BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
1. Uji Normalitas
Menurut Sugiyono (2016:153), Tujuan dilakukan uji normalitas terhadap seragkaian data adalah untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Bila berdistribusi normal, maka dapat diigunakan uji statistik berjenis parametrik.
3.10.2 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Sofiyan Siregar (2016:108), heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sah pada semua pengamatan di dalam model regresi.
Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas. Dasar kriterianya dalam pengambilan keputusan dengan model grafik, yaitu :
1. Jika ada pola tertentu seperti titik – titik yang ada membentuk suatu pola tertentu (bergelombang, melebur dan menyempit) maka terjadi heteroskedastisitas.
2. Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik – titik menyebar dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.10.3 Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Indikator model regresi yang baik adalah tidak adanya korelasi di antara variabel independen (Imam Ghozali, 2013: 105), Jika variabel independen saling berkolerasi, maka variabelvariabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai kolerasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.
3.10.4 Uji Autokorelasi
Menurut Duwi Priyanto (2015:144), Autokorelasi merupakan korelasi antara anggota konservasi yang disusun menurut waktu atau tepat. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi autokorelasi, metode pengujian menggunakan uji Durbin – Watson (DW Test).
Y = a + bX
Pengambilan keputusan pada uji Durbin – Watson sebagai berikut :
a. DU ≤ DW ≤ 4 – DU, maka H0 di tolak, artinya tidak terjadi autokorelasi.
b. DW ≤ DL atau DW ≥ 4 – DL, maka H0 di tolak, artinya terjadi autokorelasi.
c. DL ≤ DW atau 4 – DU ≤ DW ≤ 4 – DL, maka artinya tidak ada kepastian 3.11 Uji Hipotesis
Untuk menguji hipotesis yang telah diajukan dan untuk menguji pengaruh variabel mediasi (variabel intervening) dalam memediasi variabel independen terhadap variabel dependen peneliti menggunakan beberapa analisis, yaitu analisis regresi sederhana (H1, H2, H3, H4, H5 dan H6) dan analisis jalur serta uji sobel (H7 dan H8).
3.11.1 Analisis Regresi
1. Analisis Regresi Linear Sederhana
Regresi sederhana atau sering disebut analisis bivariat hanya melibatkan satu variabel independen dan satu variabel dependen. Bentuk umum regresi sederhana ditunjukan dengan persamaan garis linear sederhana yang menunjukan hubungan antara dua variabel, yaitu variabel X sebagai variabel independen dan variabel Y sebagai variabel dependen.
Sumber Sugiyono (2016:293) Keterangan :
Y : Nilai yang dipredisikan A : Konstanta atau bila harga X=0 b : Koefesien regresi
1. Analis Korelasi Sederhana
Analisis korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubunga.
Y= a + b1X1 + b2X2 +e
𝑟𝑦𝑥1𝑥2 = 𝑟2𝑦𝑥1 + 𝑟2𝑦𝑥2 − 2(𝑟𝑦𝑥1)(𝑟𝑦𝑥2)(𝑟𝑥1𝑥2𝑥3) 1 − 𝑟2𝑥 𝑥 1 2
Keterangan
r : Koefesien Korelasi X : Variebel Bebas Y : Variabel Terikat n : Jumlah Sempel
Koefesien korelasi yang dilakukan dengan menggunakan data dari sampel, dinotasikan sebagai r. Untuk kekuatan hubungan, nilai koefesien korelasi berarda antara -1 dan 1. Secara singkat dapat ditunjukan sebagai berikut:
1) Jika r = 0 atau mendekati, korelasi variabel lemah atau tidak ada korelasi.
2) Jika r = -1 atau mendekati, korelasi variabel sangat kuat dan arah negatif.
3) Jika r = 1atau mendekati, korelasi variabel sangat kuat dan arah positif
2. Analis Korelasi Berganda
Fungsi utama analisis korelasi adalah menentukan seberapa erat hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Ukuran yang menyatakan keeratan hubungan tersebut. Untuk menghitung korelasi digunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
r : koefisien korelasi ganda antara variabel X1,X2 dan Y r2yx1 : koefisien korelasi antara X1 dan Y
r2yx2 : koefisien korelasi antara X2 dan Y r2x1x2 : koefisien korelasi antara X1 dan X2
Kemudian untuk mempengaruhi suatu pengaruh kuat atau tindanya maka akan dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.4
Tingkat hubungan nilai r
Interval Koefesien Tingkat Hubungan
0,800 - 1,000 Sangat Kuat
0,600 - 0,799 Kuat
0,400 - 0,599 Cukup Kuat
0,200 - 0,399 Rendah
0,000 - 0,199 Sangat Rendah
3.11.3 Koefisien Determinasi (Adjusted R Square/ R2 )
Uji ini bertujuan untuk menentukan proporsi atau persentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas.
Apabila analisis yang digunakan adalah regresi sederhana, maka yang digunakan adalah nilai R Square. Namun, apabila analisis yang digunakan adalah regresi berganda, maka yang digunakan adalah Adjusted R Square. Hasil perhitungan Adjusted R2 dapat dilihat pada
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − r2
r√n − 2
output Model Summary. Pada kolom Adjusted R2 dapat diketahui berapa persentase yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan sisanya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabelvariabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Jika R2 nilainya semakin besar (mendekati 1), maka dapat dikatakan bahwa varian variabel bebas adalah besar terhadap variabel terikat. Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan varian variabel bebas terhadap variabel terikat.
3.11.4 Uji t (Uji Signifikasi Parsial)
Uji t digunakan untuk menguji secara parsial setiap variabel. Hasil uji t dapat dilihat pada tabel koefisien pada kolom sig (signifikan). Untuk nilai tingkat signifikansi atau probabilitas t maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat (Ghozali, 2015).
a. Hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : H0 : βi = 0 Artinya suatu variabel independent bukan merupakan
penjelas yang signifikan terhadap variabel dependent.
H1 : βi ≠ 0 Artinya variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependent.
b. Mencari t hitung.
Untuk mencari t hitung menggunakan rumus dibawah ini:
Keterangan : t = nilai t hitung n = jumlah sampel
r = korelasi persial yang ditentukan c. Mencari t tabel
Uji stastitik dilakukan menggunakan distribusi t dengan derajat bebas n – k, dengan k = banyaknya parameter pada persamaan regresi. Uji t adalah untuk menguji variabel independen secara individual akan berpengaruh terhadap variabel dependen. Menguji hipotesis tersebut dengan membandingkan t hitung dan t tabel dengan taraf nyata 5% dan (df , 𝑎⁄2) , df = n-k , dimana k adalah variabel bebas dan terikat.
d. Kriteria Pengambilan Keputusan
Dasar pengambilan keputusannya adalah apabila t tabel > t hitung, H0 diterima. Dan jika Dan t tabel < t hitung, maka Ha ditolak, begitupun jika sig > ἁ (0,05), maka Ho diterima Ha ditolak dan jika sig < ἁ (0,05), maka Ho ditolak Ha diterima.
3.11.5 Analisis Jalur dan Uji Sobel
Analisis jalur dan uji Sobel digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dan pengaruh variabel parametrik dalam perhitungan mean variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi berganda. Dengan kata lain,
Budaya Organisasi
hubungan sebab akibat antara variabel-variabel yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan teori (Ghozali, 2011: 249).
1. Analisis Jalur
Analisis jalur hanya digunakan untuk menentukan pola hubungan antara tiga atau lebih variabel dan tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kausalitas imajiner, sehingga untuk melakukan pembuktian hipotesis ke 6 dan ke 7 digunakan uji sobel. Berikut ini ditampilkan model analisis jalur hipotesis VI dan hipotesis VII:
Gambar 3.1
Model Struktur Analisis Jalur Hipotesis 6 dan 7
e1 menunjukkan jumlah variance variabel kepuasan kerja yang tidak dijelaskan oleh variabel gaya kepemimpinan dan variabel budaya organisasi. Sedangkan e2 menunjukkan jumlah variance variabel kinerja yang tidak dijelaskan oleh variabel kepuasan kerja, variabel gaya kepemimpinan dan variabel budaya organisasi. Untuk mencari besarnya e1 dan e2 digunakan rumus :
𝑒
1=√1 − 𝑅
Gaya Kepemimpinan
Budaya Organisasi Kepuasan
Kerja
𝑒
2=√1 − 𝑅
(Ghozali, 2011: 251)
Koefisien jalur dihitung dengan membuat dua persamaan struktural, yaitu persamaan regresi yang menunjukkan hubungan yang dihipotesiskan.
Dalam penelitian ini persamaan yang digunakan dalam analisis jalur sebagai berikut :
Persamaan regresi : Hipotesis VI
(1) Kepuasan Kerja = a + a Gaya Kepemimpinan+ e1
(2) Kinerja Pegawai = a + c Gaya Kepemimpinan + b Kepuasan Kerja + e2 Hipotesis VII
(1) Kepuasan Kerja = a + a Budaya Organisasi + e1
(2) Kinerja Pegawai = a + c Budaya Organisasi + b Kepuasan Kerja + e2
2. Uji Sobel
Selain itu, uji Sobel diperlukan untuk mengetahui apakah dampak mediasi yang terjadi signifikan. Analisis jalur menghasilkan koefisien yang menunjukkan pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel yang diteliti. Besarnya pengaruh langsung dinyatakan sebagai jumlah koefisien yang keluar dari SPSS, tetapi besarnya pengaruh tidak langsung harus dihitung dengan mengalikan koefisien (p2 x p3). Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah efek arbitrase yang ditunjukkan dengan
mengalikan koefisien adalah signifikan uji sobel. Uji sobel dilakukan dengan cara :
Hitung standar error dari koefisien inderict effect (Sp2p3) dengan rumus : 𝑆𝑝2𝑝3 = √𝑝32 𝑠𝑝22 + 𝑝22 𝑠𝑝32 + 𝑠𝑝22𝑠𝑝32
(Ghozali, 2017: 255)
Berdasarkan hasil perhitungan dari Sp2p3, selanjutnya dapat dihitung nilai t statistik pengaruh mediasi dengan rumus :
𝑡 =
p2p3SP2P3
(Ghozali, 2017: 255)
Nilai t hitung ini dibandingkan dengan nilai t tabel dan jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh mediasi yang signifikan.
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Objek Penelitian
4.4.1 Gambaran Umum
Saint John’s Catholic School adalah satuan pendidikan yang berdiri tahun 2006, pertama kali menempati Ruko Malibu. Jumlah murid pada saat itu adalah kurang lebih 40 orang. Pada saat itu belum ada satuan pendidikan di Serpong yang memberikan pendidikan setara dengan sekolah nasional dan internasional.
Masyarakat Kristiani pada umumnya lebih percaya menyekolahkan anak- anaknya ke sekolah berbasis agama, tetapi dengan tumbuhnya sekolah-sekolah internasional di kota-kota besar maka muncul kecenderungan baru, yaitu menyekolahkan anak ke sekolah berorientasi internasional walaupun tanpa berlandaskan ajaran agama yang kuat. Saat ini Saint John’s Catholic School sudah memiliki cabang di Serpong, Jakarta, dan Gading Serpong. Masyarakat semakin memberikan kepercayaan kepada Saint John’s Catholic School dalam proses pendidikan baik secara akademik, non-akademik, dan pendidikan karakter putra- putri mereka.
Terlebih di era pandemi saat ini, sebagai sekolah Katolik, siswa – siswi dibina dan diarahkan dalam motto: Scientia (ilmu pengetahuan), Virtus (keutamaan) dan Vita (kehidupan). Motto tersebut dijabarkan dalam visi dan misi sekolah yang akan terangkum dalam tujuh R3IGHT Nilai: Respect, Responsibility, Resilience, Integrity, Generousity, Harmony dan Truth . Selain itu, sebagai sekolah Katolik (universal), Saint John’s juga terbuka untuk semua
siswa yang berlatar agama yang berbeda-beda. Di sekolah ini siswa tidak
“dikatolikkan” melainkan didampingi untuk menerima dan menghargai keanekaragaman. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SD Saint John’s Catholic School dapat tercapai apabila kegiatan belajar mengajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan.
Proses pembelajaran secara digital di era pandemi akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang baik dan terencana, sehingga dapat memenuhi:
1) Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global
2) Mempersiapkan profil Pelajar Pancasila dalam menghadapi perkembangan dunia
3) Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Saint John’s Catholic School didirikan dan dirancang untuk menjawab tantangan jaman, yaitu menyediakan pendidikan yang berkualitas, menekankan pentingnya menguasai bahasa asinguntuk menguasi bidang-bidang lainnya serta menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilaimoral/karakter dan keagamaan.
4.4.2 Visi Dan Misi Saint John’s Catholic School Visi
Visi SD Saint John’s Catholic School adalah menjadi satuan pendidikan dasar yang bermutu berdasarkan tiga pilar yaitu Scientia, Virtus et Vita (Knowledge, Virtues and Life) di dalam kerangka nilai-nilai Katolisitas.
Misi
Mempersiapkan siswa siwi untuk mendapatkan pendidikan tinggi di sekolah-sekolah menengah terbaik di Indonesia dan di luar negeri untuk mendapatkan karir terbaik, menjadi anggota masyarakat yang mandiri, disiplin,
Adapun pembagian tugas-tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian pada Saint John’s Catholic School sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah
1) Dipercaya, jujur dan bertanggung jawab.
2) Memahami status Guru.
3) Staf dan siswa
4) Memiliki Visi dan memahami Misi Sekolah.
5) Melakukan pekerjaan di dalam dan di luar sekolah untuk menciptakan, meneliti, dan memilih ide-ide baru.
2. Wakasek Kurikulum
1) Membuat dan menginterpretasikan kalender pendidikan.
2) Mengkoordinasikan penugasan guru dan jadwal pelajaran.
3) Mengatur penyusunan program pendidikan, program kredit mata kuliah, peningkatan pendidikan, dan koordinasi kurikulum.
4) Tata tertib pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dan ekstrakurikuler.
5) Peraturan tentang pelaksanaan program evaluasi kriteria promosi.
Melaporkan target kelulusan dan kemajuan siswa serta membagikan raport dan STTB.
6) Menyelenggarakan dan melaksanakan program pelatihan dan pendidikan.
7) Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
8) Mengelola pengembangan MGMP dan koordinatornya.
9) Untuk menampung perpindahan siswa.
10) Melaksanakan supervisi administrasi dan akademik.
11) Kompilasi laporan dan Menyusun laporan 3. Wakasek Kesiswaan dan Kedisiplinan
1) Pengaturan Program, Bimbingan dan Konseling.
2) Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7k (keselamatan,
3) Menyelenggarakan dan mempromosikan kegiatan program OSIS seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmu Pemuda (KIR), Perusahaan Kesehatan Sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Pasquibra.
4) Kami akan mengadakan program magang kilat.
5) Mengatur dan memilih siswa teladan sekolah 6) Menyelenggarakan kontes kuis, hasil olahraga.
7) Seleksi Calon Beasiswa 4. Para Guru
1) Membuat Membuat Perangkat Kurikulum Program Tahunan
AMP - Program Tahunan
Program Satuan Pelajaran
Program rencana pengajaran
Program mingguan guru
LKS
2) Membuat kegiatan pembelajaran.
3) Membuat kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan umum, ujian akhir.
4) Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.
5) Menyusun program perbaikan dan pengayaan.
6) Mengisi daftar nilai siswa.
7) Melakukan kegiatan membimbing (pengentasan pengetahuan) kepada guru lain dalamkegiatan belajar mengajar.
8) Membuat alat pelajaran / alat peraga.
9) Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni.
10) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.
11) Melaksanakan tugas tertentu disekolah.
12) Mengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
5. Perpustakaan
Pustakawan sekolah membantu kepala sekolah dalam kegiatan sebagai berikut :
1) Buat rencana pembelian untuk perpustakaan multimedia elektronik.
2) Pengurusan pelayanan perpustakaan.
3) Perencanaan pengembangan perpustakaan.
4) Pemeliharaan dan perbaikan buku perangkat perpustakaan multimedia elektronik
5) Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buku bahan pustaka media elektronika
6) Melayani siswa dan guru, tenaga kependidikan lainnya dan masyarakat.
7) Menyimpan buku dari perpustakaan media elektronik, Buat aturan perpustakaan.
8) Membuat laporan rutin pelaksanaan kegiatan perpustakaan 6. Tata Usaha
Tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketata usahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1) Menetapkan program kerja manajemen sekolah.
2) Pengelolaan keuangan sekolah.
3) Manajemen personalia dan manajemen mahasiswa.
4) Orientasi dan pelatihan staf manajemen sekolah.
5) Mempersiapkan pengelolaan perlengkapan sekolah.
6) Membuat dan menganalisis statistik sekolah.
7) Memerintah dan melakukan 7k.
8) Melaporkan secara berkala perkembangan kegiatan manajemen dan operasional
7. Konseling/BP
Membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1) Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dan konseling.
2) Berkoordinasi dengan guru kelas untuk mengatasi ketidakmampuan belajar siswa.
3) Kami memberikan pelayanan dan saran untuk membantu mahasiswa melaksanakan kegiatan akademiknya dengan lebih baik.
4) Memberikan bimbingan dan pertimbangan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan tentang pendidikan tinggi dan kesempatan kerja terkait.
5) Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan nasehat.
6) Mensintesis statistik hasil evaluasi bimbingan dan konseling.
7) Melaksanakan kegiatan dari penilaian hasil belajar.
8) Mengembangkan dan melaksanakan program pemantauan untuk bimbingan
dan saran.
9) Menulis laporan pelaksanaan bimbingan dan nasehat.
Tabel 4.1
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Laki-Laki 24 30,0
2 Perempuan 56 70,0
Jumlah 80 100,0
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, Anda dapat melihat data jenis kelamin responden. Responden mewakili 70,0% dari total 56 responden laki-laki dan responden mewakili 30% dari total 24 perempuan.. Berdasarkan data pada tabel di atas, mayoritas responden adalah perempuan dengan angka 70,0%.
2) Jabatan
Deskripsi karakteristik responden berdasarkan Jabatan disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.2
Responden Berdasarkan Jabatan
No Jabatan Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Kepala Sekolah 1 1,3
2 Wakil Kepala Sekolah 1 1,3
3 Wakasek Kesiswaan
dan Kedisiplinan 1 1,3
4 Pengurus Perpustakaan 1 1,3
5 Pengurus Tata Usaha 1 1,3
6 Konseling / BP 1 1,3
7 Guru 74 94,9
S
Jumlah 80 100,0
Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang yang menjadi responden yang berdasarkan Jabatan yaitu pegawai dengan jenis Jabatan Kepala Sekolah berjumlah 1 orang dengan persentase 1,3%, Wakil Kepala Sekolah berjumlah 1 orang dengan persentase 1,3%, Wakasek Kesiswaan dan Kedisiplinan berjumlah 1 orang dengan persentase 1,3%, Pengurus Tata Usaha berjumlah 1 orang dengan persentase 1,3%, Konseling / BP berjumlah 1 orang dengan persentase 1,3% dan guru berjumlah 74 orang dengan persentase 94,9%.
3) Pendidikan
Deskripsi karakteristik responden berdasarkan pendidikan disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.3
Responden Berdasarkan Pendidikan
No Pendidikan Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 D3 4 5,0
2 S1 67 83,8
3 S2 8 10,0
4 S3 1 1,3
Jumlah 80 100,0
Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang yang menjadi responden yang berdasarkan pendidikan yaitu karyawan dengan jenis pendidikan D3 berjumlah 4 orang dengan persentase 5,0%, S1 berjumlah 67 orang dengan persentase 83,8%, S2 berjumlah 8 orang dengan persentase 10,0%, dan S3 berjumlah 1 orang dengan persentase 1,3%.
4) Lama Berkerja
Deskripsi karakteristik responden berdasarkan lama berkerja disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.4
Responden Berdasarkan Lama Berkerja
No Lama Berkerja Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 1 Tahun - 4 Tahun 11 13,8
2 5 Tahun - 9 Tahun 43 53,8
3 10 Tahun - 15 Tahun 26 32,5
Jumlah 80 100,0
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Tabel di atas menunjukkan bahwa responden penelitian karyawan Saint John’s Catholic School yang telah bergabung dan bekerja di Saint John’s Catholic School dari atau sama dengan bekerja di Saint John’s Catholic School antara 1 samapai 4 tahun sebanyak 11 orang dengan persentase 13,8%, responden penelitian karyawan Saint John’s Catholic School yang telah bergabung dan bekerja di Saint John’s Catholic School antara 5 sampai 9 tahun sebanyak 43 orang dengan persentase 53,8%,
bergabung dan bekerja di Saint John’s Catholic School antara 10 sampai 15 tahun sebanyak 26 orang dengan persentase 32,5 dan belum ada responden yang telah bergabung dan bekerja lebih dari 15 tahun.
Berdasarkan data dari tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian bergabung dan bekerja di Saint John’s Catholic School kurang dari atau sama dengan setahun dan belum ada responden yang bekerja di Saint John’s Catholic School lebih atau sama dengan 15 tahun.
Pengujian ini digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya pertanyaan yang terdapat di kuesioner, untuk mengetahui valid atau tidaknya kuesioner yang digunakan dalam penelitian. Teknik yang digunakan dalam pengujian ini adalah dengan membandingkan antara nilai r hitung dengan r tabel, jika r hitung lebih besar dari r tabel pada tarif signifikan 5%, maka dapat dikatakan valid. Berikut merupakan bentuk penjelasan dalam bentuk tabel dari setiap variabel.
Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan
Variabel Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan
Gaya Kepemimpinan
X1.1 0,454** 0.219 valid
X1.2 0,680** 0.219 valid
X1.3 0,651** 0.219 valid
X1.4 0,569** 0.219 valid
X1.5 0,616** 0.219 valid
X1.6 0,747** 0.219 valid
X1.7 0,493** 0.219 valid
X1.8 0,711** 0.219 valid
X1.9 0,630** 0.219 valid
X1.10 0,527** 0.219 valid X1.11 0,632** 0.219 valid X1.12 0,632** 0.219 valid X1.13 0,550** 0.219 valid X1.14 0,611** 0.219 valid X1.15 0,552** 0.219 valid X1.16 0,676** 0.219 valid X1.17 0,724** 0.219 valid X1.18 0,678** 0.219 valid X1.19 0,505** 0.219 valid X1.20 0,426** 0.219 valid X1.21 0,503** 0.219 valid X1.22 0,573** 0.219 valid X1.23 0,506** 0.219 valid X1.24 0,527** 0.219 valid X1.25 0,232** 0.219 valid X1.26 0,552** 0.219 valid
X1.27 0,724** 0.219 valid X1.28 0,270** 0.219 valid X1.29 0,267** 0.219 valid X1.30 0,237** 0.219 valid
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari hasil pengujian validitas variabel gaya kepemimpinan pada tabel diatas. Dari hasil perhitungan validitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa r hitung > r tabel ada 30 kuisioner yang dinyatakan valid, 30 kuesioner gaya kepemimpinan dinyatakan valid karena r hitung lebih dari r tabel karena hasilnya kurang dari jumlah r tabel yaitu 0,219.
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi
Variabel Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan
Budaya Organisasi
X2.1 0,390** 0.219 valid
X2.2 0,449** 0.219 valid
X2.3 0,276* 0.219 valid
X2.4 0,319** 0.219 valid
X2.5 0,319** 0.219 valid
X2.6 0,486** 0.219 valid
X2.7 0,470** 0.219 valid
X2.8 0,511** 0.219 valid
X2.9 0,525** 0.219 valid
X2.10 0,428** 0.219 valid X2.11 0,465** 0.219 valid X2.12 0,488** 0.219 valid X2.13 0,531** 0.219 valid X2.14 0,544** 0.219 valid
X2.15 0,541** 0.219 valid X2.16 0,519** 0.219 valid X2.17 0,424** 0.219 valid X2.18 0,363** 0.219 valid X2.19 0,354** 0.219 valid X2.20 0,370** 0.219 valid X2.21 0,428** 0.219 valid X2.22 0,600** 0.219 valid X2.23 0,447** 0.219 valid X2.24 0,580** 0.219 valid X2.25 0,625** 0.219 valid X2.26 0,566** 0.219 valid X2.27 0,572** 0.219 valid X2.28 0,596** 0.219 valid X2.29 0,600** 0.219 valid X2.30 0,515** 0.219 valid
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari hasil pengujian validitas variabel budaya organisasi pada tabel diatas. Dari hasil perhitungan validitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa r hitung > r tabel ada 30 kuisioner yang dinyatakan valid, 30 kuesioner gaya kepemimpinan dinyatakan valid karena r hitung lebih dari r tabel karena hasilnya kurang dari jumlah r tabel yaitu 0,219.
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan
Variabel Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan
Kinerja Karyawan
Y1 0,347** 0.219 valid
Y2 0,336** 0.219 valid
Y3 0,391** 0.219 valid
Y4 0,399** 0.219 valid
Y5 0,445** 0.219 valid
Y6 0,317** 0.219 valid
Y7 0,338** 0.219 valid
Y8 0,241*** 0.219 valid
Y9 0,630** 0.219 valid
Y10 0,527** 0.219 valid
Y11 0,632** 0.219 valid
Y12 0,632** 0.219 valid
Y13 0,550** 0.219 valid
Y14 0,611** 0.219 valid
Y15 0,552** 0.219 valid
Y16 0,676** 0.219 valid
Y17 0,724** 0.219 valid
Y18 0,678** 0.219 valid
Y19 0,505** 0.219 valid
Y20 0,426** 0.219 valid
Y21 0,503** 0.219 valid
Y22 0,573** 0.219 valid
Y23 0,506** 0.219 valid
Y24 0,527** 0.219 valid
Y25 0,232** 0.219 valid
Y26 0,552** 0.219 valid
Y27 0,724** 0.219 valid
Y28 0,270** 0.219 valid
Y29 0,267** 0.219 valid
Y30 0,237** 0.219 valid
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari hasil pengujian validitas variabel kinerja karyawan pada tabel diatas. Dari hasil perhitungan validitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa r hitung > r tabel ada 30 kuisioner yang dinyatakan valid, 30 kuesioner gaya kepemimpinan dinyatakan valid karena r hitung lebih dari r tabel karena hasilnya kurang dari jumlah r tabel yaitu 0,219
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas Variabel Kepuasan Kerja Karyawan Variabel Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan
Kepuasan Kerja
Z1 0,443** 0.219 valid
Z2 0,724** 0.219 valid
Z3 0,681** 0.219 valid
Z4 0,607** 0.219 valid
Z5 0,545** 0.219 valid
Z6 0,625** 0.219 valid
Z7 0,541** 0.219 valid
Z8 0,559** 0.219 valid
Z9 0,650** 0.219 valid
Z10 0,040** 0.219 valid
Z11 0,340** 0.219 valid
Z12 0,494** 0.219 valid
Z13 0,269** 0.219 valid
Z14 0,555** 0.219 valid
Z15 0,425** 0.219 valid
Z16 0,529** 0.219 valid
Z17 0,531** 0.219 valid
Z18 0,591** 0.219 valid
Z19 0,650** 0.219 valid
Z20 0,720** 0.219 valid
Z21 0,531** 0.219 valid
Z22 0,500** 0.219 valid
Z23 0,591** 0.219 valid
Z24 0,665** 0.219 valid
Z25 0,580** 0.219 valid
Z26 0,620** 0.219 valid
Z27 0,666** 0.219 valid
Z28 0,650** 0.219 valid
Z29 0,720** 0.219 valid
Z30 0,379** 0.219 valid
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari hasil pengujian validitas variabel kepuasan kerja pada tabel diatas.
Dari hasil perhitungan validitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa r hitung
> r tabel ada 30 kuisioner yang dinyatakan valid, 30 kuesioner gaya kepemimpinan dinyatakan valid karena r hitung lebih dari r tabel karena hasilnya kurang dari jumlah r tabel yaitu 0,219
minimum 0,60. Maka setelah diuji reliabilitas (perhitungan terlampir) didapat hasil sebagai berikut.
Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach’s
Alpha Ukuran Keterangan
Gaya kepemimpinan
0,884 >0,60 Reliable
Budaya organisasi 0,910 >0,60 Reliable
Kinerja karyawan 0,595 >0,60 Reliable
Kepuasan kerja 0,917 >0,60 Reliable
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari tabel diatas yang diperoleh dari pengolahan data SPSS versi 24 didapat Cronbach’s alpha dari ke empat variabel lebih sebesar 0,60 maka dapat disimpulkan relliabel karena lebih besar dari 0,60.
4.2.4 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji standar digunakan untuk memverifikasi apakah ada distribusi normal antara variabel dependen dan independen dari model regresi. Model regresi cocok ketika distribusi data normal atau mendekati normal. Pengujian statistik non-parametrik digunakan untuk menentukan apakah data uji terdistribusi normal. Uji statistik non parametrik yang digunakan adalah uji OneSample Kolmogorov-Smirnov (1Sample KS). Jika hasil menunjukkan nilai probabilitas signifikan lebih besar dari 0,05, maka variabel tersebut berdistribusi normal :
Tabel 4.11
Hasil Uji Normalitas Statistik Non Parametrik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 80
Normal Parametersa,b
Mean ,0000000
Std.
Deviation
7,67492980 Most Extreme
Differences
Absolute ,070
Positive ,039
Negative -,070
Kolmogorov-Smirnov Z ,623
Asymp. Sig. (2-tailed) ,832
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari data output SPSS di atas dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig. (2- tailed) sebesar 0,832 lebih besar dari 0,05, sehingga data dapat dikatakan berdistribusi normal.