• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pada Café Coffee Moral di Kota Makassar

Kualitas Produk (X1) 1.Keandalan (Reliability)

2.Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to Specifications) 3.Daya tahan (Durability) (Tjiptono, 2001)

Pelayanan (X2) 1.Kehadalan

2.Responsivitas 3.Jaminan Kepastian 4.Empati

5.Bukti Fisik

(Kotler & Keller, 2021)

Kepuasan Konsumen (Y) 1.Perasaan Puas

2.Selalu membeli produk 3.Terpenuhinya harapan pelanggan setelah membeli produk

(Irawan, 2008)

2. Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen Café Coffee Moral di Kota Makassar.

26

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskripsi kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan subjek atau objek pada saat sekarang dengan tidak menyimpang dari kondisi yang sesungguhnya atau berdasarkan fakta yang ada. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka serta analisis menggunakan statistik. (Sugiyono,2017:7)

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi

Penelitian ini akan dilakukan di Café Coffee Moral yang berlokasi di Jln.

Talasalapang (Hanggar Talasalapang) Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

2. Waktu

Waktu penelitian ini akan dilaksanakan selama 2 bulan dimulai dari bulan Maret-April 2022.

C. Definisi Operasional Variabel & Pengukuran

Definisi Operasional Variabel maksudnya adalah menjelaskan secara singkat tentang variable. Penelitian ini mengangkat dua variable independen yaitu Kualitas Produk (X1) dan Kualitas Pelayanan (X2) dan satu variable dependen yaitu Kepuasan Konsumen (Y).

Tabel 3.1 Operasional Variabel dan Pengukuran

No VARIABEL INDKATOR SKALA

1. Kualitas Produk (X1)

1.Keandalan (Reliability) 2.Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to Specifications)

3.Daya tahan (Durability)

Skala Likert

2. Pelayanan (X2)

1.Kehadalan 2.Responsivitas 3.Jaminan Kepastian 4.Empati

5.Bukti Fisik

Skala Likert

3. Kepuasan Konsumen (Y)

1.Perasaan Puas

2.Selalu membeli produk 3.Terpenuhinya harapan pelanggan setelah membeli produk

Skala Likert

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa:

1. Kualitas produk yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seberapa baik tingkat kepuasan, daya tahan dan kesesuaian

dengan spesifikasi yang diberikan sehingga mampu memenuhi kepuasan konsumen.

2. Pelayanan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seberapa baik tingkat pelayanan dalam hal kehandalan, empati, dan lainnya yang diberikan sehingga mampu memenuhi keinginan dan harapan dari konsumen.

3. Kepuasan konsumen yang dimaksud pada penelitian ini adalah ketika konsumen merasa puas setelah mengkonsumsi atau membeli produk tersebut dan ternyata kualitas produknya baik.

D. Populasi Dan Sampel

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berkunjung ke Café Coffee Moral pada tahun 2022 yang berjumlah 150 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat di jangkau serta memiliki sifat yang sama dengan populasi yang diambil sampelnya tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin seperti berikut:

n = N 1 + Ne2

Keterangan:

n: Jumlah sampel N: Jumlah populasi

e: Kelongganaran ketiaktelitian karena kesalahan dalam penentuan jumlah sampel yang dapat diterima

Berdasarkan sampel yang di ambil menggunakan rumus slovin sebagai berikut:

n= 150

n= 150 / (1 + 150 (10%2) n= 150 / (1 + 150 (1)2) n= 150 / (1 + 1.5) n= 60 Responden

Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 60 responden.

E. Metode Pengumpulan Data

Dalam penulisan ini, pengumpulan data yang penulis tempuh adalah sebagai berikut :

1. Observasi

Adalah metode penelitian yang sering kali menjadi pelengkap data yang telah didapatkan dari wawancara yang amat dalam dan survey. Dan juga upaya agar dapat memperoleh data secara natural.

2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Penelitian Kepustakaan (Library Research) yaitu pengumpulan data dengan cara membaca beberapa literatur, karangan ilmiah, dan bahan yang diperoleh selama proses perkuliahan, serta buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian.

3. Kuesioner

Adalah metode penelitian yang dilakukan melalui pengumpulan data daftar pertanyaan yang akan disebarkan pada responden.

F. Metode Analisis Data

Metode analisis yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

1. Analisis Deskrtiptif

Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data variabel yang diperoleh dan kelompok subjek yang diteliti. Yang termasuk dalam analisis data statistik deskriptif adalah penyajian data melalui tabel distribusi frekuensi, tabel histogram, mean dan skor deviasi.

2. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas

Simamora (2004:127) menyatakan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidtan atau keaslian suatu instrumen. Suatu instrumen dianggap valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Dengan kata lain, mampu memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti.

Menurut Ghozali (2006) uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Dalam rangka urgensi ini, maka kuesioner sebelum digunakan sebagai data penelitian primer, telah terlebih dahulu diuji cobakan ke sampel uji coba penelitian. Uji coba ini dilakukan untuk memperoleh

bukti sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.

b. Uji Reliabilitas

Menurut Simamora (2004) reabilitas adalah tingkat keandalan kuesioner. Kuesioner yang reliable adalah kuesioner yang apabila dicobakan secara berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama.

3. Regresi Liniear Berganda

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan regresi linear berganda untuk menguji adanya pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent . Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dengan persamaan sebagai berikut :

Y = α + + + e

α = Konstanta

= Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan Angka peningkatan atau penurunan variabel dependent yang didasarkan pada variabel independent.

= Kualitas Produk

= Pelayanan

Y = Kepuasan Konsumen

4. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu uji parsial (uji t) dan uji koefisien determinasi (R2).

a. Uji parsial (Uji t)

Budi Setiawan (2015:6) Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri (parsial) terhadap variabel terikatnya. Uji parsial bertujuan untuk mengetahui pengaruh setiap variabel independent terhadap variabel dependent. Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel.

b. Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui kemampuan semua variabel independent dalam menjelaskan varian variabel dependent. Secara sederhana koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi (R). Berarti menjelaskan kemampuan variabel independent dalam menjelaskan variabel dependent atau seberapa besar pengaruh variabel dan pengaruh variabel lain.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Objek Penelitian 1. Profil Singkat

Café Coffee Moral merupakan sebuah kedai kopi yang didirikan pada tahun 2019 di jalan Talasalapang (Hanggar Talasalapang).

Aegiza Al Zabilillah biasa di sapa Egi, selaku owner dar Café Coffee Moral, selama berkuliah ia sangat menggemari aktivitas di sebuah Café sambil menikmati minuman kopi. Ketika di akhir-akhir penyelesaian kuliah ia terfikirkan untuk mendirikan sebuah kedai serta tempat nongkrong asik untuk para kalangan anak muda. Ide-ide serta konsep kedai yang dinamakan “Café Coffee Moral” tidak hanya fokus untuk jualan olahan kopi saja, karena mempertimbangkan persaingan pasar dan saran dari berbagai teman akhirnya Egi menyediakan berbagai jenis minuman lainnya yang dapat di nikmati oleh pelanggan serta menyediakan makanan cemilan.

Karena pada masa ini Café Coffee Moral dekat dengan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar maka hal ini yang menjadikan peluang bagi Egi pada usaha kedainya tersebut. Target sasaran Café Coffee Moral adalah masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah, akan tetapi tidak menutup kemungkinan kalangan atas juga akan melakukan pembelian oleh karena itu Café Coffee Moral menyediakan harga menu yang disajikan dengan harga yang bersahabat. Café Coffee Moral buka setiap hari dari pukul 16.00 WIB

– selesai dengan memiliki daya tampung 20-30 pengunjung. Dengan fasilitas live music setiap malamnya dengan suasana outdoor sehingga pelanggan betah untuk nongkong di Café Coffee Moral.

2. Visi, Misi Dan Tujuan a) Visi

Menjadikan Café Coffee Moral yang terkemuka dan inovasi dengan suasana outdoor dan keunikan desaign café, tetapi tetap menyajikan minuman dan makanan yang berkualitas dan didukung oleh pelayanan yang cepat dan bersahabat dalam memenuhi selera dan kepuasan pelanggan.

b) Misi

1) Menyediakan minuman yang berkualitas

2) Menyediakan produk-produk pilihan dengan cita rasa tinggi, inovatif, dan harga terjangkau. Selalu mengutamakan dan menjaga kualitas produk.

3) Menyediakan tempat yang nyaman untuk berkumpul dan bersantai.

4) Menempatkan pelanggan sebagai prioritas

5) Memberikan pelayanan yang prima dan unggul dalam penyajian

6) Memotivasi karyawan dalam meraih mimpi c) Tujuan

1) Mencari keuntungan laba secara wajar dan berusaha meningkatkan laba yang diperoleh demi kelangsungan hidup

dan perluasan usaha, serta menjaga citra atau nama baik café.

2) Memberikan kepuasan bagi para konsumen melalui pemenuhan kebutuhan pokok utama mereka

3. Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi B. Hasil Penelitian

1. Analisis Karakteristik

Adapun data yang diperoleh pada penelitian ini, dengan menyebar kuesioner di Café Coffee Moral di Kota Makassar. Dalam penelitian ini, jumlah responden yang digunakan sebanyak 60 orang.

Berdasarkan kuesioner yang telah saya sebar dan telah diisi oleh responden, maka peneliti akan mngidentifikasi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia dan pekerjaan.

Owner

Admin

Kasir

Barista 1 Barista 2

a. Jenis kelamin

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi (Jumlah Orang) Persentase

Laki-laki 37 62,00

Perempuan 23 38,00

Total 60 100,00

Sumber: Data Primer 2022 (Maret-April)

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki lebih mendominasi daripada jenis kelamin perempuan, hal ini dikarenakan jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 37 orang atau sebesar 62%, sedangkan responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 23 orang atau sebesar 38%.

b. Usia

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi (Jumlah Orang) Persentase

17-20 8 13,00

20-25 34 57,00

25-30 16 27,00

30-40 2 3,00

>40 - 0

Total 60 100,00

Sumber: Data Primer 2022 (Maret-April)

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa responden terbanyak berada pada usia 20 tahun-25 tahun yaitu sebanyak 34 orang atau sebesar 57% dari jumlah responden yang ada.

c. Pekerjaan

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi (Jumlah

Orang)

Persentase

Pelajar/Mahasiswa 37 62,00

PNS 3 5,00

Pegawai 14 23,00

Wiraswasta 4 7,00

Lainnya 2 3,00

Total 60 100,00

Sumber: Data Primer 2022 (Maret-April)

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa responden yang paling banyak berkunjung adalah pelajar/mahasiswa yaitu sebanyak 37 orang atau sebesar 62% dari jumlah responden yang ada.

2. Analisis Deskripsi Variabel Penelitian

a. Analisis Deskriptif Variabel Kualitas Produk Tabel 4.5

Penilaian Responden Berdasarkan Kualitas Produk No Indikator STS

(1)

TS (2)

N (3) S (4) SS (5)

Rata2

1 X1.1 - - 8 40 11 4.00

2 X1.2 - - 8 39 13 4.08

3 X1.3 - 2 9 33 17 4.10

4 X1.4 - - 7 39 14 4.12

5 X1.5 - - 4 37 18 4.20

6 X1.6 - - 6 34 20 4.23

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Tabel 4.5 tentang tanggapan responden yang menunjukkan nilai tertinggi pada indikator daya tahan (X1.6) bahwa yang memilih jawaban sangat setuju dengan nilai rata-rata 4.23.

b. Analisis Deskriptif Variabel Pelayanan Tabel 4.6

Penilaian Responden Berdasarkan Pelayanan No Indikator STS

(1)

TS (2)

N (3)

S (4) SS (5)

Rata2

1 X2.1 - - 12 35 13 3.95

2 X2.2 - - 8 39 13 4.08

3 X2.3 - - 5 36 19 4.23

4 X2.4 - - 7 32 19 4.23

5 X2.5 - 2 4 32 21 4.25

6 X2.6 - 1 3 36 20 4.25

7 X2.7 - - 6 41 13 4.12

8 X2.8 - - 7 37 16 4.15

9 X2.9 - - 6 35 19 4.22

10 X2.10 - - 6 36 18 4.20

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Tabel 4.6 tentang tanggapan responden yang menunjukkan nilai tertinggi pada indikator jaminan kepastian (X2.5) bahwa yang memilih jawaban sangat setuju dengan nilai rata-rata 4.25.

C. Analisis Deskriptif Variabel Kepuasan Konsumen

Tabel 4.7

Penilaian Responden Terhadap Kepuasan Konsumen No Indikator STS

(1)

TS (2)

N (3)

S (4) SS (5)

Rata2

1 Y1 1 1 7 42 9 3.95

2 Y2 - 1 4 42 13 4.12

3 Y3 - - 4 31 25 4.35

4 Y4 - - 6 39 15 4.15

5 Y5 - - 7 36 17 4.17

6 Y6 - 2 10 35 14 4.03

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Tabel 4.7 tentang tanggapan responden yang menunjukkan nilai tertinggi pada indikator selalu membeli produk (Y.3) bahwa yang memilih jawaban sangat setuju dengan nilai rata-rata 4.35.

3. Analisi Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi.

Penjelasan data melalui statistik deskriptif diharapkan memberikan gambaran awal tentang masalah yang diteliti.

Hasil analisis statistik deskriptif dapat dilihat pada tabel:

Tabel 4.8

Statistik Deskriptif Variabel Descriptive Statistics

Variabel N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

Kualitas Produk 60 16 30 24.73 2.705

Pelayanan 60 28 50 41.82 4.217

Kepuasan Konsumen

60 15 30 24.72 2.713

(Sumber: Hasil Olahan Data SPSS 24)

Berdasarkan tabel diatas, bahwa jumlah responden (N) sebanyak 60, dari 60 responden ini variable Kualitas Produk memiliki nilai minimum 16, nilai maximum 30, nilai mean 24,73 dengan standar deviasi 2.705.

Untuk variable Pelayanan diperoleh nilai minimum 28, nilai maximum 50, nilai mean 41,81 dengan standar deviasi 4,217. Dan untuk variable Kepuasan Konsumen memiliki nilai minimum 15, nilai maximum 30, nilai mean 24,72 dengan standar deviasi 2,713.

4. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas

1) Uji Validitas Variable X1 Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas X1

Pertanyaan r-hitung r-tabel Keterangan Sig. (2-tailed)

X1.1 0,782 0,2144 Valid 0,000

X1.2 0,714 0,2144 Valid 0,000

X1.3 0,751 0,2144 Valid 0,000

X1.4 0,695 0,2144 Valid 0,000

X1.5 0,666 0,2144 Valid 0,000

X1.6 0,623 0,2144 Valid 0,000

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Uji validitas dilakukan untuk membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Jika nilai r hitung>nilai r tabel, maka indikator dikatakan valid dan sebaliknya jika nilai r hitung<nilai r tabel maka indikator dikatakan tidak valid. Berdasarkan data di atas, diperoleh nilai r hitung untuk indikator X1.1 sebesar 0,782, X1.2 sebesar 0,714, X1.3 sebesar 0,751, X1.4 sebesar 0,695, X1.5 sebesar 0,666, X1.6 sebesar 0,623. Hasil olah data menunjukkan bahwa semua indikator valid karena nilai r hitung>nilai r tabel sebesar 0,2144.

2) Uji Validitas Variabel X2

Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas Variabel X2

Pertanyaan r-hitung r-tabel Keterangan Sig. (2-tailed)

X2.1 0,556 0,2144 Valid 0,000

X2.2 0,354 0,2144 Valid 0,000

X2.3 0,187 0,2144 Valid 0,000

X2.4 0,375 0,2144 Valid 0,000

X2.5 0,542 0,2144 Valid 0,000

X2.6 0,489 0,2144 Valid 0,000

X2.7 0,585 0,2144 Valid 0,000

X2.8 0,563 0,2144 Valid 0,000

X2.9 0,546 0,2144 Valid 0,000

X2.10 0,354 0,2144 Valid 0,000

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Uji validitas dilakukan untuk membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Jika nilai r hitung > nilai r tabel, maka indikator dikatakan valid dan sebaliknya jika nilai r hitung < nilai r tabel maka indikator dikatakan tidak valid. Berdasarkan data di atas, diperoleh nilai r hitung untuk indikator X2.1 sebesar 0,556, X2.2 sebesar 0,354, X2.3 sebesar 0,187, X2.4 sebesar 0,375, X2.5 sebesar 0,542, X2.6 sebesar 0,489, X2.7 sebesar 0,585, X2.8 sebesar 0,563, X2.9 sebesar 0,546, X2.10 sebesar 0,354. Hasil olah data menunjukkan bahwa semua indikator valid karena nilai r hitung>nilai r tabel sebesar 0,2144.

3) Uji Validitas Variabel Y Tabel 4.11

Hasil Uji Validitas Variabel Y

Pertanyaan r-hitung r-tabel Keterangan Sig. (2-tailed)

Y1 0,656 0,2144 Valid 0,000

Y2 0,545 0,2144 Valid 0,000

Y3 0,358 0,2144 Valid 0,000

Y4 0,287 0,2144 Valid 0,000

Y5 0,485 0,2144 Valid 0,000

Y6 0,651 0,2144 Valid 0,000

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Uji validitas dilakukan untuk membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Jika nilai r hitung>nilai r tabel, maka indicator dikatakan valid dan sebaliknya jika nilai r hitung<nilai r tabel maka indikator dikatakan tidak valid. Berdasarkan data di atas, diperoleh nilai r hitung untuk indikator Y1 sebesar 0,656, Y2 sebesar 0,545, Y3 sebesar 0,358, Y4 sebesar 0,287, Y5 sebesar 0,485, Y6 sebesar 0,651. Hasil olah data menunjukkan bahwa semua indikator valid karena nilai r hitung>nilai r tabel sebesar 0,2144.

b. Uji Reliabilitas

1) Uji Reliabilitas Variabel X1

Tabel 4.12

Hasil Uji Reliabilitas Variabel X1 Pertanyaan Cronbach’s

Alpha

Kriteria

X1.1 0,920 Reliable

X1.2 0,921 Reliable

X1.3 0,918 Reliable

X1.4 0,922 Reliable

X1.5 0,924 Reliable

X1,6 0,922 Reliable

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Berdasarkan tabel di atas dari hasil pengolahan data uji reliabilitas indikator Kualitas Produk bahwa hasil nilai Cronbach’s Alpha sebesar > 0,60. Dengan demikian masing-masing pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner indikator kualitas produk dinyatakan Reliable.

2) Uji Reliabilitas Variabel X2 Tabel 4.13

Hasil Uji Reliabilitas Variabel X2 Pertanyaan Cronbach’s

Alpha

Kriteria

X2.1 0,921 Reliable

X2.2 0,921 Reliable

X2.3 0,925 Reliable

X2.4 0,921 Reliable

X2.5 0,918 Reliable

X2,6 0,920 Reliable

X2.7 0,920 Reliable

X2.8 0,921 Reliable

X2.9 0,920 Reliable

X2.10 0,923 Reliable (Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Berdasarkan tabel diatas dari hasil pengolahan data uji reliabilitas indikator Pelayanan diperoleh hasil Cronbach’s Alpha >

0,60. Dengan demikian masing-masing pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner indikator pelayanan dinyatakan reliable.

3) Uji Reliablitas Variabel Y Tabel 4.14

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y Pertanyaan Cronbach’s

Alpha

Kriteria

Y1 0,919 Reliable

Y1 0,921 Reliable

Y1 0,923 Reliable

Y1 0,923 Reliable

Y1 0,919 Reliable

Y1 0,918 Reliable

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Berdasarkan tabel diatas dari hasil olahan data uji reliabilitas indikator Kepuasan Konsumen diperoleh hasil Cronbach’s Alpha > 0,60. Dengan demikian masing-masing pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner indikator kepuasan konsumen dinyatakan reliable.

C. Pengujian Hiipotesis

1. Regresi Linear Berganda

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk melihat sejauh mana pengaruh Kualitas Produk dan Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Café Coffee Moral pada pelanggan Café Coffee Moral di Kota Makassar.

Tabel 4.15

Hasil Regresi Linear Berganda Model Unstandardized

Coefficient

Standardized Coefficient B Std. error Beta (Constant) 1,383 2,090

Kualitas Produk

0,304 0,104 0,303

Pelayanan 0,378 0,067 0,588 a. Dependent Variabel: Total_Y

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Berdasarkan tabel 4.15 diatas dapat dijelaskan dengan persamaan berikut:

Y= 1,383 + 0,304X1 + 0,378X2

Dari hasil model persamaan regresi diatas, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Nilai intercept konstanta adalah sebesar 1,383. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa apabila besarnya nilai seluruh variable independen yaitu kualitas produk, pelayanan adalah 0, maka besarnya nilai going concern akan sebesar 1,383.

b. Nilai koefisien regresi variable kualitas produk adalah sebesar 0,304. Hal ini berarti jika variable kualitas produk bertambah satu satuan maka variabel kepuasan konsumen going concern bertambah sebesar 0,304. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa apabila variabel kualitas produk menunjukkan nilai positif makan terjadi kenaikan variabel sebesar 30,4.

c. Nilai koefisien regresi variabel pelayanan adalah sebesar 0,378. Hal ini berarti jika variabel pelayanan bertambah satu satuan maka variabel kepuasan konsumen going concern bertambah sebesar 0,378. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa apabila variabel pelayanan menunjukkan nilai positif maka terjadi kenaikan variabel sebesar 37,8.

2. Uji Persial (Uji T)

Untuk melakukan uji t, hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:

1. Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pada Café Coffee Moral di Kota Makassar 2. Pelayanan berpengaruh siginifikan terhadap kepuasan

konsumen Café Coffee Moral di Kota Makassar Hasil dari pengujian SPSS 24 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.16 Hasil Uji Persial (Uji t)

Model Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig

B Std.

Error

Beta

(Constant) 1,383 2,090 0,662 0,511

Kualitas Produk

0,304 0,104 0,303 2,906 0,005

Pelayanan 0,378 0,067 0,588 5,647 0,000 d. Dependent Variabel: Y

(Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Berdasarkan hasil olah data SPSS diatas, menunjukkan bahwa nilai T hitung variabel Kualitas Produk (X1) sebesar 2,906 dan nilai signifikannya sebesar 0,005. Karena nilai T hitung 2.906>nilai T tabel 2.012, kemudian nilai signifikannya 0,005 < 0,05 maka berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji T dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima. Artinya Kualitas Produk (X1) berpengaruh positif dan signifikan terehadap Kepuasan Konsumen (Y). Kemudian variabel Pelayanan (X2) nilai T hitung sebesar 5,647 dan nilai signifikannya sebesar 0,000. Karena nilai T hitung 5,647 > nilai T tabel 2.012, kemudian

signifikannya 0,000 < 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji T dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima.

Artinya Pelayanan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y).

3. Koefisien Determinasi ( )

Pengujian ini digunakan untuk mengukur berapa besarnya konstribusi variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Semakin tinggi koefisien determinasi, semakin tinggi kemampuan variabel bebar dalam menjelaskan variasi perubahan pada variabel terikatnya. Hasil yang didapat dari pengolahan data terdapat pada tabel 4.16 dengan menggunakan SPSS 24 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.17

Hasil Uji Koefisien Determinasi ( )

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 0,830 0,689 0,678 1,540

a. Predictors: (Constant), Total_X1, Total_X2 (Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24)

Hasil pengujian ini menunjukkan besarnya koefisien korelasi berganda (R), koefisien determinasi (R Square), dan koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R Square). Berdasarkan tabel model Summary diatas diperoleh bahwa nilai koefisien korelasi berganda

(R) Sebesar 0,830. Ini menunjukkan bahwa variabel kualitas produk, dan pelayanan terhadap kepuasan konsumen mempunyai hubungan yang kuat. Hasil dari variabel diatas juga menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,689. Hal ini berarti bahwa kepuasan konsumen yang dipengaruhi oleh variabel kualitas produk (X1), pelayanan (X2) sebesar 68,9% dan sisanya 31,1% dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti. Dan nilai koefisien determinasik yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) adalah 0,678, dengan demikian dalam penelitian ini Adjusted R Square sebesar 67,8% untuk variabel kualitas produk (X1), pelayanan (X2) memiliki hubungan yang lemah dengan variabel kepuasan konsumen (Y).

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara persial dan secara simultan mengenai variabel Kualitas Produk dan Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen Café Coffee Moral di Kota Makassar, serta pembahasan disesuaikan dengan tujuan dari penelitian ini.

1. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pertama, dimana penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Café Coffee Moral di Kota Makassar. Dimana hal ini didukung oleh hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa responden memberikan jawaban sengat setuju dan setuju apabila Kualitas Produk diukur dengan menggunakan indikator daya tahan, karena hasil penelitian inilah yang menunjukkan bahwa

indikator yang paling mendominasi adalah daya tahan. Dimana responden memberikan jawaban dengan nilai rata-rata 4.23.

Konsumen diharapkan dan dituntut untuk mengetahui tentang kualitas produk dalam segala aspek. Berdasarkan hal ini, untuk membuat kepuasan konsumen, maka seorang konsumen harus mengetahui kualitas produk, dalam artian apabila kualitas produk baik maka kepuasan konsumen dapat terjadi dan sebaliknya jika kualitas produk buruk maka kepuasan konsumen sulit untuk terjadi.

Hal diatas sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Mac Donald 2017) dengan judul “Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pelanggan di Kopi Box Wanea Manado”

2. Pengaruh Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua, dimana penelitian ini menunjukkan bahwa Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Café Coffee Moral di Kota Makassar.

Dimana hal ini didukung oleh hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa responden memberikan jawaban sangat setuju apabila pelayanan diukur dengan menggunakan indikator jaminan kepastian, karena hasil penelitian inilah yang menunjukkan bahwa indikator yang paling dominan adalah jaminan kepastian. Responden memberikan jawaban sangat setuju dengan nilai rata-rata sebesar 4.25.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka hal ini menunjukkan bahwa jaminan kepastian mampu mempengaruhi kepuasan konsumen, jaminan

kepastian pelayanan seperti ramah/sopan dan menjaga kebersihan/menjaga kesegaran minuman dan makanan. Jika jaminan kepastian pelayanan berjalan dengan baik maka akan mendukung kepuasan konsumen.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (James, Hendra, Reitty 2021) dengan judul “Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan dan Store Atmosphere Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Café 3.Am Koffie Spot Manado”

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Café Coffee Moral di Kota Makassar, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai t hitung 2,906 > nilai t tabel 2,012, kemudian nilai signifikannya 0,005 <

0,05 maka berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji T bahwa hipotesis pertama diterima.

2. Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Café Coffee Moral di Kota Makassar, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai nilai t hitung 5,647

> nilai t tabel 2,012 kemudian signifikannya 0,000 < 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan kepputusan dalam uji T nahwa hipotesis kedua diterima.

B. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan serta kesimpulan dari penelitian ini, maka peneliti menuliskan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi Café Coffee Moral Makassar, agar lebih bisa meningkatkan Kualitas Produk dan Pelayanan agar Kepuasan Konsumen yang

Dokumen terkait