PELUANG DAN TANTANGAN WIRAUSAHA DI ERA INDUSTRI SERTA PERAN TEKNOLOGI SEBAGAI SARANA KOMPETISI DAN PEMNGEMBANGAN USAHA
(Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan Bidang Pendidikan Matematika)
Dosen Pengampu: Drs. Muhamad Sukri Situmeang, M.Pd.
Disusun oleh:
KELOMPOK 4 Vio Varidz Ahmad
Puti Ayu Wandira
Trisno Mas’ud Ramadan
(11210170000004) (11220170000018) (11220170000083)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2024 M/1446 H
ii
KATA PENGANTAR
Puji beserta rasa tasyakur senantiasa kami haturkan kehadirat Allah SWT yang mana telah mencurahkan rahmat serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menuntaskan penyusunan makalah yang berjudul “Peluang dan Tantangan Wirausaha di Era Teknologi Industri dan Mengambil Peran dengan Teknologi Sebagai Sarana Kompetisi dan Pengembangan Usaha”
tepat pada waktunya. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Bapak M. Hafiz, S.Pd., M.Pd. yang telah mengarahkan kami dalam penyusunan makalah ini.
Adapun penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas pada Mata Kuliah
“Kewirausahaan Bidang pendidikan Matematika”. Selain itu, kami berharap penulisan makalah ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan baru bagi para pembacanya.
Kami menyadari bahwasannya dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi materi, penulisan maupun penyajiannya. Oleh sebab itu, kami para penulis mengharapkan kritik dan saran yang mampu menjadi acuan bagi kami agar lebih baik lagi kedepannya.
iii DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan ... 1
BAB II PEMBAHASAN ... 2
A. Peluang dan Tantangan Wirausaha di Era Teknologi ... 2
1. Karakteristik Digital Marketing ... 3
2. Peluang Wirausaha di Era Teknologi ... 4
3. Tantangan Wirausaha di Era Teknologi ... 5
B. Strategi Pengembangan Usaha Dengan Pemanfaatan Teknologi ... 7
1. Pemanfaatan Teknologi dalam Pengembangan Bisnis ... 7
2. Macam-macam Teknologi dalam Pengembangan Bisnis ... 9
3. Strategi Usaha Digital ... 11
4. Mengembangkan Strategi Bisnis Yang Efisien Di Era Transformasi Digital ... 13
BAB III PENUTUP ... 16
A. Kesimpulan ... 16
B. Saran ... 16
REFERENSI ... 17
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Memasuki era revolusi industri 4.0, manusia dihadapkan pada tantangan untuk dapat berpikir kreatif dan konstruktif dalam mengembangkan berbagai ide. Keadaan ini didorong oleh situasi dimana perkembangan teknologi semakin pesat dan kebutuhan hidup manusia yang terus meningkat. Menjawab kebutuhan dan tantangan hidup, manusia dituntut memiliki sumber daya pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta sikap yang baik agar mampu bersaing dan menjadi bagian dari perkembangan kehidupan.
Revolusi industri 4.0 telah meningkatkan inovasi berpikir dan bekerja dimana berpengaruh langsung terhadap pola pikir dan pola kerja masyarakat. Sebagaian besar orang telah bekerja dengan memanfaatkan komputer dan internet dalam memudahkan pelaksanaan pekerjaan. Data menunjukkan bahwa 90,69% wirausahawan menjalankan kegiatan usahanya dengan menggunakan computer, dan hanya 9,31 % yang masih menjalankan usaha secara manual. Dari data pengguna komputer tersebut, 95,05% telah memanfaatkan internet, 56,57% menggunakan LAN, 47,71% menggunakan intranet, dan 12,41% menggunakan esktranet (Direktorat Statistik Keuangan, 2021).
Menyikapi pengaruh revolusi industri 4.0 dalam kehidupan terutama dalam pengembangan wirausaha, menarik untuk dikaji peluang yang dihadirkan oleh revolusi industri 4.0 serta tantangan wirausaha pada era teknologi industri ini. Makalah ini akan membahas peluang dan tantangan wirausaha serta strategi yang harus diambil untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan teknologi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja peluang dan tantangan wirausaha di era teknologi?
2. Apa saja strategi pengembangan usaha dengan pemanfaatan teknologi?
C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk
1. Mengetahui peluang dan tantangan wirausaha di era teknologi.
2. Mengetahui strategi pengembangan usaha dengan pemanfaatan teknologi.
2 BAB II PEBAHASAN
A. Peluang dan Tantangan Wirausaha di Era Teknologi
Kemajuan pesat teknologi digital telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi perusahaan secara global (Danuri, 2019). Menurut (Muhamad Zaenal Asikin, Muhamad Opan Fadilah, 2024) Dalam hasil dari penelitiannya bahwa beberapa dekade terakhir, komputerisasi telah berkembang pesat, menggantikan kerja sama tradisional dan mengubah berbagai sistem, prosedur, barang, dan administrasi bisnis. Pengusaha dapat memanfaatkan pasar baru, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan peluang bisnis baru melalui inovasi teknologi yang canggih. Hal ini memungkinkan mereka untuk memahami potensi luar biasa dari perangkat dan sistem digital, seperti ponsel, internet, big data, internet of things, dan cloud computing. Namun, banyak bisnis di sektor manufaktur, jasa, dan masyarakat mungkin belum mengetahui cara mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi digital ini. Akibatnya, pihak ketiga sering kali diberi mandat untuk mengelola operasi bisnis digital, sehingga meningkatkan permintaan kewirausahaan digital di banyak negara di seluruh dunia.
Teknologi tidak hanya memberikan alat-alat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga membuka pintu bagi inovasi dalam produk, layanan, dan model bisnis. Namun, di balik peluang besar yang disajikan oleh teknologi, muncul tantangan- tantangan baru yang memerlukan kesiapan, kemampuan beradaptasi, dan inovasi dari para wirausahawan agar bisa bersaing dan bertahan dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif.
Kewirausahaan digital mengacu pada pendirian bisnis secara online dan menjual produk atau layanan tanpa perlu berinvestasi dalam aset fisik. Contoh-contoh bisnis digital meliputi blog, kanal YouTube, platform e-commerce, kursus daring, serta solusi teknologi lainnya. Istilah 'kewirausahaan digital' mencerminkan bagaimana kewirausahaan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital yang terus mempengaruhi dunia bisnis dan masyarakat. Konsep ini mencakup perkembangan dalam teori, pendidikan, dan praktik bisnis (Vikrant, 2021). Peluang kewirausahaan yang dimanfaatkan melalui penggunaan platform teknologi, alat komunikasi, dan sumber daya informasi lainnya dikenal sebagai 'kewirausahaan digital'.
3
Fenomena ini membuka peluang yang lebih luas untuk kesuksesan kewirausahaan, baik di negara maju maupun berkembang. Data menunjukkan bahwa regulasi dan kebijakan yang mendukung media digital secara alami mendorong pertumbuhan kewirausahaan. Di sisi positif, kondisi ini memberikan peluang besar bagi para pengusaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis baru. Namun, tingginya tingkat persaingan di antara wirausahawan juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan (Perwita, 2021).
1. Karakteristik Digital Marketing
Menurut Don Tapscott, terdapat sembilan karakteristik penting dalam pemasaran digital. Beberapa di antaranya adalah:
a. Pengetahuan
Kemahiran yang krusial bagi pebisnis dan individu yang berada di industri ini adalah memiliki pengetahuan mendalam tentang pemasaran digital. Pengetahuan ini memberdayakan pesaing bisnis dengan informasi terbaru mengenai peluang inovasi yang kompetitif melalui berbagai saluran.
b. Digitalisasi
Penggunaan teknologi digital dalam pemasaran dikenal sebagai "digitalisasi".
Proses pertukaran informasi menjadi lebih efisien melalui kemajuan teknologi ini, memungkinkan komunikasi cepat dan mudah melalui email yang dapat diakses di seluruh dunia.
c. Virtualisasi (Digital Emulation)
Pelanggan dapatberinteraksi dengan bisnis, bertransaksi, dan melihat iklan melalui internet. Ini mendorong kerja sama bisnis melalui platform digital.
d. Jaringan Internet (Internetworking)
Kerjasama internasional adalah kunci sukses dalam pemasaran digital. Pihak publik, seperti pedagang dan pemasok, bekerja sama dalam kerangka mitra bisnis.
e. Disintermediasi
Fenomena "disintermediasi" menunjukkan tren fokus pada fasilator yang lebih sedikit dalam transaksi antara pemasok dan pelanggan.
f. Harmonisasi
Pemasaran digital mencakup integrasi industri komputer, telekomunikasi, dan konten. Pusat pemrosesan data dan informasi yang diperlukan adalah komputer, yang membentuk inti dari digitalisasi.
4 g. Orisinalitas (Kecerdasan)
Dalam lingkungan pemasaran digital yang terus bergerak, mempertahankan keunggulan kompetitif menjadi sangat sulit. Inovasi dan kreativitas menjadi kunci bagi bisnis untuk membedakan diri mereka dan bertahan dalam ekosistem digital.
h. Perdagangan Dunia
Globalisasi merujuk pada perpindahan nilai-nilai tradisional ke arena global.
Ketergantungan pada pengetahuan sebagai sumber daya utama membuat batasan- batasan negara menjadi tidak relevan dalam bisnis online.
i. Kesenjangan Pengetahuan (Discordance)
Kesenjangan ini mengacu pada perbedaan dalam pengetahuan teknologi antara para profesional yang mahir dan yang tidak. Keterampilan teknologi yang mutakhir diperlukan agar bisnis dapat mengikuti perkembangan teknologi yang berkaitan dengan keamanan, integrasi, dan interaksi dalam dunia digital. (Aprilia et al., 2022).
2. Peluang Wirausaha di Era Teknologi
Menurut Mariotti, peluang bisnis adalah potensi pasar yang memungkinkan perusahaan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Ia menjelaskan bahwa peluang bisnis muncul ketika seorang wirausaha memiliki ide bisnis, meneliti potensi keuntungan dari ide tersebut, dan kemudian mengembangkannya jika memiliki nilai komersial yang dapat dipasarkan. Pandangan ini diperkuat oleh Bygrave dan Zacharakis, yang mendefinisikan peluang bisnis sebagai kumpulan ide dan langkah- langkah terencana. Menurut Miftitah dan Mashudi (2023), menciptakan konsep bisnis harus didasarkan pada kondisi pembeli atau pasar lokal. Dari kedua teori ini, dapat disimpulkan bahwa peluang bisnis berawal dari proses pemikiran yang kemudian menjadi landasan strategi pengembangan bisnis, sesuai dengan potensi pasar yang tersedia.
Teknologi digital kini memberikan generasi muda lebih banyak peluang untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka (Hapsari et al., 2023).
Kesuksesan wirausaha tidak bisa dicapai secara individu; diperlukan dukungan dari banyak pihak, baik internal maupun eksternal organisasi. Membangun jaringan dan memperluas relasi adalah cara yang lebih efektif untuk mencapai tujuan daripada
5
mencoba melakukannya sendiri. Oleh karena itu, jaringan, kepemimpinan, motivasi, gerakan persatuan, dan komunikasi menjadi faktor yang sangat penting (Fadiati &
Purwana, 2011). Berikut adalah peluang wirausaha di era teknologi.
a. Penciptaan Model Bisnis Baru Teknologi telah memungkinkan terciptanya model bisnis baru yang revolusioner. Contohnya adalah model bisnis berbasis langganan (subscription) yang populer di layanan streaming seperti Netflix dan Spotify, atau model sharing economy yang diperkenalkan oleh perusahaan seperti Airbnb dan Uber. Bisnis berbasis aplikasi mobile juga telah mengubah industri seperti transportasi, pengiriman makanan, dan layanan kesehatan. Model bisnis ini menawarkan peluang bagi pengusaha untuk menciptakan nilai baru bagi konsumen, dengan cara yang lebih efisien dan terjangkau.
b. Data dan Analitik sebagai Aset Utama Di era teknologi, data adalah aset yang sangat berharga. Teknologi memungkinkan pengusaha untuk mengumpulkan data pelanggan dan menganalisisnya untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen. Dengan menggunakan analitik data, wirausahawan dapat membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas dan tepat sasaran. Misalnya, dengan menganalisis data penjualan, perusahaan dapat mengetahui produk mana yang paling diminati oleh pelanggan dan di wilayah mana produk tersebut paling laku.
Penggunaan data ini juga membantu dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran yang lebih personal.
c. Fleksibilitas dalam Layanan dan Operasional Teknologi memungkinkan wirausahawan untuk mengoperasikan bisnis mereka dengan fleksibilitas yang lebih besar. Misalnya, banyak bisnis sekarang beroperasi dengan model remote working atau bekerja jarak jauh berkat teknologi cloud dan alat komunikasi online seperti Zoom dan Slack. Fleksibilitas ini tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk menarik talenta global yang mungkin tidak tersedia di lokasi fisik mereka.
3. Tantangan Wirausaha di Era Teknologi
Era Industri 4.0 membawa sejumlah tantangan, termasuk masalah kebisingan dan keamanan teknologi informasi, ketidakstabilan mesin produksi akibat kekurangan tenaga kerja yang terampil, resistensi dari pemangku kepentingan terhadap perubahan, serta hilangnya banyak pekerjaan karena otomatisasi. Dalam menghadapi tantangan ini
6
dan memanfaatkan peluang yang ada, khususnya bagi Generasi Milenial di era Industri 4.0, perkembangan teknologi informasi memainkan peran penting. Otomatisasi berlangsung cepat di berbagai sektor, menggabungkan dunia digital dan fisik melalui teknologi serta pendekatan baru (Wicaksono et al., 2021).
Tantangan utama bagi wirausaha di era digital meliputi:
a. Konversi Digital
Transformasi digital yang semakin kompleks dapat menimbulkan kekhawatiran jika perubahan tersebut tidak berhasil. Namun, dengan tetap menjaga optimisme dan ketekunan, wirausahawan dapat mengatasi tantangan ini.
b. Kecepatan
Seperti teknologi yang terus berkembang, masyarakat juga mengharapkan barang dan jasa yang cepat dan efisien. Jika pengusaha tidak mampu memenuhi ekspektasi ini, pelanggan akan beralih ke bisnis lain. Oleh karena itu, agar bisnis dapat berkembang dengan cepat, integrasi teknologi menjadi sangat penting.
c. Sumber Daya Pekerja
Agar perusahaan dapat memanfaatkan pembaruan teknologi secara optimal, sumber daya manusia perlu mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Selain itu, perusahaan harus secara rutin melatih karyawan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.
d. Tanpa Supervisi
Hilangnya peran pemimpin, di mana pemilik hanya berkomunikasi dengan staf mengenai masalah pekerjaan, dapat berdampak buruk. Untuk membangun hubungan yang positif, karyawan perlu merasa terhubung dengan pemimpinnya, seperti halnya hubungan antar individu secara umum.
Dalam pengembangan kewirausahaan, tantangan terbesar sering kali adalah kurangnya minat dalam memulai usaha, keterbatasan modal, keahlian kerja, kualitas produk, jaminan pasar, dan minimnya kemitraan. Ini merupakan hambatan besar bagi mereka yang ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan (Santosa, 2014). Ada beberapa faktor yang memengaruhi minat seseorang untuk memulai usaha, terutama di era milenial. Pertama, minat berwirausaha secara signifikan dipengaruhi oleh pembelajaran kewirausahaan. Kedua, minat ini juga dipengaruhi oleh rasa efikasi diri. Ketiga, kemampuan berpikir kreatif memiliki pengaruh signifikan terhadap minat dan bakat seseorang dalam berwirausaha. Keempat, berpikir kreatif, efikasi diri, dan
7
pembelajaran kewirausahaan secara kolektif memiliki dampak positif yang signifikan terhadap minat berwirausaha (Sentosa, 2020).
Menurut penelitian Nidya Waras Sayekti (2018), hanya 7,5% pengguna internet di Indonesia yang memanfaatkan jaringan tersebut untuk transaksi elektronik. Salah satu kendala utama dalam ekonomi digital di Indonesia adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap keamanan data pribadi mereka, yang diperparah oleh penanganan kejahatan dunia maya yang kurang memadai. Selain itu, pemerintah belum memiliki kebijakan yang efektif untuk mengatasi ledakan pertumbuhan ekonomi digital (Aysa, 2021).
B. Strategi Pengembangan Usaha Dengan Pemanfaatan Teknologi 1. Pemanfaatan Teknologi dalam Pengembangan Bisnis
` Perkembangan pesat internet telah membuka jalan bagi munculnya teknologi- teknologi baru yang mendukung penyebaran informasi digital secara luas. Teknologi- teknologi ini tidak hanya menawarkan cara yang efisien dan mudah digunakan, tetapi juga menyediakan sistem database terpusat dan navigasi umum yang dapat diakses oleh siapa saja dengan relatif mudah. Dalam konteks bisnis, kemampuan ini dimanfaatkan untuk aktivitas pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan.
Pemasaran melalui internet memiliki keunggulan karena mampu melampaui berbagai hambatan, termasuk batas-batas negara, serta tidak terikat oleh aturan-aturan baku seperti yang umumnya berlaku dalam pemasaran konvensional (Rehatalanit, 2016).
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdiri dari dua komponen utama.
Pertama, teknologi informasi, yang mencakup semua aspek yang berhubungan dengan pengolahan, pemanfaatan sebagai alat bantu, manipulasi, dan manajemen informasi.
Kedua, teknologi komunikasi, yang meliputi semua aspek yang berkaitan dengan penggunaan peralatan untuk memproses dan mentransmisikan data antar perangkat.
Kedua komponen ini saling terkait erat dan tidak dapat dipisahkan. TIK mencakup pengertian yang luas, meliputi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan perpindahan informasi antar media. TIK merupakan gabungan yang komprehensif dari berbagai proses dan teknologi dalam penanganan informasi dan komunikasi (Aziz, 2012).
8
Teknologi kini memegang peranan krusial dalam perkembangan usaha.
Kontribusinya mencakup peningkatan efektivitas, hasil kerja, serta kemampuan bersaing dalam dunia bisnis. Perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi guna memperlancar dan mempercepat berbagai proses bisnis, termasuk pengelolaan informasi, riset, dan manajemen operasional. Lebih jauh lagi, teknologi memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan mutu produk dan layanan yang disediakan bagi konsumen (Anggaraeni & Maulani, 2023). Untuk memaksimalkan manfaat teknologi dalam pengembangan bisnis, diperlukan rancangan strategis yang matang. Hal ini bertujuan agar implementasi teknologi sejalan dengan sasaran bisnis perusahaan. Sari (2018) menguraikan beberapa keuntungan dari perencanaan strategis sistem informasi dan teknologi, antara lain:
a. Pengelolaan aset vital perusahaan secara lebih efisien.
b. Perbaikan koordinasi dan komunikasi antara aspek bisnis dan teknologi dalam organisasi.
c. Penyelarasan antara target bisnis dan prioritas teknologi.
d. Penemuan peluang pemanfaatan teknologi untuk keunggulan kompetitif dan peningkatan nilai bisnis.
e. Penyusunan alur kerja dan arus informasi yang terstruktur.
f. Pengalokasian sumber daya yang tepat guna dan hemat biaya.
g. Pengurangan upaya dan pengeluaran yang diperlukan.
Wardhana (2022) memaparkan beberapa dampak dan fungsi teknologi informasi terhadap kemajuan bisnis di era digital:
a. Penyebaran informasi yang dipermudah oleh teknologi informasi memungkinkan ekspansi bisnis digital ke berbagai penjuru dunia. Contohnya adalah penggunaan e-commerce yang kini diterapkan secara luas oleh banyak perusahaan di era digital.
b. Pertumbuhan bisnis di era digital juga didukung oleh meningkatnya jumlah pakar di bidang teknologi informasi. Kehadiran para ahli ini berkontribusi pada penyempurnaan sistem bisnis daring, termasuk peningkatan keamanan data pribadi konsumen.
c. Fleksibilitas menjadi daya tarik utama bisnis di era digital. Penjual tidak lagi terikat pada lokasi fisik untuk melayani pelanggan; cukup dengan perangkat komputer dan koneksi internet, mereka dapat memasarkan produk ke seluruh
9
dunia. Di sisi lain, pembeli dapat memenuhi kebutuhannya tanpa harus keluar rumah, cukup dengan berbelanja secara daring dan menerima pengiriman langsung ke alamat mereka.
2.Macam-macam Teknologi dalam Pengembangan Bisnis
Berdasarkan penelitian Müller (2019), berikut adalah parafrase dan penjelasan rinci tentang jenis-jenis teknologi yang digunakan dalam bisnis:
a. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence - AI)
AI merupakan revolusi teknologi yang menguba landskap bisnis secara menyeluruh, dari usaha kecil hingga korporasi besar. Teknologi ini meningkatkan agilitas, inovasi, dan prestise perusahaan. Dengan menerapkan AI, organisasi dapat:
1) Menganalisis dan mensintesis informasi secara efisien
2) Meningkatkan kapasitas pembelajaran untuk mengatasi tantangan bisnis 3) Menyediakan wawasan komprehensif dalam skala besar
AI memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan operasi, membuat keputusan berbasis data yang lebih baik, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
b. Pembelajaran Mesin (Machine Learning - ML)
ML adalah cabang AI yang memungkinkan sistem komputer belajar dan berkembang dari pengalaman tanpa pemrograman eksplisit. Teknologi ini:
1) Meniru perilaku manusia dalam pemecahan masalah dan otomatisasi
2) Fokus pada pengembangan program yang dapat mengakses dan belajar dari data
3) Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi intervensi manusia dalam tugas- tugas berulang
ML memungkinkan bisnis untuk mengotomatisasi proses, memprediksi tren, dan memberikan layanan yang dipersonalisasi kepada pelanggan.
c. Komputasi Awan (Cloud Computing)
Cloud computing merevolusi cara bisnis mengelola dan mengakses sumber daya IT. Karakteristiknya meliputi:
10
1) Penyediaan layanan komputasi melalui internet (server, penyimpanan, database, dll.)
2) Aksesibilitas tinggi dan konfigurasi yang fleksibel
3) Layanan berbasis permintaan dengan skalabilitas yang baik 4) Virtualisasi dan pengelolaan sumber daya yang efisien
Teknologi ini memungkinkan bisnis untuk mengurangi biaya infrastruktur IT, meningkatkan kolaborasi, dan meningkatkan fleksibilitas operasional.
d. Aplikasi Seluler (Mobile Application)
Aplikasi seluler telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan bisnis.
Manfaatnya meliputi:
1) Peningkatan permintaan konsumen melalui platform digital (e-commerce, e- learning, e-banking)
2) Akses mudah ke produk dan layanan kapan saja dan di mana saja
3) Peningkatan mobilitas bisnis melalui perangkat seperti smartphone dan tablet Aplikasi seluler memungkinkan bisnis untuk menjangkau pelanggan secara lebih personal dan meningkatkan engagement.
e. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)
AR dan VR membuka dimensi baru dalam interaksi bisnis-konsumen. AR menambahkan elemen digital ke dunia nyata, sementara VR menciptakan lingkungan digital sepenuhnya. Manfaatnya meliputi:
1) Peningkatan pengalaman pelanggan dalam berbelanja atau menggunakan produk
2) Pelatihan karyawan yang lebih efektif dan interaktif 3) Visualisasi produk atau konsep yang lebih baik
Teknologi ini memungkinkan bisnis untuk menciptakan pengalaman yang lebih immersif dan menarik bagi pelanggan dan karyawan.
f. Pencetakan 3D (3D Printing)
3D printing merevolusi proses manufaktur dengan memungkinkan pembuatan objek fisik dari model digital. Keunggulannya meliputi:
1) Produksi prototipe yang cepat dan hemat biaya 2) Customisasi produk dalam skala kecil
11
3) Pengurangan limbah dalam proses produksi
Teknologi ini membuka peluang baru dalam inovasi produk dan efisiensi manufaktur.
g. Asisten Digital (Digital Assistant)
Asisten digital merupakan program komputer canggih yang meniru interaksi manusia. Fitur-fiturnya meliputi:
1) Penggunaan teknologi seperti RPA, chatbot, dan asisten suara 2) Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam tugas-tugas rutin 3) Peningkatan layanan pelanggan melalui respons cepat dan akurat
Asisten digital membantu bisnis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan pelanggan.
h. Blockchain
Blockchain adalah teknologi database terdesentralisasi yang menawarkan transparansi dan keamanan tinggi. Karakteristiknya meliputi:
1) Akses informasi yang sama untuk semua pihak yang terlibat dalam transaksi 2) Keamanan dan transparansi dalam pencatatan transaksi
3) Aplikasi luas di luar mata uang digital, termasuk manajemen rantai pasokan dan kontrak pintar
Blockchain memungkinkan bisnis untuk meningkatkan kepercayaan, transparansi, dan efisiensi dalam berbagai proses transaksi dan manajemen data.
3. Strategi Usaha Digital
Digitalisasi dalam lingkup bisnis merujuk pada peralihan menuju operasi yang lebih otomatis dan berbasis digital (Harsono & Kiswara, 2022). Proses ini melibatkan pemindahan data ke sistem komputer, meningkatkan aksesibilitas informasi.
Perkembangan otomatisasi yang didukung oleh robotika dan kecerdasan buatan menjanjikan peningkatan produktivitas, efisiensi, keamanan, dan kenyamanan. Selain itu, digitalisasi mengubah lanskap pekerjaan dengan menciptakan bentuk-bentuk pekerjaan digital atau virtual yang baru. Dampak digitalisasi terhadap kewirausahaan
12
terwujud dalam dua aspek utama. Pertama, lokasi peluang kewirausahaan menjadi lebih dinamis dalam perekonomian. Kedua, praktik kewirausahaan itu sendiri mengalami transformasi. Fenomena ini sering disebut sebagai "disrupsi digital", menggambarkan dampak transformatif teknologi dan infrastruktur digital terhadap cara kerja bisnis, ekonomi, dan masyarakat. Disrupsi ini membuka peluang bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk berkembang dan merambah pasar internasional.
Namun, UKM yang tidak mengikuti tren digitalisasi berisiko tertinggal dari kompetitor, yang pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan usaha mereka.
Pengembangan strategi dianggap sebagai aspek krusial dalam upaya mencapai keunggulan kompetitif. Berbagai pendekatan dapat digunakan untuk merancang strategi, tanpa adanya standar baku yang universal; hal ini disebabkan oleh keberagaman fungsi dalam sektor usaha. Strategi bisnis digital memiliki kemiripan dengan strategi perusahaan, bisnis, dan pemasaran konvensional. Strategi ini mencakup beberapa aspek utama:
a. Strategi perdagangan melalui perangkat seluler b. Strategi pengelolaan hubungan pelanggan (CRM) c. Strategi pengadaan elektronik (e-procurement) d. Strategi manajemen rantai pasokan
e. Strategi pemanfaatan media sosial f. Strategi pemasaran multisaluran
Implementasi strategi saluran digital terkait erat dengan berbagai model proses strategi bisnis digital. Model-model ini umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal secara berkala, mencakup faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis tertentu.
b. Menetapkan visi dan tujuan perusahaan secara jelas, sejalan dengan nilai-nilai perusahaan.
c. Memberikan perhatian khusus pada evaluasi "manfaat diferensial" yang dihasilkan oleh saluran elektronik.
d. Memilih saluran yang paling sesuai untuk berbagai aktivitas bisnis dan mitra bisnis, mengoptimalkan efektivitas distribusi.
13
e. Melaksanakan pengawasan rutin untuk mengidentifikasi masalah dan menyesuaikan strategi digital dengan perubahan pasar.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan strategi bisnis digital yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar, serta memanfaatkan potensi teknologi digital secara optimal untuk meningkatkan daya saing.
4. Mengembangkan Strategi Bisnis Yang Efisien Di Era Transformasi Digital Pengembangan bisnis digital merujuk pada peningkatan kapabilitas digital suatu organisasi dan penyelarasan aktivitas strategis, pemasaran, serta penjualan untuk menjangkau pasar dan pelanggan secara efektif, serta memungkinkan pertumbuhan yang menciptakan nilai.
Dalam era ini, fokus pada penciptaan ide-ide inovatif dan transformasinya menjadi bisnis telah meningkat secara signifikan. Dahulu, pengembangan bisnis sering dianggap sebagai eksperimen semata, dengan inovasi yang kurang diprioritaskan. Kini, hal tersebut telah menjadi kebutuhan mendasar bagi perusahaan- perusahaan mapan—menjadi kemampuan pembeda yang krusial untuk keberhasilan jangka panjang. Perubahan perilaku konsumen dan klien bisnis di berbagai industri menjadi pendorong utama transformasi ini (Putra, 2022). Pengembangan bisnis kini menjadi prasyarat untuk memenuhi serangkaian kebutuhan baru dengan kecepatan yang mungkin sulit dicapai jika perusahaan hanya berfokus pada perubahan internal.
Transformasi digital dalam bisnis telah membuka banyak peluang inovasi di seluruh sektor industri. Dari ritel hingga ilmu hayati, dari farmasi hingga perbankan, kita menyaksikan reinvensi produk, layanan, dan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.
Di era modern ini, bisnis perlu menyadari pentingnya penggunaan saluran digital untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan utama mereka. Hal ini penting untuk mempertahankan relevansi dan mendorong percakapan yang produktif.
World Economic Forum, dalam laporan Transformasi Digital terbaru mereka, menekankan bahwa "untuk berhasil di era digital, (perusahaan) perlu menjadi entitas digital, dengan memikirkan ulang setiap aspek bisnis mereka."
Perusahaan yang berorientasi masa depan harus memprioritaskan pengembangan bisnis digital dan komunikasi terarah sebagai strategi utama mereka.
14
Pesan yang tepat sasaran dapat mempengaruhi pandangan dan perilaku konsumen.
Meski banyak perusahaan besar telah sukses menerapkan strategi semacam ini berkat anggaran pemasaran yang besar dan kemampuan merekrut keahlian baru, peluang masih terbuka bagi bisnis lainnya.
Transformasi digital dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan Big Data.
Internet of Things (IoT) telah membuka akses terhadap volume data yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan alat analisis yang tepat, data ini bisa diubah menjadi wawasan berharga, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Semakin terintegrasi alat analisis dalam operasi perusahaan, semakin besar dampaknya.
Menghadapi perubahan teknologi yang pesat, bisnis perlu beradaptasi dengan cepat. Strategi lama mungkin tidak lagi efektif dalam lingkungan bisnis saat ini. Untuk bertahan di era digital, perusahaan harus menyelaraskan enam aspek kunci: proses, platform, sumber daya manusia, produk, pemasaran, dan pengalaman pelanggan.
Ketidakselarasan di salah satu aspek dapat mengancam kelangsungan bisnis secara keseluruhan.
Pelopor dalam mengadopsi pendekatan komunikasi yang menyeluruh umumnya adalah perusahaan-perusahaan besar. Meski beberapa perusahaan menengah telah mulai mengikuti jejak mereka, strategi ini belum menjadi tren utama.
Situasi ini membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah untuk meraih keunggulan kompetitif yang berarti dengan menjadi pelopor dalam pengembangan dan penerapan strategi komunikasi yang inovatif. Arifiani & Furinto (2022) mengidentifikasi sejumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari pengembangan strategi bisnis yang efektif di era digitalisasi. Beberapa manfaat tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
a. Optimalisasi Pengumpulan Data
Transformasi digital memungkinkan perusahaan tidak hanya mengumpulkan data konsumen dalam jumlah besar, tetapi juga menganalisisnya secara efektif. Hal ini menciptakan metode untuk memperoleh dan mengintegrasikan data yang relevan, menghasilkan wawasan bisnis yang mendalam. Berbagai unit dalam organisasi dapat mengubah data mentah menjadi informasi berharga di berbagai titik interaksi, memberikan pandangan menyeluruh tentang perjalanan pelanggan, operasional, produksi, keuangan, dan peluang bisnis.
15 b. Efisiensi Manajemen Sumber Daya
Transformasi digital mengonsolidasikan informasi dan sumber daya ke dalam satu set alat bisnis terpadu. Ini menggantikan sistem database dan perangkat lunak yang terpisah dengan repositori intelijen perusahaan yang terpusat. Dampaknya meluas ke seluruh aspek perusahaan, mendorong inovasi proses dan efisiensi di semua departemen.
c. Membangun Budaya Digital
Dengan menyediakan alat yang sesuai konteks untuk setiap anggota tim, transformasi digital mendorong terbentuknya budaya digital. Selain memfasilitasi kolaborasi, ini juga mendukung transformasi menyeluruh perusahaan. Budaya digital ini akan semakin krusial di masa depan, menuntut peningkatan keterampilan dan pembelajaran digital dari seluruh anggota tim.
d. Peningkatan Produktivitas
Integrasi alat TI yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan alur kerja. Ini memungkinkan anggota tim bekerja lebih efisien dengan mengotomatisasi tugas-tugas repetitif dan menghubungkan data di seluruh perusahaan.
e. Peningkatan Agilitas Organisasi
Transformasi digital meningkatkan kecepatan organisasi dalam merespon perubahan pasar dan mengadopsi praktik Continuous Improvement (CI). Hal ini memungkinkan inovasi dan adaptasi yang lebih cepat, serta jalur menuju perbaikan berkelanjutan.
Digitalisasi dalam dunia bisnis kini menjadi sangat krusial untuk meraih kesuksesan. Proses ini terjadi ketika perusahaan mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengubah model bisnis mereka dan menciptakan peluang baru yang dapat menghasilkan nilai. Melalui digitalisasi, efisiensi proses, konsistensi, dan kualitas dapat ditingkatkan (Sunarsi, 2020). Dengan merumuskan strategi bisnis yang efektif di tengah transformasi digital, perusahaan dapat mengkonversi catatan atau dokumen tradisional menjadi format digital, mengurangi redundansi, dan mempercepat alur komunikasi. Ini akan meningkatkan dan mempermudah pertukaran informasi yang lebih baik.
16 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Keberadaan media sosial merupakan sebuah media pemasaran yang paling mudah dan murah yang dapat dilakukan oleh perusahaan, hal ini pula yang menjadi daya tarik bagi para pelaku usaha untuk menjadikannya sebagai media promosi yang handal melalui website/blog yang menampilkan profil perusahaan, selain sebagai alat pemasaran interaktif, pelayanan dan membangun komunikasi dengan konsumen serta menjadikannya alat menjual dan membeli secara online. Usaha perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saingnya, mengingat di era globalisasi ini arena persaingan semakin kompetitif,dan bersifat mendunia. Berdasarkan pada tantangan serta peluang yang ada, berikut langkah-langkah menjalankan strategi pengembangan usaha, yaitu Memanfaatkan Teknologi Untuk Usaha Di Era Teknologi, Gunakan Social Media, Menggunakan Digital Marketing, Mobile Friendly, Menggunakan Aplikasi, Lakukan Inovasi Secara Berkala, dan Memberikan Pelayanan Terbaik.
B. Saran
Dengan adanya era teknologi industri tentunya memberikan peluang yang besar bagi wirausaha, tetapi selain memiliki peluang yang besar tentunya teknologi industri menghadirkan tantangan tersendiri bagi umat manusia khususnya wirausaha. Dengan adanya era teknologi industri ini diharapkan kita semua dapat menerapkan strategi yang tepat untuk berinovasi dengan membangun usaha yang sesuai peluang yang sedang dihadapi serta mengurangi risiko kegagalan yang disebabkan oleh tantangan-tantangan yang sudah dipelajari.
Selain itu, penulis menyadari bahwa makalah ini banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran mengenai pembahasan makalah diatas.
17 REFERENSI
Anggraeni, R., & Maulani, I. (2023). Pengaruh Teknologi Iformasi terhadap Perkembangan Bisnis Modern. Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH). 3(2), 94- 98.
Arifiani, L., & Furinto, A. (2022). TRANSFORMASI MODEL BISNIS Konsep, Strategi, dan Antisipasi Menyongsong Era Metaverse. SCOPINDO MEDIA PUSTAKA.
Aziz, A. (2012). Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Bisnis Pos. Buletin Pos dan Telekomunikasi. 10(1), 35-50.
Fidiyanti, F., Subagja, A. R., Wachyu, R. P., & Madiistriyatno, H. (2023). Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Teknologi Artificial Intelegence. Journal of Comprehensive Science (JCS), 2(7), 1994-2001.
Harsono, H., & Kiswara, G. J. (2022). Pengaruh Rantai Pasokan Digital pada Kinerja Organisasi: Studi Empiris di Industri Pertahanan. Journal of Industrial Engineering &
Management Research, 3(6), 80-90.
Müller, J M. (2019). Antecedents to Digital Platform Usage in Industry 4.0 by Established Manufacturers. Sustainability, 11(4), 3-24.
Putra, A. H. P. K. (2022). Editorial Notes: Transformation Customers’ Needs in The Aspect of Client Value in Industry 4.0. Golden Ratio of Marketing and Applied Psychology of Business, 2(1).
Rehatalanit, Y. (2016). Peran E-Commerce dalam Pengembangan Bisnis. Jurnal Teknologi Industri. 5, 62-69.
Rochmawati, D. R., Hatimatunnisani, H., & Veranita, M. (2023). Mengembangkan Strategi Bisnis di Era Transformasi Digital.
Sari, P. P. (2018). Pemanfaatan Teknologi Digital sebagai Percepatan Berusaha Oleh Ekonomi Kreatif. Jurnal Komunikasi, Media, dan Informatika. 7(3), 135-144.
Sunarsi, D. (2020). Implikasi Digitalisasi UMKM. Digitalisasi UMKM, 57.
Wardhana, A. (2022). Pengantar Bisnis: Pemanfaatan Teknologi dalam Bisnis. Bandung: CV.
Media Sains Indonesia.
Vikrant, N. (2021). Digital entrepreneurship. Information Systems Journal, 28(6), 1125–1128.
https://doi.org/https://doi.org/10.1111/isj.12219
Perwita, D. (2021). Telaah Digital Entrepreneurship: Suatu Implikasi Dalam Mengatasi Permasalahan Ekonomi. PROMOSI (Jurnal Pendidikan Ekonomi), 9(2), 40–
51. https://doi.org/10.24127/pro.v9i2.4511
Aprilia, R., Wibowo, P., & Sitorus, F. (2022). Implementation Of Digital Marketing In Maintaining MSMEs During The Covid-19 Pandemic Penerapan Digital Marketing Dalam Mempertahankan UMKM Di Masa Pandemi Covid-19. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 3(4), 2283–2291.
http://journal.yrpipku.com/index.php/msej
18
Hapsari, V. R., Usman, U. U., & Atlantika, Y. N. (2023). Pemanfaatan Digital Marketing Sebagai Peluang Usaha Oleh Umkm Di Wilayah Perbatasan. EKOMBIS REVIEW:
Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 11(1), 495–500.
https://doi.org/10.37676/ekombis.v11i1.3187
Miftitah, F. A. N., & Mashudi, M. (2023). Peluang Bisnis Bagi Umkm Di Era Digital (Studi Kasus Pada Umkm Sheo Sweet Di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung).
Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-Commerce, 2(1), 358–365.
Fadiati, A., & Purwana, D. (2011). Menjadi WirausahaSukses. PT Remaja Rosdakarya Offset.
Widhi Wicaksono, Suyatin, Heri Murtiyoko, A. A. E. (2021). Peluang dan Tantangan Bisnis di Era Digital. Jurnal Perkusi, 3(3), 1. https://voi.id/ekonomi/147117/peluang-dan- tantangan-bisnis-di-era-digital-apa-saja
Santosa, I. (2014). Masalah dan Tantangan Pengembangan. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 3(3), 203–207.
Aysa, imma R. (2021). Tantangan Transformasi Digital Bagi Kemajuan Perekonomian Indonesia Challenges of Digital Transformation for Indonesia’s Economic Progress.
Jurnal At-Tamwil Kajian Ekonomi Syariah, 3(2), 140–153.