• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA KESEHATAN BERSUMBER DAYA MASYARAKAT

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR 2022 (Halaman 76-82)

BAB II SARANA KESEHATAN

G. UPAYA KESEHATAN BERSUMBER DAYA MASYARAKAT

43

GAMBAR 2.32

SEBARAN JUMLAH TOKO ALKES DI JAWA TIMUR TAHUN 2022

Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2022

Adapun jumlah toko alkes dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan jumlah. Pada tahun 2020 jumlah toko alkes di Jawa Timur adalah sejumlah 49 sarana. Pada tahun 2021 jumlah toko alkes di Jawa Timur adalah sejumlah 136 sarana. Adapun pada tahun 2022 jumlah toko alkes di jawa Timur adalah sejumlah 341 sarana. Hal ini dapat kita lihat di gambar 2.33.

GAMBAR 2.33

TREN JUMLAH TOKO ALKES DI JAWA TIMUR TAHUN 2020-2022

Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2022

G. UPAYA KESEHATAN BERSUMBER DAYA MASYARAKAT (UKBM)

44 kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak.

Di Provinsi Jawa Timur untuk menilai kelembagaan posyandu menggunakan telaah tingkat perkembangan posyandu Pratama, Madya, Purnama, dan Mandiri. Menyesuaikan dengan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 ditetapkan jumlah kabupaten kota dengan ≥ 80% Posyandu Purnama dan Mandiri (PURI).

Seiring dengan membaiknya situasi pandemi Covid-19 pada tahun 2022 maka kegiatan pembinaan posyandu dan kegiatan pelayanan posyandu sudah berjalan menyesuaikan kondisi pandemi dengan pelayanan sebanyak 12 kali/tahun. Dengan kembali normalnya pelayanan posyandu dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan maka ada tren kenaikan tingkat perkembangan Posyandu PURI. Selain itu, pelayanan yang diberikan juga sudah lengkap mencakup pelayanan Kesehatan Ibu Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, gizi dan pencegahan serta penanggulangan diare. Untuk tren jumlah Posyandu dan Posyandu PURI tahun 2019–2022 dapat dilihat pada gambar berikut :

GAMBAR 2.34

TREND JUMLAH POSYANDU DAN POSYANDU PURI TAHUN 2019-2022

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2022 46893,0 46976,0 47042,0 47083,0

37104,0

35804,0 37079,0

40073,0

,0 5000,0 10000,0 15000,0 20000,0 25000,0 30000,0 35000,0 40000,0 45000,0 50000,0

2019 2020 2021 2022

POSYANDU POSYANDU PURI

45 Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah Posyandu dari tahun 2019–2022 mengalami kenaikan, tetapi jumlah PURI turun pada tahun 2019 dan naik kembali pada tahun 2021. Turunnya jumlah Posyandu PURI pada tahun 2020 disebabkan karena pandemi Covid- 19 sehingga pelayanan posyandu sangat terbatas, tidak berjalannya pembinaan dari sektor kesehatan/lintas sektor/Pokjanal dan Pokja Posyandu. Dengan semakin membaiknya situasi pandemi Covid-19 pada tahun 2022 jumlah posyandu dan jumlah posyandu PURI mengalami kenaikan.

Sesuai dengan target Renstra, pada tahun 2021 dan 2022 ditetapkan sebanyak 23 kabupaten/kota dengan kualitas PURI ≥ 80%

tahun 2023 dan sebanyak 25 kabupaten/kota dengan kualitas PURI ≥ 80% pada tahun 2022. Untuk mengetahui capaian setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada gambar berikut :

GAMBAR 2.35

KABUPATEN/KOTA DENGAN POSYANDU PURI ≥ 80% TAHUN 2022

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2022

36,461 44,007 54,823 56,105 59,353 64,445 69,925 70,108 70,183 71,731 74,492 76,677 76,698 77,381 77,986 78,330 81,081 81,124 82,646 82,688 85,775 86,744 87,511 87,954 88,009 88,423 90,635 90,730 90,741 90,909 92,182 92,413 95,238 95,395 97,462 98,111 98,810 99,412

KAB. SUMENEP KAB. BANGKALAN KAB. SAMPANG KAB. PAMEKASAN KAB. LUMAJANG KOTA SURABAYA KAB. BLITAR KAB. MALANG KOTA PROBOLINGGO KAB. BONDOWOSO KAB. NGANJUK KAB. SITUBONDO KOTA MALANG KAB. PACITAN KAB. PASURUAN KAB. PROBOLINGGO KAB. TUBAN KAB. SIDOARJO KAB. LAMONGAN KAB. MADIUN KAB. MAGETAN KOTA KEDIRI KAB. BANYUWANGI KAB. PONOROGO KAB. KEDIRI KAB. MOJOKERTO KOTA PASURUAN KAB. NGAWI KOTA MADIUN KAB. TRENGGALEK KAB. BOJONEGORO KAB. TULUNGAGUNG KOTA BATU KAB. GRESIK KAB. JEMBER KAB. JOMBANG KOTA BLITAR KOTA MOJOKERTO

46

GAMBAR 2.36

KABUPATEN/KOTA DENGAN POSYANDU PURI ≥ 80% TAHUN 2022

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2022

Berdasarkan gambar 2.35 dan 2.36 dapat disimpulkan bahwa, target Renstra tahun 2021 sebesar 23 kabupaten/kota dengan posyandu PURI ≥ 80% baru tercapai 22 kabupaten/kota tetapi pada tahun 2022 telah mencapai target yaitu sebesar 29 kabupaten/kota dari target 25. Tercapainya target pada tahun 2022 karena adanya inisiasi dari Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan pertemuan anggota Pokjanal kabupaten/kota, sosialisasi tentang rebranding posyandu setelah adanya pandemi Covid-19, pembinaan posyandu ke kabupaten/kota.

Sangat pentingnya keberadaan posyandu bagi masyarakat menjadikan kabupaten/kota bergerak untuk mengaktifkan Pokjanal.

Dari 2 diagram di atas dapat dijelaskan bahwa 4 kabupaten yang ada di Pulau Madura menempati urutan terendah persentase Posyandu PURI di tahun 2022, tetapi pada tahun 2022 Kabupaten Sampang sudah mampu meningkatkan capaian Posyandu PURI dari 54,8% menjadi 81,3 pada tahun 2022. Permasalahan tersebut antara lain disebabkan karena sering bergantinya kader menyesuaikan masa jabatan Kepala Desa, masih ada posyandu yang jumlah kadernya <5 orang, rendahnya kunjungan ke posyandu, terbatasnya sarana

46,684 48,056 61,400 70,119 74,063 74,475 75,800 76,00 77,00 81,00 81,300 81,316 82,209 83,600 85,476 86,00 86,600 87,800 88,500 90,581 91,700 91,775 92,00 92,275 92,586 94,059 94,837 95,300 95,652 95,897 96,800 97,024 97,786 98,200 98,813 99,300 99,400 100,00

KAB. BANGKALAN KAB. SUMENEP KAB. PAMEKASAN KAB. BONDOWOSO KOTA KEDIRI KOTA SURABAYA KOTA PROBOLINGGO KAB. MALANG KAB. LUMAJANG KAB. SITUBONDO KAB. PROBOLINGGO KAB. SAMPANG KOTA MALANG KAB. TUBAN KAB. PACITAN KAB. SIDOARJO KAB. LAMONGAN KAB. PASURUAN KAB. MADIUN KAB. NGAWI KAB. NGANJUK KAB. BANYUWANGI KAB. BOJONEGORO KAB. MAGETAN KAB. PONOROGO KOTA PASURUAN KAB. BLITAR KAB. TULUNGAGUNG KAB. KEDIRI KAB. JEMBER KAB. MOJOKERTO KOTA BLITAR KOTA MADIUN KAB. JOMBANG KAB. GRESIK KAB. TRENGGALEK KOTA MOJOKERTO KOTA BATU

47 posyandu seperti antropometri dan media penyuluhan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah koordinasi lintas sektor Pokjanal Posyandu baik tingkat kabupaten/kecamatan, advokasi dalam bentuk kegiatan kampanye, pembinaan langsung ke posyandu, pemenuhan sarana prasarana posyandu, adanya reward melalui lomba posyandu berprestasi, sektor kesehatan melakukan pembinaan peningkatan kapasitas kader. Semua kegiatan tersebut akan mampu meningkatkan kualitas posyandu sehingga akan mampu juga mengatasi permasalahan kesehatan di wilayah kerja posyandu.

Untuk mengetahui trend persentase tingkat perkembangan posyandu tahun 2019-2022 dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

GAMBAR 2.37

TREND PERSENTASE POSYANDU PURI TAHUN 2019-2022

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2022 79,23317

76,21764

78,82105

85,11140

2019 2020 2021 2022

2019 2020 2021 2022

48

GAMBAR 2.38

PROPORSI TINGKAT PERKEMBANGAN POSYANDU TAHUN 2022

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2022

Suatu upaya nyata seperti pembinaan Pokjanal Posyandu, monitoring evaluasi pelaksanaan posyandu, menilai telah tingkat perkembangan posyandu telah mampu menaikkan menjadi 85,1%

posyandu aktif/PURI. Dengan posyandu aktif PURI diharapkan dapat memberikan dan melaksanakan pelayanan kesehatan 5 (lima) meja dengan baik dan pelayanan pengembangan atau inovasi sesuai Permendagri No. 19 Tahun 2011 tentang pengintegrasian layanan sosial dasar posyandu.

1%

14%

80%

5%

pratama madya purnama mandiri

49

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR 2022 (Halaman 76-82)

Dokumen terkait