• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. KONSEP KEWIRAUSAHAAN PPT

N/A
N/A
fitria

Academic year: 2023

Membagikan "3. KONSEP KEWIRAUSAHAAN PPT"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP

KEWIRAUSAHAAN

Ns. Linda Oktaviani,S.Kep

(2)

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan berasal dari bahasa kata “Entrepreneur“. Dari bahasa Perancis

“Entreprende” yang artinya petualan, pengambil risiko, kontraktor kemampuan

seorang manajer risiko (risk manager) yang menuju pada ilmu/sikap mental/jiwa yang

ada pada wirausaha untuk menjadikan sumber daya yang ada dengan beberapa

perpaduan ide kreatif, inovatif, dan original yang seluruhnya dikemas dalam visi

untuk dijadikan suatu peluang yang output adalah membawa keuntungan untuk

dirinya dan orang lain yang terlibat dengannya.

(3)

KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:6-7), terdapat delapan karakteristik kewirausahaan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

a.

Rasa tanggung jawab (desire for responsibility), yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu berkomitmen dan wawas diri.

b.

Memilih resiko yang moderat (preference for moderate risk) , yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.

c.

Percaya diri terhadap kemampuan sendiri (confidence in their ability to success), yaitu memiliki kepercayaan diri atas kemampuan yang dimilikinya untuk memperoleh kesuksesan.

d.

Menghendaki umpan balik segera (desire for immediate feedback ), yaitu selalu menghendaki adanya umpan balik dengan segera, ingin cepat berhasil.

e.

Semangat dan kerja keras (high level of energy), yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan

keinginannya demi masa depan yang lebih baik.

(4)

LANJUTAN…

f. Beriorientasi ke depan ( future orientation), yaitu beriorientasi masa depan dan memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan.

g. Memiliki keterampilan berorganisasi ( skill at organizing) , yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.

h. Menghargai prestasi (value of achievement over money), yaitu lebih menghargai

prestasi daripada uang.

(5)

KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

Dilihat dari dimensi sikap dan perilakunya, wirausahawan yang sukses menurut Timmons dan McClelland (1961) yang dimuat dalam karya Thomas W.Zimmerer (1996: 6-8) memiliki karakteristik sebagai berikut:

a. Komitmen dan tekad yang kuat (commitment and determination), yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatian terhadap usaha. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam bewirausaa

b. Bertanggung jawab (desire for responsibility), yaitu memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan dan keberhasilan berwirausaha, oleh karena itu wirausahawan akan wawas diri secara internal.

c. Berobsesi untuk mencari peluang (opportunity obsession), yaitu berambisi untuk selalu mencari peluang. Keberhasilan wirausahawan selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan terjadi apabila terdapat peluang.

d. Toleransi terhadap resiko dan ketidakpastian (tolerance for risk, ambiguity, and uncertainty). Wirausahawan harus belajar mengelola risiko dengan cara mentransfernya kepada pihak lain, seperti bank, investor, konsumen, pemasok, dan lain-lain. Wirausahawan yang berhasil biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang berbeda dan ketidak pastian.

e. Percaya diri ( self confidence). Wirausahawan cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang dimiliki untuk berhasil.

f. Kreatif dan fleksibel (creativity and flexibility), yaitu berdaya cipta dan luwe. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan.

Kemampuanuntuk menaggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi.

(6)

LANJUTAN…

g.

Selalu menginginkan umpan balik yang segera (desire for immediate feedback ). Wirausahawan selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang telah dikerjakannya. Oleh karena itu, dalam memperbaiki kinerjanya, wirausahawan selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan belajar dari kegagalan.

h.

Memiliki tingkat energi yang tinggin (high level of energy). Wirausahawan yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding kebanyakan orang sehingga ia lebih suka bekerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama.

i.

Dorongan untuk selalu unggul (motivation to excel) . Wirausahawan selalu ingin lebih unggul dan berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihi dari standar yang ad, tidak mengerjakan sesuatu sama dengan standar yang ada. Motivasi ini muncul dari dalam diri (internal) dan jarang dari faktor eksternal.

j.

Berorientasi ke masa depan (orientation of te future). Untuk tumbuh dan berkembang , wirausahawan selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik.

k.

Selalu belajar dari kegagalan (willingnes to learn from failure). Wirausahawan yang berhasil tidak pernah takut akan kegagalan. Ia selalu memfokuskan kemampuannya pada keberhasilan.

l.

Memiliki kemampuan dalam kepemimpinan (leadership ability). Wirausahawan yang berhasil memiliki kemampuan

untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan serta harus memiliki taktik mediator dan negosiator daripada diktator.

(7)

UNSUR UNSUR KEWIRAUSAHAAN

1) Unsur daya pikir (kognitif)

Daya pikir adalah sumber dan awal kelahiran kreasi dan temuan baru serta yang terpenting ujung tombak kemajuan suatu umat.

2) Unsur keterampilan

keterampilan merupakan tindakan raga untuk melakukan suatu kerja. Penguasaan keterampilan yang serba material ini juga merupakan tuntutan yang harus dilakukan untuk setiap muslim dalam rangka melaksanakan tugasnya

3) Unsur sikap mental maju

Sukses hanya dapat diraih jika terjadi senergi antara pemikiran, keterampilan dan seluruh aktivitas

keseharianya. Identitas itu tampak pada kepribadian seorang muslim, yakni pada pola pikir (aqliyyah) dan

pola bersikapnya yang dilandaskan pada aqidah Islam. Disini, nampak jelas bahwa sikap mental maju

sesungguhnya adalah buah dari pola sikap yang didorong secara produktif oleh pola pikir Islami.

(8)

UNSUR UNSUR KEWIRAUSAHAAN

4) Unsur intuisi (kewaspadaan)

Intuisi atau yang dikenal sebagai feeling adalah sesuatu yang abstrak, sulit

digambarkan namun seringkali menjadi kenyataan jika dirasakan dan diyakini

benar dan lalu diusahakan

(9)

KONSEP KEWIRAUSAHAAN

1.

Dream ; mempunyai visi terhadap masa depan dan mampu mewujudkannya

2.

Decisiveness ; tidak bekerja lambat, membuat keputusan berdasar perhitungan yang tepat.

3.

Doers ; membuat keputusan dan melaksanakannya

4.

Determination ; melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian

5.

Dedication ; mempunyai dedikasi tinggi dalam berusaha

6.

Devotion ; mencintai pekerjaan yang dimiliki

7.

Details ; memperhatiakn faktor-faktor kritis secara rinci

8.

Destiny ; bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yanghendak dicapai

9.

Dollars ; motivasi bukan hanya uang

10.

Distribute ; mendistribusikan kepemilikannya terhadap orang yang dipercayai

(10)

SPIRIT KEWIRAUSAHAAN

Spirit of Entrepreneurship atau semangat kewirausahaan adalah peluang, kreativitas,

dan inovasi adalah jalan untuk menuju sebuah jembatan kemenangan dari semangat

kewirausahaan yang ditanamkan agar siap dalam menghadapi persaingan di dunia

bisnis, sekaligus suatu solusi yang sekaligus menjadi sebuah nilai (value) yang perlu

ditambahkan ke dalam perusahaan untuk melengkapi keterampilan manajerial

tersebut.

(11)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SPIRIT WIRAUSAHA

1. Figure bagi seseorang guna membangkitkan semangat atau spirit ; karena melihat orang itu sukses dan kaya, maka ia ingin menjadi seperti orang itu.

2. Suka mencari tantangan baru untuk menciptakan gairah, yaitu cinta akan kewirausahaan.

3. Kepepet atau keterpaksaan karena harus tetap bertahan dan hidup semangat bisa muncul karena keinginan untuk tetap bertahan hidup.

4. Keinginan untuk memperbaiki taraf hidup yang lebih baik lagi; tidak ingin miskin selamaya.

5. Mengalami kegagalan dalam meniti karir pekerjaan dan mengambil jalan pintas untuk semangat menjadi wirausahawan.

6. Memang cita-cita sejak kecil untuk menjadi wirausahawan.

(12)

KUNCI AGAR MEMILIKI SPIRIT KEWIRAUSAHAAN

Kunci sukses dalam membangun semangat kewirausahaan adalah tidak takut gagal

dan jangan mengenal arti gagal dalam kamus hidup anda. Bila kita takut gagal,

artinya semangatnya akan turun sebanding dengan besarnya rasa takut untuk

gagal.Keberhasilan kewirausahaan harus didasarkan pada kerja keras, kerja sama

dengan orang lain, penampilan yang baik, yakin, semangat, bergairah pandai

membuat keputusan, mau menambah pengetahuan.

(13)

MODEL SPIRIT KEWIRAUSAHAAN

1. Inovasi

Inovasi adalah suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ideide yang dapat dijual. Ada 4 jenis Inovasi yaitu :

1.

Invensi ( Penemuan baru) Suatu penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasilkreasi manusia.Benda atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian

diadakan dengan hasil kreasi baru.Misalnya penemuan teori belajar, teori pendidikan, teknik pembuatan barang dari palstik, mode pakaian, dan sebagainya.tentu saja munculnya ide atau kreatiffitas berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, dari hal-hal yang sudah ada, tetapi wujud yang ditemukannya benar-benar baru

2.

Ektensi ( Pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya) Ekstensi adalah pengembangan dari

yang sudah ada sebelumnya menjadi hal yang baru. Pengembangan suatu produk, jasa, atau

proses yang sudah ada. Konsep seperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda.

(14)

Lanjutan…

3. Duplikasi ( Penggandaan)

Duplikasi adalah suatu proses ataumetode untuk menciptakan duplikat. Duplikasi artinya menciptakan suatu tiruan dari aslinya. tiruan dari duplikat tersebut harus cukup bagus untuk digunakan selanjutnya.

4. Sintesis ( penggabungan /mengkombinasi)

Sintesis adalah menyatukan gagasan yang terpisah-pisah atau ide yang berbeda-beda

ke dalam suatu kesuluruhan.dengan kata lain sintesis adalah gabungan dari hal-hal

(gagasan, konsep, sifat) menjadi keseluruhan.

(15)

MODEL SPIRIT KEWIRAUSAHAAN

2. Kreativitas

Kreativitas merupakan kemampuan seseorang berfikir dan bertingkah laku.Seseorang yang memiliki kreativitas atau kemampuan berfikir divergensi yang tinggi tidak banyak kesulitan dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.Oleh karena itu, kreativitas yang didefinisikan para ahli selalu berkaitan dengan kemampuan berfikir dan bertingkah laku. Kreativitas adalah sebagai suatu proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya, menghasilkan suatu proses yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut kepada orang lain.

Ciri- ciri orang yang berpikir kreatif di antaranya :

a) Mandiri

b) Terbuka

c) Melihat dengan tidak biasa

d) Percaya diri

e) Rasa ingin tahu

f) Menerima perbedaan

g) Obyektif

h) Berani mengambil resiko

i) Tekun

(16)

MODEL SPIRIT KEWIRAUSAHAAN

3. Motivasi

Secara etimologi motivasi berasal dari bahasa inggris motivation yang memiliki kata

dasar motif yang berarti tujuan atau segala upaya untuk mendorong seseorang dalam

melakukan sesuatu. Motivasi adalah suatu proses yang mendorong atau

mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkan

baik itu secara positif maupun negatif. Motivasi akan memberikan perubahan pada

seseorang yang muncul akibat dari perasaan, jiwa dan emosi sehingga mendorong

untuk melakukan tindakan sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan

tujuan tersebut

(17)

ETIKA DAN

TANGGUNG JAWAB KEWIRAUSAHAAN

Ns. Linda Oktaviani,S.Kep

(18)

ETIKA KEWIRAUSAHAAN

Setiap wirausahawan dalam menjalankan tugasnya selalu berinteraksi dengan pihak lain. Pihak lain itu loyal terhadap wirausahawan bila dia mampu menjaga etika yang baik dan yang benar. Loyalitas pihak lain itu ikut menentukan maju atau mundurnya organisasi wirausahawan itu. Menurut Zimmer (Suryana,2001) etika adalah komitmen untuk melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang tidak benar.

Individu atau kelompok didalam KWU disebut stakebolders. Istilah itu dibagi menjadi 2, Internal

dan eksternal stakebolders. Internaal stakebolder adalah mereka yang aktivitasnya berada didalam

organisasi itu, misalnya karyawan, investor, manajemen, dan pimpinaan. Eksternal stakebolders adalah

mereka yang berpengaruh terhadap organisasi tetapi berada di luar organisasi, misalnya pelanggan,

kreditor, pemasok, pemerintah, dan masyarakat umum.

(19)

NORMA DALAM KEWIRAUSAHAAN

idak kalah pentingnya dalam KWU adalah norma etika. Menurut zimmerer, dikenal 3 tingkatan norma etika, yaitu

1. Hukum, berlaku bagi masyarakat secara umum kaya atau miskin, tahu atau tidak tahu, lelaki ataupun perempuan. Hukum mengatur perbuatan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan.

2. Kebijakan dan prosedur organisasi, memberi arahan khusus kepada setiap orang dalam organisasi untuk mengambil keputusan sehari- harinya.

3. Sikap mental individual, untuk menghadapi keputusan yang tidak di atur oleh

aturan formal. Sumber nilai moral dan sikapmental individual berasal dari

keluarga, agama, sekolah serta pengalaman.

(20)

PRINSIP ETIKA KEWIRAUSAHAAN

1.

Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong.

2.

Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani dan penug pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling percaya.

3.

Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, jangan mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan.

4.

Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara, jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan,behitu juga dalam konteks professional,

jaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan professional yang bebas dan teliti, hndari hal yang tidak pantas dan konflik kepentingan.

5.

Kewajaran/keadilan, yaituberlaku adil dan berbudi luhur, bersedia untuk mengakui kesalahan, dan perlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaan, jangan bertindak

melampaui batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.

(21)

PRINSIP ETIKA KEWIRAUSAHAAN

6.

Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolongmenolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.

7.

Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, jangan merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.

8.

Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.

9.

Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.

10.

Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung jawab atas keputusan

dan konsekuensinya, dan selalu memberi contoh.

(22)

TANGGUNG JAWAB KEWIRAUSAHAAN

1. Tanggung jawab terhadap lingkungan

Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memperhatikan, melestarikan, dan menjaga lingkungan, misalnya tidak membuang limbah yang mencemari lingkungan, berusaha mendaur ulang limbah yang merusak lingkungan, dan menjalin komunikasi dengan kelompok

masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.

2. Tanggung jawab terhadap karyawan

Menurut Ronald J. Ebert (2000:89), semua aktivitas manajemen sumber daya manusia, seperti penerimaan karyawan baru, penggajian, pelatihan, promosi, dan kompensasi merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan. Menurut Zimmerer (2000), tanggung jawab

perusahaan terhadap karyawan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan

b. Meminta masukan dari karyawan

c. Memberikan umpan balik positif ataupun negatif

d. Selalu menceritakan tentang kepercayaan kepada karyawan

e. Membiarkan karyawan mengetahui sebenar-benarnya apa yang mereka harapkan

f. Memberikan imbalan kepada karyawan yang bekerja dengan baik

g. Memberi kepercayaan kepada karyawan

(23)

LANJUTAN…

3. Tanggung jawab terhadap pelanggan

Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pelanggan menurut Ronald J. Ebert (2000:88) ada dua kategori, yaitu (1) menyediakan barang dan jasa yang berkualitas; dan (2) memberikan harga produk dan jasa yang adil dan wajar.

Tanggung jawab sosial perusahaan juga termasuk melindungi hak-hak pelanggan.

Menurutnya, ada empat hak pelanggan, yaitu:

a. Hak mendapatkan produk yang aman

b. Hak mendapatkan informasi segala aspek produk

c. Hak untuk didengar

d. Hak memilih apa yang akan mereka beli

(24)

LANJUTAN…

Sementara itu, menurut Zimmerer (1996), hak-hak pelanggan yang harus dilindungi meliputi hal-hal berikut:

a. Hak keamanan. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan harus berkualitas dan memberikan rasa aman, demikian juga kemasannya.

b. Hak mengetahui. Konsumen berhak untuk mengetahui barang dan jasa yang mereka beli, termasuk perusahaan yang menghasilkan barang tersebut.

c. Hak untuk didengar. Komunikasi dua arah harus dibentuk, yaitu untuk menyalurkan keluhan produk dan jasa dari konsumen dan untuk menyampaikan berbagai informasi barang dan jasa dari perusahaan.

d. Hak atas pendidikan. Pelanggan berhak atas pendidikan, misalnya pendidikan tentang bagaimana menggunakan dan memelihara produk. Perusahaan harus menyediakan program pendidikan agar pelanggan memperoleh informasi barang dan jasa yang akan dibelinya.

e. Hak untuk memilih. Hal terpenting dalam persaingan adalah memberikan hak untuk memilih barang dan jasa yang mereka perlukan. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah tidak mengganggu persaingan dan mengabaikan tentang undang-undang antitrust.

(25)

TANGGUNG JAWAB KEWIRAUSAHAAN

4. Tanggung jawab terhadap investor

Tanggung jawab perusahaan terhadap investor adalah menyediakan imbal hasil atas investasi yang menarik, seperti memaksimumkan laba. Selain itu, perusahaan juga bertanggung jawab untuk melaporkan kinerja keuangan kepada investor seakurat dan setepat mungkin.

5. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya, misalnya

menyediakan pekerjaan dan menciptakan kesehatan serta kontribusi terhadap

masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan tersebut berada.

(26)

THANK YOU

Referensi

Dokumen terkait

1.. Siswa harus memiliki tanggung jawab dalam proses belajarnya. Keberhasilan siswa dalam belajar sangat dipengaruhi oleh tanggung jawab yang dimilikinya. Dengan

Adapun yang dimaksudkan dengan seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber

Bertanggung jawab Pimpinan perusahaan secara garis besar merencanakan, mengatur, mengkoordinasi, mengendalikan dan mengambil keputusan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab

Secara umum, perusahaan atau organisasi bisnis memiliki tiga tanggung jawab, meliputi tanggung jawab ekonomi perusahaan (corporate economic responsibility), tanggung jawab

Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dalam berwirausaha, maksudnya adalah para pelaku wirausaha di tuntut untuk tekun dan giat dalam menjalankan usaha yang

Mata kuliah ini membahasa tentang : konsep kewirausahaan, jiwa dan watak wirausaha, profile wirausahawan sukses, manajemen wirausaha, sumber

1).Responsibilitas (tanggung jawab) adalah eksekusi terhadap tugas yang berhubungan dengan peran tertentu dari perawat. perawat yang selalu bertanggung jawab dalam

31 Tahun 2004 yang mengatur mengenai tanggung jawab pemerintah untuk mengatur dan/atau mengembangkan pemanfaatan plasma nutfah yang berkaitan dengan sumber daya ikan serta mengendalikan