BAB I PENDAHULUAN
B. Uji Heterokedastisitas
Hasil uji heteroskedastisitas dari gambar 4.2 menunjukan hasil pengujian heteroskedastisitas dengan metode grafik Scatter Plot antara SRESID dan ZPRED menunjukan pola penyebaran. Dari gambar tersebut terlihat bahwa titik-titik menyebar diatas dan dibawah 0 (nol) pada sumbu Y. hal ini menunjukan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model layak untuk digunakan dalam pengujian. Selain itu, terlihat bahwa data yang diuji penyebarannya dari waktu ke waktu selalu konsisten atau sama.
e. Uji Determinasi (R2)
Koefisien determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dala menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Untuk regresi linier berganda, sebaiknya menggunakan R Square yang sudah disesuaikan atau Adjusted R Square.
Table 4.10
Hasil Uji Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .591a .350 .289 .28.695
a. Predictors: (Constant), Ukuran Perusahaan , Profitabilitas (ROA), Opini audit b. Dependent Variable: Audit Delay
Sumber: Output SPSS 25 Version, 2022.
Dari hasil tabel 4.10 diperoleh nilai Adjusted R-Square sebesar 0,289 atau 28,9%, hal ini menunjukkan bahwa variasi variabel independen (opini audit, profitabilitas dan ukuran perusahaan) mampu menjelaskan sebesar 28,9%
terhadap variasi variabel dependen (audit delay), dan sisanya 71,1% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
f. Analisis Model Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari variabel (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Penelitian ini telah memenuhi syarat dalam uji asumsi klasik, sehingga model persamaan regresi akan mampu mengestimasi pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Table 4.11
Model Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 100.976 9.820 10.283 .000
Opini Audit 61.985 25.047 .511 2.475 .019
Profitabilitas (ROA) -.187 .860 -.042 -.217 .830
Ukuran Perusahaan -.003 .004 -.130 -.789 .436
a. Dependent Variable: Audit Delay
Berdasarkan tabel 4.11 tersebut, nilai-nilai pada output kemudian dimasukkan ke dalam persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y=(α)+β1X1+β2X2+β3X3+e
Y= 100,976 + 61,985OA + 0,187ROA - 0,003UP + e
Dapat di interpretasikan dari hasil persamaan diatas sebagai berikut:
a. α= 100,976 memilik arti jika nilai X1 (Opini Audit), X2 (Profitabilitas), X3 (Ukuran Perusahaan) = 0, maka nilai Y (Audit Delay) akan menunjukkan tingkat
sebesar 100,976 atau dalam arti lain jika tidak ada variable Opini Audit, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan maka Audit Delay sebesar 100,976 point.
b. X1 (Opini Audit) sebesar 61,985, maka ini menunjukkan koefisien regresi variabel Opini Audit memiliki arah positif, dimana setiap penurunan 61 point pada nilai X1 (Opini Audit) nilai Y (Audit Delay) me ningkat sebesar 61,985 point.
c. X2 (Profitabilitas) sebesar - 0,187, maka ini menunjukkan koefisien regresi variabel Profitabilitas memiliki arah positif, dimana setiap kenaikan 1 point pada nilai X2 (Profitabilitas) nilai Y (Audit Delay) meningkat sebesar -0,187 point.
d. X3 (Ukuran Perusahaan) sebesar -0,003, maka ini menunjukkan koefisien regresi variabel Ukuran Perusahaan memiliki arah negatif, dimana setiap penurunan 0 point pada nilai X3 (Ukuran Perusahaan) nilai Y (Audit Delay) meningkat sebesar -0,003 point.
g. Hasil Uji Hipotesis
1) Hasil Uji Koefisien Regresi secara Parsial (Uji Statistik t)
Uji t atau uji secara parsial digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen yaitu Opini Audit (X1), Profitabilitas (X2), dan Ukuran Perusahaan (X3) terhadap Audit Delay (Y). Untuk menentukan nilai t tabel ditentukan tingkat signifikansi 0,05 atau 5% dengan menentukan degree of freedom atau derajat kebebasan:
df = (n – k – 1) df = (36 – 3 – 1) df = 32
Dimana:
n = Jumlah Observasi
k = Jumlah Variabel (Variabel Bebas dan Terikat)
Dengan tingkat signifikan 0,05 atau 5% dan df = 32, maka t tabel adalah 1,99210. Jika t hitung < t tabel, maka Ha ditolak, dimana, tidak ada pengaruh antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Jika t hitung > t tabel, maka Ha diterima dan memiliki pengaruh antara variabel independen (X) dengan variabel depeden (Y). Apabila variabel yang diuji pada tingkat signifikan 0,05 atau 5% dengan kriteria tingkat signifikan > 0,05 maka Ho diterima, dimana variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sedangkan jika nilai signifikan < 0,05 maka Ho ditolak, dimana variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji t (uji secara parsial) menggunakan software SPSS 25 Version dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Table 4.12
Hasil Uji t (secara Parsial/Individu)
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 100.976 9.820 10.283 .000
Opini audit 61.985 25.047 .511 2.475 .019
Profitabilitas (ROA) -.187 .860 -.042 -.217 .830
Ukuran Perusahaan -.003 .004 -.130 -.789 .436
Sumber: Output SPSS 25 Version, 2022.
Berdasarkan tabel 4.12, maka dapat diketahui pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut:
a. Pengaruh X1 (Opini Audit) terhadap Y (Audit Delay)
Dari hasil perhitungan Uji t diatas, diketahui t hitung > t table (2.475 >
1.69552) dengan nilai signifikan dari variabel X1 (Opini Audit) sebesar 0,019 >
0,05 atau 5%. Maka dapat disimpulkan H0 diterima dan menolak H1, artinya bahwa variabel X1 (Opini Audit) berpengaruh signifikan terhadap Y (Audit Delay).
b. Pengaruh X2 (Profitabilitas) terhadap Y (Audit Delay)
Dari hasil perhitungan Uji t diatas, diketahui t hitung < t table (-0,217 <
1.69552) dengan nilai signifikan dari variabel X2 (Profitabilitas) sebesar 0,830 >
0,05 atau 5%. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan menerima H1, artinya bahwa variabel X2 (Profitabilitas) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (Audit Delay).
c. Pengaruh X3 (Ukuran Perusahaan) terhadap Y (Audit Delay)
Dari hasil perhitungan Uji t diatas, diketahui t hitung < t table (-0,789 <
1.69552) dengan nilai signifikan dari variabel X3 (Ukuran Perusahaan) sebesar 0,018 < 0,436 atau 5%. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan menerima H1, artinya bahwa variabel X3 (Ukuran Perusahaan) Tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (Audit Delay).
2) Hasil Uji Koefisien Regresi secara Simultan (Uji Statistik F)
Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel bebas atau independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel terikat atau dependen dengan diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Untuk menentukan apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak, terdapat kriteria pengambilan keputusan terhadap suatu hipotesis, yaitu:
a. Jika kepemilikan manajerial signifikan (nilai sig.) < 0,05 maka Ho ditolak.
b. Jika kepemilikan manajerial signifikan (nilai sig.) > 0,05 maka Ho diterima.
Uji statistik F ditemukan dengan melihat Fhitung atau signifikannya (sig.) yang terdapat pada tabel ANOVA.
Table 4.13
Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 14158.672 3 4719.557 5.732 .003b
Residual 26349.550 32 823.423
Total 40508.222 35
a. Dependent Variable: Audit Delay
b. Predictors: (Constant), Ukuran Perusahaan , Profitabilitas (ROA), Opini audit
Sumber: Output SPSS 25 Version, 2022.
Dari hasil pengujian hipotesis simultan diatas terlihat bahwa nilai Fhitung >
Ftabel yang diperoleh sebesar 5,732 > 2,90 dan nilai signifikan (sig.) yang diperoleh sebesar 0,003 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa secara simultan terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan antara variabel Opini Audit (X1), Profitabilitas (X2), dan Ukuran Perusahaan (X3) secara bersama-sama terhadap Audit Delay (Y). Dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis ke-4 (H4) diterima, dengan, Opini Audit, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Audit Delay.