Mata Kuliah : Psikologi Keluarga
Dosen Pengampu : - Dr. Haerani Nur, S.Psi., M.Si - Wilda Ansar, S.Psi., MA
TUGAS PROSES KEHIDUPAN DALAM KELUARGA
“KONSEP PENGASUHAN”
DISUSUN OLEH
Hikma Gazvia Batariola 200701501079
Kelas A
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2022
A. Kesimpulan Wawancara Ibu dan Ayah Mengenai Keyakinan Mereka dalam Membesarkan Anak dan juga Tantangan Serta Kegembiraaan yang Mereka Alami
Berdasarkan hasil wawancara yang telah saya lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa keyakinan ibu saya dalam membesarkan anak ialah sangat besar dimana ibu menaruh harapan lebih kepada anak-anaknya untuk dapat menjaganya kelak dimasa tua. Bagi ibu anak adalah aset dimana ada hubungan timbal balik didalamnya. Ia yakin bahwa walaupun ia hanya seorang single-parent tetapi ia mampu membesarkan anak perempuannya hingga sukses.
Tantangan ibu saya dalam mengasuh itu adalah karena ia seorang single-parent dikarenakan perceraian dari ayah. Menjadi orang tua tinggal tidaklah mudah bagi ibu saya hal ini disebabkan karena tingkat stres yang tinggi dan tingkat sumber daya ekonomi dan emosional yang rendah.
Tantangan yang ibu saya alami mulai dari manajemen waktu, mengatasi anak yang sakit, menghadapi stigma sosial yang cenderung negatif. Selain itu, ibu saya tidak hanya mengasuh saya tetapi juga adik saya yang artinya butuh kerja ekstra dalam membiaya kedua anaknya agar tetap bersekolah dan memenuhi kebutuhan lain anaknya.
Kegembiraan yang ibu saya alami selama mengasuh saya adalah ia bangga memiliki anak-anak yang cerdas dan berprestasi. Tipe pengasuhan yang ibu saya lakukan cenderung pada gaya demokratis dan permisif dimana ia menetapkan aturan dan harapan yang tinggi dan sering kali berdiskusi dengan anak-anaknya tetapi terkadang ibu juga jarang memaksa anak untuk menyesuaikan diri dengan standar dia. Ia senang memiliki anak- anak yang menghasilkan gen yang baik. Ketika salah satu dari anaknya meraih prestasi ia akan membanggakannya ke orang-orang lain. Oleh karena itu, ia merasa sangat bangga kepada dirinya walaupun hanya seorang single-parent tetapi ia mampu mendidik dan mememenuhi semua kebutuhan anaknya.
B. Surat Kepada Orangtua
Untuk mama terima kasih telah mencintaiku tanpa syarat, bahkan ketika aku marah kepadamu, berteriak padamu, dan juga mendiamkan mu.
Mungkin, Hikma tidak pandai mengucapkan rasa yang hikma secara verbal.
Oleh karena itu, lewat surat ini aku berterima kasih atas semua bimbinganmu dan cinta kasih tulus yang engkau berikan. Terima kasih telah melahirkanku ke dunia ini dan tetap merawatku sampai sekarang dengan ikhlas. Terima kasih atas kesabaranmu selama ini padaku ketika aku mulai frustasi. Terima kasih telah membantuku menemukan cara untuk menenangkan diri dan memelukku ketika aku membutuhkan kenyamanan.
Terima kasih telah menjadi ibu yang kuat untuk melindungiku walau kau hanya sendiri merawatku. Hikma juga berterima kasih ke mama karena tetap berada disampingku dan membelaku disaat semua orang pergi meninggalkanku. Makasih ma, sudah menyerahkan seluruh waktumu untuk mengurusku. Mama tak pernah lelah dengan segala ocehanku dan untuk itu juga aku berterima kasih. Bersama denganmu aku bisa menjadi diriku sendiri walaupun masih ada beberapa hal yang ku tutupi tetapi engkau mengenal ku dengan sangat baik dan tetapi menerima segala kekuranganku.
Terima kasih mama selalu sabar menghadapi dan tak pernah menyerah dengan tingkah laku Hikma yang menyebalkan. Berkat mama, kini Hikma telah tumbuh dewasa menjadi manusia yang lebih mengerti apa arti kehidupan dan bagaimana dunia sebenarnya. Keriput yang menghiasi wajah dan tubuhmu adalah bukti jika engkau telah melalui beragam masa sulit.
Hikma mungkin belum sepenuhnya bisa membanggakan mama. Tapi, yang selalu kamu harapkan hanyalah kebahagiaanku, terima kasih mama.
Maafkan Hikma yang kadang tak menuruti keinginan mama. Hikma akan mengganti setiap tetesan air mata mama karena kenakalanku dengan kebahagiaan dan kebanggan memiliki putri sepertiku. Aku tidak tahu sudah berapa kali mengucapkan ini rasanya tidak cukup tetapi sekali lagi aku ingin mengatakan terima kasih untuk kasih sayangmu dan terima kasih telah mengasihiku tanpa syarat apapun. Hikma cinta mama.
C. Refleksi Menghabiskan Waktu dengan Anak-Anak
Hampir setiap hari saya menghabiskan waktu dengan anak-anak, karena saya memiliki adik di rumah. Selama merawat dan menghabiskan waktu dengannya saya mendapatkan banyak pelajaran dan yang paling utama adalah sabar. Ketika bersama mereka akan selalu muncul emosi negatif yang berlebih ketika mereka mengacaukan sesuatu. Tetapi sebagai kakak, saya hanya bisa sabar dan mencoba untuk menegurnya dengan cara lembut. Anak-anak memiliki magnet tersendiri buat saya, tingkah mereka yang polos dan juga keingin tahuan mereka yang tinggi membuat saya ingin mengajarkan mereka sesuatu. Oleh karena itu saya sadar bahwa orang tua memegang peran yang besar dalam mengenalkan dunia kepada anak-anak.
Sebagai anak pertama dalam keluarga sudah menjadi tanggung jawab saya untuk merawat mereka disaat orang tua saya sudah tidak mampu ataupun meninggal. Mereka yang belum mengetahui banyak hal membuat saya ingin melindungi mereka dari lingkungan-lingkungan yang akan berdampak buruk pada mereka. Bermain bersama anak-anak juga menjadi cara saya untuk menghilangkan stres, tingkah mereka yang lucu dan menggemaskan membuat saya jauh lebih bahagia. Berkomunikasi dengan anak-anak juga gampang-gampang susah tapi justru itu yang menjadi daya tariknya. Bagi saya, mengajak bicara anak-anak ataupun bercerita pada mereka jauh lebih menyenangkan dan tanpa kita sadari mereka juga dapat merasakan apa yang kita rasakan. Terkadang saya juga membuatkan adik saya susu, memasakkan makanan yang ingin dia makan, membelikan sesuatu yang ia suka, menemaninya bermain dan bercerita, mengajarinya sesuatu, membantunya mengerjakan tugas sekolah, menasehati atau menegurnya ketika ia salah, menidurkan dia saat memasuki jam tidur adik saya. Selama itu pula saya mengerti banyak hal mengenai pengasuhan orang tua bukan hanya sekedar bertanggung jawab dalam hal materi, tetapi juga orang tua bertanggung jawab dalam kebahagiaan dan pola perilaku yang terbentuk atau kepribadian pada anak-anak.