• Tidak ada hasil yang ditemukan

21802 53988 2 PB

N/A
N/A
Salma Nurida

Academic year: 2024

Membagikan "21802 53988 2 PB"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BERDASARKAN UMUR BUAH TERHADAP VIABILITAS BIJI PEPAYA (Carica papaya)

PADA POTENSI TUMBUH

Ulfia Asri(1), Muhibbuddin(2), Hasanuddin(2), Cut Nurmaliah(2), Supriatno(2)

1,2*)Program Studi Pendidikan Biologi FKIP USK

2*)Email: [email protected] ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan biji pepaya terhadap viabilitas biji pepaya, mengetahui pengaruh umur buah terhadap viabilitas biji pepaya, dan mengetahui interaksi antara lama penyimpanan dengan umur buah terhadap viabilitas biji pepaya (Carica papaya). Penelitian ini pada bulan September 2021 sampai Januari 2022. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.

Faktor 1 adalah umur buah terdiri 3 taraf yaitu P1=90 HSM, P2=100 HSM, dan P3=110 HSM, dan faktor 2 adalah lama penyimpanan terdiri 4 taraf yaitu L1=Tanpa penyimpanan, L2=14 hari, L3=21 hari, dan L4=28 hari. Objek penelitian ini yaitu berupa biji pepaya (Carica papaya) yang diperoleh dari kawasan Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Parameter dari penelitian ini adalah potensi tumbuh. Analisis data menggunakan (ANAVA) dan uji lanjut taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan berpengaruh terhadap viabilitas biji pepaya pada potensi tumbuh, umur buah berpengaruh terhadap viabilitas biji pepaya yaitu potensi tumbuh, dan terdapat interaksi antara lama penyimpanan dengan umur buah terhadap viabilitas biji pepaya pada potensi tumbuh.

Kata kunci: lama penyimpanan, umur buah, viabilitas, biji ABSTRACT

This study aims to determine the effect of storage time of papaya seeds on the viability of papaya seeds, determine the effect of fruit age on the viability of papaya seeds, and determine the interaction between storage time and fruit age on the viability of papaya seeds (Carica papaya). This research was conducted in September 2021-January 2022. The method used was an experiment with a Factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor was fruit age consisting of 3 levels, namely P1 = 90 DAS, P2 = 100 DAS, and P3 = 110 DAS, and the second factor was storage time consisting of 4 levels, namely L1 = No storage, L2 = 14 days, L3

= 21 days, and L4 = 28 days. The object of this research is in the form of papaya seeds (Carica papaya) obtained from the Ladong area, Mesjid Raya District, Aceh Besar District. The parameters of this research are growth potential. Data analysis used analysis of variance (ANOVA) and further test at a significant level of 0.05. The results showed that storage time affects the viability of papaya seeds on growth potential, fruit age affects the viability of papaya seeds, namely growth potential, and there is an interaction between storage time and fruit age on the viability of papaya seeds on potency.

Keywords: storage time, fruit age, viability, seeds

(2)

1 PENDAHULUAN

Pepaya merupakan buah tropis memiliki fungsi dan manfaat serta mengandung banyak zat gizi, diantaranya yang paling banyak adalah vitamin dan mineral (Kalie, 2008).

Selain kandungan gizinya yang banyak, harga buah pepaya relatif terjangkau dibandingkan buah lainnya.

Pemasaran buah pepaya pun cukup luas dimulai dari pasar tradisional, pasar modern, hingga disajikan di hotel maupun diacara-acara pesta serta ditaman safari sebagai makanan hewan.

Sehingga tingginya minat masyarakat akan buah pepaya turut meningkatkan permintaaan buah pepaya (Kalie, 2008).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2018 produksi tanaman pepaya di Aceh pada tahun 2016 sebanyak 12.798,00 ton, kemudian pada tahun 2017 produksi pepaya sebanyak 12.232,00 ton, dan pada tahun 2018 sebanyak 10.685,00 ton, dapat dilihat bahwa produksi pepaya mengalami penurunan. Namun pada tahun 2019 produksi pepaya meningkat yaitu 13.791,00 ton, dan pada tahun 2020 sebanyak 24.323,00 ton. Hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan produksi tanaman pepaya di Aceh dan diduga salah satu penyebabnya adalah luas lahan yang mulai berkurang dan ketersediaan benih yang bermutu.

Untuk memenuhi permintaan pasar terhadap buah pepaya perlu dilakukannya pembudidayaan tana-man pepaya. Tanaman pepaya umumnya dibudidayakan dalam bentuk tanaman perkarangan atau usaha tani yang tidak

terlalu luas (Kalie, 2008). Dalam pembudidayaan perlu diperhatikan proses pembibitannya, dengan adanya pembibitan pepaya diharapkan dapat menghasilkan pepaya yang berkualitas dan berproduktivitas tinggi sehingga mendukung pemenuhan permintaan pasar ekspor mendatang (Suketi dan Imanda, 2011).

Metode lama penyimpanan digunakan untuk menghasilkan bibit yang bermutu, penyimpanan benih adalah usaha pengawetan benih yang berdaya hidup, semenjak pengumpulan hingga dilapangan agar benih dapat ditanam pada musim yang akan datang.

Tujuan penyimpanan benih yaitu untuk menghasilkan benih yang bermutu bagi suatu proses penanaman (Schmidt, 2000). Benih yang baik selalu berkaitan dengan masak fisiologis.

Viabilitas biji atau masak fisiologis selalu dipengaruhi beberapa faktor yaitu, tingkat kematangan buah sebelum panen, setelah panen, dan penyimpanan. Untuk menghasilkan benih yang bermutu maka perlu diketahui tingkat kematangan buah secara sempurna (masak fisiologik) (Mutiarawati, 2011). Untuk menghasilkan benih yang baik pengamatan penyimpanan benih dan kematangan buah perlu diketahui, karena berkaitan dengan kematangan biji.

kematangan biji berdasarkan umur buah dan lama penyimpanan biji terhadap viabilitas biji pepaya (Carica papaya) masih kurang data dan penjelasan. Perlu dilakukan penelitian tentang “Pengaruh Lama Penyimpanan Berdasarkan Umur

(3)

2 Buah Terhadap Viabilitas Biji Pepaya

(Carica papaya) pada Potensi Tumbuh”.

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan bulan September 2021-Januari 2022. Penelitian bertempat di Laboratorium Biologi FKIP Unsyiah.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) raktorial. Faktor pertama adalah umur buah terdiri dari 3 taraf yaitu P1=90 HSM, P2=100 HSM, dan P3=110 HSM, dan faktor kedua adalah lama penyimpanan terdiri dari 4 taraf yaitu L1=Tanpa penyimpanan, L2=14 hari, L3=21 hari, dan L4=28 hari.

Teknik Analisis Data

Data penelitian ditabulasikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis

menggunakan uji analisis varian (ANAVA) dan uji lanjut BNJ, BNT dan JNTD.

Potensi tumbuh=𝐽𝑚𝑙.𝐵𝑖𝑗𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑚𝑏𝑢ℎ

𝐽𝑚𝑙.𝐵𝑖𝑗𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑛𝑎𝑚𝑥 100%

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yaitu potensi tumbuh berpengaruh nyata terhadap umur buah dan lama penyimpanan.

Pengamatan potensi tumbuh pada biji pepaya berumur 90, 100, dan 110 hari setelah mekar (hsm) dengan lama penyimpanan disajikan dalam Gambar 1.

Gambar 1 menunjukkan hasil perhitungan rata-rata potensi tumbuh biji pepaya tertinggi pada lama penyimpanan 21 hari yaitu 94.00% pada umur buah 100 hsm. Sedangkan potensi tumbuh terendah pada lama penyimpanan 28 hari yaitu 80.00% pada umur buah 90 hsm.

Penyimpanan lainnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Rata-rata Potensi Tumbuh Biji Pepaya (Carica papaya L.)

80.00

84.00

88.00

90.00

84.00

88.00

94.00

86.00 86.00

90.00

88.00

92.00

70.00 75.00 80.00 85.00 90.00 95.00 100.00

L1 L2 L3 L4

Rata-rata Potensi Tumbuh (%)

Perlakuan 90 HSM 100 HSM 110 HSM

(4)

3 Keterangan: L1: Tanpa penyimpanan

L2: 14 hari penyimpanan L3: 21 hari penyimpanan L4: 28 hari penyimpanan Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap potensi

tumbuh dilakukan uji analisis varian (ANAVA) disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Anava Lama Penyimpanan Berdasarkan Umur Buah terhadap Potensi Tumbuh.

SK db JK KT f-hitung f-tabel

(0,05) Rata-rata 1 275625,00 275625,00

Faktor P 2 78,00 39,00 6,50* 3,4 Faktor L 3 243,00 81,00 13,50* 3,01 Interaksi PXL 6 162,00 27,00 4,50* 2,51

Galat 24 144,00 6,00 Total 36 276252,00

Keterangan: * = berbeda nyata pada taraf uji signifikan 0,05 Hasil uji analisis varians

menghasilkan umur buah berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh, dan faktor lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh, serta terdapat interaksi antara umur buah dengan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh. Berdasarkan uji analisis varian

pada Tabel 1 diketahui bahwa terdapat pengaruh nyata terhadap umur buah, maka dilakukan uji lanjut berdasarkan nilai koefisien keragaman (KK) yaitu 2%. Uji lanjut mengginakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan percobaan mempunyai derajat ketelitian rendah. Uji BNJ disajikan pada Tabel 2, dan Tabel 3.

Tabel 1. Hasil Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) Potensi Tumbuh Biji pada Umur Buah Perlakuan Rata-rata Rata-rata+BNJ Simbol

P1 85,60 86,10 a

P2 88,00 88,60 b

P3 89,00 89,60 c

Keterangan: Angka diikuti oleh huruf sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf signifikan 0,05

Tabel 2 menunjukkan terdapat pengaruh nyata umur buah antara P1, P2 dan P3. Dapat dilihat bahwa

perlakuan potensi tumbuh pada umur buah P3 lebih baik dibandingkan dengan umur buah P1 dan P2.

(5)

4 Tabel 3. Hasil Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) Potensi Tumbuh Biji pada Lama

Penyimpanan

Perlakuan Rata-rata Rata-rata+BNJ Simbol

L1 83,33 84,84 a

L2 87,33 88,84 b

L3 90,00 91,51 c

L4 89,33 90,84 c

Keterangan: Angka diikuti oleh huruf sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf signifikan 0,05

Tabel 3 terlihat terdapat pengaruh nyata lama penyimpanan antara L1, L2, L3 dan L4. Sedangkan perlakuan L3 tidak berbeda nyata dengan perlakuan L4. Dapat dilihat bahwa perlakuan potensi tumbuh lama penyimpanan L3 lebih baik dibandingkan dengan lama penyimpanan L1, L2 dan L4.

Tabel 4 menunjukkan terdapat pengaruh nyata interaksi antara P1L1, P2L3, dan P3L4. Sedangkan perlakuan P1L2, P1L3, P1L4, P2L1, P2L2, P2L4, P3L1, P3L2, P3L3 tidak berbeda nyata.

Dapat dilihat bahwa perlakuan interaksi P2L3 pada potensi tumbuh lebih baik dibandingkan dengan interaksi perlakuan lainnya.

Tabel 4. Hasil Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) Interaksi Lama Penyimpanan dengan Umur Buah pada Potensi Tumbuh

Perlakuan Rata-rata Rata-rata+

BNJ

Simbol

P1L1 80,00 86,18 a

P1L2 84,00 90,18 ab

P1L3 88,00 94,18 bc

P1L4 90,00 96,18 bc

P2L1 84,00 90,18 ab

P2L2 88,00 94,18 bc

P2L3 94,00 10018 d

P2L4 86,00 92,18 abc

P3L1 86,00 92,18 abc

P3L2 90,00 96,18 bc

P3L3 88,00 94,18 bc

P3L4 92,00 98,18 c

Keterangan: Angka diikuti oleh huruf sama berarti tidak berbeda nyata

(6)

5 Hasil penelitian didapatkan

faktor umur buah berpengaruh terhadap viabilitas biji pepaya yaitu pada potensi tumbuh, Indikator tersebut menunjukkan daya viabilitas biji berkaitan dengan umur buah.

Faktor lama penyimpanan berpengaruh terhadap viabilitas biji pepaya yaitu pada potensi tumbuh. Interaksi antara umur buah dan lama penyimpanan berpengaruh terhadap potensi tumbuh, karena tempat penyimpanan berperan dalam mempertahankan viabilitas serta kualitas biji selama penyimpanan.

Tempat dan proses penyimpanan biji berkaitan dengan jenis, jumlah biji, teknik pengepakan, lama penyimpanan, suhu ruang, dan kelembaban ruang simpan (Surya, 2019).

Penyimpanan benih dalam kondisi lingkungan yang terkendali umumnya digunakan untuk mempertahankan viabilitas biji dengan cara yang baik dibandingkan dengan peyimpanan dalam bentuk tanaman hidup. Biji yang disimpan dalam lingkungan terkendali, diharapkan dapat bertahan dalam periode waktu yang lama dengan mutu genetik, fisik, dan fisiologis yang terjaga dengan baik (Kartahadimaja, 2013).

Umur buah dan lama penyimpanan berpengaruh terhadap potensi tumbuh. Potensi tumbuh biji pepaya yang baik tanpa penyimpanan dengan umur buah 110 hsm, pada 14 hari penyimpanan dengan umur buah

110 hsm, pada 21 hari penyimpanan dengan umur buah 100 hsm dan 28 hari dengan umur buah 110 hsm dibandingkan dengan umur buah lainnya. Benih berkecambah tetapi mengalami perbedaan potensi tumbuh pada tingkat kematangan buah yang berbeda. Hal ini disebabkan cadangan makanan yang terkandung pada biji diperoleh dari buah tidak matang dan belum tersedia bagi pertumbuhan embrio. Berbeda dengan biji dari buah masak bahwa cadangan makanan sudah tersedia. Biji dikatakan masak fisiologis karena mempunyai cadangan makanan yang baik sehingga dapat menutrisi pertumbuhan kecambah (Murniati, 2008).

SIMPULAN

Hasil penelitian pengaruh lama penyimpanan berdasarkan umur buah terhadap viabilitas biji pepaya pada potensi tumbuh dapat disimpulkan bahwa lama penyimpanan biji pepaya berpengaruh terhadap viabilitas biji pepaya, umur buah berpengaruh terhadap viabilitas biji pepaya, dan adanya interaksi antara lama penyimpanan dengan umur buah terhadap viabilitas biji pepaya.

SARAN

Berdasarkan hasil yang didapatkan umur buah berpengaruh terhadap viabilitas biji pepaya, maka diharapkan masyarakat dapat menggunakan buah umur 100 HSM untuk dijadikan benih.

(7)

6 Media pada penelitian ini

menggunakan kapas, diharapkan pada penelitian selanjutnya menggunakan media lainnya seperti, tanah.

DAFTAR PUSTAKA

Kalie, M. B. 2008. Bertanam Pepaya.

Jakarta: Penebar Swadaya.

Kartahadimaja, J., Eka, E. S., dan Nurman A. H. 2013. Pengaruh Penyimpanan Jangka Panjang (Long Term) terhadap Viabilitas dan Vigor Empat Galur Benih Inbred Jangung.

Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 13(3): 168-173.

Surya, M. I., dan Suluh N. 2019. Kajian Pengusangan Cepat dan Penyimpanan Biji terhadap Perkecambahan Anaphalis longifolia (Blume) Blume ex.DC. Jurnal Ilmu Kehutanan, 13(1): 48-55.

Suketi, K., dan Imanda N. 2011.

Pengaruh Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Pepaya (Carica papaya L.).

Kemandirian Produk Holtikultura untuk Memenuhi Pasar Domestik dan Ekspor dan Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia. Bogor (ID): IPB University.

Hayati, R., Z. A. Pian, dan AS. Syahril.

2011. Pengaruh Tingkat Kemasakan Buah dan Cara Penyimpanan Terhadap Viabilitas dan vigor benih Kakao (Theobroma cacao L.).

Jurnal Floratek, 1(6): 114-123.

Mutiarawati, T. 2011. Penanganan Pasca Panen Pertanian.

Tersedia di: http://pustaka.

Unpad.ac.id/wpcontent/uploads

/2009/11/penanganan_pasca_p anen_hasil pertanian.pdf.

(Diakses Tanggal 10 September 2021).

Murniati, E., Maryati, S, dan Ema, F.

2008. Pengaruh Pemeraman Buah dan Periode Simpan Terhadap Viabilitas benih Pepaya (Carica papaya L.).

Jurnal Bul. Agron, 36(2): 139- 145.

Schmidt, L. 2000. Pedoman Penanganan Benih Hutan Tropis dan Sub Tropis. Jakarta:

Departemen Kehutanan.

Sari, M. E., Murniati., dan Suhartanto.

2005. Pengaruh Sarcotesta dan Pengeringan Benih serta Perlakuan Pendahuluan terhadap Benih Pepaya (Carica papaya L.). Buletin Agronomi, 33 (2): 23-30.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian yang berjudul Efek Infusa Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Kematian Larva Aedes aegypti Tahun 2016, saran yang dapat diajukan

UJI POTENSI EKSTRAK METANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya Linn.) TERHADAP MORTALITAS LALAT BUAH (Bactrocera spp.). Yang dipersiapkan dan disusun

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri pada Plak Gigi Secara In Vitro.. Surakarta : Universitas

Penelitian untuk mengetahui potensi ekstrak biji pepaya (Carica papaya Linn.) sebagai larvasida nabati terhadap Aedes albopictus telah dilakukan.. Data yang diperoleh

Keywords: papaya seed extract; inflammation; gingivitis ARTIKEL PENELITIAN Pengaruh ekstrak biji pepaya Carica papaya Linn terhadap tingkat inflamasi gingivitis studi in vivo pada

Buah pepaya (Carica papaya L) muda mengandung serat kasar sebanyak 9 gram dari setiap 100 gram daging buah (Duke,1984); oleh karena itu daging buah pepaya muda

perlu dilakukan penelitian tentang potensi pestisida nabati dari larutan daun pepaya (carica papaya) dalam mengendalikan hama ulat titik tumbuh

perlu dilakukan penelitian tentang potensi pestisida nabati dari larutan daun pepaya (carica papaya) dalam mengendalikan hama ulat titik tumbuh