• Tidak ada hasil yang ditemukan

kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, aspek bahasa, dan aspek kelayakan kegrafikan.

4. Implementasi (Implementation)

Pada tahap ini modul interaktif akan diuji cobakan kepada peserta didik kelas VII B MTs Negeri 1 Jember. Modul interaktif berbasis Augmened Reality diuji kelompok atau skala kecil yang dilakukan kepada 6 peserta didik yang bertujuan untuk melihat keterbacaan modul interaktif berbasis Augmented Reality yang dikembangkan. Setelah diuji coba skala kecil, hasil tersebut digunakan untuk merevisi produk, sehingga dapat dilanjutkan pada tahap uji coba skala besar yang dilakukan pada 30 peserta didik kelas VII B MTs Negeri 1 Jember. Dengan demikian respons peserta didik terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan dapat diketahui kemenarikannya.

5. Evaluasi (Evaluation)

Pada tahap ini dilakukan evaluasi formatif dengan tujuan untuk kebutuhan revisi produk bahan ajar yang dikembangkan. Dalam evaluasi formatif ini dilakukan oleh peneliti sesuai dengan penilaian para ahli serta uji coba produk.

1. Desain Uji Coba Produk

Modul interaktif berbasis Augmented Reality disetujui oleh validator ahli untuk menentukan tingkat validasi produk berikutnya. Produk yang diajukan akan disetujui oleh tiga validator, yaitu: 1) satu orang dosen IPA sebagai ahli materi, 2) satu orang dosen sebagai ahli media, 3) satu orang guru mata pelajaran IPA MTs Negeri 1 Jember sebagai validator praktisi.

Setelah disetujui, produk akan direvisi jika ada kekurangan. Kemudian di uji cobakan pada peserta didik kelas VII B MTs Negeri 1 Jember untuk mengetahui respons peserta didik terhadap bahan ajar yang dikembangkan.

Tahapan desain uji coba pada penelitian ini digambarkan pada diagram alir desain penelitian, sebagai berikut:

Gambar 3.2 Diagram Alir Desain Penelitian ADDIE Sumber: Sugiyono. 2019

Tahap Analysis

Tahap Design

Tahap Development

Tahap Implementation

Tahap Evaluation Analisis Kinerja

Analisis Kebutuhan

Analisis KI dan KD

Menyusun Materi Pembelajaran

Pemilihan Media

Perancangan Awal

Validasi Ahli

Analisis Hasil Validasi Valid

Uji Coba Skala Kecil

Analisis Hasil Uji Coba Uji Coba Skala Besar Analisis Hasil Uji Coba

Evaluasi Formatif Revisi

Tidak Valid Revisi

2. Subjek Uji Coba

Pada penelitian dan pengembangan ini subjek uji coba terdiri dari subjek uji validitas yang disebut sebagai validator dan subjek uji kelompok terbatas sebagai berikut:

a. Dosen

Dosen yang menjadi subjek coba dalam penelitian ini terdiri dari 2 orang dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Kriteria dosen tersebut adalah 1 orang ahli materi IPA, adalah dosen dengan pendidikan minimal pendidikan S2 yang menguasai di bidang IPA khususnya pada materi Tata Surya. Selanjutnya adalah 1 orang ahli media, yakni dosen yang pendidikan minimal pendidikan S2 yang mumpuni di bidang media pembelajaran.

b. Pendidik

Pendidik yang menjadi subjek coba pada penelitian ini terdiri dari 1 orang guru di MTs Negeri 1 Jember dengan kriteria minimal pendidikan S1 yang menguasi bidang IPA khususnya pada materi Tata Surya.

c. Peserta didik

Peserta didik yang menjadi subjek coba pada penelitian adalah peserta didik kelas VII B MTs Negeri 1 Jember, dengan rincian 6 peserta didk pada uji coba skala kecil dan 30 peserta didik pada uji coba skala besar.

3. Jenis Data

Jenis data yang dikembangkan peneliti terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif.

a. Data kualitatif diperoleh pada saat peneliti mengumpulkan data untuk kebutuhan desain pada tahapan analisis yaitu dengan mewawancarai guru dan peserta didik.

b. Data kuantitatif berasal dari instrument validasi ahli dan angket respons peserta didik.

4. Instrumen Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa angket validasi ahli dan angket respons peserta didik. Angket yang digunakan berbentuk checklist dengan penilaian skor pada setiap aspeknya, aspek yang digunakan mengacu pada skala likert. 51 Berikut merupakan tabel kriteria skala penilaian yang digunakan:

Tabel 3.2 Kriteria Skala Penilaian

Kriteria Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Ragu-ragu (RG) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Instrument Pengumpulan data pada penelitian ini dengan penjelasan sebagai berikut:

51 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D

a. Instrumen Validasi Ahli

Pada tahap ini peneliti memberikan instrumen lembar validasi kepada validator beserta produk modul interaktif berbasis Augmented Reality yang telah dibuat. Validator memberi tanda checklist pada tiap kolom yang tersedia dalam lembar instrument validasi. Serta memberi saran juga komentar yang dapat di isi pada bagian lembar saran dan komentar.

b. Instrumen Validasi Pengguna

Lembar validasi pengguna diberikan kepada guru sebagai validasi pengguna. Dari sini guru dapat mengetahui tingkat ketepatan bahan ajar pyang dikembangkan untuk diterapkan. Lembar validasi ini diberikan kepada guru bertujuan untuk mengetahui perbaikan modul interaktif berbasis Augmented Reality yang akan digunakan oleh peserta didik.

c. Instrumen Respons Peserta didik

Pada proses ini peserta didik diberikan produk modul interaktif berbasis Augmented Reality kemudian diberikan angket dengan memberikan tanda checklist pada kolom yang tersedia, serta dapat menambahkan saran dan komentar di dalamnya. Bertujuan untuk mengetahui respons, saran dan komentar peserta didik.

5. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan yakni hasil validasi ahli yang terdiri dari ahli materi dan ahli media, validasi

pengguna, dan analisis respons peserta didik. Untuk mengetahui tingkat validitas modul initeraktif berbasis Augmented Reality ini digunakan teknik analisis data kuantitatif, dengan rincian sebagai berikut:

a. Analisis Data Hasil Validasi

Analisis data hasil validasi bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan produk bahan ajar yang dikembangkan berupa modul interaktif berbasis Augmented Reality. Menentukan nilai persentase (%) kriteria validasi menggunakan rumus sebagai berikut:52

× 100%

Keterangan:

Vah: Validasi Ahli (Nilai Presentase) Tse: Total skor empirik

Tsh: Total skor yang diharapkan

Berikut ini merupakan tabel kriteria validasi modul interaktif berbasis Augmented Reality yang dikembangkan:53

Tabel 3.3 Kriteria Validasi

Kriteria Validasi Tingkat Validasi

85,01 - 100,00% Sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi

70,01 - 85,00% Cukup valid atau dapat digunakan namum perlu revisi kecil

50,01 - 70,00% Kurang valid, disarankan tidak dipergunakan karena perlu direvisi besar

01,00 - 50,00% Tidak valid, atau tidak boleh dipergunakan

52 Sa‟dun Akbar, “Instrumen Perangkat Pembelajaran” (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2017)

53 Sa‟dun Akbar, “Instrumen Perangkat Pembelajaran” (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2017)

b. Analisis Data Hasil Respons Peserta didik

Analisis data dan hasil respons peserta didik bertujuan untuk mengetahui respons peserta didik terhadap modul interaktif berbasis Augmented Reality yang dikembangkan. Nilai presentase (%) kriteria kevalidan dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

Vau : Validasi ahli (Nilai Presentase) Tse : Total skor empirik

Tsh : Total skor maksimal yang diharapkan

Berikut ini merupakan tabel kriteria respons peserta didik terhadap modul interaktif berbasis Augmented Reality yang dikembangkan sebagai berikut :54

Tabel 3.4 Kriteria Respons Peserta didik Kriteria Validasi Tingkat Validasi

81% - 100% Sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi

61% - 80% Cukup valid atau dapat digunakan namun perlu revisi kecil

41% - 60% Kurang valid, disarankan tidak dipergunakan karena perlu direvisi besar

21% - 40% Tidak valid, atau tidak boleh dipergunakan

0% - 20% Sangat tidak valid atau tidak boleh dipergunakan

54 Sa‟dun Akbar, “Instrumen Perangkat Pembelajaran” (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2017)

58 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Penyajian Data Uji Coba

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan sebuah produk berupa modul interaktif berbasis Augmented Reality berbantuan Assemblr pada materi Tata Surya kelas VII SMP/MTs. Pengembangan bahan ajar ini mengadaptasi pada model ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch dengan tahapan sebagai berikut: analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Akan tetapi penelitian ini terbatas pada tahap evaluasi formatif, sedangkan evaluasi sumatif tidak dilakukan dikarenakan keterbatasan waktu.

Adapun data hasil peneliltian sebagai berikut:

1. Analisis (Analysis)

Tahap ini merupakan langkah awal dalam penelitian. Kegiatan analisis dilakukan dengan analisis kinerja, analisis kebutuhan serta analisis KI dan KD. Adapun pada kegiatan tahap ini dihasilkan data sebagai berikut:

a. Analisis Kinerja

Dalam analisis kinerja dilakukan dengan wawancara kepada guru IPA dan wawancara kepada peserta didik kelas VII B MTs Negeri 1 Jember. Pada kegiatan wawancara dengan guru IPA diperoleh hasil bahwa pada pembelajaran IPA khususnya materi fisika selama ini banyak dijumpai kesulitan baik oleh guru maupun peserta didik.

Tuntutan materi yang dapat memecahkan masalah kompleks dengan cara menerapkan pengetahuan dan pemahaman pada aktifitas sehari- hari yang mengakibatkan pemahaman pada materi Tata Surya menjadi kurang efektif. Media pembelajaran yang digunakan adalah buku paket, LKS dan PPT. Akibat dari kurangnya keterlibatan peserta didik menjadikan materi kurang tersampaikan sepenuhnya.

Selanjutnya hasil wawancara kepada 15 dari 30 peserta didik kelas VII B MTs Negeri 1 Jember didapatkan bahwa pembelajaran IPA dirasa sulit dan pada materi yang bersifat abstrak seperti materi Tata Surya dibutuhkan adanya media atau bahan ajar penunjang lain yang memudahkan peserta didik dalam memahami materi.

b. Analisis Kebutuhan

Pada analisis kebutuhan dilakukan penyebaran angket analisis kebutuhan terhadap 30 peserta didik kelas VII B MTs Negeri 1 Jember.

Hasil analisis kebutuhan peserta didik dijelaskan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1 Data Hasil Analisis Kebutuhan Peserta Didik No Pertanyaan Jawaban Jumlah Persentase

1. Kebutuhan media penunjang pembelajaran

Ya 27 90%

Tidak 3 10%

2. Media pembelajaran seperti modul yang disertai konten 3D/Augmented Reality

Ya 26 87%

Tidak 4 13%

3. Media pembelajaran seperti gambar atau video

Ya 9 30%

Tidak 21 70%

4. Media yang berkaitan dengan teknologi

Ya 25 83%

Tidak 5 17%

5. Kebutuhan media penunjang pembelajaran berupa modul interaktif berbasis Augmented Reality berbantuan Assemblr

Ya 27 90%

Tidak 3 10%

Total 30 100%

Dari tabel 4.1 dapat dijelaskan hasil analisis kebutuhan bahwa 90% peserta didik membutuhkan media penunjang dalam pembelajaran, 87% peserta didik mengharapkan media pembelajaran modul yang disertai dengan konten 3D/Augmented Reality, 30% peserta didik mengharapkan media pembelajaran seperti gambar dan video, 83%

peserta didik tertarik dengan media yang berkaitan dengan teknologi, dan 90% peserta didik setuju dengan adanya media penunjang pembelajaran berupa modul interaktif berbasis Augmented Reality. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa peserta didik lebih tertarik dengan media pembelajaran penunjang yang baru dan yang lebih menarik dari media penunjang yang telah ada sebelumnya.

c. Analisis KI dan KD

Pada analisis KI dan KD ini bertujuan untuk menyusun materi yang akan dimuat di dalam modul interaktif berbasis Augmented Reality. KI dan KD disusun berdasarkann kurikulum 2013 revisi 2017 sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekoah.

Adapun tabel analisis KI dan KD sebagai berikut:

Tabel 4.2 Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD)

1. Menghayati dan

mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan dan berdiskusi.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.11 Menganalisis sistem Tata Surya, rotasi dan revolusi Bumi, rotasi dan revolusi Bulan, serta dampaknya bagi kehidupan di Bumi.

4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang

sama dalam sudut

pandang/teori

4.11 Menyajikan karya tentang dampak rotasi dan revolusi Bumi dan Bulan bagi kehidupan di Bumi, berdasarkan hasil pengamatan atau

penelusuran berbagai sumber informasi.

Adapun tabel analisis Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran, sebagai berikut:

Tabel 4.3 Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Kompetensi Dasar (KD) Indikator 3.11 Menganalisis sistem

Tata Surya, rotasi dan revolusi Bumi, rotasi dan revolusi Bulan, serta dampaknya bagi kehidupan di Bumi.

3.11.1 Mendeskripsikan model orbit planet

3.11.2 Mendeskripsikan karakteristik Matahari sebagai pusat Tata Surya

3.11.3 Memahami karakteristik setiap anggota Tata Surya 3.11.4 Menggambarkan gerak rotasi

Bumi serta dampak gerak rotasi Bumi bagi kehidupan 3.11.5 Menggambarkan gerak

revolusi Bumi serta dampak gerak revolusi Bumi bagi kehidupan

3.11.6 Menjelaskan pergerakan Bulan

3.11.7 Menggambarkan gerhana Matahari

3.11.8 Menggambarkan gernaha Bulan

3.11.9 Mengamati berbagai fase Bulan

3.11.10 Menganalisis pasang

purnama dan pasang perbani 3.11.11 Menganalisis Bulan sinodis

dan Bulan sideris 4.11 Menyajikan karya

tentang dampak rotasi dan revolusi Bumi dan Bulan bagi kehidupan di Bumi, berdasarkan hasil pengamatan atau penelusuran berbagai sumber informasi.

4.11.1 Menggambarkan perbedaan antara arah gerak rotasi Bumi dengan arah terbit dan

terbenamnya Matahari

Adapun tujuan dari pembelajaran Tata Surya dengan menggunakan modul interaktif berbasis Augmented Reality sebagai berikut:

1) Melalui kegiatan membaca dan scan konten Augmented Reality peserta didik dapat mendeskripsikan model orbit planet dengan baik dan benar.

2) Melalui kegiatan membaca modul interaktif berbasis Augmented Reality peserta didik dapat mendeskripsikan karakteristik Matahari sebagai pusat Tata Surya dengan baik dan benar.

3) Melalui kegiatan membaca modul interaktif berbasis Augmented Reality peserta didik dapat memahami karakteristik setiap anggota Tata Surya dengan baik dan benar.

4) Melalui kegiatan identifikasi membuat model Bumi peserta didik dapat menggambarkan gerak rotasi bumi serta dampak gerak rotasi Bumi bagi kehidupan dengan baik dan benar.

5) Melalui kegiatan membaca dan scan konten Augmenteed Reality peserta didik dapat menggambarkan gerak revolusi Bumi serta dampak gerak revolusi Bumi bagi kehidupan dengan baik dan benar.

6) Melalui kegiatan membaca modul berbasis Augmented Reality peserta didik dapat menjelaskan pergerakan Bulan dengan baik dan benar.

7) Melalui kegiatan membaca dan scan konten Augmented Reality peserta didik dapat menggambarkan gerhana Matahari dengan baik dan benar.

8) Melalui kegiatan membaca modul interaktif berbasis Augmented Reality peserta didik dapat menggambarkan gerhana Bulan dengan baik dan benar.

9) Melalui kegiatan membaca dan scan konten Augmenteed Reality peserta didik dapat mengamati berbagai fase Bulan dengan baik dan benar.

10) Melalui kegiatan membaca modul interaktif berbasis Augmented Reality peserta didik dapat menganalisis pasang purnama dan pasang perbani dengan baik dan benar.

11) Melalui kegiatan membaca modul interaktif berbasis Augmented Reality peserta didik dapat menganalisis Bulan sinodis dan Bulan sideris dengan baik dan benar.

2. Perancangan (Design)

Tahap kedua dari pengembangan ini bertujuan supaya bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik sehingga merasa senang dengan adanya bahan ajar tersebut. Pada tahap ini meliputi penyusunan materi pembelajaran, pemilihan media, dan perancangan awal. Adapun rinciannya sebagai berikut:

a. Menyusun Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran disusun dengan mengkaji KI dan KD.

Dengan materi pembelajaran Tata Surya pokok bahasan sistem Tata Surya, anggota Tata Surya dan karakteristiknya (Matahari, planet- planet, Asteroid dan Meteoroid, Komet), pergerakan Bumi dan Bulan serta dampaknya bagi kehidupan sera fenomena benda langit seperti gerhana matahari dan gerhana bulan.

b. Pemilihan Media

Media yang dikembangkan berupa bahan ajar modul interaktif berbasis Augmented Reality berbantauan Assemblr pada materi Tata Surya. Pemilihan media bahan ajar ini telah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Modul interaktif berbasis Augmented Reality ini dapat dimanfaatkan sebagai penunjang dalam kegiatan pembelajaran secara mandiri oleh peserta didik. Modul ini dibuat dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Canva merupakan platform yang dapat membuat sebuah desain salah satunya dalam bentuk gambar. Aplikasi ini digunakan untuk mendesain keseluruhan bagian modul. Sedangkan konten Augmented Reality sendiri dibuat menggunakan aplikasi Assemblr. Assemblr ini merupakan platform Augmented Reality untuk memudahkan pengguna dalam mendesain konten 2D/3D yang divisualisasikan ke dalam bentuk Augmented Reality dengan sederhana. Desain seluruh bagian pada modul murni dibuat oleh peneliti tanpa bantuan dari pihak lain.

c. Perancangan Awal

Dalam perancangan awal dilakukan penyusunan produk sebelum diuji cobakan dengan mempersiapkan rancangan bahan ajar serta instrumen, di antaranya sebagai berikut:

1) Perancangan Format Media

Perancagan format media ini dilakukan dengan menyusun format awal desain modul interaktif berbasis Augmented Reality berbantuan Assemblr pada materi Tata Surya.

Adapun tabel berikut memuat format susunan modul interaktif berbasis Augmented Reality:

Tabel 4.4 Desain Modul

Bagian Isi

Sampul Modul (Cover)

Kata Pengantar

Daftar Isi

Pendahuluan

 Deskripsi Singkat

 KI dan KD

 Petunjuk Belajar

 Petunjuk

Penggunaan AR

 Peta Konsep

Kegiatan Belajar 1

Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2

Tes Formatif 2

Kegiatan Belajar 3

Tes Formatif 3

Tes Akhir Modul

Glosarium

Kunci Jawaban

Daftar Pustaka

Biografi Penulis

2) Penyusunan Instrumen

Instrumen yang dirancang pada tahap ini meliputi instrumen angket analisis kebutuhan, instrumen validasi ahli materi, instrumen ahli media, instrumen validasi pengguna serta instrumen uji respons peserta didik. Dalam penyusunan instrumen mengadaptasi dari BSNP dan referensi lain yang selaras dengan produk bahan ajar yang dikembangkan.

3. Pengembangan (Development)

Dalam tahap pengembangan ini dilakukan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut:

a. Validasi Ahli Materi

Penilaian modul interaktif berbasis Augmented Reality terhadap ahli materi memiliki tujuan untuk mengetahui validitas materi berdasarkan materi Tata Surya, dari aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, dan aspek bahasa. Penilai ahli materi dilakukan oleh dosen FTIK UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, yaitu Dinar Maftukh Fajar S.Pd., M.PFis.

Adapun hasil penilaian ahli materi dijelaskan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.5 Data Hasil Validasi Materi

No Aspek Skor

Validasi

Presentase Kriteria 1. Aspek Kelayakan Isi 33 94% Sangat Valid 2. Aspek Kelayakan

Penyajian

10 100% Sangat Valid

3. Aspek Bahasa 14 93% Sangat Valid

Jumlah 57 95% Sangat Valid

Hasil presentase akhir menunjukan nilai 95%, berdasarkan Sa‟dun Akbar tabel 3.3 maka kriteria tingkat kelayakan materi yang disajikan sangat valid. Sehingga modul interaktif berbasis Augmented Reality yang telah dikembangkan dapat digunakan dengan tanpa revisi. Nilai tersebut diperoleh dengan persamaan dan perhitungan sebagai berikut:

x100%

x100%

= 95%

b. Validasi Ahli Media

Penilaian modul interaktif berbasis Augmented Reality terhadap ahli media memiliki tujuan untuk mengetahui nilai kelayakan kegrafikan. Penilai ahli media dilakukan oleh dosen FTIK Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, yaitu Dr. H. Mundi, M.Pd. Pada Tanggal 25 Maret 2022.

Adapun hasil penilaian ahli materi dijelaskan pada tabel bsebagai berikut:

Tabel 4.6 Data Hasil Validasi Media

No Aspek Skor

Validasi

Presentase Kriteria 1. Aspek Kelayakan

Kegrafikan

103 97% Sangat Valid

Jumlah 103 97% Sangat Valid

Hasil presentase akhir menunjukan nilai 97%, berdasarkan Sa‟dun Akbar tabel 3.3 maka kriteria tingkat kelayakan media yang disajikan sangat valid. Sehingga modul interaktif berbasis Augmented Reality

yang telah dikembangkan dapat digunakan dengan tanpa revisi. Nilai tersebut diperoleh dengan persamaan dan perhitungan sebagai berikut:

x100%

x100%

= 97%

c. Validasi Pengguna

Penilaian modul interaktif berbasis Augmented Reality terhadap pengguna memiliki tujuan untuk mengetahui nilai modul interaktif berbasis Augmented Reality dari segi materi yakni berdasarkan materi Tata Surya dan desain bahan ajar. Penilaian pengguna dilakukan oleh Hafsah Hasan, S.Pd selaku guru IPA di MTs Negeri 1 Jember. Pada Tanggal 29 Maret 2022. Instrumen validasi pengguna meliputi aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, aspek bahasa dan aspek kegrafikan.

Adapun hasil validasi pengguna dijelaskan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.7 Data Hasil Validasi Pengguna

No Aspek Skor

Validasi

Presentase Kriteria 1. Aspek Kelayakan

Isi

32 91% Sangat Valid

2. Aspek Kelayakan Penyajian

15 100% Sangat Valid

3. Aspek Kelayakan Bahasa

13 87% Sangat Valid

4. Aspek Kelayakan Kegrafikan

15 100%

Jumlah 75 94% Sangat Valid

Hasil presentase akhir menunjukan nilai 94%, berdasarkan Sa‟dun Akbar tabel 3.3 maka kriteria tingkat kelayakan materi dan media yang disajikan sangat valid. Sehingga modul interaktif berbasis Augmented Reality yang telah dikembangkan dapat digunakan dengan tanpa revisi.

Nilai tersebut diperoleh dengan persamaan dan perhitungan sebagai berikut:

x100%

x100%

= 94%

Adapun grafik validasi produk dari ahli sebagai berikut:

Gambar 4.1 Grafik Hasil Validasi Ahli 4. Implementasi (Implementation)

Tahap ini adalah lanjutan dari tahap pengembangan. Pada tahap ini semua rancangan bahan ajar yang telah dikembangkan kemudian divalidasi oleh ahli yang terdiri dari ahli materi, ahli media dan pengguna,

95%

97%

94%

92%

93%

94%

95%

96%

97%

98%

Ahli Materi Ahli Media Pengguna

Dokumen terkait