BELARASA
&
INKARNASI
Berjalan bersama
saudara-saudari kita yang menderita
Siapakah
aku?
SIAPAKAH MANUSIA?
Imago Dei Imago Dei yang peduli Homo homini
natura amicus
est
MANUSIA:
Gambar dan Rupa Allah
• «Baiklah kita
menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita» (Kej 1:26)
• Satu-satunya ciptaan yang diberkati oleh
Allah (Kej 1:28 dan 2:2)
• Manusia memiliki PERAN dan
KEDUDUKAN yang ISTIMEWA di antara ciptaan-ciptaan yang lain.
MANUSIA Imago Dei yang peduli terhadap
sesama
• Setiap tindakan,
pertimbangan, keputusan yang kita ambil
seyogianya
mencerminkan identitas kita sebagai gambar dan rupa Allah.
• Gambar dan Rupa Allah yang PEDULI terhadap Manusia
• Allah yang peduli = Manusia yang peduli
HOMO HOMI NI N AT UR A AMICUS EST (MANUSIA ADALAH SAHABAT BAGI SESAMA MANUSIA)
• Manusia pada dasarnya adalah makhlus sosial (tidak bisa hidup tanpa orang lain)
• Pertumbuhan dan kegembiraan
manusia terjadi ketika sesamanya pun mengalami hal yang sama.
• Inspirasi dasarnya: Yesus selalu terbuka, merangkul, inisiatif, terbuka hingga
mengampuni pribadi-pribadi yang menyakiti dan melukai-Nya.
Yoh 15:14
• Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan
kepadamu.
Apa yang
kurasakan?
Apa yang muncul dalam hati
pikiranku? dan
Dua pertanyaan dasar
Apa yang kurasakan?
Apa yang bisa
kulakukan?
BELARASA
Compassion --- suffering with others
(Bhs Latin: cum = bersama dan patire = menderita)
Secara teologis, belarasa atau compassion adalah sikap iman yang melibatkan empati dan turut merasakan pergumulan dan penderitaan sesama.
TEOLOGI INKARNASI:
merujuk pada Allah yang berbelarasa dan murah hati, pada penderitaan jasmani dan rohani manusia melalui Sang Putra Yesus Kristus yang masuk dalam suka duka hidup manusia.
Paus Fransiskus
Belarasa adalah jalan yang dapat dan harus dilalui oleh umat Kristiani untuk mewartakan Kristus Sang Juruselamat … janganlah kita melupakan tiga karakteristik Tuhan:
kedekatan, belas kasihan dan belarasa.
Tuhan itu dekat, Tuhan itu berbelas kasih, dan Tuhan itu berbelarasa. Jika seorang Kristen tidak memiliki belarasa, ia tidak ada
gunanya.
Inkarnasi
• Allah menjadi manusia
• Menjadi Manusia --> Allah Merasa, Berpikir, dan
Bertindak seperti manusia
• Manusia mempunyai role model dalam merasa,
berpikir dan bertindak
• YESUS HADIR untuk menyelamatkan manusia
Yoh 3:16-17
Οὕτως γὰρ ἠγάπησεν ὁ
θεὸς τὸν κόσ
μον
ὥστετὸν
⸀υἱὸν τὸνμ
ονογενῆ
ἔδωκεν, ἵνα πᾶς ὁπιστεύων εἰς αὐτὸν μὴ ἀπόληται ἀλλὰ ἔχῃ ζωὴν αἰώνιον. οὐ γὰρ ἀπέστειλεν ὁ
θεὸς τὸν
⸀υἱὸν εἰς τὸν κόσμον
ἵνακρίνῃ τὸν κόσ
μον
, ἀλλ’ ἵνασωθῇ
ὁκόσ
μος δι
’αὐτοῦ
.Yoh 3:16-17
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk
menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Santo Agustinus
Inkarnasi sebagai “obat tetes mata” yang Tuhan gunakan untuk membersihkan
mata kita, untuk menyembuhkannya dari katarak dosa asal yang menghalangi
manusia untuk masuk ke dalam hubungan
dengan Allah yang hidup.
Mengapa kita
perlu berbelarasa?
Karena
Yesus
sendiri telah berbelarasa kepada kita semua -
manusia yang berdosa ini
Lukas 10:33-34
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu,
tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalumembalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai
tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat
penginapan dan merawatnya.
Matius 25:35-40
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku
telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku…
Dan Raja itu akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah
seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah
melakukannya untuk Aku
Ignatius Kardinal Suharyo
Saya menggunakan terminologi beriman dan bukan beragama karena orang bisa beragama tanpa didasarkan pada iman. Orang yang
beriman akan berbuah pada trasformasi diri dan relasi persaudaraan dengan sesama.
Bentuk persaudaraan sejati adalah sikap belarasa kepada sesama yang lemah, kecil, miskin, menderita dan difabel.
ArDas KAJ
Gereja sebagai Persekutuan dan Gerakan umat Allah
Gereja –
sebagai komunitas umat beriman - perlu
bergerak, bersuara, dan melakukan aksi nyataberhadapan dengan situasi dunia yang tidak
baik-baik saja.
SRS n. 41
Gereja adalah seorang “ahli dalam kemanusiaan”. Hal ini memang
mengantar Gereja untuk mengembangkan misi religiusnya ke pelbagai bidang, di
mana kaum pria dan wanita merentangkan usaha usahanya dalam mencari
kebahagiaan yang relatif mungkin di dunia sejalan dengan martabatnya sebagai pribadi
Prinsip Sederhana Ajaran Sosial Gereja
• Setiap dari kita istimewa dan kita harus memperlakukan semua orang dengan penuh hormat dan kasih
• Kita semua adalah saudara. Jika kita bersama, maka kita akan semakin kuat
• Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban dalam hidup ini.
• Bekerja sangatlah penting dan setiap orang harus memperoleh upah pekerjaan yang adil.
• Kita harus memberi perhatian lebih kepada mereka yang miskin dan vulnerable (tak berdaya)
• Kita harus memikirkan kebaikan bersama, bukan hanya untuk diri kita sendiri.
• Kita harus merawat planet / lingkungan hidup kita.
Rerum Novarum
(1891)
• keadilan sosial dan tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan semua orang
• Belarasa: memperjuangkan hak-hak mereka yang tertindas
Gaudium et Spes
(1965)
• belarasa terhadap semua manusia dan
menekankan pentingnya membantu mereka yang miskin dan menderita
Solicitudo Rei Socialis
(1981)
• solidaritas dan belarasa global, menyerukan perhatian dan tindakan terhadap ketidakadilan dan ketidaksetaraan di seluruh dunia
Evangelii Gaudium
(2013)
Gereja harus berperan aktif
dalam mendekati dan melayani mereka yang terpinggirkan dan membutuhkan.
Paus Fransiskus menekankan bahwa belarasa harus menjadi tanda yang nyata dari Gereja yang hidup dan relevan di
dunia modern.
Laudato Sì (2015)
Belarasa dihubungkan dengan kepedulian terhadap
lingkungan.
Paus Fransiskus menekankan
bahwa belarasa harus meluas kepada seluruh ciptaan,
termasuk bumi yang kita
tinggali, dan menyoroti hubungan antara krisis ekologis dan
penderitaan orang miskin.
Fratelli Tutti (2020)
Menekankan persaudaraan universal, keadilan sosial, kesejahteraan umum,
dialog, dan tindakan belarasa.
Paus Fransiskus mengajak seluruh umat manusia
untuk hidup dalam kasih dan kepedulian terhadap sesama, serta bekerja
bersama-sama untuk
menciptakan dunia yang
lebih adil dan damai.
Manusia adalah pusat
dari realitas sosial
Dengan berbelarasa kita menuntun
saudara/i kita untuk berjalan bersama
menuju kesempurnaan dan kekudusan hidup