• Tidak ada hasil yang ditemukan

42 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "42 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

42 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan selama 5 hari (15 kali makan) di RSUD Lawang, dapat disimpulkan :

1. Pola menu pada penyelenggaraan makanan menu makanan biasa di RSUD Lawang dikategorikan sebagai menu seimbang. Hal ini disebabkan menu yang disajikan mulai dari makan pagi, makan siang dan makan sore sudah memenuhi kriteria menu seimbang yaitu terdapat minimal 4 komponen yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah.

2. Hasil kesesuaian standar porsi dan penerapannya, yaitu :

a. Makanan pokok (nasi) : hasil kesesuaian porsi nasi dengan standar yang telah ditetapkan dari rumah sakit sebesar 17% dan tidak sesuai sebesar 93%.

b. Lauk hewani : hasil kesesuaian porsi lauk hewani dengan standar yang telah ditetapkan rumah sakit sebesar 10% dan tidak sesuai sebesar 90%

c. Lauk nabati : hasil kesesuaian porsi dengan standar yang telah ditetapkan rumah sakit sebesar 9% dan tidak sesuai sebesar 91%

d. Sayur : hasil kesesuaian porsi dengan standar yang telah ditetapkan rumah sakit sebesar 1% dan tidak sesuai sebesar 99%

3. Hasil tingkat kesukaan pasien terhadap nasi tim, lauk hewani, lauk nabati, dan sayur dengan penialaian rasa, aroma, warna, tekstur, dan suhu dengan rata-rata kesukaan yaitu:

a. Makan pokok (nasi) : 100% suka dan 11,5% kurang suka

b. Lauk hewani : 80,4% suka, 72,8% kurang suka, 4,6% tidak suka c. Lauk nabati : 3% sangat suka, 81,4% suka, 13% kurang suka dan 2%

tidak suka

d. Sayur : 70,4% suka, 22,0% kurang suka dan 7,2% tidak suka

(2)

43 A. Saran

1. Kesesuaian besar porsi perlu di perhatikan untuk memperbaiki porsi agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dengan menggunakan alat berupa mangkuk kecil atau piring ceper kecil.

2. Saat pemotongan bahan makanan terutama lauk hewani dan lauk nabati perlu ada penimbangan atau keseragaman dalam pemotongan sesuai dengan berat (gram).

3. Perlu ditingkatkan pengawasan khususnya dalam pemorsian makanan biasa di RSUD Lawang.

4. Untuk selanjutnya perlu dilakukan penelitian mengenai ketersediaan energi dan zat gizi pada makanan biasa di RSUD Lawang

Referensi

Dokumen terkait

Pola makan pasien 3x sehari dengan porsi makanan nasi, sayur dan lauk. Saat sakit pun pasien tidak ada keluhan dalam makan, seperti kemampuan mengunyah, menelan, mual atau muntah

93 bahwa, jika di lihat dari strategi yang ditetapkan Rumah Sakit Patar Asih dengan hasil Balanced Scorecard dari indikator perspektif proses bisnis internal

Dari hasil perhitungan tundaan yang telah diperoleh yaitu sebesar 60.55 det/smp maka tundaan yang terjadi pada simpang tersebut sudah melebihi standar atau

Tingkat kesukaan pasien yang didapat masih ada beberapa pasien yang kurang suka dan tidak suka menu dari segi rasa, aroma, warna, tekstur dan suhu pada lauk hewani, lauk nabati dan

Kurangnya ketersediaan energi dan zat gizi pada menu makanan yang disajikan diakibatkan oleh pola menu yang kurang seimbang dan porsi makanan yang tidak sesuai dengan standar porsi yang

BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan judul “Hubungan Kesesuaian Penjadwalan Operasi Dengan Pencapaian Utilisasi Kamar Operasi Di Rumah Sakit Ngudi

Dari hasil penelitian sebaiknya pihak pengelola penyelenggaraan makanan dapat mempertahankan pola menu yang sesuai dengan syarat pola menu seimbang yaitu terdiri atas makanan pokok,

Jumlah bahan makanan mengandung purin/asam urat secara akumulatif dan rata-rata terdapat 15,75 39,37% masyarakat Samarinda yang mengkonsumsi bahan makanan mengandung purin dalam jumlah