BAB II LANDASAN TEORI
C. Pendidikan Agama Islam
3. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Secara umum, pendidikan agama islam bertujuan untuk
“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadikan manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.22 Dalam proses pendidikan, tujuan akhir merupakan kristalisasi nilainilai yang ingin diwujudkan dalam pribadi peserta didik. Tujuan akhir harus lengkap (comprehensive) mencakup semua aspek, serta terintegrasi dalam pola kepribadian yang utuh. Tujuan akhir mengandung nilai-nilai islami dalam segala aspek kehidupan.23
Pendidikan agama Islam di sekolah/madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaannya dalam berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.24
B. Penelitian Relevan
Kajian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Dari penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis.
21Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), h. 134-135
22Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefekltifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah…h. 78
23Alfauzan Amin, Model Pembelajaran Agama Islam Di Sekolah, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2018), h. 20
24Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi...h.
135
Namun penulis mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian penulis.Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Tri winarti yang berjudul “ Pengaruh Role Playing terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ikatan Kimia”.
Hasil penelitiannya adalah berdasarkan hasil penelitian pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Skor rata-rata pretest kelas ekperimen adalah 39,00 sedangkan kelas kontrol sebesar 34,58.jadi dari hasil tersebut perbedaan rata-rata hasil belajar siswa kelas X yang diberikan model role playing dengan siswa yang diberikan model ceramah pada materi ikatan ion di SMK negeri 2 Pontianak. Pembelajaran dengan menggunakan role playing memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa kela X pada materi ion sebesar 22,24% dengan kategori sedang. Untuk minat belajar berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedan minat siswa kelas X yang diberikan model role playing dengan siswa yang diberikan metode ceramah pada materi ion di SMK Negeri 2 Pontianak. Pembelajaran mengunakan model role playing memberikan pengaruh terhadap minat siswa kelas X pada materi ikatan ion sebesar 29,67% dengan kategori tinggi.
Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada tempat yaitu sama-sama dilakukan di sekolah.
Perbedaan dalam penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada lokasi dan bidang kajiannya, lokasi penelitian sebelumnya dilakukan di SMK Negeri 2 Pontianak. Sedangkan, penelitian yang akan dilakukan peneliti di SMP N 10 Bengkulu Utara. Perbedaan lain dilihat dari bidang kajiannya, penelitian sebelumnya mengkaji tentang pengaruh model role playing terhadap minat dan hasil belajar siswa pada
materi ikatan kimia sedangkan penliti akan meneliti tentang penmgaruh model role playing terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI.25 2. Penelitian yang dilakukan oleh Alfionita Arini Nazmi yang berjudul
“Pengaruh Metode Pembelajaran Role Playing Terhadap Minat Belajar Siswa Mata Pelajaran Seni Budaya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Malang”. Hasil penelitiannya adalah berdasarkan hasil penelitian Hasil analisis dari peneletian yang dilakukan, diperoleh skor rata-rata angket minat belajar seni tari pada kondisi akhir atau setelah diberi perlakuan kelompok eksperimen memiliki hasil yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Skor rata-rata di kelompok eksperimen yaitu 64,5 dan kelompok kontrol yaitu 57,5. Hasil penelitian ini menunjukkan metode pembelajaran Role Playing berpengaruh terhadap minat belajar seni budaya (seni tari) kelas VII di SMP Negeri 1 Malang. Kelompok yang diajar dengan menggunakan metode Role Playing memiliki minat belajar seni tari lebih tinggi daripada kelompok yang tidak diajar dengan menggunakan metode Role Playing. Berdasarkan analisis uji-t diperoleh nilai thitung sebesar 6,129
> tabel 1,666 dan nilai signifikansi t adalah 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (H_a) diterima yang artinya metode pembelajaran Role Playing berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran seni budaya (seni tari) di SMP Negeri 1 Malang tahun pelajaran 2016/2017.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Munir yang berjudul “Pengaruh Pengunaan Metode Role Playing Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Materi Virus di SMA Azhariyah Palembang”. Hasil penelitiannya adalah hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung dan t tabel dengan nilai 11,75 > 1,672 arinya H0 ditolak dan Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode role playing berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa kelas X di SMA Azhariyah palembang. Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah kajian terdahulu
25Tri Winarti, “Pengaruh Model Role Playing Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ikatan Kimia.” (Skripsi S1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura. 2017). H. 86
menetili tentang materi Virus sedangkan peneliti meneliti tentang materi PAI dan letak penelitiannya sama-sama di sekolah.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Agus Yulianto yang berjudul “Pemgaruh Model Role Playing Terhadap Keprcayaan Diri Siswa Pada Pembelajaran Matematika SMP”. Hasil penelitiannya adalah adanya perbedaan kepercayaan diri siswa antara kelas eksperimen yang diberikan treatment model pembelajaran Role Playing dengan kelas kontrol yang tidak mendapatkan treatment. Persamaan penelitian yang dilakukan kajian terdahulu dengan yang dilakukan peneliti adalah sama-sama meneliti mode pembelajaran Role Playing.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Orchidta Ikhwani yang berjudul “Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran Role Playing Dengan Media Film Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Dalam Pelajaran Sejarah Materi Perang Palembang Kelas X di SMA Srijaya Negara Palembang”. Hasil penelitiannya adalah tidak adanya pengaruh implementasi model pembelajaran role playing dengan media film terhadap motivasi belajar peserta didik dalam pelajaran sejarah materi perang palembang di kelas X di SMA Srijaya Negara Palembang. Persamaan dengan yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama meneliti tentang model pembelajaran role playing.
B. Kerangka Berfikir
Berdasarkan kajian-kajian teori, guna pemahaman penelitian ini maka peneliti akan menggambarkan kerangka berpikir dalam bentuk skema sebagai berikut:
Gambar 1 Kerangka Berfikir
X Y
Minat Belajar Hasil Belajar
Keterangan:
1. Variabel Independen (X)Variabel independen (variabel bebas), yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain.
2. Variabel Dependen (Y) Yang menjadi variabel bebas adalah minat belajar (X)
3. Variabel dependen (variabel terikat), yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah hasil belajar (Y).
4. Hubungan Antar Variabel
Minat belajar (X) hasil Belajar (Y).
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang menanyakan hubungan dua pertanyaan.Hipotesis terbagi atas dua macam yaitu Ho dan Ha. Hipotesis nol (Ho) adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y).Artinya, dalam rumusan hipotesis, yang diuji adalah ketidak benaran variabel (X) mempengaruhi (Y).Sedangkan hipotesisi alternative(Ha) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) yang diteliti. Jadi hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ha : “Adanya pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa PAI.”
Ho : “Tidak ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa PAI.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kuantitatif Asosiatif. Jenis penelitian kuantitatif asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau
hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini, maka akan didapat dan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala dalam penelitian.50
Metode kuantitafif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsapat fositif, penelitian ini menggunakan populasi dan sampel tertentu, pengumpilan data menggunakan istrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, yang bertujuan untuk mengguji hipotesis atau jawaban sementara yang telah ditetapkan.51 Dengan demikian, penelitian kuantifatif yaitu penelitian yang berusaha memeberikan pembuktian kebenaran fakta dilapangan yang bersifat deskriftif kuantitatif yaitu metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna.
B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 10 Bengkulu Utara. Jalan Raya Desa Magelang Kecamatan Kerkap Bengkulu Utara.
2. Waktu
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai dengan 27 Mei tahun ajaran 2021.
C. Populasi, Sampel dan Sampling 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.26 Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan dari objek penyelidikan atau penelitian yang akan dijadikan sumber data permasalahan yang akan diteliti. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP 10 Bengkulu Utara yang berjumlah 350 siswa.
Tabel 3.1 Populasi Penelitian
26Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2017), h. 61.
Kelas
Jumlah Sampel
No Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
1 VII A 20 20 2 2
VII B 25 20 2 2
VII C 30 30 3 3
2 VIII A 30 20 3 2
VIII B 31 16 3 1
VIII C 40 20 4 2
7 IX A 20 30 2 3
IX B 20 25 2 2
IX C 25 25 2 2
JUMLAH 241 216 22 19
2. Sampel Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik sampel stratified random sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan suatu tingkatan atau (strata) pada elemen populasi. Dalam penelitian ini peneliti telah mengambil sampel sebanyak 42 orang siswa.
Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling.
Sampel
No Laki-laki Perempuan
1 2 2
2 2
3 3
2 3 2
3 1
4 2
7 2 3
2 2
2 2
22 19
D. Definisi Operasional Variabel
Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Variabel dalam penelitian ini yaitu
1. Minat Belajar (X)
Minat belajar adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang.
Adapun indikator minat belajar adalah:
a) Perasaan Senang b) Keterlibatan Siswa c) Ketertarikan d) Perhatian Siswa 2. Hasil Belajar (Y)
Hasil belajar merupakan sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Adapun indikator hasil belajar adalah:
a) Kognitif b) Afektif c) Psikomotorik d)
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatanya dalam mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sitemastis dan dipermudah olehnya.27 Ada beberapa instrumen pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini, diantaranya:
1. Observasi
27Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Prenadia Grup, 2016), h. 76.
Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.28 Observasi juga merupakan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistemastis fenomena- fenomena yang diselidiki. Dalam penelitian ini peneliti melakukan pencatatan terhadap semua fenomena yang ditemui dengan menggunakan catatan lapangan dan peneliti bertindak sebagai pengamat partisipan.
Observasi ini dilakukan sebagai langkah awal dalam mengamati fenomena yang terjadi di SMP N 10 Bengkulu Utara.
2. Angket (Kuesioner)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden.29Angket ini digunakan bertujuan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan pengaruh Penggunaan minat Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP N 10 Bengkulu Utara. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dibuat melalui beberapa tahap, yakni:
a. Pembuatan Kisi-kisi Angket
Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel, kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket.
Tabel 3.3
Kisi-Kisi Angket Minat Belajar Siswa
No. Variabel Indikator No.
Butir
Jumlah
28Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, h. 87.
29Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan... h. 77.
Soal 1.
. . .
Minat Belajar Perasaan Senang
1,2,3,4,5, 6,7,8
8 Ketertarikan 9,10,11,1
2,13
5 Keterlibatan
siswa
14,15,16, 17,18,19
6
Perhatian siswa
20,21,22, 23,24,25
6
b. Penyusunan Angket
Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun dalam pedoman pengisian angket. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, kemudian disajikan dalam laporan penelitian.
c. Menentukan Skor Angket
Skala pengukuran yang digunakan dalam angket aktifitas belajar adalah skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekolompok orang tentang fenomena sosial.
Skala ini mempunyai gradasi dari sangat positif sampai negativ dengan teknik skoring sebagai berikut:30
1) Selalu (sangat positif) : Skor 5
2) Sering (positif) : Skor 4
3) Kadang-kadang (netral) : Skor 3 4) Tidak Pernah (Sangat Negatif) : Skor 2 d. Uji Coba Angket
30Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan... h. 87.
Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid dan digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel. Uji coba dilaksanakan terhadap siswa SMP N 10 Bengkulu Utara yang tidak menjadi sampel.
3. Dokumentasi
Dokumen adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan dan kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain.31
F. Uji Coba Instrumen
Secara umum, kita dapat menguji instrumen yang telah disusun peneliti, yaitu menguji keandalan dan validitas pengukuran. Tentunya dalam penyususnan sebuah kuesionar harus benar-benar dapat menggambarkan tujuan dari penelitian tersebut (valid) dan juga dapat konsisten bila pertanyaan tersebut dijawab dalam waktu yang berbeda (reliabel).32 Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu menguji kevalidan angket dengan memgujikannya kepada siswa yang bukan menjadi sampel dalam penelitian. Adapun banyak item yang diujikan yaitu sebanyak 35 item soal.
a. Uji Validitas Instrumen
Validitas adalah menerangkan sejauah mana suatu alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat digunakan dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur.
Validitas dalam penelitian dijelaskan sebagian suatu derajat ketetapan alat ukur penelitian tentang isi atau arti sebenarnya yang
31Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan... h. 90.
32Juliansyah Noor, Metodologi Penelitia, (Jakarta: Kencana, 2012) , h. 164.
diukur.adapun rumus yang digunakan untuk mengukur validitas angket penelitian adalah sebagai berikut :33
( ) ( )
√* ( ) + * ( ) + Keterangan:
= korelasi antara variabel X dengan Y
∑ = Jumlah variable dikali / total keseluruhan ∑ = Jumlah variabel
∑ = Jumlah variabel
Perhitungan validitas item soal dilakukan dengan penafsiran koefisien korelasi, yakni rxy atau rhitung. Untuk mengtahui validitasnya maka dilanjutkan dengan melihat table nilai koefisien korelasi “r”
product moments dengan terlebih dahulu mencari “df” dengan rumus:
df= N-nr b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas berasal dari kata dalam bahasa inggris rely, yang berarti percaya, dan reliable yang berarti dapat dipercaya. Dengan demikian reliabilitas dapat diartikan sebagai kepercayaan.Kepercayaan hubungan dengan ketetapan dan konsisten.
Instrumen yang dikatakan reliabel jika memberikan hasil yang tetap atau konsisten apabila diteskan berkali-kali.Untuk mengetahui reliabilitas angket, peneliti menggunakan teknik Alfa Cronbach.Proses perhitungannya dengan menggunakan rumus koefisien reliabilitas Alfa Cronbach yaitu:34
ri= ( ){ } = Reliabilitas instrumen
k = Banyak butir pertanyaan = Jumlah varians butir item
33Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2017). h. 228.
34Juliansyah Noor, Metododlogi Penelitia, (Jakarta: Kencana, 2012) , h. 165.
= Varians total
Rumus mencari varians total:
( ) Rumus mencari varians butir item:
( )
G. Teknik Analisis Data
Analisis adalah suatu usaha untuk mengurai suatu fokus kajian menjadi bagian-bagian sehingga susunan atau tatanan bentuk sesuatu yang diurai itu tampak dengan jelas dan karenanya bisa secara lebih terng ditangkap maknanya atau lebih jenih dimengerti duduk perkaranya35. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data yang menggunakan rumus korelasi product moment. Untuk analisis keseluruhan menggunakan analisis uji t (t test) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) secara individual.
1) Analisis Pendahuluan
Analisis pendahuluan merupakan langkah awal untuk menentukan analisis selanjutnya. Untuk mengetahui sejauh mana Pengaruh penggunaan minat Terhadap hasil Belajar Siswa di SMP N 10 Bengkulu Utara. Dalam analisis pendahuluan ini, peneliti mengumpulkan data dari hasil penyebaran angket pada responden. Kemudian dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi untuk tiap-tiap variabel. Yaitu variabel X untuk minat dan variabel Y untuk hasil Belajar Siswa.
Langkah selanjutnya untuk mengetahui bagaimana kategori minat belajar dan kategori hasil belajar siswa, maka dalam analisis data ini peneliti perlu memasukkan data dalam tabel distribusi frekuensi, yaitu menentukan:36
a. Menentukan Jumlah Kelas
35Juliansyah Noor, Metododlogi Penelitia, (Jakarta: Kencana, 2012) , h. 163.
36Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2017), h. 36.
K = 1 + 3,3 log n Keterangan:
K = Jumlah kelas
n = Jumlah data observasi log = Logaritma
1 = Bilangan nonstan b. Menetapkan rentang data
R = H – L + 1 Keterangan:
R = Rentang data H = Nilai tertinggi L = Nilai terendah 1 = Bilangan konstan
c. Menentukan interval (panjang) kelas i =
Keterangan:
i = Panjang kelas R = Rentang data K = Jumlah kelas
d. Menentukan Mean (nilai rata-rata)37 Me =
Keterangan:
Me = Nilai rata-rata
= Nilai x ke i sampai ke- n (jumlah nilai) N = Jumlah individu
e. Mencari Standar Deviasi38
√ ( )
37Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2017), h. 49.
38Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian,...h. 58.
f. Menentukan Kualitas/Kategori
Kriteria dari hasil angket ialah sebagai berikut:39 Tabel 3.4
Kriteria Penilaian
No. Huruf Angka 0-100 Angka 0-10 Predikat
1 A 85-100 8,5-10 Sangat baik
2 B 70-84 7,0-8,4 Baik
3 C 55-69 5,5-6,9 Cukup
4 D 40-45 4,0-4,5 Kurang
5 E 0-39 0,0-0,39 Kurang
sekali 2) Pengujian Prasyaratan Analisis
Uji persyaratan analisis diperlukan guna mengetahui apakah analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilanjutkan atau tidak.
Beberapa teknik analisis data menuntut uji persyaratan analisis. Analisis varian mempersyaratkan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kelompok yang dibandingkan homogen.40
a. Uji Normalitas
Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang, langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut:
[ ( ) ] Keterangan :
S = Skewnees (kemencengan)
39 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian,...h. 67.
40Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Kencana, 2012). h. 174.
K = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan :
Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal b. Uji Linearitas
Uji linearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) dan variable terikat (Y) mempunyai hubungan linier atau tidak. Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan statistil uji F dengan rumus:
F
Perhitungan uji linieritas dilakukan dengan cara membandingkan nilai Fhitung< Ftabel pada taraf signifikansi a = 0,05 dan dkpenyebut= k-2 dan dkpenyebut= n – k. apabila Fhitung≤ Ftabel, maka dapar disimpulkan regresi berpola linier.
Kesimpulan :
Jika nilai Fhitunng< Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear.
Jika nilai Fhitung> Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidakberbentuk linear.
H. Pengujian Hipotesis
1. Uji Analisis Regresi Linear Sederhana
Untuk menarik kesimpulan dari data yang diperoleh, maka teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode statistik dengan rumus regresi linier sederhana dengan rumus:41
̂ = a + bX Keterangan :
̂ = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan.
Harga Y ketika harga X = 0 (harga konstan).
41Sugiono, Statistik Untuk Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 274.
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan variabel independen. Bila (+) arah garis naik, dan bila (-) maka arah garis turun.
X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu 2. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mencari hubungan antara minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP N 10 Bengkulu Utara. Besarnya harga koefisien determinasi didasarkan pada kuadrat dari nilai koefisien korelasi dikali 100%. Rumus koefisien determinasi yaitu:42
Koefisien determinasi (r2) = r × 100%
Untuk mendapatkan nilai koefisien determinasi, maka terlebih dahulu dilakukan perhitungan mencari nilai koefisien korelasi dengan rumus:43
rxy= ( )( )
√( ( ) ) ( ( ) )
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y N = Jumlah responden
= Jumlah perkalian x dan y ( ) = Kuadrat dari jumlah x ( ) = Kuadrat dari jumlah y
Setelah didapat nilai koefisien korelasi, untuk melihat apakah nilai tersebut signifikan (dapat digeneralisasikan) atau tidak, maka dapat dihitung melalui uji t dengan rumus:44
√
√ Keterangan:
42Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, h. 275.
43Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, h. 274.
44Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, h. 230.
=thitung (distribusi table t pada α = 5%, derajat kebebasan (dk) = n – 2) r = Koefisien korelasi
n = Jumlah sampel b. Hipotesis
Ha = apabila ttabel > thitung
H0 = apabila thitung < ttabel
Keterangan:
thitung> ttabel :maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).
thitung< ttabel :maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Wilayah Penelitian
1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP N 10 Bengkulu Utara
Pada awalnya sekolah ini berdiri pada Pendirian SMP N 10 digagas yang beralamatkan di jalan raya lubuk durian, kecamatan kerkap kabupaten bengkulu utara, provinsi bengkulu. Sekolah ini didirikan dengan penuh