• Tidak ada hasil yang ditemukan

20 Tahun LPJK: Konstruksi Indonesia 2001-2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "20 Tahun LPJK: Konstruksi Indonesia 2001-2020"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

Dalam pembangunan infrastruktur, sektor jasa konstruksi memegang peranan penting dan strategis dalam menghasilkan produk pekerjaan konstruksi yang berkualitas. Partisipasi masyarakat salah satunya melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dalam membangun kemandirian dan meningkatkan daya saing jasa konstruksi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang kemudian disusul dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembentukan Lembaga Pembina Jasa Konstruksi telah membawa perubahan mendasar terhadap keberadaan dan peran LPJK.

Penerbitan undang-undang tersebut bertujuan untuk mampu menjawab berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi sektor jasa konstruksi. Salah satunya dengan memperbaiki tata kelola dan kelembagaan jasa bangunan serta memperkuat peran masyarakat jasa bangunan. Oleh karena itu, saya menyambut baik inisiatif LPJK untuk mencatat sejarah Jasa Konstruksi Norwegia dalam bentuk buku “20 Tahun Bersama LPJK” yang disusun secara komprehensif dan sistematis.

Saya yakin buku ini akan memberikan banyak manfaat berharga bagi para pemangku kepentingan dan pemerhati jasa konstruksi nasional. Semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua dalam pengembangan jasa konstruksi nasional di masa depan.

KATA PENGANTAR

2 Tahun 2017, sedangkan alasan kedua terkait dengan perlunya informasi yang lengkap mengenai profil jasa konstruksi Indonesia. Kedua hal ini berkaitan dengan keyakinan bahwa keberhasilan suatu ide atau inisiatif hanya dapat tercapai jika dilandasi oleh kondisi nyata. Buku ini juga mengulas secara singkat namun lengkap wajah konstruksi Indonesia dari berbagai aspek seperti prinsip pengelolaan, peran konstruksi dalam pembangunan nasional, kinerja dan kapasitas.

Berangkat dari uraian berbagai aspek tersebut, buku ini juga mencoba melihat wajah konstruksi Indonesia di masa depan, ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia memasuki usia seratus tahun pertama pada tahun 2045. Buku ini bukanlah hasil karya LPJK, melainkan cerminan hasil upaya berkelanjutan bersama berbagai pemangku kepentingan dalam membangun dan mengembangkan Jasa Konstruksi Nasional. Terima kasih juga saya sampaikan kepada para kontributor yang telah mencurahkan waktu dan pikirannya untuk mempersiapkan naskah buku ini.

Tulisan-tulisan dalam buku ini tidak serta merta mencerminkan posisi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional, melainkan merupakan pandangan pribadi masing-masing penulis. Kami berharap keberadaan buku ini dapat menjadi acuan dan sumber inspirasi dalam merumuskan kebijakan terkait penciptaan lingkungan konstruksi Indonesia yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

DAFTAR TABEL

PT Angkasa Pura ..71 Tabel 3.23 Pembangunan infrastruktur oleh PT Pelindo ... 72 Tabel 3.24 Pembangunan infrastruktur oleh PT Pertamina. 73 Tabel 3.25 Pembangunan infrastruktur oleh PT PLN ..74 Tabel 3.26 Pembangunan infrastruktur oleh BUMN lain ..74 Tabel 3.27 Pembangunan infrastruktur oleh konsorsium BUMN ..75 Tabel 3.28 Pembangunan infrastruktur di sektor swasta. 79 Tabel 3.34 Investasi infrastruktur melalui pembiayaan pinjaman .. dan/atau hibah luar negeri .. 80 Tabel 4.1 Hasil jasa konstruksi nasional*).

KONSTRUKSI DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR OLEH PEMERINTAH 2000–2020

  • Pembangunan Infrastruktur oleh Kementerian PUPR
  • Pembangunan Infrastruktur oleh Kementerian ESDM
  • Pembangunan Infrastruktur oleh Pemerintah Daerah

Pembangunan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dilaksanakan oleh pemerintah pusat (di tingkat nasional) dan pemerintah daerah (di tingkat provinsi dan kabupaten) dengan. Data mengenai besaran hibah yang digunakan untuk pengembangan infrastruktur sumber daya alam pada tahun 2015 hingga 2019 dapat dilihat pada Gambar 3.2. Data mengenai besaran dana hibah yang digunakan untuk membangun infrastruktur jalan berupa jalan, jembatan, dan jalan raya pada tahun 2015 hingga tahun 2019 dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Pembangunan Pembangunan Infrastruktur Tabel 3.7 Pembangunan Infrastruktur oleh Sektor Pekerjaan Umum Kementerian PUPR. sumber: Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR). Pembangunan infrastruktur permukiman yang dilakukan sektor Cipta Karya pada tahun 2015 hingga 2019 berupa pembangunan pada kategori permukiman perkotaan, permukiman perdesaan, dan permukiman regional. Dari ketiga kategori tersebut, pembangunan infrastruktur perumahan terbesar dilakukan di permukiman perdesaan selama periode 2015–2019.

Data terkait perkembangan pembangunan infrastruktur permukiman yang dilakukan sektor Cipta Karya dalam mencapai tujuan program peningkatan pelayanan infrastruktur dasar permukiman yang layak disajikan pada Tabel 3.8. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur permukiman di perkotaan, perdesaan, dan kawasan khusus, serta pembangunan SPAM; alokasi dana terbesar digunakan untuk pembangunan permukiman. Data besaran pembiayaan yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur perumahan antara tahun 2015 hingga 2019 dapat dilihat pada Gambar 3.5.

Capaian terbesar dalam pembangunan infrastruktur perumahan yang dilakukan oleh Bidang Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah pembangunan apartemen. Data terkait perkembangan pembangunan infrastruktur perumahan yang dilakukan oleh Bidang Perumahan Kementerian PUPR periode tahun 2015-. Dana pembangunan infrastruktur perumahan, yaitu apartemen, rumah khusus, dan rumah swadaya, sebagian besar dihabiskan untuk pembangunan apartemen.

Data mengenai besaran alokasi dana yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur perumahan dari tahun 2015 hingga 2018 dapat dilihat pada Gambar 3.7. Pembangunan infrastruktur yang ada dapat diukur dari tingkat pemenuhan kebutuhan masyarakat dan kemampuan kelancaran kegiatan di sektor perekonomian, kesehatan, dan pendidikan. Perkembangan infrastruktur kesehatan dalam pelaksanaan Program Indonesia Sehat yang telah dilaksanakan Indonesia dapat dilihat pada Gambar 3.13.

Peningkatan pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan terlihat dari peningkatan investasi yang dilakukan oleh berbagai pihak yaitu swasta, BUMN, BUMD, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Data lengkap mengenai investasi yang telah dilakukan dalam pengembangan infrastruktur pariwisata dapat dilihat pada Gambar 3.15 dan Gambar 3.16.

Gambar 3.1  Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan (sumber: galeri foto Kementerian PUPR)
Gambar 3.1 Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan (sumber: galeri foto Kementerian PUPR)

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR OLEH BUMN 2000–2020

  • Pembangunan Infrastruktur oleh PT Jasa Marga
  • Pembangunan Infrastruktur oleh PT Pelindo
  • Pembangunan Infrastuktur oleh PT PLN
  • Pembangunan Infrastruktur oleh BUMN Lainnya
  • Pembangunan Infrastruktur oleh Swasta 2000–2020
  • Pembangunan Jalan Rel
  • Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum
  • Pembangunan Jalan Tol
  • Pembangunan Infrastruktur oleh KPBU-Pembangunan LainnyaLainnya
  • Pembangunan Infrastruktur oleh Investasi Asing 2000 – 20202020

Sejak akhir tahun 1980an, investasi jalan tol semakin menarik perhatian sektor non-pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan, melalui program Build, Operate and Transfer (BOT). Sektor transportasi lain yang investasi infrastrukturnya dilakukan oleh BUMN antara lain perkeretaapian (PT KAI), angkutan udara (PT Angkasa Pura), angkutan laut (PT Pelindo) dan BUMN lain di sektor angkutan darat lainnya. 04 Tahun 1978, yang tugas pokoknya adalah merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara jalan tol beserta perlengkapannya agar dapat berfungsi sebagai jalan raya yang memberikan manfaat lebih tinggi dibandingkan jalan umum tanpa tol.

Hingga tahun 1987, Jasa Marga merupakan satu-satunya operator jalan tol di Indonesia yang pembangunannya dibiayai pemerintah dengan dana yang berasal dari pinjaman luar negeri dan penerbitan obligasi Jasa Marga. Jalan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) merupakan tonggak sejarah perkembangan industri jalan tol tanah air yang mulai beroperasi pada tahun 1978 dan merupakan jalan tol pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh Jasa Marga. Dari grafik di atas terlihat pertumbuhan investasi jalan tol yang dilakukan kelompok usaha PT Jasa Marga terus tumbuh hingga mencapai nilai Rp 20,7 triliun pada tahun 1999, dengan aset tercatat jalan tol sepanjang 1.162 km. tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Beberapa investasi jalan tol PT Jasa Marga juga dilakukan melalui mekanisme kerja sama dengan badan usaha lain. Pembangunan infrastruktur transportasi udara bertujuan untuk meningkatkan konektivitas udara, transportasi dan logistik melalui revitalisasi dan pembangunan bandara baru di berbagai wilayah di Indonesia untuk melayani transportasi domestik dan internasional. Pada sektor energi khususnya sektor migas, investasi infrastruktur PT Pertamina (Persero) fokus pada sektor hilir berupa pembangunan kilang minyak baru dan modernisasi kilang lama.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pihak swasta dilakukan melalui mekanisme PKBU atau penanaman modal langsung, baik dari dalam maupun luar negeri. 70 Tahun 2010 tentang Penjaminan Infrastruktur pada Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha yang dilakukan melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur telah mendorong minat dan peran swasta dalam berinvestasi di sektor infrastruktur. Sejak tahun 2010, rencana investasi dan investasi infrastruktur oleh sektor swasta terus meningkat, khususnya di bidang transportasi, energi, SPAM, komunikasi dan pengembangan kawasan ekonomi khusus.

Selain membangun tiga jaringan jalan kereta api seperti terlihat pada Tabel 3.28, pemerintah juga memasukkan rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Timur oleh PT Kereta Api Borneo senilai Rp53,3 triliun dalam program penyediaan infrastruktur prioritas. Meski mayoritas masih dimiliki oleh BUMN (52% PT Jasa Marga, 12% PT Waskita Karya, dan 13% PT Hutama Karya), investasi swasta dalam pembangunan jalan tol mulai meningkat, terutama setelah pemerintah memberikan insentif yang berbeda-beda. pendanaan. dan mekanisme pengadaan.tanah. Dua kelompok swasta terbesar dalam investasi jalan tol adalah kelompok usaha Astra dan kelompok usaha Citra Marga Nusaphala Persada Tbk yang masing-masing menguasai 12% dan 5% dari seluruh jaringan jalan tol Indonesia sepanjang 2.310 km.

Dalam sepuluh tahun terakhir, investasi jalan tol ini terus meningkat hingga sekitar Rp 30 triliun. Data yang dihimpun Bappenas menunjukkan Kementerian PUPR termasuk kementerian dan lembaga pemerintah yang mendapat perhatian bantuan keuangan dari luar negeri.

Gambar 3.19  Investasi Jalan Tol (sumber: Badan Pengatur Jalan Tol – BPJT)
Gambar 3.19 Investasi Jalan Tol (sumber: Badan Pengatur Jalan Tol – BPJT)

Gambar

Gambar 3.1  Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan (sumber: galeri foto Kementerian PUPR)
Tabel 3.2  Capaian Program Sektor Sumber Daya Air tahun 2015–2019 (sumber: LAKIP Ditjen SDA Tahun 2019)
Tabel 3.3  Capaian Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (sumber: Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR)
Tabel 3.4  Capaian Pembangunan Jaringan Irigasi  (sumber: Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi dosen Fakultas Teknik, terhadap kebijakan implementasi remunerasi pada Universitas Pattimura.Persepsi terkait implementasi remunerasi