• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi dan Sampel

Dalam dokumen pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan (Halaman 48-104)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Populasi dan Sampel

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai populasi, terlebih dahulu penulis memberikan pengertian populasi berdasarkan rumusan yang dikemukakan oleh penulis, yaitu sebagai berikut:

Menurut Margono (1997: 57) mengatakan bahwa:

“Populasi adalah seluruh objek yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang ligkup dan waktu yang kita tentukan populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya, kalau setiap manusia memberikan suatu data, maka banyaknya ukuran populasi sama dengan banyaknya manusia”.

Suharsimi Arikunto (2002: 108) mengatakan bahwa :

“Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel”.

Berdasarkan definisi yang telah di kemukakan diatas. Dalam hal ini yang menjadi populasi penelitian adalah, guru dan siswa yang ada disekolah dengan jumlah guru 96 orang dan jumlah siswa adalah1.425 orang. Dapat dilihat dalam table berikut:

Tabel Populasi

No. Guru danSiswa Laki-Laki Perempuan Jumlah

1. Guru 47 49 96

2.

Siswa KelasX 139 488 627

Siswa Kelas XI 74 257 331

Siswa KelasXII 97 370 467

Jumlah 357 1.164 1.521

Sumber data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 4 Makassar tahun 2016 2. Sampel

Setelah melihat populasi dalam penelitian ini, maka langkah berikutnya adalah menentukan sampel. Penentuan sampel merupakan sebagian kecil yang diambil dari sebuah populasi penelitian. Jadi dalam penentuan penelitian tidak selamanya perlu meneliti secara keseluruhan populasi, karena hal tersebut membutuhkan dana, biaya dan anggaran yang relative banyak, memiliki waktu yang agak lama serta pertimbangan keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti.

Sampel dalam pandangan Suharsimi Arikunto (2006 : 131) sebagai bagian dari populasi yang diteliti, dan menyatakan pula bahwa :

“Sampel adalah memilih sejumlah tertentu dari keseluruhan populasi yang akan dijadikan subjek penelitian sampel yang diteliti nantinya akan mewakili seluruh populasi sebagai hasil untuk semua populasi tetapi jika populasi dari penelitian tersebut sedikit maka bisa saja populasi penelitian itu menjadi sampel penilitian. Populasi dari sebuah penelitian itu kurang dari seratus dan sedikit maka penelitian tersebut

menjadi sampel penelitian”.

Dalam hal ini penulis juga berdasar dari pendapat Suharsimi Arikunto (1996:120) bahwa:

“Populasi yang objeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga menjadi penelitian populasi, selanjutnya jika jumlah subjeknya lebih besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih”.

Berdasarkan landasan diatas maka sampel dari jumlah populasi Guru adalah 96 orang, dilakukan dalam teknik proposive sampling yakni sebagian dari guru agama yaitu: 6 dijadikan sebagai responden dalam penelitian.

Sedangkan sampel siswa dari jumlah populasi adalah siswa yang ikut ekstrakurikuler sebanyak : 42 orang di antaranya kelas XI = 22 dan kelas XII

= 20, untuk lebih jelasnya lihat table dibawah.

Tabel 2

Daftar Distribusi Sampel Di Lokasi Penelitian

No. Guru danSiswa Laki-Laki Perempuan Jumlah 1. Guru Agama dan

Ekstrakurikuler

3 3 6

2. Siswa Kelas XI 4 18 22

Siswa Kelas XII 5 15 20

Jumlah 10 34 48

Penilitian menggunakan instrument penelitian sebagai alat bantu agar kegiatan penelitian berjalan secara sistematis dan terstruktur, dalam pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara sebagaimana yang dikatakan Suharsimi Arikunto (2002: 10-13) antara lain sebagai berikut:

1. Pedoman Observasi

Yaitu catatan untuk mengamati secara langsung dengan sumber informasi tentang objek penelitian, keadaan Guru dan keadaan Siswa.

2. Pedoman Wawancara

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara / interview terhadap sampel secara langsung sehingga informasi- informasi mengenai peran penyuluh agama dalam meningkatkan kegiatan keagamaan, masyarakat dapat akurat dan tidak ada rekayasa didalamnya.

3. Pedoman Angket

Yaitu catatan pertanyaan dalam bentuk daftar pertanyaan dibarengi dengan sejumlah pilihan jawaban.

4. Catatan Dokumentasi

Yaitu mencatat semua data secara langsung dari referensi yang membahas tentang objek penelitian.

Dalam penelitianini, peneliti menggunakan beberapa tehnik dan metode untuk mengumpulkan data sebagai berikut yaitu:

1. Library research, yaitu pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian, pengkajian dan catatan terhadap literature atau buku-buku referensi yang sesuai dengan kebutuhan pembahasan dalam penelitian ini, karya ilmiah yang relevan terhadap masalah yang dibahas berupa konsep, teori, dangan gagasan para ahlih sehubungan dengan objek yang dibahas.

Metode pengumpulan data ini terbagi atas dua bagian yaitu:

a. Kutipan langsung, yaitu peneliti mengutip pendapat para ahli yang terdapat dalam buku-buku referensi yang berhubungan dengan pembahasan penulisan ini dengan tanpa merubah redaksi kalimatnya dan makna yang terkandung di dalamnya.

b. Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan pendapat-pendapat para ahli yang terdapat dalam referensi dalam bentuk uraian yang berbeda dalam konsepaslinya, tetapi makna dan tujuannya sama.

2. Field research, yang suatu tehnik pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung dilokasi penelitian atau lapangan tentang objek yang akan diteliti untuk memperoleh data yang

penelitian ini dengan menggunakan metode-metode yang telah dipersiapkan yaitu:

a. Observasi, yaitu mengamati dan menggunakan komonikasi langsung dengan sumber informasi tentang objek peneliti, keadaan guru dan siswa.

b. Interview, yaitu melakukan wawancara langsung terhadap guru dan siswa adalah objek yang akan diteliti dalam peningkatan prestasi belajar.

c. Angket, yaitu memberikan pertanyaan dalam bentuk daftar pertanyaan dibarengi dengan sejumlah pilihan jawaban.

d. Dokumentasi, yaitu mencatat semua data secara langsung dari referensi yang membahas tentang objek penelitian.

H. Teknik Analisis Data.

Penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan data. Untuk mengola data menjadi sebuah pembahasan, maka peneliti menganalisis data dengan teknik analisis deskriptif yaitu berusaha memberikan gambaran dari data yang diperoleh dengan menggunakan rumus persentase sesuai dengan table sebelumnya.

data adalah sebagai berikut:

% N 100 P  F 

Keterangan :

F : Frekuensi yang sedang dicari persentase N : Jumlah frekuensi/ banyaknya responden P : Angka persentase

Hasil dari perhitungan tersebut, kemudian peneliti tabulasikan dalam bentuk tabel frekuensi dan diberikan interpretasi terhadap hasil tabulasi untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Kondisi Objektif dan Lokasi Penelitian

Pada pembahasan ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian, namun sebelum terlalu jauh membahas mengenai hasil penelitian ini, terlebih dahulu peneliti memberikan gambaran tentang objektif lokasi penelitian sebagai berikut:

1. Gambaran Umum

Secara geografis SMK Negeri 4 Makassar terletak pada : a. Sebelah Utara berbatasan dengan jl.Buru

b. Sebelah Selatan berbatasan dengan jl.Andalas c. Sebelah Barat berbatasan dengan jl.Tentara Pelajar d. Sebelah Timur berbatasan dengan jl.Vetran Utara

Adapun profil SMK Negeri 4 Makassar sebagai berikut : Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Makassar

Alamat : Jln. Bandang No. 140 Makassar Kode Pos : 90156

Kelurahan : Parang Layang Kecamatan : Bontoala

Status sekolah : Negeri

47

2. Sejarah singkat lokasi penelitian

Sebagai langkah awal dalam pembahasan ini akan dikemukakan sejarah singkat SMK Negeri 4 Makassar, yang dijadikan sebagai objek penelitian. SMK Negeri 4 Makassar merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang terletak di jalan Bandang no.140 Kelurahan Parang Layang Kecamatan Bontoala, yang didirikan oleh Drs. Alfero Tarupay pada tahun 1964.

Nama awal sekolah SMEA Negeri 2 Ujung Pandang dibuka dan didirikan pada tanggal 1 Agustus 1964-1997. Ditahun tersebut kemudian nama sekolah dirubah menjadi SMK Negeri 4 Makassar.

Sejak berdirinya pada tahun 1964 sampai pada tahun ajaran 2015- 2016, telah mengalami beberapa kali pergantian kepalah sekolah pada tahun ajaran 1964-1985 yang menjabat sebagai kepala Sekolah SMK Negeri 4 Makassar adalah Bapak Drs. Alferos Tarupay, pada tahun ajaran 1985-1995 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Bapak Andi Sleh Tahir, BA, Pada tahun 1995-1997 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Bapak Drs, Djamaluddin Bahsen, pada tahun 1997-2006 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Bapak Drs.

Anwar, Kemudian pada tahun 2006-2008 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Bapak Drs. Muhammad Rais. Dan pada tahun 2008-2016 adalah bapak Drs. Asnah Baharuddin, M.Pd, dan pada tahun 2016 adalah bapak Drs. H. Muhammad Jufri M.Pd.

3. Visi dan Misi Sekolah SMK Negeri 4 Makassar

Adapun Visi dari Sekolah Menegah Kejuruan Negeri 4 Makassar adalah “Unggul Dalam Prestasi, Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan Kejuruan”.

Dan Misi adalah:

a. Menyiapkan tamatan yang siap kerja dan produktif yang dilandasi iman dan taqwa serta menguasai ilmu pengetahun dan teknologi.

b. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang adaptif , fleksibel dan berwawasan global.

c. Mengembangkan potensi sekolah yang bernuansa industri dan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

d. Mengembangkan fungsi sekolah sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan terpadu (PPKT) yang memberikan layanan prima kepada masyarakat.

4. Tujuan Sekolah SMK Negeri 4 Maassar

Tujuan sekolah SMK Negeri 4 Makassar secara bertahap akan dimonitor, dievaluasi, dan dikendalikan setiap kurun waktu empat tahun sebagai berikut :

a. Pencapaian standar isi

Menghasilkan kurikulum satuan pendidikan sesuai ketentuan standar nasional pendidikan.

b. Pencapaian standar proses

Terlaksananya proses pembelajaran yang efektif, efisien, interaktif, inspiratif, kreatif, dan memberikan ruang bagi kreativitas dan kemandirian peserta didik.

c. Pencapaian standar kompetensi lulusan

Meningkatnya standar kelulusan, pencapaian ketuntasan kompetensi tiap tahun atau semester, kejuaraan lomba bidang akademik dan non akademik.

d. Pencapaian standar sarana dan prasarana pendidikan

Tersedianya sarana dan prasarana baik secara kualitas maupun kuantitas yang memadai.

e. Pencapaian standar pendidikan dan tenaga kependidikan

Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai standar nasional pendidikan (SNP).

f. Pencapaian standar pengelolaan pendidikan

Tercapainya efesiensi dan efektif dalam menyelenggarakan yang menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS).

g. Pencapaian standar pembiayaan pendidikan

Tercapainya biaya operasional pendidikan yang sesuai SNP secara teratur dan keberlanjutan.

h. Pencapaian standar penilaian pendidikan

Terlaksananya proses penilaian sesuai dengan prosedur, mekanisme, dan instrument penilaian yang sesuai dengan SNP.

5. Keadaan Guru

Guru sebagai pelaku utama dalam pendidikan. Guru bukan saja dituntut untuk melaksanakan tugasnya secara profesional namun juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional dibidangnya, sehingga orangtua memasukkan anaknya kesekolah, dengan menyerahkan pada sekolah berarti melimpahkan sebagian tanggung jawab kepada guru.

Posisi guru dalam suatu sekolah adalah sangat penting terhadap proses belajar dan interaksi lainnya. Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda-beda dalam dirinya. Dengan keahlian guru dalam mendidik tentu dia tahu bagaimana perkembangan afektif, psikomotorik, dan kognitif anak didikinya dan mengetahui kesulitan- kesulitan belajar anak didiknya.

Mengenai keberadaan guru di Sekolah SMK Negeri 4 Makassar, peneliti memberikan gambaran sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini:

Tabel 3

Keadaan Guru dan Karyawan SMK Negeri 4 Makassar

NO. NAMA

JENIS

KELAMIN JABATAN STATUS

L P

1. Drs. H. Muhammad Jufri

M.Pd √ KEPSEK PNS

2. Drs. Hayyang, M.Pd √ GURU PNS

3. Dra. Hj. Lupi Laksmiati √ GURU PNS

4. Drs. Hamzah Ruddin √ GURU PNS

5. Drs. Ruslan Abd.

Rahman.M.Pd

√ GURU PNS

6. Dra. Darmawati Yongang √ GURU PNS

7. Drs. H. Muh. Nur, M,Pd √ GURU PNS

8. Dra. Radiyah Mustafa √ GURU PNS

9. Dra. Hj. Hariyaty Hasan √ GURU PNS

10. Dra. Hj. Sitti Hasnah √ GURU PNS

11. Dra. Raja Sanggang √ GURU PNS

12. Drs. Syarifuddin √ GURU PNS

13. Drs. H. Abu √ GURU PNS

14. Jemmain, S.Pd.M.M.Pd √ GURU PNS

15. Dra. St. Mujahidah.

M.Pd.I

√ GURU PNS

16. Dra. Alida Kisminarti √ GURU PNS

17. Drs. Muh. Arsyad Rahim.

M.Pd

√ GURU PNS

18. Drs. Nasrullah √ GURU PNS

19. Drs. Muh. Hasdik, M.Pd √ GURU PNS

20. Dra. Andi Atifah √ GURU PNS

21. Dra. Latifa Teko √ GURU PNS

22. Dra. Hj. Rahma Wilo √ GURU PNS

23. Drs. Erman Nywitadi √ GURU PNS

24. Drs. Abd Azis Olly, M.Pd √ GURU PNS

25. Drs. Mahmud Bp.

M.M,Pd

√ GURU PNS

26. Dra. Salmiah, M.Pd.I √ GURU PNS

27. Drs. H. Ahmad √ GURU PNS

28. Dra. Hj. Rosdayana √ GURU PNS

29. Dra. Nikmawati √ GURU PNS

30. Dra. St. Rasdiana Malik √ GURU PNS

31. Dra. Hj. Ismawati Arifin √ GURU PNS

32. Dra. Hasfah √ GURU PNS

33. Dra. Hj. Andi Nurnaningsih

√ GURU PNS

34. Maryam Yokap, S.Pd, M.Pd

√ GURU PNS

35. Dasriah M.Yahya, S,Sos, M.Pd

√ GURU PNS

36. Dra. Hj. Gusnawati √ GURU PNS

37. Drs. R. Ipung Purnomo √ GURU PNS

38. Dra. Sumiati Tahir,M.Pd √ GURU PNS

39. Andi Anna Rifai, S.Pd, M.Pd

√ GURU PNS

40. Dra.Hj. Rahmi Yasil √ GURU PNS

41. Drs. Zainuddin √ GURU PNS

42. Dra.Hiayati Sufrie √ GURU PNS

43. Drs. Alimuddin Ali √ GURU PNS

44. Drs. Mullimin √ GURU PNS

45. Drs. H. Abdul Hamid √ GURU PNS 46. St. Nur Rakhmi Arfah

S.Pd

√ GURU PNS

47. Drs. Baharuddin √ GURU PNS

48. Drs. Irwan √ GURU PNS

49. Hj. Ankhaerati, S.Pd √ GURU PNS

50. Drs. Abd. Azis. S √ GURU PNS

51. Rahmat Wijaya. S.Pd, M.Pd

√ GURU PNS

52. Rostina T.S.Ag,M.Pd √ GURU PNS

53. Muttalib, S.Sos, M,M.Pd √ GURU PNS

54. Rudi, Sos, M,M,Pd √ GURU PNS

55. Novita,S.Pd √ GURU PNS

56. Abd. Manna, S.Pd √ GURU PNS

57. Muhammad Satir, S.Pd √ GURU PNS

58. Mardiah Suddin, S.Pd √ GURU PNS

59. Sato, S.Pd, M.M.Pd √ GURU PNS

60. Disye Verra, S.Pak √ GURU PNS

61. Andi Ahmad, S.Pd √ GURU PNS

62. Mustafah, SST, Par,M.Pd √ GURU PNS

63. Iskandar, S.Pd. M.Pd √ GURU PNS

64. Ir. Khaeril Anwar, S.Pd,M.Pd

√ GURU PNS

65. Nasri, S. Ag √ GURU PNS

66. Abd. Haris, SPd, MPd √ GURU PNS

67. Ismail S. Ali S.Pd, M.Pd.

M.Kes

√ GURU PNS

68. Muh. Ilham,SPd √ GURU PNS

69. Andi Arianti Saputr, S,Pd √ GURU PNS

70. Isratina. S.Pd √ GURU PNS

71. Ismail. S.Pd √ GURU PNS

72. Hasrar, SE, Ak √ GURU PNS

73. Drs. Ahmad DM √ GURU HONOR

74. Drs. Sumiaty Mansyur √ GURU HONOR

75. Drs. Alimuddin Sunusi √ GURU HONOR

76. Zahrul, S.Pd √ GURU HONOR

77. Dwi Wahyunengsih, S.Pd √ GURU HONOR

78. Ermi Darmayantih, S.Pd √ GURU HONOR

79. Hariyanto S.Pd √ GURU HONOR

80. Suhartini Ahmad S.S.S.Pd

√ GURU HONOR

81. Drmawati, S.Pd √ GURU HONOR

82. Untung Suriadi S.Kom √ GURU HONOR

83. Abd. Haris, SPd, MPd √ GURU PNS

84. Salmiah MN S.Pd √ GURU HONOR

85. Abd Kadir Jaelani S.Kom √ GURU HONOR

86. Nur Hikmah S.Pd √ GURU HONOR

87. Nurhaebah, S.Ag √ GURU HONOR

88. Nurlaela, S,Pd.I √ GURU HONOR

89. Jirana HP S.Pd √ GURU HONOR

90. Irwati S.Pd √ GURU HONOR

91. Nurul Faramitha Faried S.Pd

√ GURU HONOR

92. Karmila S.Pd √ GURU HONOR

93. Drs. Zahabuddin √ GURU HONOR

94. Muhajir √ GURU HONOR

95. Rahmat Juni Haryanto √ GURU HONOR

96. Putri Nur Ihsani √ GURU HONOR

97. Hj. Reskina Saleh √ Kepala TU PNS

98. Dra. Hj. Rukiah √ TU PNS

99. Dra. Andi Roslina Tolo √ TU PNS

100 Hj. Rukmini, S.Sos, MM √ TU PNS

101 Hj.Isabangriani, SE √ TU PNS

102 Tamrin √ TU PNS

103 Seniawati, ST √ TU PNS

104 Rismawati,ST √ TU PNS

105 Ramliah √ TU PNS

106 Bahar Tompo √ TU PNS

107 Mohammad Rais √ TU PNS

108 St. Rahmawati, SE √ TU HONOR

109 Rita Astriana, SE √ TU HONOR

110 Asriani SE √ TU HONOR

Sumber data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 4 Makassar tahun 2016 6. Keadaan Siswa

Siswa merupakan bagian dari komponen yang tidak dapat dipisahkan dari sekolah karena siswa merupakan objek pendidikan dan tujuan untuk diberi pengajaran. Pendidikan tidak mungkin terlaksana tanpa adanya siswa sebagai objek yang menerima pendidikan.

Demikian yang menjadi sasaran pokok dalam proses belajar mengajar adalah siswa sehingga tujuan dari pendidikan dan pengajaran

adalah merubah pola tingkah laku anak didik kearah kematangan kepribadiannya. Untuk mengetahui keadaan siswa sekolah SMK Negeri 4 Makassar dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4

Keadaan Peserta Didik SMK Negeri 4 Makassar

No. Siswa Jenis Kelamin

Jumlah Laki-Laki Perempuan

1 Kelas X 139 488 627

2 Kelas XI 74 257 331

3 Kelas XII 97 370 467

Jumah 310 1115 1425

Sumber data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 4 Makassar tahun 2016 7. Keadaan Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana sangat menunjang proses belajar mengajar, disamping kemampuan siswa menerima pelajaran dan cara guru menyajikan materi pelajaran yang disampaikan yang sesuai dengan keadaan dan situasi siswa, akan tetapi sangat berpengaruh juga dengan fasilitas atau sarana dan prasarana yang dapat menunjang keefektifan belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

Untuk lebih jelasnya mengenai sarana dan prasarana yang ada di Sekolah SMK Negeri 4 Makassar, dapat dilihat pada tabel mengenai sarana dan prasarana yang ada pada sekolah:

Tabel 5

Sarana dan Prasarana Sekolah SMK Negeri 4 Makassar No. Sarana dan prasarana Jumlah Keterangan

Baik Rusak Ringan 1.

2.

3.

4.

Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru (Kantor) Ruang TU

Ruang Teori/ Kelas

1 1 1 50

Baik Baik Baik Baik

- - - -

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Ruang Perpustakaan Konmvensional Ruang Keterampilan Ruang Ibadah (mushollah) Rumah Penjaga Sekolah WC Guru

WC Siswa

Ruang Laboratorium Bahasa

1 1 1 1 1 1 2 2 6 1

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 6 Baik

- - - - - - - - - - Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 4 Makassar tahun 2016

Dari tabel keadaan sarana dan prasarana tersebut diatas maka, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Sekolah SMK Negeri 4 Makassar sudah layak untuk melakukan proses belajar mengajar yang efektif.

B. Model Pembinaan Akhlak Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Di SMK Negeri 4 Makassar.

Model merupakan rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi.

Pada dasarnya kegiatan ekstrakurikuler ini terbentuk atas dasar visi dan misi sekolah yang telah tercantum diatas. Oleh sebab itu, demi mewujudkan visi dan misi sekolah, kepala sekolah mempunyai gagasan untuk membentuk kegiatan keagamaan yang bertujuan membentuk akhlak keagamaan yang baik dan juga meningkatkan ketaqwaan dan keimanan para siswa.

Pada kenyataanya, memang keadaan pengetahuan tentang agama siswanya sangat minim sekali. Jadi jika siswa mempunyai pengetahuan agama yang kurang, yang pastinya siswa juga tidak akan mampu untuk beriman, bertaqwa, dan juga bermoral keagamaan yang baik.

Berikut ini gambaran dalam bentuk tabulasi angket tentang sikap siswa terhadap perencanaan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berjalan secara efektif sebagai berikut :

Tabel 6

Tanggapan responden terhadap perencanaan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berjalan secara efektif.

M No. K Kategori Jawaban N Frekuensi P Persentase

1. Sangat Efektif 23 54%

2 2. S Efektif 19 45%

3 3. T Tidak Efektif - -  -

Jumlah 42 100%

Sumber data: Tabulasi Angket No.1

Berdasarkan tabulasi angket di atas, penulis dapat mengetahui bahwa 23 responden/Siswa SMK Negeri 4 Makassar atau, 54 % mengatakan sangat efektif tentang pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, dan 19 atau 45 % Siswa Sekolah SMK Negeri 4 Makassar mengatakan efektif, dan tidak ada yang mengatakan tidak efektif, (angket terlampir).

Seperti yang dikatakan oleh Fadli Ali, siswa SMK Negeri 4 Makassar. Sebagaimana hasil wawancara berikut :

“SMK Negeri 4 Makassar ini suasana pembelajarannya sangat baik. Karena guru dengan siswa disini sangat dekat dan terasa kekeluargaan sekali. (tanggal 09 Agustus 2016)

Selain tanggapan siswa diatas, tentang peningkatan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang berjalan secara efektif, ada pula gambaran dibawah ini mengenai tentang pelaksanaan peningkatan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ada pengaruhnya kepada siswa, atau tidak sebagai berikut:

Tabel 7

Tanggapan responden terhadap pelaksanaan peningkatan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan

ada pengaruhnya kepada siswa.

M No. K Kategori Jawaban N Frekuensi P Persentase 1. Sangat Berpengaruh 2 27 64%

2 2. S Berpengaruh 13 30%

3 3. Tidak Berpengaruh - 2 4%

Jumlah 42 100%

Sumber Data: Tabulasi Angket No. 2

Berdasarkan tabulasi angket diatas, penulis dapat mengetahui bahwa 27 responden/Siswa SMK Negeri 4 Makassar atau, 64 % mengatakan sangat berpengaruh tentang pelaksanaan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ada pengaruhnya kepada siswa, 13 atau 30 % mengatakan berpengaruh dan 2 atau 4%

siswa SMK Negeri 4 Makassar, yang mengatakan tidak berpengaruh, (angket terlampir).

Dalam pelaksanaan pembelajaran ini guru tidak hanya menyampaikan isi dari materi pelajaran saja, akan tetapi guru adalah faktor yang paling berarti dan berpengaruh dalam ke suksesan siswa sebagai pelajar. Tindakan guru yang paling ampuh yang dapat dilakukan untuk siswa adalah dengan memberikan teladan tentang makna menjadi seorang pelajar yang baik. Apa bila siswa mendengarkan apa yang dikatakan guru.

Untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dapat mempengaruhi atau tidak melalui tingkat bacaan al-qur‟an siswa, dapat kita lihat pada tabel berikut:

Tabel 8

Tanggapan responden terhadap pelaksanaan pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dapat mempengaruhi

tingkat bacaan al-qur‟an siswa

M No. K Kategori Jawaban N Frekuensi P Persentase

1. Sangat Berpengaruh 30 71%

2. S Berpengaruh 12 28%

3. T Tidak Berpengaruh - -  -

Jumlah 42 100%

Sumber Data: Tabulasi Angket No. 3

Berdasarkan tabulasi angket diatas, penulis dapat mengetahui bahwa 30 responden/Siswa SMK Negeri 4 Makassar atau, 71%

mengatakan sangat berpengaruh tentang pelaksanaan peningkatan akhlak siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat mempengaruhui tingkat bacaan al-qur‟an siswa, dan 12 atau 28% Siswa SMK Negeri 4 Makassar mengatakan berpengaruh, dan tidak ada yang mengatakan tidak berpengaruh, (angket terlampir).

Tabel 9

Tanggapan responden terhadap pembelajaran akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ini dapat dijadikan sebagai pedoman siswa

untuk bekal hidup di masyarakat dan bekal hidup di akherat.

M No. K Kategori Jawaban N Frekuensi P Persentase

1. Sangat Setuju 27 64%

2 2. S Setuju 15 35%

3 3. T Tidak Setuju - -  -

Jumlah 42 100%

Sumber Data: Tabulasi Angket No. 4

Berdasarkan tabulasi angket di atas, penulis dapat mengetahui bahwa 27 responden/Siswa SMK Negeri 4 Makassar atau 64% yang mengatakan sangat setuju tentang pembelajaran akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ini dapat dijadikan sebagai pedoman siswa untuk bekal hidup di masyarakat dan bekal hidup di akherat kelak, dan 15 atau 35% Siswa SMK Negeri 4 Makassar mengatakan setuju, dan tidak ada yang mengatakan tidak setuju, (angket terlampir).

Tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa pembelajaran akhlak merupakan salah satu bekal hidup dimana pun berada. Dilihat dari 27 atau 64 % responden yang sangat setuju. Kemudian 15 atau 35 % mengatakan setuju, dan tidak ada responden yang mengatakan tidak setuju.

Selain pembelajaran akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler ini dapat dijadikan sebagai pedoman siswa untuk bekal hidup di masyarakat dan bekal hidup di akherat kelak, peneliti juga menggambarkan tanggapan responden tentang kegiatan ekstrakurikuler keagamaan . Sebagai berikut :

Dalam dokumen pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan (Halaman 48-104)

Dokumen terkait