ASSALAMU ALAIKUM WR. WB ...
AYO ANAK-ANAK KITA
BELAJAR SEJARAH
MUNCULNYA RUH KEBANGSAAN DAN
NASIONALISME
KOMPETENSI DASAR :
1. Menganalisis strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Barat di Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20
INDIKATOR :
Menjelaskan perbedaan perjuangan
bangsa Indonesia pada abad XX dan
sebelum abad XX
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik mampu :
1. Menganalisis faktor-faktor ekstern yang mendorong munculnya ruh kebangsaan dan nasionalisme
2. Menganalisis peran pendidikan dalam menumbuhkan ruh kebangsaan dan nasionalisme
3. Menganalisis peran pers dalam penguatan tumbuhnya
ruh kebangsaan dan nasionalisme
TUGAS :
1. Kerjakan pertanyaan di bawah ini secara individu
2. Tulislah ucapan rasa syukur kepada Allah atas ...
3. Tulislah pentingnya sikap dan tanggungjawab, peduli, santun, dalam ...
4. Identifikasikan teori Brahmana 5. Identifikasikan teori Ksatria 6. Identifikasikan teori Waisya 7. Identifikasikan teori Sudra 8. Identifikasikan teori Arus Balik
9. Identifikasikan beberapa tinggalan
budaya Hindu Budha yang digunakan di
lingkungan tempat tinggalmu
L. Snyder J.E. Renant
Nasionalisme
Hans Kohn
NASIONALISME
NASIONALISME ADALAH HASIL DARI FAKTOR-FAKTOR POLITIS, SOSIAL, DAN INTELEKTUAL PADA
TARAF DALAM SEJARAH
NASIONALISME MUNCUL DARI SEKELOMPOK MANUSIA YANG MAU BERSATU KARENA ADANYA
KEHENDAK BERSAMA
SUATU PAHAM BAHWA KESETIAAN INDIVIDU DISERAHKAN KEPADA
BANGSA DAN NEGARA
HANS KHON JOSEPH ERNEST
RENAN LOUIS SNEIDER
NASIONALISME ADALAH SUATU PAHAM RASA CINTA TERHADAP BANGSA DAN TANAH AIR YANG
DITIMBULKAN OLEH PERSAMAAN TRADISI YANG BERKAITAN DENGAN SEJARAH, AGAMA, BAHASA, KEBUDAYAAN, PEMERINTAHAN TEMPAT TINGGAL,
DAN KEINGINAN UNTUK MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN TRADISINYA SEBAGAI MILIK BERSAMA DARI ANGGOTA BANGSA ITU SEBAGAI
KESATUAN BANGSA
NASIONALISME ADALAH SUATU PAHAM RASA CINTA TERHADAP BANGSA DAN TANAH AIR YANG
DITIMBULKAN OLEH PERSAMAAN TRADISI YANG BERKAITAN DENGAN SEJARAH, AGAMA, BAHASA, KEBUDAYAAN, PEMERINTAHAN TEMPAT TINGGAL,
DAN KEINGINAN UNTUK MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN TRADISINYA SEBAGAI MILIK BERSAMA DARI ANGGOTA BANGSA ITU SEBAGAI
KESATUAN BANGSA
MUNCULNYA NASIONALISME DIPENGARUHI OLEH BEBERAPA PERISTIWA DI DUNIA
1. NASIONALISME AMERIKA, DIDORONG OLEH TULISAN THOMAS PAINE “COMMON SENSE” (PENENTUAN NASIB SENDIRI) , MENDORONG GEORGE WASHINGTON MEMERDEKAKAN AMERIKA DARI TANGAN INGGRIS DENGAN MENGELUARKAN
DECLARATION OF INDEPENDENCE 14 JULI 1776
2. NASIONALISME INGGRIS TERJADI SEJAK REVOLUSI INDUSTRI & SEJAK SAAT ITU INGGRIS MELAKUKAN PENJAJAHAN DI SELURUH DUNIA. UNTUK MEMBENARKAN TINDAKANNYA PALMERSTONE MENGOBARKAN SEMANGAT NASIONALISME
BANGSANYA DENGAN SEMBOYAN “RIGHT OR WRONG IS MY COUNTRY” (BENAR ATAU SALAH ADALAH NEGERIKU)
3. NASIONALISME JERMAN, BERAWAL DARI KONGGRES WINA YANG MEMECAH
JERMAN MENJADI BEBERAPA KERAJAAN KECIL DIBAWAH KEKUASAAN WINA. UNTUK MEMPERSATUKAN BANGSA JERMAN OTTO VON BISMARK MENGOBARKAN SEMANGAT NASIONALISME “DURCH EISEN UN BLUT” (JERMAN HANYA BISA DIPERSATUAKAN
MELALUI KEKUATAN DARAH & BESI)
4. NASIONALISME ITALIA, BERDASARKAN KONGGRES WINA ITALI DIPECAH MENJADI BEBERAPA KERAJAAN KECIL. SARDINIA MERDEKA, VENESIA DIJAJAH AUSTRIA, ROMA DIJAJAH PERANCIS. UNTUK MEMPERSATUKAN BANGSA ITALIA CAMILIO CAVOUR
MENGELUARKAN SERUAN “ITALIA IRREDENTA” (MEMPERSATUKAN BANGSA ITALIA YANG MASIH DIJAJAH BANGSA LAIN.
SOSIALISME :
SUATU PAHAM YANG MENGENDAKI SUATU MASYARAKAT DISUSUN SECARA KOLEKTIF AGAR MENJADI SUATU MASYARAKAT YANG BAHAGIA. SOSIALISME MULA-MULA
BERKEMBANG DI EROPA ABAD 18 “SOSIALISME UTOPIA” YAITU MENCIPTAKAN SUATU MASYARAKAT BAHAGIA ATAS DASAR ANGAN-ANGAN PADA TOKOHNYA. (THOMAS MORE, ROBERT OWEN)
ABAD KE 19 LAHIR SOSIALISME BARU “SOSIALIS ILMIAH” YAITU MENCIPTAKAN MASYARAKAT BAHAGIA ATAS DASAR ILMU PENGETAHUAN (KARL MARK KARYANYA DAS KAPITAL, FREDERICH ENGELS DENGAN SEMBOYANNYA “KAUM PROLETAR SEDUNIA BERSATULAH”.
DALAM PERKEMBANGANNYA SOSIALISME PECAH MENJADI DUA : 1. SOSIALISME DEMOKRAT (SOSIALISME)
1. MEMILIH JALAN EVOLUSI UNTUK MENCAPAI TUJUAN
2. MILIK PERSEORANG DIPERKENANKAN HANYA PRODUKSI YG MENGUASAI HAJAT HIDUP ORANG BANYAK DIMILIKI NEGARA
2. SOSIALISME RADIKAL (KOMUNISME)
1. MEMILIH JALAN REVOLUSI UNTUK MENCAPAI TUJUAN
2. MILIK PERSEORANGAN TIDAK DIPERKENANKAN, SEMUA MENJADI MILIK NEGARA
PAN ISLAMISME :
PAHAM YANG BERTUJUAN UNTUK MENYATUKAN UMAT ISLAM SEDUNIA. PAHAM INI BERASAL DARI GAGASAN JAMALUDIN AL AFGANI (1839-1897), IDE INI SECARA
TERSAMAR PERNAH DISAMPAIKAN OLEH AT TAHTAWI.
IDE PAN ISLAMISME ERAT KAITANNYA DENGAN KONDISI ABAD KE 19, KARENA PADA ABAD INI ISLAM MENGALAMI KEMUNDURAN, SEBALIKNYA NEGARA BARAT TERJADI KEMAJUAN YAG DISERTAI PENGEMBANGAN KEKUASAAN . JAMALUDIN MELIHAT PENJAJAHAN TERHADAP NEGARA ISLAM INI HARUS DILAWAN. CONTOH CAMPUR TANGAN INGGRIS DI AFGANISTAN, MESIR, IRAK, DAN IRAN.
LIBERALISME :
PAHAM YANG MENGUTAMAKAN KEMERDEKAAN/ KEBEBASAN INDIVIDU SEBANGKAI PANGKAL & POKOK PAHAMNYA. GERAKAN LIBERALISME BERASAL DARI PERANCIS YANG DIPELOPORI OLEH KAUM BORJUIS YANG TERMOTIVASI HASIL KARYA
MONTESQIU, VOLTAIRE, & JJ ROUSSEOU. DENGAN SEMBOYAN LIBERTE, EGALITE, DAN FRATERNITE (KEBEBASAN, PERSAMAAN, PERSAUDARAAN)
DEMOKRASI :
PAHAM YANG MENYATAKAN BAHWA KEKUASAAN TERTINGGI SUATU NEGARA BERADA DITANGAN RAKYAT. PAHAM DEMOKRASI MUNCUL DI EROPA ABAD 19 DIPELOPORI OLEH MONTESQIU, JJ ROUSSEU. CIRI POKOKNYA ADALAH ADANYA PENGAKUAN HAM & WARGA NEGARA. SEDANGKAN PELAKSANAANNYA DITANDAI DENGAN :
1. ADANYA UUD UNTUK MENGATUR KEKUASAANNYA 2. PELAKSANAAN PEMILU
3. ADANYA DPR
PAHAM DEMOKRASI DI DUNIA DIBEDAKAN MENJADI : 4. DEMOKRASI LANGSUNG (DIRECT DEMOCRATIC)
5. DEMOKRASI TIDAK LANGSUNG (INDIRECT DEMOCRATIC)
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI TIMBULNYA NASIONALISME
FAKTOR DARI DALAM NEGERI :
1. Perbedaan taraf hidup yang mencolok antara bangsa Indonesia dan Belanda
2. Lahirnya golongan cerdik pandai yang memelopori anti penjajahan
3. pnderitaan rakyat akibat penjajahan yang memeras kekayaan rakyat
4. Adanya perasaan senasib akibat penjajahan
5. Pengaruh kejayaan masa lalu (jaman Sriwijaya &
majapahit)
6. Adanya sikap anti Eropanisasi
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG LAHIRNYA NASIONALISME
FAKTOR DARI LUAR NEGERI :
1. Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 “Oesteree Reveil” (Kebangunan Dunia Timur)
2. Pengaruh Revolusi China tahun 1911 dipimpin Sun Yat Sen, ajarannya “ San Min Chui “ (Nasionalisme, Demokrasi, Sosialisme)
3. Pengaruh pergerakan kebangsaan India dipimpin Mahatma Gandhi, ajarannya “ Satyagraha “ atau Taktik non kooperasi
Dasar perjuangannya :
a) Ahimsa (dilarang membunuh) : gerakan anti peperangan
b) Hartal : gerakan rakyat India dalam bentuk tidak berbuat apapun walaupun mereka masuk kantor/ pabrik
c) Swadesi : suatu gerakan untuk memakai barang produksi dalam negeri 4. Pengaruh gerakan Turki Muda dipimpin Mustafa Kemal Pasha yang
nantinya melahirkan Ikrar Kebulatan Tekad Bangsa Turki 5. Dibukanya Terusan Suez oleh Gamal Abdul Naser sehingga menyebabkan
munculnya paham liberalisme, demokrasi, sosialisme dan nasionalisme
CIRI-CIRI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA : GERAKAN DAERAH BERCIRIKAN :
1. Bentuk gerakannya belum diorganisasi, maka menggantungkan kepada pemimpin
2. Sifat kedaerahan, maka bersifat insidental
3. Mengandalkan kekuatan senjata & kekuatan gaib 4. Belum memiliki tujuan yang jelas
5. Gerakannya mudah bubar/ berakhir jika pemimpin mereka tertangkap
GERAKAN NASIONAL BERCIRIKAN :
1. Gerakannya sudah diorganisasi secara teratur
2. Bersifat nasional baik wilayah atau cita-cita kebangsaan
3. Perjuangan menggunakan taktik modern dan organisasi modern 4. Sudah memiliki tujuan yang jelas yaitu Indonesia merdeka
5. Geraknnya tangguh dan berakar di hati rakyat
PERANAN PENDIDIKAN DALAM MENIMBULKAN RUH KEBANGSAAN DAN NASIONALISME :
Kebijakan politik Etis yang dikeluarkan Ratu Wilhelmina (Belanda) berisi
Irigasi, Edukasi, dan Transmigrasi. Politik Etis tersebut merupakan ide dan
gagasan dari Condrad Theodore Van Deventer penulis “Eenresculd”/ Utang
Budi yang lebih dikenal dengan nama Trias/ Trilogi Van Deventer. Khusus
bidang Edukasi telah melahirkan sekolah Bumi Putera dan golongan
masyarakat cerdik pandai dalam kehidupan bangsa Indonesia yang nantinya
dapat mendorong semangat kebangsaan Indonesia dalam perjuangan
Pergerakan Nasional untuk memperoleh kemerdekaan. Bahkan melalui
Volksrad golongan cerdik pandai ini menjadi penggerak perubahan pada
lembaga tersebut.
PERAN PERS DALAM PENGUATAN TUMBUHNYA RUH KEBANGSAAN DAN NASIONALISME
Pers merupakan sarana berpartispasi dalam gerakan emansipasi, kemajuan, & pergerakan nasional. Tokoh – tokoh Indonesia yang terlibat dalam gerakan pers nasional Indonesia : dr. Wahidin Sudirohusodo, Muh. Yamin (Retnodumilah), Moh. Hatta, Sukiman, Sartono (Kebangoenan), Abdul Muis, H. Agus Salim (Neraca).
Beberapa surat kabar yang terbit pada masa itu Budi
Utomo (Darmo Kondo), Sarekat Islam (Oetoesan Hindia),
Indische Partij (De Express & Het Tijshriff, Perhimpunan
Indonesia, Hindia Putera/ Indonesia Merdeka).
Organisasi Awal
Menuju Kemerdekaan
Didirikan di Batavia, 20 Mei 1908, dirintis oleh dr. Wahidin Sudirohusodo, didirikan oleh dr. Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, & Suraji.
Pada konggresnya yang pertama di Yogyakarta RT.
Tirtokusumo Bupati Karanganyar terpilih sebagai ketuanya.
Tujuan : mencapai kemajuan & meningkatkan derajat bangsa.
Segi kegiatannya bergerak dibidang ekonomi, sosial, & budaya.
Di bidang politik muncul setelah Gunawan M, membicarakan Milisi Bumiputera & diperkuat ketika BU menjadi anggota Volstrad.
Kelahiran Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional melalui Kepres RI No. 31 tanggal 16 Desember 1959
BUDI UTOMO (BU)
Sarekat Islam semula Sarekat Dagang Islam. Didirikan di Surakarta oleh H. Samanhudi, 11 Nopember 1911.
Tujuan SDI : memperkuat persatuan para pedaganng pribumi agar mampu bersaing dg para pedagang Tionghoa. Pada 10 Sept 1912 SDI diubah menjadi Sarekat Islam & HOS Cokroaminoto (Raja Tanpa Mahkota)sbg ketua.
Tahun 1927 SI pecah menjadi dua yaitu SI Putih (Yogyakarta, tokohnya HOS Cokroaminoto, H. Agus Salim, Abdul Muis) dan SI Merah (Semarang, tokohnya Semaun, Alimin, Dharsono).
Segi kegiatanya bergerak dibidang ekonomi, sosial demokratis,&
agama, namun sejak didirikannya Central Sarekat Islam di Solo 1919, SI mulai terjun kebidang politik.
SAREKAT ISLAM
INDISCHE PARTIJ (IP)
Indische Partij didirikan di Bandung oleh dr. EFE. Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, & RM. Suwardi Suryaningrat (Tiga Serangkai), 25 Desember 1912.
Tujuan IP : mencapai Indonesia merdeka.
Organisasi ini dibubarkan 1913 karena :
1. Artikel RM. Suwardi Suryaningrat “Als Ik Een Nederlander Was (Seandainya Aku Orang Belanda)
2. Artikel dr. Cipto Mangunkusumo “Kracht of Vrees”(Kekuatan atau Ketakutan)
3. Artikel EFE. Douwes Dekker “Onze Helden : dr. Cipto Mangunkusumoen Suwardi Suryaningrat”(Pahlawan Kita dr.
Cipto Mangunkusumo & RM Suwardi Suryaningrat)
ORGANISASI
KEAGAMAAN
JAMIATUL KHAIR/ AL JAMIATUL KHAIRIYAH
Merupakan organisasi pendidikan Islam tertua di Jakarta 1901.
Didirikan para ulama Arab Hadramaut & pemuda Alawiyyin, seperti Habib Abu Bakar bin Ali bin Abubakar bin Umar Shahab, Sayid Muhammad Al Fakir Ibnu Abn Al Rahman Mansyur, Idrus bin Ahmad Shahab, Abubakar bin Muhammad Alhabsyi dan Syechan bin Ahmad Shahab.
Tujuan organisasi ini adalah mengembangkan pendidikan agama Islam dan bahasa Arab.
Organisasi ini melahirkan tokoh-tokoh pembaharu agama Islam seperti KH. Ahmad Dhalan (Muhammadiyah), HOS.
Cokroamiaminoto (Sarekat Islam), H. Samanhudi (Sarekat Dagang
Islam) dan H. Agus Salim
MUHAMMADIYAH
Dirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tanggal 18 Nopember 1912, tujuannya
1. Memajukan pengajaran dan pendidikan berdasarkan agama Islam
2. Mengembangkan pengetahuan ilmu agama dan cara-cara hidup menurut peraturan agama Islam yang diselaraskan dengan kehidupan modern
Kegiatan yang dilakukan adalah mendirikan, memelihara, membantu pendirian sekolah berdasarkan agama Islam, mendirikan & memelihara masjid, langgar, poliklinik, rumah yatim, kegiatan sosial, menyebarluaskan ketentuan dalam agama Islam.
Tindakannya adalah amar makruf nahimunkar/ mengajak hal yang
baik & mencegah yang buruk
NAHDATUL ULAMA
Didirikan oleh KH. Hasyim Asyari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syamsuri, KH.
Mas Ali, & KH. Ridwan.
Tujuan : untuk mewujudkan insan masyarakat yang taqwa, cerdas, trampil, berakhlak mulia, adil sejahtera. Tujuan umum, berlakunya ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah Waljama’ah
PERTI/ Persatuan Tarbiyah Islamiyah
Didirikan 5 Mei 1928 oleh Buya Syekh Sulaiman Arrasuli, Buya Syekh Muhammad Jamil Jaho, & Buya Syekh Muhammad Sab’ad Mungka.
Perti berpaham Ahlussunnah Waljama’ah
& menganut mazhab Syafii. Perti memberikan kontribusi dalam pembinaan umat, pembangunan bangsa
& negara AL IRSYAD
Pengakuan hukumnya dari pemerintah Belanda 11 Agustus 1915 oleh Al Alamah Syeikh Ahmad bin Muhammad Assorkaty Al Anshary (Sudan)
Merupakan perhimpunan yang berakidah Islamiyah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang pendidikan, pengajaran, serta sosial, dan dakwah bertingkat nasional
PERSIS (Persatuan Islam)
Didirikan 12 September 1923 di Bandung oleh H. Zamzam & H. Muhammad Yunus.
Persis memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, sikap tidak kritis & tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka kitab-kitab hadist yang shahih.
Oleh karena itu, lewat para ulamanya Ahmad Hassan (Hassan Bandung/ Hassan Bangil) Persis mengenalkan Islam yang hanyabersumber dari Al Qur’an & Hadist
MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia)
Berkembangnya organisasi Islam yang beranekaragam membuahkan gagasan untuk menyatukan organisasi dalam 1 wadah 25 September 1937 oleh KH. Mas Mansyur, KH. Ahmad Dahlan (Muhammadyah), & KH.
Abdul Wahab (NU).
Tujuan :
1. Mempererat hubungan diantara perhimpunan Islam di Indonesia.
2. Merapatkan hubungan antara kaum muslimin Indonnesia dengan umat Islam di luar negeri
PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh)
Didikan oleh Teungku Muhammad Daud Beureuh (Ketua I) dan Tengku Abdurrahman Meunasah Mencap (Ketua II).
Tujuan : memajukan dunia pendidikan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah (hubungan antar muslim) di Aceh
ORGANISASI PEMUDA
JONG JAVA
Semula bernama Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia : Sakti, Budi, Bhakti), didirikan 7 Maret 1917 di Jakarta oleh R. Satiman Wiryosanjoyo.
Tujuan membangun persatuan Jawa Raya (Sunda, Jawa, Madura,
& Bali). Dengan mempererat persatuan melalui kegiatan kebudayaan & olahraga
Jong Sumatranen Bond
Didirikan 9 Desmber 1927 di Jakarta.
Tujuan memperkukuh ikatan sesama pelajar dari Sumatra sekaligus mengembangkan kebudayaan Sumatra.
Perkumpulan lain Jong Minahasa, Jong Celebes
Jong Ambon
Didirikan 1918 oleh J.
Leimena, AJ. Patty, &
Latuharhary
Tujuan untuk memajukan kebudayaan, ekonomi, &
pendidikan bagi orang Ambon.
Jong Minahasa
Merupakan lanjutan dari organisasi Rukun Minahasa Didirikan 25 April 1919 oleh Samuel Ratulangie.
Jong Minahasa dan Jong Celebes (1917) tidak bisa tumbuh menjadi besar karena jumlah jumlah pelajar dari Sulawesi tidak begitu banyak
Perserikatan Madura
Didirikan 1912 di surabaya organisasi ini tidak bergerak dibidang politik.
Perkumpulan Kaum Betawi Didirikan oleh pemuda Betawi Mohamma Hoesni Thamrin .
Tujuan untuk memajukan perniagaan pertukangan, &
pendidikan
Sarekat Pasundan Berdiri 1914 di Batavia
Tujuan untuk melindungi &
memajukan adat istiadat di
tanah Pasundan,
mempertinggi kecerdasan, kesopanan, & kemasyarakatan suku Sunda. Diwah pimpinan Otto Iskadardinata organisasi ini gencar mengadakan kritik terhadap pemerintah kolonial Belanda
ORGANISASI WANITA
PUTRI MARDIKO (1912)
KAUTAMAN ISTRI (1913)
KARTINI FUNDS
AISYAH
SARIKAT PUTRI ISLAM, INA TUNI (Jong Ambon), Jong Java Meisjekring (Jong Java), Jong Islametan Bond Dames
Agdeling (Jong Islametan)
Organisasi wanita pertama
Bagian dari organisasi Budi Utomo
Organisasi ini yang menaungi sekolah yang
didirikan Dewi Sartika Inisiatif dari Ny. Van Deventer, mendirikan
sekolah-sekolah Ny. Siti Wardah (Ahmad Dahlan),
bagian dari Muhammadyah
PARTAI KOMUNIS INDONESIA
Didirikan oleh Sneevliet, JA. Bransteder, dan P. Bregsma di Semarang 9 Mei 1945. semarang dipilih karena banyak buruh pelabuhan yang dianggap cocok untuk perkembangan komunis.
Semula PKI bernama ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeniging). Pada tanggal 23 Mei 1920 ISDV diubah menjadi Patai Komunis Hindia.
Ketua Semaun, Wakil Ketua Darsono, Sekretaris Bregsma , Bendahara Dekker (Belanda). Partai Komunis Hindia diubah PKI pada 20 Desember 1920.
PKI merupakan organisasi merugikan perjuangan karena
melakukan pemberontakan sehingga membuat perjuangan
(organisasi pergerakan nasional) selalu mendapatkan tekanan dari
pemerintah Hindia Belanda.
Jika di belakang kita harus mampu memberi dorongan
TAMAS SISWA
Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada 3 Juli 1922
Tujuannya untuk mendidik & menggembleng golongan muda agar tumbuh rasa cinta tanah air dan semangat anti penjajahan.
Semboyan/ asasnya :
1. Ing ngarso sung tuladha, artinya pemimpin harus bisa sebagai contoh bagi mereka yang dipimpin
2. Ing madya mangun karsa, artinya pemimpin jika berada ditengah – tengah harus mampu memberi semangat untuk kemajuan
3. Tut wuri handayani, artinya pemimpin jika dibelakang harus mampu memberi dorongan
Beliau dianggap sebagai bapak pendidikan Indonesia karena
menjadi peletak dasar bagi pelaksanaan pendidikan di
Indonesia
ORGANISASI BURUH
Pada awal abad ke 20 di Indonesia muncul organisasi seperti Saat Spoorwegen (SS Bond), Vereniging Van Sporr Entraweg Persneel (VSTP) & Perserikatan Pegawai Pegadaian Bumiputera (PPPB). Tokoh pembela buruh yang terkenal Pangeran Suryaningrat (Suryopranoto) cucu Pakualaman III. Kakak Ki Hajar Dewantara.
Atas usulan Suryapranoto th 1919 dalam tubuh SI berhasil dibentuk Persatuan Perhimpunan Kaum Buruh (PPKB) yang bekerja atas : melaksanakan perjuangan kelas, mengadakan aksi politik sesuai tujuan demokrasi sosial, &
mengadakan usaha-usaha koperasi. PPKB akhirnya pecah menjadi kelompok Yogyakarta (Suryopranoto, H. Agus Salim & Abdul Muis), & kelompok Semarang (Semaun & Alimin). Aksi pemogokan kel. Yogyakarta bertujuan menuntut kenaikan upah buruh, sedangkan kelompok Semarang mencapai politik berdasarkan paham Marxisme. Reaksi pemerintah Belanda sbg akibat pemogokan tersebut, buruh yang ikut pemogokan dipecat & ditangkap. Untuk membantu kel. Buruh Suryopranoto mendirikan “Komite Hidup Merdeka”.
Karena kegiatannya diperburuhan dan kritikannya diberbagai surat kabar,
Suryopranoto berkali-kali masuk penjara kolonial
BANGKITNYA NASIONALISME
MODERN
PARTAI NASIONAL INDONESIA ber
Didirikan 4 Juli 1927 oleh Ir. Sukarno,adisuryo, Mr. Sunaryo, Anwari, Mr. Sartono, Mr.
Iskaq Cokroadisuryo, Mr. Sunaryo, M. Boediarto. Pada Konggres Perserikatan Nasional I di Surabaya organisasi ini diubah menjadi Partai Nasional Indonesia. Tujuannya mencapai Indonesia merdeka atas usaha sendiri. Ideologi yang dikembangkan adalah Marhaenisme, bersifat mandiri, dan nonkooperatif.
Ditinjau dari segi perjuangannya, PNI bersifat
1. Self-Help artinya berusaha menolong dirinya sendiri 2. Self-Reliance artinya percaya pada diri sendiri
3. Self-Diterninition artinya menentukan nasib sendiri sebagai bangsa merdeka 4. Nonkooperatif artinya berjuang mencapai kemerdekaan atas kekuatan sendiri
Pada 29 Desember 1929 berkembang isu bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan, oleh karena itu tokoh-tokohnya pun ditangkap, & diajukan ke pengadilan kolonial di Bandung. Tokoh tersebut diantaranya Ir. Sukarno, Maskun, Supriadinata, Gatot Mangkupraja.Diruang sidang itu Ir Sukarno melakukan pembelaan dengan judul
“Indonesia Menggugat”. Meskipun pemerintah kolonial Belanda tidak dapat membuktikan tuduhannya, Sukarno dan teman lainnya dijatuhi hukumn pengasingan.
25 April 1931 PNI dibubarkan oleh Belanda.