BAB III METODE PENELITIAN
F. INSTRUMEN PENELITIAN
1. Uji validitas
Uji valitas dilakukan bertujuan untuk memperoleh data yang valid terhadap instrumen yang telah dibuat. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaiknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.
Dalam peneliatan ini, validitas tes dapat ditentukan dengan menggunakan rumus.38
pbi
Keterangan:
pbi = koefisien korelasi biserial
Mp = Skor rata-rata hitung yang dijawab benar oleh peserta tes Mt = Skor rata-rata yang dicapai oleh seluruh peserta tes St = Standar deviasi dari skor total proporsi
p = Proporsi deviasi dari skor total proporsi
q = proporsi siswa yang menjawab salah ( q = 1 – p ) 2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut
38 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pedidikan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2016). hlm.
93
39
dapat memberikan hasil yang tetap, karena reliabilitas adalah ketetapan alat untuk mengukur sejauh mana suatu alat dapat memberikan gambaran yang benar-benar dapat dipercaya untuk mengetahui kemampuan seseorang.Skor untuk masing-masing butir soal dicantumkan pada kolom item menurut apa adanya. Rumus yang digunakan adalah rumus Alpha sebagai berikut:39
=
Keterangan;
= Reliabilitas yang dicari N = Banyak item pertanyaan
∑ = Jumlah varians skor tiap-tiap item
= Varians total
Dimana, X = Jumlah skor Adapun kriteria pengujiannya:
r11 = 0,91 – 1,00 : Sangat tinggi r11 = 0,71 – 0,90 : Tinggi r11 = 0,41 – 0,70 : Cukup r11 = 0,21 – 0,40 : Rendah r11 = < 0,20 – : Sangat tinggi
3.Taraf Kesukaran 39 Ibid., hlm. 122.
40
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar atau sulit. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya. Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena diluar jangkauannya. Rumus yang digunakan untuk menentukan kesukaran soal adalah sebagai berikut.40
TK =
Keterangan:
TK = Indeks tingkat kesukaran butir soal SA = Jumlah Skor kelompok atas
SB = Jumlah Skor kelompok bawah IA = Jumlah skor ideal kelompok atas IB = Jumlah skor ideal kelompok bawah
Klasifikasi tingkat kesukaran:
0,00 – 0,30 = sukar 0,31 – 0,70 = sedang 0,71 – 1,00 = mudah
40)ulhaidir, “tudi Komparasi Hasil Belajar Matematika dengan Penerapan Metode STAD dengan TGT Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Kelas VIII SMPN 2 Gerung Tahun Pelajaran 2012/2014 , (Skripsi, FITK IAIN Mataram, Mataram, 2014), hlm. 42.
41
G.TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Pada pelaksanaannya, penelitian terlibat langsung dalam mengumpulkan data, mengolah serta menarik kesimpulan dari data yang di peroleh. Pada tahap awal dalam kelas eksperimen maupun kelas kontrol tujuan pembelajaraan dan memberikan motivasi kepada siswa semangat dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. kemudian di laksanakan pembelajaran cooperative script dan kecakapan sosial pada kelas eksprimen dan pada kelas kontrol dilaksanakan pembelajaran konvensional.
Adapun langkah langkah teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, tes dan angket.
1. Tes
Tes yang digunakan yaitu pretest dan post-test, digunakan untuk melihat hasil belajar siswa dan kecakapan sosial setelah menggunakan model cooperative script yang di laksanakan pada kelas eksperimen.
Dalam penelitian ini juga akan dilakukan pengambilan dokumentasi sebagai data pendukung. Dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dalam penelitian. dokumen yang digunakan berupa RPP,LKS, soal tes nama- nama siswa, daftar kelompok siswa, dan hasil pekerjaan siswa. Untuk memberikan gambaran secara konkret mengenai kegiatan pembelajaran yang dilakukan digunakan juga dokumentasi foto.
42 H.TEKNIK ANALISIS DATA
1. Data tentang keterlaksana Rencana Pelaksanaan pembelajaran ( RPP) dianalisis dengan persentase, yaitu jumlah langkah yang terlaksana oleh guru dibagi dengan total jumlah langkah yang direncanakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP) di kali 100%.41
Untuk mengukur persentase keterlaksanaan RPP Penelitian mengunakan rumus di bawah ini.
Persentase keterlaksanaan RPP= jumlah langkah terlaksanaan
x100 total langkah pembelajaran
Tabel 3.1
Kriteria Ketuntasan Keterlaksanaan RPP
NO Persentase skor Kriteria
1 86%- 100% Sangat baik
2 76%-85% Baik
3 66%-75% Cukup baik
4 51%-65% Kurang baik
5 0%-50% Tidak baik
2. Data Hasil Belajar Kognitif
a. Untuk menghitung data hasil belajar kognitif siswa, dalam penelitian ini menggunakan rumus sebagai berikut:
42
41 PuTrwato, Salim, Prinsip- prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.( Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,2010), hlm 102.
42Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016), hlm, 207.
43
b. Ketuntasan belajar individual apabila siswa sudah mencapai nilai ≥ 75.
Nilai 75 merupakan standar KKB (Kriteria Ketuntasan Belajar).
c. Untuk menghitung ketuntasan belajar siswa secara klasikal, digunakan rumus sebagai berikut:
P =
43 Keterangan:
P : Ketuntasan Klasikal
∑n1 : Jumlah siswa yang tuntas dan mencapai nilai ≥75
∑n : Jumlah siswa 3. Angket
Angket merupakan serentetan daftar pernyataan-pernyataan tertulis yang harus dijawab oleh peserta didik, dimana angket ini bertujuan untuk melihat kecakapan sosial siswa dalam proses pembelajaran. rumus yang digunakan dalam angket ini yaitu:
Index % =
Index % yang diperoleh kemudian diinterpretasikan dengan meng gunakan kriteria pada tabel 3.5
43 Ali, Muhammad, Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi, (Bandung: Angkasa, 2000), hlm. 140.
44
Tabel 3.5
Klasifikasi Tingkat Kriteria Angket
Kriteria % Skor
Sangat Tidak Setuju 0%-19.99% 1
Tidak Setuju 20%-39.99% 2
Ragu-Ragu 40%-59.99% 3
Setuju 60%-79.99% 4
Sangat Setuju 80%-100% 5
4. Uji Prasarat
Adapun uji prasarat yang digunakan dalam teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
a. Uji normalitas
Uji normalitas data adalah bentuk penguji tentang ke normalitas distribusi data. Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah data yang terambil merupakan data terdistribusi normal atau bukan. Maksud dari data terdistribusi normal adalah data yang akan mengikuti bentuk distribusi normal dimana data memusat pada nilai rata rata dan median. Rumus yang di gunakan adalah rumus kai kuadrat (chi square) dengan symbol X 2.44 Adapun prosedur pengujian normalitas data sebagai berikut:45
1)Menentukan rata- rata 2)Menentukan st andar deviasi
3)Membuat daftar frekuensi observasi dan frekuensi ekspetasi
44 Alfian Mulya Astuti, Statistik Penelitian ,( Mataram: Insan Madani Publishing Mataram , 2016), hlm.61-62.
45 Subana, Statistik Pendidikan, ( Bandung: CV pustaka Setiap, 2015), hlm.124.
45
Banyak kelas interval ( aturan sturges)
K= 1+ 3,3 log ( n) , dengan n banyaknya responden data
Rentang = skor terbesar – skor terkecil
Panjang kelas Interval ( P) =
4)Menghitung harga X2 dengan mengunakan rumus:
X2 = ∑ Dimana :
x2 : Harga kai ( chi square) Oi : Frekuensi Observasi Ei : Frekuensi harapan 5) Kriteria pengujian normalitas
HO ditolak jika x2hitung X2 tabel HO diterima jika x2 hitung x2
tabel
6) Kesimpulan
Jika x2 hitung tabel : sampel berasal dari poppulasi berdistrubusi normal jika x2 hitung x2 : sampel berasal dari populasi berdisribusi tidak normal
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data homogeny ( sama) atau tidak. Populasi – populasi dengan varians yang sama besar dinamakan populasi dengan varian homogen.46 Uji homogeny menggunakan rumus:
F =
46 Ibid . hlm,63-64
46 b. Uji hipotesis
Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, maka untuk menguji data yang di peroleh yang di gunakan rumus t- test. Uji hipotesis ini digunakan untuk mengentahui adanya perbandingan hasil belajar biologi siswa yang di ajarkan dengan mengunakan model pembelajaran yang mengunakan cooperative script dan kecakapan sosial siswa yang di ajarkan menggunakan pembelajaran ksonvensional. Rumus t-test yang digunakan untuk pengujian yaitu.47
1) Separated varians
t =
2) Polled varians
t =
Keterangan :
x1= rata-rata nilai siswa pada kelompok eksperimen x2= rata-rata nilai siswa pada kelompok kontrol n1 = jumlah siswa kelompok eksperimen
n = jumlah siswa kelompok kontrol 2
47Sugiyono, statistika untuk penelitian , ( Bandung; Alfabeta,2016), hlm 122.
47 S2 = varians sampel.48
Berikut ini beberapa petunjuk untuk memilih rumus t-test yang akan digunakan dalam uji hipotesis yaitu sebagai berikut:
a. Apabila jumlah anggota sampel tidak sama n1# n2 , dan varian homogen, maka digunakan rumus polled varian dengan derajat kebebasan ( dk) = n1+ n2 – 2.
b. Apabila jumlah anggota sampel tidak sama n1 # n2, dan varian tidak homogen, maka digunakan rumus separated varian dengan derajat kebebasan dk ( n1– 1) dan (n2 -1).
c. Apabila jumlah anggota sampel sama n1 = n2 dan varian homogen,dapat digunakan rumus separated varian atau polled varian dengan derajat kebebasan ( dk) = n1+ n2-2.
d. Apabila jumlah anggota sampel sama n1 = n2 dan varian homogen,dapat digunakan rumus separated varian atau polled varian dengan derajat kebebasan ( dk) = n1- 1 atau (dk) = n2-1.49
Adapun kriteria pengujian uji-t adalah Jika t hitung t table. Maka Ha
diterima dan H0 dengan dk = n1-n2 -2 dan taraf signifikan 5% begitu juga sebaliknya Jika t hitung t table, maka HO diterima.
48Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatit Dan R Dan D, (Bandung: Alfabeta, 2018), h.273
49“ugiyo o, statisti …, h.
48
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil penelitian 1. Data Deskriptif
a. Analisis Instrumen 1). Uji Validitas Tes
Sebelum instrument tes dibagikan kepada siswa terlebih dahulu dilakukan uji validitas. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang diberikan layak atau tidak dipengaruh. Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa peneliti membuat 20 butir soal pilihan ganda dan 4 essai. Hasil uji coba instrument tes tersebut menggunakan rumus korelasi produk moment.
Suatu butir soal dikatakan valid apabila nilai r hitung r tabel , begitu juga sebaliknya butir soal dikatakan tdak valid apabila nilai r
hitung r tabel . Berikut ini hasil uji validitas tes:
49
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Tes N
o
Instrumen Keterangan Kriteria
Valid Tidak valid 1 Tes 1,3,4,5,7,8,9,11,12,13
,16
2,6,10,14,15,17,18, 19, 20
0,444
2 Uraian 1,2,3,4 - 0,444
3 Angket 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,1 1,12,13,14,15,16,17,1 8,19,20,21,22,23,24
- 4
Berdasarkan tabel 4.1 diatas hasil analisis uji validitas dari 20 item soal terdapat 11 item soal yang valid, sedangkan 9 item soal yang tidak valid. Untuk soal uraian 4 soal yang valid dan untuk angketnya 24 soal valid semuanya. (Lampiran 6)
2). Reliabilitas
Setelah Instrumen ( soal ) diuji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana suatu alat dapat memberikan gambaran yang benar-benar dapat dipercaya untuk mengetahui kemampuan seseorang. Adapun kriteria pengujian reliabilitas, yaitu.
Jika r hitung r tabel = reliabel
Jika r hitung r tabel = tidak reliabel
Berikut data hasil uji reabilitas yang di ukur pada taraf signifikan 5% dapat dilihat pada tabel 4.2
50
Tabel 4.2
Hasil uji Reliabilitas angket
Stastistika Data
Responden 20
Jumlah soal 24
r hitung 0,897
r tabel 0,444
Kesimpulan r hitung r tabel
reliabel
Berdasarkan hasil analisis uji reliabilitas yang telah dilakukan didapatkan sebesar r hitung = 0,897 dimana r tabel = 0,444 dengan taraf sifnifikan 5% Nilai rl rtabel sehingga soal dikatakan reliabel. (Lampiran 7)
Tabel 4.3
Hasil uji Reliabilitas hasil belajar
Stastistika Data
Responden 20
Jumlah soal 15
r hitung 0,755
r tabel 0,444
Kesimpulan r hitung r tabel
reliabel
3) Taraf Kesukaran
Setelah melakukan uji reliabilitas, selanjutnya dilakukan uji taraf kesukaran soal. Uji taraf kesukaran soal dilakukan untuk mengetahui tingkat kesulitan soal, karena soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu sukar ( sulit) dan tidak terlalu mudah. Berikut data hasil uji taraf kesukaran soal yang dapat dilihat pada tabel 4.4
51
Tabel 4.4
Tabel Data Hasil Uji Taraf Kesukaran
No TK Kriteria Jumlah
1 0,87 Mudah 8
2 0, 67 Sedang 16
Berdasarkan keterangan dari tabel 4.4, klasifikasi tingkat kesukaran soal 1,2,3,5,7,11,24 bersifat mudah ( 0,70- 1,00), soal nomor, 4,6,8,10,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23 bersifat sedang (0,31- 0,70). Lampiran 8
c. Keterlaksanaan Pembelajaran
Dari langkah – langkah pembelajaran menggunakan pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial dengan jumlah pertemuan 5 kali pertemuan dan 3 kali pertemuan inti diperoleh data observasi keterlaksanaan pembelajaran yang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 5
Hasil Observasi Keterlaksanaan N
O
Pertemuan Kelas Eksperimen Kelas control
I II III I II III
1 Jumlah langkah yang harus dilaksanakan
16 16 16 11 11 11
2 Jumlah langkah yang terlaksana
15 14 15 10 8 8
3 Persentasi keterlaksanaan pembelajaran
93,75
%
87,5 % 93,75
%
90% 72,72
%
72,72
% 4 Kategori Sangat
Baik
Sangat baik
Sangat baik
Sangat baik
Baik Baik
52
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen dan kelas control pada pertemuan ke I,II,III memperlihatkan keterlaksanaan pembelajaran pada saat proses pembelajaran berlangsung, dimana kelas eksperimen dan kelas Kontrol memiliki persentase yang berbeda beda. Hal tersebut dapat terlihat dari skor yang diperoleh kelas eksperimen dan kontrol, dimana skor keterlaksanaan pembelajar pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol . (Lampiran 9)
d. Kecakapan sosial
Data yang diperoleh dari kecakapan sosial siswa yaitu kelas eksperimen 20 siswa dan kelas kontrol 15 siswa dengan cara menggunakan angket.
Tabel 4.6
Data Hasil Angket Kecakapan Sosial Siswa kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No Kelas Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Rata-rata selisi
1 Eksperimen 85 56 76,05 7,52
2 Kontrol 74 60 68,53
Pada tabel 4.6 kecakapan sosial siswa dapat dilihat bahwa kelas eksperimen nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas Kontrol yaitu pada kelas eksperimen 85 dan kelas kontrol 74. Jadi rata- rata kelas eksperimen 76,65 dan kelas Kontrol 68,53. Terlampir 10
53
Tabel 4.7
Data Hasil Angket Kecakapan Sosial Siswa perindikator kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No Indikator Pesentase
A B C A B C
Eksperimen 39,25 21.85 18,55 3,925
%
2,185 % 1,855
% Kontrol 34,47 19.87 14,2 3,447
%
1,987% 1,420
% Keterangan
A.Kecakapan sosial kerja sama B.Kecakapan komunikasi lisan C.Kecakapan komunikasi tertulis
Berdasarkan tabel di atas, disimpulkan bahwa nilai posttest perindikator pada kelas eksperimen memiliki katagori amat baik dibandingkan dengan nilai posttest pada kelas kontrol. (Lampiran 11)
Data Hasil Angket Kecakapan Sosial Siswa Perindikator
Gambar 1.1
54
Diagram Data Pretest dan Posttest Kelas Eksperiment dan Kontrol
2
. Analisis Data
1. Uji Normalitas
Tabel 4.8
Hasil Uji Normalitas angket
No Taraf
singnifikan
X2 hitung X2 tabel Kriteria
Eksperimen 5% 4,4648 9,488 Normal
Kontrol 5,0755 9,488
Berdasarkan data diatas, dapat dilihat bahwa data hasil analisis uji normalitas pada kelas eksperimen dan kelas Kontrol datanya terdistribusi normal karena nilai sig 0,05. Pada data diatas terlihat bahwa nilai sig pada kolom kalmogorov Smirnov pada X2 tabel dan X2 hitung lebih besar dari 0,05. Uji normalitas ini dianalisis dengan uji Kalmogorov Smirnov baik itu data X2 tabel dan X2 hitung pada kedua kelas. (Lampiran 12)
2. Uji Homogenitas
Tabel 4.9
Hasil analisis Uji Homogenitas angket
NO Kelas Taraf
singnifikan
F hitung F tabel Kategori
1 Eksperimen 5% 2,32 2,33 Homogen
2 Kontrol
Pada hasil analisis uji homogenitas angket pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf signifikan 0,05 terdapat F tabel lebih besar dari pada F hitung dengan kategori homogenitas.(Lampiran 13)
55 3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada perbedaan hasil belajar siswa menggunkan cooperative script pada materi sistem pencernaan pada manusia di kelas VIII MT.s NW Karang Bata.
Penentuan jenis uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini tergantung pada data hasil tes akhir uji homoogenitas dan normalitas kedua kelas serta jumlah siswa yang mengikuti tes akhir. Setelah dilakukan uji homogrnitas dan normalitas dari data hasil tes akhir dapat disipulkan bahwa kedua kelas homogen dan terdistribusi normal, maka statistik yang digunakan adalah statistik parametric. Jumlah siswa yang mengikuti tes akhir pada kedua kelas tidak sama. pada kelas eksperimen siswa yang mengikuti tes akhir berjumlah 20 siswa, sedangkan pada kelas kontrol berjumlah 15 siswa, berdasarkan hasil tersebut, jenis uji hipotesis yang dapat digunakan, yakni uji- t polled varian. Hasil analisis uji hipotesis pada tes akhir dapat dilihat pada tabel
Tabel 4.10
Data hasil uji t kecakapan sossial
No Kelas Taraf signifikan thitung ttabel
1 Eksperimen 5% 3,83 2,04
2 Kontrol
Hasil analisis uji-t dengan pooled varian menunjukan bahwa
yang diperoleh sebesar , dan untuk taraf signifikan 0,05%
56
didapatkan nilai . Karena lebih besar dari ,
> , maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial pada mata pelajaran biologi siswa kelas VIII MTs. Karang Bata Kota mataram Tahun Ajaaran 2019/2020 memiliki peningkatan.
(Lampiran 14) e. Hasil Belajar
Tes dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan sejauh mana pembahasan siswa setelah melakukan proses pembelajaran.
Adapun tes yang digunakan pada penelitian ini tes berupa pilihan ganda sebanyak 15 soal yang akan dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pretests) dan setelah pembelajaran selesai ( posttest). Adapun hasil pretest dan posttes pada kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel berikit.
Tabel 4.11
Data Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol
No Kelas Taraf
signifikan
Rata-rata Pretest
Rata-rata
Posttest Peningkatan
1 Eksperimen 5 % 67,15 85,3 18,15
2 Kontrol 62,067 77,2667 15,1997
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
57
kontrol, sehingga pada kelas eksperimen pada pretest dan posttest terjadi peningkatan sebanyak 18,15 dan pada kelas Kontrol pada pretest dan posttest terjadi peningkatan sebanyak 15,1997. (Lampiran 19) 1) Analisis Data Ketuntasan belajar individual siswa
Pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan menggunakan pembelajaran cooperative script . Dari kedua kategori penilaian tersebut dianalisis menjadi nilai ketuntasan belajar individual.
Data nilai ketuntasan individual dianalisis berdasarkan pada kriteria nilai KKB 70. Hasil analisis data ketuntasan belajar individual siswa dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.12
Hasil Analisis data Ketuntasan Belajar Individual Ketuntasan
Individual
Eksperimen Kontrol
Pretest Tidak Tuntas <
70
12 -
Tuntas ≥ 70 8 20
Posttest Tidak Tuntas <
70
1 1
Tuntas ≥ 70 19 14
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel 4.8 menunjukan kriteria ketuntasan belajar individual siswa yang mendapatkan kategori nilai tuntas dan tidak tuntas. Pada saat pretest siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori tuntas yaitu ada 8 orang siswa, sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori tidak tuntas yaitu sebanyak 12 orang siswa. Berbeda halnya dengan nilai yang
58
didapatkan siswa pada saat posttest yaitu terdapat 20 orang siswa yang mendapatkan nilai dengan kriteria tuntas, sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dengan kriteria tidak tuntas yaitu sebanyak tidak ada yang tidak tuntas. Lampiran 20
2) Analisis data ketuntasan belajar klasikal siswa
Selanjutnya dari hasil analisis data ketuntasan belajar individual di atas kemudian dianalisis lagi menjadi data ketuntasan belajar klasikal siswa. Nilai ketuntasan belajar klasikal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.13
Hasil Analisis data Ketuntasan Belajar Klasikal Ketuntasan
Klasikal
Kelas eksperimen
Pretest
Kelas eksperimen
Posttest
Kelas kontrol
Pretest
Kelas kontrol
Pretest
Jumlah siswa 20 15 20 15
Jumlah nilai 1575 2198 931 1159
Jumlah yang
tuntas ≥70 8 1 1 14
Jumlah yang tidak
tuntas < 70 12 19 19 1
Rata-rata kelas 67,15 85,3 62,067 77,2667
Dilihat dari tabel 4.13 di atas menunjukan bahwa hasil belajar pretest dan posttest dengan jumlah siswa sebanyak 20 dan 15 orang yakni belum mencapai ketuntasan belajar klasikal. Karena menurut Depdiknas (2006), pembelajaran dikatakan tuntas, apabila secara klasikal siswa mendapatkan nilai rata-rata 7,0 ke atas dengan persentase mencapai 85%.
59
Data hasil analisis ketuntasan belajar klasikal pada tabel diatas dapat disajikan dalam bentuk grafik (diagram batang) di bawah Dilihat pada analisis data ketuntasan belajar klasikal di atas menunjukan bahwa terdapat perbedaan persentase pada tahap pretest (pembelajaran sebelum menggunakan pembelajaran cooperative script dan kecakapan sosial dan posttest (pembelajaran setelah menggunakan pembelajaran cooperative script dan kecakapan sosial). Hal ini juga menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Lampiran 21
Tabel 4.14
Data Hasil belajar Siswa perindikator kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
NO Indikator Persentase
C1 C2 C3 C4 C1 C2 C3 C4
Sksperimen 58 43 64 56 80% 71,66
%
80% 93,33
%
Kontrol 40 30 34 32 77,77
%
66,66% 56.66
%
71 %
Keterangan C1= Mengingat C2= Memahami C3= Mengaplikasikan C4 = menganalisis
Berdasarkan tabel di atas, disimpulkan bahwa nilai posttest perindikator pada kelas eksperimen memiliki katagori amat baik dibandingkan dengan nilai posttest pada kelas kontrol. Lampiran 22
Data Hasil Belajar Siswa Perindikator
60
Gambar 1.2
DiagramData Pretest dan Posttest Kelas Eksperiment dan Kontrol
a. Uji Normalitas
Uji normalitas data tes akhir (posttest) dilakukan pada kelas eksperimen dan kontrol untuk mengetahui apakah kedua kelas tersebut terdistribusi normal atau tidak setelah diberikan perlakuan serta untuk menen tukan tindak lanjut uji statistik yang akan digunakan. Uji normalitas menggunakan rumus chi square (X2) pada taraf signifikan 5%
dengan . Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.15
Tabel 4.15
Hasil Uji Normalitas Eksperimen posttest
No X2 hitung X2 tabel Kriteria
Eksperimen 2,06 39,488 Normal
Kontrol 1,62 91488
61
Berdasarkan tabel diatas terlihat bawah x2 titung kelas eksperimen adalah 2,06 menujukan bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal karena memenuhi kriteria x 2 hitung x2 tabel ( 2,06 9,488). Sedangkan hasil x2hitung untuk kelas kontrol Menujukan bahwa dan kelas Kontrol berdistribusi normal kerana memenuhi kriteria x2hitung tabel ( 1,62 991488). Lampiran 24
b.Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan agar mengetahui apakah kedua sampel homogen atau tidak. Uji homogenitas data tes akhir (posttest) pula perlu dilakukan sebagai prasyarat uji hipotesis yang akan digunakan. Hasil uji homogenitas data tes akhir dapat dilihat pada Tabel 4.16
Tabel 4.16
Hasil analisis Uji Homogenitas posttest kelas Eksperimen dan Kontrol Kelas Jumlah siswa S2 ( varians) F
hitung
F tabel Kriteria
Eksperimen 20 54,12 2,08 2,26 Homogen
Kontrol 15 112,50
Berdasarkan tabel di atas, diperSoleh yaitu . Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel homogen. Lampiran 25
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada perbedaan hasil belajar siswa mengunkan cooperative script pada materi sistem
62
pencernaan pada manusia di kelas VIII MT.s NW Karang Bata.
Penentuan jenis uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini tergantung pada data hasil tes akhir uji homoogenitas dan normalitas kedua kelas serta serta jumlah siswa yang mengikuti tes akhir. Setelah dilakukan uji homogrnitas dan normalitas dari data hasil tes akhir dapat disipulkan bahwa kedua kelas homogen dan terdistribusi normal , maka statistik yang digunakan adalah statistik parametric. Jumlah siswa yang mengikuti tes akhir pada kedua kelas tidak sama. pada kelas eksperimen siswa yang mengikuti tes akhir berjumlah 20 siswa, sedangkan pada kelas kontrol berjumlah 15 siswa, berdasarkan hasil tersebut, jenis uji hipotesis yang dapat digunakan, yakni uji- t polled varian. Hasil analisis uji hipotesis pada tes akhir dapat dilihat pada tabel
Tabel 4.17
Uji Hipotesis Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol
Kelas Jumlah siswa Rata-rata Varians t hitung t tabel
Eksperimen 20 85,3 54,12 2,65 2,04
Kontrol 15 77,3 112,4
Berdasarkan tabel di atas maka diperoleh t hitung t tabel, pada taraf singnifikan 5% dengan dk = n1+n2-2= 20+ 15-2=33. Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis jika t hitung t tabel maka HO
ditolak dan Ha diterima. berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model cooperative script dengan tidak mengunakan model cooperative
63
script dan kecakapan sosial siswa pada materi sistem pencernaan pada manusia kelas VIII MTs NW Karang Bata tahun ajaran 2019/2020.perhitungan uji hipotesis selengkapanya terlampir pada lampiran 27
B. Pembahasan
Penelitian ini dilakasanakan di MT.s NW Karang Bata Kota Mataram, sampel yang yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas VIII yang terdiri dari dua kelas VIII A yang terdiri dari 20 0rang siswa yang menjadi kelas eksperimen dan kelas VIII B yang terdiri dari 15 orang siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan , dimana pada kelas eksperimen diberi perlakuaan berupa pembelajaran yang mengunakan cooperative script, sedangkan pada kelas kontrol tidak diberikan perlakuan, pembelajarannya menggunakan model cerama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative sript terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial pada mata pelajaran Biologi di MT.s NW Karang Bata.
a. Keterlaksanaan pembelajaran
Keterlaksanaan pembelajaran pada penelitian ini diukur menggunakan lembar observasi baik pada kelas Eksperimen maupun kelas Kontrol. Adapun yang menjadi obsever pada penelitian ini yaitu teman sebaya sebanyak 1 orang yaitu putri . jenis lembar observasi yang digunakan yaitu jenis chek list yang digunakan untuk