• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Asumsi Klasik

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. ANALISIS DATA (PENGUJIAN HIPOTESIS)

1. Uji Asumsi Klasik

dalam kategori rendah yaitu memiliki frekuensi 16 dengan prosentase (20%). Dengan demikian secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar pada mata pelajaran PAI siswa kelas XI SMAN 1 Balong Ponorogo berada dalam kategori sedang dengan prosentase 63,75%.

B. ANALISIS DATA (PENGUJIAN HIPOTESIS)

Pelajaran PAI siswa kelas XI SMAN 1 Balong Ponorogo Tahun Ajaran 2021/2022.

H14 : Tidak terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel penerapan metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas XI SMAN 1 Balong Ponorogo Tahun Ajaran 2021/2022.

Statistik Uji:

α = 0,05

P-value (Sig.) = 0,766 Keputusan:

Berdasarkan hasil output SPSS versi 25.0 tersebut, maka dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Deviation from Linearity sebesar 0,766. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai signifikansi (0,766) > α (0,05), sehingga H04 diterima dan H14 ditolak yang artinya terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel penerapan metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran PAI siswa SMAN 1 Balong Ponorogo tahun ajaran 2021/2022.

Tabel 4.11

Hasil Uji Linieritas Kedisiplinan Pada Mata Pelajaran PAI ANOVA Table

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Kedisiplin an

Between Groups

(Combin

ed) 1412.633 32 44.145 1.828 .029 Linearity 521.686 1 521.597 21.597 .000

Deviatio n from Linearity

890.947 31 28.740 1.190 .290 Within Groups 1135.317 47 24.156

Total 2547.950 79

Hipotesis:

H05 : Terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel kedisiplinan terhadap prestasi belajar pada Mata Pelajaran PAI siswa kelas XI SMAN 1 Balong Ponorogo Tahun Ajaran 2021/2022.

H15 : Tidak terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel kedisiplinan terhadap prestasi belajar pada Mata Pelajaran PAI siswa kelas XI SMAN 1 Balong Ponorogo Tahun Ajaran 2021/2022.

Statistika Uji:

α = 0,05

P-value (Sig.) = 0,290 Keputusan Uji:

Berdasarkan hasil output SPSS versi 25.0 tersebut, maka dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Deviation from Linearity sebesar 0,290. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai signifikansi (0,290) > α (0,05), sehingga H05 diterima dan H15 ditolak yang artinya terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel penerapan metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran PAI siswa SMAN 1 Balong Ponorogo tahun ajaran 2021/2022.

b. Uji Normalitas Residual

Guna menghindari kesalahan saat penyebaran data yang tidak 100% normal atau tidak normal sempurna, maka dalam menganalisis hasil penelitian ini perlu dilakukan uji normalitas dengan menggunakan rumus uji Kolmogorov-Smirnov dan dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0, untuk penjabaran hasil dari uji normalitas dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.12

Hasil Uji Normalitas dengan Kologorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 80

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 5.05457786 Most Extreme

Differences

Absolute .069

Positive .068

Negative -.069

Test Statistic .069

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Hipotesis:

H0 : Residual berdistribusi normal H1 : Residual tidak bedistribusi normal Statistik Uji:

α = 0,05

P-value (Sig.) = 0,200 Keputusan:

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0 di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Unstandardized Residual pada uji Kolmogorov-Smirnov yaitu sebesar 0,200. Dengan demikian, berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi P-value (0,200) > α (0,05) sehingga gagal tolak H0, yang berarti residual kedua variabel berdistribusi normal.

c. Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinieritas dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya keterkaitan (korelasi) yang tinggi antara variabel- variabel independen dalam suatu model regresi linier berganda. Model yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (independent). Apabila nilai VIF < dari 10 maka dapat disimpulkan tidak ada korelasi antar variabel bebas (independent). Dalam penelitian ini, peneliti dapat melakukan pengujian multikolinieritas dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.13 di bawah ini:

Tabel 4.13

Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics B Std.

Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 53.815 6.810 7.903 .000 Penerapan

Metode Pembelajara

n Diskusi

.075 .137 .104 .549 .584 .290 3.454 Kedisiplinan .353 .070 .365 1.937 .056 .290 3.454 a. Dependent Variable: Prestasi Belajar PAI

Berdasarkan hasil output SPSS versi 25.0 yang telat terlampir pada tabel 4.13, jika dilihat dari VIF-nya yaitu (3,454) lebih kecil dari 10. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai VIF (3,454) < 10, maka variabel bebas (independen) termasuk dalam model regresi linier berganda yang tidak terjadi multikolinieritas.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual pada suatu pengamatan yang lain. Model regresi dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila nilai P-value-nya lebih besar dari pada α (0,05). Metode pengujian heteroskedositas dalam penelitian ini yaitu menggunakan Uji Glejser dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0. Berikut hasil uji heteroskedastisitas dengan bantuan SPSS versi 25.0 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.14

Hasil Uji Heteroskedastisitas ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 19.388 2 9.694 1.128 .329b

Residual 661.880 77 8.596

Total 681.268 79

a. Dependent Variable: Abs_RES

b. Predictors: (Constant), Kedisiplinan, Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi

Hipotesis:

H0 : Tidak terjadi heteroskedastisitas H1 : Terjadi heteroskedastisitas Statistik Uji:

α = 0,05

P-value (Sig.) = 0,329 Keputusan:

Berdasarkan hasil output SPSS versi 25.0 pada tabel 4.14, maka dapat diketahui bahwa nilai P-value (Sig.) yaitu sebesar 0,329. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa nilai P-value (0,329) > α (0,05), sehingga H1 ditolak dan H0

diterima artinya kedua variabel tersebut tidak terjadi heteroskedositas.

e. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu periode t-1 (sebelumnya). Uji autokorelasi dalam penelitian ini dilakukan dengan uji Durbin-Watson (DW) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0. Untuk lebih jelasnya, hasil uji Durbin-Watson (DW) dapat dilihat pada tabel 4.15 di bawah:

Tabel 4.15 Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .456a .208 .187 5.120 2.024

a. Predictors: (Constant), Kedisiplinan, Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi b. Dependent Variable: Prestasi Belajar

Hipotesis:

H0 : Tidak terjadi autokorelasi H1 : Terjadi autokorelasi Statistik Uji:

d = 2,024

du = 1,6882 (α = 0,05;k =2;80) Keputusan:

Berdasarkan hasil pengolahan data SPSS versi 25.0 di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai Durbin-Watson sebesar 2,024. Kemudian nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel DW dengan signifikansi 5%, jumlah sampel (N) sebesar 80 dan jumlah variabel independen (K) =2 (dalam tabel DW), sehingga diperoleh nilai du 1,6882, dan dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai DW (2,024) > du (1,6882), sehingga gagal tolak H0 yang berarti tidak terjadi autokorelasi.

Dokumen terkait