• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upaya-Upaya Yang Dilakukan Dalam Penerapan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Upaya-Upaya Yang Dilakukan Dalam Penerapan

D. Upaya-Upaya Yang Dilakukan Dalam Penerapan Amaliyah Ibadah

dengan membangun komunikasi intensif dengan orangtua siswa.

Komunikasi orangtua dengan sekolah dalam konteks proses belajar mengajar ini dianggap sangat penting karena dengan adanya komunikasi ini banyak persoalan siswa yang dapat diselesaikan secara bersama- sama baik persoalan yang menyangkut pembinaan moral siswa maupun peningkatan amaliyah ibadah mereka di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.

2. Menciptakan sebuah lingkungan belajar yang kondusif

Selain komunikasi dengan orangtua, faktor lingkungan juga sangat urgen siswa dalam hal pengamalan ibadah di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. artinya lingkungan yang kondusif tertata dengan baik ditunjang oleh berbagai peraturan atau disiplin termasuk peraturan tentang pengamalan ibadah, hal ini akan memotivasi siswa mengamalkan ibadah mereka dengan baik pula, tetapi sebaliknya buruknya lingkungan, urgensinya terkadang lebih besar bagi pengamalan ibadah siswa khususnya di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar, sebagaimana terungkap dalam wawancara dengan Sitti Nurhaedah, S. Pd.I guru fiqh berikut:

Lingkungan yang kondusif sangat diperlukan oleh siswa untuk pembinaan dan peningkatan amaliyah ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Untuk itulah maka salah satu program peningkatan amaliyah ibadha siswa adalah menciptakan lingkungan yang kondusif melalui peraturan-peraturan sekolah khususnya tentang pengamalan ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. (Wawancara, 27 Juni 2013)

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa dalam rangka peningkatan amaliyah ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar upaya yang dilakukan adalah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan lingkungan belajar yang kondusif ini, pengamalan ibadah siswa dapat mengalami peningkatan terus menerus dari waktu- kewaktu, sebagaimana telah diprogram dan direncanakan sebelumnya.

3. Memperbanyak buku-buku bacaan khususnya tentang ibadah Upaya lain dalam penerapan ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar yakni memperbanyak buku-buku bacaan khususnya terkait dengan ibadah. Pengadaan buku-buku ini dilakukan dengan membangun kerja sama dengan dinas pendidikan dan individu-individu tertentu dari pada dermawan yang ikhlas memberikan sumbangan buku-buku lama atau baru untuk disimpan di perpustakaan, sebagaimana terungkap dalam wawancara dengan Sitti Nurhaedah, S. Pd.I guru fiqh sebagai berikut;

Dalam hal pengadaan buku-buku referensi sekolah, kami bekerja sama dengan dinas pendidikan dan individu-individu tertentu dari kaum dermawan yang ikhlas menyumbangkan buku atau uangnya untuk pembeli buku-buku yang dibutuhkan baik oleh guru maupun siswa untuk disimpan di perpustakaan sekolah, baik buku-buku yang lama maupun buku-buku baru khususnya yang terkait dengan ibadah. (Wawancara, 24 Juni 2013 )

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan amaliyah ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan

Selayar adalah dengan memperbanyak buku-buku khususnya tentang ibadah.

Pengadaan buku-buku tersebut dilakukan dengan cara membangun kerja sama dengan dinas pendidikan, atau individu-individu tertentu dari guru atau para dermawan lainnya yang secara ikhlas menyumbangkan uangnya untuk pembeli buku atau bukunya langsung yang disimpan di perpustakaan sekolah di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.

4. Membangun kesadaran siswa akan pentingnya pengamalan ibadah Tanpa kesaran akan pentingnya ibadah akan sulit bagi siswa dalam mengamalkannya. Oleh karena itu pembinaan kesadaran adalah langkah awal yang harus dilakukan untuk penerapan ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana terungkap dalam wawancara dengan St.

Nurhaedah, S. Pd.I guru Fiqh sebagai berikut:

Untuk penerapan ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun kesadaran siswa akan pentingnya pengamalan ibadah, hal itu dilakukan dengan menanamkan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya ibadah bagi kehidupan sehari- hari di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. (Wawancara, 27 Juni 2013)

Dari petikan wawancara di atas dapat dipahami bahwa kesadaran siswa akan pentingya ibadah harus dibangun dengan berbagai cara antara lain adalah dengan menanamkan pemahaman dan pengetahuan

tentang pentingnya pengamalan ibadah sebagai fondasi dalam kehidupan sehari-hari siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan untuk penerapan ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu membangun komunikasi intensif dengan orangtua siswa, menciptakan sebuah lingkungan belajar yang kondusif, memperbanyak buku-buku bacaan khususnya tentang ibadah serta membangun kesadaran siswa akan pentingnya pengamalan ibadah.

BAB V PENUTUP A. kesimpulan

Dari hasil penelitian ini maka penulis menyimpulkan sebagai berikut 1. Pengajaran fiqh urgen terhadap pengamalan ibadah siswa di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Adapun urgensinya adalah penerapan amaliyah ibadah siswa, rajinnya siswa menjalankan ibadah shalat di lingkungan Madrasah maupun di rumah, pengetahuan siswa terhadap hukum-hukum ibadah serta pemahaman siswa dalam menerapakn ibadah sehari-hari di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar

2. Faktor pendukung penerapan ibadah siswa Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu adanya mesjid yang dekat dengan sekolah, adanya kesadaran siswa ingin memperoleh prestasi,adanya keteladan dari guru, serta adanya motivasi dari guru.

Sementara faktor penghambatnya yaitu kurangnya dukungan dari orangtua siswa, adanya lingkungan siswa yang tidak kondusif, kurangnya buku-buku bacaan khususnya tentang ibadah, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya pengamalan ibadah

3. Upaya-upaya yang dilakukan dalam penerapan ibadah siswa di Mts Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu membangun komunikasi intensif dengan orangtua siswa, menciptakan sebuah lingkungan belajar yang kondusif, memperbanyak buku-buku bacaan khususnya tentang ibadah serta membangun kesadaran siswa akan pentingnya pengamalan ibadah.

B. Saran-saran

Adapun yang menjadi saran-saran penliti untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut :

1. Hendaknya guru mempertahankan atau meningkatkan faktor-faktor pendukung dalam menerapkan amaliyah ibadah siswa sehari-hari baik di lingkungan Madrasan ataupun dalam lingkungan keluarga.

2. Komponen-komponen yang mempengaruhi dalam menerapkan amaliyah ibadah siswa hendaknya saling bersinergi untuk mencapai keberhasilan Pendidikan pada masa-masa yang akan datang.

3. Akhirnya penulis tetap berharap semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat terutama pengembangan diri penulis selanjutnya. Demikian pula mampu memberikan informasi dan bahan pertimbangan kepada pihak instansi pemerintah, dan kepada pihak-pihak yang bermaksud mengadakan penelitian relevan yakni kurikulum pada setiap jenjang satuan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA Al quran

Agung, Wahyu. 2010. Panduan SPSS 17.0 Untuk Mengolah Penelitian Kuantitatif. Cet. I. Yogakarta; Gara Ilmu,

Arikunto, Suharsimi. 2005. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktis.

Cet.XI. Jakarta; PT. Rineka Cipta

Ahmad. A. Kadir. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi I. Makassar;

CV. INDOBIS Media Centre

Kementrian Agama RI. 2012. Al-Qur’an Fadhillah Terjemah dan Transliterasi Latin. Cet. I. Bandung; Sygma Publishing.

Azra, Azyumardi. 1998. Pendidikan Islam, Tradisi dan Moderenisasi, Menuju Milenium Baru,Jakarta: Losos Wacana Ilmu.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2009. Edisi baru. Jakarta; Tim Pustaka Poenix..

Kementrian Agama RI. 2012. Al-Qur’an Fadhillah Terjemah dan Transliterasi Latin. Cet. I. Bandung; Sygma Publishing.

Kholidul Adib, 2003. Fiqh Progresif: membangun Nalar Fiqih Bervisi Kemanusiaan,dalam Jurnal Justisia, Edisi 24 XI

Mardalis, 2009. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Cet. IX.

Jakarta; PT. Bumi Aksara,

Masyuri dan M. Zainuddin. 2009. Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dan Aplikatif. Cet.II. Bandung; Refika Aditama.

Margono, S. 2003.Metodologi Penelitian. Cet. I. Jakarta: PT Bineka Cipta.

Muhaimin dan Mujib, 1993, Abdul. Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya., Trigenda Karya, Natsir Mohammad, 2006.Penelitian Pendidikan Prosedur dan Strategi.

Bandung: Angkasa.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Ara Di Madrasah.

Sugiono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Cet.VIII.

Bandung; Alfabeta.

Setyosari Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Cet. I. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Saebani, Ahmad, Beni. 2008. Metode Penelitian. Cet.I. Bandung: CV.

Pustaka Setia.

Sumanto al-Qurtuby, K.H MA. 1999. Sahal Mahfudh; Era baru Fiqih Indonesia,Yogyakarta: Cermin,

Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Cet. 21. Jakarta;

Rajawali Pers.

Syarifuddin, Amir. 2010. Garis-Garis Besar Fiqh. Edisi I. Cet.-3.

Jakarta:Kencana

Tim Prima Pena. 2006. Kamus Ilmiah Populer. Cet.I. Surabaya. Gitamedia Press.

Wirawan. 2010. Konflik dan Manajemen Konflik, Teori, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta; Salemba Humanika.

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU

URGENSI PENGAJARAN FIQH DALAM PENERAPAN AMALIAH IBADAH SEHARI-HARI SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH AMALIYAH MARE-MARE KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN

KEPULAUAN SELAYAR NUR HAEDAH (NIM: 28 19 2268) I. Petunjuk Wawancara

1. Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah tersedia.

2. Jawablah tes wawancara ini dengan jujur dan penuh ketelitian karena jawaban Bapak/Ibu akan sangat membantu kelengkapan data yang penulis butuhkan. Dan sebelumnya tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya.

Jazakumullah Khairan Katsiran

II. Identitas Guru

Nama :

Jenis Kelamin :

Jabatan :

Bid. Studi yang diajarkan : Hari / Tanggal wawancara : III. Daftar pertanyaan

4. Bagaimana urgensi pengajaran fiqh dalam penerapan amaliyah ibadah sehari-hari siswa di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare- Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar ? Jelaskan !

5. Faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung dalam penerapan amaliyah ibadah sehari-hari siswa di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai

Kabupaten Kepulauan Selayar ? Sebutkan dan jelaskan secara terperinci !

6. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan dalam penerapan amaliyah ibadah sehari-hari siswa di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare- Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar ? sebutkan minimal 10 !

7. Amaliyah ibadah apa saja yang sering dilakukan siswa di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar dan dirumah ? Sebutkan !

8. Mengapa fiqh harus diajarkan kepada siswa di Madrasah Tsanawiyah Amaliyah Mare-Mare Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar ? Jelaskan !

PEDOMAN ANGKET UNTUK GURU DAN SISWA

URGENSI PENGAJARAN FIQH DALAM PENERAPAN AMALIAH IBADAH SEHARI-HARI SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH AMALIYAH MARE-MARE KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN

KEPULAUAN SELAYAR NUR HAEDAH (NIM: 28 19 2268) I. Keterangan Angket

1. Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh data obyektif dari siswa dalam rangka penyusunan skripsi.

2. Dengan mengisi angket ini, berarti telah ikut serta membantu kami dalam penyelesaian studi.

II. Petunjuk Pengisiaan Angket

1. Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah tersedia.

2. Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian beri tanda silang (x) pada jawaban yang dianggap paling tepat.

3. Isilah angket ini dengan jujur serta penuh ketelitian sehingga semua soal dapat dijawab. Dan sebelumnya tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya.

Jazakumullah Khairan Katsiran.

III. Identitas Siswa

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Hari/Tgl wawanara :

Dokumen terkait