• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................. 30-42

F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Statistik deskripif adalah suatu teknik pengolahan data yang digunakan apabila peneliti bermaksud memperoleh gambaran data tentang modus, median, mean (rata-rata), standar deviasi, perhitungan persentase, nilai maksimum dan minimum.11

Adapun langkah-langkah untuk analisis data statistik deskriptif adalah sebagai berikut:

a. Membuat tabel distribusi frekuensi

b. Menentukan jangkauan (range) dari jangkauan = Data terbesar- data terkecil.

c. Menentukan panjang interval kelas panjang interval kelas (i) dengan rumus:

π½π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’π‘Žπ‘› (𝑅) π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘›π‘¦π‘Ž πΎπ‘’π‘™π‘Žπ‘  (π‘˜)

d. Rata-rata (mean)

𝑋̅ =βˆ‘ 𝑓𝑖𝑋𝑖

βˆ‘ 𝑓𝑖

11Sulaiman Saat dan Sitti Mania, Pengantar Metodologi Penelitian (Cet. Kedua;

Makassar: Pusakan Almaida, 2020), h. 111.

Keterangan :

𝑋¯ = Rata-rata variabel f

Ζ‘i = Frekuensi untuk variabel X

X i = Tanda kelas interval variabel (skor yang diperoleh)

e. Menghitung standar deviasi

𝑺𝑫= βˆšβˆ‘ π’‡π’Šπ’βˆ’πŸ(π‘Ώπ’Šβˆ’π‘ΏΜ…)

Keterangan:

SD = Nilai standar deviasi Ζ©f = Jumlah frekuensi

Xi = Nilai ujian

𝑋¯ = Nilai rata-rata

n = Jumlah responden/ sampel f. Menghitung varians dengan cara

𝑠2 = βˆ‘ fi(π‘₯i – XΜ… )2 n βˆ’ 1 Keterangan:

S2: Varians fi : Frekuensi

π‘₯i : Nilai ke-i

n : Jumlah Responden/sampel

Untuk mempermudah mengetahui gambaran bahan ajar e-modul dan gambaran hasil belajar peserta didik maka dibuat rincian menurut kategori nilai.

Kategorisasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat kognitif peserta didik tingkat rendah, sedang, dan tinggi dengan menggunakan skor empiris.

Pada bagian selanjutnya, dilakukan beberapa pengujian untuk keperluan pengujian hipotesis, pertama dilakukan pengujian dasar yaitu uji normalitas setelah itu dilakukan uji t-test keperluan uji hipotesis.

a. Uji Normalitas Data

Pengujian normalitas adalah pengujian tentang kenormalan distribusi data dan merupakan pengujian yang paling banyak dilakukan untuk analisis parametrik.13 Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data dari variabel itu berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji shapiro wilk karena sampel kurang dari 50 dengan menggunakan taraf 0,05.14Adapun rumusnya sebagai berikut:

D = π‘‹π‘–βˆ’π‘‹

𝑆𝐷

Keterangan :

π‘₯i : nilai chi-kuadrat π‘₯Β― : Frekuensi hasil

12Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2012), h. 281.

13Purbayudi Budi Santosa dan Ashari, Analisis Statistik dengan Microsoft Excel dan SPSS (Yokyakarta: Andi Offset, 2007), h. 230.

14Slamet Riyanto dan Aglis Andhita Hatmawan, Metode Riset Penelitian Kuantitatif (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), h.85.

Rentang Nilai Kategori Hasil Belajar

0-30 Sangat Rendah

35-54 Rendah

55-64 Sedang

65-84 Tinggi

85-100 Sangat Tinggi12

Data dinyatakan berdistribusi normal apabila π·β„Ži𝑑𝑒𝑛𝑔 > π·π‘‡π‘Žπ‘π‘’π‘™ pada taraf signifikan Ξ± = 0,05. Selain itu data juga dapat diolah dengan program SPSS dengan kriteria pengambilan keputusan adalah jika signifikansi di bawah 0,05 berarti data tersebut tidak normal dan jika signifikansi di atas 0,05 maka berarti data yang akan kita uji normal

𝐻0: angka signifikan (Sig) < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal 𝐻a: angka signifikan (Sig) > 0,05, maka data berdistribusi normal

b. Uji Hipotesis

Uji hipotesis digunakan setelah menghitung data yang menggunakan rumus shapiro wilk. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik yang disebut dengan uji paired sampel t-test dan jika diolah menggunakan SPSS maka menggunakkan dependent sample t-test.

Uji paired sampel t-test adalah pengujian yang digunakan untuk membandingkan selisih dua mean dari sampel yang berpasangan dengan asumsi data berdistribusi normal. Sampel berpasangan berasal dari subjek yang sama, setiap variabel diambil saat situasi dan keadaan yang berbeda. Uji paired sampel t-test menunjukkan apakah sampel berpasangan mengalami perubahan yang bermakna.

Persamaan uji paired sampel t-test sebagai berikut:

𝑑 = π‘₯Μ…1βˆ’ π‘₯Μ…2

βˆšπ‘ 12 𝑛1 +𝑠22

𝑛2 βˆ’ 2π‘Ÿ ( 𝑠1

βˆšπ‘›1

) ( 𝑠2

βˆšπ‘›2

)

15Sugiyono, Statistika untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2017), h. 107.

1

2

x1 = rata-rata sampel 1 (sebelum treatment) x2 = rata-rata sampel 2 (setelah treatment)

s1 = simpangan baku sampel 1 (sebelum treatment) s2 = simpangan baku sampel 2 (setelah treatment) s12 = Varians sampel 1 (sebelum treatment) s22 = Varians sampel 2 (setelah treatment) r = korelasi antara data dua kelompok.16

Hasil uji paired sampel t-test ditentukan oleh nilai signifikansinya. Nilai ini kemudian menentukan keputusan yang diambil dalam penelitian.

a) Jika nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar e-modul.

b) Jika nilai signifikansi (2-tailed) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar e-modul.

Jika terdapat perbedaan O1 : nilai pretest (sebelum pengunaan bahan ajar e- modul) dengan O2 : nilai posttest (setelah pengunaan bahan ajar e-modul), dimana jika O2 > O1, maka penggunaan bahan ajar e-modul berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik.17

16Sugiyono, Statistika untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2017).

17Sugiyono, Metode penelitian kuntitatif kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2011).

43

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Umum SD Inpres Palompong

Penelitian dilakukan mulai tanggal 10 Maret sampai tanggal 15 Maret 2023 di SD Inpres Palomong Kabupaten Gowa dengan menerapkan bahan ajar e-modul dari jumlah sampel 30 peserta didik kelas IV. Adapun deskripsi umum mengenai SD Inpres Palompong diuraikan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4. 1 Identitas Sekolah

Nama Sekolah SD Inpres Palompong

NPSN 40301077

Alamat Sekolah Palompong, Desa Pabentengan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa

Tahun Berdiri 1975

Akreditasi B

Status Sekolah Negeri

Nama Kepala Sekolah Suharni, S.Pd.

Jumlah Ruang Belajar 6 Kelas

Luas Tanah 2.925 m2

E-mail [email protected]

Pada bagian ini, akan dibahas hasil penelitian secara rinci dengan pendekatan analisis statistik. Penelitian ini, analisis deskriptif digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua yaitu hasil belajar peserta didik sebelum dan hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan menggunakan bahan ajar e-modul sedangkan analisis uji hipotesis digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga yaitu apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI kelas IV di SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa sebelum dan setelah diajar menggunakan bahan ajar e-modul.

a. Deskripsi Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa Sebelum Penerapan Bahan Ajar E-Modul

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti di SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa pada kelas IV yang berjumlah 30 peserta didik yang dilaksanakan pada tanggal 10 Maret sampai 15 Maret 2023, melalui instrumen tes peneliti dapat mengumpulkan data nilai hasil belajar peserta didik kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa.

Adapun nilai hasil belajar peserta didik sebelum penerapan bahan ajar e- modul sebagai berikut:

Tabel 4. 2 Nilai Hasil Belajar PAI Peserta Didik Sebelum penerapan Bahan Ajar E-modul

No Nama Nilai Pretest

1 P1 60

2 P2 40

3 P3 50

4 P4 60

5 P5 70

6 P6 20

8 P8 20

9 P9 60

10 P10 30

11 P11 30

12 P12 50

13 P13 70

14 P14 50

15 P15 70

16 P16 70

17 P17 40

18 P18 60

19 P19 50

20 P20 30

21 P21 30

22 P22 60

23 P23 40

24 P24 60

25 P25 50

26 P26 30

27 P27 50

28 P28 50

29 P29 40

30 P30 40

Jumlah 1.420

Rata-rata 47,33

Nilai hasil belajar PAI peserta didik sebelum penerapan bahan ajar e-modul diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS. Adapun statisik hasil belajar peserta didik sebelum penerapan bahan ajar e-modul aplikasi SPSS sebagai berikut:

Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Frequency Percent

Valid 20 2 6,7

30 5 16,7

40 6 20,0

50 7 23,3

60 6 20,0

70 4 13,3

Total 30 100,0

Berdasarkan tabel di atas, kelas interval pertama dengan perolehan nilai hasil belajar 20 memiliki frekuensi 2 dengan persentasi 6,7% , kelas interval kedua dengan nilai hasil belajar 30 memiliki frekuensi 5 dengan persentasi 16,7%, kelas ketiga dengan peroleh nilai hasil belajar 40 memiliki frekuensi 6 dengan persentasi 20%, kelas keempat dengan peroleh nilai hasil belajar 50 memiliki frekuensi 7 dengan persentasi 23,3%, kelas kelima dengan perolehan nilai hasil belajar 60 memiliki frekuensi 6 dengan persentasi 20% dan kelas keenam dengan peroleh nilai hasil belajar 70 memiliki frekuensi 4 dengan persentasi 13,3%.

Hasil analisis deskriptif untuk hasil belajar peserta didik sebelum dilakukan tes hasil belajar (pretest) sebelum diberikan perlakuan dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:

Tabel 4. 4 Statistik Deskriptif Hasil Belajar PAI Peserta Didik Sebelum Penerapan Bahan Ajar E-Modul

Pretest

N Valid 30

Missing 0

Mean 47,33

Median 47,69

Mode 50

Std. Deviation 14,840

Variance 220,230

Range 50

Minimum 20

Maximum 70

Berdasarkan tabel di atas nilai hasil belajar PAI peserta didik sebelum penerapan bahan ajar e-modul diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 47,33 nilai tengah (median) sebesar 47,69, nilai yang sering muncul (mode) sebesar 50, nilai standar deviasi (std. deviation) sebesar 14,840, nilai varian (variance) sebesar 220,230, nilai jangkauan (range) sebesar 50, nilai terrendah sebesar 20, nilai tertinggi sebesar 70.

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebelum penerapan bahan ajar e-modul hasil belajar PAI peserta didik menunjukkan nilai yang diperoleh peserta didik bervariasi mulai dari nilai terendah 20 dan nilai tertinggi mencapai 70. Dengan rentang nilai 50 menunjukkan kemampuan peserta didik cukup merata.

peserta didik sebelum diterapkan bahan ajar e-modul dikategorikan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4. 5 Kategori Hasil Belajar PAI Peserta Didik di Kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa Sebelum Penerapan Bahan Ajar E-Modul

Berdasarkan pengkategorian tabel di atas, hasil belajar peserta didik sebelum di ajar menggunakan bahan ajar e-modul, maka dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik pada kategori sangat rendah dengan persentasi 23,4%

terdapat 7 orang peserta didik, kategori rendah dengan persentasi 43,3% terdapat 13 orang peserta didik, kategori sedang dengan persentasi 20% terdapat 6 orang peserta didik dan pada kategori tinggi dengan persentasi 13,3% terdapat 4 orang peserta didik. Jadi berdasarkan persentasi di atas maka dapat dikategorikan bahwa sebagian besar hasil belajar peserta didik sebelum diajar dengan bahan ajar e-modul berada pada kategori rendah dengan persentase 43,3%. Tabel kategorisasi di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram sebagai berikut:

Rentang Nilai Kategori

Pre-test

Frekuensi Persentase 0-30 Sangat Rendah 7 23,4%

35-54 Rendah 13 43,3%

55-64 Sedang 6 20%

65-84 Tinggi 4 13,3%

85-100 Sangat Tinggi - 0%

Jumlah 30 100%

Gowa

b. Deskripsi Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa Setelah Penerapan Bahan Ajar E-Modul

Data yang diperoleh dari instrumen posttest atau hasil belajar PAI peserta didik kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa setelah penerapan dengan menggunakan bahan ajar e-modul. Berikut nilai hasil belajar peserta didik setelah penerapan bahan ajar e-modul adalah sebagai berikut:

Tabel 4. 6 Nilai Hasil Belajar PAI Peserta Didik Setelah penerapan Bahan Ajar E-modul

No Nama Nilai Posttest

1 P1 80

2 P2 80

3 P3 100

4 P4 90

5 P5 70

6 P6 60

23,4%

43,3%

20%

13,3%

Persentase Hasil Belajar Sebelum Perlakuan

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi

8 P8 50

9 P9 100

10 P10 50

11 P11 60

12 P12 90

13 P13 90

14 P14 70

15 P15 90

16 P16 80

17 P17 80

18 P18 90

19 P19 80

20 P20 60

21 P21 50

22 P22 70

23 P23 60

24 P24 80

25 P25 60

26 P26 70

27 P27 70

28 P28 100

29 P29 60

30 P30 70

Jumlah 2.230

Rata-rata 74,33

Nilai hasil belajar PAI peserta didik setelah penerapan bahan ajar e-modul kemudian diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS. Adapun statisik hasil belajar peserta didik penerapan bahan ajar e-modul menggunakan aplikasi SPSS sebagai berikut:

Tabel 4. 7 Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Frequency Percent

Valid 50 3 10,0

60 6 20,0

70 7 23,3

80 6 20,0

90 5 16,7

100 3 10,0

Total 30 100,0

Berdasarkan tabel di atas, kelas interval pertama dengan perolehan nilai hasil belajar 50 memiliki frekuensi 3 dengan persentasi 10% , kelas interval kedua dengan nilai hasil belajar 60 memiliki frekuensi 6 dengan persentasi 20%, kelas ketiga dengan peroleh nilai hasil belajar 70 memiliki frekuensi 7 dengan persentasi 23,3%, kelas keempat dengan perolehan nilai hasil belajar 80 memiliki frekuensi 6 dengan persentasi 20%, kelas kelima dengan perolehan nilai hasil belajar 90 memiliki frekuensi 5 dengan persentasi 16,7% dan kelas keenam dengan perolehan nilai hasil belajar 100 memiliki frekuensi 3 dengan persentasi 10%.

Hasil analisis deskriptif untuk hasil belajar peserta didik setelah dilakukan tes hasil belajar (posttest) setelah diberikan perlakuan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Posttest

N Valid 30

Missing 0

Mean 74,33

Median 73,85

Mode 70

Std. Deviation 15,013

Variance 225,402

Range 50

Minimum 50

Maximum 100

Berdasarkan tabel di atas nilai hasil belajar PAI peserta didik setelah penerapan bahan ajar e-modul diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 74,33 nilai tengah (median) sebesar 73,85, nilai yang sering muncul (mode) sebesar 70, nilai Standar deviasi (std. deviation) sebesar 15,013, nilai varian (variance) sebesar 225,402, nilai jangkauan (range) sebesar 50, nilai terrendah sebesar 50, nilai tertinggi sebesar 100.

Tabel di atas menunjukkan bahwa setelah penerapan bahan ajar e-modul hasil belajar PAI peserta didik menunjukkan nilai yang diperoleh peserta didik bervariasi mulai dari nilai terendah 70 dan nilai tertinggi mencapai 100.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis, maka hasil belajar peserta didik setelah diterapkan bahan ajar e-modul dikategorikan pada tabel sebagai berikut:

Palompong Kabupaten Gowa Setelah Penerapan Bahan Ajar E-Modul

Berdasarkan pengkategorian tabel di atas, hasil belajar peserta didik setelah di ajar menggunakan bahan ajar e-modul, maka dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik pada kategori rendah dengan persentasi 10% terdapat 3 orang peserta didik, kategori sedang dengan persentasi 20% terdapat 6 orang peserta didik, kategori tinggi dengan persentasi 43,3% terdapat 13 orang peserta didik dan pada kategori sangat tinggi dengan persentasi 26,7% terdapat 8 orang peserta didik. Jadi berdasarkan persentasi di atas maka dapat dikategorikan bahwa sebagian besar hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan bahan ajar e-modul berada pada kategori tinggi dengan persentase 43,3%. Tabel kategorisasi di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram sebagai berikut:

Rentang Nilai Kategori

Post-test

Frekuensi Persentase 0-30 Sangat Rendah - 0%

35-54 Rendah 3 10%

55-64 Sedang 6 20%

65-84 Tinggi 13 43,3%

85-100 Sangat Tinggi 8 26,7%

Jumlah 30 100%

Berdasarkan hasil belajar sebelum dan setelah penggunaan bahan ajar e- modul, dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar sebelum perlakuan diperoleh 47,33 berada pada kategori rendah dan setelah perlakuan diperoleh nilai rata-rata 74,33 berada pada kategori tinggi. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 10 Kategori Rata-rata Nilai Hasil Belajar Sebelum dan Setelah Diterapkan Bahan Ajar E-Modul di Kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten

Gowa

Nilai Rata-rata Kategori Persentase

Pretest 47,33 Rendah 43,3%

Posttest 74,33 Tinggi 43,3%

10%

20%

43,3%

26,7%

Persentase Hasil Belajar Setelah Perlakuan

Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

a. Uji Normalitas Data

Pengujian ini dilakukan sebelum pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah data-data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan jenis uji shapiro wilk karena sampel kurang dari 100 dengan menggunakan taraf 0,05 dengan menggunanakan Statistical Packages For Social Sciences (SPSS). Jika angka signifikan (sig.) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal sedangkan jika angka signifikan (sig.) > 0,05 maka data berdistribusi normal. Berikut ini hasil dari uji normalitas SPSS:

Tabel 4. 11 Uji Normalitas Pre-test dan Post-test Hasil Belajar PAI Peserta Didik di Kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa

(Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian dengan Aplikasi SPSS)

Pada tabel di atas uji normalitas menggunakan shapiro wilk diperoleh nilai pretest dengan sig 0,072 dan posttest dengan sig 0,075. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari pada Ξ± = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pretest dan

posttest atau nilai hasil belajar PAI peserta didik kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa berdistribusi normal.

b. Uji Hipotesis

Berdasarkan uji normalitas, data yang diperoleh pada hasil belajar penelitian ini berdistribusi normal. Oleh karena itu, uji hipotesis dapat dilakukan dengan menggunakan rumus uji t berpasangan (paired sample t-test). Dalam penelitian ini

Shapiro-Wilk Statistic df Sig.

Pretest ,936 30 ,072

Posttest ,937 30 ,075

penerapan bahan ajar e-modul terhadap hasil belajar PAI materi beriman kepada malaikat Allah swt.

Adapun hasil uji paired sampel t-test ditentukan oleh nilai signifikansinya.

Nilai ini kemudian menentukan keputusan yang diambil dalam penelitian.

a) Jika nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar e-modul.

b) Jika nilai signifikansi (2-tailed) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar e-modul.

Berikut ini hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan bantuan program aplikasi SPSS:

Tabel 4. 12 Uji Hipotesis Paired Sampel Statistik Paired Samples Test

Berdasarkan tabel di atas, hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001. Nilai signifikansi yang diperoleh tersebut lebih kecil dari 𝛼 (0,001 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan terhadap rata-rata hasil belajar PAI yang signifikan pada nilai pretest dan posttest

Paired Differences

t df

Sig. (2- tailed) Mean

Std.

Deviation Std.

Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference

Lower Upper

Pair 1

Pretest -

Posttest -27,000 9,154 1,671 -30,418 -23,582 -16,155 29 ,001

Gowa.

Pengambilan keputusan menjelaskan bahwa jika terdapat perbedaan O1 : nilai pretest (sebelum pengunaan bahan ajar e-modul) dengan O2 : nilai posttest (setelah pengunaan bahan ajar e-modul), dimana jika O2 > O1, maka penggunaan bahan ajar e-modul berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian yang dilaksanakan di SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan bahan ajar e-modul materi beriman kepada malaikat Allah swt.. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV berjumlah 30 peserta didik, kegiatan pembelajaran PAI dilakukan dengan baik, hal ini ditandai dengan antusias peserta didik yang sangat baik selama mengikuti proses pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan design one group pretest and posttest design selama 3 kali pertemuan dimulai tanggal 10-15 Maret 2023 pada materi beriman kepada malaikat Allah swt.. Pertemuan pertama, peserta didik diberi pretest kemudian diberikan materi dengan menggunakan bahan ajar e-modul selama 2 kali pertemuan berlanjut hingga diberi posttest.

Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan akan dikemukakan hasil penelitian yang didapatkan. Hasil dari observasi yang dilakukan pada saat penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh setelah penerapan bahan ajar e- modul terhadap hasil belajar PAI materi beriman kepada malaikat Allah swt.

peserta didik kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa, hal ini dapat di lihat pada deskripsi sebagai berikut:

Palompong Kabupaten Gowa Sebelum Penerapan Bahan Ajar E- Modul

Hasil analisis deskriptif penelitian yang telah dilakukan sebelum penggunaan bahan ajar e-modul dengan jumlah 30 peserta didik sebagai responden dan jumlah soal sebanyak 10 nomor pilihan ganda pada materi beriman kepada malaikat Allah swt., menunjukkan analisis data pretest dengan nilai rata-rata 47,33.

Nilai tertinggi yang diperoleh yaitu 70 dan nilai terendah yaitu 20.

Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV SD Inpres Palompong sebelum diajar dengan menggunakan bahan ajar e-modul berada pada kategori rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat baca peserta didik pada buku paket yang telah dibagikan serta cara guru menyajikan materi kepada peserta didik yang tidak terlalu bervariasi atau tidak mengikuti perkembangan zaman yang serba memanfaatkan teknologi yang dapat membuat peserta didik kurang memiliki daya tarik dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut, teori Vaughan menyatakan bahwa penggunaan bahan ajar interaktif dengan teknologi multimedia dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan efisiensi, motivasi, dan memfasilitasi belajar aktif, belajar eksperimental serta konsisten dengan belajar yang berpusat kepada siswa untuk belajar lebih baik. Hal ini juga sejalan dengan teori Gilakjani yang menyatakan bahwa teknologi multimedia merupakan sumber belajar yang dinamis, serta memfasilitasi beragam gaya belajar peserta didik.1 Dengan demikian, agar hasil belajar peserta didik dapat meningkat, pemanfaatan bahan ajar yang bersifat

1Prihantana, Made Agus Suryadarma, I. Wayan Santyasa, dan I. Wayan Sukra Warpala, Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis pendidikan karakter, Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia 4.1 (2014): h.5.

meningkatkan perhatian, daya tarik serta kinerja belajar peserta didik.

2. Deskripsi Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa Setelah Penerapan Bahan Ajar E-Modul Hasil analisis deskriptif penelitian yang telah dilakukan setelah penggunaan bahan ajar e-modul dengan jumlah 30 peserta didik sebagai responden dan jumlah soal sebanyak 10 nomor pilihan ganda pada materi beriman kepada malaikat Allah swt., menunjukkan analisis data posttest dengan nilai rata-rata 74,33. Nilai tertinggi yang diperoleh yaitu 100 dan nilai terendah yaitu 50.

Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV SD Inpres Palompong tergolong baik dan termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini terbukti dengan nilai rata-rata yang mengalami peningkatan secara signifikan serta hasil observasi peserta didik pada aktivitas belajarnya saat penggunaan bahan ajar e-modul materi beriman kepada malaikat Allah swt.

Aktivitas belajar peserta didik ini dinilai berdasarkan 4 aspek yaitu keaktifan, kedisiplinan, pengetahuan dan kesopanan. Adapun data aktivitas belajar peserta didik dikumpulkan melalui lembar observasi yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 13 Aktivitas Belajar Peserta Didik saat Diterapkan Bahan Ajar E-modul

No Aspek yang dinilai

Frekuensi Sangat Ket

Baik Baik Cukup Baik

Kurang Baik

1 Keaktifan 25 5 0 0 Efektif

2 Kedisiplinan 10 20 0 0 Efektif

3 Pengetahuan 16 14 0 0 Efektif

4 Kesopanan 15 15 0 0 Efektif

Berdasarkan tabel 4.13 terlihat bahwa keaktifan belajar peserta didik saat diterapkan bahan ajar e-modul yang mendapatkan kriteria sangat baik sebanyak 25 orang peserta didik, 5 orang peserta didik yang mendapatkan kriteria baik dan pada kriteria cukup baik dan kurang baik tidak terdapat peserta didik pada kriteria tersebut.

b) Kedisiplinan

Berdasarkan tabel 4.13 terlihat bahwa kedisiplinan peserta didik saat diterapkan bahan ajar e-modul terdapat 10 orang peserta didik yang mendapatkan kriteria sangat baik, 20 orang peserta didik yang mendapatkan kriteria baik dan pada kriteria cukup baik dan kurang baik tidak terdapat peserta didik pada kriteria tersebut.

c) Pengetahuan

Berdasarkan tabel 4.13 terlihat bahwa pengetahuan peserta didik saat diterapkan bahan ajar e-modul sebanyak 16 orang peserta didik yang mendapatkan kategori sangat baik, 14 orang peserta didik yang mendapatkan kategori baik dan pada kriteria cukup baik dan kurang baik tidak terdapat peserta didik pada kriteria tersebut.

d) Kesopanan

Berdasarkan tabel 4.13 terlihat bahwa kesopanan peserta didik saat diterapkan bahan ajar e-modul sebanyak 15 orang peserta didik yang mendapatkan kategori sangat baik, 15 orang peserta didik yang mendapatkan kategori baik dan pada kriteria cukup baik dan kurang baik tidak terdapat peserta didik pada kriteria tersebut.

kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar e-modul materi beriman kepada malaikat Allah swt. dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wildawani Siregar dan Adilah Wirdhani Lubis dengan judul β€œPenggunaan E–

Modul Problem Based Learning (Pbl) Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Pada Materi Sifat Koligatif Larutan” Penelitian ini menjelaskan bahwa berdasarkan hasil belajar (post-test) yang diberikan kepada peserta didik diperoleh nilai sebesar 82%

yang berada di kategori baik yang diartikan diatas KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Sifat Koligatif Larutan dapat memberikan pengaruh yang baik pada hasil belajar peserta didik.

3. Deskripsi Perbedaan Hasil Belajar PAI Peserta Didik Sebelum dan Setelah Penerapan Bahan Ajar E-Modul di Kelas IV SD Inpres Palompong Kabupaten Gowa

Berdasarkan pembahasan di atas dapat dilihat bahwa hasil belajar sebelum dan setelah penggunaan bahan ajar e-modul pada kelas IV SD Inpres Palompong memiliki perbedaan, hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata sebelum dan setelah diberikan perlakuan atau bahan ajar e-modul. Dari jumlah 30 peserta didik, nilai rata-rata sebelum diterapkan e-modul yaitu 47,33 dan setelah diterapkan e-modul yaitu 74,33.

Hasil sebelum (pretest) dan setelah (posttest) diterapkan bahan ajar e-modul dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Dari analisis uji-t sampel berpasangan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05, dengan demikian dapat disimpulkan

Dokumen terkait