KEUTAMAAN AL-QUR’AN
MEMPELAJARI MEMBACA DAN MENGHAFALNYA
FIRMAN ALLAH SWT MENGENAI AL-QUR’AN
1. Al Quran adalah berkah dan sebagai ilmu bagi siapa saja orang yang mau merenungkan dan berfikir
بِابَلْلْأَا ولْوأُ رَكَّذَتَيَلْو هِتِايَآ اورَبَّدَّيَلْ كٌرَابَمُ كَيَلْإِ هُانَلْزَنْأُ بِاتَكَّ
Artinya: “Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” [QS. Shaad ayat 29].
2. Keutamaan Al Quran sebagai obat bagi manusia
دَّيَزَيَ ﻻَﻭَ ﻦَيَنَمُﺆْﻤُﻠْ*لْ ﺔٌﻤُﺣْﺭَﻭَ ﺀٌﺂﻔَﺷِ وﻫُ امُ ﻥِﺁرَﻘُلْﺍ ﻦَمُ ﻝُ*زَنَنْﻭَ
8ﺍﺭَاﺴَﺧَ* ﻻَﺇَ ﻦَيَﻤُلْا*ﻈّلْﺍ
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang- orang yang zalim selain kerugian” [QS. Al-Israa’: 82].
3. Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi
{
مْﻫُانَقْزَرَ اﻤُمُ اوﻘُﻔَنْأُو ةَلَاصَّلْا اومُاقْأُو هِﻠْلْا بِاتَكَّ نَوﻠْتَيَ ﻦَيَذَلْا ( رَوبَتِ ﻦَلْ 8ةَرَاجَتِ نَوجُرَيَ 8ﺔٌيَنْلَاعَو اGرَسِ
29 مْﻫُرَوجُأُ مْهُيَJفِّويَلْ )
( رَوكُﺷِ رَوﻔَغَ هِنْإِ هِﻠْضْفِّ ﻦَمُ مْﻫُدَّيَزَيَو 30
)
Artinya :
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).
PENDAPAT ULAMA MENGENAI AL-QUR’AN
ظعَاوﻤُلْاو ثيَداﺣْلْأَا هُذَﻫُ يفِّ انْرَﻈّنْ هِﻠْلْا هِﻤُﺣْرَ بيَﻫُو لاقْو “ : ﻦَمُ نَزَحﻠْلْ ا8بَّلَاجَتَسِا دَّﺷِأُ ﻻَو بِوﻠْﻘُﻠْلْ قرَأُ ا8ئًيَﺷِ دَّجَنْ مْﻠْفِّ
هُرَبَّدَّتِو هِﻤُهُﻔَتِو نَآرَﻘُلْا ةَءارَقْ
”Artinya :
“Berkata Wuhaib rahimahullah: “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan menghilangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya”.
Menurut 'Ali ibn Abi Thalib karramallahu wajhah, keutamaan yang diungkap oleh hadist di atas lebih diperuntukkan pada orang yang membacanya di luar salat meski tidak dalam kondisi suci. Adapun, keutamaan orang yang membaca Al-Quran dalam salat serta dilakukan saat berdiri, maka balasan yang diperoleh yakni 100 kebaikan.
Sedangkan, membaca Al-Quran saat duduk salat, maka balasan yang diperoleh yakni 50 kebaikan. Kemudian, membaca Al-Quran dalam keadaan di luar salat meski dengan kondisi suci akan mendapatkan balasan 25 kebaikan
KEUTAMAAN AL-QUR’AN
1. Al-Qur’an adalah kebanggaan umat Islam
هِﻠْلْا يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ تُلْاقْ اهُنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ﺔٌشَئِاعَ ﻦَعَ :
يتَمُا ءأهُبَّ نَاو هِبَّ نَوﻫُابَتَيَ 8افِّرَﺷِ ءيﺷِ لِكُلْ نَا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
( .
هِيَﻠْحلْا يفِّ مْيَعنْ وبَّا هُاورَ نَارَﻘُلْا اهُفِّرَﺷِو
Artinya :
Dari Aisyah r.ha. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai kemuliaan yang mereka banggakan. Dan sesungguhnya kebanggaan dan kemuliaan umatku adalah al Qur’an.” (Hr. Abu Nu’aim – al HIlyah)
2. Keutamaan Al Quran Sebagai Pembela Dihari Akhirat
كَيَﻠْعَ وأُ كَلْ ﺔٌجَﺣْ نَآرَﻘُلْاو
Artinya:
“Al-Qur’an itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu”
[HR. Muslim].HR. Muslim]
3. Jika al-Qur’an dijadikan dalam kulit, niscaya kulit itu tidak akan terbakar
:
هِﻠْلْا لوسِرَ تُعﻤُسِ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aرَمُاعَ ﻦَبَّ ﺔٌبَﻘُعَ ﻦَعَ
مْثُ aبِاﻫُا يفِّ نَارَﻘُلْا لِعجُولْ لوﻘُيَ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ
(.
يمُرَادَّلْا هُاورَ قرَتَﺣْا امُ رَانَلْا يفِّ يﻘُلْا
Artinya :
Dari Uqbah bin Amir r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika al Qur’an dijadikan kedalam kulit kemudian dilemparkan kedalam api, niscaya tidak akan terbakar.” (Hr. Darami)
4. Al-Qur’an dapat meningkatkan derajat kita di mata Allah.
هِﻠْلْا ى*ﻠْصَ يبَنَلْا نَأُ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ بِاطخلْا ﻦَبَّ رَﻤُعَ ﻦَعَ
« :
هِبَّ عُضْيَو 8امُاوقْأُ بِاتَكُلْا اذَهُبَّ عُفِّرَيَ هِﻠْلْا نَإِ لاقْ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
مْﻠْﺴَمُ هُاورَ ﻦَيَرَﺧَآ »
Artinya :
Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw. bersabda,: “Sesungguhnya Allah SWT.
akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim);
5. Berada dalam Naungan Allah pada Hari Kiamat.
هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ يبَنَلْا ﻦَعَ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ﻦَﻤُﺣْرَلْا دَّبَعَ ﻦَعَ
تُحتِ ثُلآثُ مْﻠْسِو ﻦَطبَّو رَهُظَ هِلْ دابَعلْا jجُّاحيَ نَارَﻘُلْا ﺔٌمُايَﻘُلْا مَويَ شِرَعلْا ﻦَمُو هِﻠْلْا هِﻠْصَو ينَﻠْصَو ﻦَمُ لآأُ يُدانَتِ مْﺣْرَلْاو ﺔٌنْامُلْأَاو ﺔٌنَﺴَلْا حرَﺷِ يفِّ ىورَ هِﻠْلْا 8هِعطقْ ينَعطقْ ( . )
Artinya :
Dari Abdur Rahman bin Auf RA, Nabi SAW bersabda: "Ada tiga hal yang akan berada di bawah naungan Arasy Ilahi pada hari kiamat: (1) Al-Qur'an yang akan membela hamba Allah dan ia mempunyai zhahir dan batin: (2) Amanat: dan (3) Silaturahmi yang akan berseru, "Ingatlah! Siapa yang menghubungkan aku, maka Allah menghubunginya, dan siapa yang memutuskan aku, maka Allah memutuskannya."
(Kitab Syarhus Sunnah).
6. Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al Quran
نَآرَﻘُلْا عُبَتِا ﻦَﻤُلْ هِﻠْلْا ﻦَﻤُضَ اﻤُهُنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ aسٍابَعَ ﻦَبَّا ﻦَعَ :
{
ﻦَﻤُفِّ لَاتِ مْثُ ، ةَرَﺧَلآا يفِّ ىﻘُشَيَ ﻻَو ، ايَنْjدَّلْا يفِّ لِضْيَ ﻻَ نَأُ
ىﻘُشَيَ ﻻَو jلِضْيَ لَافِّ يُادَّﻫُ عُبَتِا
} Artinya :
“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat:
{ ىﻘُشَيَ ﻻَو jلِضْيَ لَافِّ يُادَّﻫُ عُبَتِا ﻦَﻤُفِّ}
Artinya :
“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123)
7. Mencintai Al-Qur’an merupakan barometer cinta kepada Allah dan RasulNya
” :
بﺣْأُ ﻦَمُ لاقْ هِنْأُ ، هِنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ دوعﺴَمُ ﻦَبَّ هِﻠْلْا دَّبَعَ ﻦَعَ
jبحيَ نَاكَّ نَإِفِّ ،رَﻈّنَيَﻠْفِّ هِلْوسِرَو هِﻠْلْا jبحيَ هِنْأُ مْﻠْعيَ نَأُ
هِلْوسِرَو هِﻠْلْا jبحيَ هِنْإِفِّ نَآرَﻘُلْا
“Artinya :
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).
8. Orang yang tidak ada sedikitpun al-Qur’an dihatinya bagaikan rumah kosong
يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ اﻤُهُنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aسٍابَعَ يبَّا ﻦَعَ : نَارَﻘُلْا ﻦَمُ يﺷِ هِفِّوجُ يفِّ سَيَلْ يُذَلْا نَا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا هُاورَو حيَحصَ ثيَدَّﺣْ اذَﻫُ لاقْو يُذَمُرَتَلْا هُاورَ بِرَخلْا تُيَبَلْاكَّ ( . هِححصَو مْكَّاحلْاو يمُرَادَّلْا )
Artinya :
Dari Abdullah bin Abbas r. huma. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Sesungguhnya seorang yang tida ada sedikitpun al Qur’an dalam hatinya adalah seperti rumah kosong.” (Hr. Tirmidzi)
9. Al-Qur’an adalah nur bagimu di bumi dan bekal yang disimpan di langit
:
هِﻠْلْا يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَايَ تُﻠْقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aرَ8ذً يبَّا ﻦَعَ
رَمُلآا سٍارَ اهُنْافِّ هِﻠْلْا يُوﻘُتَبَّ كَيَﻠْعَ لاقْ ينَصَوا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
هِنْافِّ نَارَﻘُلْا ةَولآتَبَّ كَيَﻠْعَ لاقْ ينْدزَ هِﻠْلْا لوسِرَايَ تُﻠْقْ هِﻠْكَّ
يفِّ نَابَﺣْ ﻦَبَّأُ هُاورَ ءأﻤُﺴَلْا يفِّ كَلْ رَﺧَذًو ضِرَلآ يفِّ كَلْرَونْ ( . لِيَوط ثيَدَّﺣْ يفِّ هِحيَحصَ
) Artinya :
Dari Abu Dzar r.a., ia menceritakan, “Aku pernah berkata pada Rasulullah saw.,
‘Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat! ‘Rasulullah saw. bersabda, ‘Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah Swt., karena takwa adalah akar dari setiap urusan.’
Saya berkata lagi, ‘Wahai Rasulullah, tambahkan wasiat untukku!’ Rasulullah pun bersabda, ‘Hendaklah engkau membaca al Qur’an, karena sesungguhnya al Qur’an itu nur bagimu di muka bumi dan bekal yang disimpan di langit.” (Hr. Ibnu Habban)
10. Al-Qur’an adalah bekal yang paling utama
:
هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aرَذً يبَّأُ ﻦَعَ
هِنَمُ جُّرَﺧَ اﻤُمُ لِضْفِّا ءيشَبَّ هِﻠْلْا يلْا نَوعجُرَتِ لآ مْكُنْا مْﻠْسِو
( .
هِﻠْيَسِارَمُ يفِّ دوواد وبَّأُ هِححصَو مْكَّاحلْا هُاورَ نَارَﻘُلْا ينَعيَ
ةَانَعﻤُبَّ ﺔٌمُامُا ﻦَعَ يُذَمُرَتَبَلْاو رَيَﻔَنْ ﻦَبَّ رَيَبَجُ ﻦَعَ
) Artinya :
Dari Abu Dzar r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, sesunggguhnya kalian tidak akan kembali kepada Allah dengan membawa sesuatu yang lebihh utama selain membawa apa yang keluar dari-Nya, yakni al Qur’an.” (Hr. Hakim)
11. Al-Qur’an adalah pemberi syafaat di hari kiamat
مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ يبَنَلْا ﻦَعَ هِنَعَ هِﻠْلْا هِﻠْلْا يضَرَ aرَبَّاجُ ﻦَعَ
هُداقْ هِمُامُا هِﻠْعجُ ﻦَمُ قدَّصَّمُ لِﺣْ امُو عُﻔَشَمُ عُفِّاﺷِ نَآرَﻘُلْا هُاورَ رَانَلْا ىلْا هِطقْاسِ هُرَهُظَ فَﻠْﺧَ هِﻠْعجُ ﻦَمُو ﺔٌنَجَلْا ىلْا ( . هِححصَو ﻻَ*وطمُ مْكَّاحلْاو نَابَﺣْ ﻦَبَّا
) .
Artinya :
Dari Jabir r.a. Nabi saw., beliau bersabda, “Al Qur’an adalah pemberi syafaat yang syafaatnya diterima dan sebagai penuntut yang tuntutannya dibenarkan.
Barangsiapa menjadikan al Qur’an di depannya, maka ia akan membawanya ke Surga dan barangsiapa meletakannya di belakang, ia akan mencampakannya ke dalam neraka.” (Hr.Ibnu Hibbab dan Hakim).
12. Akan meminta izin kepada Allah untuk memberikan syafaat kepada pembacanya di hari kiamat
:
هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ اﻤُهُنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ ورَﻤُعَ ﻦَبَّ هِﻠْلْادَّبَعَ ﻦَعَ
لوﻘُيَ ،دَّبَعﻠْلْ نَاعﻔَشَيَ نَآرَﻘُلْاو مَايَـِ*صَّلْا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ
ينَعJﻔَشَفِّ رَاهُنَلْا يفِّ بِارَشَلْاو مَاعطلْا هِتَعنَمُ ي*نْأُ Jبِرَ مَايَـ*صَّلْا هِيَفِّ ينَعJﻔَشَفِّ لِيَ*ﻠْلْابَّ مَونَلْا هِتَعنَمُ ي*نْا Jبِرَ نَآرَﻘُلْا لوﻘُيَو ،هِيَفِّ
رَيَبَكُلْا يفِّ ينْارَبَطلْاو ايَنْدَّلْا يبَّا ﻦَبَّاو دَّﻤُﺣْأُ هُاورَ نَاعﻔَشَيَفِّ ( . مْﻠْﺴَمُ طرَﺷِ ىﻠْعَ حيَحصَ لاقْو مْكَّاحلْاو
) .
Artinya :
Dari Abdullah bin Amr r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Shaum dan al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba (yang mengerjakannya). Shaum akan memohon, ‘Ya Allah, aku akan menghalanginya dari makan dan minum pada siang hari, maka teimalah syafaatku ini untuknya.’ Dan al Qur’an berkata, ‘Ya Allah, aku telah menghalangi dari tidur pada malam hari, maka terimalah syafaatku ini untuknya.’ Akhirnya kedua syafaat itu diterima.” (Hr. Ahmad, Ibnu Abi Dunya, dan Thabrani)
13. Al-Qur’an merupakan pemberi syafaat terbaik
:
لوسِرَ لاقْ لاقْ8 لَاسِرَمُ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aمْيَﻠْسِ ﻦَبَّ دَّيَعسِ ﻦَعَ
هِﻠْلْادَّنَعَ 8ﺔٌلْزَنَمُ لِضْفِّا aعُيَﻔَﺷِ ﻦَمُ امُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا
( .
لاقْ هُرَيَغَ ﻻَو كَﻠْمُ ﻻَو ~يبَنْ ﻻَ نَآرَﻘُلْا ﻦَمُ ومُايَﻘُلْا مَويَ
ءايَﺣْلْأَا حرَﺷِ يفِّ اذَكَّ بﺴَيَبَﺣْ ﻦَبَّ كَﻠْﻤُلْا دَّبَعَ هُاورَ يقْارَعلْا
) .
Artinya :
Dari Sa’id bin Sulaim r.a. secara mursal bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pemberi syafaat (penolong) yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada al Qur’an. Bukan Nabi, bukan malaikat, dan bukan pula yang lain.”
(Hr. Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya)
14. Jalan keluar dari segala fitnah
هِيَﻠْعَ لِيَرَبَجُ لزَنْ لاقْ اﻤُهُنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ aسٍابَعَ ﻦَبَّا ﻦَعَ : هِنْا هُرَبَﺧَافِّ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ ىﻠْعَ مَلَاﺴَلْا . هِﻠْلْا بِاتَكَّ لاقْ لِيَرَبَجُ ايَ اهُنَمُ جُّرَخﻤُلْا اﻤُفِّ لاقْ ،ﻦَتَفِّ نَوكُتَسِ
ةَادَّهُﻤُلْا ﺔٌﻤُﺣْرَلْا يفِّ اذَكَّ ﻦَيَزَرَ هُاورَ (
) .
Artinya :
Dari Ibnu Abbas r.a., ketika Jibril mengabarkan kepada Nabi saw. Bahwa akan terjadi banyak fitnah. Beliau bertanya, ‘Apakah jalan keluar darinya, wahai Jibril?’
Jawab Jibril, “Kitabullah.” (Razin – Ar Rahmatul Muhdah).
MEMPELAJARI DAN MENGAJARKAN AL-QUR’AN
15. Orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an merupakan sebaik-baik manusia.
:
هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ نَاﻔَعَ ﻦَبَّ نَاﻤُثعَ ﻦَعَ
» هِﻤُﻠْعَو نَآرَﻘُلْا مْﻠْعتِ ﻦَمُ مْكَّرَيَﺧَ « : مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ى*ﻠْصَ
يُرَاخبَلْا هُاورَ
Artinya :
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)
16. Perumpamaan orang yang mempelajari dan mempelajari al-Qur’an
ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ةَرَيَرَﻫُ يبَّا ﻦَعَ :
ﻦَﻤُلْ نَآرَﻘُلْا لِثمُ نَافِّ هُؤرَقْأفِّ نَآرَﻘُلْا اوﻤُﻠْعتِ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا
لِكَّ هِحيَرَ حوﻔَتِ 8اكُﺴَمُ •وشَحمُ aبِارَجُ لِثﻤُكَّ هِبَّ مَاقْو أُرَﻘُفِّ مْﻠْعتِ
بِارَجُ لِثﻤُكَّ هِفِّوجُ يفِّ وﻫُو دَّقْرَفِّ هِﻤُﻠْعتِ ﻦَمُ لِثمُو aنَاكُمُ
ﻦَبَّاو هِجُامُ ﻦَبَّاو يئِاﺴَنَلْاو يُذَمُرَتَلْا هُاورَ aكَﺴَمُ ىﻠْعَ يكَّوا ( . نَابَﺣْ
) Artinya :
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Pelajarilah al Qur’an dan bacalah ia, karena sesungguhnya perumpamaan al Qur’an bagi orang yang mempelajarinya, lalu membacanya dan mengamalkanny adalah seperti sebuah wadah terbuka yang penuh dengan kasturi, wanginya semerbak menyebar keseluruh tempat. Dan perumpamaan orang yang belajar al Qur’an, tetapi ia tidur sementara al Qur’an berada di dalam hatinya adalah seperti sebuah wadah ayng penuh dengan kasturi tetapi tertutup.” (Hr. Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban)
17. Mempelajari al-Qur’an lebih baik dari shalat seratus rakaat
:
هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ aرَذً يبَّا ﻦَعَ
:
رَيَﺧَ هِﻠْلْا بِاتَكَّ ﻦَمُ 8ﺔٌيَآ مْﻠْعتَفِّو دَّغْتِ نَﻻَ ٍ*رَذً ابَّا ايَ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
هِبَّ لِﻤُعَ مْﻠْعلْا ﻦَمُ 8ابَّابَّ مْﻠْعتِو ودَّغْتِ نَﻻَو aﺔٌعكَّرَ ﺔٌئِامُ يﻠْصَّتِ ﻦَمُ
( .
هِجُامُ ﻦَبَّا هُاورَ aﺔٌعكَّرَ فَلْا ي*ﻠْصَّتِ نَا ﻦَمُ رَيَﺧَ هِبَّ لِﻤُعيَ مْلْ وا ﻦَﺴَﺣْ دانَسِابَّ
Artinya :
Dari Dzar r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Abu Dzar, Sesungguhnya kepergianmu padapagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik bagimu dari pada kamu Shalat seratus rakaat. Dan sesungguhnya kepergianmu pada pagi hari untuk mempelajari satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik bagimu daripada shalat seribu rakaat.” (Hr. Ibnu Majah)
MEMBACA AL-QUR’AN
18. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain, sebagaimana yang diriwayatkan oleh an-Nu‘man ibn Basyir:
يتَمُأُ ةَدابَعَ لِضْفِّأُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ : نَآرَﻘُلْا ةَءارَقْ
Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).
19. Al-Qur’an akan menjadi syafaat atau penolong di hari kiamat untuk para pembacanya.
ى*ﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ تُعﻤُسِ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ﺔٌمُامُأُ يبَّأُ ﻦَعَ : « :
ﺔٌمُايَﻘُلْا مَويَ يتِأيَ هِنْإِفِّ نَآرَﻘُلْا اؤرَقْا لوﻘُيَ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا مْﻠْﺴَمُ هُاورَ هِبَّاحصَلْأَ 8اعيَﻔَﺷِ »
Artinya :
Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim);
20. Untuk orang-orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka kelak ia akan bersama para malaikat-Nya;
هِﻠْلْا ى*ﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ تُلْاقْ اهُنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ﺔٌشَئِاعَ ﻦَعَ :
« :
ةَرَﻔَﺴَلْا عُمُ هِبَّ رَﻫُامُ وﻫُو نَآرَﻘُلْا أُرَﻘُيَ يُذَلْا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
هِيَﻠْعَ قٌﻔَتَمُ ةَرَرَبَلْا مَارَكُلْا »
Artinya :
Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca Al- Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
21. Untuk mereka yang belum lancar dalam membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, tidak boleh bersedih, sebab Allah tetap berikan dua pahala.
« قٌﻔَتَمُ نَارَجُا هِلْ قاﺷِ هِيَﻠْعَ وﻫُو هِيَفِّ عُتَعتَتَيَو نَارَﻘُلْا ارَﻘُيَ يُذَلْاو » هِيَﻠْعَ
Artinya :
“Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim) 22. Akan ditempatkan dengan para malaikat Malaikat Kiraml bararah (malaikat pencatat
yang mulia)
هِﻠْلْا يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ تُلْاقْ اهُنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ﺔٌشَئِاعَ ﻦَعَ :
يُذَلْاو ةَرَرَبَلْا مَارَكُلْا ةَرَﻔَﺴَلْا عُمُ نَارَﻘُلْابَّ رَﻫُاﻤُلْا مْﻠْسِ و هِيَﻠْعَ
(
هُاورَ نَارَجُا هِلْ قاﺷِ هِيَﻠْعَ وﻫُو هِيَفِّ عُتَعتَتَيَو نَارَﻘُلْا ارَﻘُيَ
هِجُامُ ﻦَبَّاو ىذَمُرَتَلْاو دوواد وبَّاو مْﻠْﺴَمُو ىرَاخبَلْا
) .
Artinya :
Dari Aisyah, Rasulullah bersabda, "Orang yang ahli dalam Al-Qur'an akan berada bersama Malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca Al-Qur'an sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya
pahala dua kali." (HR. Al-Bukhari, Nasa’i, Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, dan ibnu Majah
23. Allah akan menurunkan ketenangan, rahmat dan memuji suatu kaum yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, serta malaikat akan melingkarinya.
« : :
امُو هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ةَرَيَرَﻫُ يبَّأُ ﻦَعَ
،هِﻠْلْا بِاتَكَّ نَوﻠْتَيَ هِﻠْلْا تِويَبَّ ﻦَمُ aتُيَبَّ يفِّ مَوقْ عُﻤُتَجُا مْهُتَيَشَغَو ﺔٌنَيَكُﺴَلْا مْهُيَﻠْعَ تُلْزَنْ ﻻَإِ ،مْهُنَيَبَّ هِنْوسِرَادَّتَيَو هُاورَ » هُدَّنَعَ ﻦَﻤُيَفِّ هِﻠْلْا مْﻫُرَكَّذًو ،ﺔٌكُئِلَاﻤُلْا مْهُتَﻔَﺣْو ،ﺔٌﻤُﺣْرَلْا مْﻠْﺴَمُ
. Artinya :Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), untuk membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya, kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dan mereka dilingkupi rahmat Allah, para malaikat akan mengelilingi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk-Nya yang berada didekat-Nya (para malaikat).” (HR. Muslim)
24. Satu huruf dalam al-Qur’an bernilai 10 kebaikan
لوسِرَ لاقْ لوﻘُيَ هِنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ aدوعﺴَمُ ﻦَبَّ هِﻠْلْا دَّبَعَ ﻦَعَ
هِﻠْفِّ هِﻠْلْا بِاتَكَّ ﻦَمُ ا8فِّرَﺣْ أُرَقْ ﻦَمُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا ﻦَكُلْو فٌرَﺣْ مْلْا لوقْأُ ﻻَ اهُلْاثمُأُ رَشَعبَّ ﺔٌنَﺴَحلْاو ﺔٌنَﺴَﺣْ هِبَّ
فٌرَﺣْ مْيَمُو فٌرَﺣْ مَﻻَو فٌرَﺣْ فَلْأُ
. Artinya :“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan مْلْا satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
25. Mengkhatamkan Al-Qur’an adalah amal yang paling dicintai Allah. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dijelaskan:
:
jبﺣْأُ لِﻤُعلْا jيُأُ هِﻠْلْا لوسِرَ ايَ لِجُرَ لاقْ لاقْ aسٍابَعَ ﻦَبَّا ﻦَعَ
: - :
؟لِحتِرَﻤُلْا jلاحلْا امُو لاقْ لِحتِرَﻤُلْا jلاحلْا لاقْ ؟هِﻠْلْا ىلْإِ
. لِحتِرَا لِﺣْ اﻤُﻠْكَّ هُرَﺧَآ ىلْإِ نَآرَﻘُلْا لوأُ ﻦَمُ بِرَضْيَ يُذَلْا لاقْ
: يُذَمُرَتَلْا هُاورَ ( 2872
- –
نَأُ ءاجُ امُ بِابَّ يُذَمُرَتَلْا ﻦَنَسِ
: ءزَجَلْا – aفٌرَﺣْأُ ﺔٌعبَسِ ىﻠْعَ لزَنْأُ نَآرَﻘُلْا 10
: ﺔٌحﻔَصَ –
202 )
Artinya :
Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR.
Tirmidzi:2872, Sunan Tirmidzi, Bab maa jaa-a annal-Qur’an unzila ‘alaa sab’ati ahruf, juz 10, hal.202)
26. Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an
،مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ Jيبَنَلْا ﻦَعَ ،Jيُرَعﺷِلْأَا ىسِومُ يبَّأُ ﻦَعَ
بJيَط اهُحيَرَ ﺔٌجُرَتِلْأَا لِثمُ نَآرَﻘُلْا أُرَﻘُيَ ىذَلْا ﻦَمُﺆْﻤُلْا لِثمُ لاقْ
حيَرَ ﻻَ ةَرَﻤُتَلْا لِثﻤُكَّ نَآرَﻘُلْا أُرَﻘُيَ ﻻَ ىذَلْا لِثمُو بJيَط اهُﻤُعطو لِثمُ نَآرَﻘُلْا أُرَﻘُيَ ىذَلْا قٌفِّانَﻤُلْا لِثمُو ، بJيَط اهُﻤُعطو اهُلْ
ﻻَ ىذَلْا قٌفِّانَﻤُلْا لِثمُو ، ~رَمُ اهُﻤُعطو بJيَط اهُحيَرَ ﺔٌنْاحيَرَلْا
(
هُاورَ ~رَمُ اهُﻤُعطو حيَرَ اهُلْ سَيَلْ ﺔٌﻠْﻈّنَحلْا لِثﻤُكَّ نَآرَﻘُلْا أُرَﻘُيَ
مْﻠْﺴَمُو ىرَاخبَلْا
) Artinya :
“ Dari Abi Musa Al-Asy’ari dari Nabi SAW, beliau bersabda, Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an itu seperti utrujjah (jeruk wangi), baunya sedap dan rasanya pun enak. Orang beriman yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al-Qur’an bagaikan kemangi, baunya sedap tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an laksana bratawali (sejenis labu), tidak ada baunya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari Muslim).
27. Satu Ayat Al-Qur'an Lebih Baik dari Membawa Pulang Seekor Unta.
هِﻠْلْا لوسِرَ ا8نَيَﻠْعَ جُّرَﺧَ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aرَمُاعَ ﻦَبَّ 8ﺔٌبَﻘُعَ ﻦَعَ
نَا بحيَ مْكُيَا لاﻘُفِّ ﺔٌﻔَصَّلْا يفِّ ﻦَخنْو مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ
ﻦَيَتَقْانَبَّ يتِايَفِّ قٌيَﻘُعلْا ىلْاوا نَاحطبَّ يلْا aمَويَ لِكَّ و دَّغْيَ
انَﻠْكَّ هِﻠْلْا لوسِرَايَ انَﻠْﻘُفِّ aمْﺣْرَ ﺔٌعيَﻈّقْ لآو aمْثُا رَيَغَ يفِّ ﻦَيَوامُوكَّ
ارَﻘُيَفِّوا مْﻠْعتَيَفِّ دَّجَﺴَﻤُلْا ىلْا مْكَّدَّﺣْا ودَّغْيَ لآفِّا لاقْ كَلْاذً بحنْ
aثُلآثُ ﻦَمُ هِلْرَيَﺧَ ثُلآثُو ﻦَيَتَقْانْ ﻦَمُ هِلْرَيَﺧَ هِﻠْلْا بِاتَكَّ ﻦَمُ ﻦَيَتَيَا مْﻠْﺴَمُ هُاورَ لِبَّلْأَا ﻦَمُ ﻦَﻫُدادَّعَا ﻦَمُو عُبَّرَا ﻦَمُ هِلْرَيَﺧَ عُبَّرَاو (.
دوواد وبَّاو
Artinya :
Dari Uqbah bin Amir RA, ia menceritakan, "Rasulullah datang menemui kami di Shuffah (lantai khusus di Masjid Nabawi), lalu beliau bertanya, 'Siapakah diantara kalian yang suka pergi setiap hari ke pasar Buth-han atau Aqiq lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta betina dari jenis yang terbaik tanpa melakukan satu dosa atau memutuskan tali silaturahmi?’ Kami menjawab, Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu.’ Rasululullah bersabda, 'Mengapa salah seorang dari kalian tidak ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua buah ayat Al-Qur'an (padahal yang demikian itu) lebih baik baginya dari pada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah yang sama dari unta-unta." (HR. Muslim dan Abu Dawud)
28. Keinginanya dikabulkan Allah sekalipun tidak dimohonkan
هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aدَّيَعسِ يaبَّا ﻦَعَ : ﻦَعَ نَارَﻘُلْا هِﻠْغْﺷِ ﻦَمُ ىلْاعتِو كٌرَابَتِ jبِرَلْا لوﻘُيَ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
,
لِضْفِّو ﻦَيَﻠْئِاﺴَلْا يطعَا امُ لِضْفِّا هِتَيَطعَا يتَﻠْئًﺴَمُو يُرَكَّذً
هُاورَ هِﻘُﻠْﺧَ ىﻠْعَ هِﻠْلْا لِضْﻔَكَّ مَلَاكُلْا رَئِاسِ ىﻠْعَ هِﻠْلْا مَلَاكَّ ( بعشَلْا يفِّ يﻘُهُيَبَلْاو يمُرَادَّلْاو يُذَمُرَتَلْا
) .
Artinya :
“Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk- Nya.” (Hr. Tirmidzi, Darimi, dan Baihaqi).
29. Amalan yang Dipuji Rasulullah.
هِﻠْلْا يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ اهُنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ رَﻤُعَ ﻦَبَّا ﻦَعَ :
وهُفِّ نَارَﻘُلْا هِﻠْلْا هُاتِا لِجُرَ ﻦَيَتَنَثُا يفِّ لآأُ دَّﺴَﺣْلآ مْﻠْسِ و هِيَﻠْعَ
قٌﻔَنَيَ وهُفِّ لآامُ هُاطعَا لِجُرَو رَاهُنَلْا ءأنْاو لِيَ8ﻠْلْا ءأنْا هِبَّ مَوﻘُيَ
ىذَمُرَتَلْاو مْﻠْﺴَمُو ىرَاخبَلْا هُاورَ رَاهُنَلْا ءأنْاو لِيَﻠْلْا ءأنْا هِنَمُ (.
هِجُامُ ﻦَبَّأُو ىئِاﺴَنَلْاو
) .
Artinya :
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal Al-Qur'an). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakkannya pada malam dan siang hari." (HR Bukhari, Tarmidzi, dan Nasa'i)
30. Ahli Qur'an (pembaca al- Qur'an) Dimuliakan di Hari Kiamat.
:
هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ اﻤُهُنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ رَﻤُعَ ﻦَبَّ هِﻠْلْا دَّبَعَ ﻦَعَ
لِتِرَو قٌتِرَاو أُرَقْا نَارَﻘُلْا بﺣْاصَّلْ لاﻘُيَ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ
. اﻫُأُرَﻘُتِ ﺔٌيَارَaﺧَا يفِّ كَلْزَنَمُ نَافِّ ايَنْدَّلْا يفِّ aلِتِ8رَتِ تُنَكَّ اﻤُ8كَّ
يئِاﺴَنَلْاو دوواد وبَّأُو يُذَمُرَتَلْاو دَّﻤُﺣْأُ هُاورَ (
) .
Artinya :
Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah bersabda, "Pada hari Kiamat kelak akan diseru kepada ahli Qur'an, 'Bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil seperti yang engkau telah membaca dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ibnu Haban)
31. Mendapatkan Pahala Shalat Sepenjang Malam
ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ Jىرَادَّلْا aمْيَﻤُتِ ﻦَعَ -
« -
تِونَقْ هِلْ بتَكَّ aﺔٌﻠْيَلْ ىفِّ aﺔٌيَآ ﺔٌئِاﻤُبَّ أُرَقْ ﻦَمُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا aﺔٌﻠْيَلْ
»Artinya:
“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” [HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468].
32. Mendapatkan Pahala Lebih Besar Jika Dibaca Dalam Sholat
ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ ةَرَيَرَﻫُ ىبَّأُ ﻦَعَ -
« -
دَّجَيَ نَأُ هِﻠْﻫُأُ ىلْإِ عُجُرَ اذًإِ مْكَّدَّﺣْأُ jبحيَأُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا « .
aتِايَآ ثُلَاثفِّ لاقْ مْعنْ انَﻠْقْ aنَاﻤُسِ aمَاﻈّعَ aتِاﻔَﻠْﺧَ ثُلَاثُ هِيَفِّ
a مَاﻈّعَ aتِاﻔَﻠْﺧَ ثُلَاثُ ﻦَمُ هِلْ رَيَﺧَ هِتِلَاصَ ىفِّ مْكَّدَّﺣْأُ ﻦَهُبَّ أُرَﻘُيَ
aنَاﻤُسِ
Artinya:
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.”
33. Membca Al-Qur’an merupakan ibadah yang paling dicintai oleh Allah
” :
امُ بِرَﻘُتِ لاقْ هِنْأُ هِنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ Jتِرَلْأَا ﻦَبَّ بِابَﺧَ ﻦَعَ
هِيَلْإِ بﺣْأُ aءيشَبَّ هِﻠْلْا ىلْإِ بِرَﻘُتَتِ ﻦَلْ كَنْأُ مْﻠْعَاو ،تُعطتَسِا هِمُلَاكَّ ﻦَمُ
Artinya :
Dari Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).
34. Keutamaan membaca surat al-baqarah dan ali Imran
« … اﻤُهُنْإِفِّ ؛نَارَﻤُعَ لآ ةَرَوسِو ةَرَﻘُبَلْا ﻦَيَوارَﻫُزَلْا اوءرَقْا :
اﻤُهُنْأكَّ وأُ نَاتَيَايَغَ اﻤُهُنْأكَّ وأُ نَاتَمُاﻤُغَ اﻤُهُنْأكَّ ﺔٌمُايَﻘُلْا مَويَ نَايَتِأتِ
ةَرَوسِ اوءرَقْا ،اﻤُهُبَّاحصَأُ ﻦَعَ نَاجُاحتِ فٌاوصَ aرَيَط ﻦَمُ نَاقْرَفِّ
ﺔٌﻠْطبَلْا اهُعيَطتَﺴَتِ ﻻَو ةَرَﺴَﺣْ اهُكَّرَتِو ﺔٌكَّرَبَّ اﻫُذَﺧَأُ نَإِفِّ ةَرَﻘُبَلْا
».
Artinya :
“Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya.” [HR. Muslim 804]
35. Membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
أُ
ىتِأيَفِّ قٌيَﻘُعلْا ىلْإِ وأُ نَاحطبَّ ىلْإِ aمَويَ لِكَّ ودَّغْيَ نَأُ jبحيَ مْكُjيَ
.
ايَ انَﻠْﻘُفِّ aمْﺣْرَ عُطقْ ﻻَو aمْثُإِ رَيَغَ ىفِّ ﻦَيَوامُوكَّ ﻦَيَتَقْانَبَّ هِنَمُ
« .
دَّجَﺴَﻤُلْا ىلْإِ مْكَّدَّﺣْأُ ودَّغْيَ لَافِّأُ لاقْ كَلْذً jبحنْ هِﻠْلْا لوسِرَ
ﻦَيَتَقْانْ ﻦَمُ هِلْ رَيَﺧَ لِجُو زَعَ هِﻠْلْا بِاتَكَّ ﻦَمُ ﻦَيَتَيَآ أُرَﻘُيَ وأُ مْﻠْعيَفِّ
ﻦَﻫُدادَّعَأُ ﻦَمُو aعُبَّرَأُ ﻦَمُ هِلْ رَيَﺧَ عُبَّرَأُو aثُلَاثُ ﻦَمُ هِلْ رَيَﺧَ ثُلَاثُو لِبَّلإِا ﻦَمُ
Artinya :
“Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau
‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?”
Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda:
“Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al-Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (Hadits Riwayat Muslim)
36. Orang yang membaca Al-Qur’an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan
Jرَﺴَﻤُلْاكَّ نَآرَﻘُلْابَّ jرَﺴَﻤُلْا و ﺔٌقْدَّصَّلْابَّ رَﻫُاجَلْاكَّ نَآرَﻘُلْابَّ رَﻫُاجَلْا ﺔٌقْدَّصَّلْابَّ
Artinya :
“Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)
37. Perumpamaan orang yang mempelajari dan membaca al-Qur’an
هُأُرَﻘُفِّ هِﻤُﻠْعتِ ﻦَﻤُلْ نَآرَﻘُلْا لِثمُ نَافِّ هُوأُرَقْاو ،نَآرَﻘُلْا اوﻤُﻠْعتِ
Jلِكَّ يفِّ هِحيَرَ حوﻔَيَ ا8كُﺴَمُ •وشَحمُ aبِارَجُ لِثﻤُكَّ هِبَّ مَاقْو ىكَّوأُ aبِارَجُ لِثﻤُكَّ هِفِّوجُ يفِّ وﻫُو دَّقْرَيَفِّ هِﻤُﻠْعتِ ﻦَمُو ،aنَاكُمُ
aكَﺴَمُ ىﻠْعَ
Artinya :
“Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan Al-Qur’an bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, di mana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Al- Qur’an ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.
38. Yang membaca Al-Qur’an 10 ayat setiap malam, Tidak tercatan sebagai orang yang lalai
ﻦَيَﻠْفِّاغْلْا ﻦَمُ بتَكُيَ مْلْ aﺔٌﻠْيَلْ يفِّ aتِايَآ رَشَعَ أُرَقْ ﻦَمُ
Artinya :
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat pada malam hari, maka dia tidak termasuk orang-orang yang lalai.” (HR.Hakim)
39. Yang membaca 100 ayat dan 1000 ayat
ﺔٌئِاﻤُبَّ مَاقْ ﻦَمُو ، ﻦَيَﻠْفِّاغْلْا ﻦَمُ بتَكُيَ مْلْ aتِايَآ رَشَعبَّ مَاقْ ﻦَمُ
ﻦَمُ بتَكَّ aﺔٌيَآ فَلْأبَّ مَاقْ ﻦَمُو ، ﻦَيَتَنْاﻘُلْا ﻦَمُ بتَكَّ aﺔٌيَآ ﻦَيَرَطنَﻘُﻤُلْا
Artinya :
“Barangsiapa yang menunaikan (membaca) sepuluh ayat, maka dia tidak termasuk golongan orang-orang lalai. Dan barangsiapa yang menunaikan seratus ayat, maka dia termasuk qhanitin (ahli ibadah). Barangsiapa menunaikan seribu ayat, maka dia termasuk golongan orang Muqanthirin (berharta sangat banyak).”
ﻦَمُ بتَكُيَ مْلْ تِابَّوتَكُﻤُلْا تِاوﻠْصَّلْا ءﻻَﺆْﻫُ ىﻠْعَ ظفِّاﺣْ ﻦَمُ
ﻦَيَﻠْفِّاغْلْا ﻦَمُ بتَكُيَ مْلْ ﺔٌيَآ ﺔٌئِامُ ﺔٌﻠْيَلْ يفِّ أُرَقْ ﻦَمُو ، ﻦَيَﻠْفِّاغْلْا ﻦَيَتَنْاﻘُلْا ﻦَمُ بتَكُيَ مْلْ وأُ ..)
Artinya :
“Barangsiapa menjaga shalat wajib, maka dia tidak termasuk golongan orang-orang yang lalai. Barangsiapa membaca di waktu malam hari seratus ayat, maka dia tidak termasuk golongan orang-orang yang lalai atau termasuk orang-orang qanithin (orang-orang yang bertaqwa).”
40. Membaca dengan tartil
:
هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ اﻤُهُنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ رَﻤُعَ ﻦَبَّ هِﻠْلْا دَّبَعَ ﻦَعَ
لِتِرَو قٌتِرَاو أُرَقْا نَارَﻘُلْا بﺣْاصَّلْ لاﻘُيَ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ
. اﻫُأُرَﻘُتِ ﺔٌيَارَaﺧَا يفِّ كَلْزَنَمُ نَافِّ ايَنْدَّلْا يفِّ aلِتِ8رَتِ تُنَكَّ اﻤُ8كَّ
يئِاﺴَنَلْاو دوواد وبَّأُو يُذَمُرَتَلْاو دَّﻤُﺣْأُ هُاورَ (
) .
Artinya :
Dari Abdullah bin Umar r.huma. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “(pada hari Kiamat kelak) akan diseur kepada ahli al Qur’an, ‘Bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil seperti yang engkau telah membaca dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Hr.
Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Haban)
41. Membaca al-qur’an di dalam shalat adalah paling utama
مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ يبَنَلْا نَا اهُنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ﺔٌشَئِاعَ ﻦَعَ
يفِّ نَآرَﻘُلْا ةَءارَقْ ﻦَمُ لِضْفِّا ةَلآصَّلْا يفِّ نَارَﻘُلْا ةَءارَقْ لاقْ
ﻦَمُ لِضْفِّا ةَلآصَّلْا رَيَغَ يفِّ نَارَﻘُلْا ةَءارَقْو ةَلآصَّلْا رَيَغَ
ﺔٌقْدَّصَّلْا و ﺔٌقْدَّصَّلْا ﻦَمُ لِضْفِّا حيَبَﺴَتَلْا و رَيَبَكُتَلْا و حيَبَﺴَتَلْا يفِّ يﻘُهُيَبَلْا هُاورَ ( . رَانَلْا ﻦَمُ ﺔٌنَجُ مَوصَّلْاو مَوصَّلْا ﻦَمُ لِضْفِّا نَاﻤُيَلإِا بعﺷِ
)
Artinya :
Dari Aisyah r.ha. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Membaca al Qur’an di dalam shalat lebih utama daripada membaca al Qur’an di luar shalat, membaca al Qur’an diluar shalat lebih utama daripada tasbih dan takbir, tasbih lebih utama daripada sedekah, sedekah lebih utama daripada shaum, dan shaum adalah perisai dari api neraka.” (Hr. Baihaqi- Syu’abul Iman)
42. Perbandingan pahala membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf dengan tidak melihat mushaf
ﻦَعَ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ يﻔَﻘُثلْا سٍوا ﻦَبَّ هِﻠْلْا دَّبَعَ ﻦَبَّ نَاﻤُثعَ ﻦَعَ
ةَءارَقْ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هُدَّجُ
يفِّ هِتِءارَقْو aﺔٌجُرَد فَلْأُ فَحصَّلْا شِرَيَغَ يفِّ نَارَﻘُلْا لِجُرَلْا
( .
يفِّ يﻘُهُيَبَلْا هُاورَ aﺔٌجُرَد يﻔَلْأُ لا كَلْاذً ىﻠْعَ فَعضْتِ فَحصَّلْا نَاﻤُيَلإِا بعﺷِ
) Artinya :
Dari Utsman bin Abdullah bin Aus ats Tsaqafi r.a. dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Bacaan al Qur’an seseorang tanpa melihat mushaf adalah seribu derajat (pahalanya), dan bacaannya dengan melihat mushaf adalah dilipatkan sampai dua ribu derajat.” (Hr. Baihaqi-Syu’abul Iman)
43. Membaca Al-Qur’an dapat menghilangkan karat di dalam hati
يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ اﻤُهُنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ رَﻤُعَ ﻦَبَّا ﻦَعَ :
،ءاﻤُلْا هِبَّاصَأُ اذًا دَّيَدَّحلْا أُدَّصَّتِ بِوﻠْﻘُلْا هُذَﻫُ نَا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
ةَولآتِو تِوﻤُلْا رَكَّذً ةَرَثكَّ لاقْ ؟ اﻫُولآجُ امُو هِﻠْلْا لوسِرَايَ لِيَقْ
نَاﻤُيَلإِا بعﺷِ يفِّ يﻘُهُيَبَلْا هُاورَ نَارَﻘُلْا ( .
Artinya :
Dari Abdullah bin Umar r. huma. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air.” Beliau ditanya “Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya?”
Rasulullah saw. bersabda, “Memperbanyak mengingat maut dan membaca al Qur’an.” (Hr. Baihaqi)
44. Allah memperhatikan dengan penuh perhatian kepada yang membaca al-Qur’an
يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ةَرَيَرَﻫُ يبَّأُ ﻦَعَ : ينَغْتَيَ aىبَنَلْ نَذًأُ اﻤُكَّ ءىشَلْ هِﻠْلْا نَذًأُ امُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا مْﻠْﺴَمُو ىرَاخبَّ هُاورَ نَارَﻘُلْابَّ ( .
) Artinya :
Dari Abu Hurairahr.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, Allah tidak pernah mendengarkan sesuatu dengan penuh perhatian sebagaimana Dia mendengarkan
dengan penuh perhatian kepada seorang nabi yang melagukan al Qur’an.” (Hr.
Bukhari dan Muslim)
45. Perhatian Allah terhadap pembaca Al-Qur’an melebihi tuan yang mendengarkan nyanyian hambanya.
:
هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aدَّيَبَعَ ﻦَبَّ ﺔٌلْاضْفِّ ﻦَعَ
يلْا ﺔٌنَيَﻘُلْا بﺣْاصَ ﻦَمُ نَآرَﻘُلْا ئِرَاقْ يلْإِ ا8نْذًأُ دَّﺷِا هِﻠْلْا يﻠْصَ
تُﻠْقْ ءايَﺣْﻻَا حرَﺷِ يفِّ اذَكَّ نَابَﺣْ ﻦَبَّاو هِجُامُ ﻦَبَّا هُاورَ هِتَنَيَقْ ( . عُطﻘُنَمُ يبَﻫُذَلْا لاقْو اﻤُهُطرَﺷِ ىﻠْعَ حيَحصَ مْكَّاحلْا لاقْو
) .
Artinya :
Dari Fudhalah bin Ubaid r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah lebih mendengarkan dengan penuh perhatian kepada pembaca al qur’an dari pada seorang tuan yang mendengarkan nyanyian hamba perempuannya.” (Hr. Ibnu Majah, Ibnu Haban, dan Hakim Berkata Sahih dengan syaratnya, dan Aldhahibi berkata Mungatie).
46. Pembaca al-Qur’an termasuk ahlullah
هِﻠْلْا يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aسَنْا ﻦَعَ :
:
لوسِرَايَ مْﻫُ ﻦَمُ اولْاقْ سٍانَلْا ﻦَمُ ﻦَيَﻠْﻫُا هِﻠْلْ نَا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
يئِاﺴَنَلْا هُاورَ هِتَصَاﺧَو هِﻠْلْا لِﻫُأُ مْﻫُ نَارَﻘُلْا لِﻫُأُ لاقْ ؟هِﻠْلْا ( . دَّﻤُﺣْاو مْكَّاحلْاو هِجُامُ ﻦَبَّاو
) Artinya :
Dari Anas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Para sahabatnya bertanya, “Siapakah mereka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya.” (Hr. nasai, Ibnu Majah, Hakim, dan Ahmad)
47. Peringatan untuk ahlullah
: مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ ى*ﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ *يكُيَﻠْﻤُلْا ةَدَّيَبَعَ ﻦَعَ : ءﺂنْا ﻦَمُ هِتِولَاتِ قٌﺣْ هُوﻠْتِأُو نَآرَﻘُلْا اودَّسِوتَتِ ﻻَ نَآرَﻘُلْا لِﻫُأُ ايَ
نَوحﻠْﻔَتِ مْكُﻠْعلْ هِيَفِّ امُ اورَبَّدَّتِو هُو*نَغْتِو هُوشَفِّاو رَاهُنَلْاو لِيَﻠْلْا
( .
نَاﻤُيَلْأَا بعﺷِ يﻔَيَﻘُهُيَبَلْا هُاورَ 8ابَّاوثُ هِلْ نَإِفِّ هِبَّاوثُ اوﻠْجَعتِ ﻻَو
) Artinya :
Dari Ubaidah al Mulaiki r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai ahli- ahli al Qur’an, janganlah kalian menggunakan al Qur’an sebagai bantal dan bacalah al Qur’an dengan sebenar-benarnya bacaan pada malam dan siang hari, sebarkanlah ia, bacalah ia dengan suara merdu, dan pikirkanlah isi kandungannya!
Mudah-mudahan kalian beruntung. Janganlah kalian meminta disegerakan upahnya (didunia), karena ia mempunyai ganjaran (diakhirat).” (Hr. Baihaqi – Syu’abul Iman)
48. Di akhirat dapat mengalungkan mahkota kebesaran kepada kedua orang tuanya
يﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ينَهُجَلْا نَذًاعمُ ﻦَعَ : هُادَّلْاو سَبَلْا هِيَفِّاﻤُبَّ لِﻤُعَو نَارَﻘُلْا أُرَقْ ﻦَمُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا تِويَبَّ يفِّ سَﻤُشَلْا ءوضَ ﻦَمُ ﻦَﺴَﺣْا هُووضَ ﺔٌمُايَﻘُلْا مَويَ ا8جُاتِ
دوواد وبَّاو دَّﻤُﺣْا هُاورَ اذَهُبَّ لِﻤُعَ يُذَلْابَّ مْكُنَظَ اﻤُفِّ ايَنْدَّلْا ( مْكَّاحلْا هِححصَوو
) Artinya :
Dari Mu’adz al Juharni r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “barangsiapa membaca al Qur’an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari seandainya berada dirumah-rumah kalian di dunia ini. Maka bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai orang yang mengamalkannya?” (Hr. Ahmad dan Abu Dawud)
49. Tidak akan mengalami ketakutan dihari yang sangat menakutkan
ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ اﻤُ8هُنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ رَﻤُعَ ﻦَبَّا ﻦَعَ :
مْهُلْانَيَ ﻻَو رَبَكَّلْأَا عُزَﻔَلْا مْهُلْوهُيَ ﻻَ ﺔٌثُلَاثُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا بِاﺴَﺣْ ﻦَمُ غَرَﻔَيَ ىتَﺣْ aكَﺴَمُ ﻦَمُ aبيَثكَّ ىﻠْعَ مْﻫُ بِاﺴَحلْا هِبَّ مْﻫُو 8امُوقْ مَاو هِﻠْلْا هِجُو ءﺂغْتَبَّا نَآرَﻘُلْا أُرَقْ لِجُرَ قٌئِلَاخلْا لِجُرَو هِﻠْلْا هِجُو ءﺂغْتَبَّا تِاوﻠْصَّلْا ىلْإِ نَوعَدَّيَ aعُادو نَوضَارَ
مْجُاعمُ يفِّ ينْارَبَطلْا هُاورَ هِيَلْاومُ ﻦَيَبَّو هِنَيَبَّ اﻤُيَفِّ ﻦَﺴَﺣْا ( . ﺔٌثُلَاثلْا
) .
Artinya :
Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Tiga orang yang tidak akan mengalami ketakutan pada hari yang sangat menakutkan dan mereka tidak akan dihisab, mereka berada diatas tumpukan kasturi hingga selesai hisab terhadap semua manusia: (1) Seseorang yang membaca al Qur’an semata-mata mengharap ridha allah, dan ia mengimami suatu kaum sedang mereka menyukainya; (2) Da’I yang mengajak shalat semata-mata mengharap ridha Allah Swt.; (3) Orang yang menjaga hubungan baik antara ia dengan tuannya dan antara ia dengan bawahannya.” (Hr. Thabrani ` al Mu’jamuts Tsalatsah).
50. Pembaca Al-Qur’an merupakan penyimpan ilmu
ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ نَا هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ ىaرَﻤُعَ ﻦَبَّ هِﻠْلْادَّبَعَ ﻦَعَ
ﻦَيَبَّ ةَوبَjنَلْا جُّرَدَّتَسِا دَّﻘُفِّ نَآرَﻘُلْا أُرَقْ ﻦَمُ لاقْ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا :
دَّجَيَ نَا نَآرَﻘُلْا بﺣْاصَّلْ ىغْبَنَيَ ﻻَ هِيَلْا ىﺣْويَ ﻻَ هِنْا رَيَغَ هِيَبَنَجُ
. هِﻠْلْا مَلَاكَّ هِفِّوجُ يفِّو لِهُجُ ﻦَمُ عُمُ لِهُجَيَ ﻻَو دَّجُو ﻦَمُ عُمُ
دانَسِلْأَا حيَحصَ لاقْو مْكَّاحلْا هُاورَ (
) .
Artinya :
Dari Abdullah bin Amr r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa membaca al Qur’an, maka ia telah menyimpan ilmu kenabian diantara kedua lambungnya, sekalipun wahyu tidak diturunkankepadanya. Tidak pantas bagi hafizh al Qur’an memarahi seorang pemarah dan bertindak bodoh terhadap orang bodoh, sedang al Qur’an berada dalam dadanya.” (Hakim ~ at Targhib)
MENGHAFAL AL-QUR’AN
51. Orangtuanya Akan Diberi Mahkota Cahaya di Akhirat
Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺔٌمُايَﻘُلْا مَويَ هُادَّلْاو سَبَلْأُ هِبَّ لِﻤُعَو مْﻠْعتِو نَآرَﻘُلْا أُرَقْ ﻦَمُ
هُادَّلْاو ىﺴَكُيَو ، سَﻤُشَلْا ءوضَ لِثمُ هُؤوضَ رَونْ ﻦَمُ 8اجُاتِ
: لاﻘُيَفِّ ؟ اذَﻫُ انَيَﺴَكَّ مْبَّ نَﻻَوﻘُيَفِّ ايَنْدَّلْا اﻤُهُلْ مَوﻘُتِ ﻻَ ﻦَيَتَﻠْﺣْ : نَآرَﻘُلْا اﻤُكَّدَّلْو ذَﺧَأبَّ
Artinya :
Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).
52. Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
: هِبَﺣْاصَّلْ لوﻘُيَ بﺣْاشَلْا لِجُرَلْاكَّ ﺔٌمُايَﻘُلْا مَويَ نَآرَﻘُلْا ءيجَيَ
… كٌرَجُاوﻫُ ئﻤُظَأُو كَﻠْيَلْ رَهُسِأُ تُنَكَّ يُذَلْا انْأُ ؟ ينَفِّرَعتِ لِﻫُ
مَوﻘُتِ ﻻَ ﻦَيَتَﻠْﺣْ هُادَّلْاو ىﺴَكُيَو ، رَاقْولْا جُّاتِ هِسِأُرَ ىﻠْعَ عُضَويَو
:
لاﻘُيَفِّ ؟ اذَﻫُ انَلْ ىنْأُ بِرَ ايَ نَﻻَوﻘُيَفِّ ، اهُيَفِّ امُو ايَنْدَّلْا اﻤُهُلْ
نَآرَﻘُلْا اﻤُكَّدَّلْو مْيَﻠْعتَبَّ اﻤُهُلْ :
Artinya :
Al-Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar al-Quran.” (HR. Thabrani dalam al- Ausath 6/51, dan dishahihkan al-Albani).
53. Diizinkan untuk memberikan syafaat kepada sepuluh orang keluarga yang sudah dinyatakan masuk nereka
هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ ﺔٌهُجُو هِﻠْلْا مَرَكَّ و هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ aيﻠْعَ ﻦَعَ
هِلْلآﺣْ لِحفِّ هُرَهُﻈّتَسِافِّ نَارَﻘُلْا أُرَقْ ﻦَمُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا يﻠْصَ
لِﻫُا ﻦَمُ ةَرَشَعَ يفِّ هِعﻔَﺷِو ﺔٌنَجَلْا هِﻠْلْا هِﻠْﺧَدا هِمُارَﺣْ مَرَﺣْو
(.
اذَﻫُ لاقْو يُذَمُرَتَلْاو دَّﻤُﺣْأُ هُاورَ رَانَلْا هِلْ تُبَجُو دَّقْ مْهُﻠْكَّ هِتَيَبَّ
ىوﻘُتَلْابَّ وﻫُ سَيَلْ يُوارَلْا نَاﻤُيَﻠْسِ ﻦَبَّ صﻔَﺣْو بيَرَغَ ثيَدَّﺣْ
يمُرَادَّلْاو هِجُامُ ﻦَبَّأُ هُاورَو ثيَدَّحلْا يفِّ فَعضْيَ
) .
Artinya :
Dari Ali karramallaahu wajhah, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa membaca al Qur’an dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah Swt. akan memasukannya ke dalam Surga dan allah menjaminnya untuk member syafaat kepada sepuluh orang keluarganya yang kesemuanya telah diwajibkan masuk neraka.” (Hr. Ahmad dan Tirmidzi)
MENDENGARKAN ORANG YANG MEMBACA AL-QUR’AN 54. Mendapatkan pujian dari Rasulullah SAW
يفِّ تُﺴَﻠْجُ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا يضَرَ يُرَدَّخلْا دَّيَعسِ يبَّأُ ﻦَعَ
ﻦَمُ aضٍعبَبَّ رَتَتَﺴَيَلْ مْهُضْعبَّ نَإِو ﻦَيَرَجُاهُﻤُلْا ءﺂﻔَعضَ ﻦَمُ aﺔٌبَّاصَّعَ
مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ ءﺂجُ ذًا أُرَﻘُيَ ئِرَاقْو ىرَعلْا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ مَاقْ اﻤُﻠْفِّ ،انَيَﻠْعَ مَاﻘُفِّ
عُﻤُتَﺴَنْ انَﻠْقْ ؟نَوعنَصَّتِ مْتَنَكَّ امُ لاقْ مْثُ مْﻠْﺴَفِّ ئِرَاﻘُلْا تُكُسِ
ﻦَمُ يتَمُأُ ﻦَمُ لِعجُ يُذَلْا هِﻠْلْدَّﻤُحلْا لاﻘُفِّ ىلْاعتِ هِﻠْلْا بِاتَكَّ ىلْا لدَّعيَلْ انَطسِو سَﻠْجَفِّ لاقْ مْهُعمُ يﺴَﻔَنْ رَبَصَا نَا تِرَمُا هِلْ مْهُﻫُوجُو تِزَرَبَّو اوﻘُﻠْحتَفِّ اذَكُﻫُ هُدَّيَبَّ لاقْ مْثُ انَيَفِّ هِﺴَﻔَنَبَّ
مَويَ مَاتَلْا رَونَjلْابَّ ﻦَيَرَجُاهُﻤُلْا كَيَلْاعصَ رَشَعمُ ايَ اورَشَبَّا لاﻘُفِّ
كَلْذًو aمَويَ فَصَّنَبَّ سٍانَلْا ءﺂيَنَغَا لِبَقْ ﺔٌنَجَلْا نَوﻠْﺧَدَّتِ ﺔٌمُايَﻘُلْا
( .
دوواد وبَّا هُاورَ aﺔٌنَسِ ﺔٌئِامُ سَﻤُﺧَ
) .
Artinya :
Dari abi Sa’id al Khudri r.a., ia menceritakan, “Pernah pada suatu ketika aku duduk dengan sekumpulan Muhajirin yang lemah. Dan sungguh, sebagian mereka menutupi dirinya dengan sebagian lainnya agar tidak terlihat auratnya, sedang seorang Qari membacakan (al Qur’an) kepada kami. Tiba-tiba datanglah Rasulullah saw. lalu berdiri diantara kami. Ketika Rasulullah saw. berdiri, Qari itu pun diam, kemudian beliau member salam dan bertanya, ‘Apa yang sedang kamu lakukan?’
Kami menjawab, ‘Kami sedang mendengarkan bacaan kitab Allah Swt..’ ‘Beliau bersabda, ‘Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan sebagian umatku orang- orang yang aku perintah agar bersabar bersama mereka.’ Kemudian beliau duduk ditengah mengatur kami. Kemudian beliau berisyarat dengan tangan beliau,
‘Melingkarlah kalian seperti ini!’ Maka wajah mereka pun tertuju kea rah beliau. Lau beliau bersabda, ‘Bergembiralah kalian, wahai sekalian Muhajirin yang miskin, (kalian akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. Kalian akan masuk Surga setengah hari lebih dulu daripada orang-orang kaya, sedang setengah hari (akhirat) sama dengan lima ratus tahun’.” (Abu Dawud)
55. Allah akan menuliskan pahala yang dilipatgandakan
هِﻠْلْا ى*ﻠْصَ هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ يضَرَ ةَرَيَرَﻫُ يبَّا ﻦَعَ : ﻦَمُ مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ
ﺔٌنَﺴَﺣْ هِلْ تُبَتَكَّ هِﻠْلْا بِاتَكَّ ﻦَمُ aﺔٌيَا ىلْا عُﻤُتَسِا
( .
دَّﻤُﺣْا هُاورَ ﺔٌمُايَﻘُلْا مَويَ 8ارَونْ هِلْ تُنْاكَّ اﻫُلَاتِ ﻦَمُو ﺔٌﻔَعَاضْمُ
يبَّا ﻦَعَ ﻦَﺴَحلْا ﻦَعَ هِﻘُيَثُوتِ فَﻠْتَﺧَاو ةَرَﺴَيَمُ ﻦَبَّ ةَدابَعَ ﻦَعَ
هُرَيَرَﻫُ يبَّا ﻦَعَ عُﻤُﺴَيَ ﻦَﺴَحلْا نَا ىﻠْعَ رَوهُﻤُجَلْاو هُرَيَرَﻫُ
Artinya :
Dari AbuHurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mendengarkan satu ayat dari Kitab Allah, akan ditulis untuknya satu kebaikan yang dilipatgandakan, dan barangsiapa membacanya, maka baginya nur pada hari Kiamat.” (Hr. Ahmad)
56. Membaca Al-Qur’an mendapatkan pahala yang sama dengan sedekah
:
هِﻠْلْا لوسِرَ لاقْ لاقْ هِنَعَ هِﻠْلْا ىضَرَ aرَمُاعَ ﻦَبَّ ﺔٌبَﻘُعَ ﻦَعَ
ﺔٌقْدَّصَّلْابَّ رَﻫُاجَلْاكَّ نَآرَﻘُلْابَّ رَﻫُاجَلْا مْﻠْسِو هِيَﻠْعَ هِﻠْلْا ىﻠْصَ
يئِاﺴَنَلْاو دوواد وبَّاو يُذَمُرَتَلْا هُاورَ ﺔٌقْدَّصَّلْابَّ Jرَﺴَﻤُلْاو ( . ىرَاخبَلْا طرَﺷِ ىﻠْعَ حيَحصَ لاقْو مْكَّاحلْاو
) .
Artinya :
Dari Uqpah bin Amir r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca al Qur’an dengan suara keras adalah seumpama orang yang memberikan
sedekahnya secara terang-terangan, dan orang yang membaca al al Qur’an dengan suara perlahan adalah seumpama orang yang memberikan sedekahnya secara sembunyi-sembunyi.” (Hr. Tirmidzi, Abu Daud, Nasa’I dan Hakim).