• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Normalitas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) apakah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada analisis regresi dan multivariate sangat kompleks, karena dilakukan pada seluruh variabel secara bersamasama. Uji ini juga dapat dilakukan pada setiap variabel, dengan logika bahwa apabila secara individual masing-masing variabel memenuhi asumsi normalitas, maka secara bersama-sama (multivariate) variabel- variabel tersebut juga dapat dianggap memenuhi asumsi normalitas. Untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak dapat dilakukan dengan cara tes statistic berdasarkan test of normality (Kolmogorov Smirnov test).

Dasar pengujiannya untuk pengambilan keputusan yaitu:

a) Jika nilai sig. lebih besar dari 0,05, maka data berdistribusi normal.

b) Jika nilai sig. lebih kecil dari 0,05, maka data berdistribusi tidak normal.28

Tabel 4.25 Hasil Uji Normalitas

28 I Wayan Widana, Putu Lia Muliani, Uji Persyaratan Analisis, (Lumajang:

Klik Media, 2020), h. 18

Unstandardized Residual

N 50

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.99846470

49

Sumber: Data Primer yang diolah menggunakan SPSS 25, 2022.

Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 4.25 diatas, diketahui nilai sig sebesar 0,200, maka nilai sig >

0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian tersebut berdistribusi normal.

2) Uji Linieritas

Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel memiliki hubungan linier atau tidak. Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau belum. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis regresi linier.

Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila signifikasi lebih besar dari 0,05.

Tabel 4.26 Hasil Uji Linieritas

Sumber: Data Primer yang diolah menggunakan SPSS 25, 2022.

Berdasarkan hasil uji linieritas di atas diketahui bahwa semua variabel independen memiliki hubungan yang linier dengan variabel dependen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel adalah linier.

Most Extreme Differences Absolute .095

Positive .092

Negative -.095

Test Statistic .095

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

Variabel Signifikansi Keterangan

Lingkungan Karyawan

Kerja Terhadap Kinerja 0,429 Linier Motivasi

Karyawan

Kerja Terhadap Kinerja 0,843 Linier

50 3) Uji Multikoliniearitas

Uji multikoliniearitas dilakukan untuk melihat ada tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linier berganda. Jika antar variabel bebas ditemukan adanya korelasi atau mengandung asek dan indikator yang sama maka koefisien regresi yang didapatkan menjadi tidak bermakna. Model regresi yang baik yaitu apabila tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Cara mengetahui ada tidaknya gejala multikolonieritas didalam model regresi yaitu dengan melihat VIF (variance inflation factor) dan nilai Tolerance.

Dasar pengambilan keputusan menggunakan nilai Tolerance sebagai berikut:

a) Jika nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 maka variabel bebas yang diuji tidak terjadi multikoliniearitas.

b) Jika nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai Tolerance lebih kecil dari 0,10 maka variabel bebas yang diuji menunjukkan adanya multikolinieritas.29

Berikut adalah hasil uji multikolinearitas pada penelitian ini:

Tabel 4.27

Hasil Uji Multikolinearitas

Sumber: Data Primer yang diolah menggunakan SPSS 25, 2022.

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada tabel 4.27 diatas, diketahui nilai VIF (variance inflation factor) dari variabel lingkungan kerja sebesar 1,097 dan motivasi

29 I Wayan Widana, Putu Lia Muliani, Uji Persyaratan Analisis,…h. 73.

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 Lingkungan Kerja 0,912 1,097

Motivasi Kerja 0,912 1,097

a. Dependent Variable: Kinerja

51

kerja sebesar 1,097, maka seluruh nilai VIF lebih kecil dari 10. Nilai Tolerance dari variabel lingkungan kerja kirim sebesar 0,912, motivasi kerja sebesar 0,912, maka seluruh nilai Tolerance lebih besar dari 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen/bebas tidak terjadi multikolinearitas.

c. Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear adalah alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel bebas terhadap satu variabel terikat.

Analisis regresi juga dapat digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis yang diajukan pada penelitian.30 Jika pengukuran pengaruh antar variabel melibatkan lebih dari satu variabel bebas dinamakan analisis regresi linier berganda.

Dikatakan linier karena setiap estimasi atas nilai diharapkan mengalami peningkatan atau penurunan mengikuti garis lurus. Pada penelitian ini dilakukan analisis regresi linier berganda dengan variabel Lingkungan Kerja (X1), Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja (Y). Dari hasil pengolahan data dengan SPSS 25 diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.28

Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien

Regresi (b)

T Hitung

Sig. (t) Hasil

(Konstanta) 7,180

Liingkungan Kerja (X1)

0,269 3,188 0,003 H1

Diterima

30 Echo Perdana, Olah Data Skripsi Dengan SPSS 22, (Bangka Belitung:

LAB KOM Manajemen FE UBB, 2016), h. 61.

52 Motivasi

Kerja (X2)

0,260 2,678 0,010 H2

Diterima

R Square 0,343

F Hitung 12,285

Sig. F 0,000 H3

Diterima Sumber: Data Primer yang diolah menggunakan SPSS 25, 2022.

Tabel 4.28 tersebut menjelaskan hubungan antar variabel bebas (Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja) dengan variabel terikat (Kinerja). Sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2

Y = 7,013 + 0,579X1 + 0,200X2 Interpretasi dari persamaan diatas yaitu:

a) Konstanta sebesar 7,180 secara matematis menyatakan bahwa jika nilai variabel bebas X1 dan X2 sama dengan nol maka nilai Y adalah 7,180. Dengan kata lain bahwa nilai kinerja tanpa lingkungan kerja dan motivasi kerja adalah 7,180.

b)Koefisien regresi variabel lingkungan kerja (X1) sebesar 0,269 artinya bahwa peningkatan satu satuan variabel lingkungan kerja dengan asumsi variabel bebas lain konstan/tetap akan menyebabkan kenaikan kinerja karyawan (Y) sebesar 0,269.

c) Koefisien regresi variabel motivasi kerja (X2) sebesar 0,260 artinya bahwa peningkatan satu satuan variabel motivasi kerja dengan asumsi variabel bebas lain konstan/tetap akan menyebabkan kenaikan kinerja karyawan (Y) sebesar 0,260.

d. Uji Hipotesis 1) Uji t

Uji t adalah pengujian koefisien regresi parsial individual yang digunakan untuk mengetahui apakah

53

variabel independen (X) yaitu lingkungan kerja dan motivasi kerja secara individual mempengaruhi variabel dependen (Y) yaitu kinerja. Sebelum menyimpulkan hipotesis yang diterima atau ditolak, terlebih dahulu menentukan t tabel dengan taraf signifikan 0,05/2 = 0,025 (uji 2 arah) dengan derajat kebebasan (df) = n-1 = 50-1 = 49.

Sehingga diperoleh t tabel sebesar 2.00958Kriteria pengujiannya yaitu:

a) Jika sig > 0,05 maka Ho diterima.

Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak.

b) t hitung < t tabel atau t hitung > -t tabel, maka Ho diterima. t hitung > t tabel atau t hitung < -t tabel, maka Ho ditolak.

Berdasarkan tabel 4.28 diatas, berikut adalah penjelasan untuk masing-masing variabel:

a) Variabel Lingkungan Kerja (X1) Hipotesis:

Ho1 : tidak ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

H1 : ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

Pada tabel 4.28 diketahui variabel lingkungan kerja (X1) memiliki nilai signifikan sebesar 0,003 dan t hitung sebesar 3.188 Karena nilai signifikan 0,003 <

0,05 dan t hitung > t tabel (3.188 > 2.00958) maka dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak dan H1 diterima.

Artinya ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja (X1) terhadap kinerja (Y).

b) Variabel Motivasi Kerja (X2) Hipotesis:

Ho2: tidak ada pengaruh signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

H2 : ada pengaruh signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

54

Berdasarkan tabel 4.28 diketahui variabel motivasi kerja (X2) memiliki nilai signifikan sebesar 0,010 dan t hitung sebesar 2,678. Karena nilai signifikan 0,010 < 0,05 dan t hitung > t tabel (2,678 >

2.00958) maka dapat disimpulkan bahwa Ho2 ditolak dan H2 diterima. Artinya ada pengaruh signifikan antara motivasi kerja (X2) terhadap kinerja (Y).

2) Uji F

Uji F adalah pengujian signifikansi persamaan yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1 dan X2) secara bersamasama terhadap variabel tidak bebas (Y). Sebelum menyimpulkan hipotesis yang diterima atau ditolak, terlebih dahulu yaitu menentukan F tabel dengan taraf signifikan 0,05 yaitu: F tabel (N1 ; N2)

F tabel (k ; n-k-1)

F tabel (2 ; 50-2-1) F tabel (2 ; 47) = 2, 47 F tabel = 3,20.

Kriteria pengujiannya yaitu:

a) Jika Sig > 0,05 maka Ho diterima Jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak b) F hitung < F tabel maka Ho diterima

F hitung > F tabel maka Ho ditolak.

Hipotesis:

Ho3 : tidak ada pengaruh signifikan secara bersama- sama antara lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

H3 : ada pengaruh signifikan secara bersamasama antara lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan tabel 4.28 diketahui nilai Sig. F sebesar 0,000 dan F hitung sebesar 12,285. Karena nilai sig 0,000 < 0,05 dan F hitung > F tabel (12,285 > 3,20) maka dapat disimpulkan bahwa Ho3 ditolak dan H3 diterima.

Artinya ada pengaruh signifikan secara bersama-sama

55

antara lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).

3) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi atau besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan.

Dalam analisis regresi dikenal suatu ukuran yaitu Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan tabel 4.28 diatas diketahui nilai R2 (R Square) yaitu sebesar 0,343. Maka dapat dikatakan bahwa besarnya pengaruh variabel lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan(Y) adalah 34,3% sedangkan sisanya sebesar 65,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2), seperti kewajiban berkeja dalam agama islam, pengaruh kepemimpinan, dan kedisiplinan.

B. PEMBAHASAN

1. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil penelitian diatas antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Diperoleh t hitung 3,188 > t tabel 2.00958dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,003 < 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh positif yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Dengan adanya hubungan yang baik dan harmonis menjadikan kinerja karyawan menjadi baik dan stabil. Jika dalam lingkungan kerja saling tidak harmonis maka akan menghasilkan kinerja karyawan yang buruk. Salah satu cara agar karyawan tetap

56

produktif adalah dengan menyediakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Lingkungan kerja yang menyenangkan dan kondusif tidak terlepas dari faktor warna ruangan, kebersihan kantor, pertukaran udara, penerangan, keamanan dan kebisingan di area kerja dan oleh karena itu harus diperhatikan, dipersiapkan dan direncanakan dengan matang, karena hal-hal tersebut sangat berpengaruh terhadap fisik dan lingkungan kerja.

Penelitian ini juga sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Basuki & Susilowati yang menyatakan bahwa lingkungan kerja adalah segalanya yang terdapat dalam lingkungan yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang dalam melaksanakan pekerjaannya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Wijaya &

Susanty, 2017), (Elyyanto, 2018) dan (Neni, 2018) yang menyimpulkan bahwa “lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan”. Bagi perusahaan , dengan adanya lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif akan meningkatkan semangat atau semangat kerja karyawan, sehingga kinerja karyawan terus meningkat.

2. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil penelitian diatas antara motivasi terhadap kinerja pegawai pada PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat diperoleh t hitung 2.678 > t tabel 2.00958 dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,010 < 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara motivasi terhadap kinerja pegawai pada PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Karyawan merasa mereka dapat meningkatkan kinerja mereka di tempat kerja ketika mereka dihargai untuk mencapai tujuan atau menerima pengakuan dari manajer mereka. Karyawan termotivasi untuk melakukan aktivitas dengan lebih baik dan lebih

57

efisien guna mempertahankan apa yang telah dicapai. Hal ini dapat menyebabkan karyawan lain menjadi lebih baik dari yang lain, sehingga kinerja karyawan meningkat.

Hal ini sesuai dengan teori McClelland yang membagi motivasi karyawan menjadi 3 indikator, salah satunya adalah kebutuhan motivasi berprestasi, yaitu berjuang untuk unggul, mencapai standar, berjuang untuk sukses. Dari penelitian mengenai kebutuhan kinerja, McClelland menemukan bahwa yang membedakan orang yang berprestasi tinggi dari individu lain adalah keinginan mereka untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik. Dengan motivasi berprestasi, perusahaan mampu meningkatkan kinerja pegawai PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

3. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan

Lingkungan kerja yang nyaman dan harmonis serta motivasi kerja yang tinggi dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil analisis statistik uji F pada tabel 4.28 diketahui nilai Sig. F sebesar 0,000 dan F hitung sebesar 12.285 Karena nilai sig 0,000

< 0,05 dan F hitung > F tabel (12.285 > 3,20) maka dapat disimpulkan bahwa Ho3 ditolak dan H3 diterima. Artinya ada pengaruh signifikan secara bersama-sama antara lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja (Y).

Hasil analisis koefisien determinasi juga diketahui nilai R2 (R Square) yaitu sebesar 0,343. Maka dapat dikatakan bahwa besarnya pengaruh variabel lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah 34,3%

sedangkan sisanya sebesar 65,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2), seperti kewajiban berkeja dalam agama islam, pengaruh kepemimpinan, dan kedisiplinan.

58

Lingkungan kerja dan motivasi kerja dalam penelitian ini secara bersamaan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

Karyawan yang berada dalam lingkungan yang harmonis akan bersaing dengan sehat dengan karyawan yang lain untuk mendapatkan pengakuan ataupun prestasi dari atasan maupun perusahaan. Hal tersebut akan membuat kinerja masing-masing karyawan akan meningkat. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

59 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan analisis yang telah dijelaskan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat, hasil ini berdasarkan analisis uji t pada tabel 4.28, diketahui bahwa variabel Lingkungan Kerja (X1) memiliki nilai signifikan sebesar 0,003 dan t hitung sebesar 3.188.

Karena nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan t hitung > t tabel (3.188 >

2.00958) maka dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y).

2. Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Hasil ini berdasarkan hasil analisi uji t pada tabel 4.28 diketahui variabel Motivasi Kerja (X2) memiliki nilai signifikan sebesar 0,010 dan t hitung sebesar 2.678. Karena nilai signifikan 0,010 <

0,05 dan t hitung > t tabel (2.678> 2.00958) maka dapat disimpulkan bahwa Ho2 ditolak dan H2 diterima. Artinya ada pengaruh signifikan antara Motivasi Kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).

3. LIngkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Hasil berdasarkan analisis statistik uji F pada tabel 4.28 diketahui nilai Sig. F sebesar 0,000 dan F hitung sebesar 12.285. Karena nilai sig 0,000 < 0,05 dan F hitung > F tabel (12.285 > 3,20) maka dapat disimpulkan bahwa Ho3 ditolak dan H3 diterima. Artinya ada pengaruh signifikan secara bersama-sama antara lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil analisis koefisien determinasi juga diketahui nilai R2 (R Square) yaitu sebesar 0,343. Maka dapat dikatakan bahwa besarnya pengaruh variabel lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap

60

kinerja karyawan (Y) adalah 34,3% sedangkan sisanya sebesar 65,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2).

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dalam hal ini penulis dapat menyarankan hal-hal sebagai berikut :

1. Kepada pihak Pimpinan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat sebaiknya dapat mempertahanakan dan jika perlu menyediakan lingkungan kerja yang lebih baik lagi dalam meningkatkan semangat dan gairah pegawai untuk bekerja, sehingga kinerja pegawai tetap baik bahkan lebih baik lagi.

2. Pimpinan PT Dukuh Raya Teluk Waru Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat sebaiknya lebih sering memotivasi pegawai karena kurangya motivasi yang didapatkan pegawai dari pimpinan akan menjadikan para pegawai sering bermalas-malasan dalam bekerja karena menganggap pimpinan kurang perhatian terhadap kinerja dari para pegawai.

3. Kinerja yang belum maksimal setelah diterapkannya lingkungan kerja yang baik dan adanya motivasi yang diberikan kepada karyawan hendaknya di evaluasi apa penyebab kurang maksimalnya kinerja para pegawai tersebut.

61

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Optimalisasi Motivasi & Kinerja Pegawai Memahami Faktor- faktor yang Mempengaruhinya, Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani, 2021.

Ajabar, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020.

Arianto, D. A. N. “Pengaruh kedisiplinan, lingkungan kerja dan budaya kerja terhadap kinerja tenaga pengajar. Jurnal Economi”, vol. 9, No.

2. 2013: hlm. 191-200.

Arianto, Nurmin, Hadi Kurniawan. "Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan." Jenius (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia) vol. 3, No. 3, 2020: hlm. 312- 321.

Basuki, & Susilowati, I. “Dampak Kepemimpinan, dan Lingkungan Kerja, Terhadap Semangat Kerja”. Jurnal JRBI, vol. 1 No. 1, 2005: hlm.

31–47.

Edy sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta:kencana, 2017.

Hartini, Kinerja Karyawan Era Tranformasi Digital, Jawa Barat : Media sains Indonesia, 2021.

Hasibuan, Siti Maisarah. "Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja." Jurnal Ilmiah Magister Manajemen”, Vol. 1 No.1, 2018: hlm. 71-80.

Hasibuan, M.S. Organisasi dan Motivasi: Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta: Bumi Aksara, 2005.

Mc Clelland, D. C. The Achieving Society, Princeton, N. J.: D. Van Nostrand Co, 1961.

Prabowo, Lindu, Anwar Sanusi, and Tanto Sumarsono. "Pengaruh Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja

62

Pegawai."Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi”, vol. 8, No. 1, 2018: hlm.

24-31.

Purnamie, T. Peranan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2014.

Prakoso, R. D., Astuti, E. S., & Ruhana, I. “Pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan”. Jurnal Administrasi Bisnis, vol.14 no. 2, 2014: hlm. 1-10.

Saiful Bahri, Pengaruh Kepemimpinan Lingkungan Kerja Budaya Organisasi Dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Yang Berimplikasi Terhadap Kinerja Dosen, Surabaya : CV jakad Publising, 2018.

Sekaran, Uma, Metodologi Penelitian Untuk Bisnis, Jakarta: Salemba Empat, 2006.

Sugiyono, Metodologi Penelitian & Pengembangan Research and Development, Bandung: Alfabeta, 2019.

Suryana, Metodologi Penelitian; Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Buku ajar, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 2010.

Sutrisno, E. Manajemen Sumber Daya Manusia, (Cetakan Ke-5).

Yogyakarta: Prenada Media, 2013.

Wijaya, Hendry, and Emi Susanty. "Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada instansi pemerintah daerah kabupaten musi banyuasin (studi kasus dinas pertambangan dan energi kabupaten musi banyuasin)." Jurnal Ecoment Global: Kajian Bisnis dan Manajemen, Vol. 2, No.1, 2017: hlm. 40-50.

Burhan Bungin, Metode Peneitian Kuantitatif, Jakarta:Kencana, 2017.

I Wayan Widana, Putu Lia Muliani, Uji Persyaratan Analisis. Lumajang:

Klik Media, 2020.

63

Echo Perdana, Olah Data Skripsi Dengan SPSS 22. Bangka Belitung:

LAB KOM Manajemen FE UBB, 2016.

Purwanto, Teknik Penyusunan Instrumen, Uji Validitas dan Reliabilitas Untuk Penelitian Ekonomi Syariah, Magelang: Staia Press, 2018.

64

LAMPIRAN LAMPIRAN

1. Hasil Kusioner

NO LINGKUNGAN KERJA

X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 T.X1

1 4 3 3 4 4 4 22

2 4 5 4 5 5 4 27

3 5 5 5 5 5 5 30

4 4 4 5 4 4 4 25

5 5 4 4 4 5 5 27

6 4 4 4 4 4 4 24

7 5 5 5 5 5 5 30

8 5 5 3 3 3 4 23

9 4 4 5 5 5 5 28

10 3 3 3 3 3 3 18

11 4 4 4 5 4 5 26

12 5 4 5 5 4 5 28

13 4 4 4 5 5 4 26

14 4 4 4 4 3 3 22

15 4 4 5 3 4 3 23

16 4 4 3 5 5 4 25

17 5 4 5 5 4 4 27

18 4 4 4 5 5 5 27

19 4 3 3 3 3 3 19

20 5 5 5 5 5 5 30

21 5 5 5 5 5 4 29

22 4 3 3 4 4 3 21

23 5 5 5 5 5 5 30

24 5 5 5 5 5 5 30

25 4 5 4 4 4 4 25

26 4 4 5 5 3 3 24

65

27 5 5 5 4 4 3 26

28 5 5 5 5 5 5 30

29 4 5 5 4 4 5 27

30 4 4 2 2 5 4 21

31 5 5 5 5 5 5 30

32 5 5 5 5 5 5 30

33 5 5 5 5 5 5 30

34 5 4 4 4 4 4 25

35 4 4 5 5 5 4 27

36 5 5 5 5 5 5 30

37 5 5 5 5 4 5 29

38 3 5 5 3 3 4 23

39 5 5 5 5 5 5 30

40 4 4 4 4 4 4 24

41 4 5 4 3 4 4 24

42 4 4 4 2 4 2 20

43 4 2 2 4 4 5 21

44 4 2 2 4 4 2 18

45 2 4 5 4 5 2 22

46 5 2 4 5 5 4 25

47 2 5 4 5 4 4 24

48 2 5 4 2 5 2 20

49 5 4 4 5 3 3 24

50 4 4 4 3 4 2 21

66

NO MOTIVASI KERJA

X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 T.X2

1 5 5 5 5 5 5 30

2 3 4 5 5 5 4 26

3 3 3 5 5 5 3 24

4 4 5 5 5 5 5 29

5 5 5 5 5 5 5 30

6 3 3 4 4 3 4 21

7 4 5 5 5 3 3 25

8 4 4 5 5 5 5 28

9 4 4 4 5 4 4 25

10 4 4 3 3 3 3 20

11 5 4 4 5 4 4 26

12 4 5 4 4 4 5 26

13 4 5 5 5 5 5 29

14 3 4 4 3 4 3 21

15 4 4 4 4 4 4 24

16 4 4 5 4 3 4 24

17 3 4 5 5 5 5 27

18 4 4 4 4 3 4 23

19 4 4 4 4 4 4 24

20 4 4 4 5 5 5 27

21 4 4 5 5 5 5 28

22 3 4 3 4 4 4 22

23 3 3 4 4 4 3 21

24 5 2 5 1 5 5 23

25 4 4 4 4 4 4 24

26 4 3 3 5 4 5 24

27 5 4 5 4 4 5 27

28 3 3 3 3 2 3 17

29 4 5 4 5 4 4 26

30 5 2 4 4 4 2 21

31 4 4 5 4 4 4 25

67

32 5 1 5 1 5 5 22

33 4 4 4 5 4 5 26

34 4 4 3 3 2 2 18

35 2 4 5 5 5 5 26

36 5 5 5 5 5 5 30

37 4 4 4 5 5 5 27

38 5 3 4 4 4 3 23

39 5 5 5 5 5 5 30

40 4 4 4 4 4 4 24

41 4 3 4 5 5 5 26

42 5 2 4 5 5 2 23

43 5 4 2 4 4 5 24

44 2 2 5 2 5 4 20

45 5 4 5 5 5 4 28

46 5 2 4 5 5 2 23

47 3 2 4 5 5 5 24

48 3 4 5 4 5 4 25

49 3 4 5 5 4 3 24

50 2 2 5 4 3 3 19

68

NO KINERJA

Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 T.Y

1 4 4 4 3 3 18

2 5 5 5 5 4 24

3 5 4 3 3 3 18

4 5 5 3 4 4 21

5 5 5 3 3 3 19

6 4 4 3 3 4 18

7 5 5 5 5 4 24

8 5 5 1 2 4 17

9 5 5 4 4 4 22

10 3 3 4 3 3 16

11 4 5 5 5 5 24

12 5 5 4 4 4 22

13 5 5 4 4 4 22

14 4 4 4 4 5 21

15 4 4 3 4 4 19

16 5 5 3 3 4 20

17 5 5 4 5 5 24

18 5 5 3 3 3 19

19 4 4 3 3 3 17

20 5 5 3 4 4 21

21 5 5 4 5 4 23

22 3 3 4 2 3 15

23 5 5 3 3 2 18

24 5 5 3 4 5 22

25 4 4 4 4 4 20

26 4 5 4 4 5 22

27 5 4 5 5 5 24

28 5 5 3 3 3 19

29 5 4 5 5 5 24

30 5 4 2 4 4 19

31 4 4 4 4 4 20

69

32 5 5 5 5 5 25

33 5 5 4 3 4 21

34 4 4 2 3 4 17

35 5 5 3 3 3 19

36 5 5 5 5 5 25

37 5 5 5 4 4 23

38 5 5 2 3 4 19

39 5 5 4 4 4 22

40 4 4 3 4 4 19

41 5 5 3 3 3 19

42 4 5 4 2 5 20

43 4 5 4 5 4 22

44 5 4 2 4 5 20

45 5 5 4 4 5 23

46 4 3 3 4 5 19

47 4 5 3 4 3 19

48 5 4 3 3 4 19

49 4 5 3 4 3 19

50 4 5 3 3 3 18

Dokumen terkait