• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Kebijakan PAUD HI (Perpres 60 tahun 2013)

N/A
N/A
zalrizsyah

Academic year: 2024

Membagikan "1. Kebijakan PAUD HI (Perpres 60 tahun 2013)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif Sebagai Strategi dalam

Percepatan Penurunan Stunting

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(2)

1

PAUD HI dalam mewujudkan layanan PAUD Berkualitas

2

(3)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan

terintegrasi

Pasal 1 ayat 2 Perpres No. 60/2013

Tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI)

(4)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kerangka Regulasi

Dukungan terhadap penyediaan layanan PAUD-HI juga terefleksi di dalam Rencana Strategis Kemendikbudristek:

● Jumlah kab/kota yangdidampingi dalam penyediaan layanan PAUD-HI

● % satuan PAUD yang menyediakan layanan holistik integratif melalui sistem Data Pokok Pendidikan)

Sejumlah kerangka regulasi yang melandasi peran Direktorat PAUD dalam mendukung penyediaan layanan PAUD-HI adalah:

● Peraturan Presiden No 60 tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI)

● Peraturan Kementerian Koordinasi (Permenko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Nomor 1 tahun 2019 Sub Gugus Tugas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif , serta penyusunan Rencana Aksi Nasional PAUD HI 2020 - 2024 yang secara operasional memberi pijakan berbagai kementerian dan lembaga (K/L) dan pemerintah pusat dan daerah (provinsi, kabupaten/kota hingga desa)

● RPJMN Arahan Kebijakan 3.2 Percepatan Perbaikan Gizi

Masyarakat untuk Pencegahan dan Penanggulangan

Permasalahan Gizi Ganda.

(5)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Peran Direktorat PAUD dalam mendukung Penyediaan Layanan PAUD HI

Disdik

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas: tugas Dinas Pendidikan dan mengacu pada NSPK dari Kemendikbud

Layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif : bagi seluruh OPD anggota Gugus Tugas PAUDHI, mengacu pada Pedoman dari Bappenas

BKKBN

Pemda Kemenkes Kemendikbud Kemendikbu

d

Sebagai K/L yang bertugas menyelenggarakan urusan pendidikan, Kemendikbud (Dit PAUD) berperan aktif mengajak dan memberdayakan dinas pendidikan, satuan PAUD dan Bunda PAUD untuk turut menguatkan kapasitas satuan PAUD sebagai salah satu unit yang mendukung tersedianya layanan PAUD-HI di tingkat daerah/komunitas - baik sebagai hub (berkoordinasi dengan unit lain) ataupun sebagai penyedia beberapa layanan esensial yang dibutuhkan anak usia dini secara mandiri.

Upaya lintas Kementerian dan Lembaga yang sangat penting, dan berangkat dari pemahaman bahwa

untuk perkembangan anak usia dini diperlukan layanan yang holistik terhadap pemenuhan kebutuhan

esensial (pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, pengasuhan dan kesejahteraan) dan disediakan

secara terintegrasi. Dengan menggunakan paradigma ekologi, konsep PAUD-HI mendorong adanya

kerjasama lintas sektoral antar berbagai kementerian, OPD dan unit penyedia layanan.

(6)

● Perencanaan pembelajaran yang efektif.

● Pendekatan pembelajaran memberikan pengalaman menyenangkan, dan

berpusat pada anak, sesuai untuk anak usia dini.

● Muatan pengembangan yang selaras dengan kurikulum, menguatkan aspek

perkembangan, kontekstual dan bermakna.

Asesmen yang

meningkatkan kualitas pembelajaran.

● Adanya interaksi

terencana dengan orang tua/wali untuk

membangun kesinambungan

stimulasi dari PAUD dan di rumah (wadah

komunikasi, kelas orang tua, komite, kegiatan yang melibatkan orang tua, dst).

● Penguatan peran dan kapasitas orang tua/wali sebagai mitra pengajar dan sumber belajar.

Kelas orang tua, wahana untuk berbagi informasi mengenai kebutuhan esensial anak (intervensi gizi-sensitif).

Pemantauan Pertumbuhan Anak (tinggi/

berat badan dan lingkar kepala)

Pemantauan Perkembangan Anak (DDTK/KPSP/KMS/KIA/ KKA)

Berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan

Menerapkan PHBS melalui pembiasaan.)

Memberikan PMT dan/atau makanan bergizi secara berkala (minimal 3 bulan sekali)

Memantau kepemilikan identitas (NIK) peserta didik.

Ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih (minimal, menggunakan material sederhana dan ada air mengalir

Mampu menghadirkan:

Sarpras Esensial yang berfokus pada keamanan peserta didik dan esensial untuk mendukung kualitas layanan.

Iklim aman (fisik-psikis)

Iklim inklusif

Iklim Partisipatif (trisentra)

Pengelolaan sumber daya melalui perencanaan berbasis data

Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru

Pendidik dan tenaga kependidikan adalah fondasi

dari PAUD Berkualitas.

Kapasitas dan kesejahteraan

PTK perlu menjadi perhatian

agar keempat elemen ini

terwujud

INPUT PROSES

Dimensi D Dimensi E

Kegiatan dan Bentuk Layanan yang Perlu Ada di Satuan PAUD yang Berkualitas

DUKUNGAN PEMENUHAN LAYANAN ESENSIAL AUD DI

LUAR PENDIDIKAN PEMBELAJARAN YANG

BERKUALITAS KEMITRAAN DENGAN

ORANG TUA

KEPEMIMPINAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA UNTUK PERBAIKAN LAYANAN

BERKELANJUTAN

(7)

7 UNSUR KINERJA LAYANAN HOLISTIK INTEGRATIF DI SATUAN PAUD

(dipantau di dalam Renstra sebagai Indikator Kinerja Direktorat PAUD)

Untuk mengatasi miskonsepsi bahwa setiap satuan PAUD diharapkan untuk dapat menjadi hub layanan PAUD-HI, padahal ada banyak keragaman kapasitas satuan PAUD, maka ditetapkan sejumlah unsur kinerja layanan holistik integratif yang didorong untuk dilaksanakan di satuan PAUD dan menjadi prioritas Kemendikbudristek (Dit PAUD) dalam mendukung layanan PAUD-HI di komunitas. Unsur kinerja ini perlu dimaknai sebagai titik berangkat, sehingga saat satuan PAUD sudah memenuhi unsur kinerja ini, maka tidak terbatas ragam layanan yang dapat dilakukan oleh satuan dalam mendukung terwujudnya layanan PAUD-HI.

RAGAM LAYANAN PAUDHI

1. Kelas orang tua untuk penguatan pemahaman mengenai kebutuhan esensial anak usia dini

2. Pencatatan data tumbuh kembang anak (tinggi badan, berat badan, lingkar kepala)

3. Pemantauan tumbuh kembang anak (DDTK/KMS/KPSP/KIA) (cari definisi untuk dimasukan di glosary)

4. Berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan 5. Satuan menerapkan PHBS

6. Kepemilikan fasilitas sanitasi dan air bersih

7. Memberikan makanan tambahan dan/atau makan bergizi 8. Memiliki informasi NIK peserta didik

yang dapat dilakukan satuan PAUD dan dimaknai sebagai

“ Menu terbuka”

(tidak terbatas, tidak preskriptif dn MERDEKA untuk dapat disesuaikan dengan keragaman kapasitas dan sumber daya yang dimiliki oleh satuan dan daerahnya)

Lingkungan yang menyediakan makan makanan sehat (kantin sehat, bekal makanan sehat, dll)

Integrasi dengan Program Pelayanan Kesehatan dan Gizi (Posyandu, Puskesmas dan sejenis)

Mengecek kelengkapan Imunisasi dalam buku KIA setiap anak

Memastikan anak mendapatkan Vit A

Memastikan anak mendapatkan obat cacing

Mengecek kepemilikan akta kelahiran bekerjasama dengan DUKCAPIL

Menjaga kesehatan fisik anak usia dini. (integrasi dari pembelajaran di PAUD)

Menjaga kesejahteraan psikologis anak usia dini, mencakup kesejahteraan psiko-sosial anak

….. (dan seterusnya)

Kesamaan Visi Mengenai PAUD Berkualitas

Data perlu terus dicatat di Dapodik agar dapat menjadi capaian bersama

Satuan Memenuhi minimal 6 dari 8

Indikator

(8)

1

Peran Satuan PAUD dalam mitigasi Penurunan Stunting

PAUD HI dalam mewujudkan layanan PAUD Berkualitas

2

(9)

Melakukan penguatan kapasitas institusi dalam komunikasi perubahan perilaku untuk penurunan stunting

Keluaran (Output) Target dan Tahun

Pencapaian Perhitungan Pencapaian Target

Jumlah kabupaten/ kota yang memiliki minimal 20 tenaga pelatih berjenjang tingkat dasar serta pendidikan dan pelatihan pengasuhan stimulasi penanganan Stunting bagi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) -

Seluruh kabupaten/ kota di

2024 Diklat PCP Berjenjang Tingkat Dasar.

Persentase desa/ kelurahan yang memiliki guru

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terlatih pengasuhan stimulasi penanganan Stunting sebagai hasil pendidikan dan pelatihan di kabupaten/ kota

90% di 2024 Diklat Berjenjang tingkat dasar dan Diklat stunting.

Persentase lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengembangkan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI)

70% di 2024 Satuan memenuhi min 5 dari 8 indikator layanan HI dan memutakhirkan DAPODIK

Berbagai Target dalam Perpres 72/2021* terkait Satuan PAUD dan Pendidik PAUD

*Link: Perpres 72 Tahun 2021 ttg Percepatan Penurunan Stunting https://stunting.go.id/?sdm_process_download=1&download_id=7864

(10)

Program Nasional

Perpres 60/ 2013

Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI)

Perpres 72/ 2021

Percepatan Penurunan Stunting

Regulasi dan Koordinasi di

Tingkat Kabupaten

● Perbup/ Perwali PAUD HI

● Rencana Aksi Daerah (RAD) PAUD HI

● Gugus Tugas PAUD HI Kabupaten/ Kota

8 Aksi Integrasi Program Percepatan Penurunan Stunting

Tim Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

OPD Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PMD dll Peran Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan

PAUDHI dan Percepatan Penurunan Stunting

(11)

Anak usia 0-6 tahun masuk PAUD sehingga mendapatkan stimulasi (kognitif, bahasa, sosio-emosional, fisik motorik dan agama-moral) yang diperlukan.

Orang tua/wali anak usia dini ikut kelas orangtua sehingga memahami kebutuhan esensial anak usia dini (gizi, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan) dan memahami pentingnya memiliki fasilitas sanitasi bersih, pembiasaan cuci tangan, menjaga kebersihan.

Menguatkan pemahaman anak mengenai hidup bersih dan sehat dalam kegiatan pembelajaran

Fasilitas sanitasi dan air bersih di satuan PAUD

Pengembangan Anak Usia Dini adalah kondisi di mana semua unit bekerjasama sehingga anak 0-6 tahun

mendapatkan layanan yang holistik

Mengurangi dampak stunting agar anak tetap siap bersekolah

Intervensi Gizi Sensitif

PREVENTIF MITIGATIF

0

ta hun

1

ta hun

2

ta hun

3

ta hun

4

ta hun

5

ta hun

6

ta hun

>

Pencegahan: usia 1000 HPK

Satuan Pendidikan Anak Usia Dini berkontribusi melalui pendidikan dengan memberikan stimulasi seluruh aspek tumbuh kembang anak

Perlunya pemerataan akses ke PAUD agar semua anak menerima manfaat di atas

Peran Satuan PAUD dalam Percepatan

Penurunan Stunting

(12)

1. Kelas orang tua, wahana untuk berbagi informasi mengenai kebutuhan esensial anak (intervensi gizi-sensitif).

2. Pemantauan Pertumbuhan Anak (tinggi/

berat badan dan lingkar kepala)

3. Pemantauan Perkembangan Anak (DDTK/KPSP/KMS/KIA/ KKA)

4. Berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan

5. Menerapkan PHBS melalui pembiasaan.)

6. Memberikan PMT dan/atau makanan bergizi secara berkala (minimal 3 bulan sekali)

7. Memantau kepemilikan identitas (NIK) peserta didik.

8. Ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih (minimal, menggunakan material sederhana dan ada air mengalir

DUKUNGAN PEMENUHAN LAYANAN ESENSIAL AUD DI LUAR PENDIDIKAN

1. Satuan memenuhi minimal 5 dari 8 indikator

2. Satuan memutakhirkan DAPODIK berkala

Dipantau melalui DAPODIK

Persentase Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengembangkan Pendidikan/

Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif

Target: 70% di 2024

Penanggung Jawab: Pemerintah Kabupaten/ Kota

Dukungan: Kemendikbudristek Target Perpres 72/21 PAUD Berkualitas

Bagaimana Dinas Pendidikan dapat berkoordinasi dengan OPD lain untuk:

1. Mendukung satuan PAUD yang ada mencapai target?

2. Mendukung seluruh Desa memiliki PAUD

PAUD Berkualitas mendukung Percepatan Penurunan

Stunting

(13)

INDIKATOR Stunting UKS PAUD HI

Menjaga kualitas proses pembelajaran sehingga anak yang masuk ke PAUD betul betul mendapatkan stimulasi kognitif, bahasa, sosial emosional, fisik motorik dan agama-moral yang baik

Kegiatan pembelajaran berisikan muatan mengenai

pentingnya perilaku hidup bersih sehat

1. Kelas orang tua, wahana untuk berbagi informasi

mengenai kebutuhan esensial anak (intervensi gizi-sensitif)

2. Pemantauan Pertumbuhan Anak menggunakan instrumen

pertumbuhan yang ada

3. Pemantauan Perkembangan Anak menggunakan

instrumen perkembangan yang ada

4. berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan

kesehatan

5. Menerapkan PHBS melalui pembiasaan.

6. Memberikan PMT dan/atau makanan bergizi secara berkala 7. Memantau kepemilikan identitas (NIK) peserta didik.

8. Ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih

PAUDHI: Anak usia dini menerima layanan holistik

melalui penyelenggaraan layanan yang terintegrasi antar

unit (Perpres no 60/2013)

Stranas Stunting Anak usia dini bebas stunting

(Perpres 72 no 2021)

Program Prioritas Lintas Sektor

Usaha Kesehatan Sekolah:

Satuan PAUD menghadirkan lingkungan belajar yang bersih

dan mempromosikan perilaku hidup bersih sehat (SKB 4

Kementerian)

Kegiatan atau Layanan yang Perlu Disediakan di PAUD dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting

Target Kinerja PAUD (Pusat-Daerah-Desa-Masyarakat) dalam mendukung PAUDHI dan Penurunan Stunting

Ada potensi konvergensi yang sangat besar, mengingat indikator kinerja untuk layanan anak usia dini banyak yang serupa sehingga pihak yang terlibat dalam penurunan stunting dapat sama dengan pihak yang terlibat dengan pihak yang terlibat dalam PAUDHI.

(14)

1. Jumlah Satuan PAUD yang menyelenggarakan layanan holistik integratif meningkat(anak mendapatkan stimulasi dan orang tua mendapatkan wadah peningkatan kapasitas melalui kelas orang tua) 2. Jumlah kab/kota yang memenuhi target satuan PAUD menyediakan

layanan holistik integratif meningkat

3. Jumlah Satuan PAUD yang terdaftar dan memutakhirkan DAPODIK meningkat agar capaian pemenuhan layanan holistik integratif dapat dipantau

1. 50 Kab/Kota mendapatkan intervensi Banpem Program PAUD HI

2. 500 Fasilitator mendapat penguatan melalui bimtek PAUD HI

3. 5000 Satuan PAUD menyelenggarakan PAUD HI dan memutakhirkan Dapodik Tujuan Program

Dukungan Penguatan Kab/Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting

Bentuk Dukungan

(15)

Dukungan Penguatan Kab/Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting

1. Proses pembelajaran berkualitas

Seri Elemen 4 Seri Elemen 1

Seri Elemen 2

Seri Elemen 3 4. Mendukung pemenuhan kebutuhan esensial 2. Kemitraan dengan orang tua

3. Kelas orang tua

5. Kapasitas perencanaan berbasis data

6. Lingkungan belajar aman

7. Lingkungan belajar inklusif

8. Sarpras esensial dan kriteria minimum penyelenggaraan layanan PAUD

9. Lingkungan belajar partisipatif (trisentra)

PEDOMAN PERAN DESA DALAM PENYELENGGARAAN PAUD

PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PAUD

BERKUALITAS

PANDUAN PENYELENGGARAAN

PAUD BERKUALITAS (9 seri)

(16)

Seri PANDUAN PAUD

BERKUALITAS

(17)

PEDOMAN & PANDUAN PELAKSANAAN PAUDHI

(18)

PERSENTASE SATUAN PAUD DAN JUMLAH INDIKATOR YANG TERPENUHI

Total Satuan PAUD: 204.096 satuan

*)Sumber: Dapodik Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 cut off 31 Mei 2024

Jumlah Indikator Terpenuhi

Jumlah Satuan PAUD yang memenuhi Indikator

Layanan

%

min. 1 indikator 201,530 98.74%

min. 2 indikator 201,076 98.52%

min. 3 indikator 199,265 97.63%

min. 4 indikator 195,325 95.70%

min. 5 indikator 186,038 91.15%

min. 6 indikator 159,610 78.20%

min. 7 indikator 96,636 47.35%

min. 8 indikator 10,830 5.31%

Tidak Mengisi 2,566 1.26%

Jumlah Satuan PAUD 159.610 sekitar 78.20 % yang

memuktahirkan 6 dari 8 Indikator layanan Esensial

(19)

TERIMAKASIH

Ikuti kami

paudpedia

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini yang sudah ada adalah layanan melalui Satuan PAUD Sejenis atau disingkat SPS seperti POS PAUD yakni stimulasi Pendidikan

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan dukungan bagi lembaga/organisasi masyarakat untuk pengembangan berbagai program layanan PAUD, khususnya

Dengan ini kami sampaikan laporan akhir Dana Bantuan PAUD Pasca Bencana Tahun 2013 kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal PAUD

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, telah menjalin kerjasama

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan, Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Republik IndonesiaJenderal Pendidikan Tinggi, Riset,

Dalam rangka percepatan capaian target pembangunan sebagaimana diuraikan di atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset

Program Post Doctoral merupakan upaya dari Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk memberi kesempatan