• Tidak ada hasil yang ditemukan

akuntabilitas dan transparansi pelaporan dana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "akuntabilitas dan transparansi pelaporan dana"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang masalah

Akuntabilitas menjadi landasan dalam proses pengelolaan dana BOŠ, yang harus mempertanggungjawabkan tindakan dan pekerjaannya kepada masyarakat (komite sekolah dan orang tua siswa). MTs SA Salafiyah Al-Royyan merupakan salah satu MTs swasta di Kecamatan Mumbulsari yang jumlah siswanya sedikit yaitu 70 siswa, sehingga dana BOS yang diperoleh pun tidak cukup besar yaitu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaporan aset BOS antara lain analisis program kegiatan, analisis aset yang ada.

Oleh karena itu, akuntabilitas dan transparansi sangat penting dalam pelaporan dana BOS di MTs SA Salafiyah Al-Royyan Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember untuk menciptakan pendidikan yang baik.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Transparansi adalah mampu dilihat secara transparan, tanpa tipu muslihat atau ditutup-tutupi, terbuka, jujur, terus terang.20 Transparansi dalam bentuk konteks pendidikan sangat jelas yaitu polos apa adanya, tidak berbohong, jujur ​​dan terbuka terhadap keterbukaan. atas apa yang dilakukan di sekolah, dimana data yang dilaporkan pihak sekolah mencerminkan kenyataan sebenarnya dan setiap perubahan harus benar-benar dan segera dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait (stakeholder). Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program yang bertujuan untuk membantu mempercepat penyelesaian program wajib belajar sembilan tahun yang berkualitas.22 Bagi sebagian besar sekolah dan madrasah di Indonesia, dana BOS merupakan bagian terbesar dari pendapatan keuangan sekolah dan sekolah. madrasah menerima.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

40 Kementerian Pendidikan Nasional, Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Sekolah/Madrasah (Jakarta, Maret 2011), vii. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Menurut Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah/madrasah wajib membuat rencana kerja sekolah/madrasah (RKS) yang terdiri atas rencana kerja jangka menengah dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 41. 41 Kementerian Pendidikan Nasional, Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah (Jakarta, Maret.

Setelah mengetahui berapa besar kebutuhan sekolah/madrasah untuk mendanai program dan kegiatan rutin/reguler, langkah selanjutnya adalah membuat Rencana Pendanaan. Berbagai sumber dana dapat diharapkan dari sekolah/madrasah atau himpunan kelas, APBD Kabupaten, donatur, dermawan, dan lain-lain. Sedangkan Rencana Kerja Tahunan (AWP) disusun setiap tahun oleh sekolah/madrasah berdasarkan RKJM, dengan jangka waktu pelaksanaan selama satu tahun.

Dengan demikian, dokumen RKJM memuat perencanaan strategis yang akan dilaksanakan sekolah/madrasah dalam jangka waktu empat tahun, sedangkan dokumen RKT tidak hanya memuat program/kegiatan strategis tetapi juga kegiatan rutin. Diantaranya kegiatan untuk mencapai kelulusan 100 persen atau prestasi tertentu yang dicapai sekolah/madrasah dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan pemenuhan kebutuhan tenaga dan pelayanan, dan lain sebagainya. 45Kementerian Pendidikan Nasional, Peningkatan Manajemen dengan Memperkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Sekolah/Madrasah (Jakarta, Maret aset, liabilitas dan kekayaan bersih, serta informasi hubungan antara unsur-unsur tersebut pada suatu waktu tertentu. 46.

47Kementerian Pendidikan Nasional, Peningkatan Manajemen dengan Penguatan Manajemen dan Akuntabilitas Sekolah/Madrasah (Jakarta, Maret dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. 48 Program BOS terutama bertujuan untuk. 48Kemendiknas, Manajemen dengan peningkatan Penguatan Tata Kelola dan akuntabilitas di sekolah/Madrasah (Jakarta, Maret 2011), 25.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Reduksi Data

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

  • Sistematika Pembahasan

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

Tak terkecuali Kabupaten Jember, salah satu lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang kegiatan belajar mengajar adalah MTs SA Salafiyah Al-Royyan.61. Mengenai sejarah berdirinya MTs SA Salafiyah Al-Royyan, Achmad Syafi'i selaku kepala sekolah menuturkan bahwa dirinya sudah bertahun-tahun berada di MTs SA Salafiyah Al-Royyan, dari situlah ia mendapat ilmu tentang pendidikan, selama ia berada di MTs SA Salafiyah Al-Royyan. mengenyam pendidikan cukup lama dan tinggal di Jember tepatnya daerah desa Kawagrejo kecamatan Mumbulsar, sekitar tahun 2000 beliau mendirikan mushola kecil untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar Al Quran dan ini dimulai sejak bertahun-tahun , pada tahun 2008 beliau melihat banyak berdirinya sekolah di Jember, dari situlah Achmad Syafi'i berinisiatif untuk mendirikan sekolah MT formal. Setelah itu, Achmad Syafi'i mulai mengurus izin sekolah dan pembelian tanah di kawasan Kawagrejo. Selama kurang lebih 1 tahun, Achmad Syafi'i mampu mewujudkan keinginannya untuk mendirikan lembaga pendidikan MTs SA Salafiyah Al-Royyan dengan usaha dan pengalaman yang dimilikinya pada tahun 2009 MTs SA Salafiyah Al-Royyan berhasil diwujudkan.

Ketika MTs SA Salafiyah Al-Royyan berdiri pada tahun 2009, Achmad Syafi'i mulai melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat, warga sekitar, hingga anak-anak putus sekolah di kawasan Kanggrejo. Setelah itu, ia tidak hanya mempekerjakan orang-orang yang berpengalaman di bidang pendidikan di sekitar tempat tinggalnya, Achmad Syafi'i juga mengajarinya ilmu pendidikan yang dimilikinya. Seiring berjalannya waktu, MTs SA Salafiyah Al-Royyan berkembang hingga saat ini dengan jumlah siswa sebanyak 70 orang dan guru sebanyak 8 orang, juga mempunyai lab IPA dan lab komputer, tidak hanya di wilayah Kawagrejo saja, sekolah MTs SA Salafiyah Al-Royyan sudah mulai merekrut siswa dari luar. Desa Kawagrejo.

Berikut visi dan misi MTs SA Salafiyah Al-Royyan sebagai lembaga pendidikan Islam : 63.

Penyajian dan Analisis Data

MTs SA Lembaga Pendidikan Salafiyah Al-Royyan telah mempunyai Rekomendasi Pendirian/Izin Operasional dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember dengan nomor: Kd.15.32/2/PP dan telah memperoleh Piagam Pendirian/Operasional Madrasah Nomor: MTsS dari Kementerian Agama Republik Indonesia. MTs SA Salafiyah Al-Royyan juga telah melaksanakan dan memegang Sertifikat Akreditasi SMA/Madrasah Tsanawiyah yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) nomor: 200/BAP-S/M/SK/X/2016 pada tahun 2016 dilaksanakan oleh kabupaten Sistem informasi pelayanan publik yang dikelola MTs SA Salafiyah Al-Royyan bersifat lisan, tertulis dan disajikan secara manual.

Para pengurus MTs SA Salafiyah Al-Royyan membahas rencana program yang akan dilaksanakan siswanya dalam rapat manajemen sekolah. Guru MTs SA Salafiyah Al-Royyan setiap hari melakukan monitoring dan evaluasi, hal ini dilakukan sedemikian rupa agar siswa selalu dalam kendali guru, siswa dapat mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukannya dan dapat melakukan perbaikan. . MTs SA Salafiyah Al-Royyan mempunyai daftar kehadiran siswa yang wajib dilakukan pada setiap siswa.

Hal ini diprogram sedemikian rupa sehingga siswa termotivasi untuk melakukan kegiatan yang dijadwalkan oleh sekolah. Kami menyediakan daftar kehadiran siswa kepada guru sehingga kami dapat memantau apakah mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh selama satu hari. Mekanisme pengambilan keputusan yang dilakukan MTs SA Salafiyah Al-Royyan masih bersifat verbal dan belum terdokumentasi secara sistematis.

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa masa kerja pengurus dalam satu periode adalah 5 (lima) tahun dan pengurus dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya berdasarkan musyawarah. Royyan yaitu : 77. MTs SA Salafiyah Al-Royyan masih belum mempunyai media untuk menyampaikan pendapat, saran, kritik maupun argumentasi dari pihak-pihak yang berkepentingan, penyampaian kritik dan saran dilakukan secara lisan.

Pembahasan Temuan

Sistem informasi publik MTs SA Salafiyah Al-Royyan masih berbentuk lisan dan tulisan serta disajikan secara manual. Para pengurus MTs SA Salafiyah Al-Royyan membahas rencana program yang akan dilaksanakan oleh siswanya dalam rapat pimpinan. Pengurus MTs SA Salafiyah Al-Royyan mempunyai daftar hadir siswa yang harus dilakukan pada setiap siswa.

Monitoring dan evaluasi yang dilakukan MTs SA Salafiyah Al-Royyan sesuai dengan teori akuntabilitas program yaitu program organisasi haruslah program yang. Mekanisme pengambilan keputusan yang dilaksanakan pengurus MT SA Salafiyah Al-Royyan masih menggunakan kata-kata dan belum terdokumentasi secara sistematis. Struktur organisasi MTs SA Salafiyah Al-Royyan meliputi badan pembina, ketua, sekretaris, bendahara dan bagian lainnya.

MTs SA Salafiyah Al-Royyan mencatat laporan secara sederhana dengan menggunakan 4 (empat) kolom yaitu informasi, pemasukan, pengeluaran dan saldo. SA Salafiyah Al-Royyan MT telah menjalankan operasionalnya sesuai dengan ketentuan yang ada dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jadi pada aspek kepemimpinan, pihak sekolah sudah memiliki mekanisme pergantian kepemimpinan yang tertuang dalam peraturan MT SA Salafiyah Al-Royyan.

Akuntabilitas pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Mts Sa Salafiyah Al-Royyan kecamatan Mumbulsari. Transparansi pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Mts Sa Salafiyah Al-Royyan kecamatan Mumbulsari.

PENUTUP

Kesimpulan

Sedangkan penelitian ini tentang Akuntabilitas dan Transparansi Pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MTs SA Salafiyah Al-Royyan.

Saran

Agar program dapat dipertanggungjawabkan dalam aspek pelaksanaan program maka pihak sekolah hendaknya lebih sabar dalam membimbing dan memberikan sanksi yang tegas kepada siswa agar tidak kendor dalam melakukan kegiatan. Untuk mewujudkan akuntabilitas kebijakan pengambilan keputusan hendaknya disusun secara sistematis, sehingga lebih mudah dan akurat bagi sekolah dalam mengambil keputusan berdasarkan kesepakatan bersama. Kemudian, untuk aspek struktur organisasi, ada baiknya memisahkan badan organisasi yang terdiri dari dewan pendiri, dewan pengawas, dan dewan eksekutif agar pelaksanaan tugas sekolah dapat berjalan lebih maksimal.

Untuk mewujudkan akuntabilitas keuangan, pengelola MTs SA Salafiyah Al-Royyan membuat laporan keuangan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (FSAK) Nomor 45, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Agar MTs SA Salafiyah Al-Royyan dapat mewujudkan organisasi yang transparan, sebaiknya pihak sekolah menambahkan email sekolah dan melaporkan kerugian finansial sebagai informasi yang akan disiarkan ke masyarakat, menggunakan media elektronik yaitu internet, hingga membuat email atau blog yang memuat informasi tentang sekolah dan menyediakan buku, tips atau kotak saran di tempat-tempat strategis yang memudahkan masyarakat mengaksesnya. Hal ini agar pihak sekolah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk kemajuan MTs SA Salafiyah Al-Royyan kedepannya.

Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Menengah Atas (Kepala SMA) Pada SMA Negeri Jumapolo Kabupaten Karanganyar Tahun 2013-2014 “Implementasi Pengelolaan Sekolah (MBS) Pada SMA Se-Wilayah Aceh Utara.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Vol.22, No.2). Analisis Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di SMA Negeri 3 Malang”, Malang: Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

“Tanggung Jawab Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SD Negeri meliputi 06 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Tahun 2016.” Transparansi Pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Mts Sa Salafiyah Al-Royyan Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember Tahun 2018. RKAS) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah 2.

Referensi

Dokumen terkait

3.1 Perencanaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dalam proses perencanaan pengelolaan Dana BOS komponen yang terlibat didalam pengelolaan dana BOS

DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)..

PELAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PADA DINAS SOSIAL KOTA BANDUNG ” ini untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan matakuliah kerja

Transparansi pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Kecamatan Pasimarannu Kepulauan Selayar, transparansi untuk membangun kepercayaan masyarakat

Berdasarkan berbagai fakta yang didapatkan oleh peneliti di lapangan, pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di lapangan tentang pengelolaan dana BOS, khususnya masalah transparansi, partisipasi dan akunbilitasnya,

Dari uraian diatas kemudian penulis tertarik memilih judul “ANALISIS ALOKASI ANGGARAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH BOS UNTUK GAJI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN HONORER DI SD NEGERI

Pasal 13 huruf i UU 2/2008 Partai Politik berkewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan yang bersumber dari dana bantuan APBN dan APBD