• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Hasil Penelitian Relevan

Dalam dokumen korelasi antara ketersediaan sumber belajar (Halaman 42-48)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Tinjauan Hasil Penelitian Relevan

Penelitian yang dilakukan oleh Nurjannah Tahun 2014 dengan judul peneitian

Efektifitas Pembelajaran Bahasa Arab Melalui Buku Paket Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Arab Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Parepare”.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik sampling yang digunakan yaitu sampling proposive sehingga diperoleh sampel sebanyak 19 orang. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistic deskriftif dengan menggunakan rumus korelasi produk moment. Hasil penelitian yang telah diakukan peneliti, maka diperoleh besarnya rxy yaitu 0,878 yang besarnya berkisar antara 0,80 – 1.0 berarti korelasi antara variabel X dab variabel Y itu termasuk korelasi sangat tinggi. Sedangkan “r” tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 0,482,

40Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, Edisi Revisi, h. 218-219.

41Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, Edisi Revisi, h. 219-221.

sedangkan pada taraf signifikan 10% sebesar 0,606, ternyata r0 yaitu 0,878 lebih besar dari pada “r” tabel, baik pada taraf signifikan 5% (0,482) maupun pada taraf signifikan 10% (0,606). Karena rxy pada taraf signifikan 5% lebih besar dari pada “r”

tabel (0,878 > 0,482), maka pada taraf signifikan 5% hipotesa kerja atau hipotesa alternative (Ha) diterima dan hipotesa nihil (Ho) ditolak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan hasil beajar bahasa Arab peserta didik di MAN 2 Parepare, karena terbukti hubungan itu berada pada hubungan yang sangat tinggi.42

Penelitian dilakukan oleh Khusnul Khatimah Ilyas Tahun 2014. “Penggunaan Sarana Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta didik Kelas XI SMA Negeri 3 Kabupaten Pinrang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar pendidikan Agama Islam Peserta didik SMA Negeri 3 Kabupaten Pinrang dengan menggunakan buku paket. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (fied research) dengan pendekatan kualitatif sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian deskriptif kualitatif. Karena penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan secara mendalam tentang penggunaan sarana pembelajaran buku paket dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.

Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diperoleh secara langsung oleh penuis seperti wawancara, adapun informasi dalam penelitian ini adalah kepalah sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, staf tata usaha dan peserta didik. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung seperti buku-buku atau referensi lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi,

42Nurjannah, Efektifitas Pembelajaran Bahasa Arab Melalui Buku Paket dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Arab Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Parepare. 2014.

wawancara dan dokumentasi untuk mengambil nilai rapor. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku paket dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat efektif dan prestasi belajaran pendidikan Agama Islam peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Kabupaten Pinrang berada pada kategori baik sekali.43

Persamaan penelitian Nurjannah dengan penelitian ini terletak pada variabel X yaitu buku paket yang digunakan secara khusus, sedangkan dalam penelitian ini membahas secara keseluruhan tentang sumber belajar. Adapun perbedaannya terletak pada variabel Y yang menjelaskan tentang hasil belajar peserta didik, sedangkan penelitian ini untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik.

Persamaan penelitian Khusnul Khatimah Ilyas dengan penelitian ini terletak pada variabel X dan variabel Y. Namun variabel X dalam penelitian ini tidak relevan dengan penelitian sebelumnya karena penelitian ini membahas secara keseluruhan tentang sumber belajar, sedangkan penelitian sebelumnya hanya membahas secara khusus tentan sarana pembelajara yang merupakan salah satu bagian dari sumber belajar. Variabel Y dalam penelitian sebelumnya dengan penelitian ini memiliki persamaan ingin mengetahui prestasi belajar peserta didik. Adapun perbedaannya, penelitian sebelumnya ingin mengetahui penggunaan sarana pembelajaran, sedangkan penelitian ini ingin mengetahui ketersedian sumber belajar.

Persamaan dan perbedaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian penulis sebagai bukti bahwa yang dilakukan peneliti murni dari hasil usaha sendiri tanpa menyalin atau menggandakan dari penelitian terdahulu.

43Khusnul Khatimah Ilyas, Penggunaan Sarana Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta didik Kelas XI SMA Negeri 3 Kabupaten Pinrang. 2014.

2.3 Karangka Pikir

Kerangka piker yang dimaksudkan sebagai landasan sistematik berpikir dan mengurangi masalah-masalah yang dibahas dalam proposal. Karangka pikir dalam penelitian ini difokuskan pada sumber pendidikan dalam proses pembelajaran bahasa Arab, sehingga pendidik harus memiliki strategi khusus dalam penggunaan sumber belajar. Oleh karena itu, penelitian ini akan memberikan informasi tentang ada atau tidak Korelasi antara ketersediaan sumber belajar dengan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab dikelas X MAN Pinrang. Dalam hal ini, untuk menjelaskan variabel yang akan diteliti, penulis melampirkan model karangka piker sebagai berikut.

Gambar 2.1 Skema Karangka Pikir Penelitian

Penelitian ini menfokuskan di Madrasah Aliyah Negeri Pinrang di mana dalam proses pembelajaran tidak dapat terlepas dari sumber belajar dan Peserta didik

Madrasah Aliyah Negeri Pinrang

Proses Pembelajaran

Ketesediaan Sumber Belajar

Peserta didik kelas X

Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Arab

Kelas X

yang di mana peserta didik kelas X membutuhkan yang namanya sumber belajar begitupun sebaliknya sumber belajar membantu peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Arab kelas X.

2.4 Hipotesis Penelitian

Hipotesis berasal dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). Hipo berarti kurang dari, sedang tesis berarti pendapat. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara, belum benar-benar berstatus sebagai suatu tesis.

Hipotesis adalah merupakan dugaan sementara yang masih dibuktikan kebenarannya melalui suatu penelitian.44

Dalam rangkah memperoleh jawaban atas pertanyaan atau permasalahan tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

2.4.1 Ketersediaan sumber belajar pada mata pelajaran bahasa Arab nilainya paling tinggi 60% dari yang diharapkan.

2.4.2 Prestasi belajar bahasa Arab bahwa peserta didik kelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang dengan nilainya kurang dari 60% dari yang diharapkan.

2.4.3 Terdapat korelasi antara ketersediaan sumber belajar dengan prestasi belajar peserta didik di kelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang

Adapun untuk kebenaranya, maka akan dibuktikan melalui hasil penelitian yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Pinrang.

2.5 Definisi Operasional Variabel

Untuk menghindari terjadinya kesalah fahaman atau interpretasi yang keliru pada pembaca sekaligus memudahkan pemahaman terhadap makna yang terkandung

44Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi, Metodologi Penelitian (Cet. XI; Jakarta: Sinar Grafik Offset, 2010), h. 28.

dalam topik penelitian ini yang tidak terlepas dari tujuan definisi operasional variabel itu sendiri, untuk memperjelas tentang konsep dasar penelitian serta memberikan batasan-batasan agar tidak menimbulkan selah fahaman maka akan dijelaskan variabel dalam penelitian ini:

2.5.1 Ketersediaan sumber belajar dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menfasilitasi proses pembelajaran bahasa Arab seperti pesan merupakan komunikasi baik lisan maupun tertulis yang dikirim dari satu orang keorang lain. Orang yang didalamnya pendidik dan peserta didik. Bahan artinya isi materi. Alat yaitu video, lagu, buku paket, gambar dan power poin, di dalam alat tersebut terdapat isi materi. Teknik ialah metode pengajaran. Lingkungan merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Adapun yang dibahas secara khusus yaitu alat dengan menggunakan buku paket dalam proses pembeajaran.

2.5.2 Prestasi belajar peserta didik dalam belajar bahasa Arab dalam penelitian ini adalah hasil atau nilai yang telah dicapai peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran bahasa Arab yang mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomostorik peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri Pinrang.

32

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Desain Penelitian

Apabala dilihat dari aspek metode yang digunakan maka penelitian ini termasuk jenis penelitian survai. Peneliatan survai adalah sebagai tindakan mengukur atau memperkirakan.

Penelitian survai merupakan suatu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yang sama kepada banyak orang, untuk kemudian seluruh jawaban yang terperoleh peneliti dicatat, diolah, dan dianalisis.45

Adapun berdasarkan jenis datanya penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif asosiatif deskriftif karena penelitian berusaha mendapatkan data yang obyektif, valid, dan reliable dengan menggunakan data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang, korelasi antara ketersediaan sumber belajar dengan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab di kelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang. Penelitian ini berusaha memaparkan hubungan faktor-faktor atau variabel yang mempengaruhi keadaan tanpa memanipulasi variabel tersebut.

Desain hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat diperhatikan pada gambar berikut:

Gambar 4.1: Desain hubungan antara variabel

45Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi (Cet. IX; Jakarta: Fajar Interpratama, 2014), h. 143.

X Y

Keterangan:

X = Ketersediaan sumber belajar Y = Prestasi belajar peserta didik 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Yang menjadi lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah Madrasah Aliyah Negeri Pinrang. Penelitian telah dilaksanakan dalam waktu kurang 2 bulan.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. Jadi populasi bukan saja orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain.46

Maka dapat disimpukan populasi merupakan keseluruhan obyek penelitian, baik berupa manusia, kelompok sosial dan organisasi, benda maupun unsur lain seperti kejadian maupun peristiwa, nilai dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah penelitian. Dengan kata lain, populasi merupakan tempat memperoleh data penelitian.

Berdasarkan pada obyek yang ada dalam populasi, maka dikenal dua macam ukuran populasi yaitu:

1. Populasi tak terhingga adalah sebuah populasi yang didalamnya terdapat tak hingga banyak obyek. Semua pengamatan mengenai proses yang berjalan secara terus menerus di bawah kondisi yang sama.

2. Populasi terhingga adalah semua populasi dimana terdapat obyek yang terhingga banyaknya.47

46Sugiyono, Metodo Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cet.

XI; Bandung: Alfabate, 2010), h. 117.

47Sedarmayanti dan Syarifuddin Hidayat, Metodologi Penelitian (Cet. II; Bandung:

Sumbersari Indah, 2011), h. 122-123.

Pengertian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan objeknya tidak terlalu banyak. Sehubungan dengan hal tersebut maka populasi dalam pengertian ini termasuk dalam kelompok populasi terbatas. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MAN Pinrang dengan jumlah peserta didik 361 sebagaimana terdapat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3.1 Data Populasi Madrasah Aliyah Negeri Pinrang.

No KELAS LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH

1 X P.Mipa1 18 19 37

2 X P.Mipa 2 16 22 38

3 X P.Mipa 3 15 23 38

4 X P.Mipa 4 16 20 36

5 X P.Mipa 5 16 20 36

6 X P.Mipa 6 16 20 36

7 X P.Mipa 7 14 22 36

8 X P.Sosial 1 15 19 34

9 X P.Sosial 2 16 18 34

10 X P.Agama 13 23 36

JUMLAH 155 206 361

Sumber Data: Madrasah Aliyah Negeri Pinrang

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.48 Berdasarkan pengertian tersebut, maka jelas bahwa sampel bagian dari populasi yang dapat diteliti dengan tujuan memperoleh keterangan penelitian dengan cara hanya mengamati bagian dari populasi.

48Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, h.

118.

Langkah-langkah dalam menentukan sampel sebagai berikut:

1. Mendefinisikan populasi yang akan dijadikan objek penelitian.

2. Menentukan prosedur sampling 3. Menentukan besarnya sampel49

Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik yang diambil dari masing-masing kelas dengan menggunakan random sampling atau teknik acak. Dengan rumus Isaac dan Michael sebagai berikut:

Keterangan:

s = Jumlah sampel N = Jumlah populasi

λ2 = Chi Kuadrat, dengan dk = 1, taraf kesalahan 1%, 5% dan 10%

d = 0,05 P = Q = 0,5 50 s = (1,645)

2.364.0,5.0,5 (0,05)2 .(361−1)+(1,645)2.0,5.0,5

s

=

2,706 .361.0,25 (0,0025.360)+(2,706.0,25)

s

=

(0,9)+(0,6765)246.2165

s

=

246.2165

1.5765

=

156.179

49Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Cet. IV; Jakarta: 2014), h. 148.

50Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, h. 126.

=156

Akan dilakukan penelitian untuk mengetahui tanggapan peserta didik terhadap ketersediaan sumber belajar dengan prestasi peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab di kelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang. Peserta didik itu terdiri 361 orang, yang dapat di kelompokkan berdasarkan setiap jumlah peserta didik kelas X, yaitu P. Mipa1 = 37, P. Mipa2 = 38, P. Mipa3 = 38, P. Mipa4 = 36, P. Mipa5 = 36, P. Mipa6

= 36, P. Mipa7 = 36, P. sosial1 = 34, P. sosial2 = 34, dan P. Agama = 38 (pupulasi).

Jadi ukuran sampel pada penelitian ini sebanyak 156 peserta didik. Adapun rincian tabel sampel peneliti sebagai berikut

Tabel 3.2 Data Populasi Madrasah Aliyah Negeri Pinrang.

No KELAS POPULASI SAMPEL

1 X P.Mipa1 37/361. 156 15.9 (16)

2 X P.Mipa 2 38/361. 156 16.4 (16)

3 X P.Mipa 3 38/361. 156 16.4 (16)

4 X P.Mipa 4 36/361. 156 15.5 (15)

5 X P.Mipa 5 36/361. 156 15.5 (15)

6 X P.Mipa 6 36/361. 156 15.5 (15)

7 X P.Mipa 7 36/361. 156 15.5 (15)

8 X P.Sosial 1 34/361. 156 14.6 (15)

9 X P.Sosial 2 34/361. 156 14.6 (15)

10 X P.Agama 38/361. 156 16.4 (16)

JUMLAH 361 156.3 (156)

Sumber Data: Hasil perhitungan

Jadi jumlah sampelnya = 15.9 + 16.4 + 16.4 + 15.5 + 15.5 + 15.5 + 15.5 + 14.6 + 14.6 + 16.4 = 156.3 sehingga jumlah sampel menjadi 156.

3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Setiap penelitian yang dilaksanakan perlu menggunakan beberapa teknik dan instrument penelitian dimana teknik dan instrument yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan menguatkan agar data yang diperoleh dari lapangan benar-benar valid, akurat, dan autentik. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

3.4.1 Angket (kuesioner)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.51

Tujuan penyebaran angket adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisihan daftar pertanyaaan.52

Angket merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan-pertanyaan tertulis tentang sesuatu yang terkait erat dengan masalah-masalah yang akan diteliti kepada responden untuk dijawab. Dan kuesioner akan dibagikan kepada peserta didik untuk diisi jawabannya.

Angket (kuesioner) digunakan untuk mendapatkan data tentang” ketersediaan sumber belajar dengan prestasi beljara peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab dikelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang.

Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dan langsung. Tertutup karena jawaban responden tinggal menyilang saja atau memilih jawaban yang telah

51Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitati, Kualitatif, dan R&D, h.

199.

52Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi (Cet. VI; Jakarta: Fajar Interpratama, 2012), h. 97.

tersedia. Pelaksanaanya langsung kepada subyek untuk mendapatkan keadaan tentang dirinya. Sedangkan untuk menguji tingkat kesahahihan dan kehandalan angket akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas angket. Dalam item angket harus berdasarkan indikator variabel dengan alternatif jawaban.

Pilihan jawaban variabel I yaitu: Sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik) dan sangat tidak baik. Untuk menskoring pernyataan positif jawaban sangat baik dan selalu 5, baik dan sering 4, cukup baik dan kadang-kadang 3, tidak baik dan jarang 2, sangat tidak baik dan sangat tidak pernah 1.

Tabel 3.3 Kisi-kisi instrumen variabel penelitian

NO Variabel Indikator pernyataan Jumlah

1. Ketersediaan sumber belajar

a.Orang dan Pesan 1,2,3,4,5 5

b.Bahan 6,7 2

c.Alat 8,9,10 3

d.Teknik 12,13,14 3

e.Lingkungan 15,16 2

Jumlah Pernyataan 15

3.4.2 Dokumentasi

Dokumen yang dimaksud adalah pengumpulan data yang berbentuk dokumen yang terdapat dan dihasilkan di lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti mengumpukan data tertulis berupa dokumen data-data penting yang berkaitan erat dengan pembahasan penelitiaan ini, seperti nilai raport yang digunakaan untuk menguji prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab di kelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang.

3.5 Uji Persyaratan Analisis Data

Dalam penelitian kuantitatif, analisis statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.53 Teknik analisis data yang digunakan sudah jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal.54

3.5.1 Uji Validitas

Untuk memudahkan uji validitas data yang ada maka peneliti menggunakan perhitungan data dengan SPSS versi 2.0, dengan kriteria peneliian sebagai berikut:

Jika rhitung ≥ rtabel, maka instrument dikatakan validitas pada tingkat signifikasi α= 5%.

3.5.2 Uji Reliabilitas

Untuk memudahkan uji reliabilitas data yang ada maka peneliti menggunakan perhitungan data dengan SPSS versi 2.0, dengan kriteria peneliian sebagai berikut:

Jika rhitung ≥ rtabel, maka instrument dikatakan reliabilitas pada tingkat signifikasi α= 5%.

3.5.3 Uji Normalitas

Untuk memudahkan uji normalitas data yang ada maka peneliti menggunakan perhitungan data dengan SPSS versi 2.0, dengan kriteria penelitian sebagai berikut:

53Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, h.

207.

54Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Cet. III; Bandung: Alfabeta, 2013), h. 136.

Jika rhitung ≥ rtabel, maka instrument dikatakan normalitas pada tingkat signifikasi α= 5%.

3.5.4 Uji hipotesis 1. Uji pihak kanan

Uji pihak kanan memudahkan peneliti menggunakan perhitungan data dengan SPSS versi 2.0 dan untuk mengetahui ketersediaan sumber belajar bahasa Arab, dengan kriteria penelitian sebagai berikut:

HO : μ ≥ 60%

Ha : μ ≤ 60%

2. Uji pihak kiri

Uji pihak kiri memudahkan peneliti menggunakan perhitungan data dengan SPSS versi 2.0 dan untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik, dengan kriteria penelitian sebagai berikut:

HO : μ ≤ 60%

HI : μ ≥ 60%

3. Uji dua pihak

Untuk mengetahui korelasi antara ketersediaan sumber belajar dengan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab di kelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang, maka menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Produck Moment sebagai berikut:

Keterangan:

𝑟𝑥𝑦= Koefisien korelasi variabel X dan Y

𝑥 = Jumlah skor distribusi X

𝑦 = Jumlah skor distribusi Y

∑𝑥2 = Jumlah kuadrat skor distribusi 𝑥2 ∑𝑦2 = Jumlah Kuadrat Skor distribusi 𝑦255

Kesimpulan dari rumus di atas yaitu jika rxy ≥ rtabel, maka HO ditolak dan HI diterima pada tingkat signifikansi 𝑟𝑥𝑦= 5%. Adapun untuk mengetahui tingkat korelasi antara ketersediaan sumber belajar dengan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab kelas X, maka menggunakan pedoman untuk memberikan interpretasi sebagai berikut:

Tabel 3.4 Tingkat korelasi dan kekuatan hubungan Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Cukup

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat kuat56

Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel X terhadap variabel Y, maka dapat ditentukan dengan menggunakan rumus kofisien determinasi sebagai berikut:

KD = (r) 2 x 100%

Keterangan:

KD = Koefisien Determinasi R = Koefisien Korelasi

55Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, h. 255.

56Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R & D (Cet. IX; Bandung: Alfabeta, 2008), h. 257.

42

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskrps Hasil Penelitian

Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan menampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan. Dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengan adanya sumber belajar dapat dilihat dari usaha belajar peserta didik semakin baik usaha belajar, semakin baik pula prestasi belajarnya yang didapatkan.

Setelah melakukan observasi, peneliti mendapat tanggapa positif dari peserta didik, hal ini dibuktikan oleh jawaban angket yang telah dibagikan kepada 156 peserta didik kelas X Madrasah Aliyah Negeri Pinrang yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini, sebagaimana yang tercantum dalam tabel berikut ini:

4.1.1 Tabulasi angket seluruh responden untuk variabel X (Ketersediaan sumber belajar bahasa Arab)

Tabel 4.1 Kehadiran guru mata pelajaran bahasa Arab di sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat tidak baik 2 1.3 1.3 1.3

Tidak baik 1 .7 .7 1.9

Cukup baik 16 10.3 10.3 12.2

Baik 53 34.0 34.0 46.2

Sangat baik 84 53.8 53.8 100.0

Total 156 100.0 100.0

Sumber data: Output Data Variabel X pada IBM Statistik SPSS 2.0, Angket no.1

Dari tabel 4.1. Terlihat bahwa jumlah responden yang sangat baik mengenai kehadiran guru mata pelajaran bahasa Arab di sekolah berjumlah 84 responden dengan hasil persentase sebanyak 53.8%, dan yang memilih kategori baik sebanyak

53 responden dengan hasil persentase sebanyak 34.0%, sedangkan responden yang memilih kategori jawaban cukup baik berjumlah 16 responden dengan hasil persentasi sebanyak 10.3%, tidak baik berjumlah 1 responden dengan hasil persentasi sebanyak 0.7%, dan sangat tidak baik berjumlah 2 responden dengan hasil persentasi sebanyak 1.3% . Hal ini bisa dilihat bahwa dengan mengenai kehadiran guru mata pelajaran bahasa Arab di sekolah sangat berpengaru dengan proses pembelajaran bahasa Arab.

Tabel 4.2 Buku paket pelajaran bahasa Arab tersedia di sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat tidak baik 6 3.8 3.8 3.8

Tidak baik 12 7.7 7.7 11.5

Cukup baik 21 13.5 13.5 25.0

Baik 53 34.0 34.0 59.0

Sangat baik 64 41.0 41.0 100.0

Total 156 100.0 100.0

Sumber data: Output Data Variabel X pada IBM Statistik SPSS 2.0, Angket no.2

Dari tabel 4.2 Terlihat bahwa jumlah responden yang sangat baik mengenai buku paket pelajaran bahasa Arab tersedia di sekolah berjumlah 64 responden dengan hasil persentase sebanyak 41.0%, dan yang memilih kategori baik sebanyak 53 responden dengan hasil persentase sebanyak 34.0%, sedangkan responden yang memilih kategori jawaban cukup baik berjumlah 21 responden dengan hasil persentasi sebanyak 13.5%, tidak baik berjumlah 12 responden dengan hasil persentasi sebanyak 7.7 %, dan sangat tidak baik berjumlah 6 responden dengan hasil persentasi sebanyak 3.8% . Hal ini bisa dilihat bahwa dengan mengenai buku paket pelajaran bahasa Arab tersedia di sekolah sangat berpengaru dengan proses pembelajaran bahasa Arab.

Tabel 4.3 Siswa memiliki buku paket pelajaran bahasa Arab

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat tidak baik 13 8.3 8.3 8.3

Tidak baik 28 17.9 17.9 26.3

Cukup baik 25 16.0 16.0 42.3

Baik 49 31.4 31.4 73.7

Sangat baik 41 26.3 26.3 100.0

Total 156 100.0 100.0

Sumber data: Output Data Variabel X pada IBM Statistik SPSS 2.0, Angket no.3

Dari tabel 4.3. Terlihat bahwa jumlah responden yang sangat baik mengenai peserta didik memiliki buku paket pelajaran bahasa Arab berjumlah 41 responden dengan hasil persentase sebanyak 26.3%, dan yang memilih kategori baik sebanyak 49 responden dengan hasil persentase sebanyak 31.4%, sedangkan responden yang memilih kategori jawaban cukup baik berjumlah 25 responden dengan hasil persentasi sebanyak 16.0%, tidak baik berjumlah 28 responden dengan hasil persentasi sebanyak 17.9%, dan sangat tidak baik berjumlah 13 responden dengan hasil persentasi sebanyak 8.3%. Hal ini bisa dilihat bahwa dengan mengenai peserta didik memiliki buku paket pelajaran bahasa Arab tersedia sangat berpengaru dengan proses pembelajaran bahasa Arab

Tabel 4.4 Kamus penunjang buku paket bahasa Arab tersedia di sekolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat tidak baik 8 5.1 5.1 5.1

Tidak baik 23 14.7 14.7 19.9

Cukup baik 38 24.4 24.4 44.2

Baik 55 35.3 35.3 79.5

Sangat baik 32 20.5 20.5 100.0

Total 156 100.0 100.0

Sumber data: Output Data Variabel X pada IBM Statistik SPSS 2.0, Angket no.4

Dari tabel 4.4. Terlihat bahwa jumlah responden yang sangat baik mengenai peserta didik memiliki buku paket pelajaran bahasa Arab berjumlah 32 responden

Dalam dokumen korelasi antara ketersediaan sumber belajar (Halaman 42-48)

Dokumen terkait