penting dilaksanakan karena dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan suatu produk yang akan dilakukan perbaikan jika terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki pada produk tersebut.
2. Subjek Uji Coba
Subjek uji coba produk biasanya terdiri dari ahli dibidang isi produk, ahli dibidang perancangan produk atau sasaran pengguna produk.88 Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini melibatkan beberapa para ahli. Adapun ahli yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan ini adalah ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran.
Dimana ahli media seseorang dosen yang ahli dalam bidang media pembelarajan dan juga paham terkait pengembangan. Ahli materi disini merupakan seseorang dosen yang ahli dalam bidang materi, dan ahli pembelajaran merupakan seseorang guru kelas V di MI Fajar Nusantara yang paham mengenai pembelajaran tematik dan media pembelajaran.
3. Jenis Data
Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini mencakup dua macam yaitu data deskriptif (kualitatif) dan data numerik (kuantitatif).
a. Data Kualitatif (Deskriptif)
Data kualitatif (deskriptif) berupa hasil wawancara, kritik, saran, serta komentar yang diberikan oleh validator ahli terhadap pengembangan media kokami (kotak dan kartu misterius).
88 Tim Penyusun, 132.
b. Data Kuantitatif (Numerik)
Data kuantitatif (numerik) diperoleh dari hasil skor dari para validator dan angket respon peserta didik. Hasil dari data ini akan digunakan untuk menentukan kelayakan pada hasil produk yang akan dikembangkan.
4. Instrumen Pengumpulan Data
Pada instrumen pengumpulan data ini mengemukakan instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data seperti yang sudah dikemukakan dalam butir sebelumnya.89
Instrumen pengumpulan data merupakan langkah penting dalam suatu pola prosedur penelitian. Dimana instrumen pengumpulan data ini berfungsi sebagai alat bantu dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan di lapangan.
Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian dan pengembangan ini adalah terdiri dari observasi, wawancara, angket (kuesioner), dan dokumentasi.
a. Observasi
Observasi merupakan proses pengamatan sistematis dari aktivitas manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dari lokasi aktivitas bersifat alami untuk menghasilkan fakta.90 Jadi observasi merupakan pengamatan
89 Tim Penyusun, Karya Tulis Ilmiah Universtitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq
Jember (Jember: UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, 2021), 134.
90 Hasyim Hasanah, Teknik-Teknik Observasi, Jurnal At-Taqaddum, (Juli, 2016), 26.
langsung dengan menggunakan penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, atau kalau perlu dengan pengecapan.91
Observasi dilakukan selama kegiatan penelitian berlangsung yang memiliki tujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pengunaan media kokami (kotak dan kartu misterius) dalam pembelajaran tematik.
b. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu kegiatan mengumpulkan data dan mendapatkan informasi yang berhubungan dengan fakta, kepercayaan, perasaan, keinginan dan sebagainya yang diperlukan untuk memenuhi tujuan penelitian.92 Wawancara pada penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan bertatap muka secara langsung dengan orang yang menjadi objek penelitian.
Dalam kegiatan wawancara pada penelitian dan pengembangan ini melakukan wawancara kepada seorang Kepala Madrasah MI Fajar Nusantara Negara Bali dan Guru Kelas V di MI Fajar Nusantara Negara Bali. Pada penelitian dan pengembangan ini menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur. Wawancara ini bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman
91 Sandu Siyoto dan M. Ali, Dasar Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), 81.
92 Mita Rosaliza, Wawancara Sebuah Interaksi Komunikasi dalam Penelitian Kualitatif, Jurnal Ilmu Budaya, (Februari, 2015), 71.
wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.93
c. Angket (Kueisioner)
Angket atau kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk diberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.94 Angket atau kuisioner dapat berupa pertanyaan dan pernyataan yang tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung maupun tidak langsung.95
Dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan beberapa angket yaitu sebagai berikut.
1) Angket Penilaian Ahli Materi
Angket penilaian ahli materi ini berhubungan dengan validitas materi pada produk yang dikembangkan. Pada angket ini berisi penialaian terhadap materi yang digunakan pada media kokami (kotak dan kartu misterius).
2) Angket Penilaian Ahli Media
Angket penilaian ahli media ini berhubungan dengan validitas media pada produk yang dikembangkan. Pada angket ini
93 Amrin Kamaria, Implementasi Kebijakan Penataan dan Mutasi Guru Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Utara, Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, (Juni, 2021), 88.
94 Puji Purnomo dan Maria Sekar, Pengembangan Tes Hasil Belajar Matematika Materi Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Waktu, Jarak dan Kecepatan untuk Siswa Kelas V, Jurnal Penelitian (Edisi Khusus PGSD), (Desember, 2016), 153.
95 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2018), 199.
terdiri dari penilaian terhadap media kokami (kotak dan kartu misterius).
3) Angket Ahli Pembelajaran
Angket penilaian ahli pembelajaran ini berhubungan dengan validitas pembelajaran tematik yang digunakan pada media kokami (kotak dan kartu misterius). Adapun angket ahli pembelajaran ini ditujukan kepada guru kelas V dan diberikan ketika proses kegiatan pembelajaran akan berlangsung.
4) Angket Peserta Didik
Angket peserta didik berisikan mengenai pendapat peserta didik terhadap media kokami (kotak dan kartu misterius) pada pembelajaran tematik tema 9 subtema 1 pembelajaran 1 yang meliputi kemudahan dalam memahami materi, tingkat ketertarikan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran serta tingkat kesulitan dalam menggunakan media kokami (kotak dan kartu misterius) dalam kegiatan pembelajaran tematik.
Angket peserta didik diberikan setelah penerapan media kokami (kotak dan kartu misterius) diterapkan pada pembelajaran tematik di kelas V.
d. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik yang bersifat tulisan, lisan,
gambaran, atau arkeologis.96 Kegiatan dokumentasi dalam penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendukung saat penelitian berlangsung.
Dokumentasi pada penelitian dan pengembangan ini berupa wawancara kepada guru kelas V MI Fajar Nusantara Negara-Bali, hasil validasi para ahli, angket respon peserta didik, dan foto-foto kegiatan.
5. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data pada penelitian pengembangan ini menggunakan teknik analisis yang berhubungan dengan tujuan dilakukan adanya penelitian ini. Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif yang akan dijelaskan sebagai berikut.
a. Analisis Data Kualitatif
Data kualitatif yang diperoleh berupa hasil observasi, wawancara dan komentar, saran dan kritik yang telah diberikan oleh ahli materi, ahli media, guru dan peserta didik. Kemudian dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil analisis data kualitatif ini menjadi acuan perbaikan media kokami (kotak dan kartu misterius) yang telah dikembangkan.
b. Analisis Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengolah data berupa numerik/angka yang diperoleh dari angket yang sudah diisi oleh ahli
96 Natalina N, Memahami Studi Dokumen dalam Penelitian Kualitatif, Jurnal Wacana (Juni, 2014), 178.
materi, ahli media, ahli pembelajaran, dan pengguna (peserta didik).
Data dianalisis untuk mengukur kevalidan dan kelayakan pada media kokami (kotak dan kartu misterius) yang dikembangkan.
1) Analisis Angket Validasi Para Ahli
Analisis data hasil validasi merupakan penjabaran dari hasil nilai validasi yang telah didapatkan dari validator. Analisis data hasil validasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana produk media kokami (kotak dan kartu misterius) yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan penilaian para validator.
Instrumen penilaian produk menggunakan skala likert dengan skor 1-4. Skor penilaian dari tiap pilihan jawaban dapat dilihat pada tabel 3.1 dibawah ini.
Tabel 3.1
Skor Penilaian Validasi Ahli
No Jawaban Kelayakan Skor
1 Sangat Layak 4
2 Layak 3
3 Tidak Layak 2
4 Sangat Tidak Layak 1
Hasil dari validasi para ahli ini kemudian digunakan untuk melakukan revisi atau perbaikan pada produk yang telah dibuat.
Adapun cara penghitungan angket dari para validator tersebut akan dihitung menggunakan rumus deskriptif presentatif. Rumus dari deskriptif presentatif adalah sebagai berikut.
Keterangan:
Ʃx = Jumlah nilai jawaban responden dalam satu item Ʃxi = Jumlah skor ideal dalam satu item
Kemudian dicari presentase kriteria kevalidan media kokami (kotak dan kartu misterius). Kriteria validasi yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.2
Kriteria Kevalidan Media Kokami (Kotak dan Kartu Misterius) No Kriteria
Pencapaian Nilai (%)
Tingkat Kevalidan 1 86% - 100% Sangat layak, sangat baik digunakan 2 71% - 85% Layak, boleh digunakan dengan revisi
kecil
3 56% - 70% Cukup layak, boleh digunakan dengan revisi besar
4 41% - 55% Kurang layak, tidak boleh dipergunakan 5 25% - 40% Tidak layak, tidak boleh dipergunakan
Pengembangan media kokami (kotak dan kartu misterius) dapat dikatakan layak jika pencapaian nilai kelayakan menunjukkan nilai 71% hingga 85%. Sedangkan media kokami (kotak dan kartu misterius) dikatakan sangat layak ketika pencapaian nilai kelayakan menunjukkan nilai 86% hingga 100%.
2) Analisis Data Angket Respon Peserta Didik
Data yang digunakan untuk mengetahui respon peserta didik dianalisis menggunakan skala Guttman. Didalam skala Guttman ini teradapat dua kategori, yaitu nilai dan skor. Angket yang sudah
diisi oleh peserta didik dianalisis dan dipresentasikan menggunakan rumus sebagai berikut (Arikunto, 2008: 35)
Keterangan
Ʃx = Jumlah nilai jawaban responden dalam satu item Ʃxi = Jumlah skor ideal dalam satu item
Tabel 3.3
Presentase Respon Peserta Didik
No Tingkat Pencapaian Kualifikasi Pencapaian 1 76 – 100 % Sangat Baik Layak, tidak perlu direvisi
2 51 – 75 % Baik Cukup, perlu
direvisi
3 36 – 50 % Cukup Kurang layak,
perlu direvisi
4 ≤ 35 % Kurang
Baik
Tidak layak, perlu direvisi
Pengembangan media kokami (kotak dan kartu misterius) dapat dikatakan layak jika pencapaian nilai kelayakan menunjukkan nilai 76% hingga 100%.
56 A. Penyajian Data Uji Coba
Dalam penelitian dan pengembangan media kokami (kotak dan kartu misterius) yang diterapkan pada pembelajaran tematik tema 9 Benda-Benda di Sekitar Kita subtema 1 Benda Tunggal dan Campuran pembelajaran 1 di Kelas V MI Fajar Nusantara Negara Bali. Penelitian ini menggunakan model penelitian ADDIE (Analyze, Desain, Development, Implementation dan Evaluation) dengan menggunakan 5 tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
1. Hasil Analisis
Tahapan pertama yang dilakukan oleh peneliti dalam pengembangan ADDIE (Analyze, Desain, Development, Implementation dan Evaluation) yaitu tahap analisis. Tahapan ini dimulai dari observasi ke Madrasah Ibtidaiyah Fajar Nusantara Negara Bali untuk mengetahui informasi mengenai keadaan pembelajaran yang ada di lembaga tersebut.
Analisis yang diperlukan dalam penelitian ini adalah analisis karakteristik peserta didik, analisis kompetensi, analisis materi dan analisis media pembelajaran.
Analisis karakteristik peserta didik merupakan kegiatan mengidentifikasi karakteristik peserta didik yang menjadi subjek penelitian pengembangan produk yang meliputi analisis kemampuan peserta didik, latar belakang pengetahuan peserta didik, dan perkembangan kognitif
peserta didik. Analisis karakteristik peserta didik ini diperoleh dengan melakukan wawancara kepada peserta didik dikelas V dimana peserta didik kelas V yang menjadi subjek pada penelitian ini didapatkan usia kisaran 11-12 tahun. Dimana diusia tersebut membutuhkan kegiatan belajar yang menyenangkan, seperti menggunakan permainan ketika proses pembelajaran berlangsung.
Analisis materi merupakan kegiatan mengidentifikasi konsep- konsep materi yang akan digunakan dalam penelitian pengembangan.
Dalam hal ini peneliti menggunakan materi tematik tema 9 subtema 1 pembelajaran ke 1 untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi dikarenakan materi tematik ini peserta didik dituntut untuk aktif dan berpikir kritis terhadap materi yang diberikan oleh guru.
Analisis media pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran tematik diketahui melalui wawancara dan observasi yang dilakukan di kelas V. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti secara tatap muka, diperoleh data bahwa pada guru kelas V dalam kegiatan pembelajaran masih menggunakan buku paket sebagai media pembelajaran. Hanya sesekali menggunakan media kotak dan kartu. Akan tetapi media kotak dan kartu soal seperti itu kurang memiliki daya tarik peserta didik saat pembelajaran. Alasan Ibu Ismiyah menggunakan media tersebut dikarenakan media tersebut mudah dibuat dan terkesan sederhana.
Penggunaan media seperti itu membuat peserta didik kurang tertarik dan minat dalam pembelajaran. Dengan demikian Ibu Ismiyah
menambahkan pernyataan bahwa diperlukannya sebuah media pembelajaran yang dapat menunjang minat peserta didik sehingga peserta didik merasa senang dan tertarik dalam pembelajaran.
Berdasarkan permasalah diatas, Ibu Ismiyah mendukung penuh ketika peniliti akan mengembangkan media pembelajaran berupa media kokami (kotak dan kartu misterius) karena media tersebut bukan hanya sebuah pengantar pesan materi akan tetapi juga terdapat permainan yang membuat peserta didik merasa tertarik dalam mengikuti pembelajaran terutama pada pembelajaran tematik.
Analisis kompetensi disini berisi mengenai kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Berdasarkan hasil wawancaran dengan Guru Tematik Kelas V di MI Fajar Nusantara Negara Bali, terdapat data bahwa kurikulum yang digunakan pada tahun ajaran 2022/2023 adalah kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013 ada beberapa kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh peserta didik. Adapun KD dan Indikator pada pembelajaran tematik Tema 9 Subtema 1 Pembelajaran 1 adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1
KD dan Indikator Pembelajaran Tematik Tema 9 Subtema 1 Pb 1 Kelas V Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.4 Menganalisis informasi yang
disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik
3.4.1 Menyebutkan isi iklan, pengertian iklan, serta menemukan arti kata-kata asing dalam iklan.
3.4.2 Menuliskan informasi yang terdapat pada iklan media cetak atau elektronik yang telah diamati. (HOTS C6 Mengkreasi)
3.4.3 Membandingkan dan
menganalisis dua buah iklan yang berbeda jenis. (HOTS C4 Menganalisis)
3.4.4 Membuat peta konsep/mind mapping tentang jenis-jenis iklan dan pengertian iklan.
(HOTS C6 Mengkreasi) 4.4 Memeragakan kembali
informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik dengan bantuan lisan, tulis, dan visual.
4.4.1 Mendesain iklan layanan masyarakat yang menarik dengan bantuan lisan, tulis, cetak atau elektronik. (HOTS C6 Mengkreasi)
4.4.2 Memeragakan iklan layanan masyarakat yang telah didesain dengan bantuan lisan, tulis, cetak atau elektronik. (HOTS C3 Menerapkan)
IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.9 Mengelompokkan materi
dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan komponen penyusunnya (zat tunggal dan
3.9.1 Menuliskan pengertian zat tunggal dan mengidentifikasi contoh benda termasuk zat tunggal di lingkungan sekitar
campuran). 3.9.2 Menuliskan pengertian zat campuran dan
mengidentifikasi contoh benda termasuk zat campuran di lingkungan sekitar
3.9.3 Membandingkan zat tunggal dan campuran. (HOTS C4 Menganalisis)
3.9.4 Mengelompokkan materi yang diamati berdasarkan komponen penyusunnya (zat tunggal dan campuran).
(HOTS C4 Menganalisis) 4.8 Melaporkan hasil pengamatan
sifat-sifat campuran dan komponen penyusunnya dalam kehidupan sehari-hari.
4.8.1 Menuliskan konsep tentang zat tunggal dan
mengidentifikasi contoh benda yang termasuk zat tunggal berdasarkan pengamatan langsung di lingkungan sekitar (HOTS C6 Mengkreasi)
4.8.2 Menuliskan konsep tentang zat campuran dan
mengidentifikasi contoh benda yang termasuk zat campuran berdasarkan pengamatan langsung di lingkungan sekitar. (HOTS C6 Mengkreasi)
4.8.3 Menyajikan laporan hasil pengamatan mengenai sifat- sifat campuran dan komponen penyusunannya dalam
kehidupan sehari-hari. (HOTS C6 Mengkreasi).
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat KD dan Indikator pada pembelajaran tematik Tema 9 Subtema 1 Pembelajaran 1 muatan pelajaran bahasa Indonesia dan ilmu pengetahuan alam (IPA)
Pada analisis media pembelajaran diperoleh informas berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Kelas V yaitu Ibu Ismiyah, bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tematik yaitu buku
paket dan sesekali menggunakan media kotak dan kartu soal dalam proses pembelajaran tematik. Dengan demikian dibutuhkan pengembangan media yang awalnya hanya kotak dan kartu soal kemudian dikembangkan menjadi media kokami (kotak dan kartu misterius) yang terdiri dari kartu soal, kartu hadiah, kartu sanksi, dan kartu evaluasi.
2. Hasil Desain
Pada tahap kedua yaitu tahap desain yang dilakukan peneliti adalah merancang suatu produk pengembangan media kokami (kotak dan kartu misterius). Adapun tahapan-tahapan dalam menentukan hasil desain adalah sebagai berikut.
a. Menentukan Isi Kartu Soal, Kartu Hadiah, Kartu Sanksi, dan Kartu Evaluasi
Kegiatan yang dilakukan sebelum membuat media kokami (kotak dan kartu misterius) adalah menentukan isi dari kartu soal, kartu hadiah, kartu sanksi, dan kartu evaluasi terlebih dahulu. Kartu soal yang dipilih menyesuaikan dengan materi tematik Tema 9 Subtema 1 Pembelajaran 1 muatan Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi tentang iklan, zat tunggal dan zat campuran.
Adapun kartu hadiah yang digunakan berupa tulisan dan hadiah yang diperoleh oleh peserta didik berupa sebuah kado. Kartu sanksi yang digunakan menyesuaikan keadaan peserta didik yaitu menyebutkan nama-nama malaikat beserta tugasnya, menyebutkan
nama-nama nabi, memperagakan bunyi hewan dan gerakannya, dan sebagainya.
Adapun kartu evaluasi yang digunakan menyesuaikan dengan materi yang digunakan. Fungsi menggunakan kartu evaluasi yaitu supaya peserta didik dapat mengingat kembali materi yang telah disampikan oleh guru.
b. Pembuatan Media Kokami (Kotak dan Kartu Misterius)
Pada pembuatan media kokami (kotak dan kartu misterius) ini didesain dengan menggunakan bahan-bahan yang memiliki kualiatas tahan lama serta mudah didapat. Bahan dasar dalam pembuatan kotak di media kokami (kotak dan kartu misterius) ini adalah triplek dengan ketebalan 6 mm sedangkan bahan dasar dalam pembuatan kartu dalam pembuatan media kokami (kotak dan kartu misterius) adalah kertas buffalo ukuran 10 x 12 cm sebanyak 27 lembar
Adapun tahap pembuatan media kokami (kotak dan kartu misterius) ini diawali dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti triplek, gergaji, lem, amplas, paku, palu, kuas cat dan cat kayu. Alat dan bahan tersebut dikumpulkan dan rancang sesuai dengan rancangan prosedur pembuatan media kokami (kotak dan kartu misterius).
3. Hasil Pengembangan
Adapun hasil pengembangan media kokami (kotak dan kartu misterius) dari beberapa tahapan sebagai berikut.
a. Bentuk Produk
Media kokami (kotak dan kartu misterius) merupakan sebuah media yang bisa dikembangkan oleh setiap orang. Pembuatan media kokami juga menggunakan bahan yang bersifat tahan lama dan mudah dijangkau oleh semua orang. Alat dan bahan yang digunakan dalam pengembangan media ini sudah disesuaikan dengan aspek-aspek pembuatan media kokami seperti alat dan bahan yang mudah dijangkau atau ditemukan serta jangka waktu pemakaian media ini terbilang bias digunakan berulang kali dikarenakan bahan dasarnya yaitu triplek.
Media kokami (kotak dan kartu misterius) disesuaikan dengan pembelajaran tematik di kelas V yaitu tema 9 “Benda-Benda di Sekitar” Subtema 1 “Benda Tunggal dan Campuran” Pembelajaran 1.
Setelah penyesuaian dengan materi, media kokami (kotak dan kartu misterius) ini merupakan desain awal yang dikonsultasikan kepada peneliti ke dosen pembimbing dan beberapa ahli validator yang terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran (guru kelas V).
setelah mendapatkan hasil dari beberapa validator kemudian peneliti melakukan revisi sesuai dengan saran dan komentar dari beberapa ahli validator dan selanjutnya melakukan validasi serta uji coba oleh pengguna yaitu peserta didik kelas V di MI Fajar Nusantara Negara Bali.
b. Komponen-Komponen Media Kokami (Kotak dan Kartu Misterius) 1) Bahan dan alat dalam pembuatan media kokami (kotak dan kartu
misterius)
Dalam pembuatan media kokami (kotak dan kartu misterius) selain menyesuaikan dengan materi juga harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Adapun bahan dan alat dalam pembuatan media kokami adalah sebagai berikut.
a) Gergaji b) Kuas Cat c) Palu d) Triplek e) Lem f) Amplas g) Paku h) Cat kayu
Adapun alat dan bahan dalam pembuatan kartu pada media kokami (kotak dan kartu misterius) adalah sebagai berikut.
a) Kertas buffalo ukuran 10 x 12 cm sebanyak 27 lembar b) Printer
c) Tinta d) Gunting e) Laptop
f) Aplikasi canva pro
2) Langkah-langkah dalam pembuatan media kokami (kotak dan kartu misterius)
Adapun langkah-langkah dalam pembuatan media kokami (kotak dan kartu misterius) sesuai dengan kaidah pembuatannya adalah sebagai berikut.
a) Menyiapkan alat dan bahan yang telah disediakan
b) Memotong triplek dengan ukuran 40 x 42 cm sebanyak 4 sisi
Gambar 4.1
Potongan beberapa triplek
c) Menggabungkan bagian-bagian triplek menggunakan lem kayu dan paku agar lebih kuat
Gambar 4.2
Proses merekatkan triplek menggunakan lem kayu
Gambar 4.3
Proses merekatkan triplek menggunakan paku
d) Setelah menjadi kotak, kemudian di amplas agar permukaan kotak menjadi halus.
Gambar 4.4
Proses penghalusan triplek menggunakan mesin amplas
e) Untuk bagian tutup kotak, dibuat lubang lingkaran
f) Membuat lingkaran di bagian tutup yang memiliki diameter 13 cm sebanyak 4 lubang
Gambar 4.5
Tutup media kokami (kotak dan kartu misterius)
g) Setelah kotak dan tutup kotak telah selesai, kemudian di cat menggunakan cat kayu dan kuas.
Gambar 4.6
Media kokami (kotak dan kartu misterius) yang telah di cat menggunakan cat warna
Setelah media selesai, dilanjut dengan membuat kartu- kartu misterius yang terdiri dari kartu soal, kartu sanksi, kartu hadiah dan kartu evaluasi. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan kartu-kartu tersebut adalah sebagai berikut.
a) Menentukan tema yang cocok di aplikasi canva pro untuk digunakan dalam media kartu misterius
b) Setelah menentukan tema yang cocok, kemudian menuliskan beberapa soal, sanksi, hadiah, dan evaluasi pada setiap slide c) Setelah desain kartu di aplikasi canva pro, kemudian di cetak
menggunakan printer
d) Kartu yang telah dicetak, kemudian di masukkan ke dalam amplop.
c. Validasi
Validasi produk media kokami (kotak dan kartu misterius) ini menggunakan beberapa para ahli validator diantaranya 2 dosen dan 1 guru kelas. Validasi media kokami (kotak dan kartu misterius) dilakukan oleh Bapak M. Sholahuddin Amruloh, M.Pd. Validasi materi dilakukan oleh Ibu Dr. Lailatul Usriyah, M.Pd.I dan validasi ahli pembelajaran dilakukan oleh Guru Kelas V MI Fajar Nusantara Negara Bali yaitu Ibu Ismiyah. Kegiatan validasi ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan media kokami (kotak dan kartu misterius) yang diimplementasikan pada pembelajaran tematik Tema 9 Subtema 1 Pembelajaran 1 di Kelas V MI Fajar Nusantara Negara Bali.
Hasil validasi oleh ahli media diperoleh persentase rata-rata adalah 91% dengan kategori sangat layak dengan mendapat saran dan masukan agar media kokami (kotak dan kartu misterius) diperbaiki pada bagian sisi kanan dan kiri diberi gambar yang menarik serta pada bagian tutup diberi kode agar peserta didik mudah dalam menggunakan media kokami (kotak dan kartu misterius). Bukan hanya