• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Antibakteri Ekstrak slide

N/A
N/A
Jamilatun

Academic year: 2024

Membagikan "Aktivitas Antibakteri Ekstrak slide"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Aktivitas Antibakteri Ekstrak

Dosen Pengampu: Makhabbah J., M.Si.

(2)

Antibakteri

Antibakteri adalah suatu zat yang dapat digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri patogen, namun tidak menyebabkan efek samping.

Berdasarkan aktivitasnya, zat antibakteri dibedakan atas dua kelompok yaitu aktivitas bakteriostatik dan bakterisida.

Bakteriostatik merupakan efek yang menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak menyebabkan kematian seluruh bakteri. Mekanisme bakteriostatik biasanya terjadi pada ribosom yang menyebabkan penghambatan sintesis protein.

bakterisida yaitu efek yang bersifat membunuh bakteri dengan menimbulkan lisis atau pecahnya sel bakteri

(3)

Uji Antibakteri

• Uji Antibakteri: Uji Sensitivitas

• Metode: Difusi dan Dilusi

• Tujuan:

• Menguji potensi/ efektifitas/ kemampuan metabolit sekunder sebagai antibakteri

• Mengetahui sensitivitas antibakteri (lemah, sedang, kuat, sangat kuat)

(4)

METODE PENGUJIAN ANTIBIOTIK

1. Metode Difusi: lempeng (silinder/kertas cakram) 2. Metode Dilusi: turbidimetri (tabung)

1

2

(5)

Metode Difusi

• Metode difusi merupakan suatu metode yang efektif dan sering

digunakan untuk pengujian aktivitas antibakteri.

• Metode difusi ini terdiri dari tiga

metode yaitu metode disk, sumuran, dan parit.

• Pada metode difusi sumuran media yang telah diinokulasi dengan bakteri dibuat suatu lubang/sumur sesuai

dengan jumlah agen antimikroba yang akan diujikan, kemudian pada

lubang/sumur tersebut diisi dengan agen antimikroba yang akan diujikan

(6)
(7)

Metode Dilusi

• Metode dilusi merupakan

metode yang digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu senyawa terhadap aktivitas

bakteri dengan cara

menentukan Konsentrasi

Hambat Minimal (KHM) dan

Konsentrasi Bunuh Minimal

(KBM), metode dilusi ini terdiri

dari dua metode yaitu metode

dilusi cair dan metode dilusi

padat

(8)

Inkubasi

• diinkubasi pada suhu 370C selam 18-24 jam. Setelah diinkubasi, dilakukan pengamatan dengan melihat ada atau tidaknya zona hambat disekeliling lubang.

• Diameter zona hambat diukur menggunkan jangka sorong dengan satuan mili meter (mm). Zona hambat yang terbentuk ditunjukkan adanya

daerah bening disekitar media yang diberikan agen antibakteri. Semakin luas zona hambatnya artinya semakin kuat aktivitas antibakterinya.

• Tabel. Kategori Diameter Zona Hambat Antibakteri

(9)

Uji Aktivitas Antibakteri

• Sterilisasi Alat

• Pembuatan Media Mueller Hinton Agar (MHA)

• Pembuatan Suspensi Bakteri

• Uji Aktivitas Antibakteri

(10)

Media Mueller Hinton Agar (MHA)

(11)

Pembuatan Suspensi Bakteri

Contoh Suspensi Bakteri Staphylococcus aureus

Diambil sebanyak 1 ose bakteri Staphylococcus aureus yang telah dibiakan dalam media Nutrient Agar miring dan telah diinkubasi selama 24 jam,

dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi NaCl 0,9% steril sebanyak 9 ml,

dihomogenkan dengan vortex, kemudian kekeruhannya dibandingkan dengan 0,5 Mc farland (108 CFU/ml)

Apabila kekeruhan suspensi bakteri uji sama dengan

kekeruhan suspensi Mc farland maka konsentrasi bakteri uji adalah 108 CFU/ml

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)

Tabel. Kategori Diameter Zona Hambat Antibakteri

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji aktivitas menunjukkan ekstrak etanol konsentrasi 1,95 mg/disk menghasilkan zona hambat pada bakteri Bacillus subtilis sebesar 6,67± 0,28 mm, sedangkan fraksi

Penelitian ini mempelajari aktivitas antibakteri dan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dari ekstrak daun jawer kotok terhadap bakteri Gram positif ( Staphylococcus aureus

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri

yang dibutuhkan untuk mematikan bakteri (Jawetz , 2005). Metode dilusi padat atau cair pada prinsipnya adalah antibakteri diencerkan sampai diperoleh beberapa

Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ceremai memberikan daerah hambat yang efektif terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi sebesar

Konsentrasi ekstrak kulit manggis metode dilusi menunjukan KBM pada konsentrasi 3,125%, sedangkan diameter zona hambatan metode dilusi ekstrak kulit manggis

Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri pada konsentrasi 12,5% memberikan daerah hambat yang efektif terhadap bakteri Staphyococcus epidermidis sebesar

Konsentrasi Hambat Minimal Konsentrasi air perasan buah lemon lokal dan impor yang dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dengan metode dilusi..