BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 U JI V ALIDITAS DAN U JI R ELIABILITAS I NSTRUMEN
Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Sebelum kuesioner digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data penelitian, maka kuesioner tersebut perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji Validasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketetapan dan kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk menguji konsistensi alat ukur, apakah hasilnya tetap konsisten atau tidak jika pengukurannya diulang. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian ini dilakukan pada 80 pasien hipertensi. Pengambilan responden untuk uji validitas dan reliabilitas ini dilakukan secara acak yang mana responden memenuhi kriteria inklusi dari penelitian.
5.1.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2017) Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur. Jika terdapat item pertanyaan atau pernyataan yang tidak valid maka tidak dapat mengukur apa yang ingin diukur, sehingga hasil yang didapatkan tidak dapat dipercaya dan item yang tidak valid harus dibuang atau diperbaiki. Uji validitas pada penelitian ini menggunakan aplikasi Microsoft Excel, dalam penelitian ini metode pengambilan keputusan dengan metode berdasarkan nilai korelasi, maka harus dicari r tabelnya terlebih dahulu. Kemudian dibandingkan nilai r hitung
dengan nilai r tabel, jika r hitung < r tabel maka item pernyataan tersebut dikatakan tidak valid, jika nilai r hitung > r tabel maka item soal tersebut dikatakan valid. Korelasi yang dilakukan untuk mendapatkan r hitung yaitu dari jawaban instrumen dan jumlah pasien.
Menentukan jumlah responden uji coba instrumen peneliti menggunakan keseluruhan dari jumlah subjek penelitian yaitu sebanyak 80 responden. Uji validitas dalam penelitian ini, menggunakan Product Moment Pearsons pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 28.0 Kriteria pengujian:
1. Jika sig (2-tailed) <α (0,05), maka kuesioner dinyatakan valid 2. Jika sig (2-tailed) >α (0,05), maka kuesioner dinyatakan tidak valid.
Secara keseruluhan suatu instrumen akan dikatakan valid apabila memenuhi nilai yang tercantum pada tabel 5.1 sebagai berikut :
Tabel 5.1 Kategori Validitas Tes
Sumber: Arikunto, 2008
Hasil uji validitas dari kuesioner Hypertension Knowledge Level-Scale (HK-LS) dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dapat dilihat pada tabel 5.2 dan tabel 5.3 sebagai berikut:
Batasan Kategori Validitas
0,80 – 1,00 Validitas sangat tinggi (sangat baik) 0,60 – 0,80 Validitas tinggi (baik)
0,40 – 0,60 Validitas sedang (cukup) 0,20 – 0,40 Validitas rendah (kurang)
0,00 – 0,20 Validitas sangat rendah (sangat kurang)
Tabel 5.2 Hasil Uji Validitas Dari Kuesioner Hypertension Knowledge Level- Scale (HKLS)
No. Soal Hasil Keterangan r tabel r hitung
1 0.22 0.374828 VALID
2 0.22 0.33693551 VALID 3 0.22 0.30152188 VALID 4 0.22 0.51220705 VALID 5 0.22 0.34341572 VALID 6 0.22 0.41349075 VALID 7 0.22 0.35768181 VALID 8 0.22 0.38065773 VALID 9 0.22 0.30371034 VALID 10 0.22 0.40057976 VALID 11 0.22 0.40366903 VALID 12 0.22 0.52859404 VALID Ket: r hitung > r tabel = Valid
r hitung < r tabel = Tidak Valid
Berdasarkan data hasil pengujian pada tabel 5.2 dapat diketahui bahwa penilaian r tabel taraf signifikansi 5% untuk 80 responden yaitu 0,220. Dari 12 soal pertanyaan semuanya dikatakan valid Karena r hitung > r tabel (0,220). Hasil yang didapat pada soal termasuk kategori validitas tes dalam kategori validitas rendah dan validitas sedang dengan rentang 0,20-0,40 dan 0,40-0,60, karena pada soal rata-rata memiliki nilai validitas antara 0,3-0,5.
Tabel 5.3 Hasil uji validitas dari kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8)
No. Soal Hasil Keterangan
r tabel r hitung
1 0.22 0.5196744 VALID
2 0.22 0.4454151 VALID
3 0.22 0.32081271 VALID
4 0.22 0.53550072 VALID
5 0.22 0.33980945 VALID
6 0.22 0.37841035 VALID
7 0.22 0.40894943 VALID
8 0.22 0.43971128 VALID
Ket: r hitung > r tabel = Valid r hitung < r tabel = Tidak Valid
Berdasarkan data hasil pengujian pada tabel 5.3 dapat diketahui bahwa penilaian r tabel taraf signifikansi 5% untuk 80 responden yaitu 0,220. Dari 8 soal pertanyaan semuanya dikatakan valid Karena r hitung > r tabel (0,220). Hasil yang didapat pada soal termasuk kategori validitas tes dalam kategori validitas rendah dan validitas sedang dengan rentang 0,20-0,40 dan 0,40-0,60, karena pada soal rata-rata memiliki nilai validitas antara 0,3-0,5.
5.1.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas yakni menggambarkan bahwa instrumen yang dipakai dapat digunakan berulang dengan karakteristik responden yang berbeda (Apriyono, 2013). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mengukur data memberikan hasil relatif konsisten bila dilakukan pengukuran ulang pada subyek yang sama, fungsi dari uji realibilitas adalah mengetahui sejauh mana keadaan alat ukur atau kuesioner (angket) tersebut. Menurut Sugiyono (2017) instrumen yang reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda, instrumen yang reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur
objek yang sama akan mengahasilkan data yang sama, uji reliabilitas kuesioner menggunakan prosedur yang sama dengan uji validitas. Reliabel artinya konsisten atau stabil, suatu alat ukur dikaitkan reliabel apabila hasil alat ukur tersebut konsisten sehingga dapat dipercaya.
Uji reliabilitas pada penelitian ini, menggunakan pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS (Statistical Program and Service Solution). Uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan atau pernyataan tentang pengetahuan dan kepatuhan yang terdapat pada kuesioner, selanjutnya untuk menginterprestasikan besarnya nilai 𝑟 alpha indeks korelasi. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan cara membandingkan nilai r hasil (cronbach’s alpha) dengan nilai r tabel. Pada uji reliabilitas pertanyaan atau pernyataan yang dikatakan reliabel jika nilai r hasil lebih besar dari nilai r tabel (Hastono, 2006).
Secara keseluruhan, uji reliabilitas harus memenuhi ukuran tertentu (passing grade) dimana nilai tersebut bisa dikatakan cukup reliabel, yang dapat dilihat pada tabel 5.4 sebagai berikut :
Tabel 5.4 Interprestasi Nilai r alpha Indeks Korelasi
Sumber: Arikunto, 2008
Hasil uji reliabilitas kuesioner Hypertension Knowledge Level-Scale (HK- LS) dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) Dapat Dilihat Pada tabel 5.5 dan tabel 5.6 Sebagai Berikut:
Koefisien Korelasi Kriteria Reliabilitas
0,81- 1,00 Sangat tinggi
0,61- 0,80 Tinggi
0,41- 0,60 Cukup
0,21- 0,40 Rendah
0,00- 0,21 Sangat rendah
Tabel 5.5 Uji Reliabilitas Pada HK-LS
Uji Reliabilitas
Cronbach’s Alpha Jumlah Soal
0, 509 12 soal
Berdasarkan tabel 5.5, dapat disimpulkan bahwa dari 12 butir soal pertanyaan atau pernyataan reliabel karena didapatkan nilai sebesar 0,509. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kuesioner masuk dalam rentang reliabilitas cukup antara nilai 0,41-0,60.
Tabel 5.6 Uji Reliabilitas Pada MMAS-8
Uji Reliabilitas
Cronbach’s Alpha Jumlah Soal
0, 365 8 soal
Berdasarkan tabel 5.6, dapat disimpulkan bahwa dari 8 butir soal pertanyaan atau pernyataan reliabel karena didapatkan nilai sebesar 0,365. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kuesioner masuk dalam rentang reliabilitas rendah antara nilai 0,21-0,40.