SV IPB UNIVERSITY 1 MANAJEMEN AGRIBISNIS SV IPB UNIVERSITY Mata Kuliah Agri Techno Sociopreneur, Tahun 2025
PERAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT: OBSERVASI PADA KEBON INSPIRASI DALAM MENDIRIKAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT KOTA
SUKABUMI
Pramesty Nr. Gunawan (J1410241029)1, Rindu Nur Annisyahsiyah (J1410241054)1, Andika Putra Yunias (J1410241061)1, Sanny Nata Liany (J1410241066)1, Annisa Amelinda Abisha Harahap (J1410241069)1, Velliza Jabbar Al Khanza (J1410241075)1
Dosen Mata Kuliah: Jihan Zakia Adila S.E., M.Si.
1. Manajemen Agribisnis [email protected]
ABSTRACT
The COVID-19 pandemic in 2021 had a major impact on the agriculture sector, particularly the ornamental plant business. Farmers face difficulties in selling their products due to dependence on direct buyers and underutilization of online marketing.
This research analyzes the empowerment efforts of Kebon Inspirasi in Sukabumi, which focuses on community empowerment through research, training, and local economic development. Kebon Inspirasi implements sustainable agriculture, including organic, hydroponics, and agroforestry, and plays a role in reforestation and biodiversity conservation. The research used a qualitative approach with in-depth observations and interviews to explore the objectives, activities, and benefits of empowerment. The results show that Kebon Inspirasi provides significant benefits through education, training, and employment opportunities, despite facing issues such as labor limitations, marketing access, and partnerships. Recommendations to address these issues include improved digital marketing, partnership development, and investment in research and development.
Thus, Kebon Inspirasi will not only function as an ornamental plant business, but also as a center of innovation and creativity that has a positive impact on community empowerment and environmental conservation. It is hoped that, with the implementation of the recommendations, Kebon Inspirasi can expand its reach, increase its positive social impact, as well as create a more sustainable business model.
Keywords: Community empowerment, ornamental plants, innovation, sustainable agriculture, digital marketing, social entrepreneurship.
ABSTRAK
Pandemi COVID-19 pada 2021 berdampak besar pada sektor pertanian, khususnya bisnis tanaman hias. Petani menghadapi kesulitan dalam penjualan produk akibat ketergantungan pada pembeli langsung dan kurangnya pemanfaatan pemasaran online. Penelitian ini menganalisis upaya pemberdayaan yang dilakukan Kebon Inspirasi di Sukabumi, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui penelitian,
SV IPB UNIVERSITY 2 pelatihan, dan pengembangan ekonomi lokal. Kebon Inspirasi menerapkan pertanian berkelanjutan, termasuk organik, hidroponik, dan agroforestri, serta berperan dalam penghijauan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi tujuan, kegiatan, dan manfaat pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebon Inspirasi memberikan manfaat signifikan melalui edukasi, pelatihan, dan peluang kerja, meskipun menghadapi isu seperti keterbatasan tenaga kerja, akses pemasaran, dan kemitraan. Rekomendasi untuk mengatasi isu ini termasuk peningkatan pemasaran digital, pengembangan kemitraan, dan investasi dalam riset dan pengembangan. Dengan demikian, Kebon Inspirasi tidak hanya berfungsi sebagai usaha tanaman hias, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan kreativitas yang memiliki dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Diharapkan, dengan implementasi rekomendasi yang ada, Kebon Inspirasi dapat memperluas jangkauannya, meningkatkan dampak sosial yang positif, serta menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan bagi masyarakat sekitar.
Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, tanaman hias, inovasi, pertanian berkelanjutan, pemasaran digital, kewirausahaan sosial.
I. PENDAHULUAN
Petani tanaman hias sering kali mengalami fluktuasi dalam kegiatan usahanya yang cukup signifikan. Salah satu contohnya adalah ketika pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2021, yang mengakibatkan penurunan drastis dalam penjualan tanaman hias.
Ketika kondisi seperti ini terjadi, petani harus memiliki strategi yang tepat untuk tetap dapat menjual tanaman mereka. Bisnis tanaman hias sangat bergantung pada keaktifan konsumen yang datang langsung untuk membeli atau mengunjungi tempat penjualan.
Namun, banyak petani yang enggan mengandalkan penjualan secara online, meskipun metode ini semakin populer. Alasan utamanya adalah bahwa jika pesanan tanaman hanya dalam jumlah kecil, biaya pengiriman dan pengemasan tanaman tidak dapat menutupi biaya produksi mereka, yang justru berisiko menyebabkan kerugian. Di sisi lain, apabila tanaman yang dijual adalah jenis tanaman mahal, maka penjualan secara online dapat memberikan keuntungan yang cukup besar. Namun, mayoritas petani tanaman hias umumnya hanya memiliki modal yang terbatas, yang membuat mereka ragu untuk mencoba metode pemasaran ini. Selain itu, banyak petani yang masih kurang memahami sistem penjualan secara online, meskipun pemasaran online saat ini sangat efektif untuk menjangkau konsumen secara langsung (Rifai et al., 2020).
Contoh nyata dari fenomena ini dapat dilihat pada usaha yang dijalankan oleh Pak Kusno, seorang pemilik bisnis tanaman hias bernama Kebon Inspirasi yang berlokasi di Desa Subangjaya, Kota Sukabumi. Dalam menjalankan bisnisnya, Pak Kusno memilih untuk memasarkan tanaman secara offline, seperti menggunakan brosur, terutama saat kondisi pasar sedang lesu. Kebon Inspirasi menawarkan berbagai jenis bibit buah dan tanaman hias, serta menyediakan jasa perawatan dan pembuatan taman dengan tujuan untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Setiap bisnis pasti menghadapi berbagai
SV IPB UNIVERSITY 3 kendala dan manajemen risiko yang harus dihadapi oleh pemiliknya. Sebagai sebuah usaha yang berkembang secara bertahap, Pak Kusno mulai menjalin kemitraan dengan pihak lain dan menjadikan Kebon Inspirasi sebagai lembaga penelitian dan pengembangan untuk masyarakat sekitar. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan menyewakan tanaman untuk berbagai acara atau kegiatan tertentu serta menyelenggarakan program pelatihan. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keuntungan, tetapi juga untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tanaman hias serta manfaat yang dapat diperoleh dari keberadaan tanaman dalam kehidupan sehari-hari.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dirumuskan di atas dapat diraih rumusan masalah:
1. Apa tujuan Kebon Inspirasi dalam menjalankan usaha pemberdayaan?
2. Siapa saja pihak yang terlibat?
3. Bagaimana deskripsi kegiatannya?
4. Apa manfaat kegiatannya?
5. Apa isu sosial yang dihadapi?
6. Bagaimana cara menangani isu sosial tersebut?
1.3 Tujuan Penelitian
Berikut adalah tujuan makalah berdasarkan rumusan masalah yang telah diberikan:
1. Menjelaskan tujuan Kebon Inspirasi dalam menjalankan usaha pemberdayaan.
2. Mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan.
3. Mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan oleh Kebon Inspirasi.
4. Menilai manfaat yang diperoleh dari kegiatan pemberdayaan.
5. Menganalisis isu sosial yang dihadapi dalam kegiatan tersebut.
6. Memberikan rekomendasi cara menangani isu sosial yang ada.
II. TINJAUAN PUSTAKA
• Pemberdayaan Masyarakat memiliki pengertian sebuah proses untuk berdayaguna sehingga dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik keadaan kehidupannya.
Menurut Sumardjo, (2003) pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses pengembangan kesempatan, kemauan/motivasi, dan kemampuan masyarakat untuk dapat akses terhadap sumberdaya, sehingga meningkatkan kapasitasnya untuk menentukan masa depan sendiri dengan berpartisipasi dalam mempengaruhi dan mewujudkan kualitas kehidupan diri dan komunitasnya.
• Pemberdayaan diartikan sebagai penguatan yang lemah tanpa menghancurkan yang kuat. Konsep ini merupakan konsep yang memiliki semangat demokratis di mana semua komponen masyarakat dihargai apa adanya; yang lemah dikuatkan sedangkan yang kuat dijaga untuk membantu yang lemah sehingga semua akan menjadi sama-sama (A.
Rasyad, 2014, hlm. 64).
• Kewirausahaan sosial Menurut Scwab, (2010), bahwa wirausahawan sosial memiliki peranan pentig untuk berbagi dalam krisis ekonomi saat ini. Melalui kewirausahaan sosial, masalah krisis keuangan dapat dipecahkan bahkan dapat memajukan
SV IPB UNIVERSITY 4 pembangunan perekonomian khususnya di Asia dengan cara memaksimalkan peran masyarakat dan lingkungan melalui model bisnis yang inovatif dan efektif.
• Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu proses melakukan sesuatu yang baru dan berbeda dengan tujuan menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi nilai tambah pada masyarakat (Winarto, 2004, hlm. 2-3).
• Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Kewirausahaan secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Drucker, P.F, 1994, hlm. 27). Entrepreneurship is the backbone of economy. Kewiraushaaan syaraf pusat perekonomian atau sebagai „tailbone of economy‟, yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Wirakusumo, S. 1997 hlm. 1 dalam Suryana, 2007, hlm. 10).
• Menurut Gomes (2003:197), pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya.
Menurut Robbins, Stephen P, (2001:282), Training meant formal training that’s planned in advanced and has a structured format. Ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dimaksudkan disini adalah pelatihan formal yang direncanakan secara matang dan mempunyai suatu format pelatihan yang
terstruktur.
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan waktu pelaksanaan
Penelitian ini dilakukan di Kebon Insiprasi yang beralamat di Jl. Ciaul Pasir, Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 28 Februari 2025.
B. Metode
Penelitian ini tergolong kedalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode observasi alami. Patton (dalam Poerwandari, 2017) menegaskan bahwa observasi merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian kualitatif. Metode observasi alami dilakukan dengan melihat secara langsung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pertanian dan perkebunan. Data yang diperoleh pada penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan dengan menjabarkan hasil penelitian yang kemudian didukung dengan hasil observasi dan wawancara oleh pihak terkait.
C. Metode pengambilan data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi dan wawancara mendalam yang dilakukan sebagai berikut:
1. Observasi
Penelitian ini melakukan observasi partisipatif di lapangan untuk memahami konteks dan proses yang terjadi di Kebon Inspirasi, sehingga peneliti terlibat langsung selama kegiatan penelitian. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai inovasi dan teknik budidaya yang dilakukan, penerapan metode ramah lingkungan, dan juga upaya edukasi yang dilakukan untuk masyarakat.
SV IPB UNIVERSITY 5 2. Wawancara
Menurut Nazir dalam (Hardani, 2020, p. 138) memberikan pengertian wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Dari wawancara diharapkan akan mendapatkan informasi-informasi yang lebih jelas, lengkap dan sedalam-dalamnya tentang pemberdayaan dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Kebon Inspirasi.
IV. PEMBAHASAN
4.1 Tujuan Pemberdayaan Kebon Inspirasi
Kebon Inspirasi memiliki tujuan utama untuk meningkatkan inovasi dan riset di bidang botani, terutama dalam hal keanekaragaman hayati, manfaat tumbuhan, serta teknik budidaya yang lebih efisien. Selain itu, Kebon Inspirasi berperan dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan dengan menerapkan metode ramah lingkungan seperti pertanian organik, hidroponik, dan agroforestri guna meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Upaya edukasi kepada masyarakat juga menjadi prioritas, khususnya dalam hal pelestarian tumbuhan langka dan endemik. Kerja sama dengan akademisi dan sektor industri menjadi strategi utama agar hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata. Di sisi lain, Kebon Inspirasi ini juga mendukung kemandirian masyarakat dengan menyediakan pelatihan serta pendampingan bagi petani, pelaku usaha kecil, dan komunitas lokal. Program penghijauan dan reforestasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keanekaragaman hayati serta mengatasi permasalahan degradasi lingkungan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kebon Inspirasi berupaya membangun bank benih dan pusat koleksi tumbuhan sebagai langkah pelestarian serta pengembangan penelitian genetika. Selain itu, Kebon Inspirasi terus memperluas jaringan dengan berbagai kelompok peduli lingkungan agar advokasi dan aksi nyata dalam pelestarian tumbuhan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan berbagai inisiatif ini, komunitas penelitian dan pengembangan tumbuhan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan pemanfaatan tumbuhan untuk kesejahteraan masyarakat.
4.2 Pihak Yang Terdampak
Berdirinya Kebon Inspirasi memiliki dampak yang cukup signifikan, terutama bagi masyarakat sekitar. Masyarakat dapat merasakan manfaatnya, terutama pelajar dari berbagai tingkat pendidikan seperti SD, SMP, dan SMA, yang dapat belajar tentang tanaman hias. Tidak hanya itu, para guru juga dapat memperoleh pengetahuan tambahan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan Kebon Inspirasi sebagai sarana untuk mengembangkan diri, baik melalui kegiatan praktik kerja lapangan maupun eksplorasi ide-ide baru yang dapat bermanfaat dalam dunia akademik maupun profesional.
4.3 Deskripsi Kegiatan
SV IPB UNIVERSITY 6 Kebon Inspirasi menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman tentang dunia tanaman hias. Salah satu kegiatan utamanya adalah menjual berbagai jenis tanaman hias beserta perlengkapannya dengan harga yang terjangkau, yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Selain itu, Kebon Inspirasi juga memberikan pelatihan kepada pemula mengenai cara merawat tanaman hias dengan baik dan benar. Kegiatan lainnya adalah pengembangan tanaman dari bibit atau benih hingga tumbuh besar, yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta.
Di samping itu, Kebon Inspirasi juga berfokus pada pengenalan tanaman hias kepada anak-anak SD, agar mereka bisa lebih dekat dan mengenal dunia tumbuh-tumbuhan sejak dini.
4.4 Manfaat Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan oleh Kebon Inspirasi memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat sekitar. Masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru tentang cara merawat tanaman hias, yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pelajar dari SD hingga SMA memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang tanaman hias, baik secara praktis maupun teoritis. Bagi mahasiswa, Kebon Inspirasi menyediakan sarana pengembangan diri yang sangat bermanfaat, seperti tempat untuk melakukan praktik kerja lapangan dan wadah untuk mengembangkan ide-ide baru yang dapat berguna dalam penelitian atau proyek-proyek akademik. Dengan demikian, Kebon Inspirasi tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan kreativitas.
4.5 Isu Sosial Yang Terjadi
Kebon Inspirasi merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan pertanian dan perkebunan. Namun, terdapat beberapa isu sosial utama yang dihadapi dalam pemberdayaan masyarakat di Kebon Inspirasi diantaranya:
1. Keterbatasan tenaga kerja tetap
Kebon Inspirasi saat ini hanya dijalankan oleh satu orang, yaitu Bapak Kusno, sebagai penggerak utama. Sementara tenaga kerja tambahan lainnya hanya digunakan sesuai kebutuhan, sehingga kapasitas operasional masih terbatas. Keterbatasan tenaga kerja ini dapat menghambat perkembangan dan perluasan kegiatan Kebon Inspirasi. Hal ini juga membatasi kemampuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan menyelenggarakan lebih banyak pelatihan atau kegiatan edukatif.
2. kurangnya akses pemasaran
Salah satu kendala utama kebon inspirasi adalah bagaimana mempromosikan produk dan layanan agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Kebon Inspirasi menghadapi tantangan dalam hal pemasaran. Kurangnya promosi yang efektif menyebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang keberadaan dan manfaat Kebon Inspirasi.
Kurangnya akses pasar yang luas dapat mengurangi partisipasi masyarakat dalam kegiatan Kebon Inspirasi, sehingga mengurangi dampak sosial yang dapat dicapai.
3. Keterbatasan Mitra Kolaborasi
SV IPB UNIVERSITY 7 Kebon Inspirasi belum memiliki mitra kolaborasi yang kuat. Meskipun telah menjalin kerja sama dengan beberapa supplier bibit, kolaborasi ini masih dalam tahap awal dan belum memberikan dampak yang signifikan. Keterbatasan mitra kolaborasi dapat menghambat pengembangan program dan kegiatan Kebon Inspirasi. Kolaborasi yang lebih kuat dapat membantu dalam hal pendanaan, promosi, dan perluasan jaringan.
Hingga saat ini, Kebon Inspirasi belum memiliki mitra yang secara aktif mendukung kegiatan pemberdayaan. Namun, Kebon Inspirasi berencana untuk bekerja sama dengan proyek-proyek pemerintah dan lembaga lain, untuk meningkatkan sumber daya dan jaringan Kebon Inspirasi, sehingga dapat memperluas dampak sosial yang dicapai.
4. Tahap Pengembangan Produk dan Inovasi (Litbang)
Litbang Kebon Inspirasi masih dalam proses mengumpulkan berbagai jenis tanaman yang akan dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi produk masih dalam tahap awal dan membutuhkan waktu untuk mencapai kematangan. Kurangnya inovasi produk dapat mengurangi daya tarik Kebon Inspirasi bagi masyarakat.
4.6 Cara Mengatasi Isu Sosial Tersebut
1. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja tetap, Kebon Inspirasi dapat merekrut tenaga kerja lokal yang dapat membantu operasional sehari-hari. Melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan operasional tidak hanya membantu kelancaran usaha, tetapi juga memberdayakan mereka secara langsung dengan memberikan kesempatan kerja.
Selainitu, Kebon Inspirasi bisa menyediakan program pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dalam bertani, merawat tanaman, serta mengelola usaha kecil. Dengan mengintegrasikan teknologi pertanian, seperti sistem irigasi otomatis atau perangkat pertanian berbasis teknologi, usaha ini juga dapat meningkatkan efisiensi kerja tanpa bergantung sepenuhnya pada tenaga kerja manual.
2. Untuk mengatasi kurangnya akses pemasaran, Kebon Inspirasi dapat memanfaatkan pemasaran digital melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan membuat konten yang menarik, seperti video tutorial merawat tanaman atau tips berkebun, mereka dapat meningkatkan visibilitas dan minat pasar. Selain itu, Kebon Inspirasi dapat membangun website atau platform e-commerce untuk memasarkan produk secara online, sekaligus memberikan informasi lebih lengkap mengenai produk dan layanan yang mereka tawarkan. Untuk memperluas jangkauan, mereka juga dapat bekerja sama dengan influencer atau blogger yang berkaitan dengan dunia tanaman untuk memperkenalkan Kebon Inspirasi kepada audiens yang lebih besar.
3. Kebon Inspirasi dapat mengatasi keterbatasan mitra kolaborasi dengan menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah yang memiliki program pemberdayaan masyarakat atau organisasi non-pemerintah (NGO) yang mendukung sektor pertanian dan perkebunan. Kerja sama ini dapat memberikan akses ke pendanaan, pelatihan, dan jaringan yang lebih luas. Selain itu, mereka bisa mengembangkan kemitraan dengan perusahaan besar atau toko tanaman untuk memperluas distribusi produk dan meningkatkan jaringan bisnis. Kolaborasi dengan universitas atau lembaga penelitian
SV IPB UNIVERSITY 8 juga dapat memperkuat aspek penelitian dan pengembangan, sehingga menciptakan inovasi baru yang dapat diimplementasikan dalam usaha mereka.
4. Untuk meningkatkan tahap pengembangan produk dan inovasi, Kebon Inspirasi dapat mengalokasikan dana untuk riset dan pengembangan (R&D), baik dari keuntungan usaha maupun mencari investor yang bersedia mendanai penelitian ini. Dengan adanya litbang yang lebih kuat, Kebon Inspirasi dapat menciptakan produk tanaman yang lebih inovatif dan menarik minat pasar. Kolaborasi dengan lembaga penelitian atau universitas yang memiliki fasilitas R&D juga dapat mempercepat inovasi tanaman atau metode pertanian yang lebih efisien. Kebon Inspirasi juga bisa fokus pada pengembangan tanaman hias yang lebih unik atau langka untuk meningkatkan daya tarik pasar dan nilai jual produk.
V. SIMPULAN
Kebon Inspirasi di Sukabumi merupakan usaha tanaman hias yang juga berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan budidaya, penjualan tanaman hias, dan edukasi, Kebon Inspirasi memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya pelajar dan mahasiswa. Meskipun demikian, Kebon Inspirasi menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan tenaga kerja, akses pemasaran, kemitraan, dan pengembangan produk. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kebon Inspirasi disarankan untuk Meningkatkan jumlah tenaga kerja dengan merekrut tenaga kerja lokal dan menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas operasional, Memperluas akses pemasaran dengan memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial dan website, serta menjalin kerja sama dengan influencer dan blogger, Mengembangkan kemitraan bekerja sama dengan lembaga pemerintah, NGO, perusahaan besar, dan universitas untuk memperluas jaringan dan sumber daya, serta meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan dengan mengalokasikan dana untuk R&D dan berkolaborasi dengan lembaga penelitian untuk menciptakan produk yang inovatif. Dengan menerapkan saran-saran tersebut, Kebon Inspirasi diharapkan dapat memperluas jangkauan dan dampak positifnya, serta menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi masyarakat sekitar.
SV IPB UNIVERSITY 9 DAFTAR PUSTAKA
Hardani. 2020. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta : Pustaka ilmu Poerwandari, E.K. (2017). Pendekatan Kualitatitf untuk Penelitian Perilaku Manusia.
Depok: LPSP3 UL
Endah, K., 2020. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : MENGGALI POTENSI LOKAL DESA 6.
Eriyanti, E., 2020. PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PELATIHAN.
Hidayat, D., 2017. PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BUDI DAYA IKAN LELE DUMBO UNTUK PEMBERDAYAAN PEMUDA DI DESA KEMIRI KECAMATAN JAYAKERTA KABUPATEN KARAWANG.
Nugroho, B.S., Purnamasari, E., Prahara, T., Ayuwardani, M., 2022. Penerapan Strategi Kaizen Production dan Integrated Digital Marketing Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Penjualan Tanaman Hias. Surya Abdimas 6, 361–370.
https://doi.org/10.37729/abdimas.v6i2.1736
Tenrinippi, A., 2019. KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DI INDONESIA (Apa, Mengapa, Kapan, Siapa Dan Bagaimana) 2.