• Tidak ada hasil yang ditemukan

03. MATERI SOSIALISASI

N/A
N/A
Rifky Ferbiyan

Academic year: 2025

Membagikan "03. MATERI SOSIALISASI"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR 3 - 0

(2)

LAPORAN AKHIR 3 - 1

BAB 3 BAHAN SOSIALISASI

3.1 DUKUNGAN DATA

Dukungan data dalam kegiatan sosialisasi RDTR merupakan elemen penting yang berfungsi sebagai dasar penyampaian informasi yang akurat, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Data yang digunakan dalam sosialisasi RDTR mencakup berbagai aspek, seperti data spasial dan non-spasial, data teknis perencanaan, informasi zonasi, ketentuan pemanfaatan ruang, serta data demografi dan sosial ekonomi wilayah yang menjadi objek perencanaan. Keberadaan data ini tidak hanya memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting dan arah pengembangan wilayah, tetapi juga memperkuat argumen dalam menjelaskan tujuan, manfaat, serta implikasi dari penerapan RDTR kepada masyarakat. Melalui visualisasi data seperti peta tematik, diagram, tabel, dan infografis, informasi teknis yang kompleks dapat disederhanakan menjadi materi yang lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Selain itu, dukungan data juga membantu membangun kepercayaan publik terhadap proses perencanaan karena masyarakat dapat melihat bahwa setiap kebijakan dan ketentuan ruang disusun berdasarkan kajian yang objektif dan menyeluruh. Dalam konteks sosialisasi RDTR Wilayah Perencanaan A Samida dan D Purwa diantaranya adalah sebagai berikut.

Tabel 3.1 Kebutuhan Data Sosialisasi Rencana Detail Tata Ruang dan Kebijakan Penataan Ruang Kota Bogor

No Data Penunjang Jenis Data

Wali Data Primer Sekunder

1

UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang

- JDIH BPK Republik Indonesia

2

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang

- JDIH BPK Republik Indonesia

3

Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor Tahun 2011-2031

-

Dinas PUPR Kota Bogor

4

Perwali No 5 Tahun 2024 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan A Samida Dan Wilayah Perencanaan D Purwa Tahun 2024-2044

-

Dinas PUPR Kota Bogor

5 Peta Digital RTRW Kota Bogor

tahun 2021 - Dinas PUPR Kota Bogor / Badan

Informasi Geospasial / BRIN 6 Peta Digital RDTR Kota Bogor

tahun 2024 - Dinas PUPR Kota Bogor / Badan

Informasi Geospasial / BRIN 7 Citra Kota Bogor 2020 (TIFF) - Badan Informasi Geospasial / BRIN

(3)

LAPORAN AKHIR 3 - 2

8 RTRW Kota Bogor TA. 2021 - Dinas PUPR Kota Bogor

9 RDTR WP A dan D Kota Bogor

2024 - Dinas PUPR Kota Bogor

10 KLHS RTRW Kota Bogor TA.

2018 - Dinas PUPR Kota Bogor / Dinas

Lingkungan Hidup Kota Bogor 11 Materi Teknis RDTR Kota

Bogor TA. 2022 - Dinas PUPR Kota Bogor

Sumber: Hasil Analisis, 2025

3.2 HIERARKI PRODUK PENATAAN RUANG

Hierarki produk penataan ruang merupakan susunan berjenjang dari dokumen-dokumen perencanaan ruang yang disusun secara sistematis dan saling terkait, mulai dari tingkat nasional hingga tingkat kawasan atau lokal. Hierarki ini bertujuan untuk menciptakan keterpaduan dan kesinambungan dalam pengelolaan ruang, sehingga setiap level perencanaan dapat saling mendukung dan tidak saling bertentangan. Pada tingkat nasional, perencanaan dimulai dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), yang menjadi acuan bagi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP). Selanjutnya, RTRWP menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK). Di bawahnya, terdapat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai produk teknis operasional yang lebih rinci dan spesifik, yang digunakan sebagai pedoman dalam pemberian izin pemanfaatan ruang. Setiap produk dalam hierarki ini memiliki fungsi dan peran masing- masing sesuai dengan kewenangan pemerintahan yang menyusunnya. Dengan adanya hierarki tersebut, penataan ruang dapat dilaksanakan secara berjenjang, konsisten, dan terkoordinasi, sehingga mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemanfaatan ruang yang tertib sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gambar 3.1 Hierarki Produk Penataan Ruang

(4)

LAPORAN AKHIR 3 - 3 Perencanaan tata ruang sebagai bagian pelaksanaan penataan ruang dilakukan untuk menghasilkan:

a. Rencana umum tata ruang, secara berhierarki terdiri dari RTRW Nasional, RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten/Kota; dan

b. Rencana rinci tata ruang, yang terdiri atas: RTR Pulau/Kepulauan, RTR Kawasan Strategis Nasional dan RDTR.

Dengan didasari oleh pendekatan eksternal, internal, keterpaduan penyelengaraan penataan ruang dan sustainability, maka diharapkan penataan ruang yang akan dilakukan merupakan:

1. Penataan ruang yang berdaya guna dan berhasil guna, artinya penataan ruang yang mewujudkan kualitas ruang yang sesuai dengan potensi dan fungsi ruang.

2. Penataan ruang yang terpadu, artinya penataan ruang yang dianalisis dan dirumuskan menjadi satu kesatuan dari berbagai kegiatan pemanfaatan ruang yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun masyarakat dan sesuai dengan perencanaan diatasnya.

3. Penataan ruang yang serasi, selaras, dan seimbang, artinya penataan ruang yang dapat menjamin terwujudnya keserasian, keselarasan, dan keseimbangan struktur dan pola pemanfaatan ruang bagi persebaran penduduk antarwilayah, pertumbuhan dan perkembangan antarsektor, antardaerah, dan antara sektor dengan daerah.

Penataan ruang yang berkelanjutan, artinya penataan ruang yang menjamin kelestarian kemampuan daya dukung sumberdaya alam. Sesuai amanat PP 21 Tahun 2021, penyelenggaraan penataan ruang dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.2 Lingkup Penyelenggaraan Penataan Ruang (PP 21/2021)

PELAKSANAAN KESESUAIAN KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG PELAKSANAAN SINKRONISASI PROGRAM

PEMANFAATAN RUANG

PENILAIAN PELAKSANAAN KKPR DAN PERNYATAAN MANDIRI UKM PENILAIAN PERWUJUDAN RTR

INSENTIF DAN DISINSENTIF

SANKSI

PENYELESAIAN SENGKETA

Referensi

Dokumen terkait

JUDUL : MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI WILAYAH DIY MELALUI SOSIALISASI ZONASI GEMPA DAN PELATIHAN PERENCANAAN SERTA PENGENDALIAN MUTU STRUKTUR BETON BERTULANG

Peraturan zonasi berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang dapat terdiri atas ketentuan tentang amplop ruang (koefisien

Peraturan zonasi merupakan ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntukan

Ruang lingkup audit lingkungan rumah sakit mencakup aspek manajemen dan aspek teknis, yang merupakan aspek teknis adalah... Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(3) Ketentuan umum peraturan zonasi PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b disusun dengan ketentuan memperhatikan pemanfaatan ruang untuk kegiatan ekonomi

Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah melakukan kegiatan penataan ruang yang mencakup proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian

Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 huruf c berisi ketentuan mengenai pemanfaatan ruang untuk

(2) Peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan ketentuan yang mengatur persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendalian dan disusun