BAB 6 Penduduk dan Tenaga Kerja
H. Tipe- Tipe Pengangguran
I. Usaha Mengatasi Pengangguran
Memang perkembangan teknologi, pengetahuan, budaya hingga karakter masyarakat terus mengalami perubahan. Sebelumnya banyak hal sulit diperoleh atau untuk mendapatkannya memerlukan pengorbanan waktu dan tenaga maupun usaha yang lebih banyak.
Dibidang pertanian, di Indonesia pada tahun 1970an, petani yang menanam tebu, jagung maupun padi untuk mendapatkan bibit yang baik harus berusaha
188
sedemikian rupa, mulai mencari kenalan, mencari hubungan dan yang bisa mendapatkannya juga orang tertentu. Belum lagi usaha mendapatkan pupuk yang pada waktu itu merupakan barang langka, hanya orang- orang tertentu saja mudah mendapatkannya, sedangkan orang kebanyakan harus baik hati dan berhubungan dengan orang tertentu. Memang bibit, pupuk dan obat- batan konon disediakan pemerintah, tetapi adanya terbatas.
Di bidang manufaktur, banyak produk yang dihasilkan dari hasil karya tangan-tangan terampil manusia.
Seperti batik, usaha penjahit, furnitur dan beberapa produk yang diproduksi menggunakan mesin, tetapi operasional masih belum otomatis sehingga yang mengoperasikan lebih banyak menggunakan tenaga manusia. Seperti produk rokok, produk plastik, produk gula rakyat dan berbagai produk makanan sudah menggunakan mesin, tetapi penggeraknya dan pengendaliannya masih banyak menggunakan tenaga kerja manusia.
Kelemahan yang terlihat dari penggunaan banyak tenaga kerja manusia ini, hasilnya banyak yang belum akurat, tingkat kesalahannya tinggi, produksinya tidak bisa sewaktu-waktu dipercepat dan modelnya tidak bisa serta merta segera diubah. Kelemahan ini merupakan bagian faktor penghambat dalam memberikan pelayanan jika sewaktu waktu ada permintaan dalam jumlah yang besar dan berbagai model yang diperlukan.
Masih ada lagi kesulitan saat menginginkan spesifikasi kualitas tertentu yang harus diproduksi berhubungan
189
dengan usaha memenuhi keinginan konsumen yang mengalami perubahan.
Memasuki abad 20an terjadi perubahan yang mencolok di berbagai bidang kehidupan. Disektor pertanian terjadi perubahan luar biasa terutama ditemukan berbagai varietas baru yang mampu melipat gandakan produk pertanian dan memperpendek umur tanaman. Padi, jagung, tebu bibitnya sudah banyak yang unggul.
Bahkan padi sudah ditemukan bibit yang bisa ditanam di lahan kering dan mampu menghasilkan hingga 6,9 ton per Ha tanah yang umurnya juga pendek sekitar 112 hari. Dukungan terhadap pengembangan produk pertanian pun mengalami perkembangan dan peningkatan. Obat-obatan yang merangsang tumbuhan supaya segera berbuah sudah banyak ditemukan, obat penahan buah supaya saat berbunga hingga menjadi buah, tidak terjadi kerontokan, juga telah tersedia dan mudah mendapatkannya. Hasilnya berbagai buah yang dulunya dianggap langka seperti apel Malang, klengkeng, manggis dan durian dengan mudah ditemukan di penjaja buah dipinggir jalan dengan persediaan yang melimpah dan harganya juga lebih murah.
Di bidang manufaktur, telah banyak ditemukan teknologi. Mulai teknologi berbasis komputer hingga teknologi informasi mengalami perkembangan pesat.
Banyak mesin-mesin yang operasionalkannya dikendalikan oleh komputer. TV saat siaran tidak harus saat itu dan pada jam itu harus tayang, melainkan siarannya, peristiwanya bisa saja dikerjakan pada waktu
190
tertentu dan direkam oleh komputer, kemudian ditayangkan secara otomatis beberapa jam kemudian atau diprogram beberapa hari kemudian. Adanya teknologi informasi yang semakin canggih, orang bisnis tidak harus memiliki tempat, melainkan hanya membangun net working terutama antar produsen dan konsumen, maka transaksi bisa berlangsung. Dunia perbankan juga mengalami perubahan yang pesat, orang menabung tidak harus datang ke kantor, mengambil uang juga tidak harus ke kantor dan melakukan transaksi pembayaran juga bisa dilakukan dengan sambil tiduran di rumah.
Teknologi memang dirasakan sangat membantu, sebab mesin yang beroperasi tidak harus dikendalikan oleh manusia secara langsung, melainkan bisa diprogram agar berjalan, memproduksi hingga menempatkan di tempat yang dikehendaki tanpa harus melibatkan manusia secara langsung. Mesin dimaksud bisa diprogram dan tenaga kerja hanya sewaktu-waktu mengontrol pada panel-panel yang merupakan indikator sinyalnya. Manusia hanya mengevaluasi perubahan sinyal dan menganalisisnya kemudian mengendalikan sesuai dengan yang dikehendaki.
Perkembangan teknologi demikian cepat tersebut, tentu harus diikuti dengan perkembangan kemampuan sumber daya manusia. Pengelolaan teknologi bukan harus mengandalkan kemampuan tenaga manusia, melainkan sudah mengandalkan kemampuan otak manusia. Sebab pemanfaatan bibit unggul, penggunaan obat-obatan hingga pengelolaan tanaman disektor
191
pertanian, memerlukan perlakuan khusus dan kombinasi yang tepat antara penggunaan pupuk, obat- obatan dan tata cara pengolahan lahan. Teknologi produksi manufaktur, elektronika hingga teknologi informasi mengoperasionalnya memerlukan dukungan kemampuan sumber daya manusia yang pintar yang mengedepankan kerja otak dari pada tenaga manusia.
Pendek kata perkembangan teknologi dan adanya penemuan-penemuan yang terus terjadi harus diiringi dengan perkembangan kemampuan sumber daya manusia yang semangkin tinggi, penguasaan teknologi yang baik, dan harus memiliki daya adaptasi yang cepat.
Pendidikan sangat diperlukan dan memegang peranan penting dalam menguasai teknologi yang terus mengalami perkembangan yang cepat, supaya memiliki kemampuan menemukan, berinovasi dan beradaptasi dengan adanya perubahan. Melalui pendidikan, sumber daya manusia menjadi memiliki banyak pengetahuan, menguasai teknologi dan memiliki ketrampilan.
Kompetensi yang dimiliki dimaksud, diharapkan mampu dimanfaatkan dalam pengelolaan teknologi, manajemen dan memiliki kemampuan entepreunership yang secara langsung akan terlibat dalam suatu pekerjaan. Dengan cara meningkatkan pendidikan, maka peran sumber daya manusia dibidang pekerjaan semakin besar dan pada gilirannya pengangguran mampu ditekan dan diminimalkan. Karena dengan pendidikan dan memiliki ketrampilan yang memadai, orang mampu beradaptasi dengan adanya perubahan, memunculkan inovasi hingga mampu menciptakan pekerjaan.
192
2. Pemberian insentif pada usaha yang menggunakan banyak tenaga kerja.
Pemanfaatan mesin dalam suatu aktivitas usaha memang sangat membantu mempermudah, memperlancar terutama dalam menghasilkan barang.
Hasilnya lebih baik, terstandar, tingkat kerusakannya kecil, biayanya per unit lebih murah dan dapat digunakan memproduksi dalam jumlah yang banyak dengan waktu yang lebih pendek. Itulah sebabnya banyak usaha memilih beralih memanfaatkan mesin dan teknologi lainnya guna membantu kegiatan usaha untuk menghasilkan barang. Namun demikian keputusan pengusaha yang berorientasi sepenuhnya menggunakan mesin hendaknya dikendalikan. Sebab sasaran dari pembangunan tiada lain dalam rangka menyejahterakan manusia. Jika perusahaan sepenuhnya dibebaskan memanfaatkan mesin, maka penggunaan tenaga manusia semakin sedikit.
Dampaknya selain terjadi pengangguran juga pendapatan masyarakat relatif kecil, karena masyarakat banyak yang tidak terlibat dalam pekerjaan dan tidak memperoleh pendapatan. Ke semuanya itu berakibat buruk, minimnya pendapatan masyarakat menyebabkan berkurangnya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan dan lainnya, karena daya beli masyarakat yang rendah. Jika ini dibiarkan, banyak masyarakat yang miskin dan perusahaan pun menjadi tidak bisa bekerja secara penuh karena hasil produksinya banyak yang tidak terbeli oleh masyarakat.
193
3. Dalam situasi demikian diperlukan kehadiran pemerintah mengendalikan aktivitas usaha terutama dalam hal penentuan pemanfaatan mesin dalam perusahaan. Berapa mesin dan teknologi lainnya yang diperbolehkan digunakan dan berapa besar kapasitasnya. Jika memang produknya masuk dipasar yang menghadapi kompetisi ketat dan harus mengandalkan efisiensi tinggi yang berorientasi ekspor, maka penggunaan mesin tidak bisa dihindarkan.
Beberapa perusahaan terutama yang berteknologi tinggi memang tidak bisa menghindari harus menggunakan mesin dan teknologi tinggi, serta perusahaan otomotif, perusahaan elektronik. Sedangkan pada usaha-usaha yang produknya hanya diorientasikan pada pasar di dalam negeri dan penggunaan tenaga kerja masih mampu menghasilkan barang yang masih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar, maka penggunaan mesin juga diperbolehkan tetapi jumlahnya dan kapasitasnya dibatasi. Cara demikian diperlukan di Indonesia, mengingat penduduknya jumlahnya banyak, dan penganggurannya masih relatif besar. Ditambah lagi amanat undang-undang dasarnya menyatakan kesejahteraan manusia harus lebih diutamakan.
Beberapa kebijakan yang telah ditempuh pemerintah guna merangsang pengusaha supaya lebih banyak menggunakan tenaga kerja diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai insentif. Ada insentif berupa keringanan bunga bank, insentif keringanan pembayaran pajak hingga kemudahan akses pemanfaatan sarana dan prasarana seperti pengadaan