MARFOLOGI DAN SPIKULA KARANG LUNAK
A. Pembahasan Lembaran Kerja a) Morfologi
Sinularia Memiliki bentuk cabang-cabang yang tebal dan pendek, yang bisa menyerupai jari-jari atau tangan. Cabang-cabangnya tidak bercabang banyak seperti karang keras, tetapi lebih berbentuk bulat atau menggumpal. Struktur tubuhnya fleksibel dan lentur, yang memungkinkan mereka bergoyang mengikuti arus air. Berdasarkan bentuknya, Sinularia termasuk ke dalam tipe karang lunak atau soft coral. Karang lunak memiliki ciri khas tidak memiliki kerangka keras seperti karang batu (Scleractinia), sehingga tubuhnya lebih fleksibel dan lentur. Koloni bertangkai dan merambat (encrusting). Kapitulum lebar, lobat yang merambat, bertangkai aboresen, digitata dan glomerata. Polip monomorfik yaitu memiliki sifonosoid. Warna Sinularia putih keabu-abuan.
Pada bagian sinularia terdapat Polip Bagian individu kecil dari karang yang terdiri dari tentakel untuk menangkap makanan. Tentakel:digunakan untuk menangkap plankton dan partikel makanan dari air.Cabang (Branches):
Struktur utama yang menyerupai jari atau cabang-cabang tebal yang tumbuh dari dasar.
Filum: Cnidaria Class: Anthozoa
Ordo: Alcyonacea Famili: Alcyoniidae
Genus: :Sinularia b) Bentuk spikula
Pada bagian kapitulum (atas) anatomi nya terdapat bentuk spikula Spindle:
kumparan lurus atau melengkung dengan kedua ujung runcing. Pada bagian oral disc (tengah) terdapat bentu kspikula Spindle: kumparan lurus atau melengkung dengan kedua ujung runcing, Shuttle: seperti club, tanpa kepala, tanpa atau dengan sedikit tonjolan duri. Needle: seperti jarum, tanpa tonjolan.
Dan pada bagian basal (bawah), terdapat bentuk spikula Spindle: kumparan lurus atau melengkung dengan kedua ujung runcing, Shuttle: seperti club, tanpa kepala, tanpa atau dengan sedikit tonjolan duri
B.Karang Lunak Secara Umum Taksonomi
Taksonomi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari pengelompokan, pengklasifikasian, dan penamaan makhluk hidup berdasarkan karakteristik tertentu. Kata octocoralia berasal dari bahasa Latin dan bahasa Yunani. Secara etimologis, octo dalam bahasa Latin berarti delapan, dan coralia berasal dari
bahasa Yunani koralion, yang berarti "koral." Jadi, nama ini merujuk pada ciri khas dari kelas ini, yaitu memiliki delapan tentakel pada polipnya. Octocorallia yang merupakan sub kelas dari Karang Lunak, memiliki skeleton berkapur yang terdiri dari sejumlah partikel kecil yang disebut ’sclerite’. Namun komposisi sclerite tidak selalu berasosiasi dengan bentuk skeleton pada Karang Lunak.
Skeleton Karang Lunak dapat terlihat empuk tak beraturan padahal tersusun atas sclerite yang besar dan banyak. Sclerite merupakan salah satu karakteristik pada Karang Lunak yang umum digunakan sebagai alat identifikasi. Pada species tertentu, dijumpai skeleton keras yang berada di tengah cabang, yang umumnya dikelilingi sejumlah sclerites. Species yang termasuk ke dalam Sub Kelas Octocorallia memiliki 8 tentakel (Diah dkk, 2019).
Menurut fahmi(2022) Ordo dalam subkelas Octocorallia terdiri dari tiga ordo utama, yaitu:
1. Alcyonacea
Alcyonacea adalah ordo yang paling dikenal dalam subkelas Octocorallia dan mencakup banyak jenis karang lunak. Anggota ordo ini memiliki tubuh yang lunak dan disokong oleh spikula, serta memiliki delapan tentakel.
arang lunak dalam ordo ini dapat memiliki berbagai bentuk koloni, seperti lobata, encrusting, arboresen, dan glomerata. Mereka juga dikenal karena kemampuan menghasilkan senyawa bioaktif yang memiliki potensi farmasi.
2. Helioporacea
Helioporacea dikenal sebagai karang biru. Anggota ordo ini memiliki kerangka yang terbuat dari sekresi kalsium karbonat yang membentuk lapisan keras. Berbeda dengan Alcyonacea, Helioporacea tidak memiliki spikula tetapi memiliki struktur yang lebih padat dan keras. Mereka biasanya tumbuh dalam bentuk koloni yang tegak dan berlobus.
3. Pennatulacea
Pennatulacea, atau pena laut, adalah ordo yang terdiri dari hewan koloni dengan bentuk menyerupai pena. Mereka dapat ditemukan di perairan dangkal maupun dalam. Koloni Pennatulacea memiliki struktur yang terdiri dari batang utama (rachis) dan polip-polip yang terhubung. Beberapa
spesies dapat mengembang atau mengempis dengan mengatur jumlah air di dalam tubuhnya.
karang lunak, masuk ke dalam filum Cnidaria karena memiliki karakteristik tertentu yang khas dari kelompok karena Keberadaan Sel Penyengat (Cnidocytes): yang digunakan untuk pertahanan diri dan menangkap mangsa. Di dalam sel ini terdapat organel khusus yang disebut nematosis dan radial Symmetry (Simetri Radial), yang berarti tubuh mereka bisa dibagi menjadi beberapa bagian yang sama jika dipotong dari pusat tubuh keluar. Polip memiliki simetri radial, di mana polip tersusun melingkar di cabang-cabang. Diklasifikasikan dalam kelas Anthozoa karena bentuk polipnya yang permanen, kemampuan reproduksi koloni, dan strukturnya yang beradaptasi dengan kehidupan di terumbu karang. Anthozoa memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, terutama terumbu karang. diklasifikasikan dalam kelas Anthozoa karena organisme ini hanya berada dalam bentuk polip sepanjang hidupnya, tidak memiliki fase medusa, dan hidup secara kolonial dengan polip yang terhubung. Sinularia masuk dalam ordo Alcyonacea, yang merupakan kelompok karang lunak. Karang dalam ordo ini memiliki tubuh yang fleksibel dan tidak membentuk kerangka kalsium karbonat keras, seperti yang ditemukan pada karang batu. Bentuk-bentuk spikula pada anggota Alcyonacea adalah keluarga karang lunak dengan ciri khas cabang-cabang tebal dan pendek. Mereka hidup secara kolonial, dan cabang-cabangnya menyerupai jari-jari atau tentakel. genus yang terdiri dari berbagai spesies karang lunak yang dikenal dengan cabang-cabang tebal dan tekstur yang lebih lunak dibandingkan dengan karang keras (Fahmi, 2022).
Taksonomi dan Sistematika Karang Lunak Terumbu karang merupakan ekosistem di perairan tropis yang kaya akan biotabiota penyusunnya dengan keanekaragaman jenis yang tinggi, salah satu biota penyusun terumbu karang adalah karang lunak (Alcyonacea). Karang lunak masuk dalam ordo Alcyonaria yang merupakan nama penggolongan sub-kelas karang lunak (Octocoralia) karena Karang lunak memiliki tubuh yang disokong oleh sejumlah besar duri-
duri yang kokoh, berukuran kecil dan tersusun sedemikian rupa sehingga tubuh karang lunak lentur dan tidak mudah putus (Fahmi, 2022)
C. Marfologi Dan Bentuk Pertumbuhan Karang Lunak
Menurut Suharsono (1984) dalam Haris & Rani (2019), pertumbuhan karang merupakan proses pertambahan panjang, volume atau perubahan tutupan kerangka karang per satuan waktu. Pertumbuhan terjadi karena adanya kalsifikasi yang tersusun dari kalsium karbonat dalam bentuk aragonit kristal (kristal serat CaCO3) dan kalsit.
Menurut Bayer et al. (1983) dalam manuputty (2002) dalam sripsi fahmi (2022) bentuk pertumbuhan (percabangan) karang lunak memiliki beberapa motif. Bentuk pertumbuhan (percabangan) karang lunak diuraikan sebagai berikut
Gambar 28. Bentuk pertumbuhan koloni Alcyonacea (lobate, encrusting, arboresen, glomerate, dan umbellate).
1. Lobata: bertangkai pendek atau panjang, kapitulum terdiri atas lobus yang berbentuk jari pendek atau tonjolan bulat yang tidak beraturan bentuk maupun ukurannya.
2. Encrusting: kapitulum tanpa tangkai, pertumbuhan koloni merambat dan melekat erat di dasar, pada permukaan atas kapitulum terdiri dari kumpulan lobus berbentuk bulatan atau seperti pematang yang tegak lurus.
3. Arboresen: bentuk pertumbuhan seperti pohon dengan batang utama dan cabang cabang. 5
4. Glomerata: bentuk pertumbuhan arboresen dengan cabang primer bergerombol pendek dan rapat, melekat pada batang utama: bentuk pertumbuhan arboresen, dari cabang primer bercabang menjadi cabang sekunder namun tidak rapat.
5. Umbellata: bentuk pertumbuhan seperti arboresen tetapi cabang primer dan sekunder tersusun menyerupai payung.
d. spikula karang lunak
Spikula berasal dari kata spiculus atau spicus yang berarti butir-butir yang ujungnya tumpul atau runcing. Spikula tersusun atas kalsium karbonat padat dan keras, yang berperan sebagai penopang seluruh bagian tubuh karang lunak mulai dari pangkal yang menempel hingga ujung tentakel. Spikula dapat dipisahkan dari jaringan karang dengan larutan klorin (natrium hypoclorit). Untuk identifikasi, spikula diambil dari bagian atas yang terdiri dari jaringan internal dan eksternal. Demikian pula dari bagian bawah atau tangkai/basal. Cuplikan jaringan masing-masing diletakkan dalam gelas objek, diberi larutan klorin yang fungsinya untuk melarutkan jaringan karang. Sesudah itu dilakukan pencucian denga air untuk 6 menghilangkan larutan klorin dan sisa jaringan. Kemudian diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x40 (Haris & Rani, 2019).
Terdapat beberapa model spikula pada bangsa alcyonacea berikut di antaranya (Manuputty, 2002) dalam skripsi fahmi (2020).
Gambar 29. Bentuk-bentuk spikula pada anggota Alcyonacea
1. Antler: bentuk sisik, kecil dan bercabang tak beraturan, (a). Contoh:
Denronephthya
2. Barrel, Double sphere seperti silinder pendek dengan kedua ujung melebar yang disebut kepala (head), dan berduri (warty head) jarak anatara kedua kepala sangat pendek, (b). Contoh: Cladiella dan Lobophytum
3. . Bracket: sklerit seperti lengkungan dengan dua tonjolan duri yang panjang dan yang di tengah agak pendek, (c) Contoh: Lemnalia.
4. Branched spindle: bentuk kumparan besar dengan salah satu atau kedua ujung bercabang, (d). Contoh: Sinularia).
5. Capstan: seperti kumparan kecil berujung tumpul (rod) dengan tonjolan duri yang menggerombol teratur, (e). Contoh: Lobophytum
6. Caterpilar: seperti kumparan dengan salah satu sisi berduri, (f). Contoh:
Nephtheidea.
7. Clubs: seperti kumparan kecil dengan salah satu ujung melebar dan ujung lainnya runcing, (g). Contoh: Alcyonacea.
8. Finger – Biscuitlike: seperti sisik kecil dan pipih atau “rod” yang pipih, (h).
Contoh: Anthelia, Xenia.
9. Hockey – Stick spindle: bentuk spikula seperti seperti pemukul hockey, (i).
Contoh: Dendronephthya.
10. Leptoclades – type club: club dengan bagian kepala berbentuk daun yang menguncup, ujung bawah (handle) memiliki tonjolan duri, (j). Contoh:
Sinularia.
11. Needle: seperti jarum, tanpa tonjolan, (k). Contoh: Lemnalia
12. Shuttle: seperti club, tanpa kepala, tanpa atau dengan sedikit tonjolan duri, (l). Contoh: Lobophytum.
13. Spindle: kumparan lurus atau melengkung dengan kedua ujung runcing, (m). Contoh: umumnya pada jaringan koenensim bagian basal (base).
14. Thorn club: club dengan bagian kepala (head) memiliki tonjolan duri yang padat, (g). Contoh: Sinularia.
DARTAR PUSTAKA
Fahmi D., A,. 2022. Distribusi Karang Lunak Famili Alcyoniidae Pada Zona Fore Reef Di Pulau Barranglompo Kota Makassar. .rogram Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar
Haris, A., & Rani, C. 2019. Karang Lunak Anthozoa: Octacorallia. Deepublish, Yogyakarta.