• Tidak ada hasil yang ditemukan

1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "1"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

Penelitian terdahulu dilakukan peneliti di 2 (dua) Pengadilan Negeri yaitu Kota Malang kota terbesar kedua di Jawa Timur pada tahun 2000 dan 2005 dimana terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh residivis remaja tidak mendapat data apa-apa, sedangkan di wilayah hukum Blitar, tingkat Pengadilan Negeri lebih dari nol (nihil <), dengan alasan disebabkan oleh orang tua yang bekerja di luar negeri sebagai TKI. Sebab, mengirim TKI ke luar negeri yang hanya dilihat dari aspek kemiskinan saja tidak cukup. Untuk memperoleh data berupa kebijakan untuk membangun model pelatihan sebagai bagian dari perlindungan anak yang didasarkan pada hasil kajian penelitian pendahuluan yang berbasis pada perlindungan TKI di luar negeri.

Sosialisasi mengenai Program akomodasi dan perlindungan TKI di luar negeri di desa dan permukiman.

Aspek Kenakalan Anak/Offenders

Semua calon pekerja migran harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat sebelum berangkat ke luar negeri. Pembentukan atase pegawai negeri/ketenagakerjaan di negara penerima TKI (Korea Selatan, Brunei, Singapura, Yordania, Suriah, Qatar). Salah satu teori tertua dan paling terkenal adalah bahwa kejahatan muncul dari kemiskinan.

Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan mereka melakukan kejahatan berulang-ulang adalah karena mereka berasal dari keluarga tidak mampu. Situasi seperti ini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang tetapi juga di negara-negara maju. Hal ini sebenarnya dirumuskan dalam kebijakan pencegahan kejahatan yang merupakan bagian dari strategi kebijakan kesejahteraan sosial, serta strategi pembangunan yang dicanangkan dalam basis operasional di Indonesia.

Oleh karena itu, mencari sebab-sebab terjadinya kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai mencari sebab-sebab terjadinya kenakalan remaja. Pendapat yang lebih komprehensif, dalam upaya mengungkap sebab-sebab terjadinya kejahatan, khususnya yang dijadikan bahan kajian ilmiah, sangatlah bermanfaat. Untuk itu diperlukan lembaga-lembaga yang mempunyai hak untuk menangani psikologi remaja pada khususnya dan ilmu-ilmu lain pada umumnya.

Keterbatasan Kebijakan Penal/Pemberian Sanksi Pidana

Aspek Hubungan Pengadilan dengan Kenakalan/offenders Anak

Oleh karena itu penerapan prinsip ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan selektif dengan memperhatikan tingkat kematangan setiap anak. Oleh karena itu, dalam kerangka penegakan hukum pidana di Indonesia diharapkan sistem yang ada dapat berjalan seefektif mungkin, karena sistem yang tidak efektif akan menimbulkan kondisi seperti kesenjangan pidana, lingkungan hukum, korban kejahatan, stigma sosial dan pemenjaraan yang tidak baik. permasalahan yang berkaitan dengan sistem peradilan pidana.34). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kecenderungan negara untuk melakukan pembalasan bukan terjadi pada mereka yang baru pertama kali melakukan kejahatan, yakni sebagai pemula, melainkan pada mereka yang melakukan kejahatan berulang kali atau lebih dikenal dengan sebutan residivis.

Teori ini merupakan salah satu teori tertua dan kejahatan dipandang sebagai balas dendam terhadap orang yang telah melakukan tindak pidana. Nigel Welker sebagaimana dikutip Sahetapy memberikan tiga pengertian balas dendam, yaitu: balas dendam, yang berarti penderitaan yang disengaja sehingga seorang penjahat patut menderita dan yang mampu memahami bahwa beban penderitaan itu adalah akibat dari kejahatan yang dilakukannya. telah berkomitmen; .. retribusi distributif, yang berarti pembatasan terhadap bentuk-bentuk hukuman yang sengaja dijatuhkan kepada mereka yang melakukan kejahatan; hukuman kuantitatif, artinya membatasi bentuk-bentuk hukuman yang mempunyai tujuan berbeda dengan hukuman, sehingga bentuk-bentuk hukuman tersebut tidak melebihi tingkat kekejaman yang dianggap pantas atas kejahatan yang dilakukan. Teori ini mempunyai suatu justifikasi yang menyatakan bahwa hukuman merupakan konsekuensi mutlak yang harus ada sebagai balas dendam terhadap orang yang melakukan kejahatan.

Pandangan teori ini mengemukakan bahwa hukuman merupakan suatu cara untuk mencapai suatu tujuan selain hukuman itu sendiri. Leonard Orland berpendapat bahwa hukum pidana ditujukan untuk mencegah dan mengurangi kejahatan, dan pemidanaan hendaknya ditujukan untuk mengubah perilaku penjahat dan orang lain yang rawan melakukan kejahatan.40). Skolnick menyatakan sanksi pidana dimaksudkan untuk mencegah terulangnya tindak pidana (pencegahan residivisme); untuk mencegah orang lain melakukan perbuatan yang sama seperti terpidana (untuk menghalangi orang lain melakukan perbuatan serupa); menyediakan saluran bagi terwujudnya motif dendam (menyediakan saluran bagi ekspresi motif dendam); 43).

Hasil yang sudah dicapai

39 Tahun 2004 tentang Perlindungan Pekerja Migran yang bekerja di luar negeri, tidak dapat dipungkiri bahwa Pemerintah, Swasta, masyarakat dan orang tua berkewajiban untuk mengatasi dan menyikapi permasalahan tersebut. Dalam hal ini, menurutnya, penting untuk membangun fasilitas pelatihan bagi anak atau model bimbingan dan pendidikan khusus bagi anak (yang orang tuanya berada di luar negeri) untuk mengatasi permasalahan anak yang orang tuanya merantau. Sarana/program yang dilaksanakan selama ini antara lain pemberian keterampilan bagi Usaha Kecil Menengah dan Usaha Mikro kepada keluarga yang tertinggal.

Terhadap anak yang berhadapan dengan hukum hasil penelitian di LPAN Blitar, dan Pengadilan Negeri Blitar serta individu anak nakal dan residivis, diketahui pada tahun 2000 peneliti meneliti alasan mengapa mereka melakukan kejahatan/kejahatan berulang yaitu karena mereka berasal dari keluarga miskin. Selain karena alasan orang tuanya pergi ke luar negeri, rata-rata orang tersebut adalah TKI. Maka pada tahun 2005, dengan diperolehnya hasil untuk mengetahui penyebab terjadinya residivisme anak, dimana wilayah hukum Pengadilan Negeri Kota Malang, diketahui bahwa akibat tersebut disebabkan oleh keluarga miskin; orang tua kurang mendapat perhatian karena berada di luar negeri; sidang dimana orang tua tidak hadir. Tentang keluarga miskin ini, diceritakan oleh Aan, seorang putra negara berusia 18 tahun yang mencuri mesin Playstation untuk dirinya sendiri karena pendapatan orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tidak mampu memenuhi kebutuhannya.

Menurut Selo dan Suyitno, paman sekaligus orang tua korban, alasan pencurian tersebut karena orang tuanya meninggalkan pulau. Fasilitas/program yang telah dilaksanakan selama ini antara lain pemberian keterampilan bagi Usaha Kecil Menengah dan Usaha Mikro bagi rumah tangga lainnya. Alasan ekonomi keluarga; b) Perceraian/pengabaian oleh pasangan; c) Mencari pengalaman kerja di luar negeri d) Mengumpulkan modal untuk usaha; e) Berkumpul dengan tetangga/keluarga yang bekerja di luar negeri, 45) d. Menurutnya, perlu juga disiapkan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi/Reguler/Kota tentang Perlindungan TKI dan Keluarganya; dan revisi undang-undang no.

Penelitian terdahulu

TIDAK. 39 tahun 2004 yang secara khusus memasukkan model perlindungan anak46). . bahwa penelitian hingga saat ini belum mampu membuktikan secara pasti apakah penjara merupakan alat yang efektif atau tidak. 48) Oleh karena itu, terjadinya pengulangan tindak pidana bukan merupakan konsekuensi efektif atau tidaknya sistem pemidanaan yang ada dalam mengurangi jumlah tindak pidana yang berulang. Dalam penelitiannya yang membahas masalah ini, Hafrida menyatakan bahwa belum ada “sistem yang terintegrasi”. dimana setiap tingkat pemeriksaan masih dilakukan secara mandiri; kerjasama yang baik antara Balai Bispa dan kepolisian kurang baik; penjelasan pihak berwenang mengenai hak atas bantuan hukum tidak dilaksanakan dengan baik; Lembaga pendidikan anak sebagai tempat bimbingan, pendidikan dan pengembangan anak dengan bantuan anak belum terwujud sebagaimana mestinya; aparat kepolisian belum profesional; Partisipasi masyarakat masih sangat minim dalam turut serta membina pelaku kejahatan ini.49). Perekonomian dalam arti luas memang berpotensi terjadinya kejahatan tradisional, khususnya pencurian.

Hasil penelitian di LPAN Blitar Pengadilan Negeri Blitar yang dilakukan peneliti, kajian terhadap “persepsi” hakim terhadap hukuman residivisme anak, faktor penyebab terjadinya pencurian adalah karena orang tua tidak kompeten; dan sebagai buruh migran ditindaklanjuti pada tahun 2005 dengan penelitian Dosen Muda yang dilakukan oleh para peneliti yang juga ingin mengetahui apa saja faktor penyebab kekambuhan anak akibat keluarga miskin. Hal tersebut sebenarnya dirumuskan dalam kebijakan pencegahan kejahatan yang merupakan bagian dari strategi kebijakan kesejahteraan sosial, serta strategi pembangunan yang direncanakan pada basis operasional di Indonesia. Dalam mengkaji masalah kejahatan didasarkan pada para pengikut teori Marx, pekerja sosial dan kemanusiaan yang dianggap sebagai teori tertua yang melihat kejahatan sebagai akibat dari kemiskinan.

Hal serupa juga terjadi pada kondisi perekonomian TKI di luar negeri yang berasal dari wilayah Malang tempat TKI tersebut diberangkatkan pada tahun 2004. 48) 48) Barda Nawawi Arief, Kebijakan Legislatif dalam Pemberantasan Kejahatan dengan Hukuman Penjara, C.V. Ananta, Semarang, 1994. h Hafrida, Persidangan Pelanggar Anak di Kota Bandar Lampung, Skripsi Program Pascasarjana Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 1995, hal.112. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Kota Malang, KPPA dan instansi terkait lainnya sedang melakukan pembahasan mengenai pengembangan kebijakan perlindungan anak berbasis perlindungan pekerja migran di luar negeri untuk membangun model pembangunan.

METODE PENELITIAN Bagan Alir Penelitian

Pada tahun 2008 telah dilakukan penelitian dengan hasil dari pemerintah daerah kabupaten yang didukung oleh Polres Kepanjen. Malang untuk membangun model pelatihan, dengan hasil model pelatihan yang juga diperkuat melalui studi pendahuluan oleh peneliti pada tahun 2008. Pada tahun II, sejak tahun pertama diatas, dilakukan upaya kajian mendalam, verifikasi pemerintah. kebijakan (UU Perlindungan Anak, Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Pengadilan Anak), pengecekan data dan hasil pada tahun I, yang kemudian dapat dirumuskan kembali dan kebijakan dilaksanakan melalui model pendampingan bagi pekerja Indonesia dan anak-anak terlantar negara, serta perbandingan data di desa Arjowilangun, kecamatan.

Hasil penelitian yang dilakukan penulis sebelumnya tentang Perlindungan Anak TKI (Anak yang Berkonflik di Depan Hukum), Tahun. Dari tahun pertama di atas dilakukan upaya kajian mendalam, verifikasi kebijakan pemerintah (UU Perlindungan Anak, Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Pengadilan Anak), cross check data dan hasil pada tahun pertama yang kemudian dapat dirumuskan kembali. dan dilaksanakan melalui model pembinaan terhadap pekerja dan anak Indonesia yang berangkat ke luar negeri. Peradilan Anak di Indonesia, Mandar Maju, Bandung, 1997, hal.80, diedit oleh Barda Nawawi Arief, Permasalahan Perlindungan Hukum Anak, makalah pada Seminar Nasional Peradilan Anak, Unpad, Hotel Panghegar, Bandung, 5 Oktober 1996.

Jawa Pos Radar Malang, Kunjungi Kampung TKI, 1500 Warganya Kerja di Luar Negeri, Uang Mula Langsung Dikirim ke Rumah, Jumat 29 Mei 2009. Proses Peradilan Terhadap Pidana Anak di Kotamadya Bandar Lampung, Skripsi di Universitas Hukum s program pascasarjana Indonesia, Semarang : Ontip. Disnaker Kabupaten Malang, Daftar Pertanyaan, Lelang, III, No.3, Upaya Perlindungan Pekerja Migran Luar Negeri - Perlindungan Anak, Malang, 18 Juni 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Penutup Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban dalam tindak pidana pekosaan dalam putusan Pengadilan Negeri BandungNomor