• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Kesimpulan - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "5.1 Kesimpulan - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dari peneliti tentang analisis penyebab belum terlaksananya retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di Puskesmas Donomulyo dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Unsur man yang menjadi faktor penyebab tidak terlaksanakannya pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang yaitu Ketidaksesuaian latar belakang pendidikan petugas dan pendidikan petugas rekam medis yang sesuai dengan ketentuan perundang- undangan terdapat 1 petugas, petugas rekam medis paling lama bekerja 10 tahun dan kurangnya pengetahuan petugas terhadap kegiatan retensi dan pemusnahan karena tidak adanya pelatihan terhadap petugas terkait tata cara pelaksanaan retensi dan pemusnahan, sehingga mengakibatkan belum terlaksananya kegiatan retensi dan pemusnahan.

b. Unsur money yang menjadi faktor penyebab tidak terlaksanakannya pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang yaitu tidak adanya anggaran untuk pengadaan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses retensi dan pemusnahan.

c. Unsur material yang menjadi faktor penyebab tidak terlaksanakannya pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang yaitu kurangnya ruang dan rak penyimpanan berkas rekam medis serta belum adanya rak penyimpanan untuk dokumen rekam medis inaktif. Alternatif permasalahan yaitu diperlukan adanya perluasan ruang penyimpanan berkas rekam medis agar lebih ergonomis dan Adanya penambahan rak rekam medis disesuaikan dengan kebutuhan.

d. Unsur machine yang menjadi faktor penyebab tidak terlaksanakannya pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang yaitu tidak adanya komputer dan scanning

(2)

sebagai pengarsipan dan penokumentasian dokumen rekam medis dan alat pencacah kertas untuk pemusnahan dokumen rekam medis yang sudah tidak aktif.

e. Unsur method yang menjadi faktor penyebab tidak terlaksanakannya pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang yaitu tidak adanya kebijakan dan SOP mengenai retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis sehingga menjadi penyebab tidak terlaksanakannya retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di puskesmas.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis penyebab belum terlaksananya retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di Puskesmas Donomulyo maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:

a. Aspek pengetahuan perlu ditingkatkan dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan rekam medis, terutama berkaitan dengan retensi dan pemusnahan berkas rekam medis.

b. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya rekam medis kepada kepala puskesmas salah satunya yaitu workshop

c. Adanya anggaran khusus dan dukungan pihak puskesmas terhadap proses retensi dan pemusnahan rekam medis dengan diberikannya alat scanner, alat pencacah kertas dan rak penyimpanan berkas inaktif serta dukungan pihak puskesmas terhadap proses retensi dengan diberikannya komputer.

d. Perlu adanya pembuatan kebijakan mengenai retensi dan pemusnahan rekam medis untuk menjadi acuan dilakukannya retensi dan pemusnahan dan SOP sebagai kerangka kerja petugas rekam medis dalam melaksanakan kegiatan retensi dengan tata cara yang sesuai dengan prosedur.

e. Saat sudah dilaksanakannya retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis maka sistem penomoran yang sudah terpaku pada box file diubah dengan penambahan nomor rekam medis yang dokumen rekam medisnya masih aktif di

(3)

box file berikutnya, jadi tidak terpaku berisi 40 DRM tetapi dikurangi agar saat ada pasien yang datang tetapi DRM sudah dimusnahkan masih bisa masuk dalam box file sesuai nomor urut. Hal ini agar mengurangi box file tidak memakan banyak tempat dengan adanya celah kosong pada tiap box file.

f. Untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan variabel dan metode penelitian yang berbeda agar terdapat penyebab faktor lain yang belum peneliti sampaikan pada penelitian ini sebagai pertimbangan lain dalam penyebab belum terlaksanakannya retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis, juga peneliti selanjutnya dihimbau untuk meneliti dalam jangka waktu yang lebih lama guna mendapatkan data yang lebih mendetail.

Referensi

Dokumen terkait

LENIBAR PENGESAHAN Pembuatan Buku Pedoman Pengisian Rekam Medis UGD Untuk Meningkatkan Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas Janti Oleh: Isnaini Khadijah Nur

I,1]MBAR PENGESAHAN Analisis Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan berdasarkan Kriteria Keaukurasian Pendol-umeotasian Klinis di Puskesmas Dinoyo Kota Malang Oleh Candra Lukita

Berdasarkan tanya jawab dengan petugas unit Rekam Medis di Puskesmas Mojolangu, diketahui bahwa pendaftaran pasien masih menggunakan pendaftaran manual karena belum ada petugas yang

Pencahayaan lampu di ruang penyimpanan dokumen rekam medis yang ada di Puskesmas Kasembon masih kurang baik, padahal dalam ruang penyimpanan dokumen rekam medis kondisi pencahayaan yang

Tanda petunjuk tersebut diletakkan menggantikan tempat rekam medis yang lama.Hatta, 2013 Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada saat PKL di Puskesmas Cisadea Malang pada

Peneliti telah melakukan analisa terhadap 10 dokumen rekam medis rawat inap tahun 2021 di Unit Rekam Medis RS Permata Bunda Malang yang menunjukkan bahwa penggunaan terminologi medis

Hasil pengukuran waktu penyediaan dokumen rekam medis sesudah implementasi SOP Pengembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan adalah 577,57 detik atau 9 menit 37,57 detik.. Perbandingan

Bagi Mahasiswa Sebagai pembelajaran serta menambah pengetahuan dan wawasan dalam bidang rekam medis khususnya dalam standar pengisian dokumen rekam medis pasien rawat jalan di