Ilmu Pengetahuan dalam Pembangunan Bangsa | 11
SASARAN PEMBANGUNAN IPTEK
yang terjamin kebutuhan dasar, keberlanjut, kesejahteraan, keamanan dan keselamatannya, ketertiban tata hidup sosialnya, budaya dan kehidupan keagamaannya.
Dalam kaitan ini, kita tidak boleh lupa bahwa sebagai bangsa yang membangun, kita telah bertekad untuk mengingkatkan kesejahteraan lahir batin rakyat dengan kebijakan pembangunan yang melestarikan sumber daya. Dalam kerangka inilah kita harus meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui proses nilai tambah di bidang sains dan teknologi. Ini dapat diwujudkan sebagai peningkatan kemampuan ilmiah serta teknologi bangsa Indonesia dan peningkatan kualitas hidup yang searah dengan sasaran ke delapan jalur pemerataan, yang dijabarkan dalam trilogi pembangunan.
Mengingat kondisi yang ada di negara kita, yang sangat luas wilayahnya dan dihuni berbagai kelompok etnis yang belum seragam kemajuannya, maka tidak mungkin kita menghadirkan satu jenis teknologi. Kita harus meratakan kesempatan memperoleh pendidikan bagi tiap warga negara, agar pengetahuan mereka meningkat. Kita juga harus memberikan contoh-contoh keuntungan berbudaya yang lebih dulu maju sebagai saran persuasif kepada saudara-saudara sebangsa yang belum mengenyam kehidupan berteknologi.
Globalisasi dan Efeknya
Kita tak menyadari bahwa kita telah memasuki zaman informatika ketika komputer personal mulai memasuki pasar dan merayap di rumah para konsumen. Sebagian di antaranya beroperasi bebas, sedangkan sisanya membentuk jaringan-jaringan yang satu sama lain dihubungkan dengan telepon, sebagai sarana komunikasi, sehingga interaksi antar masyarakat, yang menghuni berbagai daerah di dunia ini menjadi semakin intensif. Hubungan timbal-balik antar bangsa yang makin lama makin meluas dan meliputi berbagai bidang memperlihatkan gejala akhir abad ke-20 yang dikenal sebagai globalisasi.
Dalam konstelasi dunia semacam itu ketergantungan timbal-balik antara bangsa-bangsa makin tampak nyata. Tetapi dengan demikian
Ilmu Pengetahuan dalam Pembangunan Bangsa | 11
semakin menonjol pula persaingan yang keras dan ketat antara mereka, yang menuntut kewaspadaan kita dalam segala bidang. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kenyataan yang terjadi di sekitar kita dan tidak dapat bersikap acuh tak acuh terhadap apa yang diperbuat oleh negara-negara lain. Sebaliknya, kita harus membuka mata lebar- lebar, mempunyai pandangan dan informasi yang lengkap serta mutakhir mengenai apa yang ada dan terjadi di dunia ini, apabila tidak ingin tergencet di tengah arus kemajuan peradaban yang didorong pesat oleh sains dan teknologi.
Dalam memanfaatkan himpunan data informasi yang amat besar itu kita harus pandai menggunakan nalar serta pikiran yang kritis analitis agar dapat mengantisipasi apa saja yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Dengan demikian kita dapat mempersiapkan langkah tepat untuk menanggulangi segala ancaman dan memanfaatkan berbagai peluang yang telah kita perkirakan wujud, sifat dan saat pemunculannya itu.
Inilah salah satu ciri bangsa yang akan dapat berperan pada abad berikut.
Sudah barang tentu budaya berpikir kritis dan menggunakan rasio itu harus ditumbuhkan dalam diri manusia Indonesia sejak dini. Budaya itu harus dibina melalui pendidikan dengan kurikulum yang sesuai, sejak dari sekolah dasar, sekolah menengah, sampai di perguruan tinggi serta di sekolah-sekolah kejuruan.
Di era globalisasi ini kita melihat bahwa peralatan komunikasi dan transportasi yang canggih memungkinkan anggota masyarakat berhubungan serta bertemu satu sama lain dengan mudah. Hubungan antar bangsa tampak menjadi lebih erat sehingga terjadi benturan antara kebudayaan berbagai bangsa yang menimbulkan pergeseran nilai. Dengan digalak- kannya industrialisasi, kita akan dihadapkan pada masalah pergeseran nilai yang lebih intensif. Dalam pergulatan antar budaya hendaknya kita bersikap bijaksana, mengambil yang baik saja dari luar dan menolak yang berbahaya. Kita biarkan nilai itu berubah secara terkendali. Kita pagari diri kita sendiri dari pengaruh-pengaruh yang merugikan, dan kita tanamkan jatidiri bangsa dengan kokoh pada generasi muda.
Ciri lain bangsa yang akan mampu bertahan dan berperan dalam abad mendatang terletak pada kemandirian yang diraih melalui
penguasaan sains dan teknologi, sumber daya manusia bermutu tinggi dan topangan sumber daya alam yang memadai. Sumber daya alam itu harus dijamin kesinambungannya dengan kemampuannya meme- lihara kelestarian daya dukung lingkungan yang melibatkan sains serta teknologi mutakhir. Hal ini berarti bahwa dua sejoli yang tidak terpisahkan dalam abad modern, yakni riset serta pengembangan sains dan teknologi, harus diarahkan sedemikian rupa sehingga eksploitasi sumberdaya alam dan pengolahannya dapat dilaksanakan tanpa merusak alam. Misalnya dengan menerapkan berbagai teknik kultur jaringan, fusi sel dan transfer embrio serta rekayasa genetik untuk sumberdaya hayati, dan berbagai teknologi pendauran ulang serta pencegahan pencemaran lingkungan.
Bidang-bidang Iptek yang Penting
Dalam usaha menaikkan kualitas hidup bangsa, peningkatan kemampuan berpikirnya harus dibarengi dengan pengembangan “iptek di bidang kebutuhan dasar manusia” yang ditujukan pada terwujudnya masyarakat Indonesia yang minimal tercukup semua kebutuhan hidupnya.
Pada dasarnya ini merupakan konsep yang dinamis, mengikuti pola yang menanjak. Dalam konteks sosial-ekonomi, kegiatan ini mempunyai kaitan dengan usaha penghapusan kemiskinan. Sudah barang tentu kepemilikan sains dan teknologi serta sumberdaya manusia yang bermutu tinggi harus meliputi kemampuan untuk dapat menangkal segala ancaman, baik dari luar maupun dari dalam. Dengan begitu ia dapat tetap bertahan dan melakukan perannya dengan wajar.
Selain serba berkecukupan, bangsa Indonesia harus dapat berdiri tegak di antara masyarakat di dunia, sehingga kemakmuran yang telah dimiliki dapat dinikmati secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Untuk menjaga keberlanjutan kondisi itu, semua gangguan dari dalam yang merupakan penyebab maupun akibat pengangguran, tekanan penduduk, kesenjangan dalam kesejahteraan antara kelompok masyarakat harus dapat diatasi. Begitu pula ancaman yang berasal dari luar yang semakin canggih persenjataan dan sarana subversinya.
Ilmu Pengetahuan dalam Pembangunan Bangsa | 121
Oleh karena itu, apa yang didapat dari telaah dalam bidang Kebutuhan Dasar Manusia dan Hankam akan mewarnai corak aktivitas “iptek dalam bidang industri”. Ia ditentukan oleh produk apa saja yang harus dihasilkan untuk memenuhi tuntutan Kebutuhan Dasar Manusia serta Hankam, agar bangsa kita dapat mengenyam kemakmuran yang berkeadilan secara berkesinambungan untuk jangka waktu yang lama. Tentu kemungkinan ekspor produk-produk industri akan ikut menentukan volume produksi dan ragam jenisnya. Hal yang sama menyangkut pula kegiatan “iptek di bidang sumberdaya alam dan energi”. Pada dasarnya kegiatan dalam industri menentukan bahan apa saja yang digunakan dalam produksi barang yang akan dipasarkan. Tidak tertutup kemungkinan terjadinya impor bahan atau produk dari luar jika hal ini memang menguntungkan secara politis/ekonomis.
Akhirnya, perlu disebutkan bahwa aktivitas riset dan pengembangan di aneka bidang itu harus dibarengi dengan kegiatan-kegiatan “iptek di bidang hukum, ekonomi, sosial, politik, budaya, dan keagamaan”.
Meningkatnya kemakmuran bangsa dapat terlaksana bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup, sehingga dapat tercapai masyarakat adil yang berkemakmuran serta makmur yang berkeadilan, yang semakin bersatu dan bertoleransi terhadap perbedaan pendapat dan pandangan dalam masyarakat. Ini sesuai dengan esensi demokrasi yang memerlukan musyawarah untuk mufakat. Diharapkan dapat terwujud masyarakat yang tertib aman di bawah perlindungan hukum, yang menikmati perkembangan budaya yang kian maju namun tidak kehilangan jatidiri; masyarakat yang damai dalam naungan kehidupan keagamaan yang kian meresap.
Pembangunan yang Lestari
Dalam kaitan ini kita tidak boleh lupa bahwa sebagai bangsa yang membangun, kita telah bertekad meningkatkan kesejahteraan lahir batin rakyat dengan menerapkan kebijakan pembangunan yang melestarikan sumberdayanya:
a. Bagi sumberdaya hayati, baik yang berada di daratan maupun di lautan, pembudidayaan harus dilakukan sejauh mungkin, disertai
penerapan teknik-teknik ilmiah yang mutakhir seperti kultur jaringan, kloning, rekayasa genetika, transfer embrio dan lain sebagainya. Hanya dengan pembudidayaan kita akan memiliki sumberdaya hayati yang lestari. Pemuliaan dan eksploitasi dapat dilakukan terhadap jenis-jenis tertentu secara selektif, sedangkan selebihnya yang belum diperlukan untuk dieksploitasi dapat diperlakukan sebagai cadangan plasma nutfah. Dengan demikian akan tertransformasi pertanian kita dari sifatnya tradisional dan konvensional menjadi pertanian modern yang sanggup mengumpani industri, baik bagi pemantapan swasembada pangan dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor.
b. Bagi sumberdaya non-hayati, harus ditempuh jalan yang efektif dan efisien, sesuai dengan prinsip konservasi dalam arti luas yakni pemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat yang seluas-luasnya untuk waktu selama-lamanya. Dalam kaitan ini dapat digunakan teknik-teknik mutakhir seperti pengurasan sisa minyak bumi dengan uap panas dan deterjen; teknologi pendauran ulang logam, gelas dan sebagainya. Juga dapat digunakan bahan substitusi dalam teknologi maju, pengambilan kembali uranium dari limbah pabrik pupuk fosfat-marin dan pa�rik tem�aga porfirik, penyimpanan-kem�ali gas helium yang terikut dalam gas alam, dan lain sebagainya. Hanya dengan konservasi inilah kita dapat mengamankan sumber daya alam yang tak terbarukan itu. Kita dapat memperkecil pencemaran lingkungan atau menukarnya dengan sumberdaya lain yang lebih tinggi mutunya.
c. Khususnya dalam penyediaan energi untuk industri, transportasi dan rumah tangga, perlu dilakukan penggeseran dari penggunaan cara tradisional yang penuh polutan menuju teknologi mutakhir.
Misalnya, sistem pembakaran alur-fluida dengan bahan bakar limbah kayu, gambut maupun batubara untuk menanggulangi bahaya pencemaran lingkungan; penggunaan sel bahan bakar yang dapat menghasilkan panas dan listrik langsung dari pembakaran gas secara katalitis dengan efisiensi yang jauh le�ih tinggi daripada apa yang dapat diperoleh dengan cara konvensional; dan tak melepaskan
Ilmu Pengetahuan dalam Pembangunan Bangsa | 12
gas penyebab hujan asam. Selain itu juga sistem energi nuklir yang memiliki keamanan inheren, di samping keamanan yang direkayasa;
serta energi solar, baik secara langsung melewati sel surya maupun tak langsung; dan teknologi energi yang lain bila pertimbangan ekonomis memungkinkan.
Dalam jangka panjang, kita harus menguasai teknologi energi yang bertumpu pada hidrogen, yang dapat kita produksi secara melimpah dari air laut yang ada di sekitar kita bagi penyediaan energi dalam industri, transportasi, dan rumah tangga. Sebab, gas hidrogen dapat diproduksi dengan listrik tenaga surya atau tenaga lain yang tidak menimbulkan pencemaran. Dapat diproduksi di bagian mana pun negeri kita, disimpan serta dipindahkan dengan aman, serta digunakan tanpa pencemaran, baik di dalam pembakaran langsung maupun lewat proses katalistik.
�as hidrogen hanya menghasilkan air pada oksidasi tanpa menimbulkan gas-gas pencemar atau penyebab efek rumah kaca. Bahkan dalam reaktor fusi yang terkendali pun bola mikro dari hidrogen tak menghasilkan pencemar meskipun diledakkan dengan sinar laser atau digencet dalam bentuk plasma dengan medan magnet yang kuat.
Dengan “peningkatan kualitas manusia Indonesia” sebagai sasaran dan kebijakan “pembangunan yang lestari” sebagai kendala, strategi pencapaian sasaran itu harus disusun dengan optimalisasi, agar bangsa kita dapat mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sedemikian rupa sehingga kualitas hidup bangsa dapat terangkat secara material dan spiritual, sedangkan mutu kompetensinya pun menanjak.
Untuk keperluan ini kita harus mengetahui sains dan teknologi yang mana yang kita perlukan dan bagaimana keadaan sains dan teknologi itu sendiri.
Sebagaimana telah diketahui, zaman informatika dan telekomunikasi mendorong manusia untuk menghimpun segala data yang dapat diperoleh menjadi sumber informasi raksasa yang dapat disadap kembali dengan cepat. Manusia dapat menggunakannya untuk memperhitungkan berbagai kecenderungan pada berbagai bidang, seperti laju eksploitasi sumberdaya alam tertentu, volume serta nilai mata dagang yang beredar di pasaran,
kemajuan sains dan teknologi negara kompetitor, persenjataan lawan, dan sebagainya. Juga untuk mengantisipasi masalah serta peluang yang mendatang, agar dapat menyiapkan langkah dan tindakan yang tepat untuk menghadapinya, atau memanfaatkannya dengan baik.
Untuk melaksanakan pengumpulan data dan pemrosesan, diperlukan perangkat lunak yang canggih dan perangkat keras yang dapat mengolah data secara cepat dan akurat. Teknologi elektronika ini bertumpu pada chip silikon monokristal yang mengandung komponen-komponen yang terintegrasi sangat besar, berlapis-lapis serta diukir dengan berkas foton laser dan elektron. Sebagaimana kita ketahui, mikroelektronika memungkinkan penyusutan volume komputer yang semula sebesar puluhan meter kubik menjadi alat yang dapat diletakkan di atas meja, bahkan dapat digunakan untuk mengendalikan perjalanan dan dalam pendaratan di planet maupun di bulan.
Kecuali dengan ultra-miniaturisasi, kecepatan komputer juga dipacu dengan pemrosesan secara paralel, penggunaan superkonduksi untuk menghilangkan tahanan listrik, dan foton-foton yang lebih cepat dari elektron dan tidak menimbulkan gangguan silang. Fotonik yang diterapkan dalam komputer juga digunakan dalam sistem telekomunikasi yang mengirimkan informasinya dalam bentuk digital dengan pertolongan foton-foton laser melalui serat optik yang berpenampang halus namun mampu menyalurkan lalu-lintas sinyal yang sangat padat sehingga tidak memberikan peluang untuk penyadapan serta timbulnya gangguan silang. Sistem ini memerlukan teknologi sinar laser dan serat-optik yang indeks biasnya bervariasi secara radial sehingga foton-foton laser yang �ersangkutan dapat terefleksi total ke dalam serat sepanjang perjalanannya.
Sementara itu teknologi laser dan serat optik telah menghasilkan berbagai peralatan yang bermanfaat dalam kedokteran yang digunakan dalam operasi tanpa membuka, dan kegiatan penting lainnya seperti menjebol penyumbat pembuluh darah serta reparasi mata dan gigi.
Dalam keteknikan pun laser memainkan peran yang sangat penting untuk penyipat arah pada pembuatan terowongan, untuk pengelasan khusus dan sebagainya. Di bidang pengayaan isotopik elemen-elemen kimiawi,
Ilmu Pengetahuan dalam Pembangunan Bangsa | 12
ia memainkan peran vital, begitu pula dalam usaha manusia untuk melakukan proses fusi nuklir yang terkendali. Sedangkan dalam bidang persenjataan, laser dimanfaatkan sebagai sarana pembidik serta pengukur jarak, bahkan sebagai sarana utama perangkat “perang bintang”.
�ejala superkonduksi yang di dalam komputer ditimbulkan dengan sistem kriogenik dan digunakan untuk menghilangkan tahanan listrik di dalamnya, menemukan penerapannya dalam teknik kelistrikan.
�unanya adalah untuk memungkinkan transmisi energi tanpa rugi, dan di dalam transportasi, dengan menimbulkan bantal-magnetik, sehingga kereta listrik dapat bergerak tanpa gesek pada relnya, dan kapal feri dapat menyemburkan air pendorongnya. Dengan superkonduksi, kuat medan magnet yang ditimbulkan oleh sebuah elektromagnet normal sebesar gardu, dapat diperoleh dari kumparan sebesar kepalan tangan.
Berkat ditemukannya bahan-bahan keramik yang memperlihatkan gejala superkonduksi pada suhu yang relatif tinggi, maka harapan bagi penggunaannya di dalam perabot rumah tangga makin menjadi.
Memang bahan keramik khusus telah dikembangkan dalam teknologi tinggi dewasa ini. Dengan aneka ragam sifat dan kemampuannya dan karena kegetasannya, dapat diberi bentuk sesuai dengan fungsinya melalui teknik metalurgi-serbuk. Mereka tahan terhadap suhu tinggi dan digunakan sebagai onderdil-onderdil mesin yang memerlukan sifat-sifat khususnya. Kecuali bahan keramik, teknologi tinggi juga mengembangkan serat karbon, serat-komposit, organometal, dan lain-lain. Sains material memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan bahan- bahan baru ini, yang sifatnya belum pernah diimpikan orang. Di samping
�idang sains, kiranya perlu dise�utkan juga neurofisiologi yang sangat penting bagi ilmu kedokteran dan besar peranannya bagi pengembangan superkomputer dan inteligensia buatan.
Untuk dapat menghasilkan produk unggul, dalam industri kini dipergunakan robot-robot yang mengungguli manusia dalam pekerjaan rutin yang memerlukan ketelitian yang tinggi. Robot tidak mengenal lelah, kantuk, lapar dan haus meskipun bekerja secara terus-menerus tanpa henti mereka tetap melaksanakan pekerjaan dengan akurat.
Robotika merupakan cabang baru dalam keteknikan yang maju pesat.
Memang disadari perlunya diciptakan alat-alat yang dapat menggantikan manusia dalam pekerjaan yang harus dilakukan di tengah lingkungan yang mematikan, misalnya di daerah radiasi atau suhu yang tinggi, permukaan planet lain, dasar samudera, atau pada pengintaian dan pemotretan udara yang penuh risiko dan lain-lain.
Teknologi deteksi memang sangat penting bagi kesiapan suatu bangsa dalam bela diri. Ia diperlukan bukan hanya sebagai sarana peringatan dini, tetapi juga untuk pemantauan gerak-gerik lawan dan mengetahui posisi serta mengarahkan robot-robot terkendali ke sasarannya; sistem hidrofon untuk kapal selam, radar normal atau yang dapat melihat di
�elakang horison, untuk �enda di antariksa, sistem fotografi dengan resolusi yang sangat tinggi dan penginderaan multispektral untuk sasaran di bumi. Submikro elektronika dan elektronika molekuler yang kini sedang dikembangkan merupakan indikasi kecenderungan teknologi dalam miniaturisasi baik untuk deteksi maupun untuk pemrosesan.
Sebagaimana diketahui, teknologi abad ke-20 ini bertumpu pada fisika dan kimia modern, yang didukung pengertian yang mendalam tentang struktur dan mekanisme atom serta molekul berkat perkembangan mekanika kuantum dalam fisika, serta kehadiran komputer. Memang tak dapat disangkal bahwa teknik kimia, elektro, mesin dan segenap teknologi yang ada, yang menghasilkan kekayaan melimpah yang diproduksi industri dewasa ini, mempunyai akar yang kuat dalam fisika dan kimia yang didukung oleh metode numerik dalam matematika yang diterapkan dalam komputer. Dengan terungkapnya struktur DNA pada sel makhluk hidup sejak tiga dasawarsa yang lalu—berkat tersedianya teknik fisika dan kimiawi serta peralatan yang canggih—�erkem�anglah kini biologi modern.
Perkembangan ini sejalan dengan kecenderungan manusia untuk meneliti struktur renik yang mendasari sistem makro. Kegiatan riset biologi molekuler mulai menonjol hingga biologi modern menampakkan diri sebagai cabang sains baru yang akan memegang peranan penting,
�ersama-sama dengan fisika dan kimia modern di a�ad ke-21. Biologi molekuler perlu dikembangkan dan diterapkan dalam rekayasa genetik untuk pemuliaan tanaman atau hewan di samping teknik kloning, kultur
Ilmu Pengetahuan dalam Pembangunan Bangsa | 12
jaringan, fusi-inti, transfer embrio, dan lain-lainnya, yang akan menjamin tersedianya tanaman serta hewan bermutu unggul. Bioteknologi jugaBioteknologi juga memberikan harapan besar dalam bidang farmasi dan industri makanan.
Sedangkan neurofisiologi sangat penting �agi pengem�angan inteligensia buatan di samping pengetahuan tentang fungsi dan mekanisme jaringan syaraf.
Dari ungkapan di atas jelas bahwa dalam rangka penguasaan dan penggunaan teknologi, kita harus berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penguasaan sains modern, khususnya fisika, kimia dan �iologi, serta, khususnya fisika, kimia dan �iologi, serta matematika yang mendasari metode komputasi:
a. biologi molekuler, biokimia, dan mikrobiologi, yang diperlukan untuk mendukung rekayasa genetik dan bioteknologi
�. fisika zat mampat, fisika permukaan, dan fisika lapisan tipis untuk perkembangan sains dan teknologi material baru
c. superkonduksi dan semikonduksi, yang penting bagi sains material untuk mikroelektronika komunikasi maupun komputer
d. fotonika, termasuk optika serat dan opto-elektronika, untuk teknologi laser, telekomunikasi, dan komputer super cepat.
Kegiatan tersebut juga harus dilengkapi dengan aktivitas dalam bidang neurofisiologi, baik untuk kepentingan kedokteran maupun untuk teknologi superkomputer; dalam sains kelautan yang meliputi pengetahuan geologis, mineralogis dan biologis bagi pemanfaatan sumberdaya alam yang bersangkutan; juga dengan kegiatan di bidang matematika, termasuk metode numerik, yang diterapkan dalam komputasi dengan superkomputer. Sudah barang tentu adanya penekanan kegiatan di berbagai bidang sains dan matematika ini mempunyai konsekuensi yang luas pada kurikulum maupun struktur organisasi di universitas, dan di sekolah menengah yang mempersiapkan calon-calon mahasiswanya.
Untuk meningkatkan kualitas bangsa melalui proses nilai tambah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menuju masyarakat industrial, telah ditentukan delapan wahana transformasi, yaitu: industri-industri penerbangan; maritim dan perkapalan; transportasi darat serta otomotif;
elektronika serta telekomunikasi; permesinan pertanian dan pasca panen;
industri energi; industri hankam; dan industri rekayasa. Bahkan telah disebut Badan Pengelola Industri Strategis sebagai pemberi arahan bagi pengembangan dan penerapan teknologi untuk perusahaan-perusahaan milik negara. Untuk berbagai bidang tersebut dipilih strategi melalui rencana manufaktur progresif yang makin mendalam pengalihan teknologinya beserta keempat tahapannya.
Meskipun sebenarnya keberhasilan pelaksanaan rencana semacam ini perlu dibarengi dengan perubahan mental—sepadan dengan yang dimiliki bangsa-bangsa yang telah menguasai industri—tampak juga rupanya sukses pada tahap awal transformasi sebagaimana kita lihat dewasa ini pada industri manufaktur. Hal ini disebabkan antara lain oleh adanya dukungan para pengambil keputusan, karena proyek yang diperkirakan secara ekonomis cepat ada hasilnya dan diberi prioritas tinggi. Industri kita masih berkecimpung dalam bidang yang ditumpu sains dari abad ke-9 sampai pertengahan abad ke-20, dan oleh kenyataan sejarah bahwa bangsa Indonesia mempunyai tradisi lama dalam teknologi, seperti pembuatan keris, batik maupun pembangunan candi.
Lain halnya dengan sains kita. Bangsa Indonesia tidak mempunyai tradisi dalam sains. Kita tidak mampu menunjukkan tokoh nasional di �idang matematika, fisika, kimia, �iologi, astronomi, dan lain-lain ilmu dasar yang sangat menonjol, baik di pentas nasional maupun internasional, seperti misalnya bangsa India, pada zaman kuno maupun zaman modern. Bangsa kita memang masih miskin akan pemikir sains seperti itu. Hal ini dapat kita pahami karena sains, sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dikembangkan, baru diperkenalkan kepada bangsa kita sesudah Proklamasi. Sains bukan ilmu yang mudah dikuasai, dan pada saat ini tak memberikan imbalan keuangan yang bersaing dibandingkan bidang-bidang lain sehingga tidak banyak peminatnya. Sains juga bukan kelompok ilmu yang dapat berhasil cepat secara ekonomis, sehingga tak mampu mendapatkan dukungan dana yang memadai, baik dari pemerintah, perusahaan negara, maupun swasta.
Tentu saja ada alasan prioritas. Namun demi menyadari kekritisan keadaan kita sekarang, perlu dikemukakan fakta bahwa kemampuan kita sebagai bangsa dalam bidang tumpuan teknologi modern dewasa