• Tidak ada hasil yang ditemukan

44 bab iii metode penelitian a. pendekatan penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "44 bab iii metode penelitian a. pendekatan penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. PENDEKATAN PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang diambil menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya Arikunto (1996). Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada penelitian inferensial (dalam rangka pengujian hipotesis) dan menyandarkan kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil (Azwar, 2007).

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis korelasional. Penelitian korelasi yaitu penelitian yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi, Arikunto (1996). Melalui penelitian tersebut kita dapat memastikan berapa besar yang disebabkan oleh suatu variabel dalam hubungannya dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain.

B. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN

Variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel terikat (X) : Prasangka 2. Variabel bebas (Y) : Konflik

(2)

C. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN

Definisi operasional memberikan batasan arti suatu variabel dengan merincikan hal yang harus dikerjakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tersebut (Kerlinger, 2002). Defenisi operasional dalam penelitian ini adalah : 1. Prasangka Kelompok

Prasangka adalah sikap negatif terhadap anggota kelompok tertentu. Banyak orang yang membentuk dan memiliki prasangka karena dengan berprasangka dapat memainkan sebuah peran penting untuk melindungi atau meningkatkan konsep diri atau citra diri mereka. Prejudice atau prasangka dalam kehidupan merupakan proses kognitif yang berlangsung setiap hari baik pada orang yang baru kita kenal maupun pada teman sehari-hari. Prasangka kelompok pada siswa pesantren Mawaridussalam diukur dengan angket tertutup berupa skala yang disusun berdasarkan pada ciri-ciri prasangka kelompok yaitu : proses generalisasi terhadap perbuatan anggota kelompok, kompetisi sosial, penilaian ekstrim terhadap anggota kelompok lain, pengaruh persepsi selektif dan ingatan masa lalu, perasaan frustasi, agresi antar kelompok atau individu, dan dogmatisme (Brigham, 1991).

2. Konflik

Konflik adalah keadaan dimana daya di dalam diri seseorang berlawanan arah dan hampir sama kekuatannya dalam mencapai sesuatu hal. Konflik itu sendiri terjadi karena seseorang berada di bawah tekanan untuk merespon daya-daya tersebut secara simultan. Konflik terjadi karena adanya tujuan yang ingin dicapai sebagai keinginan atau harapan dari diri sendiri, tetapi adanya persaingan sebagai

(3)

keinginan atau harapan dari orang lain, dan keberhasilan sebagai hasil yang merupakan tuntutan dari lingkungan maka timbullah persaingan dan rasa ketidaksukaan terhadap orang lain, yang menjadi konflik. Penelitian ini lebih mengacu pada realistic conflict theory sebagai faktor prasangka. Konflik realistik adalah konflik yang berasal dari kekecewaan terhadap tuntutan-tuntutan khusus yang tejadi dalam hubungan dan dari perkiraan kemungkinan keuntungan para paratisipan, dan yang ditujukan pada objek yang dianggap mengecewakan (Poloma, 2003) Seperti halnya konflik yang terjadi pada siswa pesantren Mawaridussalam yang akan diukur dengan pemberian skala berdasarkan aspek- aspek konflik menurut Pondy & Walton (1969) yaitu: frustasi, konseptualisasi, perilaku, interaksi, hasil.

D. POPULASI, SAMPEL DAN METODE PENGAMBILAN SAMPEL Masalah populasi dan sampel yang dipakai dalam penelitian merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Populasi adalah objek, gejala atau kejadian yang diselidiki terdiri dari semua individu untuk siapa kenyataan- kenyataan yang diperoleh dari sampel penelitian itu akan digeneralisasikan (Hadi, 2002).

1. Populasi

Populasi didefinisikan sebagai kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian (Azwar, 2012). Sedangkan menurut Arikunto (1996) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sugiyono (2002) mengemukakan, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang

(4)

memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP pondok pesantren Mawaridussalam Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang.

2. Sampel

Menurut Arikunto (1996) sampel adalah sebagaian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang diambil oleh populasi tersebut Arikunto (1996). Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling yaitu pemilihan sampel yang didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat, karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri pokok populasi yang telah diketahui sebelumnya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Adapun karakteristik sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Siswa putri pesantren berusia 11 sampai 15 tahun 2. Berkelompok dalam satu kamar

3. Terdiri dari 7 kelompok kamar yang berjumlah 14 sampai 15 orang dalam 1 kelompok, dengan jumlah awal 1 kamar adalah 17 sampai 22 orang dimana ada beberapa orang dalam setiap kamar yang tidak masuk dalam kelompok kamar.

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik pengumpulan data dalam penenlitian ini menggunakan skala. Skala adalah suatu daftar yang berisi pernyataan yang diberikan kepada subyek agar

(5)

dapat mengungkapkan aspek-aspek psikologis yang ingin diketahui. Skala konflik langsung antar kelompok disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Pondy & Walton (1969) yaitu : frustasi, konseptualisasi, perilaku, interaksi, dan hasil. Skala prasangka kelompok berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Ahmadi (1991) yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif.

Model skala dalam penelitian ini menggunakan model skala Likert, Likert atau dikenal juga dengan The Method of Summated Rating, dengan variasi jawaban sebanyak empat (4) pilihan, yaitu: sangat tidak setuju (STS) bernilai 1, tidak setuju (TS) bernilai 2, setuju (S) bernilai 3, dan sangat setuju (SS) bernilai 4.

Penilaian butir favorable bergerak dari angka 4 (SS), 3 (S), 2 (TS), 1 (STS).

Penilaian butir unfavorable bergerak dari angka 1 (SS), 2 (S), 3 (TS), 4 (STS).

Tipe skala yang digunakan adalah tipe skala langsung yang dikerjakan oleh subjek penelitian. subjek tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan dan jawaban yang diberikan tersebut adalah berupa informasi tentang diri subjek mengenai prasangka kelompok dan konflik.

F. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR

Tujuan dilakukan uji coba alat ukur adalah untuk melihat seberapa jauh alat ukur dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur dan seberapa jauh alat ukur menunjukkan kecermatan pengukuran (Azwar, 2006). Uji coba skala dilakukan dengan menyebarkan skala kepada responden uji coba yang memiliki karakteristik hampir sama dengan karakteristik subjek penelitian. Berdasarkan daya beda item dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson Product Moment

(6)

yang diperoleh melalui analisa data dengan menggunakan SPSS version 16.0 for windows. Item yang memiliki daya beda cukup tinggi akan dihitung reliabilitasnya dengan menggunakan reliabilitas koefisien Alpha yang diperoleh melalui analisis data dengan menggunakan SPSS version 16.0 for windows. Item- item dalam skala yang memiliki daya beda cukup tinggi dan reliabel akan digunakan untuk mengukur konflik dan prasangka kelompok.

1. Uji Validitas

Azwar (2000) mendefinisikan validitas tes atau validitas alat ukur adalah sejauh mana tes itu mengukur apa yang dimaksudkannya untuk diukur, artinya derajat fungsi mengukurnya suatu tes atau derajat kecermatan suatu tes. Untuk mengkaji validitas alat ukur dalam penelitian ini, peneliti melihat alat ukur berdasarkan arah isi yang diukur yang disebut dengan validitas isi (content validity).

Validitas isi menunjukkan sejauh mana item-item yang dilihat dari isinya dapat mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur. Validitas isi alat ukur ditentukan melalui pendapat professional (professional judgement) dalam proses telaah soal sehingga aitem-aitem yang telah dikembangkan memang mengukur (representatif bagi) apa yang dimaksudkan untuk diukur (Suryabrata, 2000).

2. Uji Daya Beda Item

Setelah melakukan validitas isi kemudian dilanjutkan dengan melakukan uji daya beda item. Uji daya beda item dilakukan untuk melihat sejauh mana item mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki atribut dengan yang tidak memiliki atribut yang akan diukur (Azwar, 2000).

(7)

Komputasi ini menghasilkan koefisien korelasi item total yang dapat dilakukan dengan menggunakan formula koefisien korelasi Pearson Product Moment (Azwar, 2000). Uji daya beda item ini akan dilakukan pada alat ukur yang dalam penelitian ini adalah skala konflik dan prasangka kelompok.

3. Uji Reliabilitas Alat Ukur

Pengujian reliabilitas terhadap hasil skala dilakukan bila item-item yang terpilih lewat prosedur analisis item telah dikompilasi menjadi satu. Reliabilitas mengacu kepada konsistensi atau kepercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran (Azwar, 2000).

Uji reliabilitas alat ukur ini menggunakan pendekatan konsistensi internal (Cronbach’s alpha coeffecient), yaitu suatu bentuk tes yang hanya memerlukan satu kali pengenaan tes tunggal pada sekelompok individu sebagai subjek dengan tujuan untuk melihat konsistensi antaritem atau antarbagian dalam skala. Teknik ini dipandang ekonomis dan praktis (Azwar, 2000).

Penghitungan koefisien reliabilitas dalam uji coba dilakukan dengan menggunakan program SPSS version 16.0 For Windows.

G. HASIL UJI COBA ALAT UKUR

Uji coba skala konflik dan skala prasangka kelompok dilakukan pada 100 siswa putri pondok pesantren Mawaridussalam Batang Kuis Kab.Deli Serdang.

1. Hasil Uji Coba Skala Prasangka

Hasil uji coba skala prasangka menghasilkan 20 item yang diterima dari 24 item yang diujicobakan. Indeks diskriminasi item rix ≥ 0.3 dengan koefisien

(8)

reliabilitas rxx = 0.874. Indeks item yang memiliki daya beda tinggi bergerak dari rix = 0.373 sampai dengan rix=0.682.

2. Hasil Uji Coba Skala Konflik

Hasil uji coba skala konflik menghasilkan 58 item yang diterima dari 60 item yang diujicobakan. Indeks diskriminasi item rix ≥ 0.3 dengan koefisien reliabilitas rxy = 0.941. Indeks item yang memiliki daya beda tinggi bergerak dari rix = 0.303 sampai dengan rix=0.644.

H. PROSEDUR PENELITIAN 1. Persiapan Penelitian

Dalam rangka pelaksanaan penelitian ini ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh peneliti, antara lain :

a. Pembuatan alat ukur

Pada tahap ini, alat ukur yang terdiri dari skala prasangka dan skala konflik dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Dalam melakukan penyusunan item, peneliti dibantu oleh dosen pembimbing peneliti sebagai professional judgement. Peneliti membuat 24 item untuk skala prasangka dan 60 item untuk skala konflik.

b. Permohonan izin

Sebelum peneliti melakukan pengambilan data, terlebih dahulu diawali dengan pengurusan surat izin untuk pengambilan data.

c. Uji coba alat ukur

Uji coba dilaksanakan pada tanggal 17 November 2015.

(9)

d. Revisi alat ukur

Setelah peneliti melakukan uji coba alat ukur yang dilakukan pada 100 subjek, peneliti menguji reliabilitas skala prasangka dan skala konflik dengan menggunakan koefisien reliabilitas Alpha dari Cronbach dengan bantuan aplikasi program SPSS 16.0 for windows. Setelah diketahui item-item yang reliabel, peneliti kemudian menjadikan item-item tersebut sebagai skala yang akan digunakan untuk mengambil data penelitian.

2. Pelaksanaan Penelitian

Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 November 2015. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dengan sampel yang berbeda dari sampel uji coba.

3. Tahap Pengolahan Data

Setelah skala terkumpul, maka data hasil penelitian dari skor skala prasangka dan skala konflik kemudian diolah dan dianalisis dengan bantuan program komputer SPSS 16.0 for windows.

I. METODE ANALISIS DATA

Data-data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Sebelum data-data yang terkumpul dianalisa, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yang meliputi:

(10)

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian kedua variabel terdistribusi secara normal. Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan uji one-sample Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS for Windows versi 16.0. Data dikatakan terdistribusi normal jika nilai p > 0,05.

2. Uji Linieritas

Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel. Asumsi ini menyatakan bahwa hubungan antar variabel yang hendak dianalisis itu mengikuti garis lurus. Jadi peningkatan atau penurunan kuantitas di satu variabel, akan diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas di variabel lainnya. Uji linieritas dalam penelitian ini menggunakan uji F dengan nilai p<

0.05.

Referensi

Dokumen terkait

Alat dan bahan Penelitian ini menggunakan alat-alat untuk proses pengujian antara lain mesin uji impak charpy yang sudah dikembangkan pada berat pendulum, skala ukur dan penambahan