IV METODE PENELITIAN
4.5 Variabel Operasional Penelitian
yaitu variabel jumlah ternak, omset penjualan, dan keuntungan yang diestimasi dari hasil rumah tangga usaha peternakan yang menggunakan kredit E [Y1i | 𝐷𝑖
=1] (kelompok treatment) yang dikurangi dengan hasil rumah tangga usaha peternakan yang tidak menggunakan kredit E [Y0i | 𝐷𝑖 = 0] yang merupakan kelompok control. Kemudian, Langkah selanjutnya yaitu memilih matching algorithm yaitu dengan membandingkan kelompok treatment dengan kelompok control berdasarkan skor popensitasnya dengan menggunakan metode matching yang sesuai.
Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Nearest Neighbor Matching (NNM). Nearest Neighbor Matching (NNM) adalah teknik yang paling sering digunakan, setiap unit menyesuaikan dengan nilai propensitas terdekatnya, yaitu dengan memberikan bobot yang sama untuk setiap unit dengan perbandingan nilai propensitas yang terdekat. Dimana metode ini bertujuan untuk meminimalkan perbedaan mutlak skor kecenderungan yang diperkirakan (estimated propensity score) antara kelompok yang diberi perlakuan dan yang tidak. Selain itu, PSM juga memberikan hasil estimasi simple mean comparison atau unmatched yang merupakan hasil perbandingan potential outcomes (sebelum pencocokan) atau perbandingan yang dilakukan dengan mengabaikan perlakuan kredit yang diterima sehingga membandingkan secara langsung rata-rata dampak antara kelompok peternak yang menggunakan kredit dan yang tidak menggunakan kredit (Sari 2019; Sinaga et al. 2019).
Apabila telah dilakukan perbandingan menggunakan matching yang sesuai, selanjutnya yakni memeriksa overlap atau common support antara kedua kelompok saat dibandingkan dengan melihat distribusi keduanya. Common support bertujuan untuk memastikan apakah proses matching antara dua kelompok tersebut dapat dilakukan. Terakhir yaitu melakukan penilaian kualitas matching. Hal ini dilakukan untuk mengkondisikan semua covariate dalam propensity score guna menyeimbangkan distribusi variabel yang relevan pada kedua kelompok. Langkah ini bertujuan untuk membantu menentukan interaksi dan istilah tingkat tinggi mana yang dapat dimasukkan untuk himpunan kovariat x tertentu. Hal ini tentu bertujuan untuk membandingkan keadaan sebelum dan sesudah pencocokan dan memeriksa apakah terdapat perbedaan setelah dilakukan propensity score. Jika telah dilakukan pencocokan skor kemudian tidak terdapat perbedaan maka perlu dilakukan tindakan perbaikan.
omset penjualan (Y2), dan keuntungan (Y3). Definisi dari beberapa istilah yang sering digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1. Rumah tangga usaha peternakan merupakan usaha peternakan yang diusahakan oleh rumah tangga, dimana pada pelaksanaannya usaha rakyat ini masih jauh dari prinsip-prinsip bisnis modern. Skala usaha peternakan rakyat ini juga relatif kecil.
2. Kredit merupakan bentuk pembiayaan inklusif, yang berdasarkan pada persetujuan atau kesepakatan pemberian kredit antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi pinjaman kreditnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga (Menurut undang-undang Perbankan No.10 Tahun 1998).
3. Kinerja merupakan gambaran pencapaian yang diperoleh melalui pelaksanaan suatu program dengan tujuan mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi melalui perencanaan strategis organisasi (Moeheriono 2009).
4. Regresi logit biner adalah suatu metode analisis data yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel respon (y) yang bersifat biner dengan variabel prediktor (x) (Hosmer dan Lemeshow 2013).
5. Lokasi usaha peternakan (X1) merupakan tempat tinggal dari individu rumah tangga yang menjalankan kegiatan produksi dari suatu usaha peternakan.
Dalam penelitian ini lokasi usaha peternakan dibedakan menjadi dua kategori dimana apabila berada di pulau Jawa bernilai (1), sedangkan apabila berada di luar pulau Jawa bernilai (0).
6. Usia (X2) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia dari peternak yang menjalankan usaha peternakan dalam satuan tahun.
7. Jenis kelamin (X3) dalam penelitian ini merupakan jenis kelamin dari peternak yang menjalankan usaha peternakan. Dimana dibagi menjadi dua kategori yaitu apabila dijalankan oleh peternak laki-laki bernilai satu, sedangkan apabila dijalankan oleh peternak perempuan bernilai nol.
8. Tingkat pendidikan (X4) merupakan lamanya pendidikan formal yang ditempuh oleh peternak dalam satuan tahun (years of school)
9. Jumlah tanggungan dalam keluarga (X5) merupakan banyaknya jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan peternak selaku debitur dalam satuan orang.
10. Jenis ternak (X6) merupakan jenis dari ternak yang diusahakan oleh usaha peternakan yang dibedakan menjadi tenak ruminansia yang terdiri dari sapi potong, kambing, babi, domba, kerbau, sapi perah, dan kelinci yang bernilai satu. Sedangkan jenis ternak non ruminansia (unggas) terdiri dari ayam kampung, itik, itik manila, dan ayam ras petelur yang bernilai nol.
11. Pengalaman beternak (X7) merupakan lamanya seorang peternak menjalankan usahanya dalam satuan tahun.
12. Kepemilikan lahan (X8) merupakan bentuk kepemilikan atau hak yang sah atas lahan yang diusahakan oleh peternak, dimana apabila lahan yang dimiliki merupakan lahan milik sendiri bernilai satu dan jika milik orang lain atau sewa bernilai nol.
13. Kepemilikan sarana usaha ternak (X9) merupakan bentuk kepemilikan atau hak yang sahatas sarana prasarana yang menunjang kegiatan produksi dimana apabila milik sendiri bernilai satu sedangkan apabila milik orang lain atau sewa bernilai nol.
14. Keanggotaan koperasi (X10) merupakan suatu badan usaha yang dibentuk berdasarkan aturan-aturan yang disepakati bersama secara kekeluargaan dengan tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Dalam penelitian ini apabila peternak tersebut tergabung ke dalam koperasi bernilai satu sedangkan jika tidak tergabung bernilai nol.
15. Kelompok peternak (X11) merupakan perkumpulan peternak yang menjalankan satu jenis terna katas dasar kesamaan tujuan yakni mensejahterakan anggota kelompoknya, dimana dimana apabila peternak tersebut tergabung ke dalam kelompok peternak bernilai satu sedangkan jika tidak tergabung bernilai nol.
16. Keanggotaan asosiasi (X12) merupakan bentuk persekutuan usaha atau rekan dagang dimana apabila peternak tergabung ke dalam asosiasi bernilai satu sedangkan jika tidak tergabung bernilai nol.
17. Penyuluhan (X13) merupakan bimbingan atau arahan dari pemerintah maupun dinas terkait dengan adanya bantuan modal usaha maupun penyuluhan teknis.
Dimana apabila peternak mendapatkan penyuluhan akan bernilai satu sedangkan jika tidak mendapatkan penyuluhan bernilai nol.
18. Kemitraan (X14) merupakan bentuk kerja sama dari dua belah pihak dalam menjalankan atau mengoperasikan usahanya dengan tujuan mendapatkan keuntungan bersama sesuai dengan kesepakatan kerja yang disepakati bersama.
Dimana apabila peternak memiliki mitra akan bernilai satu, sedangkan jika tidka memiliki mitra akan bernilai nol.
19. Jumlah ternak (Y1) merupakan banyaknya ternak yang dimiliki dan dipelihara oleh seorang peternak.
20. Omset penjualan (Y2) merupakan kegiatan melakukan transaksi antara penjual dan pembeli secara tunai maupun kredit yang merupakan sumber pendapatan bagi perusahaan.
21. Keuntungan (Y3) merupakan kelebihan pendapatan dibandingkan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut (OJK 2021).
22. Metode propensity score matching (PSM) yaitu suatu metode alternatif untuk mengestimasi dampak sebuah treatment pada suatu subyek tertentu.
23. Kelompok treatment yang dimaksud adalah rumah tangga usaha peternakan yang menggunakan kredit sebagai tambahan modal.
24. Kelompok control rumah tangga usaha peternakan yang tidak menggunakan kredit.