• Tidak ada hasil yang ditemukan

2019kmkemenhub051

N/A
N/A
Anggi Sanjaya

Academic year: 2025

Membagikan "2019kmkemenhub051"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 51 TAHUN 2019

TENTANG

PENETAPAN TRASE JALUR KERETA API UMUM NASIONAL LINTAS RANGKASBITUNG-LABUAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 115 Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2017, diatur bahwa Menteri menetapkan trase jalur kereta api nasional sesuai dengan rencana induk perkeretaapian;

b. bahwa dalam menetapkan trase jalur kereta api nasional, Menteri membentuk Tim Evaluasi yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 253 Tahun 2018 tentang Tim Evaluasi Trase Jalur Kereta Api Tahun 2018;

c. bahwa berdasarkan evaluasi dari aspek legalitas, aspek teknis, dan aspek perencanaan terhadap dokumen permohonan penetapan trase jalur kereta api umum nasional lintas Rangkasbitung-Labuan oleh Tim Evaluasi Trase Jalur Kereta Api Tahun 2018, pada prinsipnya telah memenuhi persyaratan;

d. bahwa ...

(2)

Mengingat

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penetapan Trase Jalur Kereta Api Umum Nasional Lintas Rangkasbitung-Labuan;

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4722);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5048) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6022);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5086) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 264, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5961);

4. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

5. Peraturan ...

(3)

5. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 75);

6. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2011 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 32);

7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 11 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Trase Jalur Kereta Api (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 164);

8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 122 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1756);

9. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 253 Tahun 2018 tentang Tim Evaluasi Trase Jalur Kereta Api Tahun 2018;

10. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 881 Tahun 2018 tentang Reviu Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019;

11. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 2128 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Perkeretaapian

Nasional;

Memperhatikan: 1. Surat Gubernur Banten Nomor 078/3500-DHKI/2016 tanggal 29 Juli 2016 perihal Rekomendasi Trase Jalur Kereta Api Lintas Rangkasbitung-Labuan;

2. Surat Bupati Lebak Nomor 050/14-Bapp/2016 tanggal 19 Juli 2016 perihal Rekomendasi Trase Jalur KA Lintas Rangkasbitung-Labuan dan Saketi-Bayah;

3. Surat Bupati Pandeglang Nomor 656.2/1472- Bapp/2016 tanggal 13 September 2016 perihal Rekomendasi Trase Jalur Kereta Api Lintas Rangkasbitung-Labuan;

4. Berita ...

(4)

Menetapkan

PERTAMA

4. Berita Acara Evaluasi Penetapan Trase Jalur Kereta Api Umum Nasional Lintas Rangkasbitung-Labuan tanggal 25 Januari 2018;

MEMUTUSKAN:

: KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PENETAPAN TRASE JALUR KERETA API UMUM NASIONAL LINTAS RANGKASBITUNG-LABUAN.

: Menetapkan trase jalur kereta api umum nasional lintas Rangkasbitung-Labuan sepanjang + 55,8 kilometer dengan peta berskala 1 : 50.000 yang dilengkapi titik-titik koordinat trase jalur dan stasiun kereta api sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini dengan ketentuan sebagai berikut:

a. titik-titik koordinat trase jalur kereta api umum nasional lintas Rangkasbitung-Labuan:

K m

K o o r d in a t

X (m ) Y (m ) Z (m )

0+000 638.015,5570 9.298.105,7560 24,00 1+000 637.093,7240 9.298.202,7800 27,27 2+000 636.180,3660 9.298.529,2680 36,02 3+000 635.429,3090 9.299.149,1750 36,22 4+000 634.518,9870 9.298.853,3120 50,96 5+000 633.592,5890 9.298.506,7440 62,28 6+000 632.649,9190 9.298.528,2040 65,03 7+000 631.859,2230 9.298.806,3560 78,43 8+000 631.015,3010 9.299.221,1270 83,72 9+000 630.032,8300 9.299.120,6760 85,88 10+000 629.049,7160 9.299.078,5470 98,57 11+000 628.120,7360 9.299.008,2100 111,26

Km ...

(5)

K m

K o o r d in a t

X (m ) Y (m ) Z (m )

12+000 627.655,1160 9.299.777,1040 123,95 13+000 627.819,7850 9.300.377,3000 131,30 14+000 626.844,0210 9.300.195,3550 137,38 15+000 625.984,8080 9.299.786,9900 145,82 16+000 625.200,7430 9.300.401,6630 156,19 17+000 624.285,1650 9.300.784,6440 161,50 18+000 623.294,7650 9.300.647,2950 161,50 19+000 622.514,4290 9.300.073,4870 161,50 20+000 621.802,2130 9.299.371,5270 160,50 21+000 621.006,0710 9.298.771,7300 159,50 22+000 620.119,0040 9.298.408,6590 159,50 23+000 619.172,3790 9.298.090,4250 159,30 24+000 618.406,8000 9.297.467,0500 159,80 25+000 617.431,2420 9.297.398,7210 160,39 26+000 616.571,5850 9.296.905,8200 160,39 27+000 615.775,8710 9.296.300,2100 158,44 28+000 614.939,1540 9.295.770,2590 159,29 29+000 613.979,3720 9.295.500,6010 152,37 30+000 613.088,3080 9.295.108,1530 146,45 31+000 612.100,3370 9.294.953,5110 138,40 32+000 611.202,2270 9.294.647,0560 134,09 33+000 611.028,3470 9.293.705,2510 125,95 34+000 610.419,5650 9.292.937,4080 114,33 35+000 609.744,1740 9.292.203,4430 109,57 36+000 609.048,4340 9.291.874,1720 101,47 37+000 608.116,8040 9.291.856,6390 97,47 38+000 607.278,8150 9.292.296,3060 89,47 39+000 606.373,5660 9.292.684,2520 82,68

Km ...

(6)

K m

K o o r d in a t

X (m ) Y (m ) Z (m )

40+000 605.443,3270 9.293.049,6870 82,68 41+000 604.462,7360 9.293.236,8610 82,68 42+000 603.515,4760 9.293.476,1250 80,30 43+000 602.544,7670 9.293.454,3700 69,75 44+000 601.607,6960 9.293.774,9280 62,45 45+000 600.652,4710 9.294.018,1480 54,35 46+000 599.676,3520 9.294.104,5030 47,81 47+000 598.698,5910 9.293.895,0060 42,87 48+000 597.707,3650 9.293.850,6160 32,98 49+000 596.720,3890 9.293.796,8840 26,65 50+000 595.777,5120 9.293.497,7410 19,49 51+000 595.204,9720 9.294.264,9990 14,91 52+000 594.381,3560 9.294.413,3380 8,59 53+000 593.438,2000 9.294.372,6660 2,83 54+000 592.455,6930 9.294.186,4380 2,83 55+000 591.636,5370 9.294.633,0640 2,83 55+777 591.183,0870 9.295.262,5050 2,83 b. titik-titik koordinat stasiun kereta api lintas

Rangkasbitung-Labuan:

N a m a S ta s iu n

K o o rd in a t

L o k a s i S ta s iu n

X Y Z

Warunggunung 630.897,0394 9.299.241,8293 83,90 8+120 Pandeglang 622.776,9166 9.300.332,1943 161,50 18+631 Kadukacang 616.740,1465 9.297.036,9647 160,39 25+786 Saketi 609.812,6702 9.292.269,5082 109,57 34+904 Menes 601.646,3315 9.293.754,4727 82,68 43+956 Babakan Lor 596.588,4779 9.293.739,1463 47,81 49+143 Labuan 591.328,3331 9.295.048,0681 2,83 55+518

c. trase ...

(7)

KEDUA

c. trase jalur kereta api lintas Rangkasbitung-Labuan melalui:

1. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten; dan 2. Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

d. lokasi stasiun kereta api lintas Rangkasbitung- Labuan:

1. Stasiun Warunggunung berada di Kabupaten Lebak;

2. Stasiun Pandeglang berada di Kabupaten Pandeglang;

3. Stasiun Kadukacang berada di Kabupaten Pandeglang;

4. Stasiun Saketi berada di Kabupaten Pandeglang;

5. Stasiun Menes berada di Kabupaten Pandeglang;

6. Stasiun Babakan Lor berada di Kabupaten Pandeglang; dan

7. Stasiun Labuan berada di Kabupaten Pandeglang.

e. rencana total kebutuhan lahan seluas ± 4,68 Ha.

: Trase jalur kereta api umum nasional lintas Rangkasbitung-Labuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA menjadi acuan dalam melaksanakan:

a. penyusunan kajian dokumen lingkungan hidup dan pengajuan permohonan izin lingkungan;

b. penyusunan kajian teknis jalur kereta api yang lebih terperinci; dan

c. perencanaan pengadaan tanah dan pengajuan permohonan penerbitan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) oleh Gubernur Provinsi Banten.

KETIGA: ...

(8)

KETIGA : Trase jalur kereta api umum nasional lintas Rangkasbitung-Labuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

KEEMPAT : Titik-titik koordinat trase jalur kereta api umum nasional lintas Rangkasbitung-Labuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dapat bergeser sesuai dengan kondisi lapangan dengan batas maksimal 100 meter sisi kiri dan/atau sisi kanan dari titik-titik koordinat yang telah ditetapkan serta dengan memperhatikan aspek keselamatan, aspek teknis, dan rencana tata ruang wilayah setempat.

KELIMA : Dalam hal pergeseran titik-titik koordinat trase jalur kereta api umum nasional lintas Rangkasbitung-Labuan melebihi batas maksimal sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT, maka dilakukan perubahan penetapan trase.

KEENAM : Direktur Jenderal Perkeretaapian melaksanakan pembinaan dan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan Keputusan Menteri ini.

KETUJUH: ...

(9)

KETUJUH : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada:

1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;

2. Menteri Dalam Negeri;

3. Menteri Keuangan;

4. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;

5. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

6. Menteri Agraria dan Tata Ruang;

7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas;

8. Gubernur Banten;

9. Bupati Lebak;

10. Bupati Pandeglang;

11. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 22 Februari 2019 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

BUDI KARYA SUMADI

\

Referensi

Dokumen terkait

Trase ini pada dasarnya mengacu pada jalur kereta api lama yaitu dimulai dari eksisting Stasiun Tugu menelusuri jalan parangtritis yang membelah kawasan pemukiman

Pengiriman data koordinat posisi kereta api dengan media pengiriman SMS melalui ponsel pada sistem pensinyalan lalu lintas kereta api pada contoh kasus jalur kereta api

k d 10.Pembangunan KA Kalimantan dan Sulawesi serta penyelesaian jalur kereta api lintas Sumatera, serta peningkatan kapasitas jalur eksisting menjadi jalur ganda di Sumatera

Semakin meningkatnya jumlah sarana kereta api membuat lalu lintas perjalanan kereta api juga menjadi semakin padat sementara peningkatan jumlah jalur cenderung

kapasitas lintas jalur kereta api, meningkatkan kapasitas angkut baik KA Penumpang maupun KA barang, serta mengurangi persilangan antar kereta api, yang

(1) Permohonan penetapan trase jalur kereta api yang melintasi batas wilayah kabupaten/kota dalam satu provinsi, diajukan kepada gubernur dilengkapi dengan dokumen

Trase ini pada dasarnya mengacu pada jalur kereta api lama yaitu dimulai dari eksisting Stasiun Tugu menelusuri jalan parangtritis yang membelah kawasan pemukiman

Laporan praktikum tugas besar perencanaan drainase di area lintas jalur kereta api Bendungan Gerak