• Tidak ada hasil yang ditemukan

AGAMA ISLAM PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PAREPARE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "AGAMA ISLAM PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PAREPARE "

Copied!
152
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi: Hubungan Persepsi Kewenangan Guru Dengan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Parepare. Hubungan antara persepsi kewibawaan guru dengan motivasi belajar pendidikan agama islam siswa kelas XI. kepada kelas SMK Negeri 1 Parepare.

Gambar  Judul Gambar  Halaman
Gambar Judul Gambar Halaman

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Lisma Jamal mengartikan bahwa “kewenangan merupakan wujud keahlian yang diakui oleh siswa dan mendorong mereka untuk mengidentifikasi diri dengan gurunya.” 13. Sedangkan bagi siswa yang jumlah siswanya lebih dari satu tentu akan banyak perbedaannya.

Tinjauan Hasil Penelitian Relevan

Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kewibawaan guru dengan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Parepare. H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi otoritas guru dengan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Parepare. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam berada pada kategori tinggi.

Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap kewibawaan guru dengan motivasi siswa mempelajari pendidikan agama Islam. Artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi otoritas guru (X) dengan motivasi siswa belajar pendidikan agama Islam. Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan antara persepsi otoritas guru dengan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Parepare.

Rumusan masalah kedua teridentifikasi melalui hasil analisis data motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1. Angka tersebut menjelaskan bahwa tingkat motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa berada pada kategori tinggi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa persepsi kewibawaan guru dan motivasi siswa belajar pendidikan agama Islam mempunyai hubungan yang sedang.

Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi otoritas guru dengan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Parepare.

Tabel 3.1 Populasi Penelitian
Tabel 3.1 Populasi Penelitian

Kerangka Pikir

Hipotesis Penelitian

Dari hipotesis di atas, penulis berasumsi sementara bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan persepsi kewibawaan guru terhadap motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa XI. kelas SMK Negeri 1 Parepare. Angket ini diberikan atau disebarkan kepada siswa, yang ingin kita ketahui dengan angket ini adalah “Hubungan Persepsi Kewenangan Guru Dengan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Parepare”. Dari tabel diatas terlihat skor motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa berada pada kisaran 37 sampai 60, skor rata-rata 51,97 dan standar.

Hasil survei data menunjukkan bahwa pengujian hipotesis tentang kondisi siswa SMK Negeri 1 Parepare dijelaskan berdasarkan instrumen penelitian yang dikonstruksi menggunakan dimensi dan indikator persepsi kewibawaan guru dan motivasi siswa belajar agama Islam. pendidikan. kepada 152 responden dan memberikan jawaban baik. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS versi 21 pada tabel korelasi, telah teridentifikasi rumusan masalah yang ketiga. Diperoleh nilai koefisien korelasi rxy = 0,562. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan yang positif (searah), artinya jika terjadi peningkatan persepsi kewibawaan guru maka motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Parepare juga mengalami peningkatan. . Hasil perhitungan menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,562. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa besarnya hubungan antara persepsi kewibawaan guru dengan motivasi belajar siswa tentang pendidikan agama Islam adalah sebesar 56,2%, artinya sisanya sebesar 43,6% hubungan 56,2%. ditentukan oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.

Dalam proses pembelajaran, kinerja guru merupakan faktor eksternal yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam terlihat dari hasil analisis yang berada pada kategori tinggi, dengan menganalisis hasil kuesioner yang disebar secara online kepada 152 responden. Hal ini berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan. Dengan demikian diketahui besarnya hubungan persepsi kewibawaan guru dengan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Parepare adalah sebesar 0,562 yang berada pada kategori sedang.

Motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa hasil penelitian ini berada pada kategori tinggi, hal ini tentunya harus dijaga bahkan ditingkatkan agar hasil belajar siswa dapat meningkat dimasa yang akan datang.

Definisi Operasional Variabel

Lokasi dan Waktu Penelitian

Selama pelaksanaan penelitian ini, penulis mendatangi langsung lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang diminta dengan izin dari pihak sekolah yaitu kepala sekolah dan unsur-unsur yang menjadi objek penelitian. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan sekolah atau lokasi tersebut merupakan sekolah asal peneliti, sehingga memudahkan dalam berkomunikasi dengan guru serta memudahkan dalam memperoleh data-data yang diperlukan untuk penelitian.

Populasi dan Sampel

Penelitian tentang hubungan persepsi kewibawaan guru dengan motivasi mempelajari pendidikan agama Islam di kelas dapat menjadi masukan dalam pengumpulan data. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Berdasarkan data yang ada, maka penelitian yang penulis lakukan menggunakan objeknya adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Parepare yang mana kelas XI tersebut terdapat sepuluh kelas.

Sampel adalah suatu prosedur pengumpulan data yang diambil hanya sebagian dari populasi dan digunakan untuk menentukan sifat-sifat dan sifat-sifat yang diinginkan dari sudut pandang suatu populasi.46 Sampel adalah bagian dari populasi dalam arti hanya sebagian dari populasi. data dari populasi dapat dijadikan sampel.47 Apabila populasi sangat besar dan tidak memungkinkan peneliti mengambil keseluruhannya karena keterbatasan tenaga, waktu, uang dan lain sebagainya maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. .48. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti dan mempunyai ciri-ciri tertentu yang dipilih secara representatif atau representatif. Berdasarkan penelitian pertama yang dilakukan, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Proportional Random Sampling yaitu teknik pemilihan sampel secara acak dari suatu populasi tanpa memperhatikan strata.

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, angket dan analisis dokumen. Instrumen dokumentasi adalah pengumpulan data berupa dokumen-dokumen yang terdapat di SMK Negeri 1 Parepare yang berkaitan dengan penelitian ini. Pengumpulan data dari dokumentasi untuk penelitian ini adalah data siswa dan data guru, termasuk data pendukung seperti sejarah singkat berdirinya, sarana dan prasarana, visi dan misi, letak geografis sekolah, serta hal-hal lain yang dapat dijadikan acuan. digunakan sebagai data lengkap dalam penelitian.

Untuk melakukan uji validitas peneliti menggunakan program SPSS versi 21. Teknik pengujian yang digunakan peneliti untuk menguji validitas menggunakan korelasi Bivariate Pearson (Pearson Moment Product). Uji validitas di atas menunjukkan bahwa ini adalah variabel 53Syofian Siregar, Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif dilengkapi perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17, hal.

Tabel 3.4 Rekapitulasi Uji Realibilitas Variabel
Tabel 3.4 Rekapitulasi Uji Realibilitas Variabel

Teknik Analisis Data

Hal ini terlihat jelas pada grafik batang di atas dimana skor responden dengan frekuensi tertinggi adalah 56 yang mempunyai 26 frekuensi (17,1%) yang berarti ada sekitar 26 siswa yang memperoleh total skor 56 dengan total skor tertinggi adalah 60. skor responden yang frekuensinya paling rendah adalah 43 dan 44, masing-masing mempunyai 1 frekuensi (0,7%), artinya 1 orang siswa memperoleh jumlah skor sebesar 43 dan 1 siswa lainnya memperoleh jumlah skor sebesar 44, dengan jumlah skor tertinggi sebesar 60. Hal ini terlihat jelas pada grafik batang di atas dimana skor responden dengan frekuensi tertinggi adalah 55 yang memiliki 18 frekuensi (11,8%) yang berarti ada sekitar 18 siswa yang memperoleh nilai akumulasi. Berdasarkan histogram motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa pada Gambar 4.4 di atas terlihat bahwa jika dibandingkan dengan rata-rata penilaian, motivasi belajar pendidikan agama Islam berada di bawah rata-rata kelompok sebanyak 103 responden (67,7%), Pada rata-rata penilaian terdapat 18 responden (11,8%), dan 31 responden (20,5%) berada pada kelompok skor diatas rata-rata.

Total skor motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 7,900, skor teoritis tertinggi variabel ini untuk setiap responden adalah 12 x 5 = 60, karena jumlah responden 152 orang, maka skor kriterianya adalah 60x. Hal ini sesuai dengan hasil observasi di lapangan bahwa motivasi belajar pendidikan agama islam siswa dilakukan pada pertemuan kelas. Di masa pandemi seperti sekarang, siswa juga menunjukkan semangat belajar yang tinggi dengan mengikuti pertemuan virtual tatap muka, mengumpulkan tugas dan menyetorkan hafalan melalui aplikasi WhatsApp.

Tabel 3.5 Pedoman untuk memberi interpretasi terhadap koefisien korelasi 55
Tabel 3.5 Pedoman untuk memberi interpretasi terhadap koefisien korelasi 55

Uji Prasyarat Analisis Data

Pengujian Hipotesis

Berdasarkan data di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan dengan menggunakan kaidah tes. Jika signifikansi < 0,05 maka 𝐻1 diterima dan 𝐻0 ditolak, namun sebaliknya jika signifikansi > 0,05 maka 𝐻1 ditolak dan 𝐻0 diterima. Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔= 0,562>𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙= 0,158 pada taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Dari tabel diatas terlihat bahwa tingkat koefisien korelasi sebesar 0,562 berada pada tingkat sedang yang berarti persepsinya kurang lebih.

Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil perhitungan data dengan menggunakan program SPSS versi 21 menunjukkan bahwa motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa SMK Negeri 1 Parepare dengan skor rata-rata sebesar 51,97 dan hasil perhitungan kecenderungan respon dari 152 responden mencapai persentase 86,62%. Hal ini dapat dibuktikan dengan semangat siswa dalam belajar, mengerjakan soal yang diajukan dan. Dengan kemampuan guru dalam mengungkapkan secara tepat segala kewenangan yang ada pada dirinya, maka siswa mempersepsikan kewenangan yang dimiliki guru PAI.

Di lapangan juga ditemukan bahwa guru sering membimbing siswa yang kesulitan menyerap materi pembelajaran, sehingga meningkatkan persepsi kewibawaan guru sehingga membuat siswa lebih bersemangat/termotivasi. Mengajar adalah suatu proses pengelolaan dan pengorganisasian lingkungan sekitar untuk mendorong dan meningkatkan gairah belajar pada diri siswa. Hal ini dibuktikan dengan semangat belajar siswa yang tetap tinggi meski di masa pandemi, siswa rajin mengunggah tugas, menyetorkan buku hafalan dan kontrol Alquran, serta bertanya ketika menemui kesulitan dalam proses pembelajaran.

Saran

Desa Lumpue Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare dimana lokasinya sangat strategis karena terdapat jalan poros Parepare Makassar dan mempunyai bangunan sendiri di atas tanah seluas 2000m2. SMK Negeri 1 Parepare yang dahulu bernama SMEA Amsir Parepare didirikan pada tanggal 5 September 1955 oleh PGRI, karena PGRI pada saat itu tidak dapat dilanjutkan maka pengelolaannya diambil alih oleh Yayasan AMSIR Parepare. Guru tidak bosan-bosannya mengingatkan siswanya untuk giat belajar agar mendapat nilai bagus 3. Adanya insentif dan kebutuhan untuk belajar. Ada harapan dan keinginan untuk masa depan. Ada apresiasi terhadap pembelajaran.

Saat mengajar tatap muka maupun virtual/daring, guru tidak menggunakan aksesoris atau perhiasan yang berlebihan. Saat mengajar secara langsung maupun virtual/online, guru tidak memperdulikan siswa yang kesulitan belajar. Saat mengajar secara langsung maupun virtual/online, guru tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi pelajaran.

Table penolong mencari nilai r xy
Table penolong mencari nilai r xy

Gambar

Gambar  Judul Gambar  Halaman
Tabel 3.1 Populasi Penelitian
Tabel 3.2Distribusi Sampel
Tabel 3.4 Rekapitulasi Uji Realibilitas Variabel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan penelitian yang saya lakukan dengan judul “ Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak pada Peserta Didik Kelas X. dan XI di SMK Siang Tulungagung ”

&#34;Selaku guru, saya telah berupaya semaksimal mungkin mengimplementasikan pengajaran kepada para peserta didik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang ada, hal

motivasi belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik meliputi data. tentang kompetensi pedagogik guru PAI di SMA Negeri 3

Ada korelasi positif yang signifikan antara pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan perilaku keagamaan, perilaku sosial, dan perilaku pada diri sendiri di SMPN 1 Ponggok

Untuk mengetahui besarnya nilai korelasi dan besarnya persentase pengaruh minat membaca terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan agama Islam dan budi

Tesis dengan judul ‚Dampak Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik di SMK Negeri 2 Raha‛, yang disusun oleh Saudara Said NIM:

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi peserta didik tentang mata pelajaran pendidikan agama islam di SMA Negeri 3 Bulukumba, untuk mendeskripsikan

Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam di SMK Negeri 2 Makassar termasuk pada kategori sedang dengan persentase 71% Pembelajaran