C. Pendidikan Karakter
2. Tujuan Pendidikan Karakter
65
melalui pendidikan dengan menggunakan berbagai cara atau metode, salah satunya yaitu melalui penanaman nilai- nilai karakter dalam diri peserta didik.
66
mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia, sehingga terwujud dalam kehidupan sehari-hari.49
Karakter tersebut terangkum menjadi 18 karakter bangsa50, antara lain:
1. Religius
Sikap dan prilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun pemeluk agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orangyang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
49 Nurul Zuriah.Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan.2008,. Jakarta: Bumi Aksara
50 Agus Wibowo, Pendidikan Karakter (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012) hal. 43
67 3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan prilakutertib dan patuh pada perbagai ketentuan dan peraturan
5. Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh- sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelasaikan tugas-tugas.
68 8. Demokratis
Cara berpikir, sikap, dan bertindak menilai sama hak dan kewajibandirinya dan orangn lain.
9. Rasa ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupayah untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar.
10. Semangat kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negera di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta tanah air
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat menunjukkan kesetiaan, kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bangasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
69 12. Menghargai prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain 13. Bersahabat/ Komunikasi
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14. Cinta damai
Sikap, perkataan, atau tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadirannya.
15. Gemar membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupayah mencengah kerusakan pada lingkunganalam sekitarnya,
70
dan mengembangkan upaya-upaya untuk memeperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli social
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain, masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung jawab
Sikap dan prilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam,sosial, dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Selanjutnya dari nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Uraian nilai- nilai pendidikan karakter tidak semuanya diambil.
Penetapan nilai-nilai diambil berdasarkan atas skala prioritas nilai-nilai pendidikan karakter manakah yang dirasa berkaitan dengan nilai-nilai mata pelajaran Pendidikan Budi Pekerti. Pembatasan nilai-nilai
71
pendidikan karakter yang akan ditanamkan antara lain:
tanggung jawab, disiplin.
Berikut ini akan dikembangkan indikator keberhasilan pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
No Nilai Deskripsi Indikator
1 Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, social dan budaya), Negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
a) Melakukan tugas tanpa disuruh b) Mengerjakan
tugas yang diberikan oleh guru.
c) Menyerahkan tugas tepat waktu d) Dapat
berkonsentrasi pada
pembelajaran yang rumit.
e) Menepati janji.
f) Mematuhi tertib sekolah
g) Menghormati guru
h) Menjaga kebersihan sekolah
i) Memiliki sikap toleransi antar siswa dan tidak berkelahi antar sesama.
72 Disiplin 2 Tindakan yang
menunjukkan perilaku
tertertib dan patuh pada beberbagai ketentuan
dan peraturan
a) Selalu teliti dan tertib dalam mengerjakan tugas.
b) Mematuhi jadwal belajar yang telah ditetapkan.
c) Menaati prosedur disekolah dan proses belajar mengajar
d) Tertib dalam peraturan
diseklolah.
1. Karakter Displin Dan Tanggung Jawab a. Karakter displin
Secara etimologis “displin” berasal dari bahasa latin disciplina yang diartikan aturan-aturan, kaidah- kaidah, asas-asas, patokan-patokan, dan perikelakuan.51Atau latin dan watak yang dimaksud supaya segala perbuatannya selalu menaati tata tertib.
Jadi displin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tata tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Disiplin adalah sebagai kondisi yang
51 Gregorius Hariyanto, Kamus Latin Bahasa Indonesia, Postula Stella Maris Malang, 2011, hlm . 253
73
tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban, nilai- nilai tersebut telah menjadi bagian dalam hidupnya, perilaku itu tercipta melalui proses binaan keluarga, pendidikan dan pengalaman
b. Tujuan displin
Tujuan disiplin adalah mengarahkan anak agar mereka belajar mengenai hal-hal yang baik yang merupakan persiapanbagi masa dewasa, saat diri mereka akan membuat hidupmereka bahagia, berhasil, dan penuh kasih sayang.52
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh guru untuk membentuk karakter displin pada peserta didik. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1) Konsisten 2) Bersifat jelas
52 Sylvia Rimm, Mendidik Dan Menerapkan Displin Pada Anak Prasekolah , Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003, H. 47
74 3) Memperhatikan haraga diri
4) Sebuah alasan yang bisa dipahami 5) Menghadiakan pujian
6) Memeberikan hukuman 7) Bersikap luwes
8) Melibatkan peserta didik 9) Bersikap tegas
10) Jangan emosional.53 c. Karakter tanggung jawab
Tanggung jawab adalah dalam suatu kewajiban untuk melakukan dan menyelesaikan tugas (ditugas- kan oleh seseorang, atau diciptakan oleh janji sendiri atau keadaan) yang seseorang harus penuhi,dan yang memiliki konsekuensi hukuman terhadap kegagalan.54Jadi tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
53 Nurla Isna Asnillah, Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di sekolah, Jogjakarta: Laksana, 2011. h. 55
54Muhammad Yaumi, pendidikan karakter Landasan, Pilar Dan Implementasi, Jakarta: Kencana, 2014. H. 114
75
kewajibannyayang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), Negara dan Tuhan Yang Maha Esa.Tanggung jawab adalah kewajiban dalam melaksakan tugas tertentu.tanggung jawab timbul karena telah diberi wewenang, seperti wewenang, tanggung jawab memberikan hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam menanamkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada diri setiap peserta didik.Diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Memulai dari tugas sedarhana
2) Menebus kesalahan saat berbuat salah 3) Segala sesuatu mempunyai konsenkuensi
4) Sering diskusi tentang pentingnya tanggung jawab.55
55Ibid, h. 84
76 D. Penelitian Terdahulu
Dalam penelitian ini perlu dilakukan telaah kepustakaan berupa kajian terhadap penelitian terdahulu, sejauh informasi yang peneliti ketahui sudah ada penelitian yang mengkaji mengenai nilai akhlak tetapi mempunyai perbedaan titik permasalahannya tersendiri. Oleh itu, peneliti mengangkat judul Integrasi Nilai Akhlak Dalam Pendidikan Budi Pekerti (Studi Tentang Karakter Tanggung Jawab dan Disiplin siswa Di SMP N 5 Kota Bengkulu).
Ada beberapa penlitian yang membahas teori ini yaiu:
1. Ahmad Salim, (Jurnal, 2015), dengan judul Intgasi Nilai- Nilai Karakter pada Pembelajaran PAI Di Mts Swasta Kab Kulon Progo Yogyakarta,yang mempunyai persamaan dalam penelitian ini yakni sama-sama menggunakan penelitian kualitatif. Adapun perbedaan yaitu objek penelitian Ahmad Salim di Mts Swasta Kab Kulon Progo Yogyakarta, sedangkan peneliti terdapat Di sekolah SMP N 5 Kota Bengkulu, tujuan dari penelitian Ahmad Salim yaitu
77
untuk mengetahui pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PAI disekolah Mts Swasta, sedangkan peneliti terdapat pada pengintegrasian nilai akhlak dalam pendidikan budi pekerti pada siswa di SMP N 5 Kota Bengkulu.
2. Ernawati, (Skripsi, 2007), dengan judul Integrasi Nilai Moral Agama Dalam Pendidikan Budi Pekerti (studi korelasi antara persepsi dan sikap siswa di SMP Islam Al- Azhar 03 Bintaro), yang mempunyai persamaan dalam penelitian ini yakni sama-sama menggunakan penelitian kualitatif. Adapun perbedaan yaitu objek penelitian Ernawati di SMP Islam Al-Azhar 03 Bintaro sedangkan peneliti terdapat di Sekolah SMP N 05 Kota Bengkulu, tujuan dari penelitian Ernawati yaitu untuk mengetahui pengintegrasian nilai moral pendidikan budi pekerti disekolah, sedangkan peneliti terdapat pada pengintegrasian nilai akhlak pendidikan budi pekerti tentang karakter
78
tanggung jawab dan disiplin siswa di SMP N 5 Kota Bengkulu.