• Tidak ada hasil yang ditemukan

01. A - DASAR TEOLOGIS

N/A
N/A
Forgiving MySelf

Academic year: 2025

Membagikan "01. A - DASAR TEOLOGIS"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

BELARASA

&

INKARNASI

Berjalan bersama

saudara-saudari kita yang menderita

(2)

Siapakah

aku?

(3)
(4)

SIAPAKAH MANUSIA?

Imago Dei Imago Dei yang peduli Homo homini

natura amicus

est

(5)

MANUSIA:

Gambar dan Rupa Allah

• «Baiklah kita

menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita» (Kej 1:26)

• Satu-satunya ciptaan yang diberkati oleh

Allah (Kej 1:28 dan 2:2)

• Manusia memiliki PERAN dan

KEDUDUKAN yang ISTIMEWA di antara ciptaan-ciptaan yang lain.

(6)

MANUSIA Imago Dei yang peduli terhadap

sesama

Setiap tindakan,

pertimbangan, keputusan yang kita ambil

seyogianya

mencerminkan identitas kita sebagai gambar dan rupa Allah.

Gambar dan Rupa Allah yang PEDULI terhadap Manusia

Allah yang peduli = Manusia yang peduli

(7)

HOMO HOMI NI N AT UR A AMICUS EST (MANUSIA ADALAH SAHABAT BAGI SESAMA MANUSIA)

Manusia pada dasarnya adalah makhlus sosial (tidak bisa hidup tanpa orang lain)

Pertumbuhan dan kegembiraan

manusia terjadi ketika sesamanya pun mengalami hal yang sama.

Inspirasi dasarnya: Yesus selalu terbuka, merangkul, inisiatif, terbuka hingga

mengampuni pribadi-pribadi yang menyakiti dan melukai-Nya.

Yoh 15:14

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan

kepadamu.

(8)

Apa yang

kurasakan?

(9)

Apa yang muncul dalam hati

pikiranku? dan

(10)
(11)
(12)

Dua pertanyaan dasar

Apa yang kurasakan?

Apa yang bisa

kulakukan?

(13)
(14)

BELARASA

Compassion --- suffering with others

(Bhs Latin: cum = bersama dan patire = menderita)

Secara teologis, belarasa atau compassion adalah sikap iman yang melibatkan empati dan turut merasakan pergumulan dan penderitaan sesama.

TEOLOGI INKARNASI:

merujuk pada Allah yang berbelarasa dan murah hati, pada penderitaan jasmani dan rohani manusia melalui Sang Putra Yesus Kristus yang masuk dalam suka duka hidup manusia.

(15)

Paus Fransiskus

Belarasa adalah jalan yang dapat dan harus dilalui oleh umat Kristiani untuk mewartakan Kristus Sang Juruselamat … janganlah kita melupakan tiga karakteristik Tuhan:

kedekatan, belas kasihan dan belarasa.

Tuhan itu dekat, Tuhan itu berbelas kasih, dan Tuhan itu berbelarasa. Jika seorang Kristen tidak memiliki belarasa, ia tidak ada

gunanya.

(16)

Inkarnasi

• Allah menjadi manusia

• Menjadi Manusia --> Allah Merasa, Berpikir, dan

Bertindak seperti manusia

• Manusia mempunyai role model dalam merasa,

berpikir dan bertindak

YESUS HADIR untuk menyelamatkan manusia

(17)

Yoh 3:16-17

Οὕτως γὰρ ἠγάπησεν ὁ

θεὸς τὸν κόσ

μ

ον

ὥστε

τὸν

⸀υἱὸν τὸν

μ

ονογενῆ

ἔδωκεν, ἵνα πᾶς ὁ

πιστεύων εἰς αὐτὸν μὴ ἀπόληται ἀλλὰ ἔχῃ ζωὴν αἰώνιον. οὐ γὰρ ἀπέστειλεν

θεὸς τὸν

⸀υἱὸν εἰς τὸν κόσμ

ον

ἵνα

κρίνῃ τὸν κόσ

μ

ον

, ἀλλ’ ἵνα

σωθῇ

κόσ

μ

ος δι

αὐτοῦ

.
(18)

Yoh 3:16-17

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah

mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,

melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk

menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

(19)

Santo Agustinus

Inkarnasi sebagai “obat tetes mata” yang Tuhan gunakan untuk membersihkan

mata kita, untuk menyembuhkannya dari katarak dosa asal yang menghalangi

manusia untuk masuk ke dalam hubungan

dengan Allah yang hidup.

(20)

Mengapa kita

perlu berbelarasa?

(21)

Karena

Yesus

sendiri telah berbelarasa kepada kita semua -

manusia yang berdosa ini

(22)
(23)
(24)

Lukas 10:33-34

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu,

tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu

membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai

tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat

penginapan dan merawatnya.

(25)

Matius 25:35-40

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;

ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku

telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku…

Dan Raja itu akan menjawab mereka:

Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah

seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah

melakukannya untuk Aku

(26)

Ignatius Kardinal Suharyo

Saya menggunakan terminologi beriman dan bukan beragama karena orang bisa beragama tanpa didasarkan pada iman. Orang yang

beriman akan berbuah pada trasformasi diri dan relasi persaudaraan dengan sesama.

Bentuk persaudaraan sejati adalah sikap belarasa kepada sesama yang lemah, kecil, miskin, menderita dan difabel.

(27)

ArDas KAJ

Gereja sebagai Persekutuan dan Gerakan umat Allah

(28)

Gereja –

sebagai komunitas umat beriman - perlu

bergerak, bersuara, dan melakukan aksi nyata

berhadapan dengan situasi dunia yang tidak

baik-baik saja.

(29)
(30)

SRS n. 41

Gereja adalah seorang ahli dalam kemanusiaan”. Hal ini memang

mengantar Gereja untuk mengembangkan misi religiusnya ke pelbagai bidang, di

mana kaum pria dan wanita merentangkan usaha usahanya dalam mencari

kebahagiaan yang relatif mungkin di dunia sejalan dengan martabatnya sebagai pribadi

(31)
(32)

Prinsip Sederhana Ajaran Sosial Gereja

Setiap dari kita istimewa dan kita harus memperlakukan semua orang dengan penuh hormat dan kasih

Kita semua adalah saudara. Jika kita bersama, maka kita akan semakin kuat

Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban dalam hidup ini.

Bekerja sangatlah penting dan setiap orang harus memperoleh upah pekerjaan yang adil.

Kita harus memberi perhatian lebih kepada mereka yang miskin dan vulnerable (tak berdaya)

Kita harus memikirkan kebaikan bersama, bukan hanya untuk diri kita sendiri.

Kita harus merawat planet / lingkungan hidup kita.

(33)

Rerum Novarum

(1891)

keadilan sosial dan tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan semua orang

Belarasa: memperjuangkan hak-hak mereka yang tertindas

Gaudium et Spes

(1965)

belarasa terhadap semua manusia dan

menekankan pentingnya membantu mereka yang miskin dan menderita

Solicitudo Rei Socialis

(1981)

solidaritas dan belarasa global, menyerukan perhatian dan tindakan terhadap ketidakadilan dan ketidaksetaraan di seluruh dunia

(34)

Evangelii Gaudium

(2013)

Gereja harus berperan aktif

dalam mendekati dan melayani mereka yang terpinggirkan dan membutuhkan.

Paus Fransiskus menekankan bahwa belarasa harus menjadi tanda yang nyata dari Gereja yang hidup dan relevan di

dunia modern.

(35)

Laudato Sì (2015)

Belarasa dihubungkan dengan kepedulian terhadap

lingkungan.

Paus Fransiskus menekankan

bahwa belarasa harus meluas kepada seluruh ciptaan,

termasuk bumi yang kita

tinggali, dan menyoroti hubungan antara krisis ekologis dan

penderitaan orang miskin.

(36)

Fratelli Tutti (2020)

Menekankan persaudaraan universal, keadilan sosial, kesejahteraan umum,

dialog, dan tindakan belarasa.

Paus Fransiskus mengajak seluruh umat manusia

untuk hidup dalam kasih dan kepedulian terhadap sesama, serta bekerja

bersama-sama untuk

menciptakan dunia yang

lebih adil dan damai.

(37)

Manusia adalah pusat

dari realitas sosial

(38)

Dengan berbelarasa kita menuntun

saudara/i kita untuk berjalan bersama

menuju kesempurnaan dan kekudusan hidup

Gambar

Gambar dan Rupa Allah

Referensi

Dokumen terkait

• Kajian PKN meliputi: hak-hak dan tanggung jawab warga negara; pemerintah dan lembaga-lembaga negara; sejarah dan konstitusi; identitas nasional; sistem hukum dan rule of

Bentuk tanggung jawab sosial bermacam-macam, mulai dari melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan sekitar,

Yang dimaksud dengan asas "tanggung jawab" adalah bah Pemerintah dan pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab pengelolaan sampah dalam mewujudkan hak

Lahirnya UU Bantuan Hukum seharusnya menjadi wujud nyata tanggung jawab negara terhadap Hak Atas Bantuan Hukum sebagai akses keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak Dasar hukum ini digunakan, karena dalam undang-undang ini dari Pasal 1 sampai 16 menyebutkan hak-hak anak, tanggung

Tanggung jawab merupakan sesuatu yang mendampingi hak asasi manusia sejak lahir. Dapat kita lihat tanggung jawab mempunyai dua unsur kata yaitu menanggung dan

Panti asuhan atau lembaga kesejah- teraan sosial anak LKSA menurut Departemen sosial RI 2004: 4, yaitu suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial anak yang mempunyai tanggung jawab untuk

 Peran strategis pemuda dan perempuan dan aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan  Hak asasi manusia dan tanggung jawab pemerintah  Kesetaraan dan keadilan iklim  Pendanaan