• Tidak ada hasil yang ditemukan

Administrasi & Supervisi Pendidikan

N/A
N/A
Nera Sari

Academic year: 2024

Membagikan " Administrasi & Supervisi Pendidikan "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Nera Kumala Sari

Kelas : Reguler Malam Banjarmasin B Prodi BK

Npm : 2002020001

Mata Kuliah : Administrasi dan Supervisi Pendidikan

Dosen Pengampu : Dr. Hj Rasuna M.Pd

Soal :

1. Administrasi Pendidikan sebagai Ilmu, mempunyai karakteristik tersebdiri yang berbeda dengan ilmu administrasi lain. Menurut Drs. Sodiq A. Kuntoro, M.Ed., perbedaan administrasi Pendidikan dan administrasi lain terletak pada prinsip operasionalnya dan bukan pada prinsip-prinsip umumnya.

Jelaskan pengertian administrasi Pendidikan menurut ahli (min. 3 ahli) dan apa sajakah prinsip-prinsip operasional dalam administrasi Pendidikan !

2. Jelaskan Mengapa Setiap jenjang Sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajarannya perlu adanya supervisi ?

3. Bagaimana Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah dapat melaksanakan supervisi dengan baik ? jelaskan langkah-langkahnya

Rangkuman Jawaban : Nomor 1 :

Administrasi pendidikan merupakan suatu proses kerja sama mencapai tujuan pendidikan dengan melihat hubungan antar komponen pendidikan sehingga bisa memperbaiki sistem pendidikan dengan menggunakan perangkat yang mendukung kegiatan pembelajaran.

Jadi secara umum pengertian administrasi pendidikan adalah proses atau upaya pencapaian suatu tujuan pendidikan dengan memperhatikan berbagai komponen pendidikan sehingga dapat melakukan perbaikan sistem pendidikan dengan memanfaatkan berbagai perangkat pendukung aktivitas belajar dan mengajar.

Sedangkan menurut para ahli administrasi pendidikan adalah :

- M Ngalim Purwanto, Administrasi pendidikan adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personal, spiritual maupun material, yang bersangkutpaut dengan pencapaian tujuan pendidikan.

- Dasuqi dan Somantri, Menurut Dasuqi dan Somantri, Administrasi Pendidikan adalah upaya menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang pendidikan.

- Menurut Hadari Nawawi, Administrasi Pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai

(2)

tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama dalam lembaga pendidikan formal.

Adapun prinsip-prinsip yang digunakan dalam kurikulum 1975 sebagai landasan operasional kegiatan administrasi di sekolah adalah berikut ini :

1. Prinsip Fleksibilitas, Penyelenggaraan pendidikan di sekolah harus memperhatikan faktor-faktor ekosistem dan kemampuan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan pendidikan sekolah.

2. Prinsip Efisien dan Efektivitas, Efisiensi tidak hanya dalam penggunaan waktu secara tepat, melainkan juga dalam pendayagunaan tenaga secara optimal.

3. Prinsip berorientasi pada Tujuan,Semua kegiatan pendidikan harus beriorientasi untuk mencapai tujuan. Administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut, tujuan operasional yang sudah dirumuskan harus menjadi sandaran orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah.

4. Prinsip Kontinuitas, Prinsip kontinuitas ini merupakan landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi di sekolah. Karena itu, dalam tiap jenjang pendidikan harus memiliki hirarki yang saling berhubungan.

5. Prinsip Pendidikan Seumur Hidup, Setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang. Karena itu masyarakat ataupun pemerintah diharapkan dapat menciptakan situasi yang dapat mendukung dalam proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan administrasi pendidikan, prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional.

(3)

Nomor 2 :

Supervisi adalah ilmu tentangcara membina sumber daya manusia yang berperan pada pelaksanaan pendidikan yaitupendidik untuk mencapai tujuan yang telah disepakati dan dijalankan oleh supervisior yaitupengawas dan kepala sekolah. Supervisior berperan mengawasi, memimpin, membina,mengontrol sumber daya yang meliputi perencanaan, pengamatan, pembinaan dan pengawasan.

Mutu Pendidikan adalah pengelolaan pendidikan untuk menciptakan keunggulan berupa prestasi akademik maupun non akademik pada peserta didik sehingga peserta didik dapat menyelesaikan kegiatan pembelajaran dengan baik dan lulus pada jenjang pendidikan yang sedang ditempuhnya. Untuk menilai mutu pendidikan diperlukan beberapa pendekatan yaitu perbaikan secara terus-menerus, menentukan standar mutu, perubahan kultur, perubahan organisasidan mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

Peran Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia Menurut S. Wajowasito dan W.J.S Poerwadarminta yang dikutip olehDirektorat Tenaga Kependidikan (Pendidikan, 2008) yaitu Supervisi dialih bahasakan dari perkataan inggris

“Supervision” artinya pengawasan. Individu yang menjalankan tugas sebagai supervisi pendididikan disebut supervisior. Seorang supervisior harus profesional dan akan lebih baik jika ia memiliki jabatan yang lebih tinggi atau lebih berwibawa diantara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainna seperti kepala sekolah.

Supervisi pendidikan berperan untuk mengawasi kegiatan jalannya pendidikan, dan memperbaiki kekekurangan dan kesalahan dalam proses pendididikan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan dapat dilihat dari prestasi akademik dan non akademik peserta didik dalam kancah nasional dan internasional. Sehingga keberhasilan pelaksanaan supervisipendidikan dapat diukur dari peningkatan prestasi belajar peserta didik. Selain itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Rahmat (Rahmat, 2015)supervisi adalah ilmu tentang cara membina sumber daya manusia yang berperan pada pelaksanaan pendidikan yaitu pendidik untuk mencapai tujuan yang telah disepakati dan dijalankan oleh supervisior yaitu pengawas dan kepala sekolah. Supervisior berperan mengawasi, memimpin, membina, mengontrol sumber daya yang meliputi perencanaan, pengamatan, pembinaan dan pengawasan..

(4)

Nomor 3 :

Kepala sekolah : Kepala sekolah dalam kedudukannya sebagai supervisor berkewajiban membina para guru agar menjadi pendidik dan pengajar yang baik. Bagi guru yang sudah baik agar dapat dipertahankan kualiasnya dan bagi guru yang belum baik dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Sementara itu, semua guru yang baik dan sudah berkompeten maupun yang masih lemah harus diupayakan agar tidak ketinggalan jaman dalam proses pembelajaran maupun materi yang menjadi bahan ajar. Agar pelaksanaan tugas- tugas itu dapat dikerjakan dengan baik, maka kepala sekolah dituntut mempunyai berbagai cara dan teknik supervisi terutama yang berhubunganya dengan pelaksanaan tugas-tugas guru dan karyawan, dan pertumbuhan jabatan. Karena kepala sekolah sebagai pemimpin utama dan penggerak dalam pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran. Kepala sekolah dalam pelaksanaan tugas sebagai supervisor, hendaknya dilaksanakan dengan demokratis ia menghargai pendapat guru, dan memberikan kesempatan untuk melahirkan gagasan dan pendapat. Keputusan yang di ambil dengan jalan musyawarah, karena tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan bersama.

Oleh karena itu seperti dikatakan oleh Moh. Rifa’i kepala sekolah dalam menjalankan supervisi hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut;

a. Supervisi bersifat konstruktif dan kreatif b. Supervisi harus berdasarkan kenyataan c. Supervisi harus sederhana dan informal d. Supervisi harus memberikan perasaan aman e. Supervisi harus didasarkan hubungan profesional f. Supervisi harus memperhatikan sikap

g. Supervisi tidak bersifat mendesak

h. Supervisi tidak boleh atas kekuasaan pangkat i. Supervisi tidak mencari kesalahan, kekurangan.

j. Supervisi tidak cepat mengharapkan hasil

k. Supervisi hendaknya bersifat freventif, korektif dan kooperatif.

Dengan demikian administrasi pendidikan yang demokratis akan memperhatikan prinsip dan akhirnya mendatangkan pertukaran pikiran guru dan karyawan sehingga mendorong untuk berinisiatif. Oleh karena itu kepala madrasah sebagai supervisor . Kepala sekolah sebagai

(5)

seorang supervisor yang akan melaksanakan kegiatan supervisi harus menyiapkan perlengkapan supervisi, instrumen, sesuai dengan tujuan, sasaran, objek metode, teknik dan pendekatan yang direncanakan, serta instrumen yang sesuai, berupa format-format supervisi yang mencakup : 1) lembar observasi, 2) Daftar pertanyaan seteah observasi, 3) hasil observasi, 4) jadwal supervisi kunjungan kelas, 5) rekapitulasi hasil supervisi, 6) instrument perencanaan kegiatan, 7) instrument supervisi kunjungan kelas, 8) lembar observasi siswa, 9) lembar observasi guru, 10) instrument supervisi akademik dengan teknik individual, 11) dokumen perencanaan program supervisi akdemik.

Pengawas sekolah :

Permenpan dan RB Nomor 21 Tahun 2010 menyatakan bahwa " pengawas sekolag merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang oeran strategis dalam meningkatkan profesional guru, kepala sekolah dan mutu pendidikan disekolah .

Jadi menurut sumber yang ulun baca dapat dijelaskan jelaskan bahwa kegiatan supervisi manajerial merupakan salah satu kegiatan pengawas sekolah dalam mangarahkan pelaksanaan tugas semua personil sekolah agar mereka dapat melaksankan tugas sesuai ketentuan yang sudah ditentukan. Dalam melaksankan tugasnya para pengawas sekolah haruslah menyusun dan memiliki program kepengawasan manajerial sekolah yang diawali dengan penyusunan program kerja berdasarkan hasil pengawasan tahun sebelumnya. Program kerja yang disusun pengawas sekolah memiliki kegiatan inti pengawasan dengan langkah- langkah penilaian, pem-binaan, dan pemantauan pada semua komponen pendidikan yang ada di sekolah binaannya (Aedi, 2014:131). Program pengawasan sebagaimana yang dijelaskan di atas, tersusun dalam program pengawasan tahunan, dan program pengawasan semester.

Program pengawasan tahunan disusun dengan cakupan kegiatan pengawasan pada semua sekolah di tingkat kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun, dan disusun dengan melibatkan sejumlah pengawas dalam wilayah kerja atau satu Kabupaten/Kota. Program pengawasan semester merupakan penjabaran program pengawasan tahunan pada masing- masing sekolah binaan selama satu semester. Program pengawasan semester disusun oleh setiap pengawas sesuai kondisi sekolah binaannya masing-masing.

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan

Pengelolaan dilakukan untuk mengatur sumber daya manusia, maupun sumber daya dana yang ada, dalam mewujudkan tujuan yang diinginkan yakni meningkatkan mutu

5) membina Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan memfasilitasi pengembangan pegawai sesuai dengan tugas dan fungsi

Pengembangan mutu tenaga pendidik merupakan perwujudan capacity building yang bernuansa pada pemberdayaan sumber daya manusia tenaga pendidik melalui pengembangan

Selain grand desain dan peta jalan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara Tingkat Pusat dan Daerah hal lain yang tidak kalah penting adalah

Fatah Syukur NC, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan, (Semarang: Program Pascasarjana IAIN Walisongo dan Pustaka Rizki Putra, 2012), hlm.. Guru atau pendidik adalah orang

Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah, pengelola lembaga pendidikan, tenaga pendidik dan kependidikan serta peserta

Sebuah instansi harus didukung sumber daya manusia yang cakap karena sumber daya manusia sangat berperan dalam menjalankan usaha atau kegiatan di dalam instansi tersebut.. Perlu