• Tidak ada hasil yang ditemukan

ADAB BERGAUL (ADAB DENGAN TEMAN SEBAYA)

N/A
N/A
Ana nrlchusna

Academic year: 2023

Membagikan "ADAB BERGAUL (ADAB DENGAN TEMAN SEBAYA) "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

ADAB BERGAUL

(ADAB DENGAN TEMAN SEBAYA)

Islam merupakan salah satu agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Dalam ajaran Islam, terdapat adab dalam bergaul. Tak hanya kepada sesama muslim, kita pun harus berperilaku baik terhadap semua orang. Nah, berikut ini ada beberapa adab dalam bergaul dengan teman sebaya.

1. Mengucapkan salam.

Dalam ajaran agama Islam, memberi dan mengucapkan salam adalah salah satu kewajiban manusia di antara sesama muslim. Mengucapkan salam kepada orang lain merupakan adab pergaulan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

2. Memilih teman dalam bergaul.

Manusia termasuk makhluk sosial yang kehidupannya tak lepas dari orang lain.

Untuk menjaga agama dan etika sosial, hendaknya kita memilih dan memilah siapa yang akan dijadikan teman bergaul. Karena siapa yang menjadi teman dekat pasti akan memberikan pengaruh baik dalam urusan agama maupun akhlak seseorang, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: “Seseorang berdasarkan agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang di antara kalian meneliti dengan siapa dia bergaul.”

3. Mencintai teman karena Allah.

Islam adalah agama yang menyerukan cinta, silaturahmi, dan kasih sayang sesama.

Islam juga melarang kita untuk meninggalkan saudara dalam iman. Salah satu bentuk kecintaan antar teman adalah dengan melarang atau meninggalkan satu sama lain ketika ada yang melakukan kekufuran.

4. Saling tolong-menolong

Saling tolong-menolong antara teman dalam hal kebaikan dan taqwa sangatlah dianjurkan. Dan terlarang jika saling memberi bantuan atas dosa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Muslim: “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya suka menolong saudaranya.

5. Saling menghormati hak teman.

Selama bergaul dengan sebaya hendaknya memperlakukannya dengan baik dan saling menghormati hak-haknya dan tidak saling mendzalimi. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu menjawab salam, menengok orang yang sakit, mengiringi jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakan ‘yarhamukallah’ untuk yang bersin.”

Dan juga sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Muslim:

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan dzalim atas diri-Ku, dan Aku pun telah menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian saling mendzalimi!”

(2)

6. Menjauhi hal yang menimbulkan keburukan.

Antar teman hendaknya tidak berprasangka buruk dan menggunjing, yaitu tidak menyebarkan aib dan kekurangannya, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 12 yang artinya: “Jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lainnya, apakah salah seorang di antara kalian suka memakan bangkai saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian tidak menyukainya.”

Antar teman hendaknya tidak saling mencela dan berkata kotor ataupun kasar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi:

“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, tidak suka melaknat, tidak berbuat keji, dan tidak berkata kotor.”

7. Menjaga keharmonisan hubungan pertemanan.

Ketika terjadi persoalan yang menyangkut harga diri masing-masing teman hendaknya tetap bertegur sapa. Jika tidak memungkinkan, Rasulullah SAW memberi ruang maksimal tiga hari untuk tidak bertegur sapa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya lebih dari tiga hari.”

Itulah adab-adab bergaul dengan teman sebaya Hal hal yang harus dihindari dalam berteman

1. Memberi julukan negatif dan membicarakan keburukan teman dengan orang lain

Sikap dalam berteman yang tak boleh dilakukan salah satunya ialah memberikan julukan yang negatif atau terdengar buruk. Kamu dan temanmu memang bersahabat, tetapi hal itu tidak berarti kamu dapat memperlakukannya dengan semena-mena.

Bukan hanya memberi julukan negatif, kamu juga tidak boleh membicarakan keburukan atau aib temanmu kepada orang lain. Temanmu mungkin memiliki beberapa sifat yang tidak kamu sukai, atau mungkin hal lain yang mengganggu dirimu. Namun, itu bukan berarti kamu dapat membicarakannya dengan orang lain. Cobalah untuk bersikap terbuka pada temanmu mengenai hal-hal tersebut.

2. Suka mengkritik dan sering berbohong

Ketika temanmu berada dalam kesulitan atau membuat kesalahan, sepantasnya sebagai teman kamu membantunya dan berdiri di sisinya. Berikan pemahaman dan dengarkan keluh kesahnya atas kesulitan dan kesalahan yang dialaminya. Jangan mengkritik dan menghakiminya sebelum kamu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Saat mendengarkan keluh kesahnya dan memberikan saran ataupun pemahaman padanya, ingatlah untuk tidak berbohong padanya. Katakan apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu dan jangan menyutujui sesuatu yang kamu pikir itu bukanlah hal yang tepat. Berikanlah pendapat yang jujur.

Kebenaran yang kamu katakan dapat menyelamatkannnya dari pilihan yang salah.

(3)

3. Memanfaatkan teman

Hindari sikap Memanfaatkan teman seperti itu dan ingatlah untuk selalu mengucapkan terima kasih atas bantuan ataupun pemberian, seperti hadiah yang diberikannya. Berikan apresiasi kepadanya untuk menunjukkan rasa terima kasih dan rasa sayang sebagai teman dekat.

4. Mengabaikan teman saat berbicara

hargailah temanmu saat ia berbicara. Perhatikan apa yang dibicarakan dan berikanlah respons padanya. Ingatlah untuk tidak mengabaikannya saat berbicara.

5. Mengabaikan teman saat marah, kecewa, atau kesulitan

Tidak hanya mengabaikan saat berbicara, hindari juga sikap mengabaikan teman saat ia sedang marah atau kecewa. Cobalah untuk menempatkan dirimu pada posisi temanmu yang sedang kecewa, tetapi diabaikan.

Kamu mungkin berpikir untuk memberinya ruang sendiri agar Ia bisa tenang. Namun, itu bukan berarti kamu mengabaikannya dan tidak peduli padanya. Kamu bisa menghibur dan mendukungnya. Ini akan membuatnya merasa dipedulikan dan mencegahnya berpikir pada kesimpulan yang aneh atau buruk.

6. Tidak menepati Janji

Bagi sebagian orang yang memiliki hubungan pertemanan, menepati janji bukanlah sebuah kesulitan. Namun bagi sebagian lainnya, janji yang tidak ditepati merupakan masalah yang sering terjadi. Janji adalah sebuah hal berharga dalam menjalin hubungan pertemanan maupun hal lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

2.1 Mendeskripsikan upaya yang dilakukan Nabi Muhammad Saw dalam membina masyarakat Madinah (sosial, ekonomi, agama dan pertahanan) 2.2 Meneladani keperwiraan Nabi Muhammad

Para filsuf Iluminasi memandang wahyu tidak hanya sumber otoritatif dalam urusan agama tapi juga pengalaman kasyaf sempurna dari Nabi Muhammad saw yang menjadi

INTI-nya: ‘Islam’ adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril ‘alaihis salām; kemudian Nabi Muhammad SAW menyampaikan agama Islam

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Dzar bahwa pada saat Nabi Muhammad. SAW menyebutkan tentang al-haudh beliau bersabda: Airnya

Tak lupa peneliti haturkan shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, sebaik-baiknya Nabi akhir zaman pembawa kebenaran dan

Begitu pula, termasuk do'a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika menjenguk orang sakit adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin

Hal ini sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, ي الله : ظ ي لله ظ ي ظ ظ Artinya: “Dari Abu Hurairah rodiyollohuanhu, telah bersabda Rasulullah SAW, ada tujuh

Karena mereka takut kepada Nabi Muhammad SAW 34.Substansi dawah Rasulullah SAW pada periode madinah adalah memberikan penerangan kepada masyarakat madinah bahwa islam merupakan agama