AKHLAK/ADAB TERHADAP GURU
Guru adalah salah satu pekerjaan yang paling mulia. Selain membagikan ilmu, guru juga ikut berperan dalam pembentukan karakter seorang anak berguna untuk masyarakat. Itu sebabnya, guru disebut sebagai orangtua di sekolah bagi seorang murid. Oleh karena itu, mereka pun harus dihormati atas jasa-jasanya. Dalam Al Quran surat Al-Mujadalah ayat 11 dijelaskan tentang betapa mulianya derajat seorang guru.
Yang artinya :
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.
Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Sayangnya, generasi masa kini banyak yang berlaku tidak sopan bahkan melakukan kekerasan terhadap guru. Tentu ini sangat tidak dibenarkan dan masuk dalam perbuatan tercela.Lalu, apa saja adab murid terhadap guru yang wajib dipahami dan dilakukan oleh para pelajar?
Adab yang paling penting untuk dimiliki oleh seorang pelajar adalah adab murid terhadap gurunya. Murid harus menganggap guru sebagai pengajar dan pendidik.
Tak hanya sebagai sosok yang mengajarkan ilmu, tetapi juga pembimbing budi pekerti.
Menghormati guru tidak berbeda dengan memuliakannya. Ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits berikut:
“Rasulullah SAW, bersabda: ‘Muliakanlah orang-orang yang memberikan pelajaran kepadamu’.”
(HR. Abu Hasan Mawardi)
Agama Islam telah menetapkan adab dan cara menghormati guru sebagai berikut:
Memberi salam lebih dulu ketika bertemu dengan guru.
Memperhatikan nasihat-nasihat yang baik.
Mematuhi perintahnya selama tidak bertentangan dengan Islam.
Menjauhi larangannya selama tidak bertentangan dengan Islam.
Tidak boleh mengada-ada pertanyaan yang akibatnya merugikan diri sendiri.
Berbicara dengan baik dan menunjukkan sikap merendahkan diri.
Dalam majelis pertemuan hendaklah mendahulukan guru untuk menempati tempatnya dan memberikan kesempatan lebih dulu.
Mengerjakan tugas yang diberikannya dengan baik.
Tidak memperolok-olok atau meremehkan.