• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Variabel Penelitian

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan program diklat komputer akuntansi yang terdiri dari pembelajaran dengan modul dan pembelajaran konvensional.

Sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar peserta diklat dari dua metode pembelajaran tersebut.

Variabel atribut adalah minat belajar akuntansi komputer. Kalau variabel utama diintervensi oleh variabel atribut, interaksi bisa terjadi antara kedua variabel bebas tersebut yaitu terjadi pengaruh yang berbeda dari salah satu diantara kedua variabel itu pada tingkat yang berbeda dari variabel lainnya. Kalau interaksi itu ada, maka perbedaan perlakuan pembelajaran terhadap hasil belajar bagi kedua tingkat minat belajar yaitu minat belajar tinggi dan minat belajar rendah akan berbeda. Apabila interaksi itu tidak ada, maka pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar akan sama bagi kedua tingkatan minat belajar.  

F. Definisi Operasional

1. Pembelajaran Konvensional

Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang biasa digunakan, dimana guru menyajikan pelajaran menggunakan metode ceramah, kemudian memberikan bimbingan dan latihan bagi siswa yang memerlukan. Dengan kata lain guru merupakan sumber utama pembelajaran siswa.

2. Pembelajaran Modul

Pembelajaran modul yaitu pendekatan pembelajaran yang bersifat individual, dimana siswa belajar mandiri dengan mempelajari materi pelajaran melalui modul, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator.

3. Minat Belajar

Minat belajar komputer akuntansi adalah perhatian yang diberikan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran akuntansi komputer, yang ditandai dengan perhatian, keinginan, kemauan dan kesenangan mengikuti pembelajaran komputer akuntansi. Indikator minat belajar komputer akuntansi diperlihatkan oleh tinggi/rendahnya: (a) keinginan menguasai komputer akuntansi, (b) kemauan mengulangi materi pelajaran, (c) perhatian waktu guru menerangkan, (d) kesenangan dalam belajar

4. Hasil Belajar

Hasil Belajar adalah perubahan kemampuan psikomotor siswa yang dinilai berdasarkan tes akhir belajar komputer akuntansi. Hasil belajar dinyatakan dalam bentuk skor hasil belajar berupa angka, konten evaluasi untuk melihat hasil belajar siswa dikembangkan berdasarkan kepada kisi-kisi tes hasil belajar.

G. Rancangan Penelitan

Penelitian ini menggunakan desain factorial 2 x 2 dengan perlakuan berupa 2 model pembelajaran yaitu model pembelajaran modul dan pembelajaran konvensional. Minat belajar siswa dibedakan atas minat belajar tinggi dan minat belajar rendah. Rancangan penelitian ini diperlihat melalui Table 3 berikut:

Tabel 3. Rancangan Penelitian Model Pembelajaran

(A) Minat Belajar (B)

Tinggi (B1) Rendah (B2)

Modul (A1) A1B1 A1B2

Konvensional (A2) A2B1 A2B2

Keterangan:

A1B1 : Siswa dengan minat belajar tinggi dengan perlakuan model pembelajaran dengan modul

A1B2 : Siswa dengan minat belajar rendah dengan perlakuan model pembelajaran dengan modul

A2B1 : Siswa dengan minat belajar tinggi dengan perlakuan model konvensional

A2B2 : Siswa dengan minat belajar rendah dengan perlakuan model konvensional

H. Instrumen Penelitian

Untuk melihat pengaruh penerapan pembelajaran modul terhadap hasil belajar digunakan tes hasil belajar. Butir soal tes disusun berdasarkan indikator dari setiap Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi. Jenis tes ini adalah tes performance yang dilengkapi dengan format pengukuran.

Sedangkan untuk melihat minat belajar digunakan instrumen angket minat belajar komputer akuntansi. Angket minat belajar yang digunakan dalam penelitian ini penulis susun sendiri melalui proses penentuan indikator.

Indikator instrumen angket minat belajar disusun sendiri berdasarkan definisi teoritis variabel minat belajar yang disarikan dari kajian teori (content &

construct validity). Angket yang berisikan butir-butir pernyataan kemudian di koreksi oleh pembimbing, dalam hal ini sebagai ahli (expert validity). Dan akhirnya diujicobakan kepada responden yang sekarakteristik dengan responden penelitian. Ujicoba ini disebut dengan empirical validity. Data ujicoba dianalisis untuk memperoleh validitas butir dan reliabilitas angket.

Kisi-kisi sebagai dasar pengembangan angket secara rinci dijabarkan pada Table 4.

Tabel 4. Kisi-kisi Instrumen sebelum Ujicoba

Variabel Indikator Nomor

Butir Jumlah Butir Minat belajar

komputer akuntansi

a) keinginan menguasai komputer akuntansi,

b) kemauan mengulangi materi pelajaran,

c) perhatian waktu guru menerangkan,

d) kesenangan dalam belajar

1 - 36 36

I. Uji coba Instrumen

Sebelum menggunakan instrumen terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen untuk mengetahui validitas empiris dan reliabilitas instrumen.

Untuk mendapatkan instrumen yang sahih dan andal perlu dilakukan uji coba dengan langkah-langkah berikut:

1. Penentuan Responden Uji Coba

Responden uji coba diambil dari populasi yang sama tetapi diluar sampel yang telah ditentukan sebanyak siswa satu kelas (26 orang) dan jumlah ini dianggap memenuhi syarat sebagai ujicoba.

2. Pelaksanaan Uji Coba Instrumen

Uji coba instrument dilaksanakan pada siswa kelas II AK 1 SMK Nusatama Padang, dengan menggunakan 26 eksemplar angket.

3. Analisis Instrumen Penelitian

Analisis uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui dan memilih butir instrumen yang sahih dan andal. Dengan melakukan uji coba akan diperoleh butir-butir instrumen yang memenuhi syarat sehingga layak dijadikan alat dalam pengumpulan data.

a. Pemeriksaan kesahihan instrumen (validity)

Hajar (1996) mengemukakan, validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan dari suatu instrumen. Untuk menguji apakah instrumen dinyatakan valid atau sahih dilakukan dalam bentuk validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (construct validity). Validitas isi mengukur seberapa jauh isi instrumen mewakili secara representative semua jenis, proporsi dan ranah isi karakteristik yang akan diukur. Validitas konstruk untuk menguji seberapa jauh butir-butir instrumen dapat mencerminkan pengukuran terhadap konstruk, abstraksi ideal dari karakteristik variabel yang diukur.

Untuk menghitung tingkat kesahihan dari setiap butir pernyataan dilakukan dengan mencari korelasi antara skor butir dengan skor total, kemudian dikoreksi dengan rumus Guilford.

Untuk itu digunakan bantuan Program Monas Versi 12 @ 2009.

Suatu butir dinyatakan sahih atau valid bila nilai koefisien korelasi butir-total (ryx) positif dan p<α(0,05), kemudian butir tersebut dinyatakan OK. Sebaliknya jika suatu butir nilai koefisien korelasinya (ryx) negatif, atau p>α(0,05), kemudian butir tersebut dinyatakan Gugur.

Hasil analisis butir disajikan pada Tabel 5 berikut ini.

Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen setelah Ujicoba

Variabel Indikator Butir

ujicoba Butir

gugur Butir valid Minat belajar

komputer akuntansi

a) keinginan menguasai

komputer akuntansi,

b) kemauan mengulangi materi pelajaran,

c) perhatian waktu guru menerangkan,

d) kesenangan dalam belajar

36 3 33

b. Pemeriksaan Kehandalan Instrumen (reliability)

Pendapat Kerlinger yang dikutip Margono (1997) mengemukakan bahwa reliabilitas alat ukur lebih mudah dengan memperhatikan 3 aspek dari alat ukur yaitu: (1) kemantapan; (2) ketepatan dan (3) konsisten.

Untuk itu instrumen akan diperiksa dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach. Teknik ini menurut Hajar (1996) paling

tepat untuk menguji reliabilitas instrumen yang masing-masing butirnya mempunyai lebih dari satu alternatif jawaban. Analisis keandalan instrumen ini dilakukan dengan bantuan program komputer Monas Versi 12@2009. Kriteria yang digunakan untuk menguji keandalan instrumen menggunakan kriteria sebagai berikut:

1) Bila koefisien keandalan (rtf) dengan harga probabilitas keliru (p) lebih kecil dari taraf signifikansi α(0,05), maka instrumen penelitian dinyatakan andal.

2) Bila koefisien keandalan (rtf) dengan harga probabilitas keliru (p) lebih besar dari taraf signifikansi α(0,05), maka instrumen penelitian ini dinyatakan tidak andal.

Hasil analisis keandalan (reliability) instrumen dirangkum pada Tabel 6. Hasilnya menunjukkan bahwa angket minat belajar akuntansi yang disusun sangat andal, dengan rtt=0,942 dengan p <

α(0,05). Sedangkan untuk test hasil belajar tidak dilakukan uji coba.

Karena penelitian ini dilakukan pada kelas yang berjalan (running class). Jadi penelitian ini tidak menggangu kelas yang berjalan.

Kegiatan pembelajaran baik materi maupun tes untuk mengukur hasil belajar disesuaikan dengan RPP yang berlaku pada KSTP SMK Nusatama Padang sesuai dengan anggota kelas yang sudah ada.

Tabel 6. Keandalan Instrumen

Variabel

r

tt p Keterangan

Minat Belajar Akuntansi

Komputer 0,942 <0,001 Andal

J. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data diawali dengan mengukur tingkat minat belajar siswa dalam pembelajaran komputer akuntansi, baik siswa kelompok eksperimen maupun siswa kelompok kontrol dikelas XI SMK Nusatama Padang dengan menggunakan angket. Selanjutnya dilakukan penerapan pembelajaran modul untuk siswa kelompok eksperimen dan pembelajaran konvensional untuk siswa kelompok kontrol. Setelah pelaksanaan pembelajaran yang dieksperimen dilaksanakan maka dilakukan tes hasil belajar siswa, yaitu kelompok siswa menggunakan pembelajaran dengan modul dan kelompok siswa menggunakan pembelajaran dengan modul dan kelompok siswa menggunakan pembelajaran konvensional.

K. Materi dan Pelaksanaan Pembelajaran

Dokumen terkait