BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Modern ini, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi individu. Mengingat persaingan kerja semakin hari semakin ketat, maka terlihat sulit rasanya mendapat pekerjaan dengan latar belakang minim pendidikan. Selain untuk mencerdaskan bangsa dan berbudi luhur, pendidikan juga diharapkan dapat menciptakan hal-hal inovatif dan kreatif sebagai pembaharu untuk kemajuan suatu negara.
Dalam meraih prestasi akademik, maka individu memerlukan sebuah motivasi. Motivasi merupakan daya mencegah atau pendorong perilaku tertentu yang didasarkan melalui dalam diri (intrinsik) dan dari luar individu (ekstrinsik). Melalui hal ini, maka motivasi diharapkan dapat menumbuhkan semangat pembelajaran. Alah bisa karena terbiasa. Dalam mengecam pendidikan, individu dituntut menjadi seorang yang berkeinginan keras untuk belajar juga berlatih untuk memperoleh kemampuan baru. Oleh karena itu, hasil pembelajaran akan efektif dan optimal apabila siswa memperoleh motivasi yang kuat, baik dalam belajar maupun berlatih.
Namun, hal krusial yang menjadi penyebab gagalnya prestasi siswa adalah inkonsistensi mereka dalam menempuh pendidikan. Kejenuhan dan rasa bosan selalu menjadi faktor yang mengganggu keberhasilan akademik siswa. Berkaca dari hal tersebut, tak hanya menjadi perhatian penting bagi siswa dalam mempertahankan motivasi belajarnya, orang tua juga juga perlu menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk mendukung anak dalam mempertahankan motivasi. Tenaga didik juga diharapkan dapat mempertimbangkan metode mengajar yang variatif agar siswa dapat menorehkan perhatian penuh dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.
Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa, banyak cara yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Adapun yang dapat diberikan kepada siswa dalam mendongkrak motivasinya adalah perhatian, pujian, dan hadiah-hadiah lain agar siswa lebih bersemangat dalam belajar.
Adanya perilaku yang disetujui secara sosial dan pemberian penghargaan pada hasil usaha yang memuaskan akan memperkuat perilaku positif pada siswa; mereka akan mengasosiasikan penghargaan dengan perilaku yang disetujui oleh lingkungan. Namun, apakah terdapat perbedaan motivasi apabila adanya perbedaan pada jenis penghargaan terhadap siswa? Oleh karena itu,
peneliti mencoba mencari tahu seberapa kuat perilaku siswa dalam mengerjakan tugas agar lebih aktif dan bersemangat berdasarkan jenis reward yang diberikan.
RUMUSAN MASALAH
Apakah jenis reward yang diberikan mempengaruhi motivasi siswa dalam mengerjakan tugas?
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui pengaruh jenis reward terhadap motivasi siswa dalam mengerjakan tugas