barang komoditas, tampillah dunia benda-benda yang asing, yang memperbudak manusia”. Poin penting dalam tulisan ini yaitu benda-benda, dalam pembahasan ini handphone android telah memperbudak manusia karena ketergantungannya dengan teknologi komunikasi tersebut. Namun hubungannya
dengan konsep relatedness Erich Fromm, manusia mampu mengatasinya, salah satunya dengan cara meningkatkan kesadaran yang merupakan langkah pertama yang perlu diambil dalam proses penyembuhanSehingga manusia menjadi pribadi yang produktif dan tidak teralienasi, pribadi yang menghubungkan dirinya sendiri dengan dunia, dan menggunakan akal budinya untuk menangkap realita secara objektif, yang merasa dirinya sendiri sebagai satu kesatuan individu yang unik.
4. Dampak Penggunaan Handpone Android (Smartphone) Secara Umum a. Dampak positif
1) Mempermudah komunikasi. Misalnya saja ketika orang tua atau pihak keluarga akan menjemput anak ketika pulang sekolah/selesai melakukan kegiatan diluar rumah.
2) Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi. Karena bagaimanapun teknologi ini hari ini sudah merambah hingga kepelososk- pelosok desa.
3) Memperluas jaringan persahabatan.
b. Dampak Negatif
1) Mengganggu Perkembangan remaja. Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di handphone android (smartphone) seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah.
Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan handphone untuk mencontek (curang) dalam ulangan/ujian. Bermain handphone saat guru menjelaskan
pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.
2) Efek radiasi. Selain berbagai kontroversi di seputar dampak negatif penggunaannya,. Penggunaan handphone juga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya reamja lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan atau memilih handphone, khususnya bagi remaja di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. Jika memang tidak terlalu diperlukan, jangan dulu diberi kesempatan menggunakan handphone secara permanen.
3) Rawan terhadap tindak kejahatan. Ingat, Remaja merupakan salah satu target utama dari pada penjahat. Apalagi handphone Android merupakan perangkat yang mudah dijual, sehingga, remaja yang menenteng handphone "high end" bisa-bisa dikuntit maling yang mengincar handphonenya.
4) Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku remaja. Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. Handphone bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur pornografi.
5) Pemborosan. Dengan mempunyai handphone, maka pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau handphone hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja.
6) Menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat. Ada keluarga yang tidak mampu, tetapi karena pergaulan dimana teman-temannya sudah dibelikan handphone sehingga mereka merengek-rengek kepada
orang tuanya padahal orang tuanya tidak mampu, atau bahkan menimbulkan gap antara gank handphone keren dan gank handphone jadul atau yang belum memiliki.
7) Membentuk sifat hedonisme pada remaja. Ketika keluar handphone anroid terbaru yang lebih canggih, mereka pun merengek-rengek meminta kepada orang tua, padahal mereka sebenarnya belum memahami benar manfaat setiap fitur-fitur baru secara menyeluruh.
8) Para remaja akan sulit diawasi, khususnya ketika masa-masa pubertas awal, disaat sudah muncul rasa ketertarikan dengan teman cowok/ceweknya, maka handphone menjadi sarana ampuh bagi mereka untuk komunikasi, tetapi komunikasi yang tidak baik, hal ini akan mengganggu aktifitas yang seharusnya mereka lakukan, shalat, makan, belajar bahkan tidur, Karena mereka asyik BBMan dengan teman lawan jenisnya.
Hal inilah yang menjadi faktor perkembangan telepon seluler (handphone) berkembang dengan pesatnya, orang ingin secara cepat berkomunikasi dengan orang lain yang ingin dihubunginya. Begitu pula terhadap dampak yang akan ditimbulkan oleh handphone android, dimana semua informan sudah tahu dengan dampak positif dan negatif dari penggunaan handphone android, akan tetapi diantara mereka masih ada yang menyalah gunakan fungsi dari handpone android tersebut. Hal inilah yang membuat cemas terutama para orang tua mereka apabila penyalagunaan handphone tetap ada pada diri remaja tersebut yang dapat langsusng merusak nilai sosial dan budaya mereka yang ada di dalam masyarakat.
BAB VIII
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Setelah melalui proses pengumpulan data melalui wawancara dan observasi serta studi pustaka, maka peneliti menarik kesimpulan mengenai penelitian “Ekstasi Teknologi Komunikasi Pada Remaja di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone” adalah sebagai berikut :
1. Ekstasi teknologi komunikasi pada remaja di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone adalah tahapan di mana perubahan struktur masyarakat dari fase transisi menuju pada fase modern yang di dalamnya terdapat beberapa tahapan pengenalan sebuah ide-ide yang kemudian di masukkan ke dalam suatu sistem masyarakat dan di aplikasikan serta mendapatkan sebuah perubahan perilaku sampai pada perubahan pola atau gaya hidup yang sehari-hari mereka lakukan dengan menggunakan teknologi komunikasi yang berbasis android (smartphone), berbeda pada saat sebelum pengenalan handphone android, remaja terbatas dalam mengetahui atau mengakses sebuah informasi, namun pada masyarakat ini terlihat perubahan yang secara berangsur-angsur menuju pada perubahan kompleks hingga pola komunikasi pun di lakukan dengan menggunakan sebuah media telekomunikasi, Saat ini handphone android bagi remaja di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone boleh dikatakan suatu kebutuhan primer atau barang yang harus dimiliki dan sangat ganjil dalam melakukan aktivitas kesehariannya tanpa
112
menggunakan handpone android, remaja merasakan sunyi, hampa, dan tidak mudah bergaul serta susah untuk beriteraksi.
2. Handphone android (smartphone) terhadap remaja di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone seperti pada data wawancara dan observasi yang di temukan di lapangan adalah ada dua bentuk yakni dampak dari segi negatif dan dari segi positif, dalam dampak negatif Handphone Android juga dapat di salah gunakan yang tadinya sebagai alat komunikasi, kini menjadi media hiburan misalnya dari alat komunikasi mejadi alat untuk main game on line maupun off line, mendengarkan musik, kamera, internet dan kebiasaan menkomsumsi video porno yang dapat merubah nilai sosial mereka baik itu dalam keluarga mereka maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya terlihat beberapa termasuk pada kebiasaan yang merugikan kehidupan sehari-hari dalam dunia nyata akibat aktivitas dalam dunia maya yang di lakunkan oleh 1 orang yang sama namun memiliki dua dunia dan aktivitas yang berbeda sehingga timbul beberapa perilaku dan dampak sosial seperti berkurangnya sosialisasi antar sesama dalam artian mengurangi sifat sosialisasi manusia sebagai makhluk sosial, serta beberapa informasi yang tidak terfilter dan sumber yang kurang jelas, Sedangkan dari segi dampak positif adalah banyaknya informasi yang bisa di dapatkan dengan mudah dan cepat serta akses yang lebih menarik, komunikasi dengan lancar baik itu kepada teman-temannya maupun terhadap keluarga mereka yang jauh, serta mereka mudah bergaul dan menjadi percaya diri.
B. Saran
Dalam sebuah penelitian seorang peneliti harus mampu memberikan sesuatu yang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan, instansi atau lembaga serta berbagai pihak yang berkaitan dengan penelitian ini. Adapun saran- saran yang peneliti berikan setelah meneliti permasalahan ini adalah :
1. Semoga generasi muda kita menjadi generasi yang cerdas dan mampu menggunakan kecanggihan teknologi (Handphone Android) secara arif, oleh karenanya itu, berbagai pihak terutama orang tua harus mampu mengajar, memberikan perhatian, serta mengawasi dan memberikan contoh yang baik dalam menyikapi kehadiran teknologi saat ini sehingga pendidikan tetap berjalan dengan koridor tanggung jawab bersama.
2. Tak ada yang bisa memagari kita dari segala pengaruh teknologi selain diri kita sendiri. Kendali diri ini memang bersaing ketat dengan teknologi yang menawarkan berbagai kemudahan yang menyenangkan, sehingga perlu kiranya untuk senantiasa menggembangankan pengetahuan yang kita miliki dengan berbagai ilmu yang ada, karena hanya dengan belajar kita menjadi tahu tentang sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya.
3. Sebenarnya setiap perkembangan dan perubahan zaman tidak dapat disalahkan, jika sesuatu yang tidak terjadi bagi penghuni bumi, maka yang patut disalahkan adalah penghuni bumi itu sendiri yang tidak mampu membentengi dirinya. Perlu adanya pendidikan dan pembelajaran tidak mengenal waktu dan generasi penerus bangsa seperti remaja yang dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian memberi contoh kapada masyarakat,
seperti dalam hal penggunaan Handphone Android, sebetulnya hanya perlu pengertian terhadap fungisnya, jika kita menggunakan Handphone Android untuk kebaikan, maka hasilnya akan baik pula, bahkan sangat menguntungka bagi diri kita sendiri, begitu pula sebaliknya.
DAFTAR PUSTAKA
Andi, Mappiare, 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Anonym. http:// fyablog.wordpress.com. dampak penggunaan ponsel Dan teknologi. Diakses tanggal 4 september 2016.
Anonym. http://one.indoskripsi.com/judul-tugas-makalah/tugas-kuliah-lainnya/
komunikasi-sebagai-proses-perubahan-sosial. Diakses tanggal 4 September 2016.
Anonym.http://hild4.wordpress.com.DampakPenggunaanTeleponSeluler. Diakses tanggal 7 September 2016.
Anonym, http:// penulis Indonesia.com.DAmpakPenggunaanPonsel. Diakses tanggal 15 September 2016.
Anonym. http://simatupang.wordpress.com/2007/09/24/handpone membuat- lemot-otak. Diakses15 September 2016.
Andreas M Kaplan .; Michael Haenlein, 2010. Users of the world, unite! The challenges andopportunities of Sosial Media. Business Horizons 53(1): 59–68.
Arief, Sadiman. 2009. Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Arikonto, Suhartini, 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta; Rineka Cipta.
A.Razak Daruma, Sulaiman Samad & Mustafa, 2008. Perkembangan Peserta Didik, Makassar Fakultas Ilmu Pendidikan UNM.
Cangara Hafied, 2003Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta; PT. Raja grafindo persada.
Kellner, Douglas, 2010, Budaya media, Yogyakarta: Jalasutra.
Lauer, Robert H, 1993. Perspektif tentang Perubahan Sosial (Terjemahan Alimandan). Jakarta : Rineka Cipta
Maleong, 2000. Metode penelitian kualitatif, Bandung; PT Remaja Rosdakarya.
Munadi, Yudhi. 2010. Media Pembelajaran “Sebuah Pendekatan Baru”. Jakarta:
Gaung Persada Press.
116
Narwoko J. Dwi, Bagong Suyanto.2004. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan.
Jakarta: Kenana Media Group
Nawawi, Hadar. 1993. Metodelogi peneliti ilmu sosial. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.
Nurhidiyah, R. E. 2003 , Keperawatan dan Perubahan, Makalah Tugas Akhir pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Nurudin , 2004, Sistem Komunikasi Indonesia, Jakarta; Rajawali Pers.
Piliang Amir Yasraf. 2010, Dunia Yang Dilipat: Tamasya melampaui Batas kebudayaan,Bandung; Mizan.
Soekanto, Soerjono, (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Soetjiningsih. 2007. Tumbuh Kembang Remaja Dan Permasalahannya. Jakarta :
CV. Sagung Seto.
Triwahyuni, Terra dan Kadir, A, 2003.Pengenalan Teknologi Informasi, Yogyakarta ; Andi Offset.
Uchjana Onong, Effendy 2007, Komunikasi Teori Dan Praktek, Bandung; PT Remaja Rosdakarya.
Wahyudi J. B. 1992. Teknologi Informasi Dan Produksi Citra Bergerak, Jakarta;
PT. Gramedia.
DAFTAR INFORMAN
No NAMA UMUR PENDIDIKAN
1 RIVALDY 13 SMP
2 LISDAYANTI 13 SMP
3 MUHAMMAD RIFKI 14 SMP
4 JUWITA BAHAR 15 SMA
5 INDAH PRADANA 15 SMA
6 WELBY ADISWARA 16 SMA
7 RASDIAWAL 16 SMA
8 NUR AINHY 18 SMA
9 RIA ANGRAENY 20 ALUMNI
10 IKRAM L 21 ALUMNI
PEDOMAN WAWANCARA
1. Apakah anda mengetahui smartphone atau handphone android ? 2. Apa yang anda rasakan sebelum menggunakan handphone android?
3. Apa yang anda rasakan setelah menggunakan handphone android ?
4. Siapa yang memperkenalkan anda, atau bagaimana anda mengetahui tentang handphone andoid tersebut ?
5. Apakah anda langsung ingin menggunakan handphone android setelah mengetahuinya ?
6. Apakah dalam aktivitas sehari-hari anda menggunakan handphone android dalam berkomunikasi dengan teman anda ?
7. Apa yang paling anda sukai dari handphone android ?
8. Jenis-jenis sosial media apa sajakah yang anda ketahui atau anda gunakan?
9. Bagaimanakah pengaruh yang anda rasakan setelah menggunakan handphone android ?
10. Menurut anda, haruskah anda menggunakan handphone android dan mengakses internet (sosial media) dalam segala aktivitas sehari-hari anda 11. Bagaimana tanggapan anda (informan kunci) saat melihat remaja sekarang ini
yang ada di kecamatan ulaweng?
12. Apa yang ibu/bapak (orang tua Informan) rasakan setelah anak (remaja) anda menggunakan handphone canggih (Android) ?
WAWANCARA DENGAN IKRAM L
WAWANCARA DENGAN INDAH PRADANA
WAWANCARA DENGAN LISDAYANTI